ANALISIS RASIO KINERJA KEUANGAN PADA
PT. JAYA WIBAWAGUNA
JASA KONTRAKTOR DAN DEVELOPMENT
JAKARTA
Tugas Akhir
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Diploma Tiga
Program Diploma Tiga Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Disusun Oleh :
Nama : Afifah Amiroh Sholihah Nim : 0312002
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
WIDYA PERSADA
JAKARTA
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat, berkah dan karunia yang telah dilimpahkan, shalawat serta salam tercurah kepada Rosulullah SAW. sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal pengajuan Tugas Akhir (TA) ini tepat pada waktunya.
Sebagaimana ketentuan yang berlaku di STIE Widya Persada Jakarta, bahwa mahasiswa tingkat akhir di wajibkan mengajukan proposal tugas akhir sebagai salah satu syarat untuk dapat mengerjakan tugas akhir pada program D3 Akuntansi.
Dengan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam membantu penulis dalam menyusun pengajuan proposal Tugas Akhir, khususnya kepada:
1. Dr. ir. Drs. H. Djafri Djamaluddin, MM selaku puket l STIE Widya Persada.
2. DR. Intan Arsita, SE, MM selaku puket l STIE WIDYA PERSADA. 3. Ir. Mutia Takdir Purnama, SH, SE, MM selaku puket ll STIE Widya
Persada.
5. Ir. Mahar Malindo, SH, SE, MRE selaku Puket IV STIE Widya Persada.
6. Dian Aprilia, SE, MBA selaku KA Jurusan Akuntansi STIE Widya Persada.
7. Suharto, SE, MM selaku Kordinator Pelaksanaan STIE Widya Persada.
8. Fahrur Rozi, SE selaku Dosen Metodeologi Penelitian. 9. Seluruh Dosen-Dosen STIE Widya Persada Kramat. 10.Staff Akademik STIE Widya Persada.
11.Tim Penguji Sidang Tugas Akhir.
12.Pimpinan Perusahaan PT. Indofood Indonesia dan Staff Karyawan yang telah mengizinkan saya dalam melakukan penelitian dan pemberian data-data perusahaan dalam penyusunan makalah Tugas Akhir yang akan saya lakukan.
13.Kedua Orang Tua dan Keluarga Besarku yang telah banyak berkorban, membantu dalam memberikan dukungan, semangat, doa dan kasih sayang, baik berupa moril dan materil.
14.Accounting WP 2014 Semester V (lima) Pagi dan teman-teman seperjuangan STIE Widya Persada Kramat yang telah membantu dalam pengerjaan makalah Tugas Akhir.
kekurangan dan kelemahan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan berbagai masukan, kritik, dan saran yang membangun dari semua pihak untuk menyempurnakan tugas akhir ini.
Semoga makalah Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Jakarta, 13 Desember 2014
DAFTAR ISI
A. Latar Belakang Masalah.……….. B. Pembahasan Masalah……….. C. Perumusan Masalah…….……….. 2D. Tujuan dn Manfaat Penulisan..………... 1. Tujuan Penulisan………….………. 3 F. Sistematika Pembahasan ……….. 4
BAB ll LANDASAN TEORI 4. Jenis dan Bentuk-bentuk Laporan Keuangan….
C. Pengertian Analisis Laporan Keuangan... 1. Tujuan analisis Laporan Keuangan……… 2. Keunggulan Analisis Laporan keuangan…... 3. Keterbatasan Analisis Laporan Keuangan…... 4. Teori Pendukung dan Rumus-rumus Analisis
Laporan Keuangan…………...
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN………
A. Sejarah Perusahaan……… B. Visi dan Misi Perusahan………. C. Struktur Organisasi……….. BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB V KESIMPULAN
A. Kesimpulan……….. B. Saran-saran………..
]
BAB I
A. Latar Belakang Masalah
Keuangan merupakan bagian terpenting bagi setiap perusahaan untuk bisa mengolah dan melaksanakan manajemen perusahaan menjadi lebih profesional. Maka setiap perusahaan harus mampu bersaing menampilkan yang terbaik, baik dalam segi kinerja perusahaan dan di tunjang dengan segi strategi yang matang. Manajemen keuangan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan kegiatan perusahaan, eksistensi perusahaan, serta pada setiap individu yang ada dalam perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan memerlukan analisis terhadap kinerja keuangan untuk dapat melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar atau sesuai dengan SAK.
laporan keuangan dari beberapa periode melalui analisa horizontal dan vertikal.
