1.
Definisi istilah-istilah berikut
a)
Sinyal
Sinyal adalah suatu besaran fisis yang berubah terhadap waktu, ruang, ataupun
dapat berubah terhadap variabel bebas lainnya
b)
Amplitudo
Amplitudo
dapat didefinisikan sebagai jarak/simpangan terjauh dari titik
kesetimbangan dalam
gelombang
sinusoide
c)
Frekuensi
Frekuensi adalah jumlah getaran yang terjadi dalam waktu satu detik atau banyaknya gelombang/getaran listrik yang dihasilkan tiap detik.
d)
Fasa
Fasa adalah adalah posisi awal sinyal (gelombang) ketika t=0.
e)
Periode
Periode adalah
lamanya waktu yang diperlukan untuk melakukan satu
getaran sempurna suatu gelombang.
f)
Modulasi
Modulasi adalah penumpangan sinyal informasi ke sinyal carier agar
informasi dapat di kirimkan pada jarak yang jauh
g)
Demodulasi
Demodulasi adalah proses pemisahan antara sinyal carier dan sinyal
informasi
h)
Indeks Modulasi
Indeks modulasi merupakan suatu nilai yang menunjukan kualitas modulasi.
i)
Spektrum
Spektrum Frekuensi adalah nilai-nilai karakteristik suatu sinyal seperti
frekuensi,amplitudo,panjang gelombang,bandwidth dll
j)
Bandwidth
Bandwidth adalah
luas atau lebar cakupan frekuensi yang digunakan oleh
sinyal dalam medium transmisi.
k)
Broadband
merupakan sebuah istilah dalam
internet
yang merupakan koneksi internet
transmisi data kecepatan tinggi.
l)
Narrowband
Narrowband adalah pita frekuensi dengan saluran sempit
m)
Propagasi
Propagasi adalah
transmisi atau penyebaran sinyal dari suatu tempat ke
tempat lain.
n)
Teory Nyquist
Teori Nyquist menyatakan bahwa sampling rate yang diperlukan minimal 2 kali bandwidth sinyal.
o)
Gelombang Elektromagnetik
p)
Redaman
redaman adalah proses dimana terjadinya pengurangan amplitudo dari suatu
getaran akibat Noise.
q)
Gain
Gain (
directive gain
) adalah karakter antena yang terkait dengan kemampuan
antena mengarahkan
radiasi
sinyalnya, atau penerimaan sinyal dari arah tertentu
agar sinyal yang dikirimkan maupun di terima berkualitas baik
r)
Freznel Zone
adalah salah satu bentuk elipsoida konsentrik dari
pola radiasi
yang terpancar
keluar dari antena dalam sistem point to point.
2.
Sistem Telekomunikasi beserta komponen-komponen penting yang terlibat di
dalamnya
-
Radio Gelombang Mikro
Radio gelombang mikro terdiri dari perangkat muldex,
modulator-demodulator dan
pemancar/penerima radio. Model sistem radio digital
ditunjukkan pada Gambar 2.
-
Muldex digital adalah perangkat yang berfungsi untuk menggabungkan
sejumlah sinyal dari masukan digital menjadi aliran sinyal digital
tunggal pada sisi pemancar. Pada sisi penerina muldex digital
memisahkan aliran sinyal digital tunggal menjadi beberapa aliran sinyal
sesuai tingkatan demultipleks.
-
Modulator berfungsi untuk memproses sinyal bidang dasar menjadi
sinyal pada level IF (Intermediate Frequency). Demodulator merubah
sinyal pada level IF menjadi sinyal bidang dasar. Proses modulasi
pada radio gelombang mikro terestrial adalah jenis modem QAM
(Quadrature Amplitude Modulation).
-
Pemancar radio adalah perangkat yang mengubah sinyal IF menjadi
sinyal RF (Radio
-
Frequency). Penerima radio berfungsi untuk menerima sinyal pada
frekuensi RF untuk dirubah pada level IF.
3.
Pengertian dan macam-macam transducer
Tranducer Adalah alat yang dapat mengkonversi besaran non-listrik menjadi listrik
ataupun sebaliknya.
Contoh transducer:
a.
Mikrofon, dari akustik ke listrik
b.
Speaker, dari listrik ke akustik
c.
CRT, dari listrik ke gambar
now we have LCD
d.
Photo-cell, dari cahaya menjadi listrik
5.
Tiga jenis mekanisme perambatan gelombang radio
Dilihat dari mekanisme perambatan:
a.
Ground Wave, perambatan sepanjang permukaan bumi.
b.
Space Wave, perambatannya seperti cahaya, langsung dari pemancar ke
penerima.
c.
Sky Wave, terpancar ke angkasa dan dipantulkan ke arah bumi oleh
ionosphere
6.
