• Tidak ada hasil yang ditemukan

Patologi Umum Penyakit Infeksi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Patologi Umum Penyakit Infeksi"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

(1)

Patologi Umum

Penyakit

Infeksi

(2)

Infeksi adalah masuknya

mikroorganisme patogen dalam tubuh manusia (host)

Timbul perubahan/kerusakan sel &

(3)

• Masa Inkubasi : masa tenggang waktu mulai saat pertama kali

mikroorganisme patogen masuk dalam tubuh manusia sampai

pertama kali timbulnya gejala klinik.

Bervariasi cukup besar tergantung

jenis mikroorganismenya, & bervariasi sedikit tergantung faktor manusianya.

(4)

Walaupun dunia kesehatan terus

(5)

Di negara berkembang kondisi

lingkungan yang tidak bersih serta

angka malnutrisi yang tinggi berperan dalam penyakit infeksi dan

mengakibatkan kematian lebih dari 10 juta orang setiap tahun. Sebagian

(6)

Bahkan di USA penyebab kematian

tertinggi ke 2 disebabkan penyakit infeksi (pneumonia dan sepsis).

(7)

SEJARAH

Edward Jenner, 1796

mengamati pemerah susu  kebal

(8)

Louis Pasteur, 1865,

orang pertama

membuktikan bahwa mikroorganisma

dapat menyebabkan penyakit (germ

(9)

1882, Robert Koch menghubungkan antara basil Anthrax dg penyakit tertentu  Postulat Koch

1. organisma selalu

ditemukan pada lesi penyakit,

2. organisma dapat diisolasi dalam media kultur,

3. inokolasi biakan

menyebabkan penyakit pada hewan coba,

4. organisma dapat

ditemukan pada lesi

(10)
(11)
(12)

VIRUS

Microorg terkecil (20-300 nm), sangat

sederhana

Gumpalan nucleic acid

DNA/RNA virus tergantung kandungan

nucleic acid

Bentuk tergantung coating proteinSaat ini dikenal 400 species

Obligate intracellular (untuk replikasi)Dilihat dengan electron microscope

(13)
(14)

Penggolongan Virus berdasarkan

penyakit yang diakibatkannya:

Virus yang menyerang trac. RespirasiVirus yang menyerang trac.

Digestive

Sistemik dengan kelainan pada kulitSistemik dengan gangguan

hematopoitic

Arbovirus & hemorrhagic FeverPertumbuhan Condiloma

(15)
(16)
(17)

PRION

Bentuk abnormal dari protein host,

resistens terhadap protease.

Agen ini mengakibatkan antara lain

(18)

BAKTERI

Prokaryocyte, tidak memiliki inti &

endoplasmic reticulum

Gram + : Peptidoglycan dengan single

phospholipid layer

Gram - : Double phospholipid layer

Mensintesa sendiri DNA, RNA & protein • Dapat hidup intra maupun extra sel

• Bentuk : coccen, batang, koma, spiral

Memiliki exo & endotoksin serta enzim

tertentu

(19)
(20)

Penggolongan penyakit infeksi

bakteri, spirochaeta & mycobacterium :

Infeksi oleh piogenik coccenInfeksi gram –

• Infeksi pada anak-anak

Infeksi saluran cernaInfeksi Clostridium

• Infeksi bacterial Zoonotic

• Infeksi golongan Treponemal

Infeksi golongan Mycobacterium

(21)
(22)
(23)
(24)

FUNGI ( JAMUR )

In-vitro : bentuk sempurna,

reproduksi secara seksual

In-vivo : imperfect, hyphae

Kadang berspora

Dikenal Superfcial & Deep mycosis

Pertumbuhan meningkat pada terapi

(25)

Berbagai jenis jamur yg sering dijumpai

Candid

a Candida Cryptococcus

(26)

PROTOZOA

Microorganisme bersel satu,

pseudopodi

Digolongkan :

(27)
(28)

HELMINTH ( CACING )

Microorganisme multi selulerSiklus kehidupannya kompleks

Bentukan : telur – larva – bentuk

dewasa

(29)

Strongyloides

Larva menembus

kulit 

peredaran darah

 jantung 

paru  di

trachea dan larynx 

dibatukan 

(30)

Cysticercus cyst

Manusia host T.

solium  telur

cacing pita babi

 daging tidak terolah dg baik

Telur T. solium

(31)

Filarias is

(32)
(33)
(34)

Golongan serangga (kutu, dll),

nyamuk, kumbang, dll

gatal, ekskoriasi.

