• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENARIK DAYA BE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENARIK DAYA BE"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

S T R A T E G I PE M A S A R A N UNT UK M E NA R I K D A Y A B E L I

K O NSUM E N

K A R Y A I L M I A H

K arya ilmiah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah K ewirausahaan dan E nterpreneurship Program S tudi T eknik E lektro

Oleh:

D imas T rilaksono Ibrahim Putra 13113004

PR OG R A M S T UD I T E K NI K E L E K T R O

F A K UL T A S T E K NI K D A N I L M U K O M PUT E R

(2)

A B S T R A K

S T R A T E G I PE MA S A R A N UNT UK ME NA R IK D A Y A B E L I K ONS UME N Oleh :

D imas T rilaksono Ibrahim Putra ( NIM. 13113004)

F akultas T eknik dan Ilmu K omputer Program S tudi T eknik E lektro Universitas K omputer Indonesia

Penulisan karya ilmiah ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan bagi yang memiliki usaha baik dalam skala kecil, sedang, maupun besar agar produk yang dihasilkan dapat terdistribusi dengan baik. S elain itu penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk memberi pengetahuan bagi yang ingin membangun usaha agar supaya menjadi acuan sebelum memulai bisnisnya dikarenakan banyaknya pesaing pada saat ini.

Isi dari karya ilmiah ini mengacu pada langkah – langkah dan strategi untuk bersaing dalam bisnis atau usaha yang harus dilakukan untuk mendistribusikan produk dan daya beli untuk para konsumen, apa saja yang harus dilakukan serta apa saja yang menjadi batasan agar dapat bersaing dari para pesaing di dunia bisnis.

(3)

D A F T A R I SI

2.3 K onsep Penjualan dan Pemasaran ... 9

2.4 T ujuan K egiatan Pemasaran ... 11

2.5 Perencanaan S trategi Pemasaran ... 12

B A B III Proses dan Hasil ... 14

3.1 Memilih S asaran Pasar ... 14

3.1.1 Menentukan S asaran Pasar ... 14

3.1.2 Posisi Produk ... 15

3.4 S trategi Penyaluran Produk ... 22

3.4.1 Pedagang Grosir ... 22

3.4.2 Pengecer ... 23

(4)

3.5 Mempromosikan Produk ... 23

3.6 T ujuan Promosi ... 24

3.7 S trategi Promosi ... 24

3.7.1 S trategi Memikat K onsumen ... 24

3.7.2 S trategi Membimbing K onsumen ... 25

B A B IV Penutup ... 26

(5)

D A F T A R G A M B A R

Gambar 2.1… … … 3

Gambar 2.2… … … 8

Gambar 2.3… … … 9

(6)

B A B I

PE ND A H UL UA N

1.1 L atar belak ang

M enur ut E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 162) Pemasaran merupakan proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, dan distribusi atas ide, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran agar dapat memuaskan kebutuhan pelanggan dan perusahaan sekali gus. Pada saat ini usaha pemasaran merupakan pendukung agar penjualan meningkat sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Pengetahuan tentang pemasaran menjadi hal penting untuk perusahaan ketika dihadapkan pada beberapa permasalahan, seperti turunnya pendapatan perusahaan yang diakibatkan oleh menurunnya daya beli konsumen terhadap suatu produk sehingga mengakabatkan melambatnya pertumbuhan perusahaan.

B erdasarkan permasalahan di atas, terkait dengan pemasaran, diperlukan suatu kemampuan untuk berpandangan ke depan untuk mengarahkan dan mengambil tindakan pemasaran demi mencapai tujuan perusahaan. Hal tersebut merupakan yang sulit dicapai oleh perusahaan, karena itu dalam hal ini diperlukan kesadaran dan inisiatif yang tinggi dalam mempelajari serta menguasai hal-hal yang berkaitan dengan pentingnya kegiatan pemasaran.