Gangguan-gangguan pada propagasi gelombang radio
Ada 4 gangguan pada propagasi sinyal informasi yaitu :
1.
Noise
2.
Interferensi
3.
Fading
4.
Redaman
A.
Noise
B.
Interferensi
INTERFERENSI
adalah sinyal pengganggu yang tidak diiginkan dimana
frekuensinya berdekatan atau sama dengan sinyal yang diinginkan serta berdaya
besar.
C.
FADING
adalah penyimpangan atenuasi yang mengalami sinyal
carrier-termodulasi telekomunikasi terhadap media propagasi tertentu.
Fading
merupakan gangguan komunikasi yang gejalanya dapat dirasakan
oleh penerima akibat adanya fluktuasi (ketidaktetapan) level daya sinyal
yang diterima oleh receiver”
D.
REDAMAN
adalah turunnya level tegangan sinyal yang diterima akibat
karakteristik media, merupakan salah satu jenis noise yang kejadiannya
dapat diprediksi.
Redaman adalah hambatan pada media telekomunikasi yang
menyebabkan sinyal akan semakin lemah untuk jarak yang jauh
7.
Hubungan antara frekuensi, panjang gelombang dan kecepatan berdasarkan
persamaan matematisnya
A. Persamaan Kecepatan Perambatan Gelombang
Kecepatan perambatan gelombang adalah satu panjang gelombang dibagi periode. Secara matematis kecepatan perambatan gelombang V dapat ditulis sebagai berikut :
Karena f = 1/T maka kecepatan perambatan gelombang juga dapat ditulis sebagai berikut :
dengan :
v = kecepatan perambatan gelombang (m)
T = Periode gelombang (s)
f = Frekuensi gelombang (Hz)
8.
Perbedaan Sinyal Analog dan Sinyal Digital
9.
Pengertian Filter dan jenis-jenis Filter Analog
-
Filter
adalah suatu
device
yang memilih sinyal listrik berdasarkan pada frekuensi dari
sinyal tersebut. Filter akan melewatkan gelombang/sinyal listrik pada batasan
frekuensi tertentu sehingga apabila terdapat sinyal/gelombang listrik dengan
frekuensi yang lain (tidak sesuai dengan spesifikasi
filter
) tidak akan dilewatkan.
- Jenis-Jenis Filter analog :
1. Low Pass Filter (LPF)
2. High Pass Filter (HPF)
3. Band Pass Filter (BPF)
4. Band Pass Filter Bidang Lebar
5. Band Pass Filter (BPF) Bidang Sempit
10.
Tujuan Modulasi
Tujuan Modulasi
Transmisi menjadi efisien atau memudahkan pemancaran.
Masalah perangkat keras menjadi lebih mudah.
Menekan derau atau interferensi.
Untuk memudahkan pengaturan alokasi frekuensi radio.
Untuk multiplexing, proses penggabungan beberapa sinyal informasi untuk disalurkan secara bersama-sama melalui satu kanal transmisi.
11.
Jenis-jenis Modulasi
Modulasi Analog
Pada Teknik Modulasi Analog sinyal informasi yang ditumpangkan padasinyal
pembawa adalah Sinyal Analog.Teknik Modulasi Analog yang ada antara lain:
1 . M o d u l a s i L i n i e r ( L i n e a r M o d u l a t i o n )
2 . M o d u l a s i S u d u t ( A n g l e M o d u l a t i o n )
1. Modulasi Linier
Menerapkan
proses
translasi
frekwensi
langsung
dari
spektrum
sinyalinformasi dengan menggunakan sinyal pembawa sinusoidal. Modulasi
Linier sendiri memiliki beberapa aplikasi dengan kelebihandan kekurangan
masing-masing, yakni:
o A m p l i t u d e M o d u l a t i o n ( A M )
o
D o u b l e - S i d e b a n d M o d u l a t i o n ( D S B )
o
S i n g l e - S i d e b a n d M o d u l a t i o n ( S S B )
Modulasi Amplitudo
Modulasi amplitudo adalah suatu proses mengubah amplitudo gelombangpembawa
sesuai dengan bentuk dari gelombang informasi. Bila suatu gelombangpembawa
dimodulasi amplitudo, maka amplitudo bentuk gelombang pembawadbuat berubah
sebanding dengan tegangan yang memodulasi
Double Side Band (DSB)
A. D o u b l e - S i d e b a n d - S u p p r e s s e d C a r r i e r ( D S B
–
S C ) Dalam modulasi
AM, amplitudo dari suatu sinyal carrier, denganfrekuensi dan phase tetap,
divariasikan oleh suatu sinyal lain (sinyal informasi).
