• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENELITIAN PEMBUATAN KAIN ANTIBAKTERI MENGGUNAKAN KITOSAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENELITIAN PEMBUATAN KAIN ANTIBAKTERI MENGGUNAKAN KITOSAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PENELITIAN PEMBUATAN KAIN ANTIBAKTERI MENGGUNAKAN KITOSAN

Wiwin Winiati, Cica Kasipah, Wulan Septiani, Rizka Yulina, Eva Novarini

ZAT ANTIBAKTERI UNTUK TEKSTIL

Existing :

Senyawa fenol, organo logam, turunan formaldehida dan senyawa amina.

• Logam-logam yang digunakan dalam tekstil adalah tembaga (Cu), seng (Zn), kobal (Co) dan perak (Ag).

• Senyawa amina adalah senyawa amonium kuaterner terutama yang mengandung rantai atom karbon 12-18. 3-trimethoxi sililpropildimetiloktadesil amonium klorida dan Triklosan (2,4,4’- trikloro-2’-hidroksidifenil eter)

Tetapi di beberapa negara Eropa saat ini penggunaannya telah dilarang dikarenakan triklosan diketahui apabila terkena sinar matahari dapat terurai menghasilkan senyawa dioksin yang bersifat toksik yakni 2,8-diklorodibenzo-p-dioksin.10,11

(2)

SUMBER KITOSAN

Sumber Kitin (%) CaCO3 (%) Kulit Kepiting 15 – 30 40 – 50

Kulit Udang 30 – 40 20 – 30

Tulang Cumi-cumi 20 – 40 *

Kulit Kerang 3 – 6 85 – 90

Kulit Serangga 5 – 25 *

Dinding Sel Jamur 10 – 25 *

STRUKTUR KIMIA KITOSAN

Kitin ideal, β -(1,4) N-acetyl-2-amino- 2-deoxy- D-glucose

Kitosan ideal, β (1→4) 2 amino-2- deoxy-D-glucose

Kopolimer Kitin-Kitosan

(3)

AKTIVITAS ANTIBAKTERI KITOSAN

• Mekanisme pertama menyatakan bahwa sifat polikationik kitosan yang berinteraksi dengan gugus anion dalam permukaan sel, menyebabkan terbentuknya lapisan yang impermeable (kedap) disekitar sel sehingga menghalangi perpindahan larutan esensial.

• Mekanisme kedua melibatkan inhibisi RNA dan protein yang disintesis melalui penetrasi ke dalam inti sel. Liu et al. mengamati kitosan oligomer dengan BM 5 – 8 kDa di dalam sel E.coli dan menunjukkan aktifitas antibakteri yang baik.

• Mekanisme lain, kitosan menghambat pertumbuhan mikroba dengan cara bertindak sebagai chelating agent yang

menyebabkan logam-logam, trace elemen atau nutrisi esensial tidak tersedia untuk pertumbuhan normal mikroba.

REAKSI FIKSASI KITOSAN PADA SELULOSA

(4)

METODE

Pelarutan Kitosan

Fiksasi kitosan pada kain kapas cara ekshaus (perendaman) di laboratorium dan di industri

Pengujian ketahanan bakteri, SEM, FTIR, kuat tarik, ketuaan warna

Kain antibakteri Larutan kitosan

Kitosan

Kain kapas/ kapas-PE Pencelupan

KAIN DAN KITOSAN YANG DIGUNAKAN

1. Kain kapas 100% , gramasi 105,9 g/m²

2. Kain kapas 100% , gramasi 236 g/m²

3. Kain grey poliester-kapas 65:35 , gramasi ± 220 g/m²

4. Kain grey poliester-rayon 70:30 , gramasi ± 220 g/m²

5. Kain hijau AD poliester-rayon 70:30 , gramasi ± 220 g/m²

6. Kain loreng TNI poliester-kapas 65:35 , gramasi ± 220 g/m²

1. Kitosan BM 170.000 Da

2. Kitosan BM 70.000 Da

(5)

HASIL PERCOBAAN KAPAS 100%

Sifat antibakteri kain kapas fiksasi kitosan yang dicelup dan tidak dicelup warna menggunakan standar AATCC 147-2004

Jenis kain BM Kitosan

(Da)