(7)

1.2 M asalah Pok ok

B erdasarkan uraian pada latar belakang maka penulis kemukakan permasalahan sebagai berikut :

• B agaimana strategi pemasaran yang baik untuk menarik minat pembeli • B agaimana strategi untuk menghadapi para pesaing bisnis

1.3 T uj uan Penelitian

A dapun yang menjadi tujuan penelitian adalah :

1. Untuk mengetahui strategi pemasaran yang baik agar menarik minat pembeli. 2. Untuk mengetahui strategi agar menghadapi para pesaing bisnis

1.4 K egunaan Penelitian

S edangkan kegunaan penelitian yang dapat diuraikan sebagai berikut :

(8)

B A B I I

L A ND A SA N T E O R I

2.1 Pemasar an

E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 162) S uatu produk berupa barang atau jasa untuk dapat dikenal, dimengerti, dipahami, dan disukai oleh masyarakat atau konsumen perlu dipasarkan. Untuk itu setiap wirausahawan harus memahami konsep utama pemasaran, karena di dalamnya terdapat hubungan yang erat antara wirausahawan dan konsumen terkait kebutuhan, keinginan, permintaan, produk, jasa, nilai, kepuasan, kualitas, pertukaran, transaksi, hubungan, dan pasar, yang terikat satu sama lain.

G ambar 2.1 K onsep Utama Pemasaran

(9)

1. E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 163), B isnis apa yang digeluti perusahaan pada saat ini dan jenis bisnis apa yang dapat dimasuki di masa yang akan datang.

2. E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 163), B agaimana bisnis yang telah dipilih tersebut dapat dijalankan dengan sukses dalam lingkungan yang kompetitif atas dasar perspektif produk, harga, promosi, dan distribusi (bauran pemasaran) untuk melayani pasar sasaran.

E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 163), M enur ut A r mstr ong dan K otler (2000: 5) Marketing adalah"A societal process by which individuals and groups obtain what they need and want through creating, offering and freely exchanging products and services of value with others" atau "S ebuah proses sosial di mana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, menawarkan dan bertukar bebas produk dan nilai jasa dengan orang lain."

Mengacu pada definisi di atas, dapat diketahui bahwa titik awal dan pemasaran terletak pada adanya kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, manusia berusaha mencari "sesuatu". "S esuatu" tersebut adalah produk (barang dan/atau jasa) yang disediakan oleh individu atau perusahaan.

 B ar ang

B arang dibedakan atas barang konsumsi, yaitu produk-produk yang dibeli oleh konsumen untuk penggunaan pribadi (notebook, motor,rumah, dan lain -lain); dan barang industri, yaitu produk yang dibeli perusahaan untuk menghasilkan produk lain (kayu, baja, sirkuit, dan lain -lain).

 J asa

(10)

 Nilai

Nilai adalah perbandingan relative antara manfaat produk terhadap biayanya. Makin bermanfaat suatu produk dengan biaya konstan maka makin tinggi pula nilai produknya.

 K egunaan

K egunaan(utility) adalah kemampuan suatu barang atau jasa untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan manusia. K egunaan ini mempunyai empat aspek, masing-masing: aspek bentuk, waktu, tempat, dan harta benda, yang dapat meningkatkan nilai produk itu kepada konsumen.

E ddy S oer yanto S oegoto ( 2014: 164) Prinsip dasar pemasaran yaitu menciptakan nilai bagi langganan (customer value), keunggulan bersaing ( competitive advantage), dan fokus pemasaran. T ujuan pemasaran bukan hanya mendapatkan langganan ( get customer), akan tetapi memperbaiki situasi bersaing (improve competitive situation). B eberapa para ahli mengemukakan pendapatnya tentang definisi pemasaran.

1. E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 164).Menurut G uiltinan dan Paul (1992), definisi strategi pemasaran adalah pernyataan pokok tentang dampak yang diharapkan akan dicapai dalam hal permintaan pada target pasar yang ditentukan.

2. E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 164).Menurut Philip K otler (2004, 81), strategi pemasaran adalah pola pikir pemasaran yang akan digunakan

untuk mencapai tujuan pemasarannya. S trategi pemesaran berisi strategi spesifik untuk pasar sasaran, penetapan posisi, bauran pemasaran dan besarnya pengeluaran pemasaran.

(11)

pemasaran adalah alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang

berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran tersebut.

2.2 D imensi Pasar

Pada B uk u E ddy S oeryanto S oegoto dengan j udul E ntr epr eneur ship M enj adi pembisnis ulung (2014: 165) Holistik Marketing adalah suatu konsep pemasaran menyeluruh konsep di mana para pemasar berusaha untuk meningkatkan kesadaran dan suatu kebutuhan konsumen agar didapat pendekatan yang lebih lengkap dan menyatu atau kohesif sehingga melebihi konsep dalam pemasaran secara tradisional.

