E
Sistem Organ Manusia dan Sifat Bahan
PROFESIONAL:
Brainstorming
PEMBELAJARAN 1.
Tujuan
Indikator Pencapaian Kompetensi
1. mengidentifkasi jenis-jenis zat makanan yang dibutuhkan oleh manusia. 2. menjelaskan fungsi jenis-jenis makanan bagi manusia.
3. mengidentifkasi organ-organ pada sistem pencernaan makanan pada manusia.
4. menjelaskan proses pencernaan makanan yang terjadi pada organ-organ pencernaan makanan manusia.
5. menganalisis proses dan hasil pencernaan makanan secara mekanik dan kimiawi pada manusia.
6. mengidentifkasi gangguan yang berhubungan dengan sistem pencernaan manusia.
Materi
•
Zat Makanan yang Diperlukan Tubuh Manusia
•
Organ-Organ Pencernaan Makanan Pada Manusia
•
Gangguan Atau Penyakit Pada Sisitem Pencernaan
Makanan
MAKANAN
•
Sebagai sumber/
penghasil energi
zat makanan dapat
menyediakan energi untuk
berbagai aktivitas tubuh. Zat
makanan yang berperan
yaitu karbohidrat dan lemak.
•
Sebagai pembangun
tubuh
zat makanan yang diperlukan
untuk pertumbuhan,
perkembangan dan
penggantian sel-sel tubuh
yang rusak. Zat makanan
• Sebagai pelindung
1. zat makanan yang berperan menjaga keseimbangan (homeostatis) proses-proses biologis/ metabolisme dalam tubuh (mengatur kerja hormon, mengatur
pertumbuhan tulang, mempengaruhi kerja jantung, dan mengatur penghantaran impuls pada sel-sel saraf).
GISI
Karbohidrat
(a) nasi (b) gethuk (c) Kentang
•
Karbohidrat merupakan senyawa organik yang
mengandung unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H),
dan oksigen (O).
•
Komponen dasar dari karbohidrat adalah
monosakarida, yaitu karbohidrat yang paling
sederhana, yang memiliki satu gugus gula dan
mempunyai rasa manis
•
Molekul-molekul monosakarida dapat berikatan
•
Sumber karbohidrat adalah padi, jagung, gandum
dan biji-bijian lainnya, sagu, ketela pohon, ketela
rambat, dan kentang.
•
Kelebihan karbohidrat akan disimpan dalam bentuk
Macam-macam Karbohidrat
Macam
Karbohidrat Jumlah gugus gula
Contoh Sifat
Monosakarida
(C6H12O6) satu Heksosa, glukosa, galaktosa, fruktosa, ribosa (penyusun RNA), deoksiribosa (penyusun DNA)
Rasa manis, mudah larut dalam air Disakarida
(C12H12O11)
dua Laktosa (glukosa + galaktosa),
Sukrosa (glukosa + fuktosa), maltosa (glukosa + glukosa)
Rasa manis, mudah larut dalam air Polisakarida
Lemak
• Lemak adalah sumber energi yang tinggi. Satu gram lemak menghasilkan energi 9 kilokalori.
• Lemak tersusun oleh unsur karbon (C), hidrogen (H), Oksigen (O), dan kadang-kadang fosfor (P) serta nitrogen (N).
• Berdasarkan komposisi kimianya lemak dibedakan menjadi lemak sederhana, lemak campuran,dan derivat lemak.
• Fungsi lemak adalah sumber energi; pelindung tubuh dari pengaruh suhu rendah; pelarut vitamin A, D, E, dan K;
• Berdasarkan ikatan kimianya, asam lemak dibedakan menjadi dua yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh.
• Berdasarkan asalnya, lemak dapat dibedakan menjadi 2 yaitu lemak nabati dan lemak hewani.
• Lemak nabati adalah lemak dari tumbuhan yang dapat diperoleh dari kelapa, kemiri, zaitun, berbagai tanaman kacang, dan buah avokat.
