• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV KONSEP PERENCANAAN INTERIOR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV KONSEP PERENCANAAN INTERIOR"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

KONSEP PERENCANAAN INTERIOR

4.1 Mind Map

(2)

4.2 Konsep Perancangan

Perancangan pada Galeri Batik Pekalongan di Jakarta ini didasarkan pada gagasan ide yang mengangkat konsep local content, heritage dan modern Art Nouveau. Desain galeri batik pekalongan di Jakarta ini tidak terlepas pada maksud dan tujuan yang ingin di capai sesuai dengan mind map, adapun penjabaran secara rinci dari konsep perancangan galeri batik pekalongan di Jakarta

4.2.1 Local content

Dengan mengedepankan budaya local dalam interiornya dan mengkombinasikan dengan beberapa unsur unsur local di dalamnnya, pemanfaatan konsep local content lebih di dominasi oleh banyak elemen-elemen interior. 4.2.2 Heritage

Heritage sendiri lahir dari budaya yang ada di masyarakat dan untuk heritage yang di angkat adalah batik pekalongan guna menampilan suatu citra atau image khusus yang mampu membawa pengunjung kepada suatu persepsi nilai budaya bisa berkembnag di berbagai aspek kehidupan termaksud dalam sebuah ruang interior pada Galeri Batik Pekalongan Di Jakarta.

4.2.3 Modern Art Nouveau

Modern Art Nouveau yang digunakan pada konsep ini bermaksud membuat inovasi dalam menyampaikan informasi dengan mengunakan teknologi yang mendukung untuk penyampaian informasi melalu audio visual, sound informasion dan display information, penggunan furniturnya yang digunakan masih dalam konten yang berhubungan dengan konsep lainnya lebih kepada bahan dasar alam dan sangat menekankan pada penggunaan ornamen yang bersifat alam seperti, tumbuhan dan hewan. Kesan yang ingin d timbulkan ialah harmonis dan tenang yang akan terasa ketika pertama melihat interior ini.

(3)

Galeri batik pekalongan di Jakarta yang bertujuan untuk melestarikan warisan budaya Indonesia tempat menimba ilmu serta mengapresiasi berbagai jenis seni membatik yang ada di Indonesia khususnya di daerah pekalongan yang di dalamnya terdapat berbagai informasi yang menarik agar pengunjung bisa lebih menghargai warisan sejarah dan budaya bangsa Indonesia. Selain itu dengan adanya Galeri batik pekalongan diharapkan agar generasi muda dapat merasa bangga terhadap warisan sejarah budaya ini serta akan mau melestarikannya agar tidak hilang seiring dengan perkembangan zaman. Maka penulis mengusung tema “Wonderful The Cultural Heritage Of Batik Pekalongan In Jakarta” pada sebuah Galeri Batik Pekalongan Di Jakarta.

4.3 Citra Ruang

Citra ruang sangat penting untuk dapat mendukung terciptanya suasana yang diinginkan dan sesuai dengan konsep interior. Dengan citra ruang yang sesuai akan membantu mengubah suasana hati atau mood seseorang ketika berada di suatu ruangan tersebut. Citra ruang yang diinginkan pada perencanaan interior ini adalah membuat ruangan dengan suasana yang harmonis, tradisonal, hangat dan dapat menumbuhkan rasa nasionalisme bagi masyarakat tanpa terkecuali sehingga menimbulkan kenyamanan bagi pengunjung dengan memadukan konsep edukasi dan mengemas budaya dalam unsur kekinian dan menyajikan informasi tradisi budaya dengan lebih interaktif dan menarik di galeri batik pekalongan.

Gambar 4.1 image ruang interior Sumber : Image Google ( 25 maret 2017)

(4)

4.4 Konsep Warna

4.4.1 Warna galeri batik interior Pekalongan 1. Coklat

Gambar 4.2 definisi coklat Sumber : www.colorscheme.com

Coklat warna netral yang memberikan kesan nyaman, keyakinan dan keamanan. Energi dari coklat dapat mendorong komitmen seseorang. warna coklat tidak di terapkan secara berlebihan, karena dapat mendorong perasaan yang kuat dan kaku diakibatkan karena sifat coklat sumber energi yang konstan. 2. Putih