D imensi pemasaran Holistik (menyeluruh) mencakup hubungan konsumen, saluran, dan relasi,yang disebut juga R elationship Marketing. D alam dunia bisnis relationship marketing berkembang karena para pelaku bisnis menyadari bahwa untuk mengembangkan dan mempertahankan suatu bisnis, tidak hanya dengan mendapat pelanggan yang banyak tetapi juga bagaimana caranya mendapatkan pelanggan, memelihara nya dan mempertahankan pelanggan tersebut.

Pada B uk u E ddy S oer yanto S oegoto dengan j udul E ntr epr eneur ship M enj adi pembisnis ulung (2014: 165) M enur ut K eegan,D uncan,dan M or iaty (1995,p.1) relationship marketing adalah pendekatan pemasaran pada pelanggannya yang meningkatkan pertumbuhan jangka panjang perusahaan dan kepuasan

(12)

dan bisnis dalam jangka panjang. Pemasaran yang bertanggung jawab secara sosial, metiputi lingkungan, komunitas, etika, dan hukum atau disebut juga social

R esponsibility Marketing.T anggung jawab sosial adalah E tika ideologi atau teori bahwa entitas, balk itu organisasi atau individu, memiliki kewajiban untuk bertindak untuk menguntungkan masyarakat pada umumnya. Pada B uk u E ddy S oer yanto S oegoto dengan j udul E ntr epr eneur ship M enj adi pembisnis ulung (2014: 166) T anggung jawab ini dapat pasif, dengan menghindari terlibat dalam tindakan sosial berbahaya, atau aktif dengan melakukan kegiatan yang secara langsung memajukan tujuan sosial.

Pada B uk u E ddy S oer yanto S oegoto dengan j udul E ntr epr eneur ship M enj adi pembisnis ulung (2014: 166) Pemasaran terpadu, meliputi

komunikasi,produk & jasa, serta saluran,atau disebut juga dengan Integrated Marketing.Integrated Marketing atau pemasaran terpadu akan menimbulkan dua pemikiran yang hadir menyertainya. Pemikiran pertama,tentang koordinasi dalam fungsi pemasaran itu sendiri, dan permikiran kedua mengenai keterkaitan antar fungsi. K oordinasi mau-pun keterkaitan tersebut, sama-sama diikat oleh kunci

melayani pelanggan. B erarti tugas dalam fungsi pemasaran dan fungsi bisnis lainnya dapat berkomitmen serta mengarah terhadap memberikan kepuasan kepada

pelanggan.K onkretnya istilah pelanggan dipecah ke dalam pelanggan internal, dan pelanggan eksternal. Pelanggan internal tidak lain orang terdekat yang berhubungan dengan proses penyelesaian pekerjaan dan sama-sama berada dalam naungan bisnis seperti produksi bertahap yang menempatkan setiap orang di dalam setiap tahap berperan sebagai produsen sekaligus pelanggan dari tahap produksi sebelumnya.

(13)

memberikan kepuasan terhadap pelanggan yang dalam keberadaannya membentuk hierarki data ordinal.

Pada B uk u E ddy S oeryanto S oegoto dengan j udul M enj adi E ntr epr eneur ship pembisnis ulung (2014: 166) Pemasaran internal,meliputi departemen pemasaran, manajemen puncak, dan departemen lainnya. Internal Marketing atau Pemasaran internal adalah proses yang terjadi dalam suatu perusahaan atau organisasi di mana proses fungsional sejajar, memotivasi dan memberdayakan karyawan di semua tingkat manajemen untuk . Memberikan pengalaman pelanggan yang memuaskan.K eempat komponen ini yang membentuk kegiatan pemasaran secara keseluruhan sehingga dikatakan sebagai pemasaran keseluruhan atau holistic marketing.

