• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEHAMILAN DALAM PERPPEKTIF ISLAM BY: SETIADI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KEHAMILAN DALAM PERPPEKTIF ISLAM BY: SETIADI"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

KEHAMILAN DALAM PERPPEKTIF ISLAM BY: SETIADI

A. Pendahuluan

Allah SWT telah menciptakan manusia secara berpasangan. Ada laki-laki, ada juga perempuan. Dengan adanya pasangan tersebut manusia dapat berketurunan dan berkembang dari masa ke masa. Proses alami dari perkembangan manusia dalam berketurunan adalah dengan cara berhubungan suami istri antara laki-laki dan perempuan dalam sebuah wadah mulia dan ikatan suci yaitu pernikahan. Dari hasil hubungan tersebut akan membuahkan janin dalam rahim sang istri. Proses kehamilan ini merupakan suatu yang alami dan paling mudah dalam melahirkan keturunan. Bahkan secara naluri semua makhluk hidup juga mengetahui hal tersebut.

Allah SWT berfirman yang artinya: “Dialah yang telah menciptakan kamu dari jiwa yang satu, lalu dijadikan darinya pasangannya, lalu melahirkan dari keduanya banyak laki-laki dan perempuan …”(QS. Ar-rum: 30)

Hakikat Kehamilan adalah meneruskan keturunan Bani Adam dan memperbanyak umat islam. Dari Ma’qil bin Yasar berkata, seseorang datang kepada Nabi SAW dan bertanya,”Saya mendapatkan seorang wanita yang kaya dan cantik, akan tetapi dia tidak melahirkan (mandul), apakah saya nikahi? Maka Rosullulloh menjawab,

“Tidak”. Kemudian ada orang kedua mendatanginya, kemudian beliau melarangnya, kemudian datang orang ketiga, maka beliau bersabda: ‘Nikahilah (wanita) yang mempunyai penuh kasih sayang dan yang banyak melahirkan. Karena sunguh Aku bangga dengan banyaknya kalian di hadapan umat-umat lain.’ (HR. Abu Daud, 2050, Nasa’i, 3227 dan dishahihkan oleh Al-Albany)

Jadi secara proses kehdupan manusia akan mengalami stase atau sunatulloh sebagai berikut:

- Allah mempertemukan jodohnya - menikah

- berperan sebagai istri atau suami - mengandung (hamil) bagi istri.

Salah satu peran berat yang harus dilalui perempuan adalah saat ia hamil. Perempuan harus mengandung selama 9 bulan, membawa janin mulai dari ons sampai kilo di dalam perut, ketika tidur ia serba salah, miring salah, terlentang salah, tengkurap apalagi..

(2)

- Kemudian ibu melahirkan dengan taruhan nyawa, maka layaklah jika syurga itu berada dibawah telapak kaki ibu.

Agar nikmat hamil itu tidak berlalu begitu saja, berlalu tanpa makna Ilahiah, maka sudah selayaknya seorang ibu mempunyai ilmu tentangnya . Melakukan sesuatu karena ilmu bukan karena pamali, bumali, bimali, kamali dan mali-mali lainnya. Dan lahirnya seorang anak yang sholih, tidak terlepas dari peran ibu ketika ia mengandung.

Apa saja yang harus dilakukan ibu selama mengandung?.

B. Poses Penciptaan

Allah SWT sebagai pencipta makhluk, telah menjelaskan proses demi proses penciptaan manusia di dalam rahim seorang perempuan. Proses perubahan janin dari setetes mani hingga menjadi manusia yang sempurna. Sebelum teknologi berkembang, hal itu merupakan perkara ghaib yang tidak diketahui oleh manusia, karena letaknya yang sangat dalam. Belum ada alat yang dapat menjangkau hingga ke dalam rahim tersebut.

Walaupun begitu, Al-Quran telah berbicara tentang proses penciptaan manusia di dalam rahim tahap demi tahap. Menakjubkan, sejak 14 abad yang lalu dan ternyata sekarang terbukti, semua kandungan Al-Quran tersebut benar dan tidak salah sedikitpun.

Allah SWT berfirman: Artinya: “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan ( dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetap kan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah di tentukan. Kemudian kami keluarkan kamu sebagi bayi, kemudian(dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang di wafatkan dan ( ada pula) di antara kamu yang di panjangkan umurnya sampai pikun ,supaya dia tidak mengetahui lagi suatupun yang dahulu telah di ketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumu itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.“(QS.Al-Hajj: 5)

(3)

C. Amalan saat kehamilan

Berikut ini adalah amalan yang sebaiknya dilakukan ketika ibu mengandung agar anak yang dilahirkan menjadi anak yang sholih.

- Bergembira atas berita kehamilan,

Ini yang mesti diingat oleh seorang muslimah yang sedang hamil (tentu dari suami yang sah), sebab, Allah Ta’ala mempercayakan dirinya dan suami untuk melahirkan, merawat, membesarkan, dan mendidik salah satu hamba-Nya. Baik itu kehamilan pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya, tetaplah bergembira. banyak wanita hanya mensyukuri kehamilan pertama atau kedua, karena ini yang dinanti-nanti- tetapi mereka nampak shock dengan kehamilan selanjutnya, apalagi kehamilan itu di luar rencana mereka. Seharusnya mereka bersyukur dimudahkan oleh Allah Ta’ala untuk hamil, sementara masih banyak wanita yang berjuang bertahun-tahun, belasan, bahkan sampai mereka tua belum dikaruniai anak.