Gambar 4.3 definisi putih Sumber : www.colorscheme.com

Warna putih dikategorikan sebagai warna netral. Putih melambangkan kemurnian, ketentraman dan dan kenyamanan, kedamaian dan kepolosan. Warna putih mampu menunjukkan rasa permohonan maaf, spiritualitas, kesederhanaan, kesempurnaan dan keamanan dan memberikan aura kebebasan serta keterbukaan. 3. Hitam

Gambar 4.4 definisi hitam Sumber : www.colorscheme.com

Hitam adalah warna yang melambangkan keanggunan, kemakmuran, percaya diri, kuat, maskulin, dramatis, misterius dan ketegasan. Pada simbol

(5)

4. Gold

Gambar 4.5 definisi gold

Sumber : www.colorscheme.com

Warna emas secara sekilas akan serupa dengan warna kuning, sehingga maknanya pun ada yang sama, yaitu melambangkan kemakmuran. Namun warna emas juga memiliki kesan yang aktif, dan juga dinamis

5. Skema warna persegi

Skema warna persegi ialah skema warna yang paling kompleks dan beragam. Skema warna ini akan lebih baik jika membiarkan satu warna menjadi dominan. Juga harus memperhatikan keseimbangan antara warna-warna hangat dan sejuk dalam sebuah desain

Gambar 4.6 skema warna persegi

Sumber : www.colorscheme.com

Warna dasar yang akan diterapkan adalah warna coklat dan emas untuk menonjolkan eksistensi dan kemegahan desain, untuk warna sekunder yang digunakan adalah warna merah,hijau dan biru sedangkan warna putih dan abu-abu sebagai aksen dan pendukung tema. Warna ini tergolong netral dan mudah pengaplikasiannya dalam komposisi yang tidak berlebihan satu sama lain.

(6)

4.5 Konsep Material Lantai, Dinding, dan Ceiling

Material yang digunakan pada perancangan ini memiliki fungsi yang berbeda-beda sehingga pengelompokan material di susun berdasarkan ruangan yang sudah di batasan ruang yang akan di desain.

4.5.1 Material Berdsarkan Ruang

Ruang Pameran

No Material Area Keterangan Gambar

Lantai 1 Laminated Flooring 8 mm Ruang Pameran ▪ bermacam ukuran ▪ bahan bukan kayu solid ▪ terbuat dari serbuk kayu

diolah

▪ tekstur kayu imitasi

2 Granit Ruang Pameran

▪ beragam motif dan ukuran ▪ tahan lama tanpa perawatan

khusus

pemasangan yang mudah

Dinding 1 Gypsum board, ukuran 1.2x2.4m Ruang Pameran

▪ Aplikasinya bisa digunakan pada rangka kayu, metal, maupun dinding bata

▪ Mudah dalam proses pemasangnnya

2 Gypsum wet area

Ruang Pameran

▪ ada lapisan lilinya ▪ bisa dilapisi keramik

▪ mudah di bentuk untuk ukiran wall tritment

(7)

Finishing dinding

1 Cat dinding Ruang Pameran

▪ Warna yang di hasilkan bisa sesuai keinginan

Tidak bertekstur

Pengunaannya yang praktis

2 Wallpaper besar 1.07 m (107cm) x 15 m = 15 m2 Ruang Pameran ▪ Bertekstur

▪ Desain pola yang berulang secara teratur

▪ Berbahan dasar dilapisi oleh vinyl Plafond 1 Gypsum board, ukuran 1.2x2.4m Ruang Pameran

▪ Aplikasinya bisa digunakan pada rangka kayu, metal, maupun dinding bata

Mudah dalam proses pemasangnnya

2 Gypsum wet area

Ruang Pameran

▪ ada lapisan lilinya ▪ bisa dilapisi keramik

▪ mudah di bentuk untuk ukiran wall tritment

Finishing plafond

1 Cat dinding Ruang Pameran

▪ Warna yang di hasilkan bisa sesuai keinginan

▪ Tidak bertekstur

Pengunaannya yang praktis

Table 4.1 material ruang pameran

(8)

Ruang Auditorium

No Material Area Keterangan Gambar

Lantai 1 Karpet Multilevel loop pile 650gr/m², 50x50cm Ruang Auditorium ▪ berbahan tekstil

