Patologi Umum
Penyakit
Infeksi
• Infeksi adalah masuknya
mikroorganisme patogen dalam tubuh manusia (host)
• Timbul perubahan/kerusakan sel &
• Masa Inkubasi : masa tenggang waktu mulai saat pertama kali
mikroorganisme patogen masuk dalam tubuh manusia sampai
pertama kali timbulnya gejala klinik.
• Bervariasi cukup besar tergantung
jenis mikroorganismenya, & bervariasi sedikit tergantung faktor manusianya.
• Walaupun dunia kesehatan terus
• Di negara berkembang kondisi
lingkungan yang tidak bersih serta
angka malnutrisi yang tinggi berperan dalam penyakit infeksi dan
mengakibatkan kematian lebih dari 10 juta orang setiap tahun. Sebagian
• Bahkan di USA penyebab kematian
tertinggi ke 2 disebabkan penyakit infeksi (pneumonia dan sepsis).
SEJARAH
• Edward Jenner, 1796
mengamati pemerah susu kebal
• Louis Pasteur, 1865,
orang pertama
membuktikan bahwa mikroorganisma
dapat menyebabkan penyakit (germ
1882, Robert Koch menghubungkan antara basil Anthrax dg penyakit tertentu Postulat Koch
1. organisma selalu
ditemukan pada lesi penyakit,
2. organisma dapat diisolasi dalam media kultur,
3. inokolasi biakan
menyebabkan penyakit pada hewan coba,
4. organisma dapat
ditemukan pada lesi
VIRUS
• Microorg terkecil (20-300 nm), sangat
sederhana
• Gumpalan nucleic acid
• DNA/RNA virus tergantung kandungan
nucleic acid
• Bentuk tergantung coating protein • Saat ini dikenal 400 species
• Obligate intracellular (untuk replikasi) • Dilihat dengan electron microscope
Penggolongan Virus berdasarkan
penyakit yang diakibatkannya:
• Virus yang menyerang trac. Respirasi • Virus yang menyerang trac.
Digestive
• Sistemik dengan kelainan pada kulit • Sistemik dengan gangguan
hematopoitic
• Arbovirus & hemorrhagic Fever • Pertumbuhan Condiloma
PRION
• Bentuk abnormal dari protein host,
resistens terhadap protease.
• Agen ini mengakibatkan antara lain
BAKTERI
• Prokaryocyte, tidak memiliki inti &
endoplasmic reticulum
• Gram + : Peptidoglycan dengan single
phospholipid layer
Gram - : Double phospholipid layer
• Mensintesa sendiri DNA, RNA & protein • Dapat hidup intra maupun extra sel
• Bentuk : coccen, batang, koma, spiral
• Memiliki exo & endotoksin serta enzim
tertentu
Penggolongan penyakit infeksi
bakteri, spirochaeta & mycobacterium :
• Infeksi oleh piogenik coccen • Infeksi gram –
• Infeksi pada anak-anak
• Infeksi saluran cerna • Infeksi Clostridium
• Infeksi bacterial Zoonotic
• Infeksi golongan Treponemal
• Infeksi golongan Mycobacterium
FUNGI ( JAMUR )
• In-vitro : bentuk sempurna,
reproduksi secara seksual
• In-vivo : imperfect, hyphae
Kadang berspora
• Dikenal Superfcial & Deep mycosis
• Pertumbuhan meningkat pada terapi
Berbagai jenis jamur yg sering dijumpai
Candid
a Candida Cryptococcus
PROTOZOA
• Microorganisme bersel satu,
pseudopodi
• Digolongkan :
HELMINTH ( CACING )
• Microorganisme multi seluler • Siklus kehidupannya kompleks
• Bentukan : telur – larva – bentuk
dewasa
Strongyloides
• Larva menembus
kulit
peredaran darah
jantung
paru di
trachea dan larynx
dibatukan
Cysticercus cyst
• Manusia host T.
solium telur
cacing pita babi
daging tidak terolah dg baik
• Telur T. solium
Filarias is
•
Golongan serangga (kutu, dll),
nyamuk, kumbang, dll
gatal, ekskoriasi.