Berdasarkan uraian tersebut diatas maka Penulis tertarik untuk mengambil judul pengajuan tugas akhir mengenai “Analisis Rasio Kinerja Keuangan Pada PT. JAYA WIBAWAGUNA”.
B. Pembahasan Masalah
Dalam pembahasan ini, Penulis membatasi masalahnya hanya pada kinerja keuangan, analisis rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas laporan keuangan PT. JAYA WIBAWAGUNA pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2013.
C. Perumusan Masalah
1. Bagaimanakah kinerja keuangan PT. JAYA WIBAWAGUNA yang ditinjau dari rasio likwiditas, rasio solvabilitas, rasio aktifitas dan rasio profitabilitas pada tahun 2009 -2013?
D. Tujuan dan Manfaat Penulisan
Tujuan dan manfaat dari penelitian yang di wujudkan dalam Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut :
1. Tujuan penulisan
a. Sebagai salah satu syarat untuk menperoleh gelar Dipoma Tiga.
b. Untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Indofood Indonesia pada tahun 2009-2013.
Penulis berharap agar penulisan ini dapat memberikan referensi bagi berbagai pihak, antara lain :
a. Bagi Penulis
Dapat menerapkan teori dan menambah pengetahuan terutama yang berkaitan dengan analisis laporan keuangan yang pernah didapatkan semasa perkuliahan di STIE widya Persada.
b. Bagi Perusahaan
Sebagai bahan masukan bagi perusahaan untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan dari masalah yang akan dibahas.
c. Bagi Pembaca
Proposal ini dapat dijadikan sebagai penambahan wawasan dan dapat menjadi bahan referensi atau acuan bagi Penulis selanjutnya, khususnya bagi mahasiswa STIE Widya Persada.
E. Metode Penulisan
F. Sistematika Pembahasan
BAB I PENDAHULUAN
manfaat penulisan, teknik pengumpulan data, data yang dibutuhkan, serta metode analisa data.
BAB II LANDASAN TEORI
Dalam bab ini berisikan mengenai teori-teori, pengertian-pengertian, metode-metode yang terkait dalam penelitian.
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Dalam bab ini berisikan mengenai sejarah perusahaan, visi dan misi perusahaan, struktur organisasi, serta tugas dan kewajiban perusahaan. BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini berisikan mengenai atau tentang analisa yangdilakukan dalam penelitian serta pembahasan terhadap objek penelitian.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB II
LANDASAN TEORI
A.
Pengrtian AnalisisAnalisis merupakan penelahaan tentang hubungan dan
kencederungan untuk mengetahui keadaan memuaskan atau tidak memuaskan, Jumingan (42:2011)
Analisis merupakan penguraian suatu pokok atas berbagai bagian dan penelaan bagian itu sendiri serta hubungan antara bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman, Dwi Prastowo dan Rifka Julianty (56:2005).
Maka secara umum pengertian analisis adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk memproses serta menjelaskan sebuah
permasalahan guna pemahaman yang benar serta pemahaman masalah secara menyeluruh.
B. Pengertian Laporan keuangan
Laporan Keungan merupakan Dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode suatu perusahaan adalah Neraca atau daftar posisi keuangan dan daftar pendapatan atau daftar Rugi-Laba. Pada waktu akhir-akhir ini sudah menjadi kebiasaan bagi perseroan-perseroan untuk menambahkan daftar ketiga yaitu daftar surplus atau daftar laba yang tidak dibagikan (laba yang ditahan), Munawir (5:2007)
Laporan keuangan merupakan Laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu atau jangka waktu tertentu, Sofyan Syafri Harahab (105:2009).
Laporan keuangan menunjukan pertanggung jawaban dari pihak manajemen atas sumber daya yang digunakan serta sebagai alat informasiyang menghubungkan perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan unuk menunjukan kondisi keuangan perusahaan, Menurut herry (9:2014)
Berdasarkan kutipan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan di perusahaan yang utama yaitu Neraca dan Laporan Laba-Rugi, sedangkan laporan keuangan lainnya hanya merupakan laporan pelengkap yang bersifat membantu untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.