Celup

Bakteri Escherichia coli Bakteri Staphylococcus aureus Inkubasi

0 jam

Inkubasi

48 jam % R Inkubasi 0 jam

Inkubasi 48 jam % R

Kain tipis, gramasi = 105,9 g/m²

Blanko Tidak 550.000.000 545.000.000 0,91 1.070.000.000 1.060.000.000 0,93

171.790 Tidak 74.000.000 710.000 99,0 65.300.000 0 100 79.500 Tidak 74.000.000 510.000 99,3 65.300.000 0 100 171.790 Ya 74.000.000 770.000 99,0 65.300.000 0 100 79.500 Ya 74.000.000 770.000 99,0 65.300.000 0 100

HASIL PERCOBAAN KAPAS 100%

Jenis kain

Pencucian di Laborato-

rium*)

Bakteri Escherichia coli Bakteri Staphylococcus aureus Inkubasi

0 jam

Inkubasi

48 jam % R Inkubasi 0 jam

Inkubasi 48 jam % R

Kain tipis, gramasi = 105,9 g/m²

1 X 72.510.000 797.610 98,9 116.910.000 0 100

2 X 72.510.000 870.120 98,8 116.910.000 67.760 99,9

3 X 72.510.000 942.630 98,7 116.910.000 92.111 99,9

Sifat antibakteri kain kapas fiksasi kitosan setelah pencucian berulang menggunakan standar AATCC 147-2004

*) 1 X pencucian di laboratorium = 5 X pencucian rumah tangga (SNI-ISO 105-C06: 2010)

(6)

HASIL PERCOBAAN KAPAS 100%

Kurva CIELab hasil pencelupan warna pada kain kapas

HASIL PERCOBAAN KAPAS 100%

Uji Ketuaan Warna HasilPencelupan

Sampel kain berwarna % R K/S Kain kapas blanko

tanpa kitosan 36,42 0,555

Kain kapas-kitosan

BM 171.790 Da 36,24 0,561

Kain kapas-kitosan

BM 79.500 Da 33,57 0,657

Nilai %R dan K/S kain kapas berwarna

(7)

HASIL CITRA SEM

HASIL PERCOBAAN KAPAS 100%

Kain kapas Kain kapas

mengandung kitosan

Kain kapas mengandung kitosan setelah dicelup warna

Tidak terjadi kerusakan serat karena penambahan kitosan

HASIL PERCOBAAN KAPAS 100%

Uji kuat tarik

Pembubuhan kitosan pada kain kapas sebagai zat antibakteri tidak mengakibatkan penurunan kekuatan tarik yang signifikan yang merupakan suatu parameter kualitas tekstil

(8)

HASIL PERCOBAAN POLIESTER-KAPAS

UJI FTIR

No λ, cm-1

A A

Kain Grey P-K 65:35

Kain Grey P-K 65:35 + kitosan 1%

Kain Grey P-R 70:30

Kain Grey P-R 70:30 + kitosan 1%

1 1712 0,571 0,810 0,538 0,605

2 1409 0,442 0,671 0,427 0,489

3 1240 0,624 0,942 0,570 0,698

4 1097 0,759 1,101 0,696 0,830

Penambahan kitosan pada kain poliester-kapas telah meningkatkan serapan (A) pada bilangan gelombang 1409 cm-1 dari vibrasi C=N dan serapan pada bilangan gelombang 1240 cm-1 dan 1097 cm-1 dari vibrasi C-O, dan serapan pada bilangan gelombang 1712 cm-1 dari vibrasi C=O dalam gugus ester. Hal ini menunjukkan bahwa kitosan dengan gugus –NH2 sebagai gugus aktifnya telah berikatan dengan poliester-kapas.

HASIL PERCOBAAN POLIESTER-KAPAS

Uji Antibakteri

Sampel

Jenis bakteri

E.Coli S. Aureus

Blanko Bakteri

Sampel Kain

% R Blanko Bakteri

Sampel Kain

% R

PE-R + K 1,0 530.000.000 0 100,00 308.000.000 0 100,00 PE-R + K 2,0 530.000.000 0 100,00 308.000.000 0 100,00 PE-K + K 1,0 530.000.000 0 100,00 308.000.000 54.000 99,98 PE-K + K 2,0 530.000.000 0 100,00 308.000.000 82.000 99,97

(9)

HASIL PERCOBAAN PE-K BERWARNA

Uji Antibakteri

Sampel

Jenis bakteri

E.Coli S. Aureus

Blanko Bakteri

Sampel Kain

% R Blanko Bakteri

Sampel Kain

% R

Hijau AD+K 0,5 530.000.000 420.000 99,92 308.000.000 75.600.000 75,45 Hijau AD+K 1,0 530.000.000 1.110.000 99,79 308.000.000 48.200.000 84,35 Hijau AD+K 2,0 530.000.000 1.110.000 99,79 308.000.000 0 100,00 Loreng+K 0,5 530.000.000 0 100,00 308.000.000 47.600.000 84,55 Loreng+K 1,0 530.000.000 43.600.000 91,77 308.000.000 40.400.000 86,88

