• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 22 Putusan Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs

P U T U S A N Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Lubuk Sikaping yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Para Terdakwa :

Terdakwa 1

1. Nama lengkap : SALDA WATI Pgl IDA.

2. Tempat lahir : Cubadak

3. Umur/Tanggal lahir : 46 Tahun / 23 November 1973 4. Jenis kelamin : Perempuan

5. Kebangsaan : Indonesia

6. Tempat tinggal : Jl. By pass Jorong I Nagari Tanjung Beringin Kec.

Lubuk Sikaping, Kab. Pasaman

7. Agama : Islam

8. Pekerjaan : Ibu rumah tangga

Terdakwa 2

1. Nama lengkap : NOVI YULIDA SARI Pgl NOPI 2. Tempat lahir : Lubuk Sikaping

3. Umur/Tanggal lahir : 24 Tahun / 23 November 1995 4. Jenis kelamin : Perempuan

5. Kebangsaan : Indonesia

6. Tempat tinggal : Jl. Bypass Jorong I Nagari Tanjung Beringin Kec.

Lubuk Sikaping, Kab. Pasaman

7. Agama : Islam

8. Pekerjaan : Pegawai

Terdakwa Salda Wati Pgl Ida tidak ditahan oleh Penyidik, kemudian ditahan dalam tahanan rumah oleh:

1. Penuntut Umum sejak tanggal 10 Juli 2020 sampai dengan tanggal 29 Juli 2020 ;

2. Majelis Hakim Pengadilan Negeri sejak tanggal 10 Juli 2020 sampai dengan tanggal 8 Agustus 2020 ;

3. Perpanjangan Penahanan Oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 9 Agustus 2020 sampai dengan tanggal 7 Oktober 2020

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 22 Putusan Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs

Terdakwa Novi Yulida Sari Pgl Nopi tidak ditahan oleh penyidik, kemudian ditahan dalam tahanan rumah oleh:

1. Penuntut Umum sejak tanggal 10 Juli 2020 sampai dengan tanggal 29 Juli 2020 ;

2. Majelis Hakim Pengadilan Negeri sejak tanggal 10 Juli 2020 sampai dengan tanggal 8 Agustus 2020;

3. Perpanjangan Penahanan Oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 9 Agustus 2020 sampai dengan tanggal 7 Oktober 2020

Para Terdakwa menghadap sendiri di persidangan;

Pengadilan Negeri tersebut;

Setelah membaca:

- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Lubuk Sikaping Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs tanggal 10 Juli 2020 tentang penunjukan Majelis Hakim;

- Penetapan Majelis Hakim Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs tanggal 10 Juli 2020 tentang penetapan hari sidang;

- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan ;

Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi, dan Para Terdakwa serta memperhatikan bukti surat dan barang bukti yang diajukan di persidangan ;

Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:

1. Menyatakan Terdakwa I SALDA WATI Pgl IDA dan Terdakwa II NOVI YULIDA SARI Pgl NOPI terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Penganiayaan sebagaimana diatur dan dian cam pidana dalam Pasal 170 ayat (1) KUHPidana;

2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa I SALDA WATI Pgl IDA dan Terdakwa II NOVI YULIDA SARI Pgl NOPI dengan pidana penjara masing- masing selama 5 (lima) bulan dikurangi selama para terdakwa menjalani penahanan yang dikenakan;

3. Menyatakan barang bukti berupa :

1 (satu) batang pipa besi dengan panjang lebih kurang 4m (empat meter);

Dirampas untuk dimusnahkan

4. Menetapkan agar Terdakwa membayar biaya perkara masing-masing sebesar Rp.2.000,- ( Dua Ribu Rupiah).

Setelah mendengar permohonan tertulis Para Terdakwa tanggal 28 Ju li 2020 yang pada pokoknya mohon untuk membebaskan atau setidak-tidaknya

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 22 Putusan Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs

menjatuhkan hukuman yang lebih ringan dari pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum karena keterangan yang diberikan oleh pendakwa tidak benar dan belebihan;

Setelah mendengar tanggapan Penuntut Umum terhadap pembelaan Para Terdakwa yang pada pokoknya menyatakan tetap pada tuntutan , dan para terdakwa menyatakan tetap pada pembelaanya;

Menimbang, bahwa Para Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut:

KESATU

---Bahwa ia Terdakwa I SALDA WATI Pgl IDA, Terdakwa II NOVI YULIDA SARI Pgl NOPI hari Sabtu tanggal 01 Februari 2020 sekira pukul 08.30 Wib atau setidak tidaknya pada suatu waktu lain pada bulan Februari tahun 2020 atau setidak setidaknya pada suatu waktu lain dalam tahun 2020 bertempat di Jl. By Pass Pakau Nagari Tanjung Beringin Kec. Lubuk Sikaping Kab. Pasaman, atau setidak tidaknya pada tempat-tempat lain yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Lubuk Sikaping yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini, dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, perbuatan mana dilakukan oleh para terdakwa dengan cara sebagai berikut:--- - Bahwa pada hari dan waktu sebagaimana disebutkan diatas bertempat di

halaman rumah terdakwa yang beralamat Jl. By Pass Pakau Nagari Tanjung Beringin Kec. Lubuk Sikaping Kab. Pasaman, berawal ketika saksi Korban menyuruh sepupunya yang bernama REZI ARIZON Pgl REZI dan anak perempuan Korban RAFIKA FITRAYATI Pgl FIKA untuk menjemput sepeda motor kerumah terdakwa SALDA WATI Pgl IDA yang beralamat di Jl. By Pass Jorong I Nagari Tanjung Beringin Kec. Lubuk Sikaping Kab.

Pasaman, namun niatan saksi korban tidak mendapat respon baik dari terdakwa SALDA WATI Pgl IDA dan sebaliknya terdakwa SALDA WATI Pgl IDA mengatakan hal-hal buruk tentang saksi korban sehingga saksi korban merasa emosi dan mendatangi rumah terdakwa SALDA WATI Pgl IDA. Sesampainya Korban dirumah terdakwa, tiba–tiba terdakwa SALDA WATI Pgl IDA melemparkan 1 (satu) buah gardan mobil kepada saksi Korban, ketika saksi Korban turun dari sepeda motor terdakwa SALDA WATI Pgl IDA langsung mengejar Korban sambil mengambil sebuah besi panjang dan berkata “DEN BUNUAH KAU MATI KAU” (SAYA BUNUH KAMU) setelah dia berkata demikian besi yang dipegang oleh IDA dipukulkannya kearah Korban sebanyak 1 (satu) kali dan mengenai kepala

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 22 Putusan Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs

Korban bagian kanan hingga leher bagian kanan Korban, ketika terdakwa SALDA WATI Pgl IDA ingin mengulangi perbuatannya tiba – tiba saksi REZI berusaha menahan besi tersebut hingga terdakwa SALDA WATI Pgl IDA berkata kepada saksi REZI sambil memukul kepala REZI “JAN SATO LO ANG NDAK URUSAN ANG KO DO” (JANGAN KAMU IKUT CAMPUR INI BUKAN URUSAN KAMU). Setelah dia memukul REZI saksi Korban melihat terdakwa SALDA WATI Pgl IDA mengambil batu dan melemparkannya kearah Korban dan mengenai kaki Korban dibagian tulang kering sebelah kanan, setelah batu tersebut mengenai kaki saksi Korban terdakwa SALDA WATI Pgl IDA kembali mengambil batu yang lebih besar namun dilarang oleh Ayah sambil berkata “ALAH TU” (SUDAH JANGAN BERTENGKAR). Ketika Ayah Korban berkata demikian IDA mendorong Ayah Korban dan tiba – tiba adek tiri Korban terdakwa II NOVI YULIDA SARI Pgl NOPI berlari mendekati Korban dan mengambil kedua tangan Korban dengan kedua tangannya sambil mencakar – cakar kedua tangan Korban. Melihat hal tersebut anak saksi Korban FIKA membantu Korban melepaskan tangan NOPI dari tangan Korban, ketika FIKA berhasil melepaskan tangan terdakwa II NOVI YULIDA SARI Pgl NOPI dari tangan saksi Korban tiba – tiba tangan kanan terdakwa II NOVI YULIDA SARI Pgl NOPI mencakar dahi saksi Korban sebanyak 1 (satu) kali, kemudian terdakwa II NOVI YULIDA SARI Pgl NOPI tetap berusaha mencakar tangan kiri Korban hingga perhiasan dipergelangan tangan Korban lepas dan hilang, saat itu saksi Korban tidak ada melakukan perlawanan n amun terdakwa II NOVI YULIDA SARI Pgl NOPI tetap menganiaya saksi Korban dengan memukul telinga kanan saksi Korban dengan menggunakan tangan kirinya sebanyak 2 (dua) kali, selanjutnya terdakwa II NOVI YULIDA SARI Pgl NOPI juga menendang paha kiri saksi Korban dengan kaki kanannya sebanyak 1 (satu) kali. Setelah dia menendang Korban terdakwa II NOVI YULIDA SARI Pgl NOPI juga mengambil sebuah batu lalu melemparkannya kearah saksi Korban dan mengenai kaki saksi Korban dibagian tulang kering sebalah kanan Korban. Tidak lama kemudian masyarakat berdatangan untuk melerai kejadian tersebut.

- Bahwa berdasarkan Hasil pemeriksaan Visum Et Repertum (VER) a.n YANTI GUSTINA Pgl YANTI pada Rumah Sakit Umum Daerah Lubuk Sikaping Nomor : 441/07/TU-UMUM/RSUD/2020 tanggal 02 Maret 2020 yang ditandatangani oleh dr. Martua Raja dapat ditarik kesimpulan bahwa pada pemeriksaan korban seorang Perempuan yang menurut surat

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 22 Putusan Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs

keterangan visum et repertum berusia empat puluh empat tahun ditemukan kesimpulan : Kepala :Luka gores di dahi disebabkan karena terkena benda tajam dan Luka lebam di belakang telinga disebabkan kekerasan benda tumpul. Leher : 2 luka lebam di leher bagian bel akang atas disebabkan karena kekerasan benda tumpul. Extremitas : Luka gores ditangan bagian dalam sebelah kanan disebabkan karena benda tajam dan Luka gores di tangan bagian dalam sebelah kiri dari punggung pergelangan tangan sebelah kiri disebabkan karen a benda tajam serta Luka lebam di tulang kering bagian depan disebabkan kekerasan benda tumpul.

---Perbuatan para terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 170 ayat (1) KUHPidana--- ATAU

KEDUA

---Bahwa ia Terdakwa I SALDA WATI Pgl IDA, Terdakwa II NOVI YULIDA SARI Pgl NOPI hari Sabtu tanggal 01 Februari 2020 sekira pukul 08.30 Wib atau setidak tidaknya pada suatu waktu lain pada bulan Februari tahun 2020 atau setidak setidaknya pada suatu waktu lain dalam tahun 2020 bertempat di Jl. By Pass Pakau Nagari Tanjung Beringin Kec. Lubuk Sikaping Kab. Pasaman, atau setidak tidaknya pada tempat-tempat lain yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Lubuk Sikaping yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini dengan sengaja melakukan penganiayaan, perbuatan mana dilakukan oleh para terdakwa dengan cara sebagai berikut:--- - Bahwa Bahwa pada hari dan waktu sebagaimana disebutkan diatas

bertempat di halaman rumah terdakwa yang beralamat Jl. By Pass Pakau Nagari Tanjung Beringin Kec. Lubuk Sikaping Kab. Pasaman Terdakwa I SALDA WATI Pgl IDA dan Terdakwa II NOVI YULIDA SARI Pgl NOPI telah melakukan kekerasan bersama-sama kepada seorang wanita bernama YANTI GUSTINA Pgl YANTI dengan cara memukulkan besi terhadap saksi Korban yakni terdakwa SALDA WATI Pgl IDA mengambil sebuah pipa besi panjang lalu pipa besi tersebut dipegang pada bagian tengah besi kemudian terdakwa SALDA WATI Pgl IDA menganyunkan besi tersebut kearah Korban sebanyak 1 (satu) kali hingga menggenai kepala bagian belakang dan leher bagian belakang Korban. Kemudian pada saat terdakwa SALDA WATI Pgl IDA memukulkan besi panjang terhadap Korban besi tersebut mengenai kepala belakang sebelah kanan tepatnya dibelakang telinga saksi korban lalu leher belakang sebelah kanan saksi

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 22 Putusan Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs

Korban memukulkan besi panjang terhadap Korban besi tersebut mengenai kepala belakang sebelah kanan tepatnya dibelakang telinga saksi korban lalu leher belakang sebelah kanan saksi Korban. Kemudian terdakwa SALDA WATI Pgl IDA mengambil batu dan melemparkannya kearah Korban dan mengenai kaki Korban dibagian tulang kering sebelah kanan. Setelah itu terdakwa II NOVI YULIDA SARI Pgl NOPI berlari mendekati Korban dan mengambil kedua tangan Korban dengan kedua tangannya sambil mencakar – cakar kedua tangan Korban kemudian terdakwa II NOVI YULIDA SARI Pgl NOPI berusaha mencakar tangan kiri Korban hingga perhiasan dipergelangan tangan Korban lepas dan hilang selanjutnya ia juga memukul telinga kanan saksi Korban dengan menggunakan tangan kirinya sebanyak 2 (dua) kali, selanjutnya terdakwa II NOVI YULIDA SARI Pgl NOPI juga menendang paha kiri saksi Korban dengan kaki kanannya sebanyak 1 (satu) kali.

- Bahwa berdasarkan Hasil pemeriksaan Visum Et Repertum (VER) a.n YANTI GUSTINA Pgl YANTI pada Rumah Sakit Umum Daerah Lubuk Sikaping Nomor : 441/07/TU-UMUM/RSUD/2020 tanggal 02 Maret 2020 yang ditandatangani oleh dr. Martua Raja dapat ditarik kesimpulan bahwa pada pemeriksaan korban seorang Perempuan yang menurut surat keterangan visum et repertum berusia empat puluh empat tahun ditemukan kesimpulan : Kepala :Luka gores di dahi disebabkan karena terkena benda tajam dan Luka lebam di belakang telinga disebabkan kekerasan benda tumpul. Leher : 2 luka lebam di leher bagian belakang atas disebabkan karena kekerasan benda tumpul. Extremitas : Luka gores ditangan bagian dalam sebelah kanan disebabkan karena benda tajam dan Luka gores di tangan bagian dalam sebelah kiri dari punggung pergelangan tangan sebelah kiri disebabkan karena benda tajam serta Luka lebam di tulang kering bagian depan disebabkan kekerasan benda tumpul.

