KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penyusun ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kasih dan karuniaNya penyusun dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini.
Penyusun juga mengucapkan terimakasih kepada Dosen pembimbing yang telah memberi arahan dan bimbingan kepada penyusun dalam penyusunan makalah dengan baik. Tidak lupa juga penyusun mengucapkan terimakasih kepada orangtua yang telah memberikan dukungan dan semangat serta doa kepada penyusun sehingga penyusun tetap semangat dalam menyusun makalah ini.
Maksud dari penyusunan makalah ini ialah supaya pembaca lebih menyadari akan dampak dari perubahan iklim dan cuaca yang berpengaruh terhadap perubahan permukaan bumi dan turut peduli terhadap faktor – faktor yang menyebabkan perubahan iklim dan cuaca.
Penyusun juga memohon maaf kepada pembaca jika terdapat kesalahan dalam penyusunan makalah ini baik dari segi stuktur maupun isi dalam makalah ini. Atas perhatian pembaca ,penyusun mengucaptkan terimakasih.
Medan,03 Maret 2015 Penyusun,
BAB I PENDAHULUAN
Bumi kita senantiasa diselimuti oleh udara. Udara yang menyelimuti bumi disebut dengan atmosfer yang teridiri dari gas. Atmosfer berdasarkan temperaturnya terdiri dari beberapa lapisan, yaitu troposfer, stratosfer,mesosfer, termosfer, dan eksosfer. Perubahan cuaca dan iklim terjadi pada lapisan troposfer.
Perubahan cuaca dan iklim dipengaruhi oleh unsur : temperatur tekanan, kelembaban, angin, awan, dan curah hujan. Pengertian cuaca adalah rata-rata udara di suatu tempat ruang terbatas dan relatif sempit, sedangkan iklim adalah keadaan rata cuaca di satu daerah yang cukup luas dan dalam kurun waktu yang cukup lama. Iklim dunia dikelompokan berdasarkan berdasarkan garis lintang dan garisbujur serta suhu
BAB II ISI A. Perubahan Permukaan Bumi
1. Litosfer
1.1. Pengertian Litosfer.
Litosfer adalah kulit terluar dari planet berbatu. Litosfer berasal dari kata Yunani, lithos (λίθος) yang berarti berbatu, dan sphere (σφα ρα) yang berarti lapisan. Secara harfiah litosferῖ adalah lapisan Bumi yang paling luar atau biasa disebut dengan kulit Bumi. Pada lapisan ini pada umumnya terjadi dari senyawa kimia yang kaya akan Si02, itulah sebabnya lapisan litosfer sering dinamakan lapisan silikat dan memiliki ketebalan rata-rata 30 km yang terdiri atas dua bagian, yaitu Litosfer atas (merupakan daratan dengan kira-kira 35% atau 1/3 bagian) dan Litosfer bawah (merupakan lautan dengan kira-kira 65% atau 2/3 bagian).
Litosfer Bumi meliputi kerak dan bagian teratas dari mantel Bumi yang mengakibatkan kerasnya lapisan terluar dari planet Bumi. Litosfer ditopang oleh astenosfer, yang merupakan bagian yang lebih lemah, lebih panas, dan lebih dalam dari mantel. Batas antara litosfer dan astenosfer dibedakan dalam hal responnya terhadap tegangan: litosfer tetap padat dalam jangka waktu geologis yang relatif lama dan berubah secara elastis karena retakan-retakan, sednagkan astenosfer berubah seperti cairan kental.Litosfer terpecah menjadi beberapa lempeng tektonikyang mengakibatkan terjadinya gerak benua akibat konveksi yang terjadi dalam astenosfer.
Terdapat dua tipe litosfer
Litosfer samudra, yang berhubungan dengan kerak samudra dan berada di dasar samdura Litosfer benua, yang berhubungan dengan kerak benua
Litosfer samudra memiliki ketebalan 50-100 km, sementara litosfer benua memiliki kedalaman 40-200 km.
