• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPUTUSAN KEPALA BALAI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT (BPSPL) DENPASAR NOMOR: 46/KEP-BPSPL.4/I/2022

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KEPUTUSAN KEPALA BALAI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT (BPSPL) DENPASAR NOMOR: 46/KEP-BPSPL.4/I/2022"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN

KEPALA BALAI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT (BPSPL) DENPASAR

NOMOR: 46/KEP-BPSPL.4/I/2022 TENTANG

PENETAPAN PEDOMAN PENGELOLAAN INFORMASI PUBLIK DAN DOKUMENTASI BALAI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT

(BPSPL) DENPASAR TAHUN 2022

KEPALA BALAI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT (BPSPL) DENPASAR

Menimbang : a. Bahwa dalam rangka mewujudkan pelayanan informasi publik secara cepat, tepat dan sederhana di lingkungan Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar;

b. Bahwa untuk manajemen keterbukaan informasi public sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan jaman, diperlukan pedoman pengelolaan informasi publik dan dokumentasi di lingkungan Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar;

c. Bahwa untuk maksud tersebut pada butir a dan b, perlu ditetapkan dengan Keputusan Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014;

2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik;

3. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor:

PER.15/MEN/2010 tentang Organisasi dan tata Kerja Kementerian Kelautan Dan Perikanan;

4. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor:

PER.22/MEN/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Sumberdaya Pesisir dan Laut

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT

BALAI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT DENPASAR

JALAN BY PASS PROF IDA BAGUS MANTRA KM 16.7, PERING-GIANYAR TELEPON (0361) 4794821, FAKSIMILE (0361) 4794822

LAMAN www.kkp.go.id SURAT ELEKTRONIK : [email protected]

(2)

sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: PER.23/MEN/2011;

5. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 19/PERMEN-KP/2013 tentang Pelayanan Informasi Publik di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan

6. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 44/PERMEN-KP/2016 tentang Penyelenggaraan Kehumasan di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan;

7. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 81/Kepmen-KP/SJ/2014 tentang Klasifikasi Informasi yang Dikecualikan Di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BALAI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT DENPASAR TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN INFORMASI PUBLIK DAN DOKUMENTASI DI LINGKUNGAN BALAI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT DENPASAR

KESATU : Menyusun Pedoman Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Tahun 2022, sebagaimana dalam lampiran keputusan ini.

KEDUA : Pedoman Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi ini agar dapat digunakan sebagai acuan bagi segenap pegawai BPSPL Denpasar dalam membuat dan menyusun berbagai informasi dan dokumentasi baik itu berupa penyampaian berita,

artikel, penyampaian data-data yang akan dimuat dalam website maupun media social.

KETIGA : Biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya keputusan Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar ini dibebankan pada anggaran BPSPL Denpasar Tahun Anggaran 2022.

(3)

KEEMPAT : Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Gianyar

Pada Tanggal : 18 Januari 2022

KEPALA BALAI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT DENPASAR,

PERMANA YUDIARSO

(4)

LAMPIRAN:

KEPUTUSAN KEPALA BALAI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT DENPASAR

NOMOR: 46/KEP-BPSPL.4/I/2022

TENTANG PENETAPAN PEDOMAN PENGELOLAAN INFORMASI PUBLIK DAN DOKUMENTASI BALAI

PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT (BPSPL) DENPASAR TAHUN 2022

(5)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa atas tersusunnya penyempurnaan pedoman pengelolaan informasi publik dan dokumentasi di Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar tahun 2022. Penyempurnaan dilakukan guna memenuhi kaidah-kaidah yang berlaku dan penyesuaian terhadap kebutuhan informasi yang terus berkembang mengikuti arus zaman.

Buku pedoman ini diharapkan menjadi acuan bagi segenap pegawai BPSPL Denpasar dalam membuat dan menyusun berbagai informasi dan dokumentasi baik itu berupa penyampaian berita, artikel, penyampaian data-data yang akan dimuat dalam website maupun media social.

Akhir kata semoga pedoman ini dapat bermanfaat. Terima kasih yang sebesar-besarnya diucapkan kepada tim penyusun yang telah menyusun pedoman ini.