• Lemak hewani adalah lemak dari hewan yang dapat diperoleh dari keju, lemak daging, mentega, susu, ikan basah, minyak ikan, dan telur.
Protein
•
Satu gram protein menghasilkan energi sebesar 4
kilokalori.
•
Protein adalah suatu senyawa organik yang tersusun oleh
unsur-unsur C, O, H, N dan kadang-kadang mengandung
unsur S dan P.
•
Komponen dasar dari senyawa protein adalah asam
amino.
•
Asam amino dibedakan menjadi:
1. Asam amino esensial
•
Berdasarkan asalnya, protein dibedakan menjadi 2 yaitu
protein hewani dan protein nabati.
•
Protein hewani adalah protein dari hewan yang dapat
diperoleh dari berbagai macam daging, telur, ikan asin,
cumi-cumi, udang, susu, dan keju.
•
Protein nabati adalah protein dari tumbuhan yang dapat
diperoleh dari kacang tanah, kedelai, kecap, tempe, tahu,
kacang ercis, dan kacang merah.
Mineral
•
Tubuh membutuhkan mineral dalam
jumlah sedikit yaitu
4% dari
kebutuhan kalori total.
•
Mineral dapat diperoleh dari daging,
sayuran, buah-buhan, susu dan keju.
Mineral berfungsi sebagai zat
penyusun tubuh, mempercepat
reaksi dan menjaga kondisi fsiologi
tubuh.
•
Mineral tidak mengalami proses
pencernaan, karena sifatnya mudah
larut dalam air sehingga mineral
•
Berdasarkan jumlah yang
dibutuhkan oleh tubuh, mineral
dikelompokkan menjadi 2, yaitu
makroelemen dan mikroelemen.
•
Makroelemen adalah unsur yang
diperlukan tubuh dalam jumlah yang
banyak, misalnya natrium (Na),
kalsium (Ca), kalium (K), fosfor (P),
Magnesium (Mg), klor (Cl), belerang
(S), four (F), dan iodium (I). M
•
Mikroelemen adalah unsur yang
diperlukan tubuh dalam jumlah
sedikit, misalnya mangaan (Mn),
kromium (Cr), kobalt (Co), dan
Vitamin
•
Vitamin adalah zat organik
pelengkap makanan yang diperlukan
tubuh. Fungsi vitamin yaitu untuk
memperlancar metabolisme tubuh.
Vitamin tidak menghasilkan energi.
•
Berdasarkan kelarutannya, vitamin
dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu
vitamin yang larut dalam air
(vitamin B dan C) dan vitamin yang
larut dalam lemak (vitamin A, D, E,
dan K).
•
Vitamin yang larut dalam air tidak
dapat disimpan dalam tubuh,
Air
•
Air tidak menghasilkan energi, tetapi kandungan air di
dalam tubuh manusia ±60-65% berat tubuh.
•
Air berfungsi untuk pelarut senyawa-senyawa,
mengangkut zat dari sel ke sel atau dari jaringan ke
jaringan, dan menjaga stabilitas suhu tubuh.
•
Air yang diperlukan tubuh diperoleh langsung dari air
minum dan secara tidak langsung diperoleh dari bahan
makanan seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.
•
Jumlah air yang dibutuhkan oleh tubuh bergantung pada
berat badan dan aktivitas tubuh. Orang dewasa setiap
hari minimal minum 8 gelas air untuk memenuhi
MULUT
•
Proses pencernaan manusia dimulai
dalam rongga mulut. Dalam mulut
ada seperangkat gigi yang
merobek, mengiris dan menumbuk
makanan hingga lumat, dengan
•
Bolus makanan ditelan dengan masuk ke dalam pangkal
kerongkongan (faring) dengan gerakan mendorong ke
belakang (arah dorsal) oleh otot pangkal langit-langit
mulut yang lembut. Gerakan otot mendorong ke
belakang itu sekaligus menutup celah nasofaring, yang
menghubungkan antara rongga hidung dan faring.