1.2. Susunan Litosfer.
Ketebalan rata-rata litosfer mencapai 65-100 km yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu litosfer atas (kerak bumi) dan litosfer bawah (mantel bumi). Lapisan litosfer bawah atau mantel bumi terdiri dari senyawa kimia SiO2 sehingga sering disebut dengan lapisan silikat. Litosfer atas atau kerak bumi terdiri atas dua lempeng, yaitu lempeng benua dan lempeng samudra. Unsur-unsur kimia penyusun kerak bumi:
No :
Unsur : Jumlah (%) :
1. Oksigen (O) 46,6
2. Silikon (Si) 27,7
3. Alumunium (Al) 8,1
4. Besi (Fe) 5,0
5. Kalsium (Ca) 3,6
6. Natrium (Na) 2,8
7. Kalium (K) 2,6
8. Magnesium (Mg) 2,1
1.3. Bentuk Permukaan Litosfer.
Gunung terbentuk oleh lapisan bebatuan yang menonjol ke atas daripada daerah sekitarnya. Daerah pegunungan kadang terbentuk dari patahan kerak Bumi yang terdorong ke atas oleh tenaga endogen Bumi. Jadi, pegunungan adalah daerah di permukaan Bumi yang lebih tinggi dari daerah di sekitarnya.
Permukaan Bumi memiliki bentuk-bentuk yang berbeda di setiap lokasi yang berbeda sebab faktor-faktor yang menjadi penyebabnya juga berbeda. Secara umum, penyebab terbentuknya permukaan Bumi dibagi menjadi dua, yaitu faktor energy yang berasal dari luar Bumi (eksogen), seperti angin dan air. Dan faktor energi yang berasal dari dalam Bumi (endogen) seperti, panas Bumi dan pergeseran lempeng tektonik.
2. Atmosfer
2.1. Lapisan Atmosfer.
Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di Bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan Bumi. Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap. Studi tentang atmosfer mula-mula dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang.
Dengan peralatan yang sensitif yang dipasang di wahana luar angkasa, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang atmosfer berikut fenomena-fenomena yang terjadi di dalamnya. Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sedikitargon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari Matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet. Atmosfer tidak mempunyai batas mendadak, tetapi agak menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dan angkasa luar. Lapisan Atmosfer terdiri atas :
1. Troposfer
dipancarkan oleh benda-benda langit lain. Dibandingkan dengan lapisan atmosfer yang lain, lapisan ini adalah yang paling tipis (kurang lebih 15 kilometer dari permukaan tanah). Dalam lapisan ini, hampir semua jenis cuaca, perubahan suhu yang mendadak, angin, tekanan dan kelembaban yang kita rasakan sehari-hari berlangsung. Suhu udara pada permukaan air laut sekitar 30 derajat Celsius, dan semakin naik ke atas, suhu semakin turun. Setiap kenaikan 100m suhu berkurang 0,61 derajat Celsius (sesuai dengan Teori Braak). Pada lapisan ini terjadi peristiwa cuaca seperti hujan, angin, musim salju, kemarau, dan sebagainya.
Ketinggian yang paling rendah adalah bagian yang paling hangat dari troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari dan menyalurkan panasnya ke udara. Biasanya, jika ketinggian bertambah, suhu udara akan berkurang secara tunak (steady), dari sekitar 17℃ sampai -52℃. Pada permukaan bumi yang tertentu, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi dapat menyebabkan anomali terhadap gradien suhu tersebut. Di antara stratosfer dan troposfer terdapat lapisan yang disebut lapisan Tropopause, yang membatasi lapisan troposfer dengan stratosfer.
2. Stratosfer
Perubahan secara bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari ketinggian sekitar 11 km. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah relatif stabil dan sangat dingin yaitu atau sekitar . Pada lapisan ini angin yang sangat kencang terjadi dengan pola aliran yang tertentu. Lapisan ini juga merupakan tempat terbangnya pesawat. Awan tinggi jenis cirrus kadang-kadang terjadi di lapisan paling bawah, namun tidak ada pola cuaca yang signifikan yang terjadi pada lapisan ini. Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya berubah menjadi semakin bertambah seiring kenaikan ketinggian. Hal ini dikarenakan bertambahnya lapisan dengan konsentrasi ozon. Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar ultra violet. Suhu pada lapisan ini bisa mencapai sekitar pada ketinggian sekitar 40 km. Lapisan stratopause memisahkan stratosfer dengan lapisan berikutnya.