Mampu meredam suara ▪ Bersifat lentur

▪ Banyak motif yang tersedia

Dinding 1 Gypsum board, ukuran 1.2x2.4m Ruang Auditorium

▪ Aplikasinya bisa digunakan pada rangka kayu, metal, maupun dinding bata

Mudah dalam proses pemasangnnya

2 Gypsum wet area

Ruang Auditorium

▪ ada lapisan lilinya ▪ bisa dilapisi keramik

mudah di bentuk untuk ukiran wall tritment

Finishing dinding

1 Cat tembok Ruang Auditorium

▪ Warna yang di hasilkan bisa sesuai keinginan

▪ Tidak bertekstur

Pengunaannya yang praktis

2 Ukiran kayu Ruang Auditorium

▪ banyak ragam macam ukiran ▪ bentuknya yang bisa di custom dengan berbagai ukiran

(9)

Table 4.2 material ruang auditorium Plafond 8 Gypsum board, ukuran 1.2x2.4m Ruang Auditorium

▪ Aplikasinya bisa digunakan pada rangka kayu, metal..

9 Acoustic Board 60x60 cm, 60x120 cm Ruang Auditorium

▪ tahan terhadap batas ambang kebisingan.

▪ dapat dipasang dengan rangka kayu/bahan metal. Finishing plafond 1 Temabaga ukir Ruang Auditorium ▪ Inovasi Dekorasi ▪ ekstur 2 Dimensi

banyak ragam macam ukiran

2 Cat tembok Ruang Auditorium

▪ Warna yang di hasilkan bisa sesuai keinginan

▪ Tidak bertekstur

(10)

Ruang Workshop

No Material Area Keterangan Gambar

Lantai

5 Vinyl Ruang

Workshop

▪ dibuat dari PVC

▪ beberapa dapat bertahan 15 hingga 20 th. Dinding 1 Gypsum board, ukuran 1.2x2.4m Ruang Workshop

▪ Aplikasinya bisa digunakan pada rangka kayu, metal, maupun dinding bata

▪ Mudah dalam proses pemasangnnya

2 Gypsum wet area

Ruang Workshop

▪ ada lapisan lilinya ▪ bisa dilapisi keramik

mudah di bentuk untuk ukiran wall tritment

Finishing dinding

1 Cat dinding Ruang Workshop

Warna yang di hasilkan bisa sesuai keinginan

Tidak bertekstur

Pengunaannya yang praktis

2 Wallpaper besar 1.07 m (107cm) x 15 m = 15 m2 Ruang Workshop ▪ Bertekstur

▪ Desain pola yang berulang secara teratur

▪ Berbahan dasar dilapisi oleh vinyl

(11)

Plafond 8 Gypsum board, ukuran 1.2x2.4m Ruang Workshop

▪ Aplikasinya bisa digunakan pada rangka kayu, metal..

Finishing plafond

1 Cat dinding Ruang Workshop

▪ Warna yang di hasilkan bisa sesuai keinginan

▪ Tidak bertekstur

Pengunaannya yang praktis

Table 4.3 material ruang workshop

Ruang Retail

No Material Area Keterangan Gambar

Lantai 2 Karpet Multilevel loop pile 650gr/m², 50x50cm Ruang Retail ▪ berbahan tekstil

▪ Mampu meredam suara ▪ Bersifat lentur

▪ Banyak motif yang tersedia ▪ Lebih lembut untuk area

display 1 Laminated Flooring 8 mm Ruang Retail ▪ bermacam ukuran ▪ bahan bukan kayu solid ▪ terbuat dari serbuk kayu

diolah

(12)

Dinding 1 Gypsum board, ukuran 1.2x2.4m Ruang Retail

Aplikasinya bisa digunakan pada rangka kayu, metal, maupun dinding bata

▪ Mudah dalam proses pemasangnnya

2 Gypsum wet area

Ruang Retail

▪ ada lapisan lilinya ▪ bisa dilapisi keramik

mudah di bentuk untuk ukiran wall tritment

Finishing dinding

1 Cat tembok Ruang Retail

▪ Warna yang di hasilkan bisa sesuai keinginan

▪ Tidak bertekstur

Pengunaannya yang praktis

2 Wallpaper besar 1.07 m (107cm) x 15 m = 15 m2 Ruang Retail ▪ Bertekstur

▪ Desain pola yang berulang secara teratur

▪ Berbahan dasar dilapisi oleh vinyl Plafond 8 Gypsum board, ukuran 1.2x2.4m Ruang Retail

Aplikasinya bisa digunakan pada rangka kayu, metal..

(13)

Table 4.4 material ruang retail 9 Acoustic Board 60x60 cm, 60x120 cm Ruang Retail

▪ tahan terhadap batas ambang kebisingan.

▪ dapat dipasang dengan rangka kayu/bahan metal.

