INSPEKTORAT
KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2021-2026
TAHUN 2021
Website : https: //inspektorat.ponorogo.go.id, Email : [email protected]
PONOROGO
KEPUTUSAN INSPEKTUR KABUPATEN PONOROGO NOMOR : 188.45/017/ 405.06/2021
TENTANG
RENCANA STRATEGIS
INSPEKTORAT KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2021 – 2026 INSPEKTUR KABUPATEN PONOROGO,
Menimbang : a. bahwa sehubungan dengan adanya perubahan arah kebijakan serta Tujuan, Sasaran, dan Indikator pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ponorogo Tahun 20221 – 2026 sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 02 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ponorogo Tahun 2021 – 2026, maka perlu disusun dokumen Rencana Strategis Inspektorat Kabupaten Ponorogo Tahun 2021 – 2026 ;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, maka perlu menetapkan Keputusan Inspektur Kabupaten Ponorogo tentang Rencana Strategis Inspektorat Kabupaten Ponorogo Tahun 2021-2026 ;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
2. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik
Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1887) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 187 Tambahan Negara Lembaran Negara Nomor 6402);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6041);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2017 tentang Sinkronisasi Proses Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 105, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6056);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6332);
10. Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 10);
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 2036) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 120 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 157);
12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia
14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan Dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 288);
15. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 Nomor 1 Seri E);
16. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 7 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 Nomor 5 Seri D);
17. Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2005- 2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2010 Nomor 6);
18. Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Ponorogo Tahun 2012-2032 (Lembaran Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2012 Nomor 2);
19. Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2016 Nomor 6) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2019 Nomor 4);
20. Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 2 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2021- 2026 (Lembaran Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2021 Nomor 2);
21. Peraturan Bupati Ponorogo Nomor 60 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Inspektorat (Lembaran Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2016 Nomor 60) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 38 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo 60 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Inspektorat (Lembaran Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2020 Nomor 38).
Tahun 2021-2026 sebagaimana tercantum pada Lampiran Keputusan ini.
KEDUA : Renstra Inspektorat Kabupaten Ponorogo Tahun 2021- 2026 sebagaimana dimaksud Diktum KESATU sebagai acuan dan pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan di Inspektorat Kabupaten Ponorogo.
KETIGA : Keputusan Inspektur Kabupaten Ponorogo ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Ponorogo
Tanggal 23 September 2021 INSPEKTUR
KABUPATEN PONOROGO
Ir. H. HADI PRAYITNO, M.M Pembina Utama Muda NIP. 19620806 199203 1 004
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan nikmat-Nya kepada kita semua dan dengan izin-Nya, telah dapat kami susun Rencana Strategis Inspektorat Kabupaten Ponorogo Tahun 2021-2026.
Rencana Strategis (Renstra) ini disusun sesuai amanat Undang- undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang antara lain menyatakan bahwa Satuan Kerja Perangkat Daerah menyusun rencana stratregis, yang memuat tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsinya, berpedoman pada RPJMD Kabupaten Ponorogo dan bersifat indikatif.
Rencana Strategis (Renstra) Inspektorat Kabupaten Ponorogo Tahun 2021-2026 sebagai salah satu instrumen Sistem Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), merupakan sarana dan langkah awal pengukuran kinerja Inspektorat Kabupaten Ponorogo yang pelaksanaannya nanti akan dipertanggungjawabkan kepada Bupati Ponorogo terutama mengenai keberhasilan maupun kegagalannya.
Penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) ini dilakukan seiring dengan agenda penyusunan dan kebijakan anggaran, serta merupakan komitmen bagi Inspektorat Kabupaten Ponorogo dalam pencapaian sasaran dan program dalam 5 (lima) tahun kedepan. Peran serta dari seluruh potensi stakeholder Kabupaten Ponorogo dalam rangka penyusunan Rencana Strategis Inspektorat Kabupaten Ponorogo ini sangat mutlak diperlukan, sehingga peran dan tanggung jawab pelaku pembangunan dapat terakomodasi.
ii
Semoga Rencana Strategis (Renstra) Inspektorat ini menjadi pedoman bagi seluruh Aparatur Inspektorat Kabupaten Ponorogo dalam upaya mencapai tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan Inspektorat dan mendorong terwujudnya visi dan misi Bupati Ponorogo.
Akhir kata kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung tersusunnya Renstra ini, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan kepada kita semua dalam melaksanakan pembangunan menuju masa depan Kabupaten Ponorogo yang lebih baik.
Ponorogo, 23 September 2021 April 2021
INSPEKTUR
KABUPATEN PONOROGO
Ir. H. HADI PRAYITNO, M.M Pembina Utama Muda NIP. 19620806 199203 1 004
iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI iii
DAFTAR TABEL v
DAFTAR GAMBAR vi
DAFTAR LAMPIRAN vii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang 1
1.2. Landasan Hukum 4
1.3. Maksud dan Tujuan 7
1.4. Sistematika Penulisan 7
BAB II GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH 11 2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi
Perangkat Daerah
11
2.2. Sumber Daya Perangkat Daerah 20 2.3. Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah 22 2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan
Pelayanan Perangkat Daerah
29
BAB III PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH
32
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Perangkat Daerah
32
3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah Terpilih
33
3.3. Telaahan Renstra K/L dan Renstra
3.4. Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
3.5. Penentuan Isu-isu Strategis
37 38
38
BAB IV TUJUAN DAN SASARAN 40
4.1. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Perangkat Daerah
40
iv
BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
5.1 Strategi dan Kebijakan Perangkat Daerah
43 43 BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA
PENDANAAN
47
BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN 63
BAB VIII PENUTUP 65
v
DAFTAR TABEL
TABEL 2.1 TABEL 2.2 TABEL 2.3 TABEL 2.4 TABEL 2.5 TABEL 2.6
Klasifikasi SDM berdasarkan Jenis Jabatan Klasifikasi SDM berdasarkan pendidikan Klasifikasi SDM berdasarkan golongan Klasifikasi SDM berdasarkan usia Klasifikasi SDM berdasarkan gender
Pencapaian Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah Tahun 2016 - 2021
20 20 20 21 21 24
TABEL 2.7 Anggaran Dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Perangkat Daerah Tahun 2016 - 2021
27
TABEL 4.1 Tujuan Dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Perangkat Daerah
42
TABEL 5.1 Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan Perangkat Daerah
46
TABEL 6.1 Rencana Program, Kegiatan, dan Pendanaan Perangkat Daerah
50
TABEL 7.1 Indikator Kinerja Perangkat Daerah Yang Mengacu Pada Tujuan Dan Sasaran RPJMD
64
vi
DAFTAR GAMBAR
GAMBAR 1.1 Hubungan RPJMD dan RENSTRA SKPD 3 GAMBAR 2.1 Bagan Struktur Organisasi Inspektorat
Kabupaten Ponorogo
19
vii
DAFTAR LAMPIRAN
1. Keputusan Inspektur Kabupaten Ponorogo Nomor : 188.45/017/405.06/2021 tanggal 23 September 2021 tentang Rencana Strategis Inspektorat Kabupaten Ponorogo Tahun 2021 - 2026.