3. Mesosfer
hingga 200 K, terdapat lapisan transisi menuju lapisan mesosfer. Pada lapisan ini, suhu kembali turun ketika ketinggian bertambah, hingga menjadi sekitar (dekat bagian atas dari lapisan ini, yaitu kurang lebih 81 km di atas permukaan bumi). Suhu serendah ini memungkinkan terjadi awan noctilucent, yang terbentuk dari kristal es. Antara lapisan Mesosfer dan lapisan Atmosfer terdapat lapisan perantara yaitu Mesopause.
4. Termosfer
Transisi dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 81 km. Dinamai termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan ini yaitu sekitar . Perubahan ini terjadi karena serapan radiasi sinar ultra violet. Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk lapisan bermuatan listrik yang dikenal dengan nama ionosfer, yang dapat memantulkan gelombang radio. Sebelum munculnya era satelit, lapisan ini berguna untuk membantu memancarkan gelombang radio.
5. Ionosfer
Lapisan ionosfer yang terbentuk akibat reaksi kimia ini juga merupakan lapisan pelindung bumi dari batu meteor yang berasal dari luar angkasa karena ditarik oleh gravitasi bumi. Pada lapisanionosfer ini, batu meteor terbakar dan terurai. Jika ukurannya sangat besar dan tidak habis terbakar di lapisan udara ionosfer ini, maka akan jatuh sampai ke permukaan bumi yang disebutMeteorit.
3. Iklim dan Cuaca
3.1 Pengertian iklim dan cuaca
Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata pada daerah yang luas dan dalam waktu yang relatif lama.Cuaca adalah keadaan udara pada suatu waktu yang relatif singkat dan tempat yang relatif sempit.
3.2 Unsur-Unsur Iklim dan Cuaca 1. Radiasi Matahari (Surya)
Radiasi surya merupakan unsur iklim/cuaca utama yang akan mempengaruhi keadaan unsur iklim/cuaca lainnya. Perbedaan penerimaan radiasi surya antar tempat di permukaan bumi akan menciptakan pola angin yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap kondisi curah hujan, suhu udara, kelembaban nisbi udara, dan lain-lain. Pengendali iklim suatu wilayah berbeda dari pengendali iklim di bumi secara menyeluruh. Pengendali iklim bumi yang dikenal sebagai komponen iklim terdiri dari lingkungan atmosfer, hidrosfer, litester, kriosfer, dan biosfer. Dalam hal ini akan terjadi hubungan interaksi dua arah di antara ke lima jenis lingkungan tersebut dengan unsur iklim/cuaca. Kondisi iklim/cuaca akan mempengaruhi proses-proses fisika, kimia, biologi, ekofisiologi, dan kesesuaian ekologi dari komponen lingkungan yang ada.
Spektrum radiasi yang dipantulkan dan dipancarkan tanah, vegetasi, air dan materi lainnya berbeda dengan spectrum radiasi matahari karena karakteristik serapan, pantulan dan penerusan radiasi matahari oleh materi-materi tersebut berbeda satu sama lain. Buktinya terlihat pada warna pada permukaan benda tersebut.
Radiasi surya (solar radiation) merupakan satu bentuk radiasi thermal yang mempunyai distribusi panjang gelombang yang khusus. Intensitasnya sangat tergantung ada kondisi atmosfer, saat dalam tahun, dan sudut-timpa (angle of incidence) sama di permukaan bumi. Pada batas luar atmosfer, radiasi total adalah 1.395 W/m2 bilamana bumi berada pada jarak rata-ratanya dari matahari. Angka ini disebut Konstanta Surya (Solar Constant).
