• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jokowi Resmi Izinkan Orang Asing Miliki

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Jokowi Resmi Izinkan Orang Asing Miliki"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

Jokowi Resmi Izinkan Orang Asing Miliki

Rumah di Indonesia

By Zulfi Suhendra

on 13 Jan 2016 at 17:30 WIB

Sebelum mulai menyewakan properti pribadi Anda, -rumah, apartemen, ruko- rupanya ada beberapa langkah yang harus dipersiapkan secara matang.

Liputan6.com, Jakarta - Kini orang asing boleh memiliki rumah di Indonesia. Presiden Joko Widodo pada 22 Desember 2015 telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 103 Tahun 2015 tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing yang Berkedudukan di Indonesia.

Langkah ini diambil pemerintah untuk lebih memberikan kepastian hukum atas pemilikan rumah tempat tinggal atau hunian oleh orang asing yang berkedudukan di Indonesia.

Setara: Pemerintah Wajib Tindak Tegas

Perusahaan Pembakar Lahan

By Oscar Ferri

on 01 Nov 2015 at 14:22 WIB 78Shares

(2)

 Facebook  Twitter  Google+  Email  Copy Link

Ilustrasi Kebakaran Hutan (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Peneliti Setara Institute, Muhammad Raziv Barokah menilai tidak ada penyebab tunggal yang menyebabkan kabut asap terjadi. Namun, ada sejumlah pemicu utama kenapa kebakaran hutan yang mengakibatkan kabut asap tetap terjadi.

Salah satu pemicunya adalah minimnya penegakkan hukum terhadap raksasa korporasi perkebunan oleh pemerintah pusat. Hal itu juga tentu membuat raksasa pekerbenan menjadi arogan dan kerap tidak patuh pada peraturan.

"Penindakan pelanggaran yang dilakukan korporasi perkebunan cenderung tak terdengar, sehingga mereka cenderung tidak mengindahkan teguran aparat," ucap Raziv di kantor Setara Institute, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Minggu (1/11/2015).

(3)

 Home

 News

 Peristiwa

Menhan: Bela Negara untuk Revolusi Mental

By Oscar Ferri

on 22 Okt 2015 at 11:55 WIB 14Shares

/

 Facebook

 Twitter

 Google+

 Email

 Copy Link

(4)

Liputan6.com, Jakarta - Pembentukan Kader Bela Negara resmi dibuka oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu hari ini. Sebanyak 4.500 orang mengikuti kegiatan ini di 45 kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Ryamizard mengatakan bela negara ini bukan tanggung jawab Kemenhan semata. Tetapi juga seluruh sumber daya di Indonesia. Sebab, bela negara ini diawali dengan rasa cinta pada tanah air.

"Tiap warga negara wajib dan ikut serta dalam bela negara. Upaya bela negara juga merupakan kehormatan warga negara yang didasari rasa kesadaran dan tanggung jawab," kata Ryamizard di Badan Pendidikan Kilat (Badiklat) Kemenhan, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2015). Ryamizard mengatakan, bela negara juga diperlukan untuk menumbuhkan kesadaran dan sikap menjunjung tinggi negara. Karena itu, diharapkan para kader dapat terbangun karakter yang disiplin dan kompak dalam kerja sama.

DPR Pertanyakan Rencana Menhan Rekrut

100 Juta Kader Bela Negara

(5)

Pertemuan antara PT. BNI (Persero) Tbk dengan Kabadiklat Kemhan, Jakarta, Rabu (7/10/2015). BNI ingin menggelar Diklat Bela Negara untuk mendidik pegawai BNI mempunyai rasa

nasionalisme seperti prajurit TNI. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi I DPR Tubagus (TB) Hasanuddin mempertanyakan rencana Menterian Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu yang merekrut 100 juta kader bela negara se-Indonesia. Rencana itu akan dimulai pada akhir 2015.

"Rasanya sulit untuk dimengerti (rekrut 100 juta kader bela negara). Pertama, dilihat dari targetnya ini berarti 10 juta orang per tahun atau 833.000 orang per bulan. Jumlah ini sangat fantastis dibandingkan dengan sarana pelatihan yang dimiliki Badiklat (Badan Pendidikan dan Latihan ) Kemhan yang hanya mampu menampung 600 orang saja," kata Hasanuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/10/2015).

Kedua, lanjut dia, dasar hukum tentang Bela Negara ini belum lengkap. Sebab bela negara baru ada dalam UUD 1945 Pasal 30 ayat 1 yakni tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan negara. Kemudian dalam ayat 5-nya dijelaskan bahwa syarat-syarat ke ikut sertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan diatur dengan UU.