---Perbuatan para terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 ayat (1) KUHPidana---

Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum, Para Terdakwa telah mengerti dan tidak mengajukan keberatan terhadap dakwaan tersebut;

Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah mengajukan Saksi-saksi sebagai berikut:

1. YANTI GUSTINA Pgl YANTI, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 22 Putusan Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs

- Bahwa saksi mengerti diperiksa dipersidangan karena telah terjadi kekerasan yang dialami oleh saksi;

- Bahwa peristiwa tersebut terjadi pada hari Sabut tanggal 1 Februari 2020 sekitar pukul 08.30 WIB di halaman rumah Ida, di Jl. ByPas Jorong I Nagari Tanjung Beringin Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman;

- Bahwa kejadian tersebut berawal pada saat saksi menyuruh Rafika Fitrayati untuk menjemput sepeda motor ke rumah Para Terdakwa. Sesampainya di rumah Terdakwa, Saksi menelpon Rafika Fitrayati untuk menanyakan kepada Yuliar ayah saksi apakah memberikan sepeda motor atau tidak, lalu Hanphone tersebut diberikan kepada Yuliar dan kemudian menjawabnya dia sibuk dan tidak mau memberikan sepeda motornya dan kemudian saksi mendengar suara dari Terdakwa berkata Kotor;

- Bahwa kata kotor yang dikeluarkan Terdakwa Ida yaitu WOI PIKA KAU KECEKAN KA IBU KAU TU NDAK TAU TARIMO KASIH, LONTE IBU KAU TU, PANTEK ANJING, KETURUNAN URANG GILO, IBU KAU LAH GILO JUO” (PIKA KAMU BILANG KE IBU KAMU KALAU IBU KAMU ITU TIDAK TAHU TERIMA KASIH LONTE ANJING PANTEK);

- Bahwa kemudian Saksi mendatangi rumah Terdakwa Ida dan pada saat memakirkan sepeda motor, Terdakwa melemparkan satu buah gardan mobil kepada saksi. Kemudian ketika saksi turun dari sepda motor Terakwa Ida langsung mengejar Saksi sambil mengambil sebuah besi panjang dan berkata DEN BUNUAH KAU MATI KAU (SAYA BUNUH KAMU) kemudian besi yang dipegang oleh IDA dipukulkannya kearah saksi sebanyak 1 (satu) kali dan mengenai kepala saksi bagian kanan hingga leher bagian kanan Korban;

- Bahwa ketika Terakwa Ida ingin mengulangi perbuatannya tiba - tiba REZI berusaha menahan besi tersebut dan Terakwa berkata kepada Rezi sambil memukul kepala REZI “JAN SATO LO ANG NDAK URUSAN ANG KO DO”

(JANGAN KAMU IKUT CAMPUR INI BUKAN URUSAN KAMU);

- Bahwa setelah dia memukul REZI Korban melihat IDA mengambil batu dan melemparkannya kearah saksi dan mengenai kaki saksi dibagian tulang kering sebelah kanan, kemudian Terdakwa kembali mengambil batu yang lebih besar namun dilarang oleh Ayah sambil berkata “ALAH TU” (SUDAH JANGAN BERTENGKAR);

- Bahwa kemudian Terdakwa II Novi berlari mendekati Korban dan mengambil kedua tangan Korban dengan kedua tangannya sambil mencakar – cakar kedua tangan Korban;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 22 Putusan Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs

- Bahwa Anak Saksi Rafika membantu untuk melerai dan melepaskan tangan Terdakwa II Novi yang memegang tangan saksi, dan kemudian Terakwa II Novi mencakar dahi Saksi;

- Bahwa Terdakwa II Novi juga menendang paha kiri korban dengan kaki kananya sebanyak 1 kali;

- Bahwa saksi tidak melakukan perlawanan pada saat kejadian tersebut;

- Bahwa pada saat kejadian tersebut ada beberapa masyarakat yang melihat dan kemudian mereka membantu untuk melerai, setelah itu Saksi bersama anak Saksi Rafika pulang dan melaporkan hal tersebut ke Polres Pasaman;

Terhadap keterangan saksi, Para Terdakwa Keberatan dan menyatakan bahwa tidak ada memukul saksi korban Yanti;

2. RAFIKA FIRAYANTI Pgl FIKA dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa saksi mengerti dimintai keterangan di Persidangan berhubungan telah adanya kejadian kekerasan yang dialami oleh ibu saksi;

- Bahwa kejadian tersebut terjadi pada tanggal 1 Februari 2020 pukul 08.30 WIB di Halaman rumah Terdakwa Ida di Jl. By Pass Jorong I Nagari Tanjung Beringin Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman;

- Bahwa awal kejadiannya yaitu Saksi bersama dengan saudara ibu Saksi yang bernama REZI ARIZON Pgl REZI pergi kerumah Nenek SALDA WATI Pgl IDA, sesampainya dirumah tersebut Saksi menelfon Ibu dan membiarkan kondisi handphone dalam keadaan menyala. Kemudian Saksi bertemu dengan Kakek YULIAR Pgl KANCIA sambil berkata “ATUK IBU MAU NGOMONG SURUH JEMPUT MOTOR MAK DANG” (KAKEK IBU MAU BICARA SAMA KAKEK KATANYA MAU JEMPUT MOTOR PAMAN), kemudian Kakek berkata “GAK ATUK SIBUK” (TIDAK BISA KAKEK SIBUK), mendengar perkataan tersebut Ibu Saksi berkata “BAA KA LAI DIAGIAH”

(APAKAH DIKASIH SAMA ATUK KA) lalu Saksi berkata “NDAK BU” (TIDAK BU) setelah itu Ibu bertanya “BAA TU” (KENAPA) dan Saksi berkata “NDAK TAU DOH” (TIDAK TAHU). Pada saat itu juga NOPI dan IDA berdiri didepan pintu rumah dan Kakek berkata kepada Saksi “MANGA DIBAOK HONDA KO BIA JO DISIKO” (KENAPA DIBAWA MOTOR INI) kemudian Saksi berkata

“MAK DANG SURUAH JAMPUIK HONDA SOALNYO KAMI NIO PULANG KA PAKANBARU KAN ATUK NDAK NIO LAI NGURUS MAK DANG MAKONYO DISURUAH MAK DANG JAPUIK, NENEK BILANG SAMO URANG KALO ATUK MANGURUS MAK DANG NENEK MINTA CARAI”

(PAMAN MINTA AMBILKAN MOTORNYA KARENA KAMI MAU PULANG KE

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 22 Putusan Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs

PEKANBARU LAGI PULA KAKEK SUDAH TIDAK MAU MENGURUS PAMAN LAGI, NENEK JUGA BERKATA KALAU KAKEK MENGURUS PAMAN MAKA NENEK MINTA DICERAIKAN);

- Bahwa kemudian, melihat hal tersebut Terdakwa I Salda Wati berkata kepada Saksi “WOI PIKA KAU KECEKAN KA IBU KAU TU NDAK TAU TARIMO KASIH, LONTE IBU KAU TU, PANTEK ANJING, KETURUNAN URANG GILO, IBU KAU LAH GILO JUO” (PIKA KAMU BILANG KE IBU KAMU KALAU IBU KAMU ITU TIDAK TAHU TERIMA KASIH LONTE ANJING PANTEK). Mendengar perkataan tersebut Saksi berkata kepada Nenek IDA

“ELOK – ELOK NENEK NGECEK SETEK YO PIKA NDAK TAU APO – APO MASALAH KO DO CUMAN DISURUAH JAPUIK HONDA MAK DANG AJO TOLONG JAGO MUNCUANG NENEK” (TOLONG JAGA BICARA NENEK FIKA KESINI HANYA MENJEMPUT MOTOR SAJA TIDAK TAHU APA – APA) tiba – tiba NOVI berkata kepada Saksi “EMANG IYO IBU KAU TU GILO PIKA, LONTE, ANJIANG, PANTEK, KETURUNAN URANG GILO, NENEK KAU KAN LAH GILO TU MAKONYO DITINGGAAN DEK ABAK” (IBU FIKA MEMANG SUDAH GILA LONTE ANJING PANTEK, NENEKNYA SAJA GILA MAKANYA DITINGGAL OLEH AYAH) mendengar perkataan NOPI Saksi berkata “ELOK – ELOK LAH MUNCUANG KAU TU NGECEK KAK NOPI DEN NDAK TAU APO – APO DO, NENEK DEN JAN KAU BAOK – BAOK ADEN CUMA MANJAPUIK HONDA KOK INDAK DIAGIAH” (TOLONG JAGA BICARA KAK NOPI JANGAN BAWA – BAWA NENEK SAYA, SAYA TIDAK TAHU APA MASALAHNYA, KENAPA TIDAK DIKASIH MOTORNYA);

- Bahwa kemudian Terdakwa I Salda masuk kedalam rumah dan Saksi melihat bahwa Ia mengambil sebuah alat gerinda kemudian berjalan keluar dan melemparkan benda tersebut kepada saya sambil berkata “KAU AMBIAK BARANG MAK DANG KAU MANYAMAK DIRUMAH DEN” (KAMU AMBIL BARANG PAMAN KAMU INI MENGOTORI RUMAH SAYA SAJA);

- Bahwa tidak lama kemudian Ibu Saksi Yanti YANTI datang dengan sepeda motor, sewaktu Ibu Saksi Yanti turun dari sepda motor Terdakwa I IDA melempar sebuah batu kearah Ibu saksi dan mengenai kaki sebelah kanan Ibu, setelah itu Terdakwa IDA mengejar Ibu saksi sambil memaki dengan berkata “KAU ANAK URANG GILO KETURUNAN URANG GILO ANJING KAU KAU PENYAKITAN KARENA KAU GILA. KELUARGA GILA KAU”

(DASAR ANAK ORANG GILA KETURUNAN ORANG GILA DAN PENYAKITAN) selanjutnya Saksi melihat Terdakwa IDA mengambil besi panjang sepanjang lebih kurang 2 (dua) meter kemudian berlari kearah Ibu

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari 22 Putusan Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs

sambil memukulkan besi tersebut kearah Ibu sambil berkata “TUNGGU KAU DEN BUNUAH KAU” (SAYA BUNUH KAMU) saat itu besi tersebut mengen ai kepala Ibu bagian atas, kepala bagian belakang dan leher bagian belakang;

- Bahwa Terdakwa II Novi berlari mendekati Ibu saksi sambil menarik tangan kiri Ibu saksi kemudian menggenggam tanggan kiri Ibu saksi, selanjutnya mencakar tangan kiri Ibu saksi, melihat hal tersebut Saksi berusaha melepaskan genggaman tangan Terdakwa II NOVI dari tangan Ibu Saksi.

Pada saat genggaman Terdakwa II Novi lepas, Terdakwa II Novi memukul telinga ibu saksi dengan tangan kirinya, selanjutnya Terdakwa II Novi mencakar dahi ibu saksi dengan tangan kanannya;

- Bahwa kemudian ada beberapa masyarakat pada saat kejadian dan membantu melerai peristiwa tersebut, kemudian Saksi bersama Ibu Saksi pulang dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Pasaman;

Terhadap Keterangan Saksi tersebut, para Terdakwa Keberatan, dan berpendapat bahwa tidak ada memukul saksi korban Yanti;

Bahwa selain saksi-saksi tersebut di atas, di persidangan telah diperlihatkan, diperiksa dan dibacakan pula bukti surat berupa

- Hasil Pemeriksaan Visum Et Refertum (VER) a.n YANTI GUSTINA Pgl YANTI yang diterbitkan oleh Rumuah Sakit Umum Daerah Lubuk Sikaping, nomor 441 / 07/ TU-Umum / RSUD / 2020, tanggal 2 Maret 2020. Bahwa kesimpulan hasil pemeriksaan tersebut ditemukan:

1. Kepala:

- Luka gores di dahi disebabkan karena terkena benda tajam,

- Luka lebam di belakang telinga disebabkan kekerasan benda tumpul

2. Leher:

- 2 (dua) luka lebam di leher bagian belakang disebabkan karena kekerasan benda tumpul;

3. Thorax: Tidak ada kelaian 4. Abdomen: tidak ada kelaianan 5. Extremitas:

- Luka gores di tangan bagian adalam sebelah kanan disebabkan karena benda tajam,

- Luka gores di tangan bagian dalam sebelah kiri dari punggung pergelangan tangan sebelah kiri disebabkan karena benda tajam, - Luka lebam di tulang kering bagian depan disebabkan kekerasan

benda tumpul.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari 22 Putusan Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs

Menimbang, bahwa Para Terdakwa telah mengajukan Saksi yang meringankan (a de charge) sebagai berikut:

1. MUHAMAD FERI, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berkut

- Bahwa saksi mengerti dihadirkan dalam persidangan terkait adanya peristiwa perkelahian antara korban Yanti dengan Para Terdakwa Salda dan Novi;

- Bahwa kejadian tersebut terjadi kira-kira sebelum bulan puasa pada tahun 2020;

- Perkelahian itu terjadi di rumah Terdakwa I Salda di simpang mita luhur, Jl. By Pass dekat jembatan pakau;

- Bahwa pada saat kejadian saksi berada di seberang jalan yang jaraknya dengan pekelahian kurang lebih 10 (sepuluh) meter;

- Bahwa saksi tidak mengetahui siapa yang memulai keributan terlebih dahulu, yang saksi ketahui telah terjadinya keributan dengan beradu mulut;

- Bahwa perkelahian itu terjadi dalam rentang waktu kurang lebih 10 (sepuluh) menit;