B. Double Side Band-Large Carrier (AM)
Penggunaan metode modulasi suppressed carrier memerlukan peralatanyang rumit
pada bagian penerima, berkaitan dengan perlunya pembangkitancarrier dan
sinkronisasi phase.
Single Side Band
Sinyal AM yang termodulasi secara penuh, dua per tiga daya-nyatersimpan
dalam sinyal carrier dan hanya seper tiga daya-nya berupa sinyal side-band. Pada
hal sinyal side-band-lah yang mengandung informasi yangditransmisikan dan sinyal
carrier sekedar merupakan kendaraan pengantar informasi yang diperlukan
rangkaian penerima untuk men-demodulasi informasi.Jika sinyal carrier bisa dibuang
dan hanya sinyal side-band yang ditransmisikanmaka dengan daya yang sama
informasi bisa ditransmisikan lebih jauh. Di sisipenerima, diinjeksikan kembali sinyal
carrier agar informasi bisa di-demodulasi.
2. Modulasi Sudut
Modulasi sudut terdiri dari dua macam yaitu
modulasi frekuensi dan
modulasi
phasa,
sinyal
informasi
dapat
digunakan
untuk
mengubah
fasa yang mendahului atau tertinggal, sehingga menimbulkan modulasiphasa,
keduanya adalah parameter dari sudut pembawa, yang merupakan suatufungsi dari
waktu, istilah umum modulasi phasa diartikan sebagai cakupan
a. Modulasi frekuensi (FM)
Modulasi frekuensi adalah proses penumpangan gelombang informasipada
gelombang carrier dengan cara mengubah-ubah frekuensi dari carrier sesuai
dengan karakteristik gelombang informasi. Karena kandungan gelombanginformasi
pada gelombang modulasi frekuensi (FM) diwujudkan denganperubahan carrier,
maka sistem ini memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkandengan AM (modulasi
amplitudo).
b. Modulasi Phasa (PM)
Modulasi Phasa(PM) adalah suatu proses modulasi yang mengubah-ubah fasa dari
gelombang carrier sesuai dengan karakteristik gelombang informasi. Modulasi fasa
dihasilkan bila fasa sudut
dari pembawa dibuatmenjadi fungsi dari sinyal modulasi
* M o d u l a s i D i g i t a l
Sistem Komunikasi Digital Source Encoder menerima satu atau lebih sinyal
analog untuk diubahmenjadi urutan symbol-simbol. Simbol-simbol ini bisa berupa
biner (1 dan 0) atau anggota himpunan yang mempunyai dua atau lebih elemen.
digunakan untuk mengkomunikasi kan lebih dari satu sumber (source), makasebuah
source encoder harus dilengkapi dengan multiplexer .
Amplitude Shift Keying
Pembangkitan gelombang AM dapat dilakukan dengan dua pendekatan berbeda.
Pertama adalah dengan membangkitkan sinyal AM secara langsungtanpa
harus dengan membentuk sinyal base band .
Sehingga dalam kasus biner,generator harus mampu memformulasi satu dari dua
sinyal gelombang AM yangmungkin. Teknik ini lebih dikenal dengan
amplitude shift keying (ASK), yang secara langsung menyiratkan arti sebuah
terminologi yang menggambarkan suatu teknik modulasi digital.
Frequency Shift Keying
Phase Shift Keying
Dalam modulasi analog kita sulit membedakan antara modulasifrekuensi
dengan modulasi fase, sehingga keduanya dikatagorikan sebagai halyangsama
karena keduanya memiliki pengaruh yang sama pada sinyal carrier yaitu perubahan
frekuensi
sesuai
dengan
variasi
amplitudo
sinyal
informasi
yangmemodulirnya.Dalam kasus modulasi digital perbedaan antara frekuensi
modulasidengan fase modulasi cukup jelas, karena dalam modulasi digital sinyal
informasimemiliki bentuk gelombang diskrit. Seperti dalam hal modulasi amplitudo
danmodulasi frekuensi, kita memulai dengan sinyal carrier sinusoida yang
memilikibentuk dasar Acos[q(t)]. Dengan adanya proses modulasi pada fase
gelombangcarrier tersebut yaitu dengan sistem
12.
Proses pembentukan dari 3 jenis modulasi analog
1. Amplitude modulation (AM)
Modulasi jenis ini adalah modulasi yang paling simple, frekwensi pembawa atau carrier diubah amplitudenya sesuai dengan signal informasi atau message signal yang akan dikirimkan. Dengan kata lain AM adalah modulasi dalam mana amplitude dari signal pembawa (carrier) berubah karakteristiknya sesuai dengan amplitude signal informasi. Modulasi ini disebut juga linear modulation, artimya bahwa pergeseran frekwensinya bersifat linier mengikuti signal informasi yang akan ditransmisikan.
