• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bimbingan Belajar a

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Bimbingan Belajar a"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori

1. Bimbingan Belajar

a. Pengertian Bimbingan

Bimbingan belajar adalah kegiatan bantuan belajar kepada siswa yang bertujuan agar siswa mendapat prestasi belajar secara optimal. Menurut Kosasih (2004: 62) bimbingan adalah suatu proses yang berkesinambungan dalam membantu individu yang bersangkutan agar dapat mengembangkan dan mengarahkan dirinya secara optimal sesuai dengan kemampuan atau potensinya. Bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan dalam kehidupannya agar individu atau sekumpulan individu dapat mencapai kesejahteraan hidupnya. Adanya layanan bimbingan, individu atau sekumpulan individu akan menghindari dan mengatasi masalah dalam kehidupannya, sehingga individu atau sekumpulan individu mampu mencapai kebahagiaan dalam hidupnya.

Pendapat tentang bimbingan oleh Sukardi (2008: 20) mengemukakan bahwa bimbingan adalah merupakan proses pemberian bantuan kepada seseorang atau sekelompok orang secara terus menerus dan sistematis oleh guru pembimbing agar individu atau sekelompok individu menjadi pribadi yang mandiri.

(2)

Kemandirian yang menjadi tujuan usaha bimbingan ini mencakup lima fungsi pokok yang hendaknya dijalankan oleh pribadi mandiri, yaitu: 1) mengenal diri sendiri dan lingkungannya sebagaimana adanya, 2) menerima diri sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis, 3) mengambil keputusan, 4) mengarahkan diri sendiri, dan 5) mewujudkan diri mandiri.

Berdasarkan pengertian yang telah disebutkan di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan merupakan salah satu bentuk pemberian bantuan secara terus menerus dan sistematis kepada individu atau sekumpulan individu dalam mengatasi permasalahan, sehingga masing-masing individu akan mampu untuk mengoptimalisasikan potensinya dan mempunyai keterampilan dalam menghadapi setiap permasalahan, serta mencapai penyesuaian diri dalam kehidupannya, baik keluarga, sekolah, ataupun masyarakat.

b. Pengertian Bimbingan Belajar

Selain pengertian bimbingan Kosasih (2004: 67) juga mengemukakan tentang bimbingan belajar adalah bimbingan yang digunakan untuk mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Bimbingan yang dimaksud dalam hal menemukan cara belajar yang tepat, dalam memilih program studi yang sesuai, dan dalam mengatasi kesukaran-kesukaran yang timbul berkaitan dengan

(3)

tuntutan-tuntutan belajar di suatu institusi pendidikan. Bimbingan belajar menurut (Karsenty, 2009) dikutip dalam Santrock (2014 : 49) bimbingan belajar adalah terjadi antara orang dewasa dan anak atau antara anak yang lebih terampil. Bimbingan individual adalah strategi yang paling baik dan menguntungkan bagi siswa, terutama yang tidak memiliki keampuan lebih pada pelajaran atau bidang tertentu.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar merupakan suatu kegiatan bantuan belajar kepada siswa yang bertujuan agar siswa mencapai prestasi belajar secara optimal.

Bimbingan belajar dibutuhkan kepada siswa yang kurang memiliki kemampuan pada pelajaran atau bidang tertentu untuk mencapai prestasi yang diinginkan. Prestasi setiap siswa penting dan merupakan salah satu indikator terhadap berhasil atau tidaknya proses pembelajaran di sekolah.

c. Tujuan Bimbingan Belajar

Tujuan pelayanan bimbingan belajar menurut Sukardi (2008:

28) tujuan pelayanan bimbingan belajar secara umum adalah membantu siswa agar mendapat penyesuaian yang baik di dalam situasi belajar, sehingga setiap siswa dapat belajar dengan efesien sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, dan mencapai perkembangan yang optimal. Layanan bimbingan dimaksudkan untuk membantu siswa dalam mengembangkan potensinya, oleh

(4)

karena itu siswa diharapkan memahami dirinya sendiri, harapan dan cita-citanya ke depan.