Faktor yang mempengaruhi penerimaan radiasi surya di permukaan bumi ada dua. Pertama jarak dari matahari kebumi. Bumi mengelilngi matahari (revolusi) dengan lintasan yang elips, perubahan jarak menimbulkan variasi penerimaan radiasi surya. Perihelion: radiasi maksimum 2.01 ly.min-1(3 Januari jarak terdekat). Aphelion: radiasi minimum 1.88 ly.min -1 (Jarak terjauh 4 juli). Kedua Panjang hari dan sudut datang. Selain atmosfer penerimaan radiasi surya disebabkan oleh sudut jatuh. Sinar jatuh dengan posisi miring, memberikan lebih sedikit energy radiasi karena lapisan atmosfer menjadi lebih tebal dan bayak sinar yang dipantulkan.
3.3 Tekanan Udara
Tekanan udara adalah tekanan yang diberikan oleh setiap satuan luas bidang datar dari permukaan bumi sampai batas atmosfer. Faktor utama yang mempengaruhi perbedaan tekenan udara adalah temperature udara. Daerah yang mendapat panas terus-menerus merupakan daerah yang mempunyai tekanan udara minimum sedangkan daerah yang pemanasannya kurang, bertekanan maksimum.Tekanan udara adalah suatu gaya yang timbul akibat adanya berat dari lapisanudara. Udara yang menyelubungi bumi ini adalah dan mempunyai massa. Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara adalah barometer sedangkan alat yang bias mencatat sendiri disebut barograph.
Rumus yang dapat digunakan untuk menghitung tekanan adalah p₂= p₁ - h/8 x 1mb. p₁ = 1013 mb.
Tekanan udara adalah berat udara pada permukaan bumi sampai batas atmosfer, pada daerah seluas 1 cm2 , temperatur 00 C, pada ketinggian 0 m di atas permukaan laut ( pal ) dan pada garis lintang 450C. Tekanan udara tersebut besarnya 75 cm Hg tar. Tekanan 76 cm Hg ini disebut atmosfer.
Faktor-faktor yang mempengaruhi sebaran tekanan udara antara lain garis lintang bumi, lautan dan daratan, untuk menggambarkan tekanan udara disuatu daerah, ditarik garis-garis isobar. Garis ini menggambarkan sebaran tekanan udara pada suatu periode tertentu. Tekanan udara selalu turun dengan naiknya ketinggian tempat.
Suatu daerah yang mempunyai suhu rendah atau dingin mempunyai tekanan udara yang maksimum,sedang daerah yang mempunyai suhu yang tinggi menyebabkan tekanan udaranya rendah karena udara mengembang. Hal ini menyebabkan terjadinya angin, karena udara bertekanan maksimum bergerak menuju daerah yang tekanan udaranya minimum.
Tekanan udara dibatasi oleh ruang dan waktu. Artinya pada tempat dan waktu yang berbeda, besarnya juga berbeda. Tekanan udara secara vertikal yaitu makin ke atas semakin menurun.
Daerah bertekanan rendah memiliki massa atmosfer yang lebih sedikit di atas lokasinya, di mana sebaliknya, daerah bertekanan tinggi memiliki massa atmosfer lebih besar di atas lokasinya.
4. Angin
4.1 Pengertian Angin
Angin adalah udara yang bergerak. Udara bergerak dari daerah yang bertekanan maksimum ke daerah yang bertekanan minimum. Angin terjadi akibat adanya perbedaan tekanan udara. Alat untuk mengukur kecepatan angin adalah anemometer.
Jenis-jenis angin dapat dibedakan :
a. Angin tetap yang meliputi angin barat, angin timur, angin pasat, angin anti pasat
b. Angin periodik yang meliputi angin muson adalah angin yang setiap setengah tahun bertiupnya berganti arah angin muson dapat dibedakan menjadi angin muson laut dan angin muson darat selain angin muson ada angin darat dan angin laut, angin gunung dan angin lembah. c. Angin lokal yang meliputi angin siklon yaitu angin di daerah depresi yang memiliki
barometris minimum dan di kelilingi barometris maksimum, Angin antisiklon adalah angin di daerah kompresi yang memiliki barometris maksimum dan di kelilingi barometris minimum, Angin fohn angin yang bersifat panas dan kerin yang turun di daerah pegunungan. Angin adalah udara yang bergerak dari dari tekann tinggi ke tekanan rendah.