2. Frequency modulation (FM)
3. Pulse Amplitude Modulation (PAM)
Basic konsep PAM adalah merubah amplitudo signal carrier yang berupa deretan pulsa (diskrit) yang perubahannya mengikuti bentuk amplitudo dari signal informasi yang akan dikirimkan ketempat tujuan. Sehingga signal informasi yang dikirim tidak seluruhnya tapi hanya sampelnya saja (sampling signal).
13.
Prinsip kerja dari blok pemancar dan penerima AM
A.Blok pemancar AM
Blok Diagram Pemancar AM (Block Diagram of AM Transmitter). Pada sistem pemancar AM (Amplitudo Modulation), proses modulasi mengakibatkan perubahan amplitudo sinyal pembawa berupa level amplitudo yang sebanding dengan amplitudo sinyal pemodulasi (pesan). Pada sistem pemancar AM, pemodulasian pada umumnya dilakukan pada tingkat akhir pemancar di bagianfinal amplifier.
Keterangan :
1. Osilator
Berfungsi membangkitkan getaran frekuensi tinggi sesuai dengan frekuensi resonansi lingkar tala dari generator tala yang biasanya digunakan resonator paralel berupa LC jajar pada pemancar AM klasik. Beberapa pemancar radio AM menggunakan resonator kristal sebagai generator frekuensi untuk kestabilan frekuensi yang lebih tinggi. Pada pemancar AM modern penerapan osilator terkendali PLL lebih banyak diterapkan. Pada pemancar AM komersial(broadcast) osilator bekerja pada frekuensi mulai 535 s/d 1605 kHz atau sebesar 1070 kHz dengan lebar spektrum maksimum 10 kHz setiap kanal nya. Dengan demikian ada 107 pemancar AM yang dapat ditampung pada pita frekuensi selebar 1070 kHz tersebut.
2. Buffer (Penyangga)
Keluaran dari osilator masih merupakan sinyal lemah dengan impedansi keluaran yang tinggi sehingga kurang sesuai untuk menggerakkan rangkaian penguat berikutnya. Tahap penyangga akan sangat berperan dalam hal ini karena pada intinya adalah sebuah rangkaian penguat arus bagi osilator. Sebuah penyangga atau buffer identik dengan sebuah rangkaian dengan impedansi masukan tinggi dan impedansi keluaran yang rendah sehingga dapat meniadakan efek pembebanan rangkaian.
3. Driver (Kemudi)
Pada blok diagram pemancar am, tahap ini berfungsi mengatur penguatan daya (tegangan dan arus) sinyal AM sebelum menuju penguat akhir. Pada bagian ini sering digunakan penguat kelas A untuk menjamin linieritas sinyal keluaran. Pada penerapannya sering digunakan beberapa tingkatan driver untuk menghasilkan daya sinyal yang cukup untuk menggerakkan penguat akhir. Hal tersebut dilakukan mengingat efisiensi penguat kelas A yang rendah (hanya sekitar 30%). Pada tahap driver, penggunaan tapis-lolos-bawah sangat dianjurkan untuk menekan frekuensi harmonisa.
4. Penguat Akhir (Final Amplifier)
5. Audio Input
Merupakan sinyal pesan atau sinyal informasi yang akan ditumpangkan pada sinyal pembawa. Sinyal ini berupa sinyal suara audio baik dari mikropon maupun dari pemutar musik.
6. System Audio
Bagian ini bertugas memproses sinyal audio input sebelum masuk ke tahap modulator. Tahap ini terdiri dari penguat depan (pre-amplifier) sampai dengan penguat akhir audio (audio power amplifier). Pada tahap awal biasanya dilengkapi dengan filter sinyal audio yang membatasi lebar bidang audio maksimal pada 5 kHz frekuensi lancung. Hal tersebut berkaitan dengan ketentuan lebar bidang maksimum spektrum pemancar AM yang tidak boleh melebihi 10 kHz. Inilah yang menjadi satu alasan mengapa kualitas audio yang dihasilkan oleh penerima radio AM kurang kuat pada frekuensi tinggi audio nya(treble).
7. Modulator
Pada pemancar AM komersial (broadcast), pemodulasian sinyal pembawa dilakukan oleh modulator pada tahap penguat akhir pemancar. Modulator bekerja dengan sebuah transformator modulasi menggerakkan kolektor penguat akhir sehingga menghasilkan ayunan amplitudo pada sinyal RF. Hasil dari pemodulasian AM adalah berupa sinyal RF dengan komposisi tiga buah frekuensi yaitu; frekuensi pembawa atau fc (frequency carrier) dan dua buah frekuensi sisi (side band) berupa frekuensi jumlah (fc+fi) dan frekuensi selisih(fc-fi), dimana fi adalah frequency information.