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Penyelenggaraan pemerintahan daerah, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang telah mengalami beberapa perubahan, lebih mengutamakan pelaksanaan desentralisasi yang memberikan keleluasaan dan sebagian besar kewenangan kepada daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah. Keleluasaan tersebut adalah dalam hal kewenangan untuk menentukan dan melaksanakan kebijakan menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi.
Undang – Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional telah mengamanatkan bahwa setiap Daerah harus menyusun Rencana Pembangunan Daerah secara sistematis, terarah terpadu dan tanggap terhadap perubahan, dengan jenjang perencanaan jangka panjang (25 tahun), jangka menengah (5 tahun), maupun jangka pendek (1 tahun). Berdasarkan hal itu setiap daerah harus menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Dokumen tersebut akan menjadi acuan untuk penyusunan rencana SKPD.
Terkait dengan Penyusunan Renstra SKPD, Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah telah mengatur bahwa RPJMD yang telah ditetapkan dengan peraturan daerah harus
2
menjadi pedoman dalam penyusunan Renstra SKPD. Visi, misi, tujuan, strategi dan kebijakan yang tertuang di dalam Renstra SKPD dirumuskan dalam rangka mewujudkan pencapaian sasaran program yang ditetapkan dalam RPJMD.
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) merupakan unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang dalam upaya mencapai keberhasilannya perlu didukung dengan perencanaan yang baik sesuai dengan visi dan misi organisasi. Pendekatan yang dilakukan adalah melalui perencanaan strategis yang merupakan serangkaian rencana tindakan dan kegiatan mendasar yang dibuat untuk diimplementasikan oleh organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Rencana strategis (Renstra) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun berfungsi sebagai pedoman penyusunan Rencana Kinerja Tahunan (RKT), Rencana Kerja (Renja) dan anggaran SKPD serta digunakan sebagai instrumen evaluasi keberhasilan dan kegagalan kinerja SKPD dalam kurun 5 (lima) sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Penyusunan Renstra Inspektorat Kabupaten Ponorogo dilakukan secara simultan bersamaan waktu dengan proses penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ponorogo Tahun 2021 - 2026. Penyusunan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, penyusunan rancangan, penyusunan rancangan akhir dan penetapan Renstra SKPD.
Secara garis besar kegiatan yang dilaksanakan pada setiap tahapan adalah sebagai berikut :
a. Tahapan persiapan penyusunan Renstra dilakukan kegiatan : pembentukan tim penyusun Renstra, orientasi mengenai Renstra, Penyusunan agenda kerja Tim Renstra serta pengumpulan data dan informasi;
b. Tahapan penyusunan rancangan dan rancangan akhir Renstra dilakukan dengan tahap perumusan rancangan Renstra dan tahap penyajian rancangan Renstra SKPD; dan
c. Tahapan penetapan Renstra SKPD.
3
Pelaksanaan kegiatan penyusunan Renstra dievaluasi dan dikendalikan untuk memenuhi kesesuaian terhadap kebijakan penyusunan Renstra oleh Inspektur Kabupaten Ponorogo selaku kepala SKPD, serta dibuat simpulan pengendalian dan evaluasi kebijakan Renstra oleh Bappeda Kabupaten Ponorogo.
Sebagai bagian dokumen perencanaan kinerja dalam penyelenggaraan pemerintah daerah maka Renstra Inspektorat Kabupaten Ponorogo Tahun 2021 - 2026 memiliki keterkaitan dengan RPJMD Kabupaten Ponorogo Tahun 2021 - 2026 dan Renja SKPD, ilustrasi keterhubungan Renstra SKPD dengan RPJMD dan Renja SKPD dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 1.1.
Hubungan RPJMD dan RENSTRA SKPD
Renstra disusun untuk mendukung pencapaian RPJMD yang diimplementasikan melalui pelaksanaan program pembangunan daerah yang berisi program-program prioritas terpilih untuk mewujudkan visi dan misi Kepala Daerah.
4 1.2. Landasan Hukum
Rencana Strategis (Renstra) Inspektorat Kabupaten Ponorogo Tahun 2021 – 2026 disusun atas dasar :
1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
2. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan,Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1887) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara
5
Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 187 Tambahan Negara Lembaran Negara Nomor 6402);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6041);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2017 tentang Sinkronisasi Proses Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 105, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6056);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6332);
10. Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 10);
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 2036) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 120 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 157);
12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1312);
6
13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah;
14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan Dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 288);
15. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 Nomor 1 Seri E);
16. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 7 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 Nomor 5 Seri D);
17. Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2010 Nomor 6);
18. Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Ponorogo Tahun 2012-2032 (Lembaran Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2012 Nomor 2);
19. Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2016 Nomor 6) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2019 Nomor 4);
20. Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 2 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2021-2026 (Lembaran Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2021 Nomor 2);
21. Peraturan Bupati Ponorogo Nomor 60 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas, Fungsi dan Tata
7
Kerja Inspektorat (Lembaran Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2016 Nomor 60) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 38 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo 60 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Inspektorat (Lembaran Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2020 Nomor 38).
