• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Organ Manusia dan Sifat bahan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sistem Organ Manusia dan Sifat bahan"

Copied!
98
0
0

Teks penuh

(1)

E

Sistem Organ Manusia dan Sifat Bahan

(2)

PROFESIONAL:

(3)

Brainstorming

(4)

PEMBELAJARAN 1.

(5)

Tujuan

(6)

Indikator Pencapaian Kompetensi

1. mengidentifkasi jenis-jenis zat makanan yang dibutuhkan oleh manusia. 2. menjelaskan fungsi jenis-jenis makanan bagi manusia.

3. mengidentifkasi organ-organ pada sistem pencernaan makanan pada manusia.

4. menjelaskan proses pencernaan makanan yang terjadi pada organ-organ pencernaan makanan manusia.

5. menganalisis proses dan hasil pencernaan makanan secara mekanik dan kimiawi pada manusia.

6. mengidentifkasi gangguan yang berhubungan dengan sistem pencernaan manusia.

(7)

Materi

Zat Makanan yang Diperlukan Tubuh Manusia

Organ-Organ Pencernaan Makanan Pada Manusia

Gangguan Atau Penyakit Pada Sisitem Pencernaan

Makanan

(8)
(9)

MAKANAN

Sebagai sumber/

penghasil energi

zat makanan dapat

menyediakan energi untuk

berbagai aktivitas tubuh. Zat

makanan yang berperan

yaitu karbohidrat dan lemak.

Sebagai pembangun

tubuh

zat makanan yang diperlukan

untuk pertumbuhan,

perkembangan dan

penggantian sel-sel tubuh

yang rusak. Zat makanan

(10)

Sebagai pelindung

1. zat makanan yang berperan menjaga keseimbangan (homeostatis) proses-proses biologis/ metabolisme dalam tubuh (mengatur kerja hormon, mengatur

pertumbuhan tulang, mempengaruhi kerja jantung, dan mengatur penghantaran impuls pada sel-sel saraf).

(11)

GISI

(12)

Karbohidrat

(a) nasi (b) gethuk (c) Kentang

(13)

Karbohidrat merupakan senyawa organik yang

mengandung unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H),

dan oksigen (O).

Komponen dasar dari karbohidrat adalah

monosakarida, yaitu karbohidrat yang paling

sederhana, yang memiliki satu gugus gula dan

mempunyai rasa manis

Molekul-molekul monosakarida dapat berikatan

(14)

Sumber karbohidrat adalah padi, jagung, gandum

dan biji-bijian lainnya, sagu, ketela pohon, ketela

rambat, dan kentang.

Kelebihan karbohidrat akan disimpan dalam bentuk

(15)

Macam-macam Karbohidrat

Macam

Karbohidrat Jumlah gugus gula

Contoh Sifat

Monosakarida

(C6H12O6) satu Heksosa, glukosa, galaktosa, fruktosa, ribosa (penyusun RNA), deoksiribosa (penyusun DNA)

Rasa manis, mudah larut dalam air Disakarida

(C12H12O11)

dua Laktosa (glukosa + galaktosa),

Sukrosa (glukosa + fuktosa), maltosa (glukosa + glukosa)

Rasa manis, mudah larut dalam air Polisakarida

(16)

Lemak

• Lemak adalah sumber energi yang tinggi. Satu gram lemak menghasilkan energi 9 kilokalori.

• Lemak tersusun oleh unsur karbon (C), hidrogen (H), Oksigen (O), dan kadang-kadang fosfor (P) serta nitrogen (N).

• Berdasarkan komposisi kimianya lemak dibedakan menjadi lemak sederhana, lemak campuran,dan derivat lemak.

• Fungsi lemak adalah sumber energi; pelindung tubuh dari pengaruh suhu rendah; pelarut vitamin A, D, E, dan K;

(17)

• Berdasarkan ikatan kimianya, asam lemak dibedakan menjadi dua yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh.

• Berdasarkan asalnya, lemak dapat dibedakan menjadi 2 yaitu lemak nabati dan lemak hewani.

• Lemak nabati adalah lemak dari tumbuhan yang dapat diperoleh dari kelapa, kemiri, zaitun, berbagai tanaman kacang, dan buah avokat.

• Lemak hewani adalah lemak dari hewan yang dapat diperoleh dari keju, lemak daging, mentega, susu, ikan basah, minyak ikan, dan telur.