Bergembira atas datangnya jabang bayi telah Allah Ta’ala ajarkan dalam beberapa ayat berikut ini, ketika menceritakan lahirnya Ismail dan Ishaq untuk Nabi Ibrahim

‘Alaihissalam:

ٍميِلَح ٍم َلَُغِب ُهاَن ْرَّشَبَف

Artinya: Maka Kami beri dia (Ibrahim) kabar gembira dengan seorang anak yang Amat sabar (Yakni Ismail). (QS. Ash Shafat: 101)

Ayat yang lain:

اَّنِإ َك ُرِ شَبُن ٍم َلَُغِب ٍميِلَع

Artinya: Sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim (yakni Ishaq)” (QS. Al Hijr: 53)

- Perbanyak bersyukur,

bersyukur kepada Allah atas kehamilan yang diberikan. Bersyukur tidak hanya dengan ucapan tapi juga perbuatan. Menjaga kandungan dengan baik itupun bagian dari sebuah kesyukuran kita. Karena apabila bersyukur Allah akan menambahkan nikmat kepada kita, dan tambahan nikmat itu adalah anak yang sholih yang kelak akan lahir dari rahim yang Allah titipkan kepada kita.

(4)

- Perbanyak doa.

Berdoalah untuk sang jabang bayi. Walau ia belum lahir ia dapat merasakan doa- doa yang dipanjatkan ibu dan ayahnya. Berdoalah dengan khusyu, bisa menggunakan bahasa Arab atau bahasa Indonesia, yang penting kita mengerti doa yang kita panjatkan. Jangan sampai doa yang sudah panjang lebar kita panjatkan tetapi tidak tahu artinya. Ada banyak doa yang Rasulullah SAW ajarkan kepada kita, salah satunya ada dalam Qur’an Surat As-Shofat ayat 11. “Robbi habli minashsholihin” Ya Allah berikanlah kami anak yang sholih.

Dan hendaknya seorang muslim dan muslimah, apalagi ibu hamil, tidak melupakan dzikir-dzikir ma’tsur yang memang Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam ajarkan, baik yang berasal dari Al Quran seperti membaca Al Mu’awwidzaat (Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas), Al Fatihah, lima ayat awal Al Baqarah dan tiga ayat terakhirnya, juga ayat Kursi. Begitu pula doa-doa perlindungan dari nabi, seperti a’udzu bikalimaatillahi taammati min syarr maa khalaq, pagi dan petang

- Didik anak walau ia masih dalam kandungan.

Pun ia belum lahir kedunia, pendidikan dalam islam dimulai ketika anak berada dalam kandungan. Ajak janin berbicara, membaca al-qur’an, memperdengarkan murotal al-qur’an, sering mengikuti kajian keislaman dan kebaikan lainnya. Bacalah Al Quran pada surat apa pun dan biasakanlah hal itu sebagai pendengaran yang baik bagi jabang bayi, dan hindarilah lagu dan musik jahiliyah. Semoga hal itu menjadi budaya baik yang melekat di telinga jabang bayi yang membekas sampai dia lahir dan besar nanti. Selain itu perilaku orang tua (ayah dan ibu) ketika ibu mengandung akan berpengaruh besar pada janin. Memperbagus ibadah akan memberikan pengaruh positif pada janin.

- Tunaikan berbagai kewajiban sesuai kemampuan

Ketika wanita hamil mengerjakan berbagai kewajiban semisal sholat fardlu, mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan lainnya tentu akan mendapatkan pahala lebih besar karena upayanya lebih susah dan besar dibandingkan sebelum masa kehamilan.

Sejumlah studi medis modern membuktikan bahwa gerak badan dan olah raga seperti shalat banyak memberikan manfaat bagi ibu hamil. Pada saat wanita melaksanakan shalat, dalam gerakan sujud dan ruku’ secara alamiah akan meningkatkan peredaran darah ke rahim. Karena kebutuhan sel-sel rahim dan indung

(5)

telur seperti sel-sel limpa yang menyedot banyak darah. Begitu juga saat seorang ibu hamil, rahim membutuhkan darah melimpah agar janin mendapatkan gizi dan untuk membersihkan polusi. Jika seorang ibu hamil menjalankan shalat, aktifitasnya ini akan membantunya mengantarkan darah yang melimpah ke janin. Sementara wanita yang haid, jika menunaikan shalat, akan menyebabkan banyak darah mengalir ke rahimnya. Akibatnya, ia akan kehilangan darah bersih/baik karena keluar bersama darah haid.

- Hindari kepercayaan terhadap mitos-mitos yang menodai aqidah

Biasanya, cukup banyak tahayul dan khurafat yang menyertai ibu-ibu hamil. Mereka ditakut-takuti dengan berbagai larangan dan perintah yang tidak ada dasarnya dari agama Islam, melainkan berdasarkan keyakinan tidak jelas dari mana sumbernya.

Seperti larangan memasukkan bantal ke sarungnya, karena takut susah melahirkan;

atau jika melihat yang jelek-jelek maka ucapkanlah “amit-amit jabang bayi” sambil mengusap perut dengan harapan agar bayi nanti lahir tidak jelek seperti yang dilihatnya.

- Jaga emosi. Emosi ibu ketika mengandung berpengaruh juga pada janin. Maka, hendaklah ibu menjaga emosinya. Berusaha untuk selalu sabar, tidak mudah marah dan menjaga lisan, tidak mengeluarkan kata-kata kotor. Karena janin pun dapat merasakan emosi ibu yang sedang marah, mengumpat dan perbuatan buruk lainnya, naudzubillaah..

- Memperhatikan asupan makanan.

Dalam Q.S Al-Baqoroh ayat 168 Allah berfirman, “Wahai manusia makanlah makanan yang ada di bumi yang halal lagi baik.” Berikan makanan yang halal kepada janin. Jangan sampai ada makanan haram masuk kedalam perut ibu, karena kehalalan rizki juga akan berpengaruh bagi janin. Makanlah makanan yang halal, baik dan bergizi, agar janin tetap sehat.