D imensi pemasaran keseluruhan ditunjukkan pada gambar berikut:

(14)

2.3 K onsep Penj ualan dan Pemasar an

E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 168).D alam suatu aktivitas bisnis, terdapat perusahaan yang lebih menekankan pada penjualan produk daripada pemasaran produk. Perusahaan yang mempraktikan konsep penjualan, menjual apa yang mereka buat daripada membuat apa yang pasar inginkan. S ecara kontras perusahaan yang mempraktikan konsep pemasaran, menentukan kebutuhan dan keinginan padar dan mengirimkan produk atau jasa yang diinginkan secara lebih efektif dan efisi en daripada apa yang dilakukan pesaingnya.

G ambar 2.3 K onsep Penjualan versus K onsep Pemasaran

E ddy S oeryanto S oegoto (2014: 168).T heodore L evitt dari Harvard menggambarkan perbedaan pemikiran yang kontras antara konsep penjualan dengan konsep pemasaran :

 E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 168).Penjualan berfokus pada kebutuhan penjual : pemasaran berfokus pada kebutuhan pembeli

(15)

dihubungkan dengan hal menciptakan, menyerahkan, dan akhirnya mengonsumsinya.

A rgumen pemasaran yang menganut konsep pemasaran, adalah sederhana, yaitu: 1. A ktiva perusahaan memiliki nilai yang kecil tanpa adanya pelanggan

2. Oleh karena itu, tugas utama pemasaran adalah menarik dan mempertahankan pelanggan.

3. Pelanggan ditarik melalui tawaran-tawaran yang unggul dibandingkan pesaing dan dipertahan melalui kepuasan.

4. T ugas pemasaran adalah mengembangkan tawaran yang unggul dan memberikan kepuasan kepada pelanggan.

5. K epuasan pelanggan dipengaruhi oleh kinerja departemen-departemen lain

(16)

G ambar 2.4 K onsep Inti Pemasaran

2.4 T uj uan K egiatan Pemasar an

Pada B uk u E ddy S oeryanto S oegoto dengan j udul E ntr epr eneur ship M enj adi pembisnis ulung (2014: 172).

a. K onsumen potensial secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan.

b. Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. K egiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai produk, desai produk, promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara tepat.

(17)

a. E ddy S oer yanto S oegoto ( 2014: 172) Pembuatan produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen harus menjadi fokus kegiatan operasional maupun perencanaan bisnis ini.

b. E ddy S oeryanto S oegoto (2014: 172) C iptakan volume penjualan yang menghasilkan laba, jadi tidak hanya berorientasi melakukan penujualan semata. c. E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 172) K oordinasi yang baik dengan berbagai departemen (tidak hanya bagian pemasaran saja), sehingga dapat menciptakan sinergi di dalam upaya melakukan kegiatan pemasaran.

2.5 Per encanaan S tr ategi Pemasar an

Perencanaan ini merupakan salah satu fungsi yang paling penting, seperti yang dikatakan :

Pada B uk u E ddy S oeryanto S oegoto dengan j udul E ntr epr eneur ship M enj adi pembisnis ulung (2014: 174) .R obbins dan C oulter (2002) dalam E r ni dan K ur niawan ( 2005) mendefinisikan perencanaan adalah sebagai sebuah proses yang dimulai dari penetapan tujuan organisasi, menentukan strategi untuk pencapaian tujuan organisasi tersebut secara menyeluruh, serta merumuskan sistem perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengoordinasikan seluruh pekerjaan organisasi hingga tercapainya tuj uan organisasi. E ddy Soer yanto Soegoto (2014: 175). S edangkan strategis adalah rencana komperehensif untuk mencapai tujuan organisasi. T idak hanya sekedar mencapai akan tetappi dimaksudkan untuk memepertahankan keberlangsungan organisasi.

(18)

1. Perencanaa strategis memberikan kerangka dasar pada semua bentuk-bentuk perencanaan lainnya yang harus di ambil

2. Pemahaman terhadap pernecanaan strategis akan mempermudah pemahaman bentuk-bentuk perencanaan lainnya.

A gar hasil yang diperoleh maksimal maka proses ini harus direncanakan melalui strategi pemasaran yang baik pula. E ddy Soer yanto S oegoto ( 2014: 176) .Perencanaan strategi pemasaran dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu:

1. Menguji situasi pemasaran saat ini

2. Menyertakan kesempatan dan menentukan sasaran 3. Mengembangkan strategi pemasaran.

S elain menguji situasi pemasaran saat ini, andapun siap untuk menilai peluang pemasaran dan menetapkan sasaran. Perusahaan sukse selalu memperhatikan peluang pemasaran yang baru, meliputi :

 Penetrasi pasar ( market penetration), menjual lebih banyak produk-produk yang ada di dalam pasar

 Pengembangan produk (produk development) , menciptakan produksi baru untuk pasar-pasar saat ini.