1.3 Maksud dan Tujuan
Maksud penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Inspektorat Kabupaten Ponorogo Tahun 2021 – 2026 adalah:
a. Memberikan arah penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan
b. Memberikan gambaran dan penjelasan dalam melaksanakan tugas/kegiatan yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun.
c. Sebagai bahan dan gambaran bagi pihak yang berwenang untuk menetapkan suatu kebijakan/program.
Adapun tujuannya adalah :
a. Menjamin keselarasan antara visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan pemerintah Kabupaten Ponorogo dengan Inspektorat Kabupaten Ponorogo, sehingga akan bermanfaat bagi proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pertanggungjawaban bagi Inspektorat Kabupaten Ponorogo.
b. Sebagai landasan operasional secara resmi bagi Inspektorat Kabupaten Ponorogo dalam menentukan prioritas program dan kegiatan tahunan yang akan diusulkan untuk dibiayai dari APBD Kabupaten Ponorogo, sehingga menjadi terarah pada pencapaian hasil sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
c. Memudahkan Inspektorat Kabupaten Ponorogo dalam mencapai tujuan dengan cara menyusun program dan kegiatan secara terpadu, terarah dan terukur.
8
d. Sebagai bahan pengendalian dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Inspektorat.
e. Sebagai bahan penilaian dan pengkajian dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi selama kurun waktu 5 (lima) tahun.
1.4 Sistematika Penulisan
Perencanaan Strategis merupakan suatu proses yang berorientasi kepada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul.
Sebagaimana amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah, khususnya pasal 19 ayat (3) menyatakan, bahwa Kepala Daerah dan Wakil Daerah terpilih harus membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 3 (tiga) bulan setelah pelantikan yang selanjutnya digunakan sebagai Pedoman Laporan Pertanggungjawaban Kepala Daerah maupun Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan ke Presiden. Rencana Strategis Inspektorat mengandung visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan, sehingga Rencana Strategis ini berperan sebagai pedoman dalam menyelenggarakan pemerintahan umum demi tercapainya akuntabilitas kinerja Inspektorat.
Rencana Strategis (Renstra) Inspektorat Kabupaten Ponorogo Tahun 2021 – 2026 disusun dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I. PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan Inspektorat Kabupaten Ponorogo dan sistematika penulisan. Pendahuluan terdiri dari :
1.1. Latar Belakang 1.2. Landasan Hukum 1.3. Maksud dan Tujuan 1.4. Sistematika Penulisan.
9
BAB II. GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH
Bab ini menguraikan tentang tugas pokok, fungsi dan struktur organisasi, sumber daya, kinerja pelayanan serta tantangan dan peluang pengembangan Inspektorat Kabupaten Ponorogo.
Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah ini terdiri dari :
2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Perangkat Daerah
2.2. Sumber Daya Perangkat Daerah 2.3. Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Perangkat Daerah
BAB III. PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH
Bab ini menjelaskan identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan Inspektorat Kabupaten Ponorogo, telaahan visi, misi dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih, telaahan Renstra Inspektorat Kabupaten Ponorogo, Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dalam Kajian Lingkungan Hidup Strategis, serta penentuan Isu-isu Strategis. Permasalahan dan Isu-isu Strategis Perangkat Daerah terdiri dari :
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Perangkat Daerah
3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah Terpilih 3.3. Telaahan Renstra K/L dan Renstra
3.4. Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
3.5. Penentuan Isu-isu Strategis
BAB IV. TUJUAN DAN SASARAN
Bab ini berisikan tujuan dan sasaran yang akan dijalankan Inspektorat Kabupaten Ponorogo selama kurun waktu lima tahun mendatang. Tujuan dan Sasaran terdiri dari :
10
4.1. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Perangkat Daerah
BAB V.
BAB VI.
STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
Bab ini berisi tentang rumusan pernyataan strategi dan arah kebijakan Inspektorat Kabupaten Ponorogo selama kurun waktu lima tahun mendatang. Strategi danarah kebijakan terdiri dari :
5.1 Strategi dan Kebijakan Perangkat Daerah
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN Bab ini mengemukakan rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif.
BAB VII. KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN
Bab ini menjelaskan Indikator kinerja perangkat daerah yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD.
BAB VIII. PENUTUP
11
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH
2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Perangkat Daerah
Berdasarkan Peraturan Bupati Ponorogo Nomor 60 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Inspektorat Kabupaten Ponorogo sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bupati Ponorogo Nomor 38 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Ponorogo Nomor 60 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Inspektorat, disebutkan bahwa Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Inspektorat adalah sebagai berikut :
a. Kedudukan
Inspektorat merupakan unsur pengawas penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dipimpin oleh Inspektur yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
b. Tugas
Inspektorat mempunyai tugas membantu Bupati membina dan mengawasi pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan oleh Perangkat Daerah.
c. Fungsi
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Inspektorat menyelenggarakan fungsi :
1) Perumusan kebijakan teknis bidang pengawasan dan fasilitasi pengawasan;
2) Pelaksanaan pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lainnya ;
3) Pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Bupati ;
4) Penyusunan laporan hasil pengawasan ;
12
5) Pelaksanaan koordinasi pencegahan tindak pidana korupsi;
6) Pengawasan pelaksanaan program reformasi birokrasi;
7) Pelaksanaan administrasi Inspektorat ; dan
8) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati terkait tugas dan fungsinya.
d. Kewenangan
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Inspektorat mempunyai kewenangan :
1) Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan oleh Perangkat Daerah meliputi bidang pemerintahan, bidang pembangunan serta bidang kemasyarakatan ;
2) Melaksanakan pengujian dan penilaian atas kebenaran laporan berkala atau sewaktu-waktu dari setiap tugas perangkat daerah ; 3) Melaksanakan pengusutan mengenai kebenaran laporan atau
pengaduan tentang hambatan, penyimpangan atau penyalahgunaan tugas perangkat daerah ; dan
4) Melaksanakan pembinaan tenaga fungsional pengawas di lingkungan inspektorat.