- Bahwa pada saat kejadian tidak banyak orang, yang saksi lihat hanya Ibu Yanti, Rafika, Terdakwa I Salda dan Terdakwa II Novi;

- Bahwa pada saat kejadian masyarakat yang berada di sana tidak banyak hanya sekitar 3 (tiga) orang;

- Bahwa yang saksi ketahui hanya terjadi adu mulut dengan mengeluarkan kata-kata kotor, dan saksi tidak melihat terjadinya pemukulan;

- Bahwa saksi secara reflek melerai keributan tersebut dengan memisahkan Ibu Yanti, Rafika dengan Terdakwa I Salda dan Terdakwa II Novi;

- Bahwa saksi tidak melihat besi pan jang yang ukurannya kurang lebih 4 (empat) meter;

- Bahwa saksi tidak melihat adanya luka yang diderita oleh ibu Yanti;

Terhadap keterangan saksi tersebut para Terdakwa tidak keberatan dan membenarkan seluruh keterangan saksi tersebut;

2. YULIAR, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa saksi mengerti diperiksa dipersidangan karena telah tejadinya keributan antara Salda dengan Yanti;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 12 dari 22 Putusan Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs

- Bahwa kejadian tersebut terjadi pada bulan maret 2020 di Jl By Pass depan rumah saksi;

- Bahwa awalnya cucu saksi bernama Rafika datang menjemput sepeda motor yang dititipkan oleh adik Yanti karena dia masuk penjara maka datanglah saksi Yanti untuk meminta sepeda motor tersebut;

- Bahwa saksi tidak melihat Terdakwa I Salda memukul Yanti melainkan hanya mengayunkan besi saja;

- Bahwa saksi tidak melihat adanya cakar-cakaran antara Terdakwa dengan Yanti;

- Bahwa pada saat kejadian tersebut, ada masyarakat yang melihat kurang lebih 20 (dua puluh) orang;

- Bahwa orang ramai tersebut hanya melihat dan tidak melerai;

- Bahwa Terdakwa Salda mengambil besi dari jemuran tempat kain;

- Bahwa alasan Terdakwa Salda mengambil besi jemuran tersebut hanya untuk menakut-nakuti Yanti supaya pergi dari tempat kejadian;

Terhadap keterangan saksi, Para Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan;

Menimbang, bahwa Para Terdakwa di persidangan telah memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:

Terdakwa I SALDA WATI Pgl Ida:

- Bahwa terdakwa membenarkan telah diperiksa oleh penyidik dan mebenarkan tanda tangan di dalam BAP;

- Bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Sabtu, Tanggal 1 Februari 2020 sekitar pukul 08.30 WIB di halaman rumah Terdakwa yang beralamat di Jl. By Pass Jorong I Nagari Tanjung Beringin Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten pasaman;

- Bahwa Terdakwa bertengkar karena Yanti datang ke rumah Terdakwa lalu mengatakan bahwa Terdakwa Lonte;

- Bahwa awalnya Terdakwa sedang duduk - duduk di dalam rumah, lalu datang RAFIKA (anak YANTI) menjemput sepeda motor milik APIT disuruh oleh YANTI, lalu Terdakwa menyuruh KANCIA (suami Terdakwa) untuk memberikan sepeda motor tersebut, setelah sepeda motor tersebut diserahkan kepada RAFIKA, Terdakwa juga mengeluarkan sebuah gardan mobil ke depan rumah, tidak berapa lama setelah itu RAFIKA menghubungi YANTI menggunakan handphone, tidak berapa lama setelah itu YANTI datang bersama seorang perempuan yang tidak Terdakwa kenal, baru saja sampai YANTI langsung berkata “KAU LONTE, KAU MALONTE BARU

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 13 dari 22 Putusan Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs

MANIKAH KAU SAMO ABAK DEN” (KAMU PELACUR, KAMU MELACUR DULU DENGAN AYAH SAYA BARU KAMU MENIKAH DENGAN AY AH SAYA),

- Bahwa kemudian Terdakwa menjadi emosi dan Terdakwa mengambil sebatang pipa besi sekira 4 (empat) meter untuk menyuruh YANTI dan RAFIKA untuk pergi;

- Bahwa saat itu pipa besi tersebut diambil oleh suami Terdakwa lalu pipa besi tersebut dibuang oleh NOPI (anak perempuan Terdakwa), namun YANTI tetap saja mengatakan saya “LONTE”, mendengar perkataan YANTI tersebut Terdakwa berkata “BILO DEN MALONTE JO ABAK KAU?” (KAPAN SAYA MELACUR DENGAN AYAH KAMU?), lalu Terdakwa mendorong suami Terdakwa sambil berkata “TOLONG JALEHAN SAMO INYO, BILO DEN MALONTE SAMO UDA?” (TOLONG JELASKAN SAMO YANTI, KAPAN SAYA MELACUR SAMA ABANG),;

- Bahwa Terdakwa mengambil sebuah batu ditanah untuk melempar YANTI, namun dihalangi oleh suami Terdakwa sehingga batu tersebut mengenai suami Terdakwa;

Terdakwa NOVI YULIDA Pgl NOVI:

- Bahwa Terdakwa II membenarkan keterangan di dalam BAP dan membenarkan tandan tangannya juga;

- Bahwa kejadian tersebut pada hari Sabtu tanggal 1 Februari 2020 sekira pukul 08.30 WIB di rumah Terdakwa Salda yang beralamat di Jl. By Pass Jorong I Nagari Tanjung Beringin Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman;

- Bahwa kejadian yang dimaksud yaitu keributan antara Salda Wati dengan Yanti;

- Bahwa awalnya RAFIKA (anak YANTI) datang kerumah Terdakwa I untuk menjemput sepeda motor milik APIT yang disuruh oleh YANTI, sesampainya didepan rumah Terdakwa RAFIKA meminta kunci sepeda motor kepada Ayah Terdakwa II yang bernama YULIAR Pgl KANCIA, kemudian mengambil dan membawa sepeda motor tersebut ke tepi jalan,

- Bahwa kemudian RAFIKA juga meminta sepeda motor lainnya kepada Terdakwa dan Terdakwa pun berkata “AMBIAKLAH KARUMAH DIRUMAH LATAK E” (SILAHKAN AMBIL DIRUMAH) selanjutnya RAFIKA tidak mau mengambil sepeda motor tersebut kedalam rumah dan RAFIKA pun menelfon ibunya dan Terdakwa pun berkata “SURUAH LAH IBU KAU TU PAI MANJAPUIK HONDA TU” (SILAHKAN JEMPUT SEPEDA MOTORNYA

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 14 dari 22 Putusan Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs

SAMA IBU KAMU) lalu RAFIKA pun berkata “ITU URUSAN IBU DEN ADEN LO YANG DIARIAKAN” (INI MASALAH IBU SAYA KENAPA SAYA YANG DIMARAHI).