LAMBUNG
Lambung adalah kantung pencernaan berdinding
tebal berlapis-lapis, berbentuk huruf j, menyerong
dari kiri atas ke kanan bawah. Bagian atas yang lebih
besar disebut fundus dan bagian bawah yang
Secara peristaltis, kim makanan kemudian menyusuri
saluran pencernaan terpanjang, yaitu usus halus. Panjang
usus halus manusia dewasa dapat mencapai 6 meter.
Sepanjang sekitar 25 cm pertama dari usus halus disebut
sebagai usus 12 jari atau duodenum
HATI, EMPEDU DAN PANKREAS
• kim makanan dicampur dengan zat-zat yang berasal dari tiga organ sumber, yaitu hati, empedu dan pankreas. Hati adalah organ pengolah dan penghasil zat kimia utama dalam tubuh, terletak di sebelah anterior kanan rongga perut manusia.
• Ketika ada kim makanan yang masuk ke dalam duodenum, cairan empedu ditambahkan ke dalamnya untuk memecah lemak menjadi butiran-butiran yang teremulsi dalam air agar mudah diurai oleh enzim lipase.
• Pankreas berperan dalam pencernaan dengan mengalirkan cairan basa natrium bikarbonat (NaHCO3) ke dalam kim yang
• Diameter usus besar dapat mencapai sekitar 6,5 cm,
sedangkan panjangnya sekitar 1,5 m. Dalam usus besar tidak lagi terjadi penguraian zat makanan oleh enzim dari tubuh, melainkan oleh bakteri eschericia coli. Namun masih terjadi peyerapan air dan mineral dari makanan.
• Usus halus bertemu dengan ujung awal usus besar bagian sekum (caecum) yang memiliki bagian menjulur kecil seperti cacing, disebut usus buntu (appendix). Ternyata usus buntu ikut berperan menghasilkan zat anti infeksi. Apabila usus buntu justru terinfeksi dan bengkak, harus dilakukan
pembedahan untuk mengamputasinya.
Gangguan yang Menyerang Sistem
• Demam Tifoid
• Hemeroid/Wasir/Ambeyen
Cara Menjaga Kesehatan Sistem
Pencernaan
• Kunyah makanan dengan baik
Semakin lama kita mengunyah makanan, maka semakin mudah makanan itu dicerna oleh tubuh dan juga dapat menghasilkan enzim lebih banyak. Tak perlu sampai 32 kali, tapi tidak kurang dari 10-12 kali agar makanan tidak membebani usus.
• Konsumsi makanan berserat
Tak hanya membantu sistem pencernaan, makanan berserat juga dapat mencegah penyakit, menurunkan kadar gula darah dan juga menurunkan kadar kolesterol di dalam saluran pembuluh darah. Sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan adalah sumber utama serat.
• Minum air
Lanjutan
• Hindari makanan dan minuman yang dingin
Makanan dan minuman yang sangat dingin menyebabkan kontraksi pilorus, katup yang
memisahkan lambung dengan duodenum, sehingga memperlambat pergerakan makanan yang dicerna. Selain itu, lambung akan bekerja lebih untuk menghangatkan makanan, sehingga makanan lebih lama tinggal di lambung.
• Makan secara teratur
Makan secara teratur membantu mengoptimalkan kerja sistem pencernaan. Perut yang kosong menimbulkan nyeri dan kembung. Oleh karena itu, usahakan untuk makan secara teratur dengan menyebar waktu makan Anda menjadi 3 kali makan besar dan 2 kali makan ringan setiap hari.
• Atasi stress
Stress yang berkepanjangan dapat menyebabkan gangguan pencernaan misalnya produksi asam lambung berlebihan.
• Jagalah kebersihan
PEMBELAJARAN 2.
Tujuan
Indikator Pencapaian Kompetensi
1. mengidentifkasi struktur dan fungsi organ-organ ekskresi pada manusia
2. menjelaskan mekanisme kerja ginjal dalam sistem ekskresi 3. menjelaskan proses pengeluaran keringat sebagai
mekanisme ekskresi
4. menjelaskan mekanisme kerja paru-paru sebagai salah satu organ ekskresi.