(18)

Protein

Satu gram protein menghasilkan energi sebesar 4

kilokalori.

Protein adalah suatu senyawa organik yang tersusun oleh

unsur-unsur C, O, H, N dan kadang-kadang mengandung

unsur S dan P.

Komponen dasar dari senyawa protein adalah asam

amino.

Asam amino dibedakan menjadi:

1. Asam amino esensial

(19)

Berdasarkan asalnya, protein dibedakan menjadi 2 yaitu

protein hewani dan protein nabati.

Protein hewani adalah protein dari hewan yang dapat

diperoleh dari berbagai macam daging, telur, ikan asin,

cumi-cumi, udang, susu, dan keju.

Protein nabati adalah protein dari tumbuhan yang dapat

diperoleh dari kacang tanah, kedelai, kecap, tempe, tahu,

kacang ercis, dan kacang merah.

(20)

Mineral

Tubuh membutuhkan mineral dalam

jumlah sedikit yaitu

4% dari

kebutuhan kalori total.

Mineral dapat diperoleh dari daging,

sayuran, buah-buhan, susu dan keju.

Mineral berfungsi sebagai zat

penyusun tubuh, mempercepat

reaksi dan menjaga kondisi fsiologi

tubuh.

Mineral tidak mengalami proses

pencernaan, karena sifatnya mudah

larut dalam air sehingga mineral

(21)

Berdasarkan jumlah yang

dibutuhkan oleh tubuh, mineral

dikelompokkan menjadi 2, yaitu

makroelemen dan mikroelemen.

Makroelemen adalah unsur yang

diperlukan tubuh dalam jumlah yang

banyak, misalnya natrium (Na),

kalsium (Ca), kalium (K), fosfor (P),

Magnesium (Mg), klor (Cl), belerang

(S), four (F), dan iodium (I). M

Mikroelemen adalah unsur yang

diperlukan tubuh dalam jumlah

sedikit, misalnya mangaan (Mn),

kromium (Cr), kobalt (Co), dan

(22)

Vitamin

Vitamin adalah zat organik

pelengkap makanan yang diperlukan

tubuh. Fungsi vitamin yaitu untuk

memperlancar metabolisme tubuh.

Vitamin tidak menghasilkan energi.

Berdasarkan kelarutannya, vitamin

dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu

vitamin yang larut dalam air

(vitamin B dan C) dan vitamin yang

larut dalam lemak (vitamin A, D, E,

dan K).

Vitamin yang larut dalam air tidak

dapat disimpan dalam tubuh,

(23)

Air

Air tidak menghasilkan energi, tetapi kandungan air di

dalam tubuh manusia ±60-65% berat tubuh.

Air berfungsi untuk pelarut senyawa-senyawa,

mengangkut zat dari sel ke sel atau dari jaringan ke

jaringan, dan menjaga stabilitas suhu tubuh.

Air yang diperlukan tubuh diperoleh langsung dari air

minum dan secara tidak langsung diperoleh dari bahan

makanan seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.

Jumlah air yang dibutuhkan oleh tubuh bergantung pada

berat badan dan aktivitas tubuh. Orang dewasa setiap

hari minimal minum 8 gelas air untuk memenuhi

(24)
(25)
(26)

MULUT

Proses pencernaan manusia dimulai

dalam rongga mulut. Dalam mulut

ada seperangkat gigi yang

merobek, mengiris dan menumbuk

makanan hingga lumat, dengan

(27)

Bolus makanan ditelan dengan masuk ke dalam pangkal

kerongkongan (faring) dengan gerakan mendorong ke

belakang (arah dorsal) oleh otot pangkal langit-langit

mulut yang lembut. Gerakan otot mendorong ke

belakang itu sekaligus menutup celah nasofaring, yang

menghubungkan antara rongga hidung dan faring.

(28)

LAMBUNG

Lambung adalah kantung pencernaan berdinding

tebal berlapis-lapis, berbentuk huruf j, menyerong

dari kiri atas ke kanan bawah. Bagian atas yang lebih

besar disebut fundus dan bagian bawah yang

(29)

Secara peristaltis, kim makanan kemudian menyusuri

saluran pencernaan terpanjang, yaitu usus halus. Panjang

usus halus manusia dewasa dapat mencapai 6 meter.