- Periksakan kandungan.

Wajib bagi ibu yang sedang mengandung untuk memeriksakan kandungannya ke dokter atau bidan agar ia mengetahui bagaimana kondisi janin. Tak segan untuk meminta saran dokter atau bidan untuk kebaikan kandungannya. Ini merupakan upaya logis dan sunnatullah yang mesti dilakukan. Tidak sekadar mengandalkan tawakal setelah dzikir dan doa, tetapi sebab-sebab kauniyah yang natural juga mesti disediakan. Larangan-larangan yang sifatnya medis, begitu pula anjurannya,

(6)

hendaknya diperhatikan. Jangan sampai ibu hamil lebih percaya dengan tahayul dan khurafat, tetapi dengan hal-hal yang ilmiah justru tidak dipercaya.

- Kehalalan rizki.

Perhatikan kehalalan apapun yang kita pakai dan makan. Jika ada yang subhat, lebih baik ditinggalkan. Pilih barang atau makanan yang sudah jelas kehalalannya.

D. Doa khusus saat hamil 1. Baca Al-Fatihah

Ibnul Qayyim berkata: “Aku pernah tinggal beberapa waktu lamanya di Makkah.

Ketika itulah aku menderita beberapa penyakit, sementara aku tidak berobat ke dokter dan tidak pula menemukan obat. Maka aku mengobati diriku sendiri dengan surat Al- Fatihah. Aku melihat pengaruhnya yang menakjubkan. Aku pun menceritakan pengalamanku ini kepada orang-orang yang mengeluhkan sakitnya. Dan kebanyakan mereka sembuh dengan cepat." Jadi ibu hamil bisa membaca surat Al-Fatihah sebanyak tujuh kali yang kemudian ditiupkan pada bagian perut agar rasa sakit yang dialami selama masa kehamilan bisa mereda

2. Membaca ayat kursi

Ayat yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka’ab merupakan ayat paling mulia di dalam Al Quran. Pada bacaan ini berisi tentang keesaan serta kekuasaan Allah yang mutlak.

Di setiap ayat-ayat pada bacaan ayat kursi mengandung banyak sekali arti dan makna tentang keutamaannya dan manfaatnya. Dengan membaca ayat ini maka akan memengaruhi jiwa dan keimanan hidup kita.

Selain itu, membaca ayat kursi bisa menjadikan amalan baik yang bisa dilakukan ibu saat hamil, yaitu membacanya dua kali saat pagi dan sore hari, juga saat selesai sholat fardhu dan ketika ingin tidur, insya Allah akan merasakan ketenangan dalam hati dan tidak merasa cemas yang berlebih

3. Membaca dua ayat terakhir Al-Baqarah

Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah juga dikatakan ampuh untuk menjaga ibu hamil dari apapun. Terlebih ketika hamil yang rentan akan sesuatu yang berbahaya.

Ibu hamil bisa membaca dua ayat ini pada sore hari atau ketika mau tidur. Doa ini sangat bermanfaat dan ampuh agar Mama selalu dicukupi dan dijaga dari segala marabahaya

(7)

4. Membaca surat Al-Insyirah

Banyak amalan baik yang dianjurkan ibu hamil ketika sedang mengandung, kamu bisa membaca surat Al-Insyirah. sebanyak tujuh kali setiap ba’da sholat maghrib dan ditiupkan pada perutmu yang tengah mengandung tersebut. Khasiat surat ini di antaranya, obat dari segala macam penyakit, dan di surat tersebut Alloh menegaskan bahwa akan selalu ada kemudahan setelah kesulitan. Ini bisa meyakinkan ibu hamil bahwa seberat apapun proses kehamilan yang ibu hamil jalani, kelak akan mendapat kemudahan

5. Memperbanyak membaca doa seperti di bawah ini

Doa diatas sangat baik dibaca oleh ibu hamil, pada doa ibu hamil tersebut memiliki arti

“Ya Allah, jagalah anakku selama ia berada dalam perut istriku, sehatkan ia, sesungguhnya Engkau Yang Maha Menyehatkan, tak ada kesehatan kecuali kesehatan dari-Mu, kesehatan yang tak terganggu penyakit. Ya Allah, bentuk ia yang ada di perut istriku dalam rupa yang baik, tetapkan dalam hatinya keimanan pada-Mu pada Rasul- Mu. Ya Allah, keluarkan dia dari perut istriku pada saat kelahirannya secara mudah dan selamat. Ya Allah, jadikan ia utuh, sempurna, berakal, cerdas, banyak beramal.

Ya Allah, panjangkan umurnya, sehatkan jasadnya, baguskan rupanya, dan fasihkan lisannya untuk membaca hadits dan Al-Qur’an Yang Agung, dengan berkah Nabi Muhammad SAW. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam

(8)

E. Larangan bagi Ibu hamil

Larangan yang sebaiknya tak dilakukan para ibu hamil agar kondisi psikologisnya selalu tenang. Tentunya juga demi mendapat perlindungan dari Allah SWT serta dijauhkan dari hal buruk.

1. Meninggalkan salat

Ketika hamil biasanya tubuh akan terasa sakit dan pegal-pegal. Kepala pusing, badan lemes dan terkadang disertai mual-mual. Hal ini dikarenakan adanya perubahan hormon dalam tubuh. Saat demikian ibu hamil tetap memiliki kewajiban untuk melaksanakan salat fardhu. Ibu boleh meninggalkan puasa ramadhan (dengan syarat nanti diganti di hari lain). Namun untuk salat hukumnya tetap wajib untuk dilakukan.