5. menjelaskan mekanisme kerja hati sebagai organ ekskresi 6. mengidentifkasi berbagai gangguan atau penyakit pada
Materi
•
Osmoregulasi Dalam Sistem Ekskresi Manusia
•
Ginjal Sebagai Alat Ekskresi Manusia
•
Organ Ekskresi Lain pada Tubuh Manusia
OSMOREGULASI
Tekanan osmotik adalah tekanan yang diberikan oleh suatu larutan untuk
lanjutan
• Osmoregulasi adalah kemampuan makhluk hidup
mengendalikan kelebihan atau kekurangan air berikut zat-zat terlarut di dalam cairan tubuhnya. Manusia sebagai hidup yang tentunya memiliki kemampuan osmoregulasi disebut sebagai osmoregulator
• Agar reaksi metabolik berlangsung dengan baik, diperlukan keseimbangan yang tepat antara air dan zat-zat yang terlarut. Di dalam cairan tubuh terdapat zat-zat terlarut air yang harus dipertahankan konsentrasinya yaitu berbagai asam amino,
protein, dan ion-ion terlarut seperti sodium (Na+) , klorida (Cl-),
Anatomi Ginjal Manusia
Ginjal kanan-kiri korteks
medula (sumsum ginjal), pelvis (rongga ginjal). nefron.
Malpighi
tubulus kontortus.
kapsula (simpai) Bowman glomerulus.
kontortus proksimal. tubulus kontortus distal. kontortus kolektivus. /lengkung Henle pars ascenden (naik)
Mekanisme Kerja Ginjal dalam Sistem Ekskresi
• Unit fungsional (nefron)
• Nefron mengandung saluran-saluran dan berhubungan dengan pembuluh darah.
• nefron mengekstrak sedikit filtrat dari darah dan menyaring filtrat menjadi urin yang jumlahnya jauh lebih sedikit.
• Setiap nefron dimulai dan berakhir pada bagian korteks ginjal.
• Beberapa bagian nefron menjorok ke bagian medula.
• Ujung nefron penerima pembuluh darah berbentuk mangkuk disebut kapsula Bowman.
• Ujung nefron lainnya berakhir di saluran
Tubulus setelah kapsul Bowman terdiri atas tiga bagian,
(1) tubulus proksimal (ada pada bagian korteks ginjal), (2) lengkung Henle berupa saluran yang memiliki
lengkungan membawa filtrat ke bagian medula ginjal (dalam beberapa kasus) dan kembali lagi ke bagian korteks, serta
(3) tubulus distal (dinamakan distal karena bagian ini merupakan bagian terjauh dari kapsula Bowman). Tubulus distal mengosongkan filtrat ke dalam saluran pengumpul, yang menerima filtat dari banyak nefron.
Melewati saluran pengumpul, filtrat selanjutnya menjadi urin.
Sebagai alat sistem ekskresi pada ginjal juga terjadi mekanisme osmoregulasi, yang tampak dari aktivitasnya sebagai berikut :
• Membuang zat-zat yang merugikan bagi tubuh, antara lain :
– urea, asam urat, amoniak, kreatinin
– garam anorganik
– metabolit bakteri
– kelebihan obat-obatan
• Membuang kelebihan gula dalam darah
• Membantu keseimbangan air dalam tubuh, yaitu mempertahankan tekanan
osmotik ektraseluler
• Mengatur konsentrasi garam dalam darah dan keseimbangan asam basa
Pengeluaran Keringat Sebagai Proses
Ekskresi Dan Homeostatis
• Keringat yang dikeluarkan oleh tubuh untuk membuang kelebihan garam-garam dan urea dari darah, terutama NaCl.
• Pengeluaran keringat juga penting untuk memelihara keadaan homeostatis tubuh manusia.