8. Antenna
Merupakan bagian terakhir pada blok diagram pemancar am. Berfungsi mengubah getaran listrik frekuensi tinggi menjadi gelombang elektromagnetik dan meradiasikannya ke ruang bebas. Pada pemancar AM komersial(broadcast), biasa digunakan jenis antena vertikal 1/4 panjang gelombang dengan langsung menggunakan bumi sebagai pentanahan.
Fungsi Blok Penerima AM
1. Antena : sebagai penangkap getaran/sinyal yang membawa dan berisikan informasi yang dipancarkan
oleh pemancar.
2. Penguat RF : berfungsi untuk menguatkan daya RF ( Radio Frequency/ Frekuensi tinggi) yang berisi
informasi sebagai hasil modulasi pemancar asal. Setelah diperkuat, geteran RF dicatukan ke mixer.
3. Mixer (pencampur) : berfungsi mencampurkan getaran/sinyal RF dengan Frekuensi Osilator Lokal,
sehingga diperoleh frekuensi intermediet (IF/Intermediate Frequency).
4. Penguat IF : digunakan untuk menguatkan Frekuensi Intermediet (IF) sebelum diteruskan ke blok
detektor. IF merupakan hasil dari pencampuran getaran/sinyal antara RF dengan Osilator Lokal.
5. Detektor : digunakan untuk mengubah frekuensi IF menjadi frekuensi informasi. Degan cara ini, unit
detektor memisahkan antara getaran/sinyal pembawa RF dengan getaran informasi ( Audio Frequency/AF).
6. Penguat AF : digunakan untuk menyearahkan getaran/ sinyal AF serta meningkatkan level sinyal audio
dan kemudian diteruskan penguat AF ke suatu pengeras suara.
7. Speaker (pengeras suara) digunakan untuk mengubah sinyal atau getaran listrik berfrekuensi AF
menjadi getaran suara yang dapat didengar oleh telinga manusia.
15.
Penggambaran sinyal hasil modulasi untuk kondisi m=1, m>1, dan m<1 dengan fi = 2
Khz, dan fc= 20 KHz
16.
Prinsip kerja dari blok pemancar dan penerima FM mono dan stereo dan frekuensi
kerja dari FM
a.
Blok pemancar FM
1. Encoder
Bagian ini merupakan tahap awal masukan yang berasal dari audio-prosessordan hanya ada pada sistem pemancar FM stereo. Pada sistem pemancar mono bagian ini tidak ada. Encoder mengubah sinyal perbedaan L dan R menjadi sinyal komposit 38 kHz termodulasi DSBSC. Lebih jelasnya silahkan baca artikel saya mengenai Sistem Pemancar FM Stereo.
2. Modulator FM/PM
Modulator FM (Frequency Modulation) atau dapat juga berupa modulator PM (Phase Modulation). Prinsip dasarnya adalah sebuah modulator reaktansi. Pada FM, sinyal audio level daya rendah mengguncang reaktansi kapasitif dari varaktor deoda untuk menghasilkan deviasi frekuensi osilator. Amplitudo tertinggi sinyal audio berakibat pada turunnya nilai kapasitansi (naiknya reaktansi kapasitif) varaktor sehingga frekuensi osilator berada pada nilai tertinggi. Sebaliknya, pada level terendah sinyal pemodulasi, berakibat pada naiknya kapasitansi (turunnya reaktansi kapasitif) varaktor sehingga frekuensi osilator berada pada nilai terendah. Lebar deviasi tidak lebih dari 75 kHz untuk setiap sisi atau 150 kHz secara keseluruhan.
3. Osilator
Membangkitkan getaran frekuensi tinggi sesuai dengan frekuensi lingkar tala dari generator tala yang pada umumnya menggunakan resonator paralel berupa LC jajar. Nilai C dibangun sebagian atau keseluruhan menggunakan varaktor deoda yang ada pada bagian modulator (untuk tipe modulator dengan varaktor). Pada FM komersial, frekuensi kerja osilator mulai 87,50 MHz s/d 108,50 MHz untuk FM II dan 75,50 MHz s/d 96,50 MHz untuk FM I.
4. Buffer (Penyangga)
Penyangga (buffer) berfungsi menguatkan arus sinyal keluaran dari osilator. Sebuah penyangga identik dengan rangkaian dengan impedansi masukan tinggi dan impedansi keluaran rendah sehingga sering digunakan emitor follower pada tahap ini.