Berikut ini, tujuan, sifat, keterbatasan, serta jenis dan bentuk dari laporan keuangan, yaitu:
a. Tujuan laporan keuangan
Beberpa tujuan pembuatan atau penyusunan laporan keuangan menurut Kasmir (11:2012), yaitu :
1) Memberikan informasi tentang jenis dan juga aktiva (harta) yang dimiliki perusahaan pada saat ini.
2) Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini.
4) Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan pada saat periode tertentu.
5) Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada aktiva , psiva, dan modal perushaan. 6) Memberikan informasi tentang kinerja manajemen
perusahaan dalam periode tertentu.
7) Memeberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan.
8) Informasi keuangan lainnya. b. Sifat Laporan Keuangan
Laporan keuangan di persiapkan atau di buat dengan maksud untuk memberikan gambaran kemajuan (progrest report) secara periodik yang dilakukan oleh pihak manajement yang bersangkutan. Laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari kombinasi antara fakta yang telah dicatat, pinsip-prinsip dan kebiasan-kebiasaan dalam akuntansi serta pendapat pribadi, menurut Munawir (6:2007).
1) Fakta yang telah dicatat (recorder fact).
terjadi dimasa lampau dan jumlah uang yang tercatat dinyatakan dalam harga pada waktu terjadinya peristiwa tersebut.
2) Prinsip dan kebijakan didalam akuntansi.
Data yang dicatat didasarkan pada prosedur maupun anggapan-anggapan tertentu yangmerupakan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim, di dalam akuntansi juga digunakan prnsip atau anggapan-anggapan yang melengkapi konvensi-konvensi atau kebiasaan-kebiasaan yang digunakan antara lain :
a) Bahwa perusahaan akan tetap berjalan sebagai suatu yang going conceren atau kontinuitas usaha, konsep ini menganggap bahwa perusahaan akan berjalan terus; konsekwensinya bahwa jumlah-jumlah yang tercanum dalam laporan bukanlah nilai realisasi jika aktiva tersebut di jual atau dilikwidir.
c) Pendapatan pribadi : dimaksud bahwa walaupun pencatatan akuntansi telah diatur oleh dalil-dalil dasar yang telah ditetapkan yang sudah menjadi standar praktek pembukuan, namun penggunaan tersebut tergantung oleh akuntan atau pihak manajemen perusahaan yang bersangkutanmisalnya dalam menentukan nilai persediaan itu tergantung pendapat pribadi manajemenserta berdasar pengalaman masa lalu.
c. Keterbatasan Laporan Keuangan
Keterbatasan laporan keuangan dapat ditarik kesimpulan bahwa laporan keuangan itu mempunyai beberapa keterbatasan menurut Munawir (9:2007), antara lain :
2) Laporan keuangan mnunjukkan angka dalam rupiah yang kelihatannya bersifat pasti dan tepat, tetapi sebenarnyadasar penyusutannya dengan standard nilai yang munkin berbeda atau berubah-ubah. Laporan keuangan dibuat berdasarkan going concern atau anggapan bahwa perusahaan akan berjalan terus sehingga aktiva tetap dinilai berdasarkan nilai-nilai histois atau harga perolehannya dan pengurangannya dilakukan terhadap aktiva tetap tersebut sebesar akumulasi depresiasinya. Karena itu angka yang tercantum dalam laporan keuangan hanya merupakan nilai buku (book value) yang belum tentu sama dengan harga pasar sekarang maupun nilai gantinya.
haga-harga.jadi suatu analisa dengan memperbandingkan data beberapa tahun tanpa membuat penyesuaian terhadap perubahan tingkat harga akan diperoleh kesimpulan yang keliru (misleading).
