• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Harian Pagi Radar Bogor, perusahaan yang bergerak dalam bidang industri media massa. Hal terpenting yang menjadi alasan pemilihan lokasi perusahaan ini sebagai lokasi penelitian adalah Harian Pagi Radar Bogor yang merupakan industri media massa surat kabar pertama dan terbesar di Bogor. Disamping itu masalah kepuasan kerja wartawan merupakan prioritas utama di dalam program pengembangan SDM di perusahaan tersebut. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juli 2011.

3.2 Data dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer terdiri dari nilai kriteria dan subkriteria tingkat kepuasan kerja wartawan Harian Pagi Radar Bogor yang nantinya digunakan untuk mengetahui nilai tingkat kepuasan kerja wartawan serta pengaruh faktor kepuasan psikologi, sosial, fisik dan financial terhadap tingkat kepuasan kerja wartawan.

Penyebaran kuesioner dilakukan pada responden berjumlah 35 orang, yaitu seluruh wartawan harian Radar Bogor. Semua wartawan Harian Radar Bogor diambil menjadi responden mengingat jumlahnya relatif kecil.

Untuk mengetahui kegiatan manajemen SDM akan dilakukan wawancara terhadap manajer personalia dan mempelajari data sekunder berupa laporan tahunan, hasil rapat tahunan atau data–data internal perusahaan lainnya serta literatur-literatur lainnya yang berhubungan dengan penilitian. Disamping itu juga untuk mengetahui cara seleksi wartawan, rekrutmen wartawan, pengaturan kerja, dan pengembangan karir di Harian Pagi Radar Bogor.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen yang terdiri dari kuesioner sebagai alat bantu. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan berbagai cara antara lain :

1. Wawancara

Metode pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara mendalam sebagai instrumen dalam menelusuri informasi untuk kemudian menjadi dasar

(2)

pengolahan data primer penelitian, yang dimulai dengan membuka akses terhadap informan kemudian ditindaklanjuti dengan membangun hubungan dengan informan melakukan tanya jawab berlandaskan pada tujuan penelitian.

Wawancara dilakukan dengan pimpinan perusahaan Harian Pagi Radar Bogor, beberapa wartawan senior dan manajer personalia untuk mengetahui data umum dan data khusus manajemen sumber daya manusia.

2. Kuesioner

Metode pengumpulan data dengan memberikan daftar pertanyaan yang teratur dan sistematis kepada responden (wartawan) Harian Pagi Radar Bogor untuk diisi tanpa bantuan peneliti.

3. Observasi

Metode pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan secara langsung pada objek penelitian dan hal–hal yang berhubungan dengan masalah penelitian.

4. Dokumentasi

Metode pengumpulan data dengan cara mengumpulkan data dari perusahaan yang berupa dokumen tertulis Harian Pagi Radar Bogor.

3.4 Prosedur Kerja

Tahapan yang digunakan untuk mengawali penelitian ini adalah mengumpulkan bahan literatur tentang kepuasan kerja serta teknik AHP Analytical Hierarchy Process. Setelah bahan terkumpul maka langkah selanjutnya adalah menentukan kriteria dan sub kriteria kepuasan kerja. Kriteria kepuasan kerja ditentukan berdasarkan faktor-faktor kepuasan kerja wartawan yang dijadikan pembahasan yaitu (1) kepuasan psikologis, (2) kepuasan fisik, (3) kepuasan sosial dan (4) kepuasan finansial (Gilmer, 1966).

Penyusunan subkriteria untuk masing-masing kriteria kepuasan kerja tersebut dilakukan dengan Focus Group Discussion (FGD). FGD beranggotakan tujuh orang wartawan termasuk peneliti. Ketua FGD dipilih secara demokratis dari ketujuh anggota tersebut.