 Pengembangan pasar ( market development) , menjual produk produk yang ada ke pasar yang baru

(19)

B A B I I I

PR OS E S D A N H A S I L

3.1 M emilih S asar an Pasar

E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 178).M enur ut K otler menetapkan sasaran pasar adalah tindakan mengevaluasi dan menyeleksi satu atau lebih segmen pasar yang hendak dimasuki.

F aktor faktor dalam mengevaluasi segmen pasar :

1. E ddy S oeryanto S oegoto (2014: 178).Ukuran dan pertumbuhan segmen. Pertumbuhan segmen biasanya merupakan karakteristik yang diinginkan karena perusahaan umumya menghendaki pertumbuhan penjualan dan laba

2. E ddy S oer yanto S oegoto ( 2014: 178).D aya tarik struktural segmen. S uatu segmen mempunyai karakteristik ukuran dan pertumbuhan yang dikehendaki tetapi tidak menarik dari sudut pandang kemapuaan.

3.1.1 M enentuk an S asar an Pasar

D engan ini kita dapat menentukan pasar mana yang akan kita pilih, berikut ini adalah beberapa kriteria sasaran pasar. E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 181).

 D apat di ukur

B esar dan daya beli setipa segmen harus dapat diukur dengan tingkat tertentu.

 D apat dicapai

(20)

 B esarnya

S uatu kelompok konsumen akan pantas disebut segmen apabila kelompok tersebut cukup besar atau cukup menguntungkan. J adi satu segmen haruslah merupakan kelompok homogen yang sebesar mungkin sehingga satu program pemasaran khusus bisa memadai untuk disusun.

 D apat dilaksanakan

Ini merupakan ukuran seberapa jauh program-program efektif dapat disusun untuk menarik suatu segmen.

3.1.2 Posisi Pr oduk

Memposisikan produk dapat dilakukan dengan cara promosi, distribusi, dan tentunya harga. Ini dilakukan untuk membedakan dengan pesaing-pesaing yang lain agar pembeli lebih prospektif dalam memilih.

E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 182). Perbedaan sebuah produk dibandingkan dengan pesaing dapat dikatakan mempunyai arti jika memenuhi kriteria sebagai berikut :

 Perbedaan menimbulkan manfaat nilia yang tinggi dan penting untuk sejumlah pembeli.

 Perbedaan tak digunakan oleh pesaing atau disampaikan dengan cara lebih berbeda dari pesaing.

 Perbedaan tersebut paling unggul dari yang lain unutk memperoleh keuntungan yang sama.

 Perbedaan tersebut dapat dikomunikasikan dan dapat ditangkap oleh pembeli.  Perbedaan tersebut tidak mudah ditiru oleh pesaing.

(21)

 Perusahaan akan memperoleh keuntungan dengan menonjolkan keuntungan tersebut.

3.2 S tr ategi B aur an Pemasar an

E ddy S oer yanto S oegoto ( 2014: 182).B auran pemasaran atau marketing mix merupakan strategi gabungan yang terdiri dari empat elemen penting yaitu :

1. Produk 2. Harga 3. D istribusi 4. Promosi

Y ang dimana ke empat kunci penting tersebut digunakan untuk strategi pemasaran produk.

3.2.1 Pr oduk

E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 183).Penempatan produk mencakup kegiatan merumuskan penempatan produk dalam persaingan dan menetapkan bauran pemasaran yang terperinci. Pada hakikatnya penempata produk adalah tindakan

merancang produk dan bauran pemasaran agar tercipta kesan tertentu di ingatan konsumen. B agi setiap segmen yang dimasuki perusahaan, perlu dikembangkan suatu strategi penepatan produk. S aat ini setiap produk yang beredar dipasar menduduki posisi tertentu dalam segmen pasarnya. Y ang paling penting disini

adalah persepsi atau tanggapan konsumen mengenai posisi yang dipegang oleh setiap produk pasar.

