Nama : Wakhidatus Sholikhah NIM : 107821410661
Off : B
Tugas Geografi Pertanian II
PERSEBARAN TANAMAN
Penyebaran tanaman pada dasarnya dipengaruhi olah banyak faktor. Faktor-faktor tersebut dapat dikelompokkan menjadi Faktor-faktor fisis dan non fisis. Faktor fisis terdiri dari iklim, topografi, ciri dan sifat tanah. Sedangkan factor nonn fisis antara lain berasal dari organism yaitu manusia, hewan dan tumbuhan itu sendiri.
A. Iklim
Iklim sangat berpengaruh terhadap penyebaran tanaman. Iklim mempengaruhi jenis tanaman yang tumbuh dan jenis hewan yang hidup. Pada dasarnya, iklim terbagi menjadi dua yaitu:
1. Iklim continental (iklim darat)
Iklim ini mempunyai cirri khas bila musim dingin suhu hangat dan bila musim panas suhu sangat panas. Jenis tanaman yang dapat hidup pada iklim ini adalah padang stepa, padanag gurun, dan jenis tanaman perdu. Jenis tanaman pertanian pada umunya sulit untuk tumbuh pada iklim ini. Wilayah yang beriklim darat antara lain adalah Rusia, China Utara, Amerika Utara, Erasia Utara, dan sebagian Afrika. 2. Iklim marine (iklim laut)
Ciri khusus iklim adalah perbedaan suhu harian yang sangat kecil, perbedaan suhu tahunan (musim panas dan musim dingin) kecil, da kelembapan udara cukup. Hal ini karena iklim jenis ini dipengaruhi oleh lautan. Pada umumnya daerah yang beriklim ini banyak turun hujan, sedangkan pada musim dingin, udara juga tidak terlalu dingin. Jenis tanaman yang dapat hidup di wilayah ini sangat bervariasi, sehingga wilayah ini cocok untuk semua kegiatan pertanian. Wilayah yang beriklim ini antara lain adalah sepanjang pantai selatan pasifik, Sierra Nevada, Calivornia, Asia Tropis, Kepulauan Oceania, Indonesia, Eropa barat, dan sebagainya.
1. Iklim tropis (panas)
Daerah tropis berada di sekitar khatulistiwa. Pada daerah ini, terutama yang berdekatan dengan lautan banyak turun hujan. Jenis tanaman yang bias hidup bervariasi, sehingga banyak dijumpai jenis hutan hydrogen. Tanaman pertanian yang
dibudidayakan antara lain padi, jagung, tebu, kelapa sawit, kacang tanah, kopi, teh, cokelat, rempah-rempah, karet, tembakau, pisang, dan sebagainya. Untuk wilayah yang hujannya kurang seperti daerah sabana, dapat dibudidayakan tanaman gandum, kapas, jagung, dan buah-buahan seperti jeruk, jambu, dan sebagainya. Di daerah sabana sering ditemui hutan tanaman perdu, sehingga tidak ada hutan belukar di daerah ini.
2. Iklim subtropis (sedang)
Pada wilayah ini mulai tampak adanya empat pergantian musim, yaitu musim panas, gugur, dingin, dan semi. Jenis tanaman pertanian yang dapat diusahakan antara lain gandum, jagung, tebu, kapas, teh, dan anggur.
3. Iklim sejuk
Pembagian empat musim di wilayah ini sangat jelas. Jenis tanaman yang paling dominan antara lain gandum, sayur-sayuran, teh, kopi, dan tanaman buah-buahan. Hutan yang terdapat di daerah ini adalah hutan homogen.
4. Iklim dingin
Pada wilayah iklim dingin sangat jarang ditemui atau bahkan tidak terdapat jenis tanaman pertanian. Pada iklim dingin tanaman yang dapat hidup biasanya adalah tanaman lumut.
Selain iklim, unsur-unsur iklim sendiri juga mempengaruhi persebaran tanaman. Ada lima unsure iklim utama yang harus diperhatikan dalam persebaran tanaman. Kombinasi factor-faktor tersebutlah yang menentukan tipe-tipe vegatasi maupun jenis tanaman yang ada di suatu tempat. Factor-faktor tersebut adalah:
a. Sinar matahari
b. Suhu
Suhu dapat menentukan kecepatan reaksi-reaksi dan kegiatan kimiawi yang mencakup kehidupan. Mintakat besar vegetasi dunia, seperti mintakat-mintakat menurut ketinggian, biasanya didasarkan pada suhu. Tumbuhan yang berbeda, akan beradapatasi secara berbeda pula terhadap keadaan suhu yang ada. Musim dingin, secara formal merupakan periode istirahat dengan aktivitas minimal di daerah-daerah beriklim sedang, walaupun banyak jenis tumbuhan yang tetap beraktivitas pada suhu yang lebih rendah di daerah darat dan perairan kutub. Di lain pihak, suhu diatas tiitk beku mungkin bersifat mematikan untuk tumbuhan yang berada di daerah tropis, demikian pula dengan suhu di atas 45ºC. Pada umumnya ada tiga macam temperature atau suhu batas tumbuh suatu tanaman, yaitu temperature minimum, temperature maksimum, dan temperature optimum. Temperature optimum tanaman adalah besarnya suhu ideal yang dibutuhkan tanaman tertentu agar dapat hidup dan berproduksi dengan baik. Temperature minimum adalah batas suhu terendah yang dibutuhkan tanaman, sehingga bila dibawah batas tersebut tanaman tidak dapat hidup. Batas maksimum adalah batas tertinggi temperature yang dibutuhkan tanaman, sehingga bila suhu lebih tinggi dari batas maksimum, maka tanaman tidak dapat hidup.