2.1.1 Sekretariat
Sekretariat Inspektorat mempunyai tugas pokok melaksanakan koordinasi penyusunan program, evaluasi dan pelaporan bidang administrasi umum, administrasi kepegawaian, keuangan, perlengkapan dan rumah tangga Inspektorat serta menyiapkan bahan koordinasi pengawasan.
Dalam melaksanakan tugasnya, Sekretariat Inspektorat menyelenggarakan fungsi :
a. Penyiapan bahan koordinasi dan pengendalian rencana dan program kerja pengawasan ;
b. Penghimpunan, pengelolaan, penilaian dan penyimpanan laporan hasil pengawasan aparat pengawasan fungsional daerah ;
13
c. Penyusunan bahan data dalam rangka pembinaan teknis fungsional ;
d. Penyusunan, penginventarisasian, dan pengordinasian dan data dalam rangka penatausahaan proses penanganan pengaduan ;
e. Pelaksanaan urusan kepegawaian, keuangan, surat menyurat dan rumah tangga ; dan
f. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Inspektur sesuai tugas dan fungsinya.
Sekretariat Inspektorat Kabupaten Ponorogo terdiri atas : 1. Sub Bagian Perencanaan
a. Tugas Pokok
Menyiapkan bahan penyusunan dan pengendalian rencana/program kerja pengawasan, menghimpun dan menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, dokumentasi dan pengolahan data pengawasan.
b. Fungsi
Dalam melaksanakan tugasnya, Sub Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi :
1) Pengkoordinasian penyiapan rencana/program kerja pengawasan dan fasilitasi;
2) Penyusunan anggaran Inspektorat;
3) Penyiapan dan penyusunan data dan statistik Inspektorat;
4) Penyiapan peraturan perundang-undangan;
5) Penyiapan dokumentasi dan pengolahan data pengawasan; dan
6) Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris.
2. Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan a. Tugas Pokok
Menyiapkan bahan penyusunan, menghimpun, mengolah, menilai dan menyimpan laporan hasil pengawasan aparat pengawasan fungsional dan melakukan administrasi
14
pengaduan masyarakat serta menyusun laporan kegiatan pengawasan.
b. Fungsi
Dalam melaksanakan tugasnya, Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi :
1) Penginventarisasian hasil pengawasan dan tindak lanjut hasil pengawasan ;
2) Pengadministrasian laporan hasil pengawasan ; 3) Pelaksanaan evaluasi laporan hasil pengawasan ; 4) Penyusunan statistik hasil pengawasan ;
5) Penyelenggaraan kerja sama pengawasan ; dan
6) Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris.
3. Sub Bagian Administrasi Umum dan Kepegawaian a. Tugas Pokok
Melakukan urusan kepegawaian, keuangan,penatausahaan surat menyurat dan urusan rumah tangga.
b. Fungsi
Dalam melaksanakan tugasnya, Sub Bagian Administrasi Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi :
1) Pengelolaan urusan tata usaha surat menyurat dan kearsipan, pengelolaan administrasi, inventarisasi, pengkajian, dan analisis pelaporan ;
2) Pengelolaan urusan kepegawaian ;
3) Pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga ; 4) Pengelolaan urusan keuangan ; dan
5) Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris.
2.1.2 Inspektur Pembantu
Inspektur Pembantu dipimpin oleh Inspektur Pembantu yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Inspektur.
15
Inspektur Pembantu Wilayah I sampai dengan wilayah IV mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengawasan fungsional terhadap pengelolaan keuangan, kinerja dan urusan pemerintahan daerah pada perangkat daerah dan penanganan kasus pengaduan di wilayahnya.
Untuk melaksanakan tugasnya, Inspektur Pembantu Wilayah I sampai dengan IV menyelenggarakan fungsi :
1. Penyusunan perencanaan program pengawasan ;
2. Penyusunan pedoman Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) bidang pengawasan ;
3. Pengoordinasian pelaksanaan pengawasan ;
4. Pengawasan terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah ;
5. Pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa ; 6. Pengawasan intern atas penyelenggaraan tugas dan fungsi
instansi pemerintah melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lainnya ;
7. Reviu laporan keuangan pemerintah daerah;
8. Pengawasan dokumen perencanaan pembangunan dan penganggaran daerah beserta perubahannya melalui kegiatan reviu dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Rencana Kerja-Perangkat Daerah dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA)-Perangkat Daerah ;
9. Pengawasan keuangan dan aset daerah melalui audit keuangan, reviu laporan keuangan setiap semester serta monitoring dan evaluasi penyerapan anggaran ;
10. Evaluasi atas implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan/atau evaluasi kinerja pemerintah daerah ;
11. Pengawasan pengadaan/jasa melalui monitoring dan evaluasi kesesuaian pelaksanaan kontrak dengan rencana yang telah di tetapkan ;
12. Pendampingan, asistensi dan fasilitasi ;
16
13. Penanganan pengaduan masyarakat dan pengawasan / audit dengan tujuan tertentu ;
14. Pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan ; dan
15. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Inspektur sesuai tugas dan fungsinya.
Inspektur Pembantu Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi dan pelaksanaan koordinasi pencegahan tindak pidana korupsi.
Untuk melaksanakan tugasnya, Inspektur Pembantu Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi menyelenggarakan fungsi :
1. Pelaksanaan koordinasi pencegahan tindak pidana korupsi;
2. Pengawasan pelaksanaan program reformasi birokrasi ; dan 3. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Inspektur
sesuai tugas dan fungsinya.