Jika memang tidak mampu salat dengan berdiri, maka salat dengan duduk. Apabila duduk juga tidak bisa, maka salatlah dengan keadaan berbaring.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah ditanya tentang seseorang yang sakit wasir, sehingga sulit berdiri ketika shalat. Beliau mengatakan: “ Shalatlah sambil berdiri, jika kamu tidak mampu sambil duduk, dan jika kamu tidak mampu, sambil berbaring miring.” (HR. Bukhari).

2. Mengonsumsi makanan haram

Apa yang dimakan oleh ibu juga akan masuk dalam darah jabang bayi. Maka itu, ibu hamil diharuskan menjauhi makanan haram. Tidak hanya ibu hamil saja, tetapi semua umat muslim. Sebab mengonsumsi makanan haram dibenci oleh Allah Ta’ala. Selain itu makanan haram juga mendatangkan pengaruh buruk bagi tubuh.

Dalam Al-Quran, Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman: “ Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.”(QS. Al- Maidah: 88)

3. Mengunjing dan berkata buruk

Ibu hamil hindari mengucap perkataan buruk, seperti menghina, menggunjing atau menjelek-jelekan orang lain. Bisa saja ucapan buruknya justru menimpa anaknya sendiri. Selain itu, perbuatan menjelekkan atau bergunjing juga dilarang agama.

Allah ta’ala berfirman:“ Hai orang orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang

(9)

sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah Maha penerima taubat lagi Maha penyayang.“ (QS. Al Hujurat :12).

4. Mengumbar Aurat

Setiap perempaun islam diwajibkan untuk menutup aurat. Hanya bagian muka dan telapak tangan yang boleh terlihat. Begitupun dengan ibu hamil, mereka juga tidak diperbolehkan mengumbar auratnya. Allah Ta’ala berfirman:

“..Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya..”

(An-Nuur:31)

“Wahai Nabi! katakanllah kepada istri – istrimu, anak – anak perempuanmu dan istri- istri orang mukmin, Hendaklah mereka menutupkan jibabnya keseluruh tubuh mereka.

Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenal sehingga mereka tidak diganggu. Dan Alloh SWT Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” (QS.Al- Ahzab:59)

5. Mendengarkan Musik

Hukum mendengarkan musik memang masih menjadi perdebatan di kalangan ulama.

Sebagian ada yang mengatakan boleh, namun ada juga yang mengharamkan. Namun demikian, alangkah baiknya jika kita meminimalisir kebiasaan mendengarkan musik, lalu menggantinya dengan mendengarkan murotal ayat-ayat Al-Quran. InsyaAllah bayi akan tumbuh menjadi sosok yang sehat, cerdas dan sholehah.

F. Pahala Kehamilan

ketika mengandung dirasakan berat menanggung beban, terdapat berbagai manfaat yang kebaikannya kembali kepada ibunya, diantaranya adalah :

- Kesulitan yang dialami oleh ibu hamil, baik letih, sakit, gangguan kesehatan, kejiwaan, materi pada waktu yang banyak. Kesemuanya ada pahala dan balasan yang dicatat untuk wanita hamil. Seorang hamba muslim akan diberi pahala oleh Allah pada semua musibah yang menimpanya di dunia, hingga duri yang mengenainya, Allah akan hapuskan dosa-dosanya. Maka sakit yang saat melahirkan dan saat hamil, lebih agung dan lebih besar.

(10)

- Bahkan kalau sekiranya Allah takdirkan wanita ini meninggal dunia karena melahirkan, maka dia meninggal dalam kondisi syahid. Ini sebagai dalil akan keutamaan kondisi seperti itu (hamil). Nabi sallallahu’alahi wa sallam bersabda:

ُمَت ُةَأ ْرَملا َو

،دواد وبأ هاور) ةديِهَش ٍعمُجِب ُتو قر

Artinya: Dan wanita yang meninggal dunia karena melahirkan itu syahid.’ (HR. Abu Daud, 3111, dishahihkan oleh An-Nawawi di Syarh Muslim, 13/62)

- Apabila seseorang perempuan mengandung dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

- Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang berjihad di jalan Allah SWT

- Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, hilanglah dosa²nya seperti keadaan ia baru dilahirkan

- Apabila telah lahir anaknya lalu disusuinya, maka bagi ibu itu setiap setegukan dari pada susunya diberi 1 kebajikan

- Apabila semalaman si ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT

- Rakaat shalat wanita yang sedang hamil adalah lebih baik dari pada 80 rakaat shalat wanita yang tidak hamil

- Wanita yang memberi minum air susu ibu (ASI) kepada anaknya dari diri nya sendiri akan mendapat 1 pahala pada tiap² tetes susu yang diberikannya

- Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga anaknya yang sakit akan diampunkan oleh Allah SWT seluruh dosanya dan bila ia menghibur hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadah

- Wanita yang hamil akan dapat pahala terus berpuasa pada siang hari - Wanita yang hamil akan dapat pahala terus beribadah pada malam hari

- Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo (2,5 tahun), maka malaikat² dilangit akan kabarkan berita bahwa syurga wajib baginya

(11)

G. Resiko kehamilan secara Kesehatan

1. Terlalu Muda (< 20 Tahun); adalah hamil pada usia kurang dari 20 tahun.

Alasan tidak boleh hamil pada usia muda:

a. Secara Fisik, Kondisi rahim dan panggul belum berkembang optimal, mengakibatkan kesakitan dan kematian ibu dan bayinya; Pertumbuhan dan perkembangan fisik ibu terhenti atau terhambat, karena saat usia muda ibu masih dalam proses tumbuh sehingga akan terbagi nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu dengan janin yang dikandungnya

b. Secara Mental: Belum siap menghadapi perubahan yang terjadi saat kehamilan;

Belum siap menjalankan peran sebagai seorang ibu; dan Belum siap menghadapi masalah-masalah dalam berumah tangga. Gabungan faktor fisik dan mental yang belum matang akan meningkatkan resiko terjadinya persalinan yang sulit dengan komplikasi medis