Vektor

(35)

Transmisi dan

(36)

SISTIM PERTAHANAN TUBUH

MANUSIA

Kulit & mukosa yg intak dg

secret excretorisnya (pasif)

Sel-sel radang / RES termasuk

plasma protein dan

mediator-mediator

Reaksi Imunologis (T & B

(37)

Microorganisme masuk melalui saluran-saluran yang ada pada tubuh manusia :

InhalasiIngestion

Hubungan seksualGigitan serangga /

(38)

KULIT

Permukaan luar dihuni bakteri & jamur

patogen/ komensal

Infeksi terjadi :

Kulit terkena trauma, luka Gigitan nyamuk, suntikan dll

Mikroorganisme aktif masuk (enzym bakteri,

larva cacing)

Jamur menyerang lapisan keratin

Sifat kulit : tebal, berlapis, pH rendah (5,5)

(39)
(40)

SALURAN NAFAS

Bag atas : Hidung sampai tracheaBag bawah :

Trachea-bronchus-alveoli

Mucocilliaris bronchus & refex batuk

mencegah infeksi

Mucocilliaris terganggu/rusak :

- asap rokok, bahan irritant

- asam lambung pada regurgitasi - trauma pada intubasi

(41)

SALURAN CERNA

Mulai mulut, esofagus, gaster, usus

sampai rectum

Perlindungan terhadap infeksi :

- Enzym pencernaan pada mulut - Asam lambung

- Enzym litik pancreas & empedu

- Epitel mukosa usus, membentuk mukus layer

- Ig A antibodi

(42)

URO GENITAL

Urine yang asamSfngter urethra

Pada wanita : Vagina asam, serta

(43)

Bila pertahanan pasif ini gagal, masih ada

pertahanan aktif :

Sel radang / RES

Reaksi Imunologis (dibahas pd kuliah

(44)

PENYEBARAN MICROORGANISMA

Melalui kulit & mukosa (hangat & lembab lebih

cepat daripada kering atau dingin)

Berdiam dalam permukaan organ berupa

tabung (cholera, exotoksin)

Berikatan & proliferasi sel epitel (virus)Menyebar dari produk Lytic enzym atau

motilitas parasit (bakteri, jamur, cacing)

Penyebaran melalui jaringan kendor atau

serosa cavity

Melalui aliran limfe & aliran darah ke seluruh

jaringan tubuh

(45)

Gambar : Penyebaran

microorganisme

Port d’entree Route of

infection

(46)

Lesi berupa :

Single di tempat asal

Multiple di banyak organ

Kecil-kecil tersebar (miliary)

1, sangat besar

(47)

Lokasi :

Lesi berada pada tempat asalLesi berada pada tempat lain :

Chiken pox & measle; Infeksi melalui saluran nafas, lesi di kulit.

Polio : Infeksi melalui GI, lesi pada motor neuron

Invasi melalui aliran darah :

microorganisme maupun toksinnya : timbul sepsis luas, kematian

Aliran placental : kelainan janin,

(48)

Cara Penularan

• Kontak langsung

Melalui udara (air borne) • Ingesi (food borne)

Route fecal-oral

Melalui injeksi & gigitan vector • Sexual transmitted

Multiple route

(49)
(50)

Cara microorganisme

menimbulkan penyakit

secara garis besar

:

Kontak host cell, kematian selMelalui exo & endotoksin, atau

melalui enzym tertentu, timbul nekrosis

Menginduksi host cellular respons,

(51)

VIRUS

Virus melekat pada sel melalui viral trophism Seluruh virion atau bagian yg mengandung

genom dan polimerase esensial masuk ke dalam sitoplasma melalui:

Translokasi virus utuh menembus membran Fusi selubung protein dg membran

Endositosis

Di dlm sel, virus melepas selubungnya,

(52)
(53)
(54)

Virus mematikan sel host:

Menghambat sintesa DNA/RNA (Polio virus)Protein virus menembus membran sel host

secara langsung merusak atau fusi (HIV, Campak,)

Virus berkembang terus dalam sel, lisis

(Yellow fever virus, Polio virus)

Replikasi lambat, latent, disusul replikasi

cepat (Measle)

Protein virus menempel permukaan sel,

(55)

Virus merusak sel  Sel yang rusak memudahkan bakteri masuk, infeksi sekunder (HIV)

Satu macam sel yang terusak,

menimbulkan efek pada sel lain yang diinnervasi (Polio)