2.1.3 Jabatan Fungsional
Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan bidang tenaga fungsional masing-masing berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kelompok jabatan fungsional dalam pelaksanaan tugasnya dibentuk pemeranan sebagai pengendali mutu, pengendali teknis, ketua tim dan anggota tim dalam rangka pengawasan. Kelompok jabatan fungsional menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
1. Membantu Inspektur pembantu dalam rangka penyusunan perencanaan program pengawasan ;
2. Membantu Inspektur pembantu dalam rangka penyusunan pedoman norma, standar, prosedur dan kriteria (NSPK) bidang pengawasan ;
17
3. Pengawasan terhadap penyelenggraan urusan pemerintahan daerah ;
4. Pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Desa ; 5. Pengawasaan intern atas penyelenggaraan tugas dan fungsi
instansi pemerintah melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lainnya ;
6. Reviu Laporan Keuangan Pemerintah Daerah ;
7. Pengawasan dokumen perencanaaan pembangunan dan penganggaran daerah beserta perubahannya melalui kegiatan reviu dokumen Rencana pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Rencana Kerja-Perangkat Daerah dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA)-Perangkat Daerah ;
8. Pengawasan keuangan dan aset daerah melalui audit keuangan, reviu laporan keuangan setiap semester serta monitoring dan evaluasi penyerapan anggaran ;
9. Evaluasi atas implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan/atau evaluasi kinerja pemerintah daerah ;
10. Pengawasan pengadaan barang/jasa melalui monitoring dan evaluasi kesesuaian pelaksanaan kontrak dengan rencanan yang telah ditetapkan;
11. Pendampingan, asistensi dan fasilitasi ;
12. Penanganan pengaduan masyarakat dan pengawasan/audit dengan tujuan tertentu ;
13. Pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan; dan
14. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Inspektur sesuai tugas dan fungsinya.
2.1.4 Tata Kerja Inspektorat
Adapun tata kerja yang berlaku di Inspektorat Kabupaten Ponorogo adalah sebagai berikut :
1. Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Inspektorat wajib melaksanakan prinsip koordinasi, integrasi dan
18
sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten serta instansi lain di luar Pemerintah Kabupaten sesuai dengan bidang tugasnya.
2. Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Inspektorat wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
3. Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Inspektorat bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya serta memberikan bimbingan dan petunjuk pelaksanaan tugasnya.
4. Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Inspektorat wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggungjawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat waktu.
5. Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan suatu organisasi dan bawahannya, wajib diolah dan dipergunakan segbagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan pemberian petunjuk kepaada bawahannya.
6. Dalam penyampaian laporan masing-masing kepada atasan, tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.
Adapun Struktur Inspektorat Kabupaten Ponorogo dapat digambarkan pada bagan berikut :
19 Gambar 2.1
Bagan Struktur Organisasi Inspektorat Kabupaten Ponorogo
INSPEKTORAT
SEKRETARIAT
SUB BAGIAN PERENCANAAN
SUB BAGIAN EVALUASI DAN
PELAPORAN
INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH I
SUB BAGIAN ADMINISTRASI UMUM
DAN KEPEGAWAIAN
INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH II
INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH III
INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH IV
INSPEKTUR PEMBANTU PENCEGAHAN TINDAK PIDANA
KORUPSI DAN PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI
JABATAN FUNGSIONAL (PENGAWAS PEMERINTAHAN
DAN AUDITOR)
JABATAN FUNGSIONAL (PENGAWAS PEMERINTAHAN
DAN AUDITOR)
JABATAN FUNGSIONAL (PENGAWAS PEMERINTAHAN
DAN AUDITOR)
JABATAN FUNGSIONAL (PENGAWAS PEMERINTAHAN
DAN AUDITOR)
JABATAN FUNGSIONAL (PENGAWAS PEMERINTAHAN
DAN AUDITOR)
20 2.2 Sumber Daya Perangkat Daerah
2.2.1 Sumber Daya Manusia (SDM)
Untuk mengemban tugas pokok dan fungsi sebagaimana diuraikan di atas, Inspektorat Kabupaten Ponorogo pada saat ini didukung sumber daya manusia (SDM) sebanyak 37 orang, dengan rincian sebagai berikut :
1. SDM berdasarkan jenis jabatannya, terdiri dari : Tabel 2.1
Klasifikasi SDM berdasarkan Jenis Jabatan
No. Jenis Jabatan Jumlah
1. Pejabat Struktural 6 Orang
2. Pejabat Fungsional Auditor 13 Orang
3. P2UPD 6 Orang
4. Staf/Fungsional umum 12 Orang
Total 37 Orang
2. SDM berdasarkan latar belakang pendidikannya, terdiri dari : Tabel 2.2
Klasifikasi SDM berdasarkan pendidikan
No. Pendidikan Jumlah
1. Strata (S) 2 5 Orang
2. Strata (S) 1 / Diploma IV (D) 4 30 Orang
3. Diploma III (D) 3 - Orang
4. SMA 2 Orang
Total 37 Orang
3. SDM berdasarkan kepangkatan, sebagai berikut : Tabel 2.3
Klasifikasi SDM berdasarkan golongan
No. Golongan Jumlah
1. Golongan IV 6 Orang
2. Golongan III 29 Orang
3. Golongan II 2 Orang
4. Golongan I - Orang
Total 37 Orang
21
4. SDM berdasarkan Usia, sebagai berikut : Tabel 2.4
Klasifikasi SDM berdasarkan usia
No. Usia Jumlah
1. Antara 20 – 30 Tahun 6 Orang
2. Antara 30 – 39 Tahun 6 Orang
3. Antara 40 – 49 Tahun 16 Orang
4. Di atas 50 Tahun 9 Orang
Total 37 Orang
5. SDM berdasarkan Gender, sebagai berikut : Tabel 2.5
Klasifikasi SDM berdasarkan gender
No. Jenis Kelamin Jumlah
1. Laki – Laki 18 Orang
2. Perempuan 19 Orang
Total 37 Orang
Keadaan Sumber Daya Manusia (SDM) sebuah institusi akan sangat berpengaruh terhadap pencapaian target pada Renstra.