•
Vektor
Transmisi dan
SISTIM PERTAHANAN TUBUH
MANUSIA
•
Kulit & mukosa yg intak dg
secret excretorisnya (pasif)
•
Sel-sel radang / RES termasuk
plasma protein dan
mediator-mediator
•
Reaksi Imunologis (T & B
Microorganisme masuk melalui saluran-saluran yang ada pada tubuh manusia :
•Inhalasi •Ingestion
•Hubungan seksual •Gigitan serangga /
KULIT
• Permukaan luar dihuni bakteri & jamur
patogen/ komensal
• Infeksi terjadi :
– Kulit terkena trauma, luka – Gigitan nyamuk, suntikan dll
– Mikroorganisme aktif masuk (enzym bakteri,
larva cacing)
– Jamur menyerang lapisan keratin
Sifat kulit : tebal, berlapis, pH rendah (5,5)
SALURAN NAFAS
• Bag atas : Hidung sampai trachea • Bag bawah :
Trachea-bronchus-alveoli
• Mucocilliaris bronchus & refex batuk
mencegah infeksi
• Mucocilliaris terganggu/rusak :
- asap rokok, bahan irritant
- asam lambung pada regurgitasi - trauma pada intubasi
SALURAN CERNA
• Mulai mulut, esofagus, gaster, usus
sampai rectum
• Perlindungan terhadap infeksi :
- Enzym pencernaan pada mulut - Asam lambung
- Enzym litik pancreas & empedu
- Epitel mukosa usus, membentuk mukus layer
- Ig A antibodi
URO GENITAL
• Urine yang asam • Sfngter urethra
• Pada wanita : Vagina asam, serta
Bila pertahanan pasif ini gagal, masih ada
pertahanan aktif :
• Sel radang / RES
• Reaksi Imunologis (dibahas pd kuliah
PENYEBARAN MICROORGANISMA
• Melalui kulit & mukosa (hangat & lembab lebih
cepat daripada kering atau dingin)
• Berdiam dalam permukaan organ berupa
tabung (cholera, exotoksin)
• Berikatan & proliferasi sel epitel (virus) • Menyebar dari produk Lytic enzym atau
motilitas parasit (bakteri, jamur, cacing)
• Penyebaran melalui jaringan kendor atau
serosa cavity
• Melalui aliran limfe & aliran darah ke seluruh
jaringan tubuh
Gambar : Penyebaran
microorganisme
•Port d’entree •Route of
infection
Lesi berupa :
•
Single di tempat asal
•
Multiple di banyak organ
•
Kecil-kecil tersebar (miliary)
•
1, sangat besar
Lokasi :
• Lesi berada pada tempat asal • Lesi berada pada tempat lain :
Chiken pox & measle; Infeksi melalui saluran nafas, lesi di kulit.
Polio : Infeksi melalui GI, lesi pada motor neuron
• Invasi melalui aliran darah :
microorganisme maupun toksinnya : timbul sepsis luas, kematian
• Aliran placental : kelainan janin,
Cara Penularan
• Kontak langsung
• Melalui udara (air borne) • Ingesi (food borne)
• Route fecal-oral
• Melalui injeksi & gigitan vector • Sexual transmitted
• Multiple route
Cara microorganisme
menimbulkan penyakit
secara garis besar
:
• Kontak host cell, kematian sel • Melalui exo & endotoksin, atau
melalui enzym tertentu, timbul nekrosis
• Menginduksi host cellular respons,
VIRUS
• Virus melekat pada sel melalui viral trophism • Seluruh virion atau bagian yg mengandung
genom dan polimerase esensial masuk ke dalam sitoplasma melalui:
Translokasi virus utuh menembus membran Fusi selubung protein dg membran
Endositosis
• Di dlm sel, virus melepas selubungnya,
Virus mematikan sel host:
• Menghambat sintesa DNA/RNA (Polio virus) • Protein virus menembus membran sel host
secara langsung merusak atau fusi (HIV, Campak,)
• Virus berkembang terus dalam sel, lisis
(Yellow fever virus, Polio virus)
• Replikasi lambat, latent, disusul replikasi
cepat (Measle)
• Protein virus menempel permukaan sel,
