• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 FINAL DESIGN OF BUSINESS MODEL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 3 FINAL DESIGN OF BUSINESS MODEL"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

54

BAB 3

FINAL DESIGN OF BUSINESS MODEL

3.1. Customer Segments

KULTUR&CO menggunakan pendekatan niche market sebagai jenis konsumen dalam perancangan 9 building blocks yang mempunyai segmentasi dan spesialisasi khusus sesuai dengan karakteristik dari konsumennya.

Karakteristik yang tergolong kedalam segementasi niche market adalah kaum sosialita atau kelas sosial golongan A.

Segmentasi pelanggan bagi KULTUR&CO dikategorikan sebagai berikut :

1. Jenis Kelamin : Wanita

2. Umur : 35 tahun keatas

25-35 tahun 6 12.5%

35-45 tahun 19 39.5%

>45 tahun 23 48%

Total 48 100%

(2)

3. Pendapatan : diatas Rp. 30.000.000.-

< 10.000.000 8 16.6%

10.100.000-20.000.000 10 21%

20.100.000-30.000.000 2 4.2%

30.100.000-40.000.000 3 6.2%

>40.100.000 25 52%

Total 48 100%

4. Menyukai fashion

Tidak suka 0 0%

Biasa saja 4 8.3%

Suka sekali 44 91.7%

Total 48 100%

3.2. Value Propositions

Untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan para pelanggan, maka dirancang dan dibuatlah produk fashion kulit yang mempunyai nilai-nilai lebih seperti di bawah ini:

1. Desain produk yang unik dengan motif wayang : KULTUR&CO membuat produk tas yang unik dengan memanfaatkan motif wayang

(3)

sehingga diharapkan pelanggan mendapatkan kesan unik dari produk KULTUR&CO.

2. Desain yang mewah dengan sentuhan logam mulia : KULTUR&CO membuat produk tas dengan dengan sentuhan perak dan aksesoris mewah lainnya sehingga pelanggan diharapkan mendapatkan kesan mewah dari produk KULTUR&CO.

3. Desain produk mengikuti tren mode terkini : KULTUR&CO membuat produk tas yang tidak ketinggalan zaman karena mengikuti tren mode terkini diharapkan pelanggan mendapatkan kesan tas yang tidak ketinggalan zaman.

4. 100% Hand made : KULTUR&CO membuat produk dengan menggunakan 100% tenaga manusia tidak menggunakan mesin sehingga diharapkan pelanggan mendapatkan kesan dari produk KULTUR&CO.

5. Limited Product : KULTUR&CO membuat produk secara terbatas disetiap model yang dikeluarkan sehingga diharapkan timbul kesan eksklusif di produk KULTUR&CO di mata pelanggan.

6. Life time warranty : KULTUR&CO membuat produk dengan kualitas

tinggi dengan menggunakan bahan-bahan berkualitas sehingga KULTUR&CO berani menjamin ketahanan produknya untuk waktu yang sangat lama tentu saja dengan syarat dan ketentuan berlaku dan

(4)

dengan garansi ini diharapkan para pelanggan mendapatkan rasa aman karena adanya jaminan kualitas di produk KULTUR&CO.

7. Privilege Membership : KULTUR&CO menawarkan kartu keanggotaan kepada para pelanggan yang sudah membeli produk KULTUR&CO dengan keanggotaan ini diharapkan perusahaan bisa lebih mudah memberikan pelayanan dan promosi kepada pelanggan, sehingga diharapkan para pelanggan mendapatkan kesan eksklusif dengan membeli produk KULTUR&CO.

3.3. Channels

Jenis channels yang menjadi media bagi KULTUR&CO dalam membangun dan menjalin hubungan untuk mencapai segmentasi pelanggan dalam memberikan value proposition KULTUR&CO menggunakan Direct channel antara lain:

1. Pameran

Dengan mengikuti produk KULTUR&CO di event fashion diharapkan kesan mewah dan eksklusif yang ingin perusahaan tonjolkan kepada para pelanggan dapat tersampaikan.

2. Toko

Dengan membuat toko yang dapat memberikan kesan mewah kepada pelanggan sehingga KULTUR&CO diharapkan menyampaikan kesan

(5)

mewah dan pelayanan yang eksklusif kepada pelanggan KULTUR&CO.

3. Website

Dengan menggunakan website dalam penjualannya diharapkan dapat memudahkan pelanggan untuk membeli produk KULTUR&CO.