Berdasarkan pada uraian diatas dapat disimpulkan bahwa SDM Inspektorat Kabupaten Ponorogo dari segi kuantitas maupun kualitas masih kurang, sehingga perlu ditingkatkan melalui rekruitmen untuk peningkatan kuantitas serta bimbingan teknis / pendidikan dan pelatihan untuk peningkatan kualitas SDM APIP.
2.2.2 Sarana Prasarana
Inspektorat Kabupaten Ponorogo berkantor di Gedung Graha Krida Praja lantai 6, ditunjang dengan sarana dan prasarana alat transportasi, peralatan dan perlengkapan kantor.Adapun inventaris Inspektorat sampai dengan tahun 2020 adalah sebagai berikut :
1. Tanah : -
2. Bangunan gedung : -
3. Kendaraan dinas roda 4 (mobil) : 6 buah
4. Kendaraan dinas roda 2 (sepeda motor) : 8 buah
5. Komputer PC : 20 unit
22
6. Laptop / Note Book : 19 unit
7. Printer : 10 unit
8. LCD + layar : 2 unit
9. Brankas : 1 unit
10. Lemari Besi/Metal : 10 unit
11. Lemari /Rak kayu : 5 buah
12. Filling besi/metal : 33 buah
13. Meja Rapat : 30 buah
14. Kursi tamu : 3 set
15. Kursi putar : 1 buah
16. Kursi rapat : 24 buah
17. Kursi biasa (plastik) : 15 buah
18. AC Split : 2 buah
19. AC Unit : 6 buah
20. Scanner : 2 buah
21. Alat Penghancur Kertas : 2 buah
22. Kipas angin : 1 buah
23. Handy cam : 1 unit
24. Camera digital + attachment : 2 unit
25. Televisi : 1 unit
26. Wireless Amplifier : 1 unit
Ketersediaan sarana prasarana yang memadai sangat mempengaruhi kualitas pelayanan sebuah institusi.
2.3 Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah
Sesuai amanat Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 2 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ponorogo tahun 2021-2026, pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan tetap memegang peran strategis dalam pembangunan daerah yang diwujudkan melalui pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan agar selalu berjalan sesuai peraturan perundang-undangan yang ada sehingga meminimalisir segala bentuk penyelewengan kekuasaan.
23
Upaya pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan merupakan tugas yang tidak ringan, mengingat jumlah SKPD yang banyak tidak sebanding dengan jumlah SDM fungsional pengawasa yang ada. Meskipun demikian Inspektorat Kabupaten Ponorogo akan terus berusaha semaksimal mungkin melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik.
Secara garis besar, Inspektorat Kabupaten Ponorogo memiliki sasaran strategis sebagai berikut :
1. Meningkatnya Level Kapabilitas APIP & Akuntabilitas Kinerja di Lingkungan Pemerintah Daerah;
2. Meningkatnya Efektivitas Pengawasan.
Indikator tersebut di atas menjadi tolak ukur dari tingkat capaian kinerja Inspektorat Kabupaten Ponorogo dari tahun ke tahun, pun capaian kinerja Inspektorat Ponorogo tahun berjalan dengan sasaran/target renstra Inspektorat periode sebelumnya. Tingkat ketercapaian dimaksud digambarkan dengan tabel 2.6 sebagai berikut:
24 Tabel 2.6
Pencapaian Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah Tahun 2016-2021
No
Indikator Kinerja sesuai Tugas Fungsi Perangkat Daerah
Target NSPK
Target IKK
Target Indikator
Lainnya
Target Renstra Inspektorat
Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun Ke- Rasio Capaian Tahun Ke-
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) 1 Opini BPK terhadap
LKPD
WT P
WT P
WT P
WT
P WTP WT P
WT P
WT P
WT P
WT P
100
%
100
%
100
%
100
%
100
%
2
Persentase SKPD yang memiliki nilai evaluasi AKIP minimal BB
78
%
78
%
80
%
80
% 82 % 86
%
100
%
100
%
100
%
100
%
110
%
128
%
125
%
125
%
122
%
3
Persentase Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang memiliki standar kompetensi/Sertifikat Pengawasan.
91
%
91
%
93
%
95
% 96 % 100
%
100
%
100
%
100
%
100
%
110
%
110
%
108
%
105
%
104
%
25 Persentase Pedoman/
Petunjuk Teknis Bidang Pengawasan yang telah dibuat
85
%
90
%
90
%
95
% 96 % 86
%
92
%
92
%
95
% 96
%
101
%
102
%
102
%
100
%
100
%
4
Persentase jumlah temuan BPK dan APIP yang ditindaklanjuti oleh Obrik
70
%
70
%
72
%
75
%
78
%
75
%
80
%
80
%
85
%
85
%
107
%
114
%
111
%
113
%
109
%
Persentase jumlah aduan masyarakat yang ditindak-lanjuti.
70% 74% 76% 76% 77% 90
% 93% 95% 95% 95
%
122
%
126
%
125
%
125
%
123
% Persentase penyelesaian
LHP tepat waktu
70
%
74
%
76
%
76
% 77 % 70
%
74
%
76
%
76
%
77
%
100
%
100
%
100
%
100
%
100
%
26
Berdasarkan tabel 2.6 Pencapaian kinerja pelayanan Inspektorat tidak ditemukan adanya kesenjangan antara target dan realisasi. Seluruh pelayanan diestimasikan berhasil dicapai oleh Inspektorat pada akhir periode anggaran. Hal ini dikarenakan Inspektorat memiliki komitmen untuk melaksanakan pelayanan secara maksimal serta Inspektorat telah merumuskan langkah-langkah taktis agar tujuan organisasi secara keseluruhan tercapai.