- Bahwa tidak berapa lama kemudian YANTI datang, kemudian menghampiri Terdakwa sambil berkata “GUGUAH LAH DEN AMAK KAU LONTE”

(SILAHKAN SAKITI SAYA IBU KAMU LONTE)

- Bahwa kemudian Ayah Terdakwa II didorong oleh Terdakwa I IDA ke arah YANTI sambil Ibu Terdakwa mengatakan “JALEHAN YANG SABANA E NDAK BAOK BANALAH ABAK KAU KO KA KERINCI” (JELASI SAMA YANTI TENTANG APA YANG TERJADI KALAU TIDAK BAWA AYAH INI KE KERINCI) selanjutnya YANTI memegang tangan Ayah Terdakwa dan ingin mendorongnya, melihat hal tersebut Terdakwa II langsung mengambil tangan kanan YANTI dengan tangan kiri Terdakwa dan tangan kanan Terdakwa memegang tangan Ayah Terdakwa II untuk melepaskan tangan YANTI dari tangan Ayah Terdakwa, setelah itu tangan kiri YANTI langsung memegang tangan kanan Terdakwa II dan kami pun saling berpegangan tangan hingga ada seseorang yang menarik Terdakwa dari belakang dan Terdakwa pun menganyunkan kaki Terdakwa kearah kaki YANTI sebelah kanan sebanyak 1 (satu) kali;

- Bahwa selain memegang tangan Yanti, Terdakwa menandang kaki sebelah kanan Yanti. Selain itu Terdakwa II tidak melakukan hal lain;

- Bahwa Terdakwa II mengetahui besi yag dijadikan bukti karena besi tersebut dipegang oleh Terdkawa Salda;

- Bahwa Terdakwa ikut pertengkaran tersebut karena Terdakwa II emosi mendengar kata dari Yanti bahwa ibu Terdkawa dikatakan Lonte;

Menimbang, bahwa Penuntut Umum mengajukan barang bukti sebagai berikut:

1. 1 (satu) batang pipa besi dengan panjang lebih kurang 4 (empat) meter

Menimbang bahwa untuk mempersingkat uraian putusan ini maka segala sesuatu yang relevan dan termuat dalam Berita Acara Persidangan yang belum termuat dalam putusan ini, dianggap telah termuat dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari putusan ini;

Menimbang, bahwa berdasarkan alat bukti dan barang bukti yang diajukan diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 15 dari 22 Putusan Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs

- Bahwa pada hari Sabtu tanggal 1 Februari 2020 telah terjadi keributan antara Terdakwa I dan Terdakwa II dengan Saksi Yanti;

- Bahwa peristiwa tersebut terjadi di Jl. By Pass Jorong I, Nagari Tanjung Beringin, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman;

- Bahwa keributan tersebut berawal ketika Rafika mendatangi rumah Terdakwa I Salda Wati untuk meminta sepeda motor milik Apit, namun sepeda motor tersebut tidak diberikan kepada Rafika;

- Bahwa kemudian Rafika menghubungi Saksi Yanti melalui Telpon supaya bicara dengan Yuliar untuk meminta izin agar dapat membawa sepeda motor tersebut;

- Bahwa Terdakwa I tidak senang karena sepeda motor tersebut akan dibawa, Terdakwa I berteriak dan mengelu arkan kata-kata kotor sehingga kedengaran kepada Saksi Yanti melalui sambungan Telpon;

- Bahwa kemudian saksi Yanti mendatangi rumah Terdakwa I untuk memin ta supaya sepeda motor milik Apit dibawa oleh saksi;

- Bahwa kemudian terjadi adu mulut antara Terdakwa I dengan Yanti den gan mengeluarkan kata-kata kotor yang pada akhirnya membuat Terdakwa I dan Yanti emosi;

- Bahwa untuk mengusir Yanti dari rumah Terdakwa I, Terdakwa I mengambil Pipa besi yang berukuran kurang lebih 4 (empat) meter yang dipukulkan ke arah Yanti;

- Bahwa dalam peristiwa tersebut Terdakwa I berkata kepada Yanti TUNGGU KAU DEN BUNUAH KAU” (SAYA BUNUH KAMU) saat itu besi tersebut mengenai kepala Ibu bagian atas, kepala bagian belakang dan leher bagian belakang, dan Terdakwa II menggenggam tangan Yanti serta menendang kaki sebelah kanan;

- Bahwa keributan tersebut disaksikan oleh masyarakat umum karena terjadi di depan rumah Terdakwa I;

- Bahwa Terdakwa I mengambil sebatang besi berukuran kurang lebih 4 (empat) meter untuk menakut-nakuti saksi dan menyatakan tidak ada memukul saksi Yanti dan Terdakwa II memegang tangan Yanti dan sempat menendang paha sebelah kanan pada saat keributan dilerai;

- Bahwa Saksi A de Charge Muhammad Feri menyatakan tidak ada masyarakat pada saat peristiwa tersebut, yang ada hanya Terdakwa I dan Terdakwa II dengan Yanti dan seorang lagi perempuan yang tidak dikenali oleh saksi dan hanya 1 (satu) orang yang melerai yakni saksi sendiri, berseberangan dengan Saksi A de Charge Yuliar yang menyatakan bahwa

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 16 dari 22 Putusan Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs

pada saat kejadian ada banyak masyarakat yang memperhatikan kurang lebih 20 (dua puluh) orang, ada 3 orang yang melerai pada saat itu;

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, Para Terdakwa dapat dinyatakan telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya;

Menimbang bahwa para Terdakwa didakwa oleh Penuntut Umum dengan dakwaan Alternatif sebagai berikut:

Dakwaan Kesatu: Pasal 170 ayat (1) KUHP, atau;

Dakwaan Kedua: Pasal 351 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Menimbang, bahwa oleh karena Para Terdakwa telah didakwa oleh Penuntut Umum dengan dakwaan yang berbentuk alternatif, sehingga Majelis Hakim dengan memperhatikan fakta-fakta hukum tersebut diatas memilih langsung dakwaan alternatif kesatu sebagaimana diatur dalam Pasal 170 ayat (1) KUHP, yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut :

1. Barang siapa

2. Dengan terang-terangan

3. Dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang

Menimbang, bahwa terhadap unsur-unsur tersebut Majelis Hakim mempertimbangkan sebagai berikut:

Ad.1. Unsur Barang Siapa

Menimbang bahwa yang dimaksud setiap orang yaitu menunjuk kepada seseorang atau badan hukum sebagai subjek hukum tanpa membedakan jenis kelamin maupun status sosial, dan kepadanya dimintai pertanggung jawaban atas perbuatannya;

Menimbang, bahwa untuk membuktikan suatu tindak pidana harus mengandung unsur perbuatan dan pertanggungjawaban kepada pelakunya, sehingga harus dibuktikan unsur “Barang Siapa”, dalam hal ini menunjuk subyek pelaku yang didakwa melakukan tindak pidana dimaksud, serta untuk menghindari kekeliruan terhadap subjek hukum;

Menimbang bahwa dari pengertian uraian diatas dihubungkan dengan fakta yang terungkap di dalam persidangan dan setelah diperiksa identitas diri terdakwa kemudian dihubungkan dengan keterangan saksi -saksi dibawah sumpah yang saling berhubungan dan bersesuaian antara satu sama lain,