Sepanjang sekitar 25 cm pertama dari usus halus disebut

sebagai usus 12 jari atau duodenum

(30)

HATI, EMPEDU DAN PANKREAS

• kim makanan dicampur dengan zat-zat yang berasal dari tiga organ sumber, yaitu hati, empedu dan pankreas. Hati adalah organ pengolah dan penghasil zat kimia utama dalam tubuh, terletak di sebelah anterior kanan rongga perut manusia.

• Ketika ada kim makanan yang masuk ke dalam duodenum, cairan empedu ditambahkan ke dalamnya untuk memecah lemak menjadi butiran-butiran yang teremulsi dalam air agar mudah diurai oleh enzim lipase.

• Pankreas berperan dalam pencernaan dengan mengalirkan cairan basa natrium bikarbonat (NaHCO3) ke dalam kim yang

(31)
(32)

• Diameter usus besar dapat mencapai sekitar 6,5 cm,

sedangkan panjangnya sekitar 1,5 m. Dalam usus besar tidak lagi terjadi penguraian zat makanan oleh enzim dari tubuh, melainkan oleh bakteri eschericia coli. Namun masih terjadi peyerapan air dan mineral dari makanan.

• Usus halus bertemu dengan ujung awal usus besar bagian sekum (caecum) yang memiliki bagian menjulur kecil seperti cacing, disebut usus buntu (appendix). Ternyata usus buntu ikut berperan menghasilkan zat anti infeksi. Apabila usus buntu justru terinfeksi dan bengkak, harus dilakukan

pembedahan untuk mengamputasinya.

(33)
(34)

Gangguan yang Menyerang Sistem

• Demam Tifoid

• Hemeroid/Wasir/Ambeyen

(35)
(36)

Cara Menjaga Kesehatan Sistem

Pencernaan

Kunyah makanan dengan baik

Semakin lama kita mengunyah makanan, maka semakin mudah makanan itu dicerna oleh tubuh dan juga dapat menghasilkan enzim lebih banyak. Tak perlu sampai 32 kali, tapi tidak kurang dari 10-12 kali agar makanan tidak membebani usus.

Konsumsi makanan berserat

Tak hanya membantu sistem pencernaan, makanan berserat juga dapat mencegah penyakit, menurunkan kadar gula darah dan juga menurunkan kadar kolesterol di dalam saluran pembuluh darah. Sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan adalah sumber utama serat.

Minum air

(37)

Lanjutan

Hindari makanan dan minuman yang dingin

Makanan dan minuman yang sangat dingin menyebabkan kontraksi pilorus, katup yang

memisahkan lambung dengan duodenum, sehingga memperlambat pergerakan makanan yang dicerna. Selain itu, lambung akan bekerja lebih untuk menghangatkan makanan, sehingga makanan lebih lama tinggal di lambung.

Makan secara teratur

Makan secara teratur membantu mengoptimalkan kerja sistem pencernaan. Perut yang kosong menimbulkan nyeri dan kembung. Oleh karena itu, usahakan untuk makan secara teratur dengan menyebar waktu makan Anda menjadi 3 kali makan besar dan 2 kali makan ringan setiap hari.  

Atasi stress

Stress yang berkepanjangan dapat menyebabkan gangguan pencernaan misalnya produksi asam lambung berlebihan.

Jagalah kebersihan

(38)

PEMBELAJARAN 2.

(39)

Tujuan

(40)

Indikator Pencapaian Kompetensi

1. mengidentifkasi struktur dan fungsi organ-organ ekskresi pada manusia

2. menjelaskan mekanisme kerja ginjal dalam sistem ekskresi 3. menjelaskan proses pengeluaran keringat sebagai

mekanisme ekskresi

4. menjelaskan mekanisme kerja paru-paru sebagai salah satu organ ekskresi.