Santrock (2014 : 49- 51) menuliskan dalam buku psikologi pendidikan bahwa proses bimbingan terbagi menjadi 2 yaitu:

1) Guru atau mentor dengan siswa

Sebagian siswa membutuhkan bantuan secara individu.

Bimbingan individual merupakan strategi yang efektif bagi siswa. Sebagian guru, relawan atau mentor dapat membantu mengatasi masalah siswa.

2) Pendidik sebaya atau siswa dengan siswa lain

Sesama siswa juga bisa menjadi pendidik yang efektif (De Smet. 2010) dikutip dalam Santrock (2014 :51) dalam bimbingan belajar rekan sebaya atau rekan bimbingan sebaya satu siswa dapat mengajarkan siswa lain.

Kosasih (2004: 67) mengemukakan bahwa tujuan pelayanan bimbingan belajar adalah:

1) Mencarikan cara-cara belajar yang efesien dan efektif bagi seorang anak atau sekelompok anak.

2) Menunjukan cara-cara mempelajari sesuatu dan menggunakan buku pelajaran.

3) Membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ulangan dan ujian.

4) Memilih suatu bidang studi sesuai dengan bakat, minat, kecerdasan, cita-cita dan kondisi, fisik atau kesehatannya.

(5)

5) Menunjukan cara-cara menghadapi kesulitan dalam bidang studi tertentu.

6) Menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajarnya.

7) Memilih pelajaran baik yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah maupun untuk pengembangan bakat dan karirnya di masa depan.

Tujuan bimbingan belajar yaitu untuk membantu siswa agar mendapatkan penyesuaian yang baik di dalam situasi belajar, sehingga setiap murid dapat belajar dengan efisien sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, dan mencapai perkembangan yang optimal.Bimbingan belajar juga membantu siswa dalam menghadapi kesulitan belajar di sekolah maupun di rumah.

Dari penjelasan di atas bimbingan belajar memiliki dampak positif bagi siswa. Dengan bimbingan belajar siswa akan lebih mudah memahami pelajaran di sekolahnya karena sebelum menerima pelajaran disekolah siswa akan terlebih dahulu mempelajari pada waktu bimbingan belajar. Walaupun bimbingan belajar memiliki dampak yang positif, tidak semua orang siswa yang dapat paham akan hal ini. Orang tua mengenyampingkan manfaat bimbingan belajar karena berbagai faktor diantaranya faktor ekonomi.

(6)

Materi bimbingan belajar bagi siswa menurut Sukardi (2008:

46) bimbingan belajar antara lain:

1) Membantu siswa mengembangkan pemahaman diri sesuai dengan kecakapan minat, bakat kecakapan belajar, dan kecakapan yang ada.

2) Membantu siswa untuk mengembangkan motif-motif intrinsik dalam belajar, sehingga dapat mencapai kemajuan yang berarti dan bertujuan.

3) Memberikan dorongan pengarahan diri, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan keterlibatan diri dalam proses pendidikan.

4) Mengembangkan nilai dan sikap secara menyeluruh, serta perasaan sesuai dengan penerimaan diri.

5) Membantu siswa dalam memperoleh kepuasan pribadi dalam penyesuaian diri secara maksimal dalam masyarakat.

2. Prestasi Belajar

a. Pengertian Prestasi Belajar

Prestasi menurut Poerwadarminta (2006: 787) prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah diakukan, dikerjakan, dan sebagainya). Belajar menurut Mulyasa (2005: 189), belajar pada hakekatnya merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh individu untuk memenuhi kebutuhanya. Setiap belajar yang dilakukan oleh peserta didik akan menghasilkan perubahan-perubahan dalam

(7)

dirinya, yang oleh Bloom dan kawan-kawan dikelompokkan ke dalam kawasan kognitif, afektif dan psikomotor. Belajar menurut Slameto (2010: 2) adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Arifin (2011 : 12) memaknai prestasi belajar berkenaan dengan aspek pengetahuan. Prestasi belajar merupakan suatu masalah yang bersifat perenial dalam sejarah kehidupan manusia, karena sepanjang hidup manusia selalu mengejar prestasi menurut bidang dan kemampuan masing-masing.