4) Laporan keuangan yang tidak dapat mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaan karena faktor-faktor tersebut tidak dapat dinyatakan dengan satuan uang ( dikwantifisir);
d. Jenis dan Bentuk Laporan Keuangan
Jenis dan Bentuk Laporan Keuangan terdiri dari: 1) Laporan posisi keuangan (Neraca) :
Pengertian neraca menurut sofyan syafri harahab (2009:107), adalah suatu laporan yang menggambarkan posisi aktiva, kewajiban, dan modal pada saat tertentu. Laporan ini bisa disusun setiap saat dan merupakan opname situasi posisi keuangan pada saat itu.
distandarisasikan, terutama untuk tujuan pihak perusahaan.
Bentuk neraca yang umum digunakan (tradition atau conventionil) menurut Munawir (20:2007), yaitu :
a) Bentuk skontro (account form), merupakan neraca yang bentuknya seperti huruf “T”. oleh karena itu sering juga disebut T form. Dalam bentuk ini neraca di bagi ke dalam dua posisi, yaitu disebelah kiri beisi aktiva dan sebelah kanan yang berisi kewajiban dan modal.
b) Bentuk vertikal (report form), dalam bentuk laporan isi neraca disusun mulai dari atas terus kebawah, yaitu mulai dari aktivalancar seperti : kas, bank, efek, serta komponen aktiva tetap,dan komponen aktiva lainnya. Dilanjutkan dengan komponen kewajiban lancar : utang jangka pendek dan utang jangka panjang dan terakhir adalah komponen modal (ekuitas).
2) Laporan Laba rugi
a) Bentuk Single Step, yaitu dengan menggabungkan semua penghasilan menjadi satu kelompok dan semua biaya dalam satu kelompok, sehingga untuk menghitung rugi/laba bersih hanya memerlukan satu langkah, yaitu mengurangkan total biaya terhadap total peghasilan.
b) Bentuk Multiple Step, yaitu mengelompokan yang lebih teliti sesuai dengan prinsip yang digunakan secara umum.
3) Laporan Perubahan Modal atau Laba Ditahan
Laporan laba ditahan adalah laba atau rugi yang timbul secara insendentil dapat diklrifikasikan tersendiri dalam laporan-laporan rugi/laba atau di cantumkan dalam “laporan laba ditahan” (Retained earning statement) atau dalam “laporan perubahan modal”, tergantung pada konsep yang dianut perusahaan. Kalau perusahan mengikuti clean surplus principle atau inclusive concept, maka semua rugi/laba insidentil nampak dalam laporan rugi/laba, dan dalam laporan laba yang ditahan menurut Munawir (27:2007) hanya berisi :
c) Penyisihan dari laba (Appropriation of retained earning).
4) Laporan Arus Kas merupakan laporan yang menunjukan semua aspek yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan baik yang berpengaruh atau tidak langsung terhadap kas, menurut Kasmir (28:2014).
5) Laporan Catatan Atas Laporan Keuangan merupakan laporan yang memberikan informasi apabila ada laporan keuangan yang memerlukan penjelasan tertentu, menurut Kasmir (28:2014).
C. Pengertian Analisis Laporan Keuangan
Analisa laporan keuangan merupakan penelaahan atau mempelajari dari pada hubungan-hubungan dan tendensi atau kecenderungan (trend) untuk menentukan posisi keuangan dan hasil operasi serta perkembangan perusahaan yang bersangkutan, Munawir (35:2007).
Analisis laporan keuangan merupakan analisis terhadap hasil tindakan pembuatan ringkasan data keuangan perusahaan untuk kepentingan perusahaan yang bersangkutan, Djarwanto (15:2010).
dapat menjelaskan arah perubahan (trend) suatu fenomena, Soemarso (380:2005).
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa analisis atau analisa laporan keuangan merupakan proses untuk mempelajari data-data keuangan agar dapat dipahami dengan mudah untuk mengetahui posisi keuangan, hasil operasi dan perkembangan suatu perusahaan dengan cara mempelajari hubungan data keuangan serta kecenderungnnya terdapat dalam suatulaporan keuangan, sehingga analisis atau analisa laporan keuangan dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkrpentingan dan juga dalam melakukan analisis atau analisanya tidak akan lepas dari peranan rasio-rasio laporan keuangan, dengan melakukan analisis atau analisa terhadap rasio-rasio keuangan akan dapat menentukan suatu keputusan yang akan diambil. Berikut ini tujuan, keunggulan, keterbatasan analisis laporan keuangan, teori pendukung dan rumus-rumus perhitungan analisis laporan keuangan, yaitu :
a. Tujuan Analisis laporan keuangan
Tujuan dari analisis laporan keuangan menurut Kasmir (68:2014), yaitu :
maupun hasil usaha yang telah dicapai untuk beberapa periode.
2) Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan apa saja yang menjadi kekerangan perusahaan.
3) Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang dimiliki. 4) Untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan apa saja
yang perlu dilakukan ke depan berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan saat ini.
5) Untuk melakukan penilaian kinerja manajemen ke depan apakah perlu penyegaran atau tidak karena sudah dianggap berhasil atau gagal.
6) Dapat juga digunakan sebagai pembanding dengan perusahaan sejenis tentang hasil yang mereka capai. b. Keunggulan Analisis Rasio
Analisis rasio mempunyai keunggulan dibandingkan teknik analisa lainnya menurut Sofyan Syafri Harahab (298:2009), yaitu :
1) Rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan.
3) Mengetahui posisi perubahan ditengah ukuran industri lain.
4) Sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model pengambilan keputusan dan model prediksi.
5) Menstandarisi untuk perusahaan.
6) Lebih mudah memperbandingkan perusahaan dengan perusahaan lain atau melihat perkembangan perusahaan secara periodik atau time series.
7) Lebih mudah melihat trend perusahaan serta melakukan prediksi dimasa yang akan datang.
c. Metode Dan Teknik Analisis
Metode dan teknik anlisis menurut Munawir (36-37:2010), yaitu:
1) Analisa perbandingan
Metode dan teknik analisa dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua periode atau lebih. Dengan metode ini akan dapat diketahui peruahan-perubahan mana yang memerlukan penelitian lebih lanjut.
3) Laporan dengan prosentase per komponen (common size statement)
Metode analisa untuk mengetahui prosentase investasi pada masing-masing aktiva terhadap total aktiva lainnya, juga untuk mengetahui struktur permodalannya dan komposisi perongkosan yang terjadi dihubungkan dengann jumlah penjualan.
4) Analisa sumber dan penggunaan moodal kerja
Analisa untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan modal kerja atau untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya modal kerja dalam periode tertentu. 5) Analisa sumber dan penggunaan kas (Cash flow
statement analysis)
Analisa untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya jumlah uang kas atau untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan uang kas selama periode tertentu. 6) Analisa Ratio
Metode analisa untuk mengetahui hubungan dar4i pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan rugi laba secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut. 7) Analisa perubahan laba kotor (Gross profit analysis)
perubahan laba kotor suatu periode dengan laba yang dibudgetkan untuk periode tersebut.
8) Analisa break even point
Analisa untuk menentukan tingkat penjualan yang harus dcapai oleh perusahaan agar perusahaan tidak menderita kerugian,tetapi juga belum memperoleh keuntungan.
d. Keterbatasan Analisis Laporan Keuangan
Keterbatasan analisis rasio keuangan menurut Sofyan Syafri Harahab (289:2009), yaitu :
1) Kesulitan dalam memilih rasio yang tepat yang dapat digunakan untuk kepentingan pemakai.
2) Keterbatasan yang dimiliki akuntansi atau laporan keuangan juga menjadi keterbatasan teknik seperti ini. 3) Jika data untuk menghitung rsiko tidak tersedia, akan
menimbulkan kesulitan menghitung resiko. 4) Sulit jika data yang tersedia tidak singkron.