5. menjelaskan mekanisme kerja hati sebagai organ ekskresi 6. mengidentifkasi berbagai gangguan atau penyakit pada

(41)

Materi

Osmoregulasi Dalam Sistem Ekskresi Manusia

Ginjal Sebagai Alat Ekskresi Manusia

Organ Ekskresi Lain pada Tubuh Manusia

(42)
(43)

OSMOREGULASI

Tekanan osmotik adalah tekanan yang diberikan oleh suatu larutan untuk

(44)

lanjutan

 

Osmoregulasi adalah kemampuan makhluk hidup

mengendalikan kelebihan atau kekurangan air berikut zat-zat terlarut di dalam cairan tubuhnya. Manusia sebagai hidup yang tentunya memiliki kemampuan osmoregulasi disebut sebagai osmoregulator

• Agar reaksi metabolik berlangsung dengan baik, diperlukan keseimbangan yang tepat antara air dan zat-zat yang terlarut. Di dalam cairan tubuh terdapat zat-zat terlarut air yang harus dipertahankan konsentrasinya yaitu berbagai asam amino,

protein, dan ion-ion terlarut seperti sodium (Na+) , klorida (Cl-),

(45)
(46)

Anatomi Ginjal Manusia

Ginjal kanan-kiri korteks

medula (sumsum ginjal), pelvis (rongga ginjal). nefron.

Malpighi

tubulus kontortus.

kapsula (simpai) Bowman glomerulus.

kontortus proksimal. tubulus kontortus distal. kontortus kolektivus. /lengkung Henle pars ascenden (naik)

(47)

  Mekanisme Kerja Ginjal dalam Sistem Ekskresi

• Unit fungsional (nefron)

• Nefron mengandung saluran-saluran dan berhubungan dengan pembuluh darah.

• nefron mengekstrak sedikit filtrat dari darah dan menyaring filtrat menjadi urin yang jumlahnya jauh lebih sedikit.

• Setiap nefron dimulai dan berakhir pada bagian korteks ginjal.

• Beberapa bagian nefron menjorok ke bagian medula.

• Ujung nefron penerima pembuluh darah berbentuk mangkuk disebut kapsula Bowman.

• Ujung nefron lainnya berakhir di saluran

(48)

Tubulus setelah kapsul Bowman terdiri atas tiga bagian,

(1) tubulus proksimal (ada pada bagian korteks ginjal), (2) lengkung Henle berupa saluran yang memiliki

lengkungan membawa filtrat ke bagian medula ginjal (dalam beberapa kasus) dan kembali lagi ke bagian korteks, serta

(3) tubulus distal (dinamakan distal karena bagian ini merupakan bagian terjauh dari kapsula Bowman). Tubulus distal mengosongkan filtrat ke dalam saluran pengumpul, yang menerima filtat dari banyak nefron.

Melewati saluran pengumpul, filtrat selanjutnya menjadi urin.

(49)

Sebagai alat sistem ekskresi pada ginjal juga terjadi mekanisme osmoregulasi, yang tampak dari aktivitasnya sebagai berikut :

• Membuang zat-zat yang merugikan bagi tubuh, antara lain : 

– urea, asam urat, amoniak, kreatinin

– garam anorganik

– metabolit bakteri

– kelebihan obat-obatan 

• Membuang kelebihan gula dalam darah

• Membantu keseimbangan air dalam tubuh, yaitu mempertahankan tekanan

osmotik ektraseluler

• Mengatur konsentrasi garam dalam darah dan keseimbangan asam basa

(50)
(51)
(52)

Pengeluaran Keringat Sebagai Proses

Ekskresi Dan Homeostatis

• Keringat yang dikeluarkan oleh tubuh untuk membuang kelebihan garam-garam dan urea dari darah, terutama NaCl.

• Pengeluaran keringat juga penting untuk memelihara keadaan homeostatis tubuh manusia.

• Bila aktivitas tubuh meningkat, suhu tubuh atau lingkungan tinggi, maupun goncangan emosi, keringat dapat dihasilkan lebih dari 50 ml per jam. Penguapan keringat di permukaan tubuh akan

membantu menurunkan suhu tubuh, mengurangi zat sampah yang berlimpah dari aktivitas metabolisme tubuh yang tinggi, serta

mengurangi ketegangan terhadap saraf simpatis akibat stress.

(53)
(54)

Hati

(55)
(56)
(57)

Gangguan Penyakit pada Sistem

Ekskresi

• Albuminuria

• Diabetes Melitus

• Diabetes Insipidus

• Nefritis

• Batu Ginjal

• Poliuria dan Oligouria

• Anuria

• Penyakit Kuning

(58)

PEMBELAJARAN 3.

(59)

Tujuan

(60)

Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Menjelaskan berbagai sifat bahan (serat, karet, tanah

liat, kaca dan kayu) yang dipakai dalam kehidupan

sehari-hari.

2. Menganalisis sifat-sifat fsik bahan (serat, karet, tanah

liat, kaca, kayu, dan plastik) melalui percobaan.