• Virus merusak sel Sel yang rusak memudahkan bakteri masuk, infeksi sekunder (HIV)
• Satu macam sel yang terusak,
menimbulkan efek pada sel lain yang diinnervasi (Polio)
• Virus masuk sel, mengikat organel
sel, sel tidak mati, terjadi
BACTERI
• Bakteri mengeluarkan adhesin,
menempel sel
• Melalui exo & endotoksin
• Mengeluarkan enzym-enzym
tertentu, Hemolisin, Leukosidin, Hyaluronidase, Coagulase,
Fibrinolisin, sel jaringan rusak
Penyakit infeksi timbul karena interaksi
HOST-MICROORGANISME-LINGKUNGAN
1. Penderita tetap sehat (Faktor pertahanan
tubuh baik, microorganisme kurang patogen, faktor lingkungan baik)
2. Penderita sakit :
- RINGAN: Aktivitas sehari-hari masih dimungkinkan, sembuh total atau sembuh sebagai carrier
- SEDANG : Aktivitas sehari-hari terhambat,
berakhir : sembuh total, carrier, berlangsung kronik, sembuh dengan komplikasi
- BERAT : Aktivitas terganggu, perlu
Reaksi jaringan tubuh
terhadap infeksi
• Reaksi tubuh terhadap jejas :
Spektrum
Gambaran radang
tergantung jejasnya :
• Radang suppurative (pmn)• Radang granulomatik (mononuclear) • Radang sitopatik & sitoproliferatif
• Radang necrotik
RADANG SUPPURATIVE (PMN)
• Biasanya acute, permeabilitas kapiler
meningkat, exudasi cairan, infltrasi sel radang PMN.
• Biasanya karena bacteri piogenik
extracelluler Gram positif / negatif.
• Terbentuk pus / abses
RADANG GRANULOMATIK
• Radang khronik dengan bentukan
granuloma (microorganisme kurang patogen)
• Reaksi jaringan terhadap virus,
RADANG SITOPATIK dan
SITOPROLIFERATIF
• Radang khronik, terjadi gangguan sel
• Merupakan reaksi jaringan terhadap virus
tertentu
• Sel radang minimal, inclusion bodies • Kohesi sel menurun, terbentuk blister
• Fusi beberapa sel atau epitel proliferatif
( wart).
Radang proliferatif
RADANG NEKROTIK
• Radang akut
• Reaksi terhadap jejas kuat : racun
kimia, toksin kuat dari Clostridium Perfringens, dll
• Kerusakan jaringan luas ( nekrosis )
Radang khronik dengan
jaringan parut
• Radang kronik, sering merupakan
fase penyembuhan dari radang akut
• Sel-sel radang mononuclear
( limfosit, plasma, makrofag )
• Jaringan granulasi, sel radang
mononuklear, proliferasi pembuluh darah baru, proliferasi fbroblas :
Penyakit Infeksi
PENYAKIT INFEKSI YG SERING
DIJUMPAI DALAM KLINIK
• Dibicarakan secara detail pada kuliah
Patologi organ
• TBC : pada kuliah paru
Saluran Pernafasan ( Tr Respirasi)
• Saluran nafas bagian atas : - Rhinitis
- Laryngitis, Pharyngitis - Tracheitis
• Saluran nafas bagian bawah :
- Bronchitis ) - Pneumonitis )
Bronchopneumonia - Pleuritis
Microorganisme yang tersering pada
saluran pernapasan :
• Virus : Rhino-virus, Corona-virus,
Infuenza-virus, dll
• Bakteri : Haemophilus infuenza,
Mycobacterium tuberculosis, dll
• Fungal : Histoplasma capsulatum,
Coccidiodomycosis, dll
Saluran Pencernaan Makanan
(Gastro-Intestinal Infection) :
• Infeksi rongga mulut
Microorganisme tersering pada saluran pencernaan:
• Virus : golongan Enteric Virus : Rota virus,
Corona virus, dll
• Bakterial :
-Shigella sp. : Bacillary dysentery (abdominal cramp, diare : pus & darah)
-Salmonellosis & Typhoid fever:
Penularan melalui feses, urine, vomit & oral
enterotoksinnya berakibat Watery diare
• Infeksi usus oleh parasit : Amoeba, Giardia
Sexually Transmitted Disease (STD)
-Penularan melalui hubungan sex :