Resiko yang dapat terjadi pada Ibu:

a. Perdarahan Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi, kurangnya asupan zat gizi sehingga menyebabkan anemia dalam kehamilan yang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan

b. Keguguran Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja atau karena faktor alamiah seperti terkejut, cemas dan stres, tetapi juga ada keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional baik dengan obat-obatan maupun memakai alat sehingga dapat menimbulkan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menyebabkan kemandulan bahkan kematian ibu

c. Anemia dalam kehamilan/kekurangan zat besi Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurangnya pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hamil, karena pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia. Tambahan zat besi dalam tubuh berfungsi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah, membentuk sel darah merah pada janin dan plasenta Kondisi ibu hamil dengan kadar hemoglobin

<11 gr% pada trimester 1 dan 3 serta kadar Hemoglobin <10,5 gr% pada trimester 2 akan menimbulkan dampak buruk terhadap ibu dan janin, seperti infeksi, partus prematurus, abortus, kematian janin serta cacat bawaan.

(12)

d. Keracunan Kehamilan (Gestosis) Kombinasi keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan kehamilan dalam bentuk pre eklampsia dan eklampsia. Pre eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian.

e. Persalinan yang lama dan sulit Adalah Persalinan yang disertai dengan komplikasi pada ibu maupun janin. Penyebab dari persalinan lama dan sulit dipengaruhi oleh letak janin, kelainan panggul, kelainan kekuatan his, kesalahan mengejan serta pimpinan persalinan yang salah.

f. Mudah Terinfeksi Keadaan gizi buruk, tingkat sosial ekonomi rendah dan stres memudahkan terjadinya infeksi saat hamil dan pada masa nifas

g. Kematian Ibu yang Tinggi Remaja yang stres dengan kehamilannya sering mengambil jalan pintas untuk melakukan abortus pada tenaga non profesional. Jadi salah satu penyebab kematian pada ibu hamil usia muda disebabkan karena abortus.

Penyebab kematian ibu terutama dikenal dengan trias klasik yaitu perdarahan, infeksi dan keracunan kehamilan (gestosis)

2. Terlalu Tua (> 35 tahun); adalah hamil diatas usia 35 tahun.

Alasan tidak boleh hamil pada usia terlalu tua: 1) Pada usia tersebut kondisi kesehatan ibu mulai menurun 2) Fungsi rahim menurun 3) Kualitas sel telur berkurang. Dampak yang terjadi pada kehamilan usia tua: Resiko kehamilan yang mungkin terjadi saat usia ibu di atas 35 tahun atau lebih cenderung melahirkan bayi yang berat badannya lebih rendah dari yang normal, kesehatan ibu juga sudah menurun akibatnya ibu mempunyai kemungkin lebih besar untuk mengalami persalinan lama dan perdarahan

3. Terlalu Dekat Jarak Kehamilan (< 2 Tahun);

adalah jarak antara kehamilan satu dengan berikutnya kurang dari 2 tahun (24 bulan).

Jarak kehamilan yang optimal dianjurkan adalah 36 bulan. Alasan tidak boleh hamil terlalu dekat jaraknya: 1) Kondisi rahim ibu belum pulih 2) Dapat menyebabkan terjadinya penyulit dalam kehamilan seperti anemia 3) Dapat menghambat proses persalinan seperti gangguan kekuatan kontraksi, kelainan letak dan posisi janin 4) Dapat menyebabkan perdarahan pasca persalinan 5) Waktu ibu menyusui dan merawat bayi berkurang.

Dampak yang terjadi pada kehamilan yang terlalu dekat jarak: Jarak kehamilan yang terlalu pendek akan sangat berbahaya kerana organ reproduksi belum kembali ke kondisi semula. Selain itu kondisi tenaga ibu pun belum memungkinkan untuk

(13)

menerima kehamilan berikutnya. Selanjutnya keadaan gizi ibu yang belum pulih pasca persalinan yang dilanjutkan dengan masa menyusui bayi akan membuat janin yang dikandungnya mendapatkan gizi yang sedikit pula sehingga akan membuat

pertumbuhan janin terhambat. Akibat dari kehamilan yang terlalu dekat jaraknya akan terjadi bayi lahir dengan berat badan lahir rendah dan kelahiran prematur

4. Terlalu Sering Hamil (> 3 Anak);

adalah jumlah anak yang dilahirkan lebih dari 3 orang. Alasan tidak boleh hamil terlalu sering: 1) Dapat mengakibatkan terjadinya gangguan dalam kehamilan, seperti plasenta yang letaknya dekat jalan lahir. 2) Dapat menghambat proses persalinan, seperti gangguan kekuatan kontraksi, kelainan letak, dan posisi janin. 3) Dapat

menyebabkan perdarahan pasca persalinan. 4) Waktu ibu untuk menyusui dan merawat bayi berkurang. 5) Tumbuh kembang anak tidak optimal. 6) Menambah beban

ekonomi keluarga.