Gianyar, 18 Januari 2022 Kepala BPSPL Denpasar

Permana Yudiarso

(6)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ... vi

I. PENDAHULUAN ... 7

1.1. Latar Belakang ... 7

1.2. Tujuan dan Manfaat ... 7

1.3. Ruang Lingkup ... 7

II. KETENTUAN PENGELOLAAN INFORMASI PUBLIK DAN DOKUMENTASI ... 9

2.1. Jenis Informasi Publik ... 9

2.2. Kewajiban dan Hak Penyedia Informasi Publik ... 11

2.4. Ketentuan Penulisan Dokumentasi/ Berita/ Informasi Publik ... 12

III. ALUR PENGELOLAAN INFORMASI PUBLIK DAN DOKUMENTASI ... 14

IV. PEMBERIAN INFORMASI PUBLIK DAN DOKUMENTASI YANG BERSIFAT RAHASIA ... 15

V. PENUTUP ... 27

(7)

I.

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Sejak Tahun 2010 Pemerintah mulai menerapkan Undang – Undang Nomor 14 Tahun 2008 menegenai keterbukaan informasi publik. Pemberlakuan UU ini membuat badan-badan publik dan institusi pemerintahan harus terbuka memberikan segala informasi yang dibutuhkan masyarakat.

Era Informasi telah menemui zaman keemasan pada saat ini. Informasi menjadi kebutuhan sehari-hari bagi semua kalangan. Tidak hanya sekedar butuh tetapi tiap elemen baik itu pribadi, komunitas, masyarakat, swasta maupun pemerintah sangat berperan dan berlomba-lomba tidak hanya menjadi penerima (obyek) informasi tetapi berusaha menjadi pemberi (subyek) informasi. Kini berbagai media untuk menyampaikan informasi sangat mudah digunakan dan diakses. Dengan menggenggam telepon pintar, berbagai informasi yang diinginkan dengan sangat mudah diberikan.

Dalam rangka menuju wilayah bebas korupsi menuju wilayah bersih berintegritas dan melayani dan berkaitan dengan keterbukaan informasi publik, maka BPSPL Denpasar merasa perlu membuat sebuah buku peduman guna dimanfaatkan oleh segenap pegawai untuk menjadi acuan dalam pengelolaan dokumentasi dan informasi publik.

1.2. Tujuan dan Manfaat

Pedoman pengelolaan informasi dan dokumentasi ini disusun dengan tujuan agar menjadi acuan dalam kegiatan pemberian informasi publik dan pendokumentasian berita, artikel ataupun dalam bentuk lainnya kepada khalayak melalui website ataupun media sosial BPSPL Denpasar.

Pedoman ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para pegawai lingkup BPSPL Denpasar sehingga pegawai memahami tata cara penyampaian informasi publik dan dokumentasi melalui media yang tersedia.

1.3. Ruang Lingkup

Pedoman pengelolaan informasi dan dokumentasi secara umum berisi tentang langkah-langkah dalam menulis informasi kegiatan yang terdapat pada BPSPL Denpasar

(8)

dan mendokumentasikannya. Pedoman ini disajikan dalam empat bab, dimana masing- masing bab memuat substansi sebagai berikut:

• Bab 1. PENDAHULUAN, berisi latar belakang penyusunan pedoman pengelolaan informasi dan dokumentasi.

• Bab 2. KETENTUAN PENGELOLAAN INFORMASI PUBLIK DAN DOKUMENTASI, berisi ketentuan dan langkah-langkah penulisan berita, artikel dan informasi kepada publik dalam bentuk tulisan lainnya yang dapat dibedakan masing-masing informasi publik yang tersedia setiap saat, informasi publik yang diumumkan secara serta merta, informasi publik yang diumumkan secara berkala dan informasi publik yang dikecualikan.

• Bab 3. ALUR PENYUSUNAN INFORMASI PUBLIK DAN DOKUMENTASI, berisi alur persetujuan sebelum sebuah informasi dan dokumentasi dimuat.

• Bab 4. PEMBERIAN INFORMASI PUBLIK DAN DOKUMENTASI YANG BERSIFAT RAHASIA,

• Bab 5. PENUTUP, berisi saran dan ucapan terimakasih.

(9)

II.