Virus masuk sel, mengikat organel

sel, sel tidak mati, terjadi

(56)

BACTERI

Bakteri mengeluarkan adhesin,

menempel sel

Melalui exo & endotoksin

Mengeluarkan enzym-enzym

tertentu, Hemolisin, Leukosidin, Hyaluronidase, Coagulase,

Fibrinolisin, sel jaringan rusak

(57)

Penyakit infeksi timbul karena interaksi

HOST-MICROORGANISME-LINGKUNGAN

1. Penderita tetap sehat (Faktor pertahanan

tubuh baik, microorganisme kurang patogen, faktor lingkungan baik)

2. Penderita sakit :

- RINGAN: Aktivitas sehari-hari masih dimungkinkan, sembuh total atau sembuh sebagai carrier

- SEDANG : Aktivitas sehari-hari terhambat,

berakhir : sembuh total, carrier, berlangsung kronik, sembuh dengan komplikasi

- BERAT : Aktivitas terganggu, perlu

(58)

Reaksi jaringan tubuh

terhadap infeksi

Reaksi tubuh terhadap jejas :

(59)

Spektrum

(60)

Gambaran radang

tergantung jejasnya :

Radang suppurative (pmn)

Radang granulomatik (mononuclear)Radang sitopatik & sitoproliferatif

Radang necrotik

(61)

RADANG SUPPURATIVE (PMN)

Biasanya acute, permeabilitas kapiler

meningkat, exudasi cairan, infltrasi sel radang PMN.

Biasanya karena bacteri piogenik

extracelluler Gram positif / negatif.

Terbentuk pus / abses

(62)
(63)
(64)

RADANG GRANULOMATIK

Radang khronik dengan bentukan

granuloma (microorganisme kurang patogen)

Reaksi jaringan terhadap virus,

(65)
(66)

RADANG SITOPATIK dan

SITOPROLIFERATIF

Radang khronik, terjadi gangguan sel

Merupakan reaksi jaringan terhadap virus

tertentu

Sel radang minimal, inclusion bodiesKohesi sel menurun, terbentuk blister

Fusi beberapa sel atau epitel proliferatif

( wart).

(67)

Radang proliferatif

(68)

RADANG NEKROTIK

Radang akut

Reaksi terhadap jejas kuat : racun

kimia, toksin kuat dari Clostridium Perfringens, dll

Kerusakan jaringan luas ( nekrosis )

(69)

Radang khronik dengan

jaringan parut

Radang kronik, sering merupakan

fase penyembuhan dari radang akut

Sel-sel radang mononuclear

( limfosit, plasma, makrofag )

Jaringan granulasi, sel radang

mononuklear, proliferasi pembuluh darah baru, proliferasi fbroblas :

(70)
(71)

Penyakit Infeksi

(72)

PENYAKIT INFEKSI YG SERING

DIJUMPAI DALAM KLINIK

Dibicarakan secara detail pada kuliah

Patologi organ

TBC : pada kuliah paru

(73)
(74)

Saluran Pernafasan ( Tr Respirasi)

• Saluran nafas bagian atas : - Rhinitis

- Laryngitis, Pharyngitis - Tracheitis

Saluran nafas bagian bawah :

- Bronchitis ) - Pneumonitis )

Bronchopneumonia - Pleuritis

(75)

Microorganisme yang tersering pada

saluran pernapasan :

Virus : Rhino-virus, Corona-virus,

Infuenza-virus, dll

Bakteri : Haemophilus infuenza,

Mycobacterium tuberculosis, dll

Fungal : Histoplasma capsulatum,

Coccidiodomycosis, dll

(76)

Saluran Pencernaan Makanan

(Gastro-Intestinal Infection) :

• Infeksi rongga mulut

(77)

Microorganisme tersering pada saluran pencernaan:

Virus : golongan Enteric Virus : Rota virus,

Corona virus, dll

Bakterial :

-Shigella sp. : Bacillary dysentery (abdominal cramp, diare : pus & darah)

-Salmonellosis & Typhoid fever:

Penularan melalui feses, urine, vomit & oral

enterotoksinnya berakibat Watery diare

Infeksi usus oleh parasit : Amoeba, Giardia

(78)

Sexually Transmitted Disease (STD)

-Penularan melalui hubungan sex :

• Virus : Herpes virus (HSV-1 & HSV-2), AIDS (HIV-1 & HIV-2), Papilloma virus (Condyloma, neoplasma cervix)