Finishing plafond

2 Cat tembok Ruang Retail

▪ Warna yang di hasilkan bisa sesuai keinginan

▪ Tidak bertekstur

Pengunaannya yang praktis

Café

No Material Area Keterangan Gambar

Lantai 1 Laminated Flooring 8 mm Café ▪ bermacam ukuran ▪ bahan bukan kayu solid ▪ terbuat dari serbuk kayu

diolah

▪ tekstur kayu imitasi

2 Granit Café

▪ beragam motif dan ukuran ▪ tahan lama tanpa perawatan

khusus

(14)

Dinding 1 Gypsum board, ukuran 1.2x2.4m Café

Aplikasinya bisa digunakan pada rangka kayu, metal, maupun dinding bata

▪ Mudah dalam proses pemasangnnya

2 Gypsum wet area

Café

▪ ada lapisan lilinya ▪ bisa dilapisi keramik

mudah di bentuk untuk ukiran wall tritment

Finishing dinding

1 Cat tembok Café

▪ Warna yang di hasilkan bisa sesuai keinginan

▪ Tidak bertekstur

Pengunaannya yang praktis

2 Wallpaper besar 1.07 m (107cm) x 15 m = 15 m2 Café ▪ Bertekstur

▪ Desain pola yang berulang secara teratur

▪ Berbahan dasar dilapisi oleh vinyl Plafond 8 Gypsum board, ukuran 1.2x2.4m

Café ▪ Aplikasinya bisa digunakan pada rangka kayu, metal..

(15)

Table 4.5 material ruang cafe 4.6 Pengaplikasian Material

4.6.1 lantai

Pola lantai menjadi salah satu yang terpenting pada desain perancangan galeri batik ini maka Penerapannya dengan mempertimbangkan segi keamanan, kualitas, dan kenyamanan bagi pengunjung dan pihak sebaliknya.

9 Acoustic Board 60x60 cm, 60x120 cm Café

▪ tahan terhadap batas ambang kebisingan.

dapat dipasang dengan rangka kayu/bahan metal.

Finishing plafond

2 Cat tembok Café

Warna yang di hasilkan bisa sesuai keinginan

▪ Tidak bertekstur

Pengunaannya yang praktis

Penggunaan lantai dari Laminate Flooring

Penggunaan lantai dari marmer, berfungsi juga sebagai pembatas

Penggunaan karpet memberikan kesan hangat dan sebagai isolasi

suara

Penggunaan vinyl memberikan efek kayu yang terlihat alami

(16)

4.6.2 Dinding dan plafond

sebagian besar material menggunakan gypsum sebagai dasar sebelum diberikan pelapis lainnya. Bentuk dinding geometris namun dengan bentuk yang tidak biasa sehingga membutuhkan material yang mudah pemasangan dan fleksibel supaya tampilan tetap rapi dan aman. Untuk ceiling menggunakan material standar sesuai dengan kebutuhan ruang seperti ceiling akustik yang diaplikasikan pada ruang yang membutuhkan material yang dapat berfungsi sebagai isolasi suara.

Penggunaan akrilik pada desain

dinding partisi Penyusunan motif marmer pada dinding sebuah ruangan

Penggunaan cat dinding dan material MDF yang dibentuk

sesuai tema

MDF untuk bingkai pada jendela & gypsum dengan tambahan akrilik pada ceiling

(17)

4.7 Konsep Furniture

Konsep Furniture

No Material spesifikasi Keterangan Gambar Ruang Pmaeran

1 vitrine Ruang Pmaeran

2 Sofa Ruang Pmaeran

3 Standing

informasi Ruang Pmaeran

4 Coffie table Ruang Pmaeran

Ruang Auditorium

1 Coffie table Ruang

Auditorium

(18)

Table 4.6 image furniture antar ruang

2 beacch Ruang Auditorium

3 sofasingle Ruang Auditorium

4 Kursi peserta Ruang Auditorium

Café

1 Kursi Café

2 Cofiee table Café

3 Sofa panjang Café

Retail

1 Meja display Retail

2 Instalasi

ruang ganti Retail

(19)

4.8 Konsep Pencahayaan

Table 4.7 image pencahayaan antar ruang

4.9 Konsep Penghawaan

Konsep pencahayaan

No Area Material spesifikasi Keterangan

Gambar

1 ▪ Ruang pamer

Retail

LED Strip Light

benda koleksi yang tersimpan didalam vitrine 2 ▪ Ruang pamer ▪ Ruang auditorium ▪ Café ▪ retail Pendant Lamp Memberikan unsur pencahayaan secara dekotarif 3 ▪ Ruang pamer