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 17 dari 22 Putusan Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs

dihubungkan pula dengan alat bukti surat, saksi a de charge dan keterangan terdakwa, maka para terdakwa yang bernama SALDA WATI Pgl SALDA dan NOVI YULIADI Pgl NOVI merupakan orang atau subyek hukum dalam tindak pidana ini yang kepadanya dimintakan pertanggungjawaban atas perbuatannya;

Menimbang bahwa berdasarkan uraian pertimbangan hukum di atas maka Majelis Hakim berpendapat bahwa Unsur Barang Siapa telah terbukti/terpenuhi;

Ad.2. Unsur dengan terang-terangan

Menimbang bahwa yang dimaksud dengan unsur teran g-terangan yaitu tidak tersembunyi, jadi tidak perlu di muka umum, cukup apabila tidak diperlukan apa ada kemungkinan orang lain dapat melihatnya. Meskipun perbuatan penggunaan kekerasan tidak dilihat oleh orang lain, akan tetapi jika dilakukan di suatu tempat yang dapat dilihat oleh orang lain, maka secara terang-terangan dinyatakan terbukti;

Menimbang bahwa keterangan saksi Yanti dan saksi Rafika menyatakan bahwa kejadian tersebut terjadi di tempat umum yang berada di tepi jalan raya di Jl By Pass Jorong I Nagari Tanjung Beringin, Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman , pada saat itu juga ada masyarakat yang menyaksikan kejadian tersebut;

Menimbang bahwa dari keterangan saksi Yanti dan saksi Rafika yang menyatakan bahwa peristiwa keribuatan tersebut terjadi ditepi jalan raya dan disaksikan oleh masyarakat umum yang berada di sana, sehingga dari kesaksian saksi-saksi ini dapat dipertimbangkan karena saling bersesuaian satu sama lain;

Menimbang bawa berdasarkan pertimbangan hukum tersebut di atas maka Majelis Hakim berpendapat bahwa Unsur dengan terang-terangan telah terbukti/terpenuhi;

Ad.3. Unsur dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang

Menimbang bahwa maksud dari unsur dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang yaitu suatau perbuatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang bersama-sama melakukan suatu tindakan-tindakan tertentu dalam hal ini tindak pidana kekerasan. Perbuatan in i dilakukan dengan bersekutu satu sama lain untuk melakukan tindakan-tindakan tersebut;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 18 dari 22 Putusan Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs

Menimbang bahwa berdasarkan fakta hukum dipersidangan bahwa kejadian tersebut berawal pada saat saksi menyuruh Rafika Fitrayati untuk menjemput sepeda motor ke rumah Para Terdakwa. Sesampainya di rumah Terdakwa, Saksi menelpon Rafika Fitrayati untuk menanyakan kepada Yuliar ayah saksi apakah memberikan sepeda motor atau tidak, lalu Hanphone tersebut diberikan kepada Yuliar dan kemudian menjawabnya dia sibuk dan tidak mau memberikan sepeda motornya dan kemudian saksi mendengar sua ra dari Terdakwa berkata Kotor. Bahwa kata kotor yang dikeluarkan Terdakwa Ida yaitu WOI PIKA KAU KECEKAN KA IBU KAU TU NDAK TAU TARIMO KASIH, LONTE IBU KAU TU, PANTEK ANJING, KETURUNAN URANG GILO, IBU KAU LAH GILO JUO” (PIKA KAMU BILANG KE IBU KAMU KALAU IBU KAMU ITU TIDAK TAHU TERIMA KASIH LONTE ANJING PANTEK).

Menimbang bahwa kemudian Saksi mendatangi rumah Terdakwa Ida dan pada saat memakirkan sepeda motor, Terdakwa melemparkan satu buah gardan mobil kepada saksi. Kemudian ketika saksi turun dari sepeda motor Terakwa Ida langsung mengejar Saksi sambil mengambil sebuah besi panjang yang ukurannya kurang lebih 4 (empat) meter dan berkata DEN BUNUAH KAU MATI KAU (SAYA BUNUH KAMU) kemudian besi yang dipegang oleh IDA dipukulkannya kearah saksi sebanyak 1 (satu) kali dan mengenai kepala saksi bagian kanan hingga leher bagian kanan Korban, melihat hal tersebut Rezi dan saksi Yuliar melerai dengan cara memisahkan Terdakwa I dan Saksi Yanti, kemudian melihat keadaan tersebut Terdakwa II berlari mendekati Saksi yanti dan meraih serta menggengam tangan Yanti sambil mencakar kedua tan gan korban, kemudian ada orang lain yang menarik dan memisahkan Terdakwa II dengan Yanti dan pada saat itu Terdakwa II menendang kaki sebelah kanan Yanti;

Menimbang bahwa berdasarkan keterangan saksi a de charge Feri menyatakan bahwa Terdakwa I dan Terdakwa II tidak ada melakukan pemukulan terhadap saksi Yanti sedangkan saksi a de charge Yuliar menyatakan Terdakwa I melempar batu namun tidak mengenai saksi Yanti tetapi menganai dada Yuliar. Bahwa dari keterangan antara Saksi Feri dan Saksi Yuliar tidak ditemukan kesesuain fakta sehingga keterangan saksi Feri dan saksi Yuliar tidak memiliki kekuatan pembuktian karena saling bertolak belakang, oleh karena Majelis Hakim mengenyampingkan keterangan saksi ad de charge tersebut;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 19 dari 22 Putusan Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs

Menimbang bahwa walaupun Terdakwa I dan Terdakwa II tidak mengakui secara rinci perbuatan yang mereka lakukan kepada Yanti, begitu pula saksi meringankan yang dihadirkan oleh Terakwa I dan Terdakwa II menyatakan bahwa belum terjadinya pemukulan kepada Yan ti namun berdasarkan keterangan saksi Yanti dan Saksi Rafika yang menyatakan bah wa telah terjadinya pemukulan kepada Yanti dihubungakan dengan hasil Visum Et Repertum tersebut dapat ditemukan sebuah petunjuk bahwa telah tejadi kekerasan kepada Yanti dan men derita beberapa luka dibagian tubuhnya.

Bahwa Visum Et Repertum tersebut merupakan hasil pemeriksaan dokter Rumah Sakit Daerah Lubuk Sikaping yang memiliki keahlian dibidang tersebut dan memegang teguh sumpah jabatannya sehingga kebenarannya dapat dipegang untuk membuktikan suatu keadaan -keadaan luka yang dialami oleh seseorang;

Menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas maka Majelis Hakim berkesimpulan bahwa telah terjadinya pemukulan kepada saksi Yanti yang dilakukan oleh Terdakwa I dan Terdakwa II secara bersama-sama;

Menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas maka Majelis Hakim berpendapat bahwa Unsur dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang telah terbukti/terpenuhi;

Menimbang, bahwa oleh karena semua unsur dari Pasal 170 ayat (1) KUHP telah terpenuhi, maka Para Terdakwa haruslah dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan alternatif kesatu penuntut umum

Menimbang, bahwa pembelaan tertulis para terdakwa yang disampaikan oleh Terdakwa I dan Terdakwa II pada hari Selasa dan tanggal 28 Juli 2020 yang pada pokoknya menyatakan mohon untuk dibebaskan atau setidak-tidaknya hukumannya diringankan, namun di dalam nota pembelaan sebenarnya para Terdakwa mengakui bahwa telah memegang tangan Yanti dan menendang kaki yanti sebelah kanan.