(6)

By Ilyas Istianur Praditya

on 10 Jul 2013 at 15:15 WIB 19Shares

/

 Facebook  Twitter  Google+  Email  Copy Link

Komisi IX DPR mempertanyakan keputusan emerintah yang hanya menetapkan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebanyak 86,4 juta orang. Padahal jumlah masyarakat miskin di tanah air yang tercatat dalam data resmi mencapai 96,7 juta jiwa. Artinya hanya sebanyak 89,34% saja warga miskin yang berhak menerima dana bantuan iuran tersebut.

"Saya masih perlu mempertanyakan kepada Kementrian Keuangan, penerima iuran mengapa hanya 86,4 juta padahal data penduduk miskin yang tercatat adalah sebesar 96,7 juta jiwa," ujar Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Endang Agustini Syarwan Hamid, di Ruang Rapat Komisi IX DPR RI, Jakarta, Rabu (10/7/2013).

(7)

rapat membahas mengenai perkembangan pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada 1 Januari 2014.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Mahendra menjelaskan, data PBI yang digunakan didasarkan pada kebijakan Kementrian Keuangan (Kemenkeu) yang mengalihkan bantuan untuk masyarakat kurang mampu melalui program lainnya demi menjaga stabilitas fiskal negara.

Adnan Buyung: Setiap Warga Wajib Tolak

RUU Ormas

By Widji Ananta

on 30 Jun 2013 at 16:54 WIB 18Shares

/

(8)

Kritik tajam terus diarahkan kepada Rancangan Undang-Undang Ormas (RUU Ormas) yang akan disahkan pada tanggal 2 Juli 2013. Advokat senior Adnan Buyung Nasution menilai masyarakat wajib mencurigai seluruh kekuasaan negara.

"Setiap kekuasaan negara harus dicurigai, wajib hukumnya. Karena kekuasaan negara bisa dengan sewenang-wenang menindas rakyat, misalnya melalui RUU Ormas ini," kata Adnan Buyung Nasution dalam diskusi 'Menolak RUU Ormas, Menolak Hegemoni Negara', di kantor LBH, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (30/6/2013).

(9)

Korsel Beri Penghargaan pada 32

Tokoh Indonesia

By Arie Mega Prastiwi

on 11 Des 2015 at 12:20 WIB

Dubes Korsel untuk Indonesia, Cho Taiyong berpose saat Ramah Tamah

dengan para jurnalis, Jakarta, Kamis (10/12/2015). Cho Taiyong berterimakasih kepada para jurnalis yang memperkenalkan kebudayaan Korea di Indonesia. (Liputan6.com/ Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - "Art is a lie", seni adalah sebuah

acara bertajuk 'Terbang Bersama Menuju Masa Depan' juga

dihidangkan makanan tradisonal Korea Selatan: tteokbokki, bulgogi, gimbab, kimchi, japchae, dan aneka kudapan kue beras manis

atau tteok..

(10)

Dalam kesempatan tersebut, Korsel juga memberikan penghargaan kepada 32 tokoh Indonesia atas kontribusinya mendekatkan

hubungan dua negara.

"Kami memberi penghargaan kepada mereka yang membantu memperkenalkan budaya Korsel di Indonesia," kata Dubes Cho Taiyoung.

Termasuk yang mendapat penghargaan adalah artis, Sandra Dewi; perancang adi busana, Harry Darsono; dosen dan sekaligus orang yang membidani lahirnya jurusan Sastra Korea di Universitas

Indonesia, Ibnu Wahyudi.

"Acara ini bertujuan untuk mempromosikan pertukaran budaya antara Indonesia danKorsel. Kita perlu mengenal satu sama lain secara lebih dekat," ujar Dubes Cho.

Dubes yang terkenal sebagai 'Singing ambassador' memberi kejutan kepada para undangan yang hadir, dengan membawakan lagu 'Satu Nusa Satu Bangsa' dengan penuh penghayatan.

Menhub: Transportasi Nasional Akan

Terintegrasi

By Liputan6

(11)

13

Shares

/

 Facebook

 Twitter

 Google+

 Email

 Copy Link

Liputan6.com, Jakarta: Sistem transportasi nasional bidang infrastruktur antarmoda angkutan darat, laut, udara dan kereta api akan terus diupayakan agar pada tahun-tahun mendatang terintegrasi secara regional dan nasional. Sementara pada 2013 akan selesai jalur ganda Lintas Utara Jawa yang menelan dana Rp 8 triliun.