4. Direct Selling

Dengan menggunakan tenaga kerja penjualan diharapkan dapat memudahkan pelanggan dalam mengetahui informasi-informasi mengenai produk KULTUR&CO.

3.4. Customer Relationships

Untuk menjamin kelangsungan dan keberhasilan suatu bisnis, perlu diidentifikasikan hubungan yang ingin dibuat sesuai dengan segmentasinya.

Tipe dari hubungan yang dilakukan oleh KULTUR&CO kepada para pelanggan yaitu, sebagai berikut:

1. Sales Forces

Pelanggan dapat berinteraksi langsung dengan para sales. Personal Assistance atau sales dalam penyamaran ikut bergabung dengan sosialita

yang menggikuti setiap event atau kegiatan yang di lakukan oleh para sosialita dengan tujuan dapat memasarkan langsung produk dan memperkenalkan merek KULTUR&CO, sehingga perusahaan tahu tren

(6)

fashion apa yang sedang di perbincangkan oleh kaum sosialita sehingga

juga dapat menjadi masukan pada kegiatan market research.

2. Customer Services

Pelanggan dapat mencari informasi dengan menanyakan langsung kepada Customer Services.

3. Website

Pelanggan dapat memenuhi kebutuhannya sendiri dalam mencari informasi mengenai produk tanpa bantuan pihak perusahaan yaitu melalui website.

4. Social media

Membentuk suatu komunitas secara online seperti forum-forum yang terdapat di social media maupun diadakan event cocktail party yaitu perkumpulan para designer ternama, para artis, para rekan bisnis dan member. Hal tersebut dimaksudkan untuk mendukung proses bisnis dan memberikan masukan atau saran yang dapat meningkatkan kualitas dari bisnis itu sendiri.

3.5. Revenue Streams

Cara yang dilakukan KULTUR&CO untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis yang berjalan adalah dengan penjualan produk yang akan ditargetkan meningkat tiap tahunnya.

(7)

3.6. Key Resources

Sumber daya yang diperlukan agar dapat memberikan nilai tambah kepada pelanggan dan juga dianggap sebagai sebagai asset perusahaan untuk mendukung bisnis yang berjalan bagi KULTUR&CO meliputi:

 Desain produk

 Tenaga Kerja

 Toko dan Kantor

 Kendaraan

 Modal

3.7. Key Activities

Aktivitas utama yang dilakukan KULTUR&CO yang dapat menjadi nilai lebih dan menguntungkan perusahaan antara lain:

 Pengembangan produk - Melakukan riset pasar

- Konsultasi dengan komunitas desainer - Konsultasi dengan para pengrajin

 Quality control

- Peningkatan kualitas produk

- Menguji produk yang telah selesai dibuat oleh para pengrajin

 Pengembangan karyawan dan pengrajin

(8)

- Memberikan pelatihan karyawan baik untuk peningkatan kualitas produk maupun pelatihan untuk penjualan.

- Karyawan dituntut untuk bisa memberikan pengarahan kepada pengrajin agar mampu membuat produk yang memenuhi standar.

- Pemasaran dan penjualan - Menjual di pameran - Penomoran produk

- Mendesain toko agar berkesan mewah dan eksklusif kepada para pelanggan

- Fashion show di Indonesia

- Bekerjasama dengan majalah-majalah premium

- Melakukan training agara para karyawan mampu melayani para pelanggan dengan kualitas premium.

- Menggunakan jasa artis sebagai Brand Ambassador produk KULTUR&CO

 After sales service

- Memberikan service produk.

- Mengantar produk yang telah selesai diperbaiki.

- Memberikan undangan event KULTUR&CO kepada para member.

(9)

3.8. Key Partnerships

Dalam menjalankan bisnisnya, KULTUR&CO bekerja sama dengan beberapa pihak dalam rangka mengoptimalisasikan bisnisnya. Beberapa partner yang dimaksud antara lain:

 Para Pengrajin

Mitra utama perusahaan adalah para pengrajin seperti pengrajin tas, pengrajin wayang serja pengrajin emas, yang bertujuan agar proses produksi dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan permintaan.

 Supplier

Mitra lainnya adalah para pemasok kulit dan aksesoris tas agar stok barang tidak berhenti. Perusahaan akan berusaha menjaga hubungan sehingga dapat bekerjasama dalam waktu yang panjang.

 Balai Besar Kulit Karet Plastik (BBKKP) Yogyakarta

KULTUR&CO menggunakan jasa Balai Besar Kulit Karet Plastik (BKKP) untuk menjaga serta mengembangkan kualitas produk.