▪ Retail track lighting

menonjolkan suatu benda koleksi bagian tertentu 4 ▪ Ruang pamer ▪ Ruang auditorium ▪ Café ▪ Retail ▪ workshop downlight Di gunkan di setiap bagian yang di ruang pameran

Konsep penghawaan

No Area Material spesifikasi Keterangan

Gambar 1 ▪ Café ▪ Retail ▪ Workshop Ac split Untuk penghawaan bagian private, semi public

(20)

Table 4.8 image penghawaan antar ruang

4.10 Konsep Akustika Ruang

Table 4.9 image akustik antar ruang

2 ▪ Ruang pamer ▪ Ruang auditorium AC Ceilling Cassete Untuk penghawaan bagian public yang memerlukan penghawaan yang merata

Konsep Akustika Ruang

No Area Material spesifikasi Keterangan

Gambar 1 ▪ Workshop ▪ Ruang pamer ▪ Ruang auditorium Acoustic Board 60x60 cm, 60x120 cm

Tahan terhadap kebisingan agar di timbulkan oleh pengunjung sehingga aktivitas galeri tidak terkesan ramai 2 ▪ Ruang pamer ▪ Ruang auditorium Fiber

Digunkan untuk wilayah yang menggunkan ruang akustik 3 ▪ Ruang pamer ▪ Ruang auditorium ▪ Café ▪ Retail ▪ workshop Gypsum board, ukuran 1.2x2.4m menyerap dan meminimalisir kebisingan 4 ▪ Ruang pamer ▪ Ruang auditorium ▪ Workshop Busa serat akustik

Meredam suara di bagian yang penih dengan kebisingan pengunjung maupun pengelola

(21)

4.11 Konsep Bentuk

Bentuk dari Batik jlamprang yang di terapkan di ornament furniture, pola lantai, walltritment, celling dan berbagai aspek yang sekiranya menunjang suasana ruang interior yang sesuai dengan konsep perencanaan desain. Bentuk yang di gunakan:

1. geometris

2. polanya tersusun secara horisontal, vertikal, maupun diagonal 3. pola repetisi atau perulangan

4. memiliki susunan yang teratur 4.12 Konsep motif

Batik Jlamprang

Gambar 2.47 Batik jlamprang

Sumber : www.galeripekalongan.co.id

Perbedaan tampak pada penerapan motif dan pilihan warnanya serta perbentukan variasi hasil batiknya lebih mengedepankan unsur elegan sehingga terkesan berkelas penerapan motif tersebut di gunkaan di ornament furniture, pola lantai, walltritment, celling dan berbagai aspek yang sekiranya menunjang suasana ruang interior yang sesuai dengan konsep perencanaan desain.

(22)

4.13 Konsep Signage Elemen-Elemen Signage Nm Foto Keterangan T yp h ogr ap h

y Font : Times New Roman

Ukuran font : 20 Ukuran kertas : A5 Spasi : 2.0

Maksimal huruf : 1000 huruf

war

n

a Warna yang digunakan megunakan warna

primer yang mudah untuk di baca : ( Merah, kuning, hijau,biru )

simb

ol

elemen grafisuntuk symbol yag digunakan : - Simbol biasa merepresentasiikan sesuatu - bentuknya sederhana namun mudah di

pahami

- symbolnya juga di peruntukan untuk penyandang difabel

Pe

n

cah

ayaan

- LED Strip Light diletakkan pada vitrin kemudian ditutupi akrilik bening

- Lampu Sorot di letakan untuk pencahayaan pada bidang dinding

Pan

ah

- Panah disertai dengan teks untuk memperjelas maksud dari tempat yang tuju - panah di tempatkan di bagian receptionist

agar mudah di lihat oleh pengunjung

(23)

4.14 Konsep pengamanan Galeri

4.14.1 Pengamanan Terhadap Pencurian

No Nama Produk Gambar

1 Perangkat CCTV

Table 4.11 pengamanan terhadap pencurian

4.14.2 Pengamanan Terhadap Kebakaran

No Nama Produk Gambar

1 Pendeteksi panas (Thermal Detector)

2 Pendeteksi asap (Smoke Detector)

Table 4.12 pengamanan terhadap kebakaran

4.14.3 Alat Pemadam Kebakaran

Table 4.13 pengamanan terhadap kebakaran

No Nama Gambar

1 Sistem penyemprotan (Sprinkler System)

2 Sistem pemadam dengan gas (Gas

System)

3 Tabung pemadam api

(24)

Zoning Lantai 2 4.15 Zoning, Gruping dan Layout Keseluruhan

4.15.1 Zoning

Zona public diletakan dilantai pertama karena lantai pertama merupakan akses masuk utama dari gedung ini dan akan memudahkan pengunjung untuk masuk karena terdapat ramp yang akan terlihat dengan jelas begitu sampai digedung ini.