3. Menjelaskan kegunaan berbagai bahan (serat, karet,

tanah liat, kaca, kayu, dan plastik) dalam kehidupan

sehari-hari.

(61)

Materi

Serat alam dan serat sintetetis

Bahan karet alami dan buatan

Tanah liat serta teknik pembuatan keramik

Sifat-sifat gelas dan pemanfaatannya

(62)
(63)

Serat

1. Serat yang Berasal dari Hewan

2. Serat yang Berasal dari Tumbuhan

(64)

Karet

Karet Alami

• Didapat dari lateks, yaitu getah pohon karet, bersifat lunak/lembek dan lengket bila dipanaskan.

• Sifat kurang menguntungkan, yaitu cepat menjadi keras bila terkena panas.

• Karet alam dapat divulkanisir melalui pemanasan dengan belerang pada suhu sekitar 140oC.

• Kekuatan rantai dalam elastomer (karet) terbatas, akibat adanya struktur jaringan, tetapi energi kohesi harus rendah untuk

(65)

Karet Sintesis

• Karet sintetik merupakan senyawa tiruan karet alam yang seringkali

mempunyai sifat-sifat tertentu yang lebih unggul dibandingkan dengan karet alam. Contoh, neoprene adalah elastomer (karet) sintetik yang mempunyai sifat sangat mirip dengan karet.

• Neopren bersifat lebih elastik dibandingkan karet alam, sangat tahan panas dan tahan zat kimiawi, lebih tahan terhadap gesekan dan lebih tahan

terhadap minyak atau bensin

• Karet mempunyai warna putih hingga kuning kecoklatan. Ban mobil berwarna hitam karena karbon yang berallotrop dengan karbon hitam ditambahkan untuk memperkuat polimer digunakan bersama dengan karet alam.

(66)

Tanah Liat dan Keramik

Tanah liat atau tanah lempung memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

• Tanahnya sulit menyerap air sehingga tidak cocok untuk dijadikan lahan pertanian.

• Tekstur tanahnya cenderung lengket bila dalam keadaan basah dan kuat menyatu antara butiran tanah yang satu dengan lainnya.

• Dalam keadaan kering, butiran tanahnya terpecah-pecah secara halus.

(67)

Teknik Pembuatan Keramik

• Pembuatan keramik umumnya dilakukan dengan tiga teknik pembentukan keramik, yaitu:

– pembentukan tangan langsung (hand building).

– teknik putar (throwing), dan

(68)

Kayu

Hasil Olahan Bahan-Bahan Kimia dari Kayu

• Kayu yang diolah dalam pemanasan dalam tanur, ketika suhu naik, bahan-bahan kimia di dalam kayu berubah menjadi gas dan keluar melalui pipa.

• Gas-gas itu terkumpul di dalam wadah yang dikelilingi oleh air dingin

sehingga gas-gas tersebut mengembun (berubah menjadi cairan). Proses ini disebut penyulingan destruktif, kayu diuraikan menjadi berbagai zat kimia.

• Tar, minyak kayu, alkohol, dan kreosot adalah beberapa cairan yang kita peroleh dari kayu. Minyak kayu dapat digunakan untuk membuat

desinfektan (obat penyuci hama) dan alkohol kayu (methanol) dapat digunakan sebagai bahan bakar atau untuk cairan plituran mebel.

• Produk limbah yang tertinggal dalam di dalam tanur juga berguna. Abu sisa pembakaran arang dapat digunakan sebagai pupuk. Arang juga sering

(69)

Plastik

Beberapa contoh plastik yang banyak digunakan antara lain:

• polietilen,

• poli (vinil klorida),

• polipropilen,

• polistiren,

• poli (metil pentena),

(70)

Perbedaan plastik termoplas dan

termoset

Plastik Termoplas Plastik Termoset Mudah diregangkan

Fleksibel

Melunak jika dipanaskan

Titik leleh rendah

Dapat dibentuk ulang

Keras dan rigid

Tidak feksibel

Mengeras jika dipanaskan

Tidak meleleh jika dipanaskan

(71)

Jenis-jenis plastik berdasarkan

monomernya

• PET (Polyethylene terephthalate),

• HDPE (High Density polyethylene),

• LDPE (Low Density Polyethylene),

• PP (Polypropylene),

• PVC (Polyvinyl chloride),

• PS (Polystyrene) dan

(72)