Menimbang oleh karena Majelis Hakim dalam hal ini telah mempertimbangkan unsur-unsur yang telah didakwakan oleh Penuntut Umum dan di dalamnya telah terpenuhi unsur dari Dakwaan Penunut Umum tersebut dan menganggap perbuatan Para Terdakwa telah terbukti melakukan Kekerasan Terhadap Orang, maka terhadap pembelaan Para Terdakwa tidak perlu dipertimbangkan lagi dan patut untuk dikesampingkan;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 20 dari 22 Putusan Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs

Menimbang bahwa dalam persidangan, Majelis Hakim tidak menemukan hal-hal yang dapat menghapuskan pertanggungjawaban pidana, baik sebagai alasan pembenar yang dapat menghapus sifat melawan hukum dari perbuatan Para Terdakwa dan atau alasan pemaaf yang dapat menghap us kesalahan para Terdakwa, oleh karena itu para Terdakwa merupakan Subjek Hukum yang cakap dan mampu bertanggung jawab atas perbuatannya;

Menimbang, bahwa oleh karena para Terdakwa mampu bertanggung jawab, maka harus dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana;

Menimbang, bahwa berdasarkan Fakta hukum di persidangan, bahwa korban setelah kejadian tersebut masih dapat melakukan aktivitasnya sehari - hari, tidak samapi dirawat inapkan di rumah sakit, dan akibat dari peristiwa tersebut korban Yanti masih dapat melakukan aktivitasnya sebagaimana mestinya;

Menimbang bahwa dalam perkara ini antara Para Terdakwa dengan Korban masih memiliki hubungan keluarga, sehingga untuk tetap menguatkan rasa kekeluargaan yang harmonis, juga supaya dikemudian hari antara para Terdakwa dengan Korban tetap memiliki hubungan kekeluargaan yang damai dan rukun serta supaya dikemudian hari tidak saling menyimpan dendam antara satu sama lain maka kepada Para Terdakwa perlu diterapkan pidana percobaan sebagaimana ditentukan dalam Pasal 14 (a) Kitab Undang-undang Hukum Pidana;

Menimbang, bahwa oleh karena Para Terdakwa dijatuhkan pidana percobaan, maka Para Terdakwa diperintahkan untuk dibebaskan dari tahanan rumah segera setelah putusan ini diucapkan;

Menimbang, bahwa terhadap barang bukti yang diajukan di persidangan untuk selanjutnya dipertimbangkan sebagai berikut:

Menimbang, bahwa barang bukti berupa 1 (satu) batang pipa besi dengan panjang lebih kurang 4 (empat) meter yang telah dipergunakan untu k melakukan kejahatan dan dikhawatirkan akan dipergunakan untuk men gulangi kejahatan maka perlu ditetapkan agar barang bukti tersebut dirampas untuk dimusnahkan;

Menimbang, bahwa untuk menjatuhkan pidana terhadap Para Terdakwa, maka perlu dipertimbangkan terlebih dahulu keadaan yang memberatkan dan yang meringankan Para Terdakwa;

Keadaan yang memberatkan:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20

(21)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 21 dari 22 Putusan Nomor 71/Pid.B/2020/PN Lbs

- Perbuatan para Terdakwa telah menimbulkan kerugian kepada saksi Yan ti Gustina Pgl Yanti;

Keadaan yang meringankan:

- Para Terdakwa belum pernah dihukum

- Para Terdakwa berterus terang di persidangan - Para Terdakwa berlaku sopan di persidangan

Menimbang, bahwa oleh karena Para Terdakwa dijatuhi pidana maka haruslah dibebani pula untuk membayar biaya perkara;

Memperhatikan, Pasal 170 ayat (1) KUHP dan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana serta peraturan perundang- undangan lain yang bersangkutan;

MENGADILI:

1. Menyatakan Terdakwa I SALDA WATI Pgl IDA dan Terdakwa II NOVI YULIDA SARI Pgl NOPI terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan kekerasan terhadap orang sebagaimana dalam dakwaan altenatif ke satu Penuntut Umum;

2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa I SALDA WATI Pgl IDA dan Terdakwa II NOVI YULIDA Pgl NOPI oleh karena itu dengan pidana penjara masing masing selama 5 (lima) Bulan;

3. Menetapkan pidana tersebut tidak usah dijalani kecuali jika kemudian h ari ada putusan hakim yang menentukan lain disebabkan karena Terpidana melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan selama 1 (satu) Tahun berakhir;

4. Memerintahkan Para Terdakwa dibebaskan dari tahanan rumah segera setelah putusan ini diucapkan;

5. Menetapkan barang bukti berupa 1 (satu) batang pipa besi dengan panjang kurang lebih 4 (empat) meter

dirampas untuk dimusnahkan;

6. Membebankan kepada Para Terdakwa untuk membayar biaya perkara masing-masing sebesar Rp5.000,00 (lima ribu rupiah);

Demikianlah diputuskan dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lubuk Sikaping, pada hari Senin, tanggal 3 Agustus 2020, oleh kami, ABDUL HASAN, S.H., sebagai Hakim Ketua , RIZKY HANUN FAUZIYYAH, S.H , SYUKUR TATEMA GEA, S.H masing-masing sebagai Hakim Anggota, yang diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari Selasa tanggal 4 Agustus 2020 oleh Hakim Ketua dengan didampingi para Hakim

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21

Referensi

Dokumen terkait

11/33/PBI/2009 tentang pelaksanaan GCG Bagi Bank Umum, Bank Syariah dan UUS dalam Pasal 2 dijelaskan bahwa pelaksanaan pelaksanaan prinsip- prinsip GCG minimal

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai persepsi mahasiswa perempuan tentang tayangan serial drama Korea dengan mengambil tujuh dari delapan

Untuk itu akan dilakukan penelitian nilai delay untuk mengetahui kinerja dari jaringan nirkabel 4G di Surabaya, agar didapatkan hasil performansi dari TCP/IP, sehingga

Secara hukum, perjanjian yang dibuat menimbulkan akibat hukum dan para pihak yang terkait berhak mengajukan pembatalan perjanjian atau menjadikannya sebagai alasan

Hasil penelitian terhadap nilai bau menunjukkan perbedaan jarak tungku tidak berpengaruh signifikan (P>0,05) terhadap bau ikan asap, namun dengan semakin

Pada angket no 12 yang menjawab benar atau tahu berjumlah 63 orang atau 63%, kemudian yang menjawab salah/ tidak tahu berjumlah 37 orang atau 37% maka rata-rata

Hal itu sejalan dengan penelitian dari D (2017) nilai OR 11,7 sehingga dapat di simpulkan bahwa terdapat ada hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian preeklamsia pada

Dalam tugas akhir ini penulis mengangkat sebuah judul tentang “Pembangunan Aplikasi Mobile Donor Darah Berbasis Geolocation Menggunakan Metode Reactive