KETENTUAN PENGELOLAAN INFORMASI PUBLIK DAN DOKUMENTASI Informasi adalah keterangan, pernyataan, gagasan, dan tanda-tanda yang mengandung nilai, makna, dan pesan, baik data, fakta maupun penjelasannya yang dapat dilihat, didengar, dan dibaca yang disajikan dalam berbagai kemasan dan format sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara elektronik ataupun non elektronik.

Informasi Publik adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan badan publik lainnya, serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Dokumentasi adalah pengumpulan, pengolahan, penyusunan, dan pencatatan dokumen, data, gambar, dan suara yang dapat digunakan sebagai bahan informasi publik.

2.1. Jenis Informasi Publik

Jenis informasi publik di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan meliputi:

a. Informasi publik yang dapat dipublikasikan setiap saat, serta merta, dan dapat diumumkan secara berkala, yaitu:

1. informasi publik yang tersedia setiap saat adalah tugas fungsi, e- rekomendasi hiu/ pari, SOP dan maklumat pelayanan publik, kerjasama dengan stake holder.

Berikut adalah daftar infromasi public yang tersedia setiap saat pada BPSPL Denpasar:

Tabel 1. Daftar informasi public yang tersedia setiap saat

NO. Jenis Informasi Jadwal Update Penanggung Jawab Update

1. Profil Balai Januari Subbag Tata

Usaha

2. Jumlah rekomendasi hiu dan pari Setiap Bulan Tim Pelayanan Rekomendasi hiu dan pari

3. SOP Pelayanan Per semester Tim Pelayanan

Rekomendasi hiu dan pari 4. Maklumat Pelayanan Publik dan

Standar Pelayanan Publik

Dua hari setelah revew

maklumat

Tim Pelayanan Rekomendasi hiu dan pari

(10)

pelayanan public disahkan

5. Regulasi/peraturan Dihubungkan

dengan laman jdih.kkp.go.id

Pengelola Website BPSPL Denpasar

2. informasi publik yang diumumkan secara serta merta adalah suatu informasi yang dapat mengancam hajat hidup orang banyak dan ketertiban umum contohnya: pengumuman tentang cuaca dan prediksi pasang surut.

Dibawah ini adalah tabel jenis informasi public yang diumumkan secara serta merta.

Tabel 2. Jenis informasi public yang diumumkan secara serta merta NO. Jenis Informasi Jadwal Update Penanggung

Jawab Update

1. Cuaca dan maritim Dihubungkan

dengan laman instansi terkait

Pengelola Website BPSPL Denpasar 2. Prediksi pasang surut air laut Dihubungkan

dengan laman instansi terkait

Pengelola Website BPSPL Denpasar

3. Peta perkiraan daerah

penangkapan ikan

Dihubungkan dengan laman instansi terkait

Pengelola Website BPSPL Denpasar

3. informasi publik yang diumumkan secara berkala adalah informasi tentang BPSPL Denpasar seperti: informasi mengenai: resume laporan kegiatan, transparansi kinerja satker, informasi tentang pengumuman pengadaan barang dan jasa, ringkasan tentang kinerja organisasi.

Tabel 3. Informasi public yang diumumkan secara berkala

NO. Jenis Informasi Jadwal Update Penanggung Jawab Update 1. Resume laporan kegiatan balai Per Triwulan Kepala Seksi

dan Kasubbag Tata Usaha 2. Indeks kepuasan masyarakat Per triwulan Tim Kepuasan

Terhadap Pelayanan 3. Transparansi kinerja satker Per triwulan Seksi Program

dan Evaluasi 4. Pengadaan barang dan jasa Dihubungkan

dengan laman instansi terkait

Pejabat Pembuat Komitmen

5 Artikel dan berita Maksimal satu

hari setelah

Tim Kehumasan

(11)

kegiatan yang dilakukan berakhir

b. informasi publik yang dikecualikan adalah informasi publik yang bersifat rahasia dan tidak untuk dipublikasikan, yang diantaranya adalah hasil asessment, surat keputusan pembinaan disiplin dan etika pegawai, arsip kepegawaian, rincian kertas kerja satker, laporan keuangan sebelum diaudit (unaudited), dokumen proses pengadaan barang/jasa dari penyedia barang/jasa, data pegawai yang masih dalam proses pengadilan sebagai saksi atau tersangka, data pengaduan masyarakat dan laporan hasil pemeriksaan pengaduan masyarakat terhadap kinerja dan perilaku individual pegawai, laporan hasil audit reguler dan laporan hasil audit dengan tujuan tertentu, laporan hasil pemeriksaan keuangan, laporan hasil pemantauan tindak lanjut hasil audit, Laporan dugaan terjadinya suatu tindak pidana di bidang kelautan dan perikanan baik dari masyaraka (pokmawas), pengawas perikanan, atau pengawas PWP3K, dan sebagaimana tercantum dalam bab IV pada pedoman ini.