(12)

berkomitmen untuk merealisasikan program sistem transportasi nasional, sehingga pada tiga tahun mendatang akan terjadi integrasi antarmoda," ujar Menteri Perhubungan Freddy Numberi di Jakarta, Kamis (13/10).

Karena itu, Freddy meminta agar semua pihak bersinergi dan tidak sibuk mempertentangkan konsep dan strategi. Khususnya demi mewujudkan sistem transportasi nasional yang andal yang

berorientasi pada keselamatan dan pelayanan publik.

Cara Menhan Cegah Masyarakat Ikut

Gafatar

By Putu Merta Surya Putra

on 12 Jan 2016 at 16:57 WIB

10

Shares

/

 Facebook

 Twitter

 Google+

 Email

(13)

Menhan Ryamizard Ryacudu saat menghadiri Rapim Kemhan RI Tahun 2016, Jakarta, Selasa (12/1/2016). Rapat membahas tentang meningkatkan sistem pertahanan negara dan kemandirian industri pertahanan. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meminta masyarakat agar tetap tenang meski Organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) merajalela di Tanah Air. Sebab TNI sudah menyiapkan antisipasi agar masyarakat tak dipengaruhi oleh

organisasi yang diduga aliran sesat itu.

"Antisipasi sudah jajaran TNI semua gerak dari Sabang sampai Merauke ada orang-orang Babinsa. Angkatan darat

(14)

(12/1/2016).

Bukan hanya itu, Ryamizard pun menilai, dengan mengadopsi nilai-nilai Pancasila, bisa mencegah aliran sesat yang muncul di

masyarakat. Apalagi, saat ini seluruh Kodam sudah mengadakan program Bela Negara.

Bela Negara, Musisi Rock Luncurkan

`Indonesia Kita`

By Hernowo Anggie

on 21 Des 2015 at 02:00 WIB

18

Shares

/

 Facebook

 Twitter

 Google+

 Email

(15)

Para musisi yang tergabung di album 'Indonesia Kita' di antaranya, Renny Djajusman, Jelly Tobing, Dewa Budjana, Roy Jeconiah, Ivanka dll.

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah musisi rock Indonesia bergabung untuk merilis album bertajuk 'Indonesia Kita'. Lagu-lagu di album tersebut menjadi wujud apresiasi dalam menjalankan program bela negara.

Para musisi yang tergabung dalam album 'Indonesia Kita' di antaranya, Renny Djayusman, Jelly Tobing, Dewa Budjana, Roy

Jeconiah, Ivanka 'Slank', Mel Shandy, Candil, Ita Purnamasari, Grass Rock dan masih banyak lagi.

BACA JUGA

(16)

Katy Perry Musisi Terkaya 2015

5 Musisi Luar Negeri Ini Kepincut Lagu-lagu Indonesia

"Kurang lebih ada sekitar 60 musisi yang bergabung untuk

mempersembahkan mini album Indonesia Kita. Ini bukti nyata kalau para musisi juga siap bela negara, baik dengan karya dan

pengabdian," ucap Renny Djajusman saat ditemui di Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Modal Indonesia Agar Jadi Bangsa

Besar Menurut JK

By Audrey Santoso

on 19 Des 2015 at 11:28 WIB

(17)

Liputan6.com, Jakarta - Dalam rangka peringatan Hari Bela Negara ke-67 tahun, Wakil Presiden Jusuf Kalla ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia memaknai perjuangan bangsa.

Ia mengatakan, perjuangan para pahlawan untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dapat diteruskan

dengan perjuangan masyarakat, dalam membesarkan nama bangsa dan membela negara.

"Para pejuang telah berjuang mengorbankan jiwa raga untuk

membela Tanah Air dari penjajah. Bela negara saat ini tidak hanya dilakukan dengan senjata. Semua anak bangsa harus bergerak untuk bela negara," kata JK saat menjadi Inspektur Upacara di Hari Bela Negara ke-67 di Lapangan Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (19/12/2015).

Menurut JK, salah satu modal bangsa Indonesia untuk menjadi negara yang besar di mata internasional adalah kemajemukannya.

BACA JUGA

Jusuf Kalla Peringati Hari Bela Negara di Monas

Menhan Ryamizard: Perang ke Depan Perang Cuci Otak

Ketum PBNU: Bela Negara Bisa Kikis Terorisme

(18)

Oleh sebab itu, JK mengimbau kepada masyarakat untuk menjunjung tinggi rasapersatuan, meski terlahir dari suku, adat dan bahasa yang berbeda. Ia yakin semua tantangan dan ancaman terhadap bangsa ini dapat teratasi jika ada kebersamaan antar masyarakat.