(22)

2. Produk formal, yang merupakan bentuk, model, kualitas atau mutu, merek, dan kemasan yang menyertai produk tersebut.

3. Produk tambahan, adalah tambahan produk formal dengan berbagai jasa yang menyertainya, seperti pemasangan, pelayanan, pemeliharaan, dan pengangkutan secara cuma-cuma

E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 184).Untuk menghasilkan pertumbuhan produk di pasar yang ada maupun pasar yang baru, dapat di terapkan tiga strategi pertumbuhan insentif untuk perluasan pemasaran oleh ansoff, sebagai berikut :

 S trategi 1 : startegi penetrasi pasar (market penetration strategi)

Perusahaan mempertimbangkan apakah produk-produknya bisa lebih banyak menguasai pasar yang ada.

 S trategi 2 : strategi pengembangan pasar (market development strategy) Perusahaan mempertimbangkan apakah dapat menemukan atau mengembangkan pasar-pasar baru untuk produk-produknya yang ada saat ini.

 S trategi 3 : strategi pengembangan produk (product development startegy) Perusahaan mempertimbangkan apakah dapat mengembangkan produk

baru karena adanya pembeli potencial di pasar yang ada. K emudian perusahaan akan meninjau ulang peluang untuk mengembangkan produk-produk baru untuk pasar-pasar yang baru dengan strategi K eragaman (diversification strategy) .

3.2.2 H ar ga

Hal penting dari penetapan harga sebuah produk adalah dengan mempertimbangkan tiga elemen dasar penting seperti :

1. B iaya pembuatan produk

(23)

adalah menghitung biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk tersebut. S eperti menghitung bahan baku, ongkos pengiriman dan lian sebagainya. Maka harus dihitung beban tambahannya.

2. Margin atau saat ada kenaikan harga

Hal inipun menjadi salah satu faktor penting dalam penentuan sebuah harga, karena sangat bergantung pada bahan baku. J ika ada kenaikan margin maka akan berpengaruh juga pada kenaikan harga suatu produk.

3. K ompetitor lain.

E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 186). B ila suatu produk tidak memiliki perbedaan yang signifikan maka penetapan harga akan tidak jauh berbeda atau kompetisinya kecil. Namun bila produk yang sama diberi inovasi maka akan terjadi perbedaan harga cukup besar dimana kompetisinya akan meningkat. B iasanya pada pasar produk yang tidak terdeferensi asi hanya terdapat sedikit ruang variasi harga dari proses kompetisi sehingga untuk meningkatkan keuntungan haruslah dengan

cara menurunkan harga untuk mengantisipasi permasalahan harga, ada beberapa strategi yang di kemukakan oleh E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 186).A ntara lain :

 S kimming pricing

E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 186) Harga awal produk yang ditetapkan setinggi-tingginya dengan tujuan bahwa produk atau jasa memiliki kualitas tinggi.

 Penetration pricing

E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 186) Menetapkan harga yang serendah mungkin dengan tujuan untuk menguasai pasar.

 S tatus quo pricing

(24)

3.2.3 D istr ibusi

D istribusi merupakan bagi dari bauran pemasaran yang mempertimbangkan cara penyampaian produk dari produsen untuk sampai kepada konsumen. E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 186) .Hal yang harus dipertimbangkan dalam penilihan saluran distribusi adalah :

 T ingkat kelangsungan saluran, terkait dengan kondisi pasar (terkonsentrasi atau tersebar), atribut produk (besar atau kecil, mahal, berbahaya, tidak tahan lama), keunggulan biaya (banyak manfaat atau tanpa manfaat), atribut perusahaan ( kekuatan finansial, usulan, pengalaman saluran, dan strategi pemasaran).

 J umlah anggota saluran, apakah intensif (pemilihan sebanyak mungkin peritel atau penjual grosir), selektif (tertentu saja sesuai kriteria), atau eksklusif (hanya memilih satu penjual grosir atau peritel). K riteria dalam pemilihan anggota saluran, terkait dengan reputsai, atau jasa yang disediakan.

 J umlah saluran, apakah satu saluran untuk satu pasar sasaran atau banyak pasar sasaran, atau banyak saluran untuk satu pasar sasaran atau banyak pasar sasaran.