Dari pengertian tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dapat diperoleh dari kegiatan sadar yang telah dilakukan siswa pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.Hasil yang dicapai sebaik-baiknya pada siswa dalam pendidikan didapat dari proses pembelajaran. Prestasi belajar juga merupakan hasil pencapaian maksimal siswa pada sesuatu yang telah dikerjakan, dipelajari, difahami dan diterapkan.

b. Tipe Prestasi Belajar

Tipe prestasi belajar menurut Sudjana (2005: 50-52) terdiri dari 3 (tiga) tipe yaitu tipe belajar bidang kognitif, afektif dan psikomotorik yang dijelaskan sebagai berikut :

(8)

1) Tipe Prestasi Belajar Bidang Kognitif

a) Tipe prestasi belajar pengetahuan hafalan (Knowledge) Pengetahuan hafalan yang dimaksudkan oleh Sudjana (2010 : 23) ialah sebagai terjemahan dari kata knowledge dari Bloom. Cakupan dalam pengetahuan hafalan

termasuk pula pengetahuan yang sifatnya faktual, disamping pengetahuan yang mengenai hal-hal yang perlu diingat kembali seperti batasan, peristilahan, pasal, hukum, bab, ayat, rumus, dan lain-lain.

b) Tipe prestasi belajar pemahaman (Comprehention)

Tipe prestasi belajar pemahaman lebih tinggi satu tingkat dari tipe prestasi belajar pengetahuan hafalan.

Pemahaman memerlukan kemampuan menangkap makna atau arti dari suatu konsep, untuk itu maka diperlukan adanya hubungan atau pertautan, antara konsep dengan makna yang ada dalam konsep tersebut.

c) Tipe prestasi belajar penerapan (aplikasi)

Aplikasi adalah kesanggupan menerapkan, dan mengabstraksi suatu konsep, ide, rumus, dan hukum dalam situasi yang baru. Memecahkan persoalan dengan menggunakan rumus tertentu dan menerapkan suatu dalil atau hukum dalam suatu persoalan tertentu. Jadi, dalam aplikasi harus ada konsep, teori, hukum, dan rumus. Dalil

(9)

hukum tersebut, diterapkan dalam pemecahan suatu masalah (situasi tertentu). Dengan perkataan lain, aplikasi bukan keterampilan motorik tapi lebih banyak keterampilan mental.

d) Tipe prestasi belajar analisis

Analisis menurut Sudjana (2005 : 51) analisis adalah kesanggupan memecah, mengurai suatu integritas (kesatuan yang utuh) menjadi unsur-unsur atau bagian-bagian yang mempunyai arti, atau mempunyai tingkatan (hirarki).

Analisis merupakan tipe prestasi belajar yang kompleks, yang memanfaatkan unsur tipe prestasi belajar sebelumnya, yakni pengetahuan, pemahaman, dan aplikasi. Analisis sangat diperlukan bagi para siswa sekolah menengah apalagi di Perguruan Tinggi, akan tetapi untuk melakukan analisis sejak dini pada siswa sangat penting untuk menumbuhkan kreatifitas dan kemandirianya dimasa yang akan datang.

e) Tipe prestasi belajar sintesis

Sintesis menurut Sudjana (2010 : 28) adalah lawan analisis. Bila pada analisis tekanan pada kesanggupan menguraikan suatu integritas menjadi bagian yang bermakna, pada sintesis adalah kesanggupan menyatukan unsur atau bagian menjadi satu integritas.

(10)

f) Tipe prestasibelajar evaluasi

Evaluasi adalah kesanggupan memberikan keputusan tentang nilai sesuatu berdasarkan, judgment (penilaian) yang dimilikinya, dan kriteria yang dipakainya. Tipe prestasi belajar ini dikategorikan paling tinggi, dan terkandung semua tipe prestasi belajar yang telah dijelaskan sebelumnya. Dalam tipe prestasi belajar evaluasi, tekanan pada pertimbangan sesuatu, nilai, mengenai baik tidaknya, tepat tidaknya, dengan menggunakan kriteria tertentu.