"Saya mengajak seluruh bangsa membangun kebersamaan dan persatuan. Mari membangun sinergi meski kita berasal dari latar belakang berbeda," ujar JK

Hadapi 2 Peristiwa Besar,

Masyarakat RI Harus Ubah Pola Pikir

By Fiki Ariyanti

on 25 Nov 2015 at 13:41 WIB

12

Shares

/

 Facebook

 Twitter

 Google+

 Email

(19)

Ratusan peti kemas di area JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (22/10/2015). Mendag Thomas T. Lembong memproyeksikan, kinerja ekspor hingga akhir tahun akan turun 14% dan impor turun 17% secara year on year. (Liputan6.com/ Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dihadapkan pada dua peristiwa bersejarah yang menuntut perubahan pola pikir masyarakat. Pertama adalah Trans Pacific Partnership (TPP) dan kedua, dikukuhkannya mata uang renminbi atau Yuan sebagai mata uang Internasional oleh International Moneter Fund (IMF).

(20)

dan memanfaatkan momentum perkembangan bersejarah ini," tegasnya.

Menurut Lembong, TPP atau Kemitraan Trans-Pasifik mengubah secara total peta perdagangan dan peta geopolitis dunia. Hanya saja untuk memasuki babak tersebut, pemerintah Indonesia lebih dulu menggelar perjanjian perdagangan (trade agreement) dengan Uni Eropa.

Sedangkan peristiwa kedua, lanjutnya, mengenai pengumuman Renminbi atau Yuan China sebagai mata uang dunia ke-5, selain Dolar Amerika Serikat, Yen Jepang, Euro dan Poundsterling.

(21)

Membangun NKRI yang Kuat,

Amanat Para Pahlawan

By Liputan6

on 13 Nov 2013 at 09:35 WIB

15

Shares

/

 Facebook

 Twitter

 Google+

 Email

(22)

Citizen6, Jakarta: HUT TNI yang ke-68 lalu tentu menjadi momentum merefleksikan diri bagi para prajurit bahwa masyarakat Indonesia merupakan ibu kandung yang telah melahirkan dan membentuk jiwa patriotisme TNI. Memberikan kekuatan dengan kesadaran bahwa TNI selalu siap berjuang dan mengabdikan diri sekuat tenaga dan

profesional untuk kepentingan rakyat Indonesia.

Hal ini dapat dilihat dari kemanunggalan TNI dan rakyat yang terbangun dalam jiwa bangsa atas rasa senasib sepenanggungan guna meraih dan mewujudkan cita-cita bangsa. Selain itu, berbagai tatanan nilai yang melandasi setiap perjuangan TNI yakni Sumpah Prajurit, Sapta Marga, Delapan Wajib TNI, dan Sebelas Azas

kepemimpinan merupakan simbol kekuatan bahwa TNI akan selalu mengabdikan diri kepada rakyat.

Setidaknya TNI memiliki 2 prinsip dasar yaitu prinsip hak sejarah (birthright principle) dan prinsip kompetensi (competence principle). Prinsip hak sejarah didasarkan pada suatu interpretasi sejarah bahwa militer berperan besar dalam sejarah pembentukan bangsa dan siap berkorban untuk mewujudkan dan mempertahankan negara.

Sedangkan, prinsip kompetensi menjelaskan militer merupakan institusi terbaik yang dimiliki negara untuk mempertahankan dan mencapai kepentingan nasional.

Dengan demikian, berdasarkan prinsip hak sejarah dan prinsip kompetensi tersebut, maka TNI sejak awal memiliki wujud

(23)

yang terpadu sesuai abstraksi semangat kejuangan, patriotisme dan nasionalisme para pendiri (The founding Fathers) bangsa.

Pengalaman sejarah yang dilewati oleh TNI dan rakyat Indonesia dalam perjuangan meraih kemerdekaan merupakan alasan logis terjadinya perbedaan mendasar mengenai visi, profesionalisme TNI. Sebagai institusi yang lahir dari kancah perjuangan bersama rakyat, profesionalisme TNI tidak semata-mata diukur dari keahlian

(expertise), tanggung jawab (responsibility) dan jiwa korsa

(corporateness atau spirit de corps) yang terbatas di lingkungan komunitas militer semata, sehingga menjadi institusi yang eksklusif, hidup terpisah dengan rakyatnya.