Namun demikian, Inspektorat tentu tidak lepas dari potensi dan permasalahan yang dihadapi. Banyak faktor yang mempengaruhi diantaranya kurangnya kapasitas Sumber Daya Manusia, keterbatasan anggaran biaya, keterbatasan alokasi waktu pekerjaan, dan lain sebagainya.
27 Tabel 2.7
ANGGARAN DAN REALISASI PENDANAAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH TAHUN 2016 – 2021
Uraian Anggaran pada Tahun Ke- Realisasi Anggaran tahun Ke- Rasio antara Realisasi
dan Anggaran Tahun Ke- Rata-rata pertumbuhan
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Angg
aran Realis asi (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) GAJI 2.506.686.500 1.785.511.000 2.162.389.550 3.150.497.000 2.577.014.000 2.404.110.709 1.761.011.407 2.155.856.563 3.083.100.197 2.525.426.892 95,91 98,63 99,70 97,86 98,00 341.246.500 330.522.198
PROGRAM PELAYANAN
ADMINISTRASI PERKANTORAN 560.254.500 639.978.200 665.527.900 613.972.500 541.236.700 551.777.830 625.763.386 659.505.810 609.753.488 486.275.979 98,49 97,78 99,10 99,31 89,85 31.072.800 43.307.458
PROGRAM PENINGKATAN SARANA
DAN PRASARANA APARATUR 189.827.255 171.625.800 126.564.100 197.502.500 137197.800 184.126.735 171.524.837 123.240.761 195.732.730 136.897.232 97,00 99,94 97,37 99,10 99,78 15.076.175 18.122.992
PROGRAM PENINGKATAN DISIPLIN
APARATUR 20.350.000 - 192.990.000 - - 20.350.000 - 190.851.616 - - 100 - 98,89 - - 43.160.000 42.625.404
PROGRAM PENINGKATAN DISIPLIN DAN PENGEMBANGAN KAPASITAS SUMBER DAYA APARATUR
- - - 459.000.000 435.360.000 - - - 440.927.540 431.957.821 - - - 96,06 99,22 5.910.000 2.242.430
PROGRAM PENINGKATAN
KAPASITAS SUMBER DAYA
APARATUR
62.300.000 23.601.000 - - - 61.804.500 23.585.935 - - - 99,20 99,94 - - - 9.674.750 9.554.641
PROGRAM PENINGKATAN
PENGEMBANGAN SISTEM
PELAPORAN CAPAIAN KINERJA DAN KEUANGAN
31.150.000 14.865.000 15.000.000 15.025.000 1.470.000 30.576.000 14.610.000 14.974.000 14.966.000 1.470.000 98,19 98,28 99,83 99,61 100 4.031.250 7.276.500
PROGRAM PENINGKATAN SISTEM PENGAWASAN INTERNAL DAN PENGENDALIAN PELAKSANAAN KEBIJAKAN KDH
852.630.000 812.600.000 982.405.000 1.000.690.000 - 817.084.000 781.874.000 960.599.100 928.329.500 - 95,83 96,22 97,78 92,77 - 47.022.500 44.681.275
28
PROGRAM PENINGKATAN
PROFESIONALISME TENAGA
PEMERIKSA DAN APARATUR
PENGAWASAN
313.550.000 52.680.000 - - - 313.540.000 51.022.363 - - - 100 96,85 - - - 65.217.500 65.629.409
PROGRAM PENATAAN DAN
PENYEMPURNAAN KEBIJAKAN
SISTEM DAN PROSEDUR
PENGAWASAN
8.220.000 - 20.010.000 5.000.000 - 8.211.000 - 19.848.000 4.059.000 - 99,89 - 99,19 81,18 - 3.752.500 3.947.250
PROGRAM OPTIMALISASI
PEMANFAATAN TEKNOLOGI 9.200.000 - - - - 9.200.000 - - - - 100 - - - - 2.300.000 2.300.000
PROGRAM PENINGKATAN
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN DALAM RANGKA PENINGKATAN AKUNTABILITAS KEUANGAN DAN KINERJA
- 90.000000 83.060.000 547.510.000 76.275.000 - 89.980.00 82.844.500 522.246.595 61.667.500 - 99,98 99,74 95,39 80,85 117.808.750 115.144.774
PROGRAM PENCEGAHAN KORUPSI - 254.600.000 - - - - 251.125.000 - - - - 98,64 - - - 63.650.000 62.781.250
PROGRAM PEMBINAAN DAN
PENGAWASAN OLEH APIP - - - - 344.485.000 - - - - 307.960.000 - - - - 89,40 86.121.250 76.990.000
PROGRAM REFORMASI BIROKRASI
SERTA PENCEGAHAN DAN
PEMBERANTASAN KORUPSI
- - - - 258.975.000 - - - - 252.470.000 - - - - 97,49 64.743.750 63.117.500
29
Berdasarkan tabel TC 2.7 anggaran dan realisasi pendanaan pelayanan Inspektorat dapat dikatakan fluktuatif. Dari segi penyerapan, Inspektorat termasuk ke dalam kategori yang baik.
Namun demikian, Inspektorat tentu tidak lepas dari potensi dan permasalahan yang dihadapi. Banyak faktor yang mempengaruhi diantaranya kurangnya kapasitas Sumber Daya Manusia, keterbatasan anggaran biaya, keterbatasan alokasi waktu pekerjaan, dan lain sebagainya.
2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Perangkat Daerah Inspektorat dituntut untuk mereposisi fungsi dan perannya, sebagai tuntutan profesionalisme lembaga dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan pemerintah daerah. Beberapa hal yang akan menjadi tantangan sebagaimana diuraikan berikut ini :
1. Analisis Lingkungan Internal a. Kekuatan (Strong), antara lain :
Dengan ditetapkannya Peraturan Bupati Ponorogo Nomor 60 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Inspektorat Kabupaten Ponorogo sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bupati Ponorogo Nomor 38 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Ponorogo Nomor 60 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Inspektorat, memberikan kejelasan mengenai kedudukan, tugas pokok, fungsi, dan wewenang yang menjadi tanggung jawab Inspektorat Kabupaten Ponorogo;
Tingkatan Kapabilitas APIP dalam Konsep Internal Audit Capability Model (IACM) menuju level 3 di tahun 2022, yaitu APIP mampu menilai efisiensi, efektifitas, ekonomis suatu kegiatan dan mampu memberikan konsultasi pada tata kelola, manajemen resiko, dan pengendalian intern;
Kesiapan SDM dalam melaksanakan tugas tidak terbatas oleh jam kerja yang ditetapkan dalam Peraturan Bupati;
Sikap tenggang rasa dari sesama aparat cukup tinggi.