5. Driver (Kemudi)
Rangkaian driver berfungsi mengatur penguatan daya (tegangan dan arus) sinyal FM dari penyangga sebelum menuju ke bagian penguat akhir. Pada sistem pemancar FM sering digunakan penguat kelas A untuk menjamin linieritas sinyal keluaran. Mengingat efisiensi penguat kelas A yang rendah (hanya sekitar 30%), maka perlu beberapa tingkatan driver sebelum penguat akhir (final amplifier). Pada tahap driver, penggunaan tapis -lolos-bawah sangat dianjurkan untuk menekan frekuensi harmonisa.
6. Penguat Akhir (Final Amplifier)
Bagian penguat akhir merupakan unit rangkaian penguat daya RF efisiensi tinggi, untuk itu sering dan hampir selalu digunakan penguat daya RF tertala kelas C karena menawarkan efisiensi daya hingga “100%”. Bagian akhir dari penguat akhir mutlak dipasang filter untuk menekan harmonisa frekuensi.
Mengubah getaran listrik frekuensi tinggi menjadi gelombang elektromagnetik dan meradiasikannya ke ruang bebas. Jenis antena sangat berpengaruh pada pola radiasi pancaran gelombang elektromagnetik.
8. Catu Daya (Power Supply)
Catu daya harus mempu mensuplay kebutuhan daya listrik mulai dari tingkat modulator – osilator sampai tingkat penguat akhir daya RF. Pemasangan shelding pada blok pen-catu daya merupakan hal penting untuk sistem pemancar FM, selain itu pemakaian filter galvanis sangat dianjurkan untuk menekan sinyal gangguan pada rangkaian jala-jala dan sebaliknya.
Dalam sebuah blok diagram pemancar FM stereo seperti gambar di atas, untuk dapat bekerja dengan baik, diperlukan penalaan rangkaian. Dalam sistem pemancar FM modern, tingkat encoder sampai dengan driver telah tersedia dalam bentuk modul yang dikenal dengan istilah Excitter FM Stereo. Pada modul semacam itu tidak diperlukan penalaan rangkaian secara manual karena rangkaian tala sudah dirancang sedemikian rupa untuk dapat bekerja pada bidang yang lebar, sehingga penalaan hanya dilakukan pada bagian input dan output penguat akhir daya RF.
B. Fungsi Blok Penerima FM
1. Antena : berfungsi menangkap sinyal-sinyal bermodulasi yang bersal dari antena pemancar.
2. Penguat RF : berfungsi unutk menguatkan sinyal yang ditangkap oleh antena sebelum diteruskan ke
blok Mixer (pencampur).
3. OSC (Osilator Lokal) : berfungsi unutk mebangkitkan getaran frekuensi yang lebih tinggi dari
frekuensi sinyal keluaran RF. Dimana hasilnya akan diteruskan ke blok Mixer.
4. Mixer (pencampur) : Berperan untuk mencampurkan kedua frekuensi yang berasal dari RF Amplifier
dan Osilator Lokal. Hasil dari olahan mixer adalah Intermediate Frequency (IF) dengan besar 10,7
MHz.
5. Penguat IF : digunakan untuk menguatkan Frekuensi Intermediet (IF) sebelum diteruskan ke blok
limiter.
6. Limiter (pembatas) : berfungsi unutk meredam amplitudo gelombang yang sudah termodulasi (sinyal
yang dikirim pemancar) agar terbentuk sinyal FM murni (beramplitudo rata).
7. Detektor FM : digunakan untuk mendeteksi perubahan frekuensi bermodulasi, menjadi sinyal informasi
(Audio).
8. De-emphasis : berfungsi untuk menekan frekuensi audio yang besarnya berlebihan (tinggi) yang
dikirim oleh pemancar.
9. AFC (Automatic Frequency Control / Pengendali Frekuensi Otomatis) : berfungsi unutk mengatur
frekuensi osilator local secara Otomatis agar tetap stabil.
10. Dekoder Stereo : digunakan unutk memproses sinyal Stereo, sehingga hasilnya diteruskan pada 2 buah
penguat AF (FM Stereo).
11. Penguat Audio : digunakan untuk menyearahkan getaran/ sinyal AF serta meningkatkan level sinyal
audio dan kemudian diteruskan penguat AF ke suatu pengeras suara.
12. Speaker (pengeras suara) digunakan untuk mengubah sinyal atau getaran listrik berfrekuensi AF
menjadi getaran suara yang dapat didengar oleh telinga manusia.
17.