2) Tipe prestasi belajar bidang afektif

Bidang afektif berkenaan dengan sikap dan nilai. Sikap seseorang menurut Sudjana (2005: 53) dapat diramalkan perubahannya, bila seseorang telah meguasai bidang kognitif tingkat tinggi. Tipe prestasi belajar afektif tampak pada siswa dalam berbagai tingkah laku seperti atensi atau perhatian terhadap pelajaran, disiplin, motivasi belajar, menghargai guru dan teman sekelas, kebiasaan belajar, dan lain-lain.

3) Tipe prestasi belajar bidang psikomotor

Slameto. (2010 : 4) mengatakan, perubahan yang diperoleh seseorang setelah melalui suatu proses belajar yaitu meliputi perubahan tingkah laku secara menyeluruh dalam sikap, ketrampilan, pengetahuan, dan lain-lain. Prestasi belajar bidang psikomotorik menurut Sudjana (2005: 54) prestasi belajar peserta didik tampak dalam bentuk keterampilan (skill)

(11)

dan kemampuan bertindak individu. Ada 6 tingkatan keterampilan yakni:

a) Gerakan refleks (keterampilan pada gerakan yang tidak sadar).

b) Keterampilan pada gerakan-gerakan dasar.

c) Kemampuan perseptual termasuli di dalamnya membeda.kan visual, membedakan auditif motorik dan lain-lain.

d) Kemampuan di bidang fisik, misalnya kekuatan, keharmonisan, dan ketepatan.

e) Gerakan-gerakan skill, mulai dari keterampilan sederhana sampai pada keterampilan yang kompleks.

f) Kemampuan yang berkenaan dengan non descursive komunikasi seperti gerakan ekspresif, dan interpretatif.

c. Faktor yang mempengaruhi Prestasi Belajar

Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar menurut Sugihartono (2003: 76) banyak jenisnya, tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan saja, yaitu faktor intern dan faktor ekstern.

Faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu.Penjelasan tentang kedua faktor tersebut sebagai berikut:

(12)

1) Faktor-Faktor Intern

Faktor internal menurut Susanto (2014: 12) faktor internal merupakan faktor yang berada dalam diri peserta didik, yang mempengaruhi kemampuan belajarnya. Di dalam membicarakan faktor intern ini, akan dibahas menjadi tiga faktor, yaitu: faktor jasmaniah, faktor psikologis dan faktor kelelahan.

a) Faktor Jasmaniah

Sehat menurut Slameto (2010: 54) berarti dalam keadaan baik segenap badan beserta bagian- bagiannyabebas dari penyakit. Kesehatan adalah keadaan atau hal sehat. Kesehatan seseorang berpengaruh terhadap belajarnya. Proses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatan seseorang terganggu, selain itu juga ia akan cepat lelah, kurang bersemangat, mudah pusing, ngantuk jika badannya lemah, kurang darah ataupun ada gangguan-gangguan atau kelainan-kelainan fungsi alat inderanya serta tubuhnya.

b) Faktor Psikologis

Sekurang-kurangnya ada tujuh faktor menurut Sugihartono (2007: 76) yang tergolong ke dalam faktor psikologis yang mempengaruhi belajar. Faktor-faktor itu

(13)

adalah: inteligensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kelelahan.

c) Faktor Kelelahan

Kelelahan pada seseorang walaupun sulit untuk dipisahkan tetapi menurut Slameto (2010 : 59) dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani (bersifat psikis). Kelelahan jasmani terlihat dengan lemah lunglainya tubuh dan timbul kecenderungan untuk membaringkan tubuh. Kelelahan jasmani terjadi karena terjadi kekacauan substansi sisa pembakaran di dalam tubuh, sehingga darah tidak/kurang lancar pada bagian-bagian tertentu.

Kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu hilang. Kelelahan ini sangat terasa pada bagian kepala dengan pusing-pusing sehingga sulit untuk berkonsentrasi, seolah-olah otak kehabisan daya untuk bekerja. Kelelahan rohani dapat terjadi terus- menerus memikirkan masalah yang dianggap berat tanpa istirahat, menghadapi hal-hal yang selalu sama atau konstan tanpa ada variasi dan mengerjakan sesuatu karena terpaksa dan tidak sesuai dengan bakat, minat dan perhatiannya.

(14)

2) Faktor-Faktor Ekstern

Selain faktor internal menurut Susanto (2014: 12) ada faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar diri peserta didik yang mempengaruhi hasil belajarnya. Faktor ekstern yang berpengaruh terhadap belajar menurut Sugihartono, dkk.