Penanggung jawab informasi public yang dikecualikan adalah Pejabat Pengelola Informasi Publik.

2.2. Kewajiban dan Hak Penyedia Informasi Publik

Kewajiban penyedia informasi publik meliputi:

a. mencatat setiap permohonan dan membuat rekapitulasinya secara berkala;

b. membangun dan mengembangkan sistem pengelolaan informasi public dan dokumentasi;

c. memberikan jawaban atas permohonan informasi publik;

d. memberikan klarifikasi kepada pemohon jika terjadi perbedaan informasi publik yang diberikan; dan

e. meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik.

Hak penyedia informasi publik meliputi:

a. menolak memberikan informasi publik apabila tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan;

b. menolak permohonan informasi publik yang termasuk dikecualikan;

(12)

c. meminta penjelasan kepada pemohon informasi publik mengenai tujuan penggunaan informasi publik yang diminta oleh pemohon; dan

d. melakukan tuntutan secara hukum apabila pemohon menyalahgunakan informasi publik yang diberikan.

2.3. Ketentuan Penulisan Artikel/Dokumentasi

Artikel adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk didokumentasikan (melalui koran, majalah, buletin, dsb) dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.

a. Ketentuan umum penulisan artikel dan atau berita pada BPSPL Denpasar 1. Artikel yang ditulis dapat berasal dari pengalaman seseorang, imajinasi,

pengetahuan umum atau penelitian ilmiah.

2. Penulisan artikel ilmiah harus mencantumkan sumber penulisan yang dapat divalidasi kebenarannya.

3. Artikel bersifat obyektif, tidak tendensius yang menyerang terhadap individu ataupun golongan tertentu.

4. Semua tulisan tidak mengandung unsur pornografi ataupun konten SARA.

b. Ketentuan khusus

1. Artikel yang ditulis berkaitan dengan tugas dan fungsi BPSPL Denpasar 2. Setiap pegawai BPSPL Denpasar diharapkan menulis artikel

2.4. Ketentuan Penulisan Dokumentasi/ Berita/ Informasi Publik

Dokumentasi adalah pengumpulan, pengolahan, penyusunan, dan pencatatan dokumen, data, gambar, dan suara yang dapat digunakan sebagai bahan informasi publik.

Ketentuan penulisan Dokumentasi/Berita/Informasi Publik pada BPSPL Denpasar memenuhi unsur penulisan 5W+1H (What/ Apa, Who/ Siapa, Where/ Dimana, When/

Kapan, Why/ Mengapa dan How/ Bagaimana).

Ketentuan lain penulisan Dokumentasi/Berita/Informasi Publik yang perlu diperhatikan adalah:

a. Dokumentasi/berita/informasi publik berkaitan dengan tugas dan fungsi BPSPL Denpasar

(13)

b. Setiap pegawai BPSPL Denpasar setelah selesai melaksanakan kegiatan harus:

1. Membuat dokumentasi/berita/informasi publik dalam bentuk berita singkat daily news dan publikasi website.

2. Menyampaikan dokumentasi/berita/informasi publik yang sudah dibuat kepada Pengelola Media Publikasi/Korespondensi

c. Dokumentasi/ berita/ informasi publik diolah menjadi infografis oleh petugas infografis.

d. Informasi publik lainnya berupa struktur organisasi, visi dan misi, pegawai, kantor wilayah kerja, resume laporan kegiatan, DIPA satker dan lain-lainnya, dipersiapkan oleh pegawai yang membidanginya, yang selanjutnya disampaikan kepada pengelola media publikasi/ korespondensi untuk pempublikasiannya.

(14)

III.