Kegiatan FGD tersebut menghasilkan sub kriteria pada masing-masing kriteria kepuasan kerja. Sub-kriteria hasil dari kegiatan FGD antara lain untuk kepuasan psikologi adalah minat, kenyamanan, keterampilan. Kepuasan sosial

(3)

terdiri dari sub kriteria hubungan dengan wartawan, hubungan dengan pimpinan redaksi, hubungan dengan unit lain. Sedangkan kepuasan fisik meliputi sub kriteria pekerjaan, waktu kerja, ruang kerja, fasilitas kerja. Dan untuk kepuasan finansial terdiri sub kriteria gaji, tunjangan, insentif, promosi jabatan, dan jaminan sosial.

Sub kriteria yang sudah terbentuk selanjutnya ditentukan bobot kriteria dan subkriteria serta penyusunan kuesioner. Penyusunan kuesioner digunakan untuk mengukur kepuasan kerja dengan kerangka seperti pada Lampiran 4.

Secara garis besar kuesioner terdiri dari:

1. Identitas Responden (nama, jenis kelamin, status, usia, pendidikan dan masa kerja).

2. Petunjuk Pengisian.

3. Daftar pertanyaan tentang kepuasan kerja sesuai kriteria dan subkriteria.

Disamping itu, untuk mengetahui kegiatan yang ditentukan manajemen SDM Harian Pagi Radar Bogor akan dibuat daftar pertanyaan terbuka mengenai cara rekrutmen, cara seleksi, cara pengaturan kerja (work arrangement), pengembangan karir, pengembangan kualitas dan sistem kompensasi. Uji perbandingan berpasangan dilakukan oleh tiga orang dengan komposisi dua orang wartawan senior dan satu orang pakar komunikasi. Tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan survei yang kemudian hasilnya akan diolah dan dianalisis. Hasil akhir analisis akan menjadi masukan bagi Harian Pagi Radar Bogor untuk meningkatkan kinerja manajemennya.

Tahapan proses penelitian sebagaimana diuraikan di atas dapat dilihat pada Gambar 2.

(4)

Gambar 2. Diagram Alur Kegiatan Penelitian

3.5 Metode Pengolahan Data

3.5.1 Analisis Kepuasan Kerja Wartawan dengan Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP)

Penentuan bobot kriteria dan subkriteria dilakukan dengan menggunakan Analitycal Hierarchy Process (AHP). Langkah–langkah pengolahan dengan AHP antara lain :

1. Penyusunan Struktur Hierarki Masalah, langkah ini dilakukan untuk menguraikan persoalan menjadi unsur–unsur dalam wujud kriteria dan alternatif yang disusun dalam bentuk hierarki.

2. Penyusunan Kriteria, untuk membuat keputusan yang dilengkapi dengan (1) uraian sub kriteria, dan (2) bentuk alternatif yang terkait dengan masing-masing kriteria tersebut untuk dipilih sebagai keputusan tercantum pada tingkatan paling bawah.

Penentuan Kriteria dan Subkriteria Kepuasan Kerja

Penentuan Bobot Kriteria dan Bobot Subkriteria Kepuasan Kerja

Penyusunan Kuesioner

Pelaksanaan Survei

Penyusunan Tesis Pengolahan dan Analisis Data

(5)

3. Penilaian Kriteria dan Alternatif, untuk melihat pengaruh strategic terhadap pencapaian sasaran, yang dinilai melalui perbandingan berpasangan. Nilai dan definisi pendapat kualitatif berdasarkan skala perbandingan Saaty (1990) adalah seperti Tabel 1.

Tabel 1. Skala Penilaian Perbandingan

Nilai Keterangan

1 A sama penting dengan B

3 A sedikit lebih penting dari B

5 A jelas lebih penting dari B

7 A sangat jelas lebih penting dari B

9 Mutlak lebih penting dari B

2,4,6,8 Apabila ragu-ragu antara dua nilai berdekatan

Sumber: Thomas L. Saaty (1991)

4. Penentuan Prioritas, menggunakan teknik perbandingan berpasangan untuk setiap kriteria dan alternative. Nilai – nilai petbandingan relatif tersebut diolah dengan menggunakan manipulasi matriks atau melalui penyelesaian persamaan matematik untuk menentukan peringkat relatif dari seluruh alternatif yang ada. Selanjutnya dilakukan perhitungan untuk melihat konsistensi dengan menggunakan cara perhitungan CR (Consistency Ratio) Penentuan bobot kriteria dan subkriteria dilakukan dengan menggunakan Analitycal Hierarchy Process (AHP) sesuai pada Gambar 3.