Produk plastik diberi label sesuai

kandungan polimernya

Untuk mempermudah proses daur ulang plastik, berbagai produk plastik diberi label sesuai dengan kandungan polimernya, antara lain sebagai berikut:

PVC: Polyvinyl Chloride

Tanda jenis plastik: kode identifikasi resin

PET (PETE): Polyethylene Terephthalate

HDPE: High Density Polyethylene

LDPE: Low Density Polyethylene

PP: Polypropylene

PS: Polystyrene

(73)

KACA

Kaca dibuat terutama dari bahan kimia silika (silikan dioksida) yang berasal dari pasir.

Suhu yang sangat tinggi dibutuhkan untuk melelehkan silika, sehingga soda (natrium karbonat) ditambahkan untuk

menurunkan titik leleh.

(74)

Jenis-Jenis Kaca

Kaca Rumah

Botol dan Guci

Serat Kaca

Kaca yang kuat

Kaca Khusus

Kaca Hiasan

Kaca buatan tangan

(75)

PEMBELAJARAN 4

(76)

Tujuan

(77)

Indikator Indikator Pencapaian

kompetensi

1. mengidentifkasi struktur dan fungsi organ-organ sistem pernapasan pada manusia

2. menjelaskan proses pernapasan pada manusia

3. mengidentifkasi faktor-faktor yang mempengaruhi proses pernapasan pada manusia

4. mengidentifkasi berbagai gangguan atau penyakit pada sistem pernapasan pada manusia.

(78)

MATERI

• Organ Pernapasan

• Mekanisme Pernapasan

• Mekanisme pertukaran CO2 dan O2

• Faktor yang mempengaruhi Respirasi

(79)

Brainstorming

• Apa bedanya antara pernapasan dan respirasi?

– Pernapasan: proses pertukaran gas dari MH dengan gas di lingkungan

– Respirasi: perombakan bahan makanan menggunakan oksigen 

energi dan gas sisa pembakaran/karbondioksida

• Berapa kali kamu bernapas setiap menitnya? Bagaimana cara menghitungnya?

• Bagaimana membuktikan adanya udara pernapasan?

(80)

ORGAN PERNAPASAN – HIDUNG

• Terdapat saraf penciuman/pembau

• Terdiri dari dua lubang (kanan dan kiri), dibatasi sekat hidung

• Rongga hidung:

– berhubungan dengan rongga mulut

– Fungsi: menghangatkan, melembapkan dan menyaring udara

(81)
(82)

ORGAN PERNAPASAN – LARING (PANGKAL TENGGOROKAN)

Laring:

– Terdiri dari lempengan tulang rawan

– Bagian dalam dindingnya digerakan oleh ototmenutup glotis: lubang/celah menghubungkan faring-trakea

– Terdapat selaput suara, bergetar jika ada dilalui udara, berbicara

(83)

ORGAN PERNAPASAN – TRAKEA (BATANG TENGGOROKAN)

• Tersusun dari cincin tulang rawan

• Terletak di depan kerongkongan

• Berbentuk pipa

• Bagian dalam licin dilapisi oleh selaput lendir

(84)

ORGAN PERNAPASAN – BRONKUS

• Bagian yang menghubungkan trakea dengan paru-paru

• Terdapat di paru-paru kanan dan kiri

• Terdiri dari lempengan tulang rawan

• Dinding tersusun dari otot halus

(85)

Setiap bronkhus bercabang menjadi

tabung-tabung yang lebih kecil disebut bronkhiolus.

Setiap tabung

kecil ini bercabang

lagi menjadi

saluran-saluran

kecil dan berakhir

dalam sebuah

(86)

ORGAN PERNAPASAN – PULMO

• Diselubingi oleh selaput elastis: pleura

• Letak: di dalam rongga dada, di atas diafragma: sekat yang membatasi rongga dada dan rongga perut

• Paru-paru kanan 3 gelambir, paru-paru kiri 2 gelambir

(87)
(88)

MEKANISME PERNAPASAN

• Terjadi saat sadar dan tidak sadar

• Inspirasi dan ekspirasi

• Berdasarkan cara melakukan inspirasi dan ekspirasi dan tempat terjadinya:

(89)
(90)