ALUR PENGELOLAAN INFORMASI PUBLIK DAN DOKUMENTASI

Berikut adalah alur pengelolaan informasi publik dan dokumentasi di BPSPL Denpasar:

Tugas dan korespondensi:

1. Staff 2. Sub Koordinator

- Membuat draft informasi publik/dokumentasi

- Merevisi hasil koreksi

- Mengkoreksi draft informasi publik/dokumentasi

- Memparaf draft informasi publik/dokumentasi

3. Kepala Balai 4. Operator

- Menalah kesesuaian draft

- Meng-Acc draft informasi publik/dokumentasi

- Mencermati penulisan informasi publik/dokumentasi

- Mengunggah ke website/media social BPSPL Denpasar

5. Dirjen PRL 6. Pejabat Pengelola Informasi Publik dan Dokumentasi (PPID) - Memberikan persetujuan

dokumentasi terkait data dan informasi yang dikecualikan

- Melakukan pembinaan - Membuat laporan monitoring

dan evaluasi secara berkala Staff

1

Sub-

Koordinator

Kepala

Balai Operator

Dirjen

PRL PPID

6 4

5 3

(15)

IV.

PEMBERIAN INFORMASI PUBLIK DAN DOKUMENTASI YANG BERSIFAT RAHASIA

Dalam pemberian informasi dan dokumentasi kepada masyarakat tentunya harus mengikuti ketentuan yang berlaku sehingga dapat mewujudkan pelayanan informasi publik BPSPL Denpasar secara cepat, tepat dan sederhana. Mempertimbangkan hal tersebut perlu sekiranya mengindahkan klasifikasi informasi yang dikecualikan di lingkungan BPSPL Denpasar yang mengacu pada Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 81/Kepmen-KP/SJ/2014 Tentang Klasifikasi Informasi yang Dikecualikan di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Adapun klasifikasi informasi yang berkaitan dengan aktifitas kegiatan BPSPL Denpasar tertera pada tabel sebagai berikut:

Tabel 1. Klasifikasi Informasi Yang dikecualikan di Lingkungan BPSPL Denpasar

NO .

Jenis Klasifikasi Informasi yang

Dikecualikan

Alasan Pengecualian Jangka Waktu Pengecualian

1. Hasil Asessment Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008

tentang Keterbukaan Informasi Publik, Pasal 17, huruf h: Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada pemohon Informasi Publik dapat mengungkap rahasia pribadi, yaitu: angka 4: Hasil-hasil evaluasi sehubungan dengan kapabilitas,

intelektualitas, dan rekomendasi kemampuan seseorang.

Dapat dibuka apabila berkaitan dengan

posisi seseorang dalam

jabatanjabatan publik

2. Surat Keputusan Pembinaan disiplin dan etika pegawai

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008

tentang Keterbukaan Informasi Publik, Pasal 17, huruf h: Informasi

Dapat dibuka apabila pihak yang rahasianya diungkap

(16)

Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik dapat mengungkap rahasia pribadi, yaitu: angka 4: Hasil-hasil evaluasi sehubungan dengan kapabilitas,

intelektualitas, dan rekomendasi kemampuan seseorang.

memberikan persetujuan tertulis dan/atau pengungkapan berkaitan dengan posisi seseorang dalam jabatan-jabatan publik

3. Arsip

Kepegawaian

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008

tentang Keterbukaan Informasi Publik, Pasal 17, huruf h: Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik dapat mengungkap rahasia pribadi

Dapat dibuka apabila pihak yang rahasianya diungkap

memberikan persetujuan tertulis

4. Laporan Undang-Undang Nomor 14 Tahun Dapat

Keuangan 2008 dipublikasikan

Sebelum diaudit tentang Keterbukaan Informasi apabila ada (unaudited) Publik, Pasal 17 huruf J: informasi persetujuan dari

yang tidak boleh diungkapkan atasan atau berdasarkan Undang-Undang, yaitu: pejabat yang 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun berkompeten.

2003 tentang Keuangan Negara, Pasal 30 ayat (1): Presiden

menyampaikan rancangan undang- undang tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBN kepada DPR berupa laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa

Keuangan, selambat-lambatnya 6

(17)

(enam) bulan setelah tahun anggaran berakhir.

2. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan

Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, Pasal 17 ayat (1):

Laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah pusat disampaikan oleh BPK kepada DPR dan DPD selambat-lambatnya 2 (dua) bulan setelah menerima laporan keuangan dari pemerintah pusat. Pasal 18 ayat (1): Ikhtisar hasil pemeriksaan semester disampaikan kepada Lembaga perwakilan

selambat-lambatnya 3 (tiga)

bulan sesudah berakhirnya semester yang bersangkutan.

5. Dokumen Proses Pengadaan Barang/Jasa dari Penyedia Barang/Jasa

1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Pasal 17, huruf b: Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik dapat mengganggu

kepentingan perlindungan hak atas kekayaan intelektual dan

perlindungan dari persaingan usaha tidak sehat.

2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Pasal 17, huruf h: Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi

Data dapat dibuka dalam hal kepentingan penyelidikan, penyidikan.dan pemeriksaan di pengadilan

(18)

Publik dapat mengungkap rahasia pribadi, yaitu: angka 3: kondisi keuangan, asset, pendapatan, dan rekening bank seseorang.

6. Data pegawai 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun Dapat dibuka yang 2008 tentang keterbukaan Informasi setelah masih dalam Publik, Pasal 17 huruf a, angka 1: memperoleh proses Informasi Publik yang apabila dibuka keputusan pengadilan dan diberikan kepada Pemohon pengadilan yang sebagai Informasi Publik dapat menghambat memiliki

saksi atau proses penegakan hukum, yaitu kekuatan tersangka. informasi yang dapat: menghambat hukum tetap

prosespenyelidikan dan penyidikan (incracht) suatu tindak pidana;

2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik, Pasal 17 huruf j: informasi yang tidak boleh diungkapkan berdasarkan

Undang-Undang, yaitu: Undang- Undang

Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi Dan Korban, Pasal

7. Data Pengaduan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1 Tahun

masyarakat dan 2008 (diberikan

laporan tentang Keterbukaan Informasi berupa hasil pemeriksaan Publik, Pasal 17, huruf a: Informasi rekapitulasi pengaduan Publik yang apabila dibuka dan pengaduan) masyarakat diberikan kepada Pemohon Informasi

terhadap kinerja Publik dapat menghambat proses dan penegakan hukum, yaitu informasi perilaku individual

(19)

pegawai yang dapat: mengungkapkan identitas informan,

pelapor, saksi, dan/atau korban yang mengetahui adanya tindak pidana.

8. Laporan hasil audit reguler dan

laporan

hasil audit dengan tujuan tertentu

1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Pasal 17, huruf i:

memorandum atau surat-surat antar Badan Publik atau intra badan publik, yang menurut

sifatnya dirahasiakan kecuali atas putusan Komisi Informasi atau pengadilan.

2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Pasal 17 huruf j: informasi yang tidak boleh diungkapkan

berdasarkan Undang-Undang, yaitu:

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Pasal 30 ayat (1): Presiden menyampaikan rancangan undangundang tentang

pertanggungjawaban pelak-sanaan APBN kepada DPR berupa

laporan keuangan yang telah diperiksa

oleh Badan Pemeriksa Keuangan, selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Dapat

dipublikasikan apabila ada persetujuan dari atasan atau pejabat yang berkompeten.

9. Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008

Dapat

dipublikasikan apabila ada

(20)

tentang Keterbukaan Informasi Publik, Pasal 17 huruf J: informasi yang tidak boleh diungkapkan berdasarkan Undang-Undang, yaitu:

Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004

tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan

Tanggung Jawab Keuangan Negara Pasal 17 ayat (1): Laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah pusat disampaikan oleh BPK kepada DPR dan DPD

selambat-lambatnya 2 (dua) bulan setelah menerima laporan keuangan dari pemerintah pusat. Pasal 18 ayat (1): Ikhtisar hasil pemeriksaan

semester disampaikan kepada lembaga perwakilan

selambatlambatnya 3 (tiga) bulan sesudah berakhirnya semester yang bersangkutan.

persetujuan dari atasan atau pejabat yang berkompeten.

10. Laporan hasil pemantauan tindak

lanjut hasil audit

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008

Pasal 17 huruf i: memorandum atau surat-surat antar Badan publik atau intra badan publik, yang menurut sifatnya dirahasiakan kecuali atas putusan Komisi Informasi atau pengadilan.

Dapat

dipublikasikan apabila ada persetujuan dari atasan atau pejabat yang berkompeten.