 C&G Training

KULTUR&CO bekerjasama C&G Training Network dalam hal pengembangan karyawan khususnya tenaga pemasaran dan penjualan.

 Bank

(10)

Salah satu mitra yang tidak kalah penting untuk keberlansungan perusahaan adalah kerja sama dengan pihak bank-bank ternama yang menyediakan layanan prioritas. Kerja sama ini bertujuan agar mendapatkan akses pemasaran kepada para nasabah prioritas salah satunya dengan cara mengiklankan produk pada majalah prioritas bank tersebut.

 Wartawan majalah-majalah fashion kaum sosialita

KULTUR&CO sebagai produk yang menggunakan motif wayang dan sering mengikuti event fashion diharapkan mampu memberikan content yang bisa di muat dalam majalah-majalah yang sering dibaca

oleh kaum sosialita sehingga KULTUR&CO bisa beriklan di majalah tersebut.

 Selebriti

KULTUR&CO menggunakan artis yang mempunyai gaya hidup mewah untuk meningkatkan kesan mewah dan eksklusif dalam produk KULTUR&CO, sehingga diharapkan pelanggan melihat merek KULTUR&CO sebagai produk yang eksklusif dan mewah.

 Komunitas desainer

(11)

KULTUR&CO mempunyai desainer yang mampu berinteraksi dengan para komunitas desainer lainnya sehingga diharapkan desainer KULTUR&CO mampu membuat produk yang mewah, unik, modern serta menggunakan motif wayang.

 Promotor acara-acara fashion

KULTUR&CO berkerjasama dengan para promotor-promotor baik dari dalam maupun dari luar negeri sehingga KULTUR&CO mampu ikut serta dalam berbagai acara fashion.

3.9 Cost Structure

Jenis pengeluaran yang dilakukan dalam menjalankan bisnis KULTUR&CO yang dihitung setelah menentukan key resources, key actvities dan key partners adalah Value-driven.

Sedangkan karakteristik dari struktur pengeluaran yang dilakukan oleh KULTUR&CO antara lain:

 Fixed-Cost

Pengeluaran tetap yang tidak berubah-ubah sesuai sistem yang berjalan pada proses bisnis KULTUR&CO seperti, gaji pegawai, sewa tempat, listrik, telepon, internet, ATK, seragam, biaya HR, biaya pengembangan produk, biaya pemasaran penjualan dan CSR pengrajin.

 Variable-Cost

(12)

Sedangkan pengeluaran yang breubah-ubah pada proses bisnis KULTUR&CO seperti, bahan baku, biaya pengrajin, biaya member, biaya servis dan perawatan dan dan biaya tak terduga lainya.

(13)

Gambar 3.1 Business Model Canvas KULTUR&CO

Gambar

Gambar 3.1 Business Model Canvas KULTUR&amp;CO

Referensi

Dokumen terkait

Perspektif yang lain dikemukakan oleh Meyer dan Scott (1983) dalam Donaldson (1995), yang mengklaim bahwa organisasi berada dibawah tekanan berbagai kekuatan sosial guna

Terjadi diskusi yang membahas informasi faktual (yang tercantum pada masalah), dan juga informasi yang ada dalam pikiran anggota. Pada langkah ini anggota kelompok

Dengan adanya izin poligami dari Pengadilan Agama Malang pemohon dapat melakukan pernikahan yang sah secara hukum dan tidak sembunyi- sembunyi (sirri) yang di

10 Jika kedua pendapat tersebut kemudian dikaitkan dengan maraknya kemunculan pandangan para feminis Muslim terhadap poligami dalam Islam khususnya pada beberapa dekade

Ali Abdul Raziq menegaskan bahwa dari kaca mata Al-Qur‟an maupun Sunnah, tidak ditemukan matan yang bersifat teologis tentang adanya bentuk pemerintahan tertentu yang wajib

Bezakan sistem ekonomi kapitalis dengan sistem ekonomi perancangan pusat (8m) Perbezaan antara nsistem ekonomi kapitalis dengan lsistem etronomi perancangan pusat

Zaman kebangkitan nasional adalah masa dimana kebangkitan semangat dan persatuan, kesatuan dan nasionalisme untuk menuju dan memperjuangkan kemerdekaan

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis non yang menyatakan “tidak terdapat pengaruh bersama-sama antara kesehatan dan keselamatan kerja, lingkungan kerja serta