HASIL UJI WARNA KAIN HIJAU AD

Sampel kain % R pada 440 nm K/S

Kain hijau AD awal 6,071 7,252

Kain hijau AD + kitosan 0,5 % 6,088 7,243 Kain hijau AD + kitosan 1,0 % 6,053 7,275 Kain hijau AD + kitosan 2,0 % 5,923 7,456

Nilai %R dan K/S kain Hijau AD setelah dibubuhi kitosan Tidak terjadi penurunan ketuaan warna (K/S) yang signifikan

(10)

HASIL UJI WARNA KAIN LORENG

Warna pada kain loreng

λ nm

% R K/S

Awal + Ki 0,5%

+ Ki

1,0% Awal + Ki 0,5% + Ki 1,0%

Coklat 500 3,084 2,876 2,825 15,213 16,385 16,698

Coklat tua 570 3,505 3,360 3,285 13,268 13,814 14,153

Hijau 420 2,944 2,794 2,719 16,033 16,894 16,915

Krem 420 16,116 14,779 14,555 2,168 2,442 2,250

Nilai %R dan K/S kain Loreng setelah dibubuhi kitosan Tidak terjadi penurunan ketuaan warna (K/S) yang signifikan

Kain Hijau AD Awal Kain Hijau AD + Kitosan

HASIL CITRA SEM KAIN HIJAU AD DAN KAIN LORENG

(11)

KESIMPULAN

Fiksasi kitosan pada kain grey poliester-rayon dan kain poliester-rayon hijau AD telah berhasil memberikan sifat antibakteri pada kain grey poliester-rayon dan kain hijau AD, tidak mengakibatkan terjadinya kerusakan pada serat poliester maupun serat rayon pada kain, dan tidak mengakibatkan kerusakan/penurunan ketuaan warna hijau malah makin banyak kitosan yang diberikan akan meningkatkan ketuaan warna hijau.

KESIMPULAN

Fiksasi kitosan pada kain grey poliester-kapas dan kain poliester-kapas loreng telah berhasil memberikan sifat antibakteri pada kain grey poliester-kapas dan kain loreng, tidak mengakibatkan terjadinya kerusakan pada serat poliester maupun serat kapas pada kain, dan tidak mengakibatkan kerusakan/penurunan ketuaan setiap warna pada kain loreng yaitu warna coklat, coklat tua, hijau dan krem yang difiksasi kitosan dengan konsentrasi 0,5 % dan 1,0 % malah makin banyak kitosan yang diberikan akan meningkatkan ketuaan setiap warna pada kain loreng yaitu warna coklat, coklat tua, hijau dan krem tersebut.

(12)

PRODUK HASIL PENELITIAN

Produk hasil penelitian

Potensi aplikasi fiksasi kitosan pada kain kapas antibakteri

Handuk

Kaos kaki

Pakaian bayi

PRODUK HASIL PENELITIAN

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu perlu dilakukan penentuan prioritas supplier untuk menentukan alokasi pesanan kepada supplier guna mendapatkan bahan baku yang berkualitas dan

Kesulitan yang umum terjadi pada siswa yaitu menerapkan perkalian dot product gaya yang bekerja pada benda serta perpindahan benda jika pergerakan benda disajikan melalui grafi

Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan pupuk urea (N) berbeda sangat nyata, sedangkan perlakuan pupuk SP-36 (P) dan interaksinya (NxP) berbeda tidak nyata

Hipotesis yang dikemukakan dalam penelitian ini yaitu : 1) terdapat pengaruh lama waktu perendaman benih dalam air dengan suhu awal 60°C terhadap persentase

Akhirnya dengan perasaan serba salah, Nasib membuka kata, “Maaf, Pak!” (hlm. Kutipan di atas mengambarkan bagaimana pertemuan Pak Giok yang terjadi di tepi

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi minat beli ulang konsumen melalui kepuasan pelanggan, kompetisi harga,

media sosial tersebut, semakin menunjukkan eksistensinya. Kebutuhan akan pengakuan orang lain ini pada umumnya diwujudkan dengan mengekpose kehidupan di dunia nyata ke

Pengajuan prodeo dapat dibantah pahak lawan (tergugat/ pemohon) karena menurut tergugat bahwa pengajuan perkara secara prodeo tersebut adalah tidak beralasan sama