(2007 : 76) dapat dikelompokkan menjadi 3 faktor, yaitu:

faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat. Uraian berikut membahas ketiga faktor tersebut.

a) Faktor Keluarga

Siswa yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah tangga dan keadaan ekonomi keluarga. Cara orang tua mendidik siswa sangat berpengaruh dalam proses belajar siswa. Suasana rumah yang nyaman akan membuat siswa dapat berfikir secara kondusif dalam proses mencapai prestasi belajar yang diinginkan.

b) Faktor Sekolah

Faktor sekolah yang mempengaruhi belajar menurut Slameto (2010 : 64) mencakup metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah,

(15)

standar pelajaran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah.

c) Faktor Masyarakat

Masyarakat menurut Sugihartono, dkk (2007 : 76) merupakan faktor ekstern yang juga berpengaruh terhadap belajar siswa. Pengaruh itu terjadi karena keberadaannya siswa dalam masyarakat. Pada uraian berikut ini penulis membahas tentang kegiatan siswa dalam masyarakat, dibahas tentang kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul dan bentuk kehidupan masyarakat, yang semuanya mempengaruhi belajar.

3. Tanggung Jawab

Menurut ditjen Mandikdasmen Kementrian Pendidikan Nasional karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas setiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang diap buat.

Sadulloh, dkk (2006 : 234) Manusia adalah mahluk yang mempunyai tanggung jawab dan kewajiban. Setiap manusia memiliki tanggung jawab terhadap yang lain.

(16)

Tanggung jawab merupakan salah satu dari bentuk karakter.

Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatu. Mahmud (2010 : 56) tanggung jawab yaitu sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dilakukan oleh diri sendiri, masyarakat, lingkungan, negara dan Tuhan Yang Maha Esa.Tanggung jawab berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatu, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab sangat berkaitan dengan perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa tanggung jawab dapat menerangkan perbuatan yang kita perbuat dan memperjelas aturan- aturan yang ada. Tanggung jawab dapat menunjukan pada diri sendiri dan orang lain, bahwa perbuatan yang dilakukan tidak merugikan orang lain, tannggung jawab di tujukan untuk menjaga kehidupan sosial.

a. Unsur-unsur tanggung jawab 1) Kedewasaan

Orang yang dapat lepas dari tanggung jawab yaitu anak- anak atau anak luar biasa, orang yang tidak sadar atau hilang ingatan, semua dapat lepas dari tanggung jawab. Orang yang tidak bisa lepas dari tanggung jawab adalah orang yang dewasa menurut hukum.

(17)

2) Kemampuan berpikir

Bertanggung jawab berhubungan dengan pertimbangan.

Individu dapat menimbang apabila dapat berfikir dengan menggunakan akalnya. Maka dari itu tanggungjawab tumbuh bersamaan dengan kemampuan berfikir.

3) Pengalaman

Bertanggung jawab menurut Sadulloh (2006 : 236) perlu suatu kematangan dalam memepertimbangkannya, maka harus di pelajari cukup lama. Bertanggung jawab tidak hanya kemampuan berfikir saja yang merupakan unsur kematangan bertanggung jawab, namun pengalaman juga ikut menumbuhkan kemampuan itu.

b. Cara Menanamkan Tanggung Jawab

Tanggung jawab merupakan aspek yang berperan secaran secara luas kepada siswa. Guru, orang tua, masyarakat merupakan faktor pendukung bagi siswa dalam usaha bertanggung jawab.

Menurut Sadulloh, dkk (2006 :241) cara menanamkan tanggung jawab adalah sebagai berikut:

1) Sampaikan kepada siswa dengan jelas tentang tanggung jawab 2) Harapkan dan mintalah tanggung jawab

3) Jangan memberikan pemakluman

4) Tentukan konsekuensi yang diberikan jika siswa tetap tidak bertanggung jawab

(18)

5) Berikan penguatan pada perilaku dan tindakan yang bertanggung jawab.