Dampak yang terjadi pada kehamilan yang terlalu sering: Terlalu sering melahirkan bisa berdampak buruk bagi sang ibu. Resiko kematian menjadi lebih meningkat akibat terjadinya perdarahan yang disebabkan oleh rahim yang berfungsi sebagai organ tempat janin berkembang. Rahim yang terdiri dari jaringan otot akibat kehamilan yang terlalu sering akan mengendurkan otot-otot tersebut sehingga setelah persalinan rahim menjadi sulit berkontraksi untuk kembali ke ukurannya yang semula dan terjadilah perdarahan

H. Doa Khusus sulit melahirkan

1. Jika sulit melahirkan cobalah lakukan sunnahnya Ibnu Abbas dan Ali Radhiallahu

‘Anhuma, yaitu : Abdullah bin Abbas Radhiallahu ‘Anhuma mengatakan:

يهو ،اهنم ىقستو لسغت مث ةفيحص يف نيتملكلاو نيتيلآا نيتاه بتكت اهدلو ةأرملا ىلع رسع اذإ:

ضرلاا برو تاومسلا بر الله ناحبس ،ميركلا ميلحلا ميظعلا الله لاإ هلإ لا ميحرلا نمحرلا الله مسب ي موي مهنأك ” ميظعلا شرعلا برو ةيشع لاإ اوثبلي مل اهنور

:تاعزانلا [ ” اهاحض وأ 46

] . ”

نوقسافلا موقلا لاإ كلهي لهف غلَب راهن نم ةعاس لاإ اوثبلي مل نودعوي ام نوري موي مهنأك

Artinya: Jika seorang wanita kesulitan ketika melahirkan, maka Anda tulis dua ayat berikut secara lengkap di lembaran, kemudian masukkan ke dalam air dan kucurkan kepada dia, yaitu kalimat: Laa Ilaha Illallah Al Halimul Karim Subhanallahi Rabbil

‘Arsyil ‘Azhim Al Hamdulillahi Rabbil ‘Alamin. (Tiada Ilah Kecuali Allah yang Maha

(14)

Mulia, Maha Suci Allah Rabbnya Arsy Yang Agung, Segala Puji Bagi Allah Rabb Semesta Alam). Ka’annahum yauma yaraunaha lam yalbatsu illa ‘asyiyyatan aw dhuhaha. (Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia), melainkan sebentar saja di waktu sore atau pagi (QS. An Nazi’at:46)

Ka’annahum yauma yarauna maa yu’aduna lams yalbatsuu illa saa’atan min naharin balaagh. (Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup (QS. Al Ahqaf :35). Dari Imam Al Qurthubi, Al Jami’ Li Ahkamil Quran, Dar Ihya’ At Turats)

2. Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah mengatakan sebagai berikut:

“Dibolehkan bagi orang yang sakit atau tertimpa lainnya, untuk dituliskan baginya sesuatu yang berasal dari Kitabullah dan Dzikrullah dengan menggunakan tinta yang dibolehkan (suci) kemudian dibasuhkan tulisan tersebut, lalu airnya diminumkan kepada si sakit, sebagaimana hal ini telah ditulis (dinashkan) oleh Imam Ahmad dan lainnya.

3. Abdullah bin Ahmad berkata; Aku membaca di depan bapakku: telah bercerita kepada kami Ya’la bin ‘Ubaid telah bercerita kepada kami Sufyan, dari Muh. bin Abi Laila, dari Hakam, dari Said bin Jubeir dari Ibnu Abbas ia berkata: “Jika seorang ibu sulit melahirkan maka tulislah …

َر ِ َّ ِلِلّ ُدْمَحْلا ِميِظَعْلا ِش ْرَعْلا ِ ب َر ِ َّاللَّ َناَحْبُس ُمي ِرَكْلا ُميِلَحْلا ُ َّاللَّ َّلاإ َهَلإ َلا ِ َّاللَّ ِمْسِب َنيِمَلاَعْلا ِ ب

Artinya: dengan nama Allah, Tidak ada Ilah selain Dia, Yang Maha Mulia, Maha Suci Allah Rabbnya ‘Arys yang Agung, segala puji bagi Allah Rabba semesta alam.”

اَهاَحُض ْوَأ ًةَّيِشَع َّلاإ اوُثَبْلَي ْمَل اَهَن ْو َرَي َم ْوَي ْمُهَّنَأَك

Artinya: Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.” (QS. An Naziat (79):46)

ُم ْوَقْلا َّلاإ ُكَلْهُي ْلَهَف ٌغ َلََب ٍراَهَن ْنِم ًةَعاَس َّلاإ اوُثَبْلَي ْمَل َنوُدَعوُي اَم َن ْو َرَي َم ْوَي ْمُهَّنَأَك َنوُقِساَفْلا

Artinya: Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, Maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.” (QS. Al Ahqaf (46): 35)

(15)

I. Berhubungan Intim Ketika Hamil (Syariat Dan Medis) 1. Bolehkan berhubungan badan saat istri hamil

Berhubungan badan dengan istri saat hamil, Apakah berbahaya? Bagaimana caranya?

Bagaimana pandangan Islam dalam hal ini?. Hukumnya adalah mubah/boleh.Karena ini adalah perkara dunia, maka perkara dunia hukum asalnya mubah/boleh sampai ada dalil yang melarang. sebagaimana kaidah fiqh

ةحابلإا ءايشلأا يف لصلأا Artinya: hukum asal urusan dunia adalah mubah/boleh”

Selama tidak menimbulkan bahaya. Dan juga tidak memberatkan serta membuat istri merasa tersiksa. Misalnya ketika trimester pertama (tiga bulan pertama), biasanya wanita hamil mengalami mual-muntah (morning sicknes), maka sebaiknya suami tidak memaksakan. Ini sebagai bentuk muamalah dan pergaulan yang baik dengan istri, sesuai dengan firman Allah Ta’ala,

ِف ْو ُرْعَملاِب َّنُه ْو ُرِشاَع َو

Artinya: Pergaulilah istrimu dengan baik.” (An-Nisa’ : 19)

Dalam Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah (komite Fatwa di Saudi) dijelaskan,

يف لاإ ةجوزلا ءطو مرحي مل الله نلأ ؛كلذب سأب لاف لماحلا هتجوزل جوزلا ءطو دصقلا ناك نإو .مارحلإا وأ سافنلا وأ ضيحلا ةلاح

Artinya: Adapun jika yang dimaksudkan adalah seorang suami menyetubuhi istrinya yang hamil, maka tidak mengapa/boleh. Karena Allah tidaklah melarang mencampuri istri kecuali pada masa haidh, nifas dan ihram.