(6)

Gambar 3. Hierarki Kepuasan Kerja Wartawan

3.5.2 Analisis Pengaruh Faktor- Faktor Kepuasan Kerja terhadap Tingkat kepuasan Kerja Wartawan

Tingkat kepuasan kerja untuk masing-masing kriteria diukur berdasarkan skala likert (1-4) seperti dibawah ini.

Tabel 2. Skala Tingkat Kepuasan Kerja Wartawan

Tingkat Kepuasan Kerja Skor Nilai

Sangat Puas (SP) 4

Puas (P) 3

Tidak Puas (TP) 2

Sangat Tidak Puas (STP) 1

Untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor utama terhadap kepuasan kerja, digunakan analisis regresi berganda dengan bantuan software SPSS.13 for windows. Model matematik pengaruh faktor-faktor utama tersebut adalah:

y = a

o

+ a

1

x

1

+ a

2

x

2

+ a

3

x

3

+ a

4

x

4

Kepuasan Kerja

Kriteria

Psikologis Sosial Fisik Finansial

Subkriteria (Diidentifi- kasi dengan FGD)

1. Minat 2.Kenyamanan 3.Keterampilan

1.Hubungan dengan wartawan 2.Hubungan

dengan pimpinan redaksi 3.Hubungan

dengan unit lain

1.Pekerjaan 2. Waktu

kerja 3. Ruang

kerja 4. Fasilitas

kerja

1. Gaji 2.Tunjangan 3. Insentif 4. Promosi

jabatan 5. Jaminan

sosial

(7)

Keterangan :

Y = Tingkat kepuasan kerja ao = Intersep

a1..= Koefisien variabel x1…x4

x1 = Kepuasan psikologi x2 = Kepuasan sosial x3 = Kepuasan fisik x4 = Kepuasan finansial

Sebelum hasil analisis regresi berganda tersebut digunakan untuk menguji hipotesis; terlebih dahulu model regresi tersebut dikenai uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik yang dikenakan pada model regresi tersebut meliputi: (a) uji asumsi tidak terjadi multikolinearitas, (b) uji asumsi tidak terjadi autokorelasi, (c) uji asumsi tidak terjadi heteroskedastisitas dan (d) uji normalitas.

1. Uji Multikolinearitas

Dalam penelitian ini pengujian terhadap ada tidaknya gejala multikolinearitas di antara variabel bebas (Xj), dilakukan dengan menggunakan indikator VIF (Variance Inflation Factor). Nilai indikator VIF yang tinggi menunjukkan bahwa gejala multikolinearitas yang terjadi di antara variabel bebas semakin kuat (Gujarati, 2003). Jika nilai VIF>10 maka variabel bebas yang diuji mengalami multikolinearitas yang kuat dengan variabel bebas yang lain (Gujarati, 2003).

2. Uji Autokorelasi

Pengujian terhadap ada tidaknya gejala autokorelasi di antara anggota time series dilakukan dengan menggunakan metode Durbin-Watson. Kriteria yang digunakan untuk menguji ada tidaknya gejala autokorelasi dengan metode Durbin- Watson dapat digambarkan sebagai berikut (Gujarati, 2003);

(8)

Tolak Ho yang menyatakan

terdapt autokorelasi

positif

Keputusan tidak dapat ditentukan

Keputusan tidak dapat ditentukan

Tolak Ho* yang menyatakan

terdapat autokorelasi

negatif Terima Ho atau

Ho* atau kedua- duanya

0 dL dU 2 4-dU 4-dL 4

Keterangan:

Ho : Tidak terjadi autokorelasi positif Ho* : Tidak terjadi autokorelasi negatif

Gambar 4. Kriteria Uji Autokorelasi Durbin-Watson

Kriteria pengujian yang dinyatakan secara grafis di atas dapat diringkas sebagai berikut (Gujarati, 2003);

Tabel 3. Kriteria Uji Autokorelasi Durbin-Watson

3. Uji Heteroskedastisitas

Dalam penelitian ini pengujian terhadap ada tidaknya gejala heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan Spearman's Rank Correlation Test (Gujarati, 2003). Berdasarkan uji tersebut, jika suatu variabel bebas memiliki

Hipotesis Nol (Ho) Keputusan Jika

Tidak terjadi autokorelasi positif Tolak 0<d<dL

Tidak terjadi autokorelasi positif Tidak ada

keputusan dL≤d≤dU

Tidak terjadi autokorelasi negatif Tolak 4-dL<d<4 Tidak terjadi autokorelasi negatif Tidak ada

keputusan 4-dU≤d≤4-dL

Tidak terjadi autokorelasi positif atau negatif Terima dU<d<4-dU

(9)

Spearman's Rank Correlation dengan nilai absolute residu tidak signifikan (p>α) maka variabel bebas tersebut tidak mengalami heteroskedastisitas.

4. Uji normalitas

Dalam analisis regresi nilai residual atau error harus memiliki distribusi normal. Pengujian terhadap uji normalitas dapat dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Pada uji tersebut, jika nilai statistik Kolmogorov- Smirnov tidak signifikan (p>α), maka disimpulkan bahwa residual memiliki distribusi normal.

5. Koefisien Determinasi (R²)

Koefisien determinasi menunjukkan seberapa besar variasi dalam variabel bebas dapat menjelaskan variabel tergantungnya yang dijelaskan dengan model regresi. Ukurannya adalah semakin tinggi R² menunjukkan semakin baik garis regresinya.

Gambar

Gambar 2. Diagram Alur Kegiatan Penelitian
Tabel 1. Skala Penilaian Perbandingan
Tabel 2. Skala Tingkat Kepuasan Kerja Wartawan
Gambar 4. Kriteria Uji Autokorelasi Durbin-Watson

Referensi

Dokumen terkait

4&lt; ◆ ◆ Kagcbkbtj ugtuh Kagcbkbtj ugtuh kagcjlagtjejhbsj lbg kagcjlagtjejhbsj lbg karukushbg kbsbibo karukushbg kbsbibo tagtbgc fdyah 0 ljkagsj tagtbgc fdyah 0 ljkagsj ◆

METY SUPRIYATI Kepala Sub Bidang Sosial, Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kependudukan pada Bidang Pemerintahan dan Sosial Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan

Sebagai perbandingan bangunan fasilitas cottage, ada beberapa kawasan wisata dengan fasilitas akomodasinya yang memanfaatkan lingkungan sekitarnya sehingga fasilitas wisata

Menimbang : Dalam rangka peningkatan pelayanan serta untuk menghindari penyalahgunaan wewenang oleh pihak yang tidak bertanggung jawab di lingkungan Kantor

Kontribusi dari penambahan jumlah wajib pajak orang pribadi baru hasil kegiatan ekstensifikasi pada penerimaan pajak penghasilan orang pribadi KPP Pratama Kepanjen yaitu

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesehatan dan juga kemudahan dalam menyelesaikan tugas akhir dengan judul

Kebiasaan makanan alami udang windu ( Penaeus monodon ) di Perairan Aceh Timur pada bulan April dan September didominasi crustacea (udang) 56,5-

Kesimpulan hasil penelitian ini adalah (1) Melalui siklus tindakan pembelajaran dapat ditemukan langkah-langkah yang efektif, penerapan pembelajaran kooperatif tipe