RENUNGAN 5
RENUNGAN 5
Bila Kegagalan
Bila Kegagalan
terus
terus
Mengikuti
Mengikuti
Kiat Mengembalikan semangat Hidup
Kiat Mengembalikan semangat Hidup
Bersama : Anwar Anshori MD
Bila Kegagalan
terus
Mengikuti
Bila Kegagalan
terus
Mengikuti
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di
jalan Allah,
mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah maha pengampun
Beban Berat
Kegagalan
•Imam Ali bin Abi Thalib berkata: Bahwa kesempatan itu berlalu sebagaimana
berlalunya awan, maka manfaatkan
*****
Orang yang mempunyai keberanian menghadapi resiko
kebanyakan hidupnya tenang dan tidak di hantui rasa was-was, khawatir,’ dan cemas. Mereka menyadari bahwa hidup memang selalu dihadapkan pada
masalah
Ya Aku Bisa !
Jika anda berpikir, anda akan di kalahkan, anda sudah kalah.
Jika anda berpikir bahwa anda tidak berani, ya anda tidak akan berani.
Jika anda ingin menang, tetapi anda berpikir tidak bisa menan , Bisa dipastikan anda tidak akan menang.
Jika anda berpikir bahwa anda akan gagal Sesungguhnya Anda telah gagal
*****
*****
Pahitnya kegagalan untuk memiliki sesuatu
adalah lebih manis dari pada meminta-minta pada orang lain.
Pekerjaan tangan yang paling sederhana sekalipun, demi mempertahankan harga diri ,
jauh lebih utama dari pada kekayaan yang disertai penyelewengan”.
*****
Kenapa Kita Gagal
Adanya ketidak telitian dalam mempersiapkan kebutuhan untuk mencapai tujuan
Kurang tepatnya kita mengatur sekala prioritas dan kurang mampunya memanfaatkan fasilitas
Perencanaan kerja yang terlalu kaku, sehingga tidak fleksibel Tidak yakin dan tidak bersemangat dengan pekerjaan yang kita
lakukan.
Kurangnya bekal ilmu, skill dan kompetensi
Pekerjaan tidak di lakukan dengan tuntas, hanya setengah-setengah
*****
Kegagalan, ia adalah pil pahit kehidupan,
bisa jadi kegagalan inilah yang
mengawali kita menapaki
kesuksesan.Pahit terasa di awal, tetapi
manis terasa diakhir.
Melepas Belenggu “ Nanti “
‘Nanti’ adalah sebuah kata yang berarti ‘penundaan’. Kalimat ini kerap kita ungkapkan dalam setiap aktivitas yang belum terselesaikan. Boleh jadi, kalimat ini tak terlalu salah kita ungkapkan setelah sebelumnya berusaha keras untuk menyelesaikan pekerjaan. Tetapi jika berkaitan dengan sebuah kewajiban yang harus segera kita lakukan, maka kalimat '‘nanti’ ini akan berdampak kepada sikap menganggap
Penting untuk kita renungkan, sebuah tulisan seorang pengembara; ia adalah Muhammad bin Samrah.
Kepada sahabatnya ia menulis surat;
“Hai saudaraku…!, jauhilah dirimu dari menunda pekerjaan. Jagalah ! jangan sampai hal itu
bersarang di dalam hatimu. Menunda pekerjaan berarti bersahabat dengan kerusakan, karena itulah
adalah tempatnya kemalasan.Menunda pekerjan berarti memutuskan cita-cita dan penyia-nyiaan terhadap umur.Jika kamu berbuat demikian, itu akan
menjadi kebiasaanmu. Jauhilah ragamu dari
kebosanan yang telah berpaling darimu,Karena itu tidak mendatangkan manfaat bagi jiwamu. Hai
Saudaraku…!, kamu akan selalu gembira, bila pekerjaanmu telah kamu lakukan atau kamu akan
“Pergunakanlah lima perkara sebelum datang lima perkara yang lain; kehidupanmu sebelum datang
kematianmu, kesehatanmu sebelum datang penyaitmu, kekosonganmu sebelum datang
kesibukanmu, masa mudamu sebelum datang masa tuamu dan kekayaanmu seblum datang
“
Pergunakanlah lima perkara
sebelum datang lima perkara yang
lain; kehidupanmu sebelum datang
kematianmu, kesehatanmu sebelum
datang penyaitmu, kekosonganmu
sebelum datang kesibukanmu, masa
mudamu sebelum datang masa
tuamu dan kekayaanmu seblum
Para bijak bertutur; “Sekali kita hidup dan sekali kita gagal dalam menyikapinya, maka
kegagalan beruntun akan menanti
sepanjang masa. Di dunia akan sengsara, sakaratulmaut penuh derita, dialam kubur
tersiksa, di alam mahsyar merana dan menjadi penghuni tetap didalam neraka ”.