Indikator tanggung jawab siswa, diantaranya sebagai berikut:

1) Ikut mencari solusi 2) Menjawab pertanyaan

3) Menyelesaikan tugas yang diberikan

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa tanggung jawab merupakan kesadaran yang perlu ditanamkan kepada siswa untuk melakukan sesuatu hal yang ada dalam pikirannya. Tanggung jawab juga berpengaruh pada keberhasilan siswa dalam bidang pendidikan, bermasyarakat, bernegara dan beragama. Guru dalam upaya meningkatkan tanggung jawab siswa seharusnya selalu menanamkan nilai-nilai tanggung jawab pada setiap mata pelajaran.

B. Hasil Penelitian yang Relevan

Hasil penelitian yang relevan diperlu untuk menambah referensi sebelum melakukan penelitian dan memperkuat kajian teori yang telah dituliskan dalam subbab sebelumnya. Beberapa hasil penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Penelitian Sarasweni (2012), yang berjudul “Pengaruh Bimbingan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas V SD se Kecamatan Kebasen“. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah ex- postfacto. Sementara pelaksanaan penelitiannya menggunakan penelitian sampling. Populasi penelitian ini adalah 1013 siswa. Cara pengambilan

(19)

ukuran sampel menggunakan rumus Slovin dengan taraf signifikansi 5%

sehingga diperoleh 287 anggota sampel. Teknik pengambilan anggota sampel dilakukan secara acak (Simple Random Sampling). Penelitian terlebih dahulu diadakan uji validitas dan reliabilitas instrumen. Kedua instrumen masing-masing diuji menggunakan validitas isi dan empirik.

Validitas instrumen bimbingan belajar dihitung menggunakan product moment, sedangkan instrumen tes prestasi belajar matematika dihitung

menggunakan point biserial. Reliabilitas instrumen bimbingan belajar dihitung dengan rumus Alpha Cronbach dan diperoleh indeks reliabilitas sebesar 0,89951, sedangkan reliabilitas instrumen tes prestasi belajar matematika dihitung menggunakan rumus KR21 dan diperoleh indeks reliabilitas sebesar 0,84789. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana dengan uji prasyarat normalitas, linieritas, nonkolinieritas, dilanjutkan dengan menghitung koefisien determinasi (r2). Uji normalitas dihitung menggunakan Chi Kuadrat ( χ2 ), uji liniertias dihitung dengan Uji F, uji nonkolinieritas dihitung menggunakan rumus product moment dan koefisien determinasi dihitung dengan mengkuadratkan indeks koefisien product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar matematika sebesar 55%. Hal ini ditunjukkan dari perhitungan Analisis Regresi yang memperoleh Fhitug = 5,49 >

Ftabel = 3,89.

(20)

2. Penelitian Jadaini (2014), yang berjudul “Pengaruh Bimbingan Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa SD Negeri 95/I Desa Olak Kec. Muara Bulian”. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh Bimbingan Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa di SD Negeri 95/I Desa Olak. Pelaksanaan penelitian ini adalah di SD Negeri 95/I Desa Olak pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Instrumen penelitian ini menggunakan angket tertutup dalam bentuk skala sikap dari Linkert, berupa pertanyaan atau pernyataan yang jawabannya berbentuk skala deskriptif. Angket tertutup untuk mengungkap data tentang variabel terikat yaitu motivasi belajar siswa. Dari perhitungan hasil analisis data didapat thitung = dan ttabel = 1,6820 dengan dk = 41. Kriteria pengujian terima . Kriteria pengujian terima H0 jika thitung ˂ t(0,95), untuk harga- harga lain H0 ditolak. Karena thitung sebesar , lebih besar dari 1,6820 berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan bimbingan belajar pada siswa SDN 95/I Desa Olak.

Beberapa penelitian di atas, digunakan sebagai sumber yang digunakan untuk penguat bahwa bimbingan belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian di atas membahas pengaruh bimbingan belajar terhadap prestasi siswa. Dalam hal ini mereka tidak membuat refleksi yang mendalam atau observasi menyeluruh. Penelitian mereka hanya melihat hasil penelitian dari prestasi belajar siswa.