Baromerik adalah angka yang menunjukkan perbedaan tekanan udara antara 2 isobar melalui garis lurus, dihitung tiap 111 km(jarak di daerah ekuator = 1°).
4.2 Macam-macam angin: 1. Angin tetap
Angin tetep adalah angin yang arah tiupanya selalu sama sepanjang tahun. Contohnya :
Angin pasat Angin anti pasat Angin barat Angin timur
Angin siklon dan angin anti siklon
Kecepatan dan arah angin masing-masing diukur dengan anemometer dan penunjuk arah angin. Anemometer yang lazim adalah anemometer cawan yang terbentuk dari lingkaran kecil sebanyak tiga (kadang-kadang empat) cawan yang berputar mengitari sumbu tegak. Kecepatan putaran mengukur kecepatan angin dan jumlah seluruh perputaran mengitari sumbu itu memberi ukuran berapa jangkauan angin, jarak tempuh kantung tertentu udara dalam waktu yang ditetapkan.
Angin secara umum diklasifikasikan menjadi 2 yaitu angin lokal dan angin musim. Angin lokal 3 macam yaitu Angin darat dan angin laut Angin ini terjadi di daerah pantai. Angin lembah dan angin gunung dan angin jatuh yang sifatnya kering dan panas. Sedang Angin musim ada 5 macam, pertama angin passat adalah angin bertiup tetap sepanjang tahun dari daerah subtropik menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa). Kedua angin anti passat. Udara di atas daerah ekuator yang mengalir ke daerah kutub dan turun di daerah maksimum subtropik merupakan angin anti passat. Ketiga angin barat. Sebagian udara yang berasal dari daerah maksimum subtropis utara dan selatan mengalir ke daerah sedang utara dan daerah sedang selatan sebagai angin barat. Keempat angin timur. Angin timur bersifat dingin karena berasal dari daerah kutub. Terakhir angin muson (monsun). Angin muson adalah angin yang berhembus secara periodik (minimal 3 bulan) dan antara periode yang satu dengan yang lain polanya akan berlawanan yang berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun.
Faktor terjadinya angin ada empat. Pertama gradien barometris yaitu bilangan yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari 2 isobaryang jaraknya 111 km. Makin besar gradien barometrisnya, makin cepat tiupan angin. Kedua letak tempat. Kecepatan angin di dekat khatulistiwalebih cepat dari yang jauh dari garis khatulistiwa. Ketiga tinggi tempat. Semakin tinggi tempat, semakin kencang pula angin yang bertiup, hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya gesekan yang menghambat laju udara. Di permukaan bumi, gunung, pohon, dan topografi yang tidak rata lainnya memberikan gaya gesekan yang besar. Semakin tinggi suatu tempat, gaya gesekan ini semakin kecil. Terakhir waktu. Di siang hari angin bergerak lebih cepat daripada di malam hari.
Erosi angin pada dasarnya disebabkan pengaruh angin pada partikel-partikel yang ukurannya cocok untuk bergerak dengan saltasi.
(1) Bila partikel-partikel tanah dapat dibentuk ke dalam kelompok / butiran yang terlalu besar ukurannya untuk bergerak dengan saltasi.
(2) Bila kecepatan angin dekat permukaan tanah dapat dikurangi melalui penggunaan tanah oleh tanaman tertutup.
(3) Dengan menggunakan jalur-jalur tanggul / tanaman penutup lain yang cukup untuk menangkap dan menahan partikel-partikel yang bergerak dengan saltasi.
5. Kelembaban dan pH Tanah 5.1 Pengertian Kelembaban
Kelembaban udara adalah banyaknya uap air yang terkandung dalam udara. Kelembaban udara dibedakan atas :
Kelembaban spesifik yaitu banyaknya uap air yang dikandung dalam 1 kilogram udara. Kelembaban absolute yaitu densitas uap airsebanyak 12 gram.