Tahapan PCM
PCM merupakan metode umum untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital Dalam sistem digital, sinyal analog yang dikirimkan cukup dengan sampel-sampelnya saja
Sinyal suara atau gambar yang masih berupa sinyal listrik analog diubah menjadi sinyal listrik digital melalui 4 tahap utama, yaitu :
1. Sampling adalah : proses pengambilan sample atau contoh besaran sinyal analog pada titik tertentu secara teratur dan berurutan
Frekuensi sampling harus lebih besar dari 2 x frekuensi yang disampling (sekurang-kurangnya memperoleh puncak dan lembah) [teorema Nyqust]
Hasil penyamplingan berupa PAM (Pulse Amplitude Modulation
2. Quantisasi : Proses menentukan segmen-segmen dari amplitudo sampling dalam level-level kuantisasi
Amplitudo dari masing-masing sample dinyatakan dengan harga integer dari level kuantisasi yang terdekat
3. Pengkodean : proses mengubah (mengkodekan) besaran amplitudo sampling ke bentuk kode digital biner
4. Multiplexing : dari banyak input menjadi satu output fungsi : Untuk penghematan transmisi
Menjadi dasar penyambungan digital
18.
19.
Jelaskan perkembangan generasi teknologi seluler?
IN
G/A
OUT
….
mW
27 dB
3 dBW
2 W
…..
dB
66 dBm
7 W
22 dB
dBW
1.TEKNOLOGI GENERASI AWAL / ZERO GENERATION (0G)
Generasi awal (0G) atau Mobile radio telephone ini merupakan teknologi telepon selular modern permulaan, dimana menggunakan jaringan gelombang radio khusus dengan jangkauan jaringan yang terbatas dan dapat terhubung dengan jaringan telepon umum biasa. Biasa pada mobil dan truk agar dapat berkomunikasi. Mobile radio telephone ini dikenal dengan nama dagang WCCs (Wireline Common Carriers), RCCs (Radio Common Carriers), and two-way radio dealers. Prinsipnya seperti jaringan komunikasi Polisi atau Taxi (walkie-talkie), hanya saja Mobile radio telephone ini mempunyai nomor telepon tersendiri dan terhubung dengan jaringannya tersendiri.
Kemampuan teknologi 0 G (Zero Generation)
Kemampuan teknologi 0 G ini hanya dapat bisa melayani komunikasi suara saja dan merupakan teknologi awal komunikasi bergerak (mobile) yang di implementasikan dan di komersilakan.
Kelemahan teknologi 0 G
Metoda transmisinya masih half-duplex meski pada perkembangannya mendukung full-duplex, jumlah pelangan dan jangkauan jaringannya sangat terbatas, tidak mendukung komunikasi data, oleh karena itu generaasi 0G tidak dapat bertahan lama.
2.TEKNOLOGI GENERASI PERTAMA (1G)
Generasi pertama atau 1G merupakan teknologi handphone pertama yang diperkenalkan pada era 80-an dan masih menggunakan sistem analog. Generasi pertama ini menggunakan teknik
komunikasi yang disebut Frequency Division Multiple Access (FDMA). Teknik ini memungkinkan untuk membagi-bagi alokasi frekuensi pada suatu sel untuk digunakan masing-masing pelanggan di sel tersebut, sehingga setiap pelanggan saat melakukan pembicaraan memiliki frekuensi sendiri (prinsipnya seperti pada stasiun radio dimana satu stasiun radio hanya menggunakan satu frekuensi untuk siarannya).
Kemampuan teknologi 1 G
Kemampuan teknologi 1 G ini hanya dapat bisa melayani komunikasi suara saja tidak dapat melayani komunikasi data dalam kecepatan tinggi dan besar.
Kelemahan teknologi 1 G
Kapasitas trafik yang kecil, jumlah pelanggan yang dapat ditampung dalam satu sel sedikit,
penggunaan spektrum frekuensi yang boros karena satu pengguna menggunakan satu buah kanal frekuensi, dan suara tidak jernih.
3.TEKNOLOGI GENERASI KEDUA (2G)
Teknologi generasi kedua muncul karena tuntutan pasar dan kebutuhan akan kualitas yang semakin baik. Generasi 2G sudah menggunakan teknologi digital. Generasi ini menggunakan mekanisme Time Division Multiple Access (TDMA) dan Code Division Multiple Access (CDMA) dalam teknik komunikasinya.
Kemampuan teknologi 2G
Generasi kedua selain digunakan untuk komunikasi suara, juga bisa untuk SMS (Short Message Service adalah layanan dua arah untuk mengirim pesan pendek sebanyak 160 karakter), voice mail, call waiting, dan transfer data dengan kecepatan maksimal 9.600 bps (bit per second). Kelebihan 2G dibanding 1G selain layanan yang lebih baik, dari segi kapasitas juga lebih besar. suara yang dihasilkan menjadi lebih jernih, karena berbasis digital, maka sebelum dikirim sinyal suara analog diubah menjadi sinyal digital. Tenaga yang diperlukan untuk sinyal sedikit sehingga dapat
Kelemahan teknologi 2 G
Kecepatan transfer data masih rendah, tidak efisien untuk trafik rendah, jangkauan jaringan masih terbatas dan sangat tergantung oleh adanya BTS (cell Tower).