• Bila aktivitas tubuh meningkat, suhu tubuh atau lingkungan tinggi, maupun goncangan emosi, keringat dapat dihasilkan lebih dari 50 ml per jam. Penguapan keringat di permukaan tubuh akan
membantu menurunkan suhu tubuh, mengurangi zat sampah yang berlimpah dari aktivitas metabolisme tubuh yang tinggi, serta
mengurangi ketegangan terhadap saraf simpatis akibat stress.
Hati
Gangguan Penyakit pada Sistem
Ekskresi
• Albuminuria
• Diabetes Melitus
• Diabetes Insipidus
• Nefritis
• Batu Ginjal
• Poliuria dan Oligouria
• Anuria
• Penyakit Kuning
PEMBELAJARAN 3.
Tujuan
Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Menjelaskan berbagai sifat bahan (serat, karet, tanah
liat, kaca dan kayu) yang dipakai dalam kehidupan
sehari-hari.
2. Menganalisis sifat-sifat fsik bahan (serat, karet, tanah
liat, kaca, kayu, dan plastik) melalui percobaan.
3. Menjelaskan kegunaan berbagai bahan (serat, karet,
tanah liat, kaca, kayu, dan plastik) dalam kehidupan
sehari-hari.
Materi
•
Serat alam dan serat sintetetis
•
Bahan karet alami dan buatan
•
Tanah liat serta teknik pembuatan keramik
•
Sifat-sifat gelas dan pemanfaatannya
Serat
1. Serat yang Berasal dari Hewan
2. Serat yang Berasal dari Tumbuhan
Karet
Karet Alami
• Didapat dari lateks, yaitu getah pohon karet, bersifat lunak/lembek dan lengket bila dipanaskan.
• Sifat kurang menguntungkan, yaitu cepat menjadi keras bila terkena panas.
• Karet alam dapat divulkanisir melalui pemanasan dengan belerang pada suhu sekitar 140oC.
• Kekuatan rantai dalam elastomer (karet) terbatas, akibat adanya struktur jaringan, tetapi energi kohesi harus rendah untuk
Karet Sintesis
• Karet sintetik merupakan senyawa tiruan karet alam yang seringkali
mempunyai sifat-sifat tertentu yang lebih unggul dibandingkan dengan karet alam. Contoh, neoprene adalah elastomer (karet) sintetik yang mempunyai sifat sangat mirip dengan karet.
• Neopren bersifat lebih elastik dibandingkan karet alam, sangat tahan panas dan tahan zat kimiawi, lebih tahan terhadap gesekan dan lebih tahan
terhadap minyak atau bensin
• Karet mempunyai warna putih hingga kuning kecoklatan. Ban mobil berwarna hitam karena karbon yang berallotrop dengan karbon hitam ditambahkan untuk memperkuat polimer digunakan bersama dengan karet alam.
Tanah Liat dan Keramik
Tanah liat atau tanah lempung memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
• Tanahnya sulit menyerap air sehingga tidak cocok untuk dijadikan lahan pertanian.
• Tekstur tanahnya cenderung lengket bila dalam keadaan basah dan kuat menyatu antara butiran tanah yang satu dengan lainnya.
• Dalam keadaan kering, butiran tanahnya terpecah-pecah secara halus.
Teknik Pembuatan Keramik
• Pembuatan keramik umumnya dilakukan dengan tiga teknik pembentukan keramik, yaitu:
– pembentukan tangan langsung (hand building).
– teknik putar (throwing), dan
Kayu
Hasil Olahan Bahan-Bahan Kimia dari Kayu
• Kayu yang diolah dalam pemanasan dalam tanur, ketika suhu naik, bahan-bahan kimia di dalam kayu berubah menjadi gas dan keluar melalui pipa.
• Gas-gas itu terkumpul di dalam wadah yang dikelilingi oleh air dingin
sehingga gas-gas tersebut mengembun (berubah menjadi cairan). Proses ini disebut penyulingan destruktif, kayu diuraikan menjadi berbagai zat kimia.