2. Aman tidak secara medis?

Jawabannya aman, baik itu pada awal-awal kehamilan maupun ketika hamil besar.

Asalkan memperhatikan posisi , gerakan dan kekuatan yang sesuai (tidak kasar) serta tidak berlebihan intensitas dan lamanya dimana istri sampai merasa kelelahan. Memang ada beberapa keadaan yang tidak dianjurkan atau berhati-hati ketika berhubungan intim, yaitu pada keadaan abnormal seperti Plasenta previa (plasenta terletak di dekat atau di atas leher rahim), istri punya riwayat risiko keguguran atau ada riwayat pecah ketuban, Pendarahan vagina, sering kram perut, kelemahan servik/rahim dan lainnya.

posisi-posisi yang aman khusunya ketika sudah hamil besar, suami di atas dengan meletakkan bantal di belakang punggung istri sehingga suami tidak menekan perut, istri di atas atau dari samping sambil berbaring. Adapun ketika berhubungan kemudian istri

(16)

mencapai klimaks, kemudian perut terasa kejang karena kontraksi, maka tidak masalah.

Karena ini semacam pijatan ringan, tidak mempengaruhi janin di dalam rahim.

J. Makanan Pilihan Rasul untuk Ibu Hamil

Kehamilan merupakan anugerah terindah bagi setiap orang tua. Karenanya, perlu menjaga kesehatan si ibu dan kandungannya agar dapat lahir dengan selamat. Masa kehamilan sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak nantinya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk pertumbuhan janin adalah memilih makanan yang sehat untuk ibu hamil. Kesehatan janin dalam kandungan bergantung pada kesehatan fisik ibu. Salah satu hal yang mendukung kesehatan ibu adalah makanan yang dia makan. Karena itu, Rasulullah Saw sangat menekankan pentingnya perhatian terhadap makanan ibu hamil, khususnya makanan yang berpengaruh pada sisi psikis dan spiritual anak. Dalam sebuah hadist disebutkan, “Orang yang sengsara telah sengsara sejak ia berada di perut ibunya dan orang yang berbahagia telah berbahagia sejak ia berada di perut ibunya.” Maksud dari kebahagiaan dan kesengsaraan semasa di perut ibu adalah bahwa kondisi ibu tersebut menciptakan potensi pada janin untuk menjadi bahagia atau sengsara di masa mendatang. Sebagian penyakit yang diidap ibu dapat menular pada anak sehingga ia lahir dengan penyakit bawaan dan ini merupakan sebagian dari kesengsaraan hidup baginya. Atau sebaliknya, bayi akan lahir sehat dan kesehatannya itu akan terus dibawa selama hidupnya dan itu merupakan bagian dari kebahagiaannya.

Rasulullah Saw merekomendasikan beberapa makanan yang sehat untuk ibu hamil. Selain bergizi untuk diri si ibu, makanan-makanan tersebut juga mencerdaskan otak bayi yang dikandungnya.

- buah pir.

Rasulullah Saw bersabda, “Makanlah buah pir karena buah itu dapat membuat terang penglihatan dan menumbuhkan rasa cinta di hati. Dan berikanlah buah ini kepada ibu yang sedang mengandung karena dapat mempercantik anak kalian.”

- luban atau kemenyan Arab.

Rasulullah Saw bersabda, “Berilah luban (kemenyan Arab) kepada istri kalian yang sedang mengandung karena itu dapat mencerdaskan anak yang sedang dikandungnya.” Imam Ali bin Musa Ridha As berkata, “Berikanlah luban kepada

(17)

istri kalian yang sedang mengandung. Jika bayi yang dikandungnya itu laki-laki, maka anak tersebut akan menjadi anak yang cerdas, pandai, dan pemberani. Jika bayi yang dikandungnya itu perempuan, maka anak itu akan menjadi cantik paras dan budi pekertinya, serta akan dihormati oleh suaminya.”

- buah kurma.

Rasulullah Saw bersabda, “Berikanlah buah kurma kepada istri kalian di bulan ke sembilan kehamilannya karena hal itu dapat membuat anak yang ia lahirkan menjadi orang yang berhati lembut dan bersih.”

Para Imam Ahlul Bait As telah membuat daftar menu makanan yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh, seperti yang diriwayatkan dalam kitab-kitab hadist Ahlul Bait, misalkan Al- Kafi dan Makarim Al-Akhlaq. Makanan-makanan tersebut antara lain adalah buah delima, tin, anggur, kismis, sayuran, daging, bubur daging, hijau- hijauan, dan jenis buah-buahan lainnya. Perbanyak pula makanan yang mengandung asam folat yang berguna untuk mencegah cacat tabung saraf dan tulang belakang pada si kecil. Makanan yang mengandung asam folat terdapat pada sereal, beras merah, jeruk, sayuran hijau, kacang-kacangan, brokoli, dan lainnya. Selain itu, makanan yang dikonsumsi ibu hamil ada baiknya mengandung banyak zat besi. Zat besi berguna untuk mencegah terjadinya anemia pada saat kehamilan. Anemia berbahaya sekali bagi ibu hamil sehingga dapat menyebabkan terjadinya pendarahan saat-saat persalinan.

Di lain pihak, mereka melarang kita untuk memakan makanan yang membahayakan kesehatan seperti bangkai, darah, daging babi, arak, dan jenis-jenis makanan lain yang telah dilarang dalam Alquran dan hadist Nabi Muhammad Saw.

K. Masalah Nifas

1. Bebas dari aktivitas ibadah fisik

Setelah melahirkan seorang ibu akan mengalami masa nifas (darah kotor) selama 40 hari. Pada masa itu seorang wanita dibebaskan, bahkan diharamkan dari kegiatan ibadah yang membutuhkan kekuatan fisik seperti shalat, puasa, dan membaca Al- Quran.