(21)

Penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya, prestasi belajar yang diteliti oleh penelitian sebelumnya hanya membahas mengenai pengaruh bimbingan belajar terhadap hasil nilai siswa. Bimbingan belajar yang diteliti yaitu bimbingan belajar yang diikuti oleh siswa di luar sekolah. Pengaruh bimbingan belajar terhadap prestasi belajar siswa dianalisis dengan membandingkan prestasi belajar siswa dari hasil nilai sekolah. Penelitian ini berbeda dari penelitian sebelumnya karena penelitian yang akan dibahas yaitu mengenai karakter tanggung jawab yang dihasilkan siswa setelah mengikuti proses bimbingan belajar.

C. Kerangka Pikir

Berdasarkan landasan teori dan hasil penelitian yang relevan di atas, maka dapat dikemukakan bahwa prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh banyak faktor, yang diantaranya adalah faktor sekolah seperti waktu belajar.

Kegiatan belajar mengajar yang sudah terjadwal dengan banyaknya jumlah mata pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa, sehingga waktu belajar yang telah disediakan tidak selalu bagi siswa untuk menguasai seluruh mata pelajaran yang dipelajari.

Pihak sekolah juga menyadari akan hal tersebut, sehingga telah menambah jam belajar siswa. Namun demikian, beberapa orang tua termasuk siswa merasa waktu belajar siswa di sekolah masih kurang, sehingga menambah jam belajar siswa dengan mengikuti kegiatan bimbingan belajar di luar sekolah. Hal ini karena adanya tuntutan persyaratan nilai ujian akhir

(22)

Orang tua dan siswa yang mengharapkan untuk dapat melanjutkan di sekolah yang unggul (favorit) harus berjuang untuk mendapatkan nilai ujian akhir nasional yang tinggi.

Kegiatan bimbingan belajar di luar sekolah diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai mata pelajaran, khususnya mata pelajaran yang diujikan secara nasional. Oleh karena itu, diduga prestasi belajar siswa yang mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah akan meraih prestasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan prestasi siswa yang tidak mengikuti kegiatan bimbingan belajar di luar sekolah.

Gambar 2.1

Kerangka Pikir Bimbingan Belajar D. Hipotesis Penelitian

1. Terdapat korelasi nilai bimbingan belajar terhadap nilai hasil ujian nasional IPA di SD Negeri 2 Bojanegara?

2. Terdapat korelasi tanggung jawab terhadap nilai hasil ujian nasional IPA di SD Negeri 2 Bojanegara?

3. Apakah terdapat korelasi nilai bimbingan belajar dan tanggung jawab terhadap nilai hasil ujian nasional IPA di SD Negeri 2 Bojanegara?

Nilai Ujian Nasional IPA (Y)

Hasil Bimbingan Belajar (X1)

Tanggung jawab (X2)

Referensi

Dokumen terkait

(NPM) secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham pada sektor industri kelapa sawit di Bursa Efek Indonesia tahun 2007 sampai 2011, Hasil analisis yang dilakukan

Kawasan wisata Gunung Galunggung sangat memiliki potensi berwisata tetapi sangat disayangkan wisata tersebut promosi yang dilakukan dari objek wisata ini masih sangat

Sesuai dengan ketentuan dalam Perpres Nomor 70 Tahun 2012, kepada Rekanan yang berkeberatan atas pengumuman ini, Diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara

Namun, disisi lain pengetahuan riset partisipan tentang TB paru masih sederhana, sehingga perlu penambahan wawasan bagi keluarga untuk memaksimalkan peran keluarga bagi anak

Rafinaldy (2006) relates limited competitiveness of Indonesian SMEs to the problems faced by small businesses: 1) low productivity associated with low quality of human resources and

Dapat diambil kesimpulan dari pengerjaan penelitian ini berdasarkan hasil proses pengembangan dan pengimplementasian, yaitu dari hasil pengujian yang telah dilakukan baik itu

dihitung berdasarkan kumulatif selisih sudut yang timbul antara data posisi yang dihasilkan pada saat pengujian dan data posisi aktual/awal yang dikontrol dibagi dengan

Bagi mereka yang masih menjalani tradisi tersebut, para masyarakat itu masih sangat percaya apabila seorang kakak yang belum menikah harus dilangkahi menikah oleh sang