• Tar, minyak kayu, alkohol, dan kreosot adalah beberapa cairan yang kita peroleh dari kayu. Minyak kayu dapat digunakan untuk membuat
desinfektan (obat penyuci hama) dan alkohol kayu (methanol) dapat digunakan sebagai bahan bakar atau untuk cairan plituran mebel.
• Produk limbah yang tertinggal dalam di dalam tanur juga berguna. Abu sisa pembakaran arang dapat digunakan sebagai pupuk. Arang juga sering
Plastik
Beberapa contoh plastik yang banyak digunakan antara lain:
• polietilen,
• poli (vinil klorida),
• polipropilen,
• polistiren,
• poli (metil pentena),
Perbedaan plastik termoplas dan
termoset
Plastik Termoplas Plastik Termoset Mudah diregangkan
Fleksibel
Melunak jika dipanaskan
Titik leleh rendah
Dapat dibentuk ulang
Keras dan rigid
Tidak feksibel
Mengeras jika dipanaskan
Tidak meleleh jika dipanaskan
Jenis-jenis plastik berdasarkan
monomernya
• PET (Polyethylene terephthalate),
• HDPE (High Density polyethylene),
• LDPE (Low Density Polyethylene),
• PP (Polypropylene),
• PVC (Polyvinyl chloride),
• PS (Polystyrene) dan
Produk plastik diberi label sesuai
kandungan polimernya
Untuk mempermudah proses daur ulang plastik, berbagai produk plastik diberi label sesuai dengan kandungan polimernya, antara lain sebagai berikut:
PVC: Polyvinyl Chloride
Tanda jenis plastik: kode identifikasi resin
PET (PETE): Polyethylene Terephthalate
HDPE: High Density Polyethylene
LDPE: Low Density Polyethylene
PP: Polypropylene
PS: Polystyrene
KACA
Kaca dibuat terutama dari bahan kimia silika (silikan dioksida) yang berasal dari pasir.
Suhu yang sangat tinggi dibutuhkan untuk melelehkan silika, sehingga soda (natrium karbonat) ditambahkan untuk
menurunkan titik leleh.
Jenis-Jenis Kaca
• Kaca Rumah
• Botol dan Guci
• Serat Kaca
• Kaca yang kuat
• Kaca Khusus
• Kaca Hiasan
• Kaca buatan tangan
PEMBELAJARAN 4
Tujuan
Indikator Indikator Pencapaian
kompetensi
1. mengidentifkasi struktur dan fungsi organ-organ sistem pernapasan pada manusia
2. menjelaskan proses pernapasan pada manusia
3. mengidentifkasi faktor-faktor yang mempengaruhi proses pernapasan pada manusia
4. mengidentifkasi berbagai gangguan atau penyakit pada sistem pernapasan pada manusia.
MATERI
• Organ Pernapasan
• Mekanisme Pernapasan
• Mekanisme pertukaran CO2 dan O2
• Faktor yang mempengaruhi Respirasi
Brainstorming
• Apa bedanya antara pernapasan dan respirasi?
– Pernapasan: proses pertukaran gas dari MH dengan gas di lingkungan
– Respirasi: perombakan bahan makanan menggunakan oksigen
energi dan gas sisa pembakaran/karbondioksida
• Berapa kali kamu bernapas setiap menitnya? Bagaimana cara menghitungnya?
• Bagaimana membuktikan adanya udara pernapasan?
ORGAN PERNAPASAN – HIDUNG
• Terdapat saraf penciuman/pembau• Terdiri dari dua lubang (kanan dan kiri), dibatasi sekat hidung
• Rongga hidung:
– berhubungan dengan rongga mulut
– Fungsi: menghangatkan, melembapkan dan menyaring udara
ORGAN PERNAPASAN – LARING (PANGKAL TENGGOROKAN)
• Laring:
– Terdiri dari lempengan tulang rawan
– Bagian dalam dindingnya digerakan oleh ototmenutup glotis: lubang/celah menghubungkan faring-trakea
– Terdapat selaput suara, bergetar jika ada dilalui udara, berbicara
ORGAN PERNAPASAN – TRAKEA (BATANG TENGGOROKAN)
• Tersusun dari cincin tulang rawan
• Terletak di depan kerongkongan
• Berbentuk pipa
• Bagian dalam licin dilapisi oleh selaput lendir
ORGAN PERNAPASAN – BRONKUS
• Bagian yang menghubungkan trakea dengan paru-paru• Terdapat di paru-paru kanan dan kiri
• Terdiri dari lempengan tulang rawan
• Dinding tersusun dari otot halus
Setiap bronkhus bercabang menjadi
tabung-tabung yang lebih kecil disebut bronkhiolus.