11. Laporan dugaan 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi

Dapat dibuka dalam hal

(21)

terjadinya suatu Publik, Pasal 17 huruf a, angka 1: kepentingan tindak pidana di Informasi Publik yang apabila dibuka pemeriksaan bidang kelautan dan diberikan kepada Pemohon perkara pidana

dan perikanan baik Informasi di pengadilan.

dari masyarakat Publik dapat menghambat proses (Pokmawas), penegakan hukum, yaitu informasi Pengawas yang dapat: menghambat proses Perikanan, atau penyelidikan dan penyidikan suatu Pengawas tindak pidana.

PWP3K. 2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Pasal 17, huruf a, angka 2:

Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon

Informasi Publik dapat menghambat proses penegakan hukum, yaitu informasi yang dapat:

mengungkapkan identitas informan, pelapor, saksi, dan/atau korban yang mengetahui adanya tindak pidana.

12. Rencana gelar Undang-Undang Nomor 14 Tahun Informasi dapat

operasi 2008 dibuka setelah

pengawasan tentang Keterbukaan Informasi 30 tahun sejak

sumber daya Publik, ditetapkan.

kelautan dan Pasal 17 huruf a, angka 3: Informasi perikanan (dengan Publik yang apabila dibuka dan

atau tanpa diberikan kepada Pemohon Informasi menggunakan Publik dapat menghambat proses Kapal Pengawas penegakan hukum, yaitu informasi Perikanan) yang dapat mengungkapkan data

intelijen kriminal dan rencana- rencana yang berhubungan dengan pencegahan dan

(22)

penanganan segala bentuk kejahatan transnasional.

13. Teknik dan taktik operasional pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan (dengan atau tanpa

menggunakan Kapal Pengawas Perikanan)

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008

tentang Keterbukaan Informasi Publik,

Pasal 17 huruf a, angka 3: Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik dapat menghambat proses penegakan hukum, yaitu informasi yang dapat mengungkapkan data intelijen criminal dan rencana- rencana yang berhubungan dengan pencegahan dan penanganan segala bentuk kejahatan transnasional.

Informasi dapat dibuka setelah 30 tahun sejak ditetapkan.

14. Identitas Pengawas Perikanan, Pengawas PWP3K, PPNS beserta

keluarganya dalam melakukan

penyidikan

tindak pidana yang bersifat khusus, sesuai peraturan perundangundang an

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008

tentang Keterbukaan Informasi Publik,

Pasal 17 huruf a, angka 4: Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik dapat menghambat proses penegakan hukum, yaitu informasi yang dapat: membahayakan

keselamatan dan kehidupan penegak hukum dan/atau keluarganya.

Informasi dapat dibuka setelah 30 tahun sejak ditetapkan.

15. Data detail aktivitas operasional

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008

Data dapat dibuka dalam hal kepentingan

(23)

eksportir/importir tentang Keterbukaan Informasi Publik, Pasal 17 huruf b: Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik dapat mengganggu

kepentingan perlindungan hak atas kekayaan intelektual dan

perlindungan dari persaingan usaha tidak sehat.

penyelidikan, penyidikan, dan pemeriksaan di pengadilan.

16. Data hasil inspeksi,

hasil investigasi, nilai nilai, kasus, internal dan temporary suspend

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008

tentang Keterbukaan Informasi Publik, Pasal 17 huruf b: Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik dapat mengganggu

kepentingan perlindungan hak atas kekayaan intelektual dan

perlindungan dari persaingan usaha tidak sehat.

Data dapat dibuka dalam hal kepentingan penyelidikan, penyidikan, dan pemeriksaan di pengadilan.

17. Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP)

1. Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) adalah izin tertulis yang harus dimiliki

untuk melakukan usaha perikanan dengan menggunakan sarana produksi yang tercantum dalam izin tersebut;

2. SIUP memuat antara lain nama perusahaan, nama penanggung jawab,

kapal, jenis alat tangkap;

1. Berdasarkan angka 1 dan 2, maka SIUP bersifat terbatas dan rahasia,

Dapat dibuka dalam hal kepentingan pemeriksaan perkara pidana di pengadilan.