3.2.4 Pomosi

E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 187).S ecara singkat promosi berkaitan dengan upaya untuk mengarahkan seseorang terhadap suatu produk dan teknik-teknik

mengkomunikasikan suatu produkyang digunakan oleh perusahaan untuk berinteraksi dengan target pasar mereka dan khalayak ramai, sarana komunikasi utama dalam bauran promosi meliputi :

 Iklan (advertising)

(25)

ini media iklan masih menjadi salah satu yang paling efektif untuk mempromosikan suatu produk

 Promosi penjualan (sales promotion)

E ddy S oer yanto S oegoto ( 2014: 188).B iasanya berupa bujukan langsung kepada konsumen, seperti hadiah langsung, kupon, atau paket penyerta. Pengaruh promosi penjualan acap kali diukur dan lebih cepat daripada pengarih periklanan. Pemasaran langsung (direct marketing) Promosi ini merupakan promosi yang langsung ditujukan kepada pembeli, seperti penjual rumah, mobil, motor, asuransi hidup, dan lain sebagainya.

E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 188).B entuk-bentuk direct marketing meliputi :

1. D irect selling 2. D irect mail 3. T elemarketing 4. Internet selling

5. D irect action marketing 6. C atalog selling

7. T elevision atau Print media 8. C able T V

 Hubungan masyarakat (publict relation)

E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 188). A dalah segala bentuk komunikasi

yang bertujuan untuk membentuk citra yang baik terhadap organisasi dan produknya.  Media sosial (social media)

(26)

3.3 A nalisis Pesaing

E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 189).A nalisis pesaing adalah memahami apa yang ada di benak perusahaan lain dengan cara memetakan semua ide-ide yang tersembunyi untuk masa yang aka datang. A nalisis pesaing berusaha memahamiperilaku pesaing dalam jangka panjang. K esalahan fatal dari analisis pesaing adalah fokus yang berlebihan pada kondisi saat ini.

T ingkat persaingan berdasarkan subtitusi produk: 1. Persaingan merek

2. Persaingan industri 3. Persaingan bentuk 4. Persaingan generik

Melalui analisis pesaing, kita dapat mengetahui :

1. K eunggulan dan kelemahan yang dimiliki peusahaan pesaing.

2. A lasan pelanggan menggunakan produk yang kita hasilkan serta alasan pelanggan menggunakan produk yang dihasilkan pesaing lain.

3. K ita dapat melakukan komunikasi terhadap faktor-faktor keungulan kompetitif secara efektif kepada pelanggan yang potensial

4. Menyebabkan kita berfikir kreatif dan inovatif untuk melakukan perubahan guna meningkatkan nilai produk yang kita hasilkan.

5. Mengetahui beberapa kategori keinginan pelanggan yang tidak terpenuhi. Y ang harus diperhatikan dalam analisis pesaing :

1. Identifikasi siapa saja yang terlibat dalam bisnis tersebut. B erdasarkan hasil identifikasi ini dapat diketahui siapa pesaig utama kita

(27)

Untuk memperoleh informasi tentang pesaing bisa dengan menggunakan berbagai cara, seperti :

1. Melalui internet

2. K unjungan pribadi ke perusahaan terkait 3. D ialog dengan para pelanggan

4. Pelajari iklan 5. Ikutilah seminar

6. Ikuti kunjungan pameran dagang 7. Pelajari dokumen dokumen penting 8. Melakukan survei lapangan

3.4 S tr ategi Penyalur an Pr oduk

D alam hal ini anda bisa memilih akan kemana anda distribusikan produk anda. A nda dapat memilih pedagang grosir, pengecer, atau agen pialang.

3.4.1 Pedagang G r osir

E ddy S oer yanto S oegoto ( 2014: 279).Pedagang ini bersifat independen, yang membeli produk dari berbagai produsen. Pedagang grosir ini bisa dibedakan menjadi beberapa bagian, antara lain sebagai berikut :

1. Pedagang grosir jasa penuh, merupakan jumlah terbesar pedagang grosir yang ada yang memberikan layanan kredit, pemasaran, dan perdagangan.

2. Pedagang grosir fungsi terbatas, yang memberikan jasa terbatas seperti jasa penyimpanan. Para pelanggannya biasanya merupakan usaha kecil yang mengambil sendiri dan membayar tunai.