c. Keadaan curah hujan
Banyaknya hujan yang jatuh pada suatu daerah selama setahun, merupakan factor penting, karena curah hujan menentukan ketersediaan air untuk pertumbuhan dan proses-proses vital lainnya. Berdasarkan kisaran jumlah curah hujan per tahun, terutama terkait dengan persebaran tanaman pertanian, suatu wilayah dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1) Arid Region (daerah kering)
Daerah ini jumlah hujan per tahun kurang dari 10 inchi, sehingga keadaannya sangat kering. Daerah ini sering mengalami kekeringan dan hanya tanaman yang dapat hidup
2) Semi arid region (daerah setengah kering)
beradaptasi dengan lingkungan yang kering, seperti shorgum, jagung, jenis kacang-kacangan, dan jenis tanaman tahuanan.
3) Sub Humid Region (daerah setengah basah)
Daerah ini ditandai oleh curah hujan pertahun antara 20-30 inchi. Sehingga curah hujan cukup banyak, demikian juga dengan penguapan. Tingginya penguapan menyebabkan tanaman kekurangan air, sehingga diperlukan irigasi yang memadai. Jenis tanaman yang dapat hidup dengan baik di daerah ini antara lain adalah padi, jagung, polowijo, sayur-sayuran, dan buah-buahan.
4) Humid Region (daerah basah)
Daerah ini mempunyai curah hujan per tahun lebih besar dari 30 inchi.
Konservasi air bukan lagi masalah utama bagi tanaman, bahkan perlu jaringan pembuangan air (drainage). Kadang-kadang butiran air hujan dapat mematikan atau merusak tanaman. Pada umumnya daerah ini lebih cocok untuk tanaman hutan.
d. Daya penguapan
Daya penguapan berkaitan langsung dengan transpirasi pada tumbuhan. Daya penguapan ditunjukkan kira-kira oeh kelembaban nisbi (perbandingan uap air yang terdapat dalam atmosfer dengan yang diperlukan untuk kejenuhan pada suhu tertentu). e. Angin
Angin pada umunya mempengaruhi factor-faktor fisis lainnya di suatu tempat, namun dapat juga berpengaruh langsung terhadap vegetasi. Pengaruh penting angin terhadap tumbuhan adalah cara angin meningkatkan kehilangann air dengan terus-menerus membawa udara yang belum jenuh dengan air. Secara mekanik, angin juga dapat menyebabkan terjadinya erosi tanah dan abrasi vegetasi melalui partikel-partikel yang dibawanya. Dan dari segi fisiologi dapat mengurangi kecepatan pertumbuhan tanaman dengan menggantikan udara yang basah dengan udara kering, akibatnya meningkatkan tranpirasi dan menurunkan turgor sel-sel tumbuhan yang dipengaruhinya.
B. Topografi
intensitas penyinaran matahari kuat, tidak semuanya bersuhu tingi (panas). Dataran tinggi yang berada di daerah topis dapat saja bersalju, karena suhunya yang rendah. Hal inilah yang menyebabkan bervariasinya tanaman di daerah tropis. Disamping
berpengaruh terhadap suhu, ketinggian tempat juga berpengaruh terhadap bahan organic yang dikandung oleh lapisan tanah atas, demikian pula kandungan nitrogen (N) dalam tanah. Semakin tinggi suatu tenpat, semakin meningkat kandungan organic dan zat nitrogen, asal wilayahnya tertutup oleh tanaman pelindung.
C. Tanah
Tanah banyak mengandung unsur-unsur kimia yang diperlukan bagi
pertumbuhan tanaman di dunia. Kadar kimiawi berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah. Keadaan struktur tanah berpengaruh terhadap sirkulasi udara di dalam tanah sehingga memungkinkan akar tanaman dapat bernafas dengan baik. Keadaan tekstur tanah berpengaruh terhadap daya serap tanah terhadap air. Suhu tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah. Komposisi tanah umumnya terdiri dari bahan mineral anorganik (70%-90%), bahan organik (1%-15%), udara dan air (0%-9%). Hal - hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya faktor tanah bagi pertumbuhan tanaman. Perbedaan jenis tanah menyebabkan perbedaan jenis dan keanekaragaman tumbuhan yang dapat hidup di suatu wilayah.
D. Manusia, hewan, dan tumbuhan
Manusia mampu mengubah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Misalnya daerah hutan diubah menjadi daerah pertanian, perkebunan atau perumahan dengan melakukan penebangan, reboisasi atau pemupukan. Manusia juga dapat menyebarkan tumbuhan dari suatu tmpat ke tempat lainnya, bahkan dengan perkembangan IPTEK, manusia mampu membuat jenis tanaman baru baik dengan proses mutasi maupun modifikasi. Namun pengaruh manusia pada tahun-tahun terakhir ini cenderung bersifat merusak.
kerusakan setempat yang cukup berpengaruh, khusunya bagi tanaman yang dibudidayakan secara individual.
Peranan faktor tumbuh - tumbuhan adalah untuk menyuburkan tanah. Tanah yang subur memungkinkan terjadi perkembangan kehidupan tumbuh - tumbuhan dan juga mempengaruhi kehidupan faunanya. Contoh bakteri saprofit merupakan jenis tumbuhan mikro yang membantu penghancuran sampah - sampah di tanah sehingga dapat menyuburkan tanah.
DAFTAR RUJUKAN
Polunin, Nicholas. 1990. Pengantar Geografi Tumbuhan dan Beberapa Ilmu Serumpun. Yogyakarta: UGM Press.