(24)

hanya bisa diketahui secara terbatas oleh pemilik SIUP dan DJPT;

3. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan

Informasi Publik,

Pasal 17 huruf b: SIUP termasuk kategori informasi publik yang apabila

dibuka dan diberikan kepada Pemohon

Informasi Publik dapat mengganggu

perlindungan dari persaingan usaha

tidak sehat.

18. Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI)

1. Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI)

adalah izin tertulis yang harus dimiliki setiap kapal perikanan untuk

melakukan

penangkapan ikan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SIUP;

2. SIPI memuat antara lain: identitas pemilik kapal, data kapal, daerah penangkapan;

3. Berdasarkan angka 1 dan 2, maka SIUP bersifat terbatas dan rahasia, hanya bisa diketahui secara terbatas oleh pemilik SIPI dan DJPT;

4. Sesuai dengan ketentuan Pasal 17 huruf b Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan

Dapat dibuka dalam hal kepentingan pemeriksaan perkara pidana di pengadilan.

(25)

Informasi Publik, SIPI termasuk kategori informasi publik yang

apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik dapat mengganggu perlindungan dari persaingan usaha tidak sehat.

19. Daftar Riwayat 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun Dapat dibuka Hidup pegawai 2008 tentang Keterbukaan Informasi apabila pihak pada data Publik, Pasal 17 huruf h: sistem yang rahasianya kepegawaian informasi dan manajemen diungkap

kepegawaian merupakan informasi memberikan yang apabila dibuka dan diberikan persetujuan kepada Pemohon Informasi Publik tertulis dapat mengungkap rahasia pribadi, dan/atau

yaitu antara lain: pengung-kapan

a. Riwayat dan kondisi anggota berkaitan

keluarga; dengan posisi

b. Hasil-hasil evaluasi sehubungan seseorang dalam dengan kapabilitas, intelektualitas, jabatan-jabatan dan rekomendasi kemampuan publik.

seseorang; dan/atau catatan yang menyangkut pribadi seseorang yang berkaitan dengan kegiatan satuan pendidikan formal dan satuan pendidikan nonformal.

c. Dapat dimanfaatkan untuk tujuan yang merugikan kepentingan

pegawai.

2. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2011 tentang Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Lingkup Kementerian

(26)

Kelautan dan Perikanan, Pasal 24 ayat

(2): Data dan informasi kepegawaian secara lengkap tidak boleh diberikan kepada pihak lain baik di dalam maupun

di luar lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan tanpa seizin atasan atau yang bersangkutan.

(27)

V.

PENUTUP

Pedoman pengelolaan informasi publik dan dokumentasi dimaksudkan agar pegawai dapat mempublikasikan sesuai ketentuan, dan selanjutnya bagi masyarakat dapat mengakses informasi yang seluas – luasnya terhadap segala kegiatan yang dilakukan oleh BPSPL Denpasar. Informasi yang dimuat diharapkan menjadi salah satu bentuk keterbukaan informasi kepada publik.

Pedoman pengelolaan informasi dan dokumentasi telah dibuat sedemikian rupa agar mudah dipahami. Namun, apabila dikemudian hari ditemukan kesulitan dalam palaksanaannya, maka dapat dilakukan penyempurnaan.

Referensi

Dokumen terkait

Bahwa Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik mengamanatkan bahwa gugatan ke pengadilan terhadap putusan ajudikasi Komisi Informasi dapat

PPID yang melakukan pengujian konsekuensi berdasarkan alasan pada Pasal 17 huruf j Undang-Undang No.14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik wajib menyebutkan ketentuan

Pasal 23 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, mengamanatkan kepada Komisi Informasi untuk menetapkan petunjuk teknis standar

14 Tahun 2008 tentang KIP Pasal 17 huruf h angka 1 yaitu informasi yang apabila dibuka dan diberikan kepada pemohon informasi publik dapat mengungkap rahasia pribadi dan

bahwa berdasarkan Pasal 7 dan Pasal 17 Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik perlu menetapkan Daftar Informasi Publik dan

bahwa untuk mengevaluasi implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 diperlukan Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Badan Publik melalui Kegiatan

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, (Pasal 17 huruf h).. Informasi yang berkaitan dengan hak pribadi (Bertentangan dengan asas

bahwa sesuai ketentuan dalam Pasal 7 ayat (3) Undang- Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, maka setiap Badan Publik termasuk