PERNAPASAN DADA

Inspirasi: muskulus interkostalis

kontraksi

tulang rusuk terangkat

rongga

dada membesar, paru-paru

mengembang

tekanan udara rongga

paru-paru ↓ di luar ↑

udara dari luar masuk ke

paru-paru

Ekspirasi

: muskulus interkostalis

(91)

PERNAPASAN PERUT

Inspirasi:

otot diafragma kontraksi

diafragma

datar

rongga dada dan paru-paru

mengembang

tekanan udara rongga paru-paru

udara dari luar masuk ke paru-paru

Ekspirasi

: otot diafragma relaksasi

diafragma

(92)

Kebutuhan normal oksigen per hari : 300 cc, kecuali

dalam keadaan tertentu

Difusi sederhana: gerakan molekul-molekul secara

bebas melalui membran sel dari konsentrasi/tekanan

tinggi ke konsentrasi/tekanan rendah

Di alveolus dan di sel jaringan tubuh

MEKANISME PERTUKARAN O

2

&

(93)

• Pertukaran O2dan CO2di alveolus :

• Penggunaan O2 oleh jaringan

C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O + ATP

MEKANISME PERTUKARAN O

2

&

(94)

MEKANISME PERTUKARAN O

2

&

CO

2

(95)

Faktor yang Mempengaruhi Respirasi

Umur, bertambahnya umur seseorang mengakibatkan frekuensi

respirasi menjadi semakin lambat.

Jenis kelamin, pada umumnya, laki-laki lebih banyak

membutuhkan energi, sehingga memerlukan oksigen yang lebih banyak dari pada perempuan.

Suhu tubuh, manusia memiliki suhu tubuh yang konstan (± 36-37 0C) karena manusia mampu mengatur produksi panas

tubuhnya dengan cara meningkatkan laju metabolisme. jika suhu tubuh turun, maka tubuh akan meningkatkan metabolismenya, sehingga kebutukan akan oksigen meningkat.

Aktivitas, posisi tubuh akan mempengaruhi banyaknya otot yang bekerja. Saat berlari, otot akan berkontraksi, sehingga oksigen yang dibutuhkan lebih banyak dan laju respirasi pun akan

(96)

Kelainan dan Penyakit Sistem Pernapasan

Gangguan pada Saluran Respirasi

• Disebabkan oleh Infeksi

Faringitis,

Dipteri,

Tonsilitis,

Bronkitis,.

• Tidak disebabkan oleh infeksi

Rinitis,

(97)

LANJUTAN

Gangguan pada alveolus

• Disebabkan oleh Infeksi

Pneumonia

Tuberkolosis (TBC).

• Tidak disebabkan oleh infeksi

Emfsema paru-paru,

Gangguan pada Sistem Transportasi

• Asfksi

• Hipoksia

• Asidosis

(98)

Referensi

Dokumen terkait

Bentuk umum dari serangan Denial of Services ini adalah dengan cara mengirim paket data dalam jumlah yang sangat bersar terhadap suatu server dimana server tersebut tidak

dan berkembang sangat baik ada 9 anak atau 56,25%. Berdasarkan hasil observasi pada siklus II tentang kemampuan hafalan surat pendek Alquran anak menggunakan metode

a. Sebutkan berbagai macam teknik shooting pada permainan bola basket ! 2. Jelaskan konsep gerakan shooting dengan satu tangan dengan baik ! 3. Jelaskan konsep gerak shooting dengan

apabila sebagian pembiayaan Mudharabah hilang setelah usaha tanpa adanya kelalaian atau kesalahan pengelola dana maka rugi tersebut diperhitungkan pada saat bagi hasil

Kedua, resistor ini berfungsi sebagai resistor seri untuk regulator tegangan (dioda zener). Diode zener yang dipasang dapat dengan sembarang dioda zener dengan tegangan

Begitu juga dengan sifat-sifat yang telah disepakati atau kesesuaian produk untuk aplikasi tertentu tidak dapat disimpulkan dari data yang ada dalam Lembaran Data Keselamatan

mengevaluasi proses produksi radioisotop 153 Sm dan sediaan radiofarmaka 153 Sm-EDTMP di Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka, BATAN. Dalam percobaan ini mencakup penyiapan

Di Turki, pendidikan tinggi meliputi semua institusi pendidikan setelah pendidikan menengah, yang menyediakan setidaknya dua tahun pendidikan tinggi dan mendidik siswa untuk