4.TEKNOLOGI GENERASI DUA SETENGAH (2.5G)
Teknologi 2.5G merupakan peningkatan dari teknologi 2G terutama dalam platform dasar GSM telah mengalami penyempurnaan, khususnya untuk aplikasi data. Untuk yang berbasis GSM teknologi 2.5G di implementasikan dalam GPRS (General Packet Radio Services) dan WiDEN, sedangkan yang berbasis CDMA diimplementasikan dalam CDMA2000 1x.
5.TEKNOLOGI GENERASI KETIGA (3G)
Teknologi generasi ketiga (3G Third Generation) dikembangkan oleh suatu kelompok yang diakui para ahli dan pelaku bisnis yang berkompeten dalam bidang teknologi wireless di dunia. 3G (Third Generation) sebagai teknologi yang berfungsi mempunyai kecepatan transfer data sebesar 144 kbps pada kecepatan user 100 km/jam, mempunyai kecepatan transfer data sebesar 384 kbps pada kecepatan berjalan kaki, mempunyai kecepatan transfer data sebesar 2 Mbps pada untuk user diam (stasioner).
Kemampuan teknologi 3G :
Memiliki kecepatan transfer data cepat (144kbps-2Mbps) sehingga dapat melayani layanan data broadband seperti internet, video on demand, music on demand, games on demand, dan on demand lain yang memungkinkan kita dapat memilih program musik, video, atau game semudah memilih channel di TV. Kecepatan setinggi itu juga mampu melayani video conference dan video streaming lainnya.
Kelebihan 3G dari generasi-genersi sebelumnya :
Kualitas suara yang lebih bagus, keamanan yang terjamin, kecepatan data mencapai 2 Mbps untuk lokal/Indoor/slow-moving access dan 384 kbps untuk wide area access, support beberapa koneksi secara simultan, sebagai contoh, pengguna dapat browse internet bersamaan dengan melakukan call (telepon) ke tujuan yang berbeda, infrastruktur bersama dapat mensupport banyak operator dilokasi yang sama. Interkoneksi ke other mobile dan fixed users, roaming nasional dan internasional, bisa menangani packet-and circuit-switched service termasuk internet (IP) dan videoconferencing. Juga high data rate communication services dan asymmetric data transmission, efiensi spektrum yang bagus, sehingga dapat menggunakan secara maksimum bandwidth yang terbatas, support untuk multiple cell layer, co-existance and interconnection dengan satellite-based services, mekanisme billing yang baru tergantung dari volume data, kualitas service dan waktu.
Kelemahan Teknologi 3G
Memerlukan Kontrol Daya “Ideal” dan belum mencukupinya kecepatan transfer data dalam melayani
layanan multimedia yang memerlukan kecepatan yang mumpuni.
6.TEKNOLOGI GENERASI TIGA SETENGAH (3.5G)
Teknologi 3.5 G atau disebut juga super 3G merupakan peningkatan dari teknologi 3G, terutama dalam peningkatan kecepatan transfer data yang lebih dari teknologi 3G (>2 Mbps) sehingga dapat melayani komunikasi multimedia seperti akses internet dan video sharing.
7.TEKNOLOGI GENERASI KEEMPAT (4G- FOURTH GENERATION)
hingga 900 orang insinyur ahli untuk mewujudkan teknologi generasi ke 4.
Motivasi Teknologi 4G
Mendukung service multimedia Interaktif, telekonfrensi, Wireless Intenet, bandwidth yang lebar, bit rates lebih besar dari 3G, global mobility, Service Portability, Low-cost service, dan skalabilitas untuk jaringan mobile.
Teknologi yang baru dalam 4G
Sepenuhnya untuk jaringan packet-switched, semua komponen jaringan digital, bandwidth yang besar untuk mendukung multimedia service dengan biaya yang murah ( Sampai 100 Mbps), dan jaringan keamanan data yang kuat.
Teknologi yang digunakan :
Untuk teknologi 4G, kemungkinan teknologi yang diadaptasi adalah :
MIMO-OFDM (Multi Input Multi Output – Orthogonal Frequency Modulation). OFDM merupakan suatu teknik transmisi multi carrier (banyak frekuensi). Dimana tiap frekuensi adalah orthogonal satu sama lain, sehingga terjadinya overlapping tidak akan menyebabkan interferensi. Dan di sisi lain teknik MIMO dapat membuat kanal paralel independen dalam spatial domain untuk mengirimkan data stream yang beragam. Teknik MIMO bisa memperbesar kapasitas kanal tanpa mengurangi