5.2 Rumus Kelembapan Absolut:
Kelembapan udara menyatakan banyaknya uap air dalam udara. Jumlah uap air dalam udara ini sebetulnya hanya merupakan sebagian kecil saja dari seluruh atmosfer, yaitu hanya kira-kira 2 % dari jumlah masa. Akan tetapi uap air ini merupakan komponen udara yang sangat penting ditinjau dari segi cuaca dan iklim. Kandungan uap air atmosfer dapat diperlihatkan dengan berbagai cara. Tekanan uap yang dinyatakan dalam minibar, tetapi dalam penggunaanya yang lebih sering, satuan lainya dipakai untuk menyatakan kandungan uap air .
Kelembaban udara yang lebih tinggi pada udara dekat permukaan pada siang hari disebabkan oleh penambahan uap air hasil evapotranspirasi dari permukaaan. Proses ini berlangsung karena permukaan tanah menyerap radisi matahari. Pada malam hari akan berlangsung proses kondensasi atau pengembunan yang memanfaatkan uap air yang berasal dari udara oleh sebab itu kandungan uap air di udara dekat tersebut akan berkurang.
Semua uap air yang ada di dalam udara berasal dari penguapan. Penguapan adalah perubahan air dari keadaan cair kekeadaan gas. Pada proses penguapan diperlukan atau dipakai panas, sedangkan pada pengembunan dilepaskan panas. Seperti diketahui, penguapan tidak hanya terjadi pada permukaan air yang terbuka saja, tetapi dapat juga terjadi langsung dari tanah dan lebih-lebih dari tumbuh-tumbuhan. Penguapan dari tiga tempat itu disebut dengan Evaporasi. Kelembaban tanah merupakan faktor penting untuk kehidupan dan sangat menarik untuk dikaji. Fungsi utama dari kelembaban tanah adalah mengontrol pembagian air hujan yang turun ke bumi menjadi run off ataupun infiltrasi. Kelembaban tanah sangat penting untuk studi potensi air dan studi neraca air.
6. Awan
6.1 Pengertian Awan
Awan terjadi akibat adanya proses kondensasi dari uap air. Awan yang mencapai permukaan bumi disebut kabut. Awan merupakan kumpulan partikel air yang melayang-layang di udara, sedangkan yang dekat dengan permukaan bumi disebut kabut. Inti kondensasi merupakan titik air yang mengumpul pada sekeliling partikel-partikel kecil. Inti- inti tersebut biasanya terdiri atas asap, benda mikroskopik yang bersifat menyerap, dan kristal garam. Jenis awan didasarkan pada bentuk awan dan ketinggiannya didalam atmosfer. Awan yang bergumpal disebut kumulus, awan yang berlapis disebut stratus, dan awan yang berserat disebut sirus. Sedangkan awan tinggi yang tidak memberikan hujan dinamakan alto, dan awan rendah yang memeberikan hujan dinamakan nimbus. Awan adalah kumpulan titik air atau Kristal-kristal es yang halus diatmosfir.
6.2 Jenis-Jenis Awan
Berdasarkan bentuknya awan dibedakan :
Awan cumulus, berbentuk bergumpal-gumpal seperti bulu domba Awan stratus, berbentuk berlapis-lapis
Awan cirrus, bentuk halus seperti kapas
Awan nimbus, warna kelabu merupakan sumber hujan Berdasarkan ketinggiannya, awan dibedakan :
Awan rendah, terletak antara 0-2000 m.
Awan yang berkembang vertical, yaitu awan yang ketinggian 500 m.
7. Hujan
7.1 Pengertian Hujan
Hujan adalah peristiwa jatuhnya titik air dari atmosfer ke permukaan bumi secara alami. Berdasarkan bentuknya hujan dibedakan sebagai berikut yaitu hujan air, hujan salju, hujan es. Berdasar proses terjadinya hujan dibedakan yaitu hujan orografis yaitu hujan yang terjadi di daerah pegunungan, hujan konveksi, hujan frontal hujan yang terjadi di daerah sub tropis, hujan konvergen hujan yang terjadi karena adanya pengumpulan awan yang disebabkan oleh angin. Alat untuk mengukur besarnya curah hujan adalah ombrometer atau disebut raingauge. Curah hujan yaitu jumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dalam waktu tertentu. Alat untuk mengukur banyaknya curah hujan disebut Rain gauge. Curah hujan diukur dalam harian, bulanan, dan tahunan. Hujan ialah peristiwa sampainya air dalam bentuk cair maupun padat yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi. Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai curah hujan yang sama disebut Isohyet.