Membaca kalimat bijak diatas, kita ingat dengan ungkapan Imam Ja’far bin Muhammad al-Shidiq, ia berkata: “Siapapun yang hari ini dan hari berikutnya sama, maka ia adalah orang yang tertipu!. Siapapun yang akhir dari dua hari yang dilewatinya buruk, maka
ia adalah orang yang terkutuk!. Siapapun yang tak melihat adanya pertambahan dalam dirinya, maka ia adalah orang yang berkekurangan!. Dan siapapun yang
Kesadaran ruhani yang paling dalam
adalah kesadaran bahwa hidup adalah
kesementaraan yang harus dilakukan
dengan tanggung jawab. Dalam dirinya
Kuatkan keyakinan diri ( Optimisme)
• Tumbuhkan sifat positif dalam jiwa dan kikis habis sifat negatif karena inilah yang dapat menjerumuskan kita pada kegagalan.
• Berjalanlah seimbang, target yang kita cita-citakan harus mengacu pada kemampuan dan keahlian yang kita milki.
• Bergaulah dengan baik kepada setiap orang, sebab mereka akan berbuat baik dan menaruh hormat pada setiap orang yang
menghormati dan menghargai mereka.
• Jagalah penampilan agar tetap baik dan serasi, sebab hadirnay simpati karena kita mampu memperlihatkan yang terbaik
• Pilihlah teman yang percaya kepada kita, maka dia akan mengankat derajat dan martabat kita.
Hilangkan penyebab kemunduran
Tidak ada alasan untuk berputus asa Tidak ada alasan untuk jenuh
Tak ada tempat untuk bermalas-malasan Tidak ada tempat bagi kegalauan
“Katakanlah; Apakah akan Kami beritahu kepadamu tentang orang-orang yang paling
rugi dalam perbuatannya?, (yaitu) orang-orang yang telah menyia-nyiakan
perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka melakukan usaha-usaha yang baik”.
Qs. Al-Kahfi:103-104
Sebagai hamba Allah yang beriman, pilihan bagi kita adalah apa yang sesuai dengan ftrah kemanusiaan dan
sesuai kebenaran apa yang Allah inginkan, bukan apa yang kita harapkan. Termasuk didalamnya ketika kita harus
memilih dua kepentingan, yaitu dunia dan akhirat. Tentu saja kita akan memilih akhirat karena yakin dengan sifat kekekalannya dan akan meningalkan dunia karena yakin dengan kesementaraannya. Kita sadar betul, apalah artinya memilih dunia kalau kemudian akan meninggalkannya.
Hidup adalah Perjalanan Kesadaran
Hidup adalah perjalanan kesadaran untuk
memanfaatkan potensi diri, menggapai kebenaran hakiki dalam menuju keidhoan Ilahi. Begitulah harusnya
seorang muslim berfikir. Dengan kesadaran seperti ini, kita akan terbebas dari ketamakan terhadap dunia, kerakusan, kekikiran dan kesombongan. Akan terhias dalam pribadi kita kemuliaan, kemurahan dan
Muthmainnah digambarkan oleh Ibnul Qayyim
Hidup adalah Kesempatan dan ujian
“Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan
bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu
Ya Allah, Engkau yang maha rahman, pilihkan kepada kami sesuatu yang membuat Engkau memilih kami sebagai hamba yang bersyukur.
Pilihkan jalan hidup kami yang membuat Engkau memilih kami sebagai hamba yang bersabar. Jadikanlah setiap langkah dari perjalanan hidup kami, langkah yang sesuai dengan langkah yang pilih. Rabb..jangan Engkau ragukan diri kami untuk memilih apa