Setiap tabung
kecil ini bercabang
lagi menjadi
saluran-saluran
kecil dan berakhir
dalam sebuah
ORGAN PERNAPASAN – PULMO
• Diselubingi oleh selaput elastis: pleura
• Letak: di dalam rongga dada, di atas diafragma: sekat yang membatasi rongga dada dan rongga perut
• Paru-paru kanan 3 gelambir, paru-paru kiri 2 gelambir
MEKANISME PERNAPASAN
• Terjadi saat sadar dan tidak sadar• Inspirasi dan ekspirasi
• Berdasarkan cara melakukan inspirasi dan ekspirasi dan tempat terjadinya:
PERNAPASAN DADA
•
Inspirasi: muskulus interkostalis
kontraksi
tulang rusuk terangkat
rongga
dada membesar, paru-paru
mengembang
tekanan udara rongga
paru-paru ↓ di luar ↑
udara dari luar masuk ke
paru-paru
•
Ekspirasi
: muskulus interkostalis
PERNAPASAN PERUT
•
Inspirasi:
otot diafragma kontraksi
diafragma
datar
rongga dada dan paru-paru
mengembang
tekanan udara rongga paru-paru
↓
udara dari luar masuk ke paru-paru
•
Ekspirasi
: otot diafragma relaksasi
diafragma
•
Kebutuhan normal oksigen per hari : 300 cc, kecuali
dalam keadaan tertentu
•
Difusi sederhana: gerakan molekul-molekul secara
bebas melalui membran sel dari konsentrasi/tekanan
tinggi ke konsentrasi/tekanan rendah
•
Di alveolus dan di sel jaringan tubuh
MEKANISME PERTUKARAN O
2&
• Pertukaran O2dan CO2di alveolus :
• Penggunaan O2 oleh jaringan
– C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O + ATP
MEKANISME PERTUKARAN O
2&
MEKANISME PERTUKARAN O
2&
CO
2Faktor yang Mempengaruhi Respirasi
– Umur, bertambahnya umur seseorang mengakibatkan frekuensi
respirasi menjadi semakin lambat.
– Jenis kelamin, pada umumnya, laki-laki lebih banyak
membutuhkan energi, sehingga memerlukan oksigen yang lebih banyak dari pada perempuan.
– Suhu tubuh, manusia memiliki suhu tubuh yang konstan (± 36-37 0C) karena manusia mampu mengatur produksi panas
tubuhnya dengan cara meningkatkan laju metabolisme. jika suhu tubuh turun, maka tubuh akan meningkatkan metabolismenya, sehingga kebutukan akan oksigen meningkat.
– Aktivitas, posisi tubuh akan mempengaruhi banyaknya otot yang bekerja. Saat berlari, otot akan berkontraksi, sehingga oksigen yang dibutuhkan lebih banyak dan laju respirasi pun akan
Kelainan dan Penyakit Sistem Pernapasan
Gangguan pada Saluran Respirasi
• Disebabkan oleh Infeksi
– Faringitis,
– Dipteri,
– Tonsilitis,
– Bronkitis,.
• Tidak disebabkan oleh infeksi
– Rinitis,
LANJUTAN
Gangguan pada alveolus
• Disebabkan oleh Infeksi
– Pneumonia
– Tuberkolosis (TBC).
• Tidak disebabkan oleh infeksi
– Emfsema paru-paru,
Gangguan pada Sistem Transportasi
• Asfksi
• Hipoksia
• Asidosis