• Chlamydial, Mycoplasma group : LV , Urethritis non GO

Bakteri : Neisseria GO : GO ,

Treponema pallidum : Syphillis/Lues, Haemophillus, dll

• Protozoa : Trichomonas Vaginalis

(79)

Penularan melalui hubungan sex

atau cara lain :

Virus : Cytomegalovirus, Hepatitis B

virus, Epstein Barr virus, Molluscum contagiosum virus

Bakteri : Group B streptococcus,

Gram nagative basili (sepsis neonatal, cystitis)

(80)

Infection of childhood &

Adolescence

Virus : - Measle (Rubeola, Campak)

- Mumps (Parotitis epidemica) - Infectiuos Mononucleosis

(EBV)

- Polio

- Varicella-Zoster infection

Bacterial : - Whooping cough

(81)

Opportunistic & AIDS-associated

infection (Infeksi berhubungan dg

Neutropenia atau T cell depletion)

• Virus : Cytomegalic Inclutions Disease (CMV)

Bakteri : - Pseudomonas infection

- Legionnaires disease - Listeriosis

Fungal : Candidiasis, Cryptococcosis,

Aspergilosis, Mucormycosis

Parasit : Pneumocystis pneumonia,

(82)

Tropical, Zoonotic & Vector

borne infection ( disebabkan

golongan virus, rickettsia,

bakteri& parasit)

Penyakit tropis, penyebaran melalui

vektor serangga ( DHF, malaria, dll )

Peyakit daerah tropis dengan faktor

lingkungan jelek (Lepra, Cacing )

Arthropod borne infection pada iklim

(83)
(84)

Viral Infection

a. TRANSIEN INFECTION

Dieliminasi oleh tubuh berdasar reaksi imun

Ada yang hanya 1 serotype (mumps) ada yang bervariasi (infuenza)

Measle (golongan paramyxovyrus)

Droplet → Epitel respirasi →lymphoid → rash kulit

(85)

MUMPS

Droplet → Epitel respirasi →lymphoid → Darah → salivary gland / UG

Polio

Oral →lymphoid → viremi (fever) → CNS/motor neuron medula spinalis

Hemorhagic fever virus : penyakit sistemik

(86)

b. CHRONIC LATENT INFECTION

Herpes virus infection

Gol α : herpes simplex dan herpes zoster Gol β : lymphotropic : CMV, Herpes virus 6&7

Gol γ : EBV, KSHV / Herpes virus 8 (Kaposi Sa.)

a. Herpes simplex virus (HSV 1 & 2) menyerang kulit dan mukosa. Timbul vesicel & blister dan gangguan saraf sensoris

b. Cytomegalovirus (CMV). Latent, radang PMN, bila imun defense menurun, menjadi active

(87)

c. CHRONIC PRODUCTIVE INFECTION reaksi imun gagal, terjadi viremi : Hepatitis B Virus (HBV) lihat kuliah hepar

d. TRANSFORMING INFECTION: terjadi mutasi sel, timbul

neoplasma

Epstein Barr Virus (EBV) :

mononucleosis infectiosa

(88)

Bacterial Infection

a. Gram positive bacterial infection :

Staphylococcal sp. • Streptococcal sp.

(89)

b. Gram negative bacterial infection :

• Yang menyeran organ-organ GI / UG

(dibicarakan pada kuliah organ tersebut)

• Neisserial sp.

Whoping cough (Bordetella Pertussis)Pseudomonas sp.

Plague (pes)

• Chancroid (STD)

Granuloma inguinale

Mycobacteria : TBC dan lepraSpirochetes : syphilis

• Relapsing fever

(90)

c. Anaerob bacteria

Clostridial infection (tetanus, gas gangraen, botulism)

d. Obligate intracellular “bacteria” Golongan chlamydial sp.

(91)

Fungal Infection

a. Yeast (budding) : Candidiasis, Cryptococcus

b. Molds (hyphae) : Aspergillosis, Mucormycosis

(92)

Parsitic Infection

a. Protozoa

Amebiasis

– Trichomonas

Malaria (Plasmodium)Leishmaniasis

– Trypanosomiasis

Toxoplasmosis

(93)

b. Metazoa (cacing)

AscariasisHook worm

Strongylodiasis

Cestoda (Cacing pita)Trichinosis

SchistosomiasisFilariasis

Onchocerciasis

(94)

Gambar

Gambar : Penyebaran

Referensi

Dokumen terkait