30
b. Kelemahan (Weakness), antara lain :
Terbatasnya jumlah SDM Inspektorat untuk melaksanakan tugas-tugas pengawasan;
Terbatasnya kemampuan SDM yang sesuai dengan spesifikasi teknis;
Anggaran biaya pengawasan masih terbatas ;
Standar Operating Prosedur (SOP) dan pedoman audit/monitoring/evaluasi/reviu baku belum memadai.
2. Analisis Lingkungan Eksternal
a. Peluang (Opportunity), antara lain :
Kepemimpinan kepala daerah yang visioner, berkomitmen dan berintegritas sehingga menciptakan situasi yang kondusif di Kabupaten Ponorogo;
Sistem desentralisasi yang memberikan kewenangan daerah dalam mengembangkan potensi yang dimiliki;
Terjadinya hubungan yang harmonis dengan Perangkat Daerah lain dan juga dengan para stakeholder;
Tersedianya RPJPD Kabupaten Ponorogo Tahun 2005-2025 yang merupakan arahan bagi pelaksanaan perencanaan pembangunan.
b. Ancaman (Threat)
Masih terdapat aparat pemerintahan dan juga kelompok masyarakat yang belum memahami arti pentingnya pengawasan;
Rendahnya kesadaran pejabat Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk melakukan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan (baik hasil pengawasan Internal maupun Eksternal).
3. Kondisi Yang Diinginkan Ke Depan
Setelah melaksanakan analisis kondisi lingkungan Inspektorat Kabupaten Ponorogo saat ini, maka langkah selanjutnya adalah menentukan kondisi yang diinginkan dan proyeksi kedepan Inspektorat Kabupaten Ponorogo sebagai berikut :
31
a. Diharapkan meningkatnya jumlah SDM Inspektorat Kabupaten Ponorogo guna pelaksanaan tugas;
b. Diharapkan meningkatnya kemampuan SDM Inspektorat Kabupaten Ponorogo dalam melaksanakan tugas-tugas pengawasan;
c. Diharapkan makin meningkatnya kesadaran pejabat Perangkat Daerah untuk melakukan tindak lanjut hasil pengawasan;
d. Diharapkan tersedianya data base tindak lanjut hasil pengawasan yang mutakhir ;
e. Diharapkan laporan hasil pengawasan dapat diterbitkan tepat waktu, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan pengambilan keputusan oleh Bupati Ponorogo dan Pemangku kepentingan terkait lainnya.
32
BAB III
PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH
Isu strategis adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan dalam perencanaan pembangunan karena dampaknya yang signifikan bagi entitas daerah/masyarakat di masa mendatang. Suatu kondisi/kejadian yang menjadi isu strategis adalah keadaan yang apabila tidak diantisipasi, akan menimbulkan kerugian yang lebih besar atau sebaliknya, dalam hal tidak dimanfaatkan, akan menghilangkan peluang untuk meningkatkan kinerja dalam jangka panjang. Oleh karena itu, isu-isu strategis harus memenuhi kriteria memiliki pengaruh yang besar/signifikan terhadap pencapaian sasaran organisasi.
3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Perangkat Daerah
Pada aspek kelembagaan, Inspektorat Kabupaten Ponorogo masih terdapat kelemahan, diantaranya :
a. Jumlah personil yang masih terbatas dan belum mencukupi sehingga tidak dapat melaksanakan program dan kegiatan secara maksimal;
b. Inspektorat mempunyai beban tugas yang besar menyangkut pengawasan terhadap pengelolaan keuangan dan efektifitas penggunaan anggaran serta pengawalan terhadap kebijakan pimpinan daerah. Hal tersebut membutuhkan kelembagaan yang kuat disertai dengan kewenangan yang memadai untuk melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan yang telah ditetapkan.
Secara umum, permasalahan yang dihadapi Inspektorat untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi adalah sebagai berikut :
1. Sumber daya manusia yang ahli di bidang pengawasan (akuntansi dan auditing) masih terbatas;
33
2. Perubahan aturan pengelolaan keuangan daerah yang cepat, sementara program-program in house training belum pernah berjalan;
3. Masih terdapat aparat pemerintahan dan juga kelompok masyarakat yang belum memahami arti pentingnya pengawasan;
4. Rendahnya kesadaran pejabat Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk melakukan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan (baik hasil pengawasan internal maupun eksternal).
3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
Visi-Misi Kepala Daerah Kabupaten Ponorogo terpilih periode 2021 – 2026 adalah sebagai berikut :
Visi :
“ MEWUJUDKAN KABUPATEN PONOROGO HEBAT ”
(Harmonis, Elok, Bergas, Amanah dan ber-Takwa kepada Tuhan YME) Penjelasan dari masing-masing elemen visi di atas adalah sebagai berikut:
HARMONIS : Masyarakat Ponorogo hidup aman, nyaman, tentram, damai, rukun, serasi dan selaras
ELOK : Ponorogo berwujud indah, cantik dan molek sehingga menjadi tempat berkarya dan berkreasi yang nyaman dan asyik, serta mampu mengundang para wisatawan dari luar Ponorogo
BERGAS : SDM Kabupaten Ponorogo unggul, sehat, cerdas dan cekatan untuk mendukung percepatan pembangunan di segala bidang
AMANAH : Pemerintah melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan mengelola APBD benar-benar untuk kesejahteraan rakyat