• Virus : Herpes virus (HSV-1 & HSV-2), AIDS (HIV-1 & HIV-2), Papilloma virus (Condyloma, neoplasma cervix)
• Chlamydial, Mycoplasma group : LV , Urethritis non GO
• Bakteri : Neisseria GO : GO ,
Treponema pallidum : Syphillis/Lues, Haemophillus, dll
• Protozoa : Trichomonas Vaginalis
Penularan melalui hubungan sex
atau cara lain :
• Virus : Cytomegalovirus, Hepatitis B
virus, Epstein Barr virus, Molluscum contagiosum virus
• Bakteri : Group B streptococcus,
Gram nagative basili (sepsis neonatal, cystitis)
Infection of childhood &
Adolescence
• Virus : - Measle (Rubeola, Campak)
- Mumps (Parotitis epidemica) - Infectiuos Mononucleosis
(EBV)
- Polio
- Varicella-Zoster infection
• Bacterial : - Whooping cough
Opportunistic & AIDS-associated
infection (Infeksi berhubungan dg
Neutropenia atau T cell depletion)
• Virus : Cytomegalic Inclutions Disease (CMV)
• Bakteri : - Pseudomonas infection
- Legionnaires disease - Listeriosis
• Fungal : Candidiasis, Cryptococcosis,
Aspergilosis, Mucormycosis
• Parasit : Pneumocystis pneumonia,
Tropical, Zoonotic & Vector
borne infection ( disebabkan
golongan virus, rickettsia,
bakteri& parasit)
• Penyakit tropis, penyebaran melalui
vektor serangga ( DHF, malaria, dll )
• Peyakit daerah tropis dengan faktor
lingkungan jelek (Lepra, Cacing )
• Arthropod borne infection pada iklim
Viral Infection
a. TRANSIEN INFECTION
Dieliminasi oleh tubuh berdasar reaksi imun
Ada yang hanya 1 serotype (mumps) ada yang bervariasi (infuenza)
• Measle (golongan paramyxovyrus)
Droplet → Epitel respirasi →lymphoid → rash kulit
• MUMPS
Droplet → Epitel respirasi →lymphoid → Darah → salivary gland / UG
• Polio
Oral →lymphoid → viremi (fever) → CNS/motor neuron medula spinalis
• Hemorhagic fever virus : penyakit sistemik
b. CHRONIC LATENT INFECTION
• Herpes virus infection
Gol α : herpes simplex dan herpes zoster Gol β : lymphotropic : CMV, Herpes virus 6&7
Gol γ : EBV, KSHV / Herpes virus 8 (Kaposi Sa.)
a. Herpes simplex virus (HSV 1 & 2) menyerang kulit dan mukosa. Timbul vesicel & blister dan gangguan saraf sensoris
b. Cytomegalovirus (CMV). Latent, radang PMN, bila imun defense menurun, menjadi active
c. CHRONIC PRODUCTIVE INFECTION reaksi imun gagal, terjadi viremi : Hepatitis B Virus (HBV) lihat kuliah hepar
d. TRANSFORMING INFECTION: terjadi mutasi sel, timbul
neoplasma
• Epstein Barr Virus (EBV) :
mononucleosis infectiosa
Bacterial Infection
a. Gram positive bacterial infection :
• Staphylococcal sp. • Streptococcal sp.
b. Gram negative bacterial infection :
• Yang menyeran organ-organ GI / UG
(dibicarakan pada kuliah organ tersebut)
• Neisserial sp.
• Whoping cough (Bordetella Pertussis) • Pseudomonas sp.
• Plague (pes)
• Chancroid (STD)
• Granuloma inguinale
• Mycobacteria : TBC dan lepra • Spirochetes : syphilis
• Relapsing fever
c. Anaerob bacteria
Clostridial infection (tetanus, gas gangraen, botulism)
d. Obligate intracellular “bacteria” Golongan chlamydial sp.
Fungal Infection
a. Yeast (budding) : Candidiasis, Cryptococcus
b. Molds (hyphae) : Aspergillosis, Mucormycosis
Parsitic Infection
a. Protozoa
– Amebiasis
– Trichomonas
– Malaria (Plasmodium) – Leishmaniasis
– Trypanosomiasis
– Toxoplasmosis
b. Metazoa (cacing)
– Ascariasis – Hook worm
– Strongylodiasis
– Cestoda (Cacing pita) – Trichinosis
– Schistosomiasis – Filariasis
– Onchocerciasis