2. Menjaga Kebersihan dan Kesehatan

Pasca melahirkan wanita memerlukan perhatian khusus dibidang kesehatan. Di samping banyaknya darah kotor yang keluar pada masa nifas, kondisi wanita juga masih dalam keadaan luka (karena melahirkan). Perawatan kesehatan diperlukan

(18)

untuk mencegah berbagai penyakit. Diakui bahwa kebersihan merupakan pangkal kesehatan Islam telah menjelaskan dengan sangat jelas bahwa kebersihan merupakan anjuran yang dikaitkan dengan keimanan.

3. Larangan Untuk Melakukan Hubungan Suami Istri Selama Masa Nifas

Islam melarang suami istri untuk melakukan hubungan intim pada masa nifas sampai darah kotor tersebut berhenti. Kalau ditinjau dari segi kesehatan, larangan tersebut mengandung cukup banyak hikmah, seperti, jalan lahir anak pada wanita masih dalam penyembuhan dari luka yang diakibatkan dari kelahiran bayi.

Allah SWT berfirman yang artinya: dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katkanlah, “Itu adalah sesuatu yang kotor” karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci…. (al-Baqarah: 222).

Dari ayat di atas, pengertian setelah mereka suci, baik itu setelah haid maupun darah kotor pada saat nifas (setelah darah berhenti keluar).

4. Mandi Setelah Berakhirnya Masa Nifas

Setelah berkahirnya masa nifas, seorang wanita diwajibkan untuk mandi. Dengan demikian maka ia kembali menjadi bersih dan suci. Artinya, segala aktivitas keagamaan mulai harus diaktifkan kembali dan juga telah sah untuk berhubungan suami istri. Masa 40 hari merupakan waktu yang cukup untuk memulihkan seoarang wanita baik kesehatan fisik maupun mentalnya

L. PASCA MELAHIRKAN

Islam secara tersurat dan tersirat telah menjelaskan bahwa seorang wanita boleh menjaga jarak dalam mengatur kehamilan.Menjaga jarak dengan tujuan memberikan anak perhatian yang cukup demi kesehatan wanita itu sendiri. Mengandung dan melahirkan merupakan sebuah perjuangan yang beresiko tinggi, kelalaian dalam menjaga kesehatan dan keselamatan ibu hamil bisa berakibat fatal bahkan bisa menyebabkan seorang wanita meniggal dunia ketika hamil atau melahirkan. Dalam Al-Quran ditegaskan bahwa seorang ibu harus menyusui anaknya secara baik dan mencukupi dengan batas waktu hingga 2 tahun, sebagaimana firman Allah swt: Ayat Allah SWT Artinya: “Dan Ibu-ibu hendaklah menyusui anaknya dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna……….(QS:al-Baqarah 233)

(19)

Kalau seorang wanita memberikan ASI secara sempurna hingga 2 tahun, artinya dia tidak hamil selama dalam proses tersebut. Kehamilan itu sendiri membutuhkan sebuah perjuangan yang akan merepotkan seorang ibu dalam menyapih bayinya. Setelah 2 tahun barulah seorang ibu boleh hamil kembali dan proses kehamilan itu sendiri membutuhkan waktu hingga 9 bulan, berarti jarak yang ideal bagi seorang ibu untuk mempunyai anak (melahirkan) adalah 2 tahun 9 bulan.

REFFERENCY:

Al Qur’an Nul Karim. Jakarta Timur: PT. Insan Media Pustaka; 2012.

Mulia M. Perspektif Al-Qur’an Mengenai Hak-hak Reproduksi Perempuan. 2015;

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi. Kemenkes RI. 2014

Nurdin M. Pandangan Islam tentang Ibu Hamil dan Kesehatan Anakanak. 2009 Wahid. Agama dan kesehatan. Jakarta: CV. Trans Info Media; 2014

Harahap DFS. Kehamilan dan Persalinan: Antara Fisik, Psikis dan Spiritualitas Islam.

Bandung: Pustaka Aura Semesta; 2015. 46. Shihab MQ. Tafsir Al-Misbah. Jakarta:

Lentera Hati 2; 2002

Referensi

Dokumen terkait

Dalam konteks lalu lintas, tugas polisi adalah menemukan, menahan, menjaga (jika perlu), dan menuntut para pelanggar hukum. Oleh karena itu perlu dihindari sikap

Menurut Jenson (2006), apabila terdapat komunikasi antara kedua-dua pihak, pelajar akan lebih berjaya dan ini diakui oleh Shirvani (2007) yang menyatakan komunikasi antara sekolah

SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH ALAMAT SKPD: SEKRETARIAT

Tanda tangan elektronik tersebut langsung tercetak dalam hasil cetakan resume medis pulang rawat inap dan rawat jalan, serta surat rujukan, namun untuk resume

Hasil dari aplikasi yang disertai dengan evaluasi menggunakan kuesioner kepada para pemain Scrabble menunjukkan hasil keseluruhan yang hampir sempurna baik dalam tingkat kecerdasan

Pendapat lain juga diungkapkan oleh Tyasari (2008:1) menyatakan bahwa, “mozaik merupakan kerajinan yang dibentuk dari kepingan atau pecahan keramik, kaca atau kertas

Dalam tahap ini formula 3 formulasi isolat RBI (tepung tapioka, gambut dan limbah padat tahu) dengan lama penyimpanan 0, 2, 4, 6 dan 8 minggu diuji kemampuannya mengimunisasi

(2) Pengelola atau pejabat yang ditunjuk meneliti laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan menyusun daftar hasil pemeliharaan barang yang dilakukan dalam 1 (satu)