7.2 Jenis-Jenis Hujan
Ada empat jenis hujan berdasarkan proses terjadinya: 1. Hujan konveksi
Adalah hujan yang terjadi karena adanya pemanasan sinar matahari pada suatu masa udara sehingga gerakan udara naik dan mengalami pengembunan. Hujan konveksi disebut juga hujan zenithal.
2. Hujan Orografis
Hujan orografis adalah hujan yang terjadi karena gerakan udara yang menaiki lereng pegunungan dan mangalami kondensasi. Udara yang telah mengalami kondensasi tersebut membentuk awan yang menimbulkan hujan.
3. Hujan Frontal
Hujan ini terjadi karena tumbukan antara udara panasdan udara dingin. Udara panas naik dan terjadi kondensasi sehingga menimbulkan hujan.
Hujan konvergensi adalah hujan frontal pada daerah konvergensi antar tropik yang terjadi karena pertemuan dua massa udara yang besar dan tebal.
5. Hujan muson
Hujan muson terjadi karena diperngaruhi oleh tiupan angin muson
PENUTUP
Di permukaan bumi,, ada lapisan penyusunnya yaitu litosfer, atmosfer, dan hidrosfer. Litosfer adalah kulit terluar dari planet berbatu. Litosfer berasal dari kata Yunani, lithos (λίθος) yang berarti berbatu, dan sphere (σφα ρα) yang berarti lapisan. Atmosfer adalah lapisanῖ gasyang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di Bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan Bumi.. Pemanasan global (Inggris: global warming) adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.
Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata pada daerah yang luas dan dalam waktu yang relatif lama.Sedangkan cuaca adalah keadaan udara pada suatu waktu yang relatif singkat dan tempat yang relatif sempit.
Perubahan cuaca dan iklim dipengaruhi oleh unsur : radiasi matahari(surya), tekanan udara, suhu atau temperatur udara, kelembaban dan pH tanah, angin, awan, hujan.Ada beberapa alat untuk mengukur cuaca yaitu : termometer dinding, termometer maksimum-minimum, termometer bola basah – bola kering, barometer aneroid, altimeter, anometer, higrometer, ombrometer, ph meter, alat bantu penunjukarah angin.
Gejala cuaca adalah serangkaian gejala alam yang terbentuk karena temperature, kelembaban dan tekanan udara. Gejala-gejala cuaca yaitu: kilat, guntur dan petir, kabut, awan (kumpulan titik air atau kristal-kristal es yang halus diatmosfir).Sedangkan gejala optic dibumi yaitu : pelangi, halo (lingkaran sinar putih yang mengelilingi bulan atau matahari), aurora (gejala berupa cahaya yang bersinar pada malam hari di sekitar kutub), sandikala, fatamorgana.
Perubahan iklim adalah berubahnya kondisi fisik atmosfer bumi antara lain suhu dan distribusi curah hujan yang membawa dampak luas terhadap berbagai sektorkehidupan manusia. Tentu saja dari perubahan iklim ini dapat menimbulkan dampak negative. Selain itu kita sebagai masyarakat dapat melakukan upaya pengurangan emisi.
DAFTAR PUSTAKA
http://wikipedia.org/wiki/ Iklim
http://wikipedia.org/wiki/ Cuaca
Waluyo Joko, S. Pd. .1999.Geografi. Penerbit: GRAHA PUSTAKA, Jakarta.
http://iklim.dirgantaralapan.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=61&Itemid=41
http://klastik.wordpress.com/2006/12/03/pola-umum-curah-hujan-di-indonesia