Semi public dan zona service terdapat diarea ini dengan existing toilet dan janitor. Terdapat juga sunroof yang berguna untuk memaksimalkan pencahayaan alami. Area private juga di perlukan guna mengurus kebuthan anatar lantai PUBLIC PUBLIC PUBLIC SEMI PABLIC PUBLIC PRIVATE SEMI PUBLIC PUBLIC Zoning Lantai 1 PABLIC SERVICE PUBLIC Zoning Lantai 2

(25)

Groping Lantai 2 4.15.2 Groping

Pada lantai 1, entrance langsung berdekatan dengan lobi, area tunggu dan area penitipan barang dikarenakan bagi pengunjung yang ingin masuk ke ruangan pameran harus menitipkan barang yang dibawa terlebih dahulu, karena posisi ketiga nya berdekatan sehingga memudahkan pengunjung.

Galeri tetap dipecah menjadi beberapa bagian hal ini dilakukan karena spesifikasi barang yang dipamerkan berbeda jenis dan kepentingan, sedangkan untuk auditorium dan workshop di tempatkan pada jarang yang berdekatan, untuk bagian kantor staff workshop dan kantor pemeliharaan di tempatkan pada ruang linkup yang sesuai

Pameran tetap worksh op jun i tor Pameran temporer Kantor pimpinan dan staff pameran Café Penerma tamu Groping Lantai 1 To ile t Retail Lobby Retail To il et auditori um

(26)

4.15.3 Layout keseluruhan 1. Denah layout lantai 1

Gambar 2.48 denah layout lantai 1

Sumber : design pribadi 2. Denah layout lantai 2

(27)

4.15.4 Zoning, Gruping dan Layout khusus 1. Zoning

Gambar 2.50 zoning khusus

Sumber : Design Pribadi 2. Groping

Gambar 2.51 groping khusus

Sumber : www.galeripekalongan.co.id

Vitrene

dinding

Instalasi

galeri

Vitrene

custom

vitrine

dinding

vitrine

dinding

PUBLIC

vitrine

dinding

(28)

3. Aktivitas Fasilitas Layout Khusus

Gambar 2.52 aktifitas fasilitas

(29)

4. Layout khusus

Gambar 2.53 layout denag khusus

Gambar

Gambar 4.1  image ruang interior                                      Sumber : Image Google ( 25 maret 2017)
Gambar 4.4  definisi hitam                                         Sumber : www.colorscheme.com
Gambar 4.6  skema warna persegi                                         Sumber : www.colorscheme.com
Table  4.1 material ruang pameran
+7

Referensi

Dokumen terkait

4.5.1 The Story Structure of Children's Spontaneous Story Telling of High Social Class About 68 71 The Most Unforgettable

Terdapat lima aspek yang menentukan kualitas fisik daging sapi ideal, pertama adalah warna daging berwarna merah segar darah, kedua adalah tesktur daging tidak memiliki

Analisis Sistem Pencahyaan yang Mempengaruhi Kenyamanan Visual pada Pengguna Kantor PT.Eterniti Sarana Berkat-Tangerang.. Program Studi Arsitektur – Universitas Mercu Buana |

Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara lama penyembuhan biang keringat pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol,

Dalam penelitian usaha mikro dan kecil di Kecamatan Pangean di ketahui bahwa lebih dari lima puluh persen usaha yang dilakukan adalah usaha mandiriy yaitu usaha yang

Model penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin yang terdiri dari dua siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah

Dan pada kamar digunakan warna hijau, karena warna hijau selain dapat memberikan rasa rilex, juga karena memikirkan halusinasi warna komplementer, karena menurut studi

Dan pada kamar digunakan warna hijau, karena warna hijau selain dapat memberikan rasa rilex, juga karena memikirkan halusinasi warna komplementer, karena menurut studi