e. Teori pendukung dan rumus-rumus Analisis Laporan Keuangan
Menurut Bambang Riyanto (266-270:1978) didalam buku Munawir (70-71:2007) mengklarifikasi angka-angka ratio keuangan sebagai berikut:
a) Current ratio b) Cash ratio c) Acid test ratio
d) Working capital to total assets ratio 2) Ratio Solvabilitas atau Leverage
a) Total debt to equity ratio
b) Total debt to total capital assets c) Tangible assets debt coverage d) Time interest earned ratio 3) Ratio Aktivitas
a) Total assets turnover b) Receivable turnover c) Average collection period d) Inventory turnover
e) Average day’s inventory f) Working capital turnover 4) Ratio Profitabilitas
a) Gross profit margin b) Operating income ratio c) Operating ratio
g) Rate of return for the owners
Menuurut buku acuan yang digunakan, yaitu: Menurut Munawir (72:2007) dalam bukunya “analisa laporan keuangan” untuk menilai posisi keungan berikut ini beberapa rasio yang dapat digunakan, yaitu :
1) Ratio Likwiditas
Rasio yang digunakan untuk menilai posisi keuangan jangka pendek. Berikut ini beberapa ratio yang dapat digunakan, yaitu:
a) Current Ratio
Ratio ini dinyatakan dalam rumus :
Aktiva lancar Current Ratio =
Kewajiban lancaR b) Acid Test Ratio
Rasio ini sering disebut sebagai Quick Ratio. Rasio ini dinyatakan dalam rumus :
Kas + Efek + Piutang Acid Test Ratio =
Hutang Lancar c) Cash Ratio
Kas + Efek Cash Ratio =
Hutang Lancar d) Perputaran Piutang
piutang yang dimiliki suatu perusahaan mempunyai hubungan yang erat dengan volume penjualan kredit. Posisi piutang dan taksiran waktu pengumpulannya
e) Periode Rata-rata Pengumpulan Piutang Rasio ini dinyatakan dengan rumus :
360 Periode Rata-rata =
Pengumpulan piutang Perputaran
f) Perputaran Persediaan
perputaran persediaan (inventory turn over). Rasio ini dinyatakan dalam rumus :
Harga Pokok Perputaran Persediaan =
Rata-rata Persediaan
Rasio ini dinyatakan dalam rumus : 360 Periode Rata-rata Persediaan =
Tersimpan di Gudang Perputaran
h) Perputaran Modal Kerja
Rasio perputaran modal kerja (working capital turn over). Rasio ini menunjukan hubungan antara modal kerja dengan penjualan dan menunjukan banyaknya penjualan yang dapat diperoleh perusahaan (jumlah rupiah yang digunakan untuk tiap rupiah modal kerja. Rasio ini dinyatakan dalam rumus :
Penjualan Perputaran Modal Kerja =
Modal Kerja Rata-rata
2) Ratio Solvabilitas
Rasio ini untuk menilai posisi keuangan jangka panjangnya. Berikut ini beberapa rasio yang dapat digunakan, yaitu:
a) Ratio Modal dengan aktiva
Rasio ini dinyatakan dalam rumus :
Modal Sendiri Ratio Modal dengan aktiva =
Total Aktiva
Rasio ini lebih dari 100% berarti modal sendiri melebihi total aktiva tetap dan menunjukan aktiva tetap seluruhnya dibiayai oleh pemilik perusahaan. Rasio ini dinyatakan dalam rumus :
Modal Sendiri Ratio Modal dengan =
Aktiva Tetap Aktiva Tetap
c) Ratio Aktiva Tetap dengan Hutang Jangka Panjang Ratio ini dinyatakan dalam rumus :
Aktiva Tetap Ratio Aktiva Tetap dengan =
Hutang Jangka Panjang Hutang Jangka Panjang
d) Nilai Buku Saham Prioritas
Rasio ini dinyatakan dalam rumus :
Jumlah Nominal Nilai Buku Saham Prioritas =
Saham yang Beredar
e) Nilai Buku Saham Biasa
Rasio ini dinyatakan dalam rumus :
Hak Saham Biasa Nilai Buku Saham Biasa =
Saham yang Beredar
f) Ratio Hutang Jangka Panjang Dengan Modal Sendiri Ratio ini dinyatakan dalam rumus :
Dengan Modal Sendiri modal sendiri
g) Ratio antara Hutang dengan Modal Sendiri Ratio ini dinyatakan dalam rumus :
H Lancar+H Jangka Panjang Ratio antara Hutang =
dengan Modal Sendiri Modal Sendiri
h) Ratio antara Hutang dengan Aktiva Ratio ini dinyatakan dalam rumuS :