(28)

4. R ack jobber, adalah pedagang grosir fungsi terbatas yang memasarkan barang-barang konsumsi langsung ke toko-toko pengecer, mengatur dan mengerjakan rak pajangan di toko pengecer.

3.4.2 Pengecer

E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 280).Pengecer merupakan perantara yang menjual produknya langsung kepada konsumen. Usaha eceran diklasifikasikan berdasarkan jasa, lini produk, harga dan lokasi. A spek penting dalam strategi distribusi setiap penjual adalah memiliki jenis gerai eceran yang benar.Pengecer kreatif harus inovatif dalam berhubungan dengan pelanggannya, pedagang eceran dengan biaya operasi yang rendah menarik pelanggan dengan tawaran murah tetapi dapat mengambil untung dari menyediakan pemilihan dan pelayanan terbatas. K rika toko pengecer ini menambahkan lebih banyak bentuk jasa dan produk baru untuk meluaskan daya tariknya, harganya merangkak naik, mengakibatkan menurunnya daya tarik pesaing-pesaing yang lain.

3.4.3 A gen dan Pialang

E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 282).A gen dan pialang berfungsi sebagai representasi independen dari berbagai macam produk perusahaan. Mereka bekerja berdasarkan komisi, biasanya sekitar lima persen dari penjual bersih. A gen dan pialang memiliki pengetahuan luas tentang barang dan jasa. Mereka merupakan

perpanjangan tangan dari produsen yang tidak memiliki tenaga penjual sendiri. T idak seperti pedagang grosir, para agen dan broker tidak mengambil hak atas barang dagangan yang mereka jual.

3.5 M empr omosik an Pr oduk

(29)

kepada pelanggan atau publik akan keberadaan perushaan atau produk yang ditawrkan

A gar konsumen mengetahui apa yang ingin ditawarkan perushaan, tentang keberadaan produk atau jasa, keistimewaan produk, cara memperoleh dan hal lainnya.

2. Memposisikan produk

A gar citra produk semakin mantap tertanam dalam benak konsumen . 3. Nilai tambahan

Promosi produk dengan imbalan diskon harga atau pemberian hadiah beli satu gratis satu misalnya, merupakan harga bauran promosi yang akan memberi nilia tambah bagi produk tersebut.

4. Meningkatkan penjualan

Promosi merupakan salah satu cara meningkatkan penjualan produk ke pasar. S emakin gencar promosi semakin besar pula konsumen yang mengetahui dan dapat membeli produk tersebut. Promosi bahkan dapat mengubah sepinya pembeli menjadi puncak penjualan produk.

3.7 S tr ategi Pr omosi

E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 293).S trategi promosi adalah perencanaan, implementasi dan pengendalian komunikasi dari suatu organisasi kepada para konsumen serta sasaran lainnya.A da dua strategi yang biasa digunakan oleh

perusahaan untuk mempromosikan produknya, yakni : strategi tarik dan strategi dorong.

3.7.1 S tr ategi M emik at K onsumen

(30)

biasanya para konsumen akan meminta produknya dari retailer. E ddy S oer yanto S oegoto (2014: 293) .Perusahaan mempromosikan produknya secara langsung pada konsumen yang kemudian penarikan produk dilakukan melalui jalur distribusi

dengan memintanya dari pengecer, yang kemudian meminta dari grosir, dan terakhir meminta dari pabrik.

3.7.2 S tr ategi M embimbing K onsumen

(31)

B A B I V

PE NUT UP

4.1 K esimpulan

K esimpulan akhir dari penyusunan karya ilmiah ini adalah suatu produk dapat tersampaikan dengan baik atau tidaknya bergantung pada sistem bauran yang

(32)

D A F T A R PUS T A K A

 S oegoto, E di S oeryanto. 2014. E ntrepreneurship Menjadi Pebisnis Ulung, E disi R evisi. J akarta : E lexmedia K omputindo

Gambar

Gambar 2.1 Konsep Utama Pemasaran
Gambar 2.2 Dimensi Pemasaran holistic
Gambar 2.3 Konsep Penjualan versus K onsep Pemasaran
Gambar 2.4 Konsep Inti Pemasaran

Referensi

Dokumen terkait