H Lancar+H Jangka Panjang Ratio antara Hutang =
Dengan Modal Sendiri Jumlah Aktiva 3) Ratio Rentabilitas
Ratio ini digunakan untuk memepelajari bagian relatip antara modal pinjaman yang diberikan oleh kreditor dan modal sendiri oleh pemegang saham. Berikut ini beberapa ratio yang dapat digunakan, yaitu:
a) Ratio Laba Usaha dengan Aktiva Usaha Ratio ini dinyatakan dalam rumus :
Laba Usaha Ratio Laba Usaha =
Dengan Aktiva Usaha Aktiva Usaha
b) Perputaran Aktiva Usaha
Ratio ini dinyatakan dalam rumus :
Penjualan Perputaran Aktiva Usaha =
c) Gross Margin Ratio
Ratio ini dinyatakan dalam rumus : Laba Kotor Gross Margin Ratio =
Penjulan
d) Operating Margin Ratio
Ratio ini dinyatakan dalam rumus : Laba Usaha Operating Margin Ratio =
Penjualan
e) Net Margin Netto
Ratio ini dinyatakan dalam rumus : Laba Bersih Pajak Net Margin Netto =
Penjualan
f) Operating Ratio
Ratio ini dinyatakan dalam rumus :
Harga Pokok + Biaya Operasi Operating Ratio =
Jumlah Aktiva usaha
g) Rate of ROI
Ratio ini dinyatakan dalam rumus :
Laba Bersih (sebelum pajak) Rate of ROI =
h) Net Rate of ROI
Ratio ini dinyatakan dalam rumus:
Laba Bersih (setelah Pajak) Net Rate of ROI =
Jumlah Aktiva Usaha
i) Rentabilitas Modal Sendiri
Ratio ini dinyatakan dalam rumus :
Laba Bersih (sesudah Pajak) Rentabilitas Modal =
Sendiri Modal Sendiri
j) Laba Per Lembar Saham Biasa Ratio ini dinyatakan dalam rumus :
Laba Saham Biasa Laba /lembar =
BAB III
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah Perusahaan
PT. Jaya Wibawaguna Terus Bergerak dan Berevolusi
PT. Jaya Wibawaguna adalah perusahaan kontraktor yang berkantor pusat di Jakarta. Perusahaan yang berdiri tahun 1992 ini, selama 22 tahun telah banyak berkiprah di dunia konstruksi sipil yang meliputi pekerjaan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, maupun pekerjaan struktur gedung dan perumahan.
Pada tahun 2014, PT. Jaya Wibawaguna mulai serius dalam mengembangkan usahanya baik pengembangan usaha secara intern maupun ekstern. Pengembangan secara intern adalah pengembangan manajemen SDM dengan melakukan training atau pelatihan secara berkala kepada seluruh karyawan disamping juga rekruitmen tenaga-tenaga profesional yang akan membawa perusahaan untuk terus maju dan berkembang. Pengembangan keluar adalah diversifikasi usaha dengan mulai masuk ke dalam bidang konstruksi industri yang berteknologi tinggi. Bidang ini meliputi pembangunan pabrik, kilang, pembangkit sampai dengan perawatannya.
manajemen proyek. Prestasi manajemen tersebut telah terbukti dengan diperolehnya beberapa sertifikasi dari lembaga sertifikasi internasional. Tahun 2010 telah memperoleh sertifikat Manajemen Mutu ISO 9001-2000 dari lembaga sertifikasi QSCert (Management Systems Certification Body) Indonesia. Selanjutnya mulai di tahun 2007 PT. Jaya Wibawaguna telah memperoleh sertifikat Kesehatan dan Keselamatan Kerja OHSAS 18001-1999 yang diperpanjang pada tahun 2010 tentang Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan. Pada tahun 2010, QSCert (Management Systems Certification Body) Indonesia juga telah memberikan sertifikat ISO 14001-2004
Mulai tahun 2009, manajemen PT. Jaya Wibawaguna telah menerapkan kebijakan untuk mencakup bidang usaha Engineering, Procurement, Construction (EPC). Kemampuan yang tidak dimiliki oleh setiap perusahaan. Kemampuan dalam bidang usaha ini telah menyeluruh, mulai dari bidang konsultasi dan perencanaan, pengadaan barang untuk konstruksi sampai dengan pelaksanaan pekerjaan.
Demikian sekilas PT. Jaya Wibawaguna dalam berkiprah di dunia konstruksi.