(24)

Apakah anda mengenal para pahlawan yang berada dalam mata uang? Yuk kita intip sedikit informasi tentang mereka (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Era globalisasi merupakan tantangan sekaligus ancaman untuk eksistensi sebuah bangsa. Respon positif merupakan kekuatan agar tidak mengubur identitas dan segala potensi bangsa.

“Eksistensi sebuah negara tidak terlepas dari pilar-pilar kebangsaan yang terbangun dari nilai-nilai yang berkembang di dalam masyarakatnya,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawanasa saat pertemuan dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Se-Indonesia di Gedung Konvensi TMPNU Kalibata, Jakarta, Rabu (12/11/2014).

Kandungan Pancasila dan UUD 1945 terlihat jelas pilar-pilar kebangsaan sebagai penjabaran dari ideologi negara. Penetapan UUD 1945 (18 Agustus 1945), sebagai UU dasar negara yang didalamnya nilai-nilai 5 sila dalam Pancasila merupakan deklarasi dari karakter bangsa Indonesia.

(25)

Nilai kepahlawanan bukan bentuk pasif dari tradisi, melainkan proses aktualisasi yang dinamis dalam interaksi sejarah yang panjang. Proses interaksi menjadikan eksistensi warga negara sebagai penentu kuat dan tidaknya identitas bangsa.

“Inilah arti strategis nilai-nilai kepahlawanan sebagai penyaring, sekaligus landasan Indonesia dalam percaturan global. Pembekalan pelestarian nilai kepahlawanan disosialisasikan mulai dari para siswa-siswi sekolah,” terangnya.

Firman Golkar: Pengadilan HAM di

Belanda Bisa Bikin Sakit Hati

By Gerardus Septian Kalis

on 13 Nov 2015 at 16:26 WIB

14

Shares

/

 Facebook

 Twitter

 Google+

 Email

(26)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo mengatakan, pemerintah Belanda harus mampu mengendalikan aksi dan tindakan sekelompok masyarakat Negeri Kincir Angin yang

mengajukan International People's Tribunal atau Pengadilan Rakyat International untuk menyidangkan kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 1965.

"Hal tersebut (pengadilan HAM) merupakan aktivitas yang mengada-ada dan akan merugikan hubungan baik kedua negara yang sudah dibangun sekian lama, dan dapat menimbulkan kesakithatian," ucap Firman lewat keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (13/11/2015).

(27)

merdeka dan berdaulat, sehingga mampu menyelesaikan permasalahannya sendiri.

"Kalau kita bicara dalam konteks pelanggaran HAM selama 3,5 abad, berapa jumlah pelanggaran HAM yang dilakukan bangsa Belanda kepada rakyat Indonesia? Berapa rakyat yang telah dibunuh, disuruh kerja paksa, ditindas harus menyerahkan upeti kepada pemerintah penjajah Belanda saat itu?" tutur Firman yang juga Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR.

Peran Intelijen Semakin Dibutuhkan

Hadapi Ancaman Asimetris

By Liputan6

on 23 Nov 2013 at 14:27 WIB

17

Shares

/

 Facebook

 Twitter

 Google+

 Email

(28)

Citizen6, Jakarta: Tindakan penyadapan yang dilakukan oleh Australia dan Amerika melalui kedutaan besarnya di Indonesia sebagai tindakan yang sangat melanggar etika diplomasi. Bagi kita penyadapan ini kan merupakan suatu pelecehan terhadap

persahabatan antara kedua negara yang seharusnya saling menghormati. Karena kita negara bersahabat dan bertetangga.

Indonesia adalah bangsa yang besar, baik dari luas wilayah maupun jumlah penduduknya, letak geografisnya juga amat strategis.

Indonesia tumbuh sebagai negara demokrasi terbesar ketiga setelah Amerika Serikat dan India. Belum lagi dinamika di Tanah Air tak

jarang menjadi perhatian dunia internasional dan banyak kepentingan asing di negeri ini seperti penanam modal asing atau perwakilan

(29)

Memaknai Sumpah Pemuda 2013

By Liputan6

on 26 Okt 2013 at 09:57 WIB

11

Shares

/

 Facebook

 Twitter

 Google+

 Email

 Copy Link

Citizen6, Jakarta: Pemuda ujung tombak menuju bangsa yang

(30)

ternilai harganya. Kemajuan atau kehancuran bangsa dan negara banyak tergantung pada kaum mudanya sebagai agent of

change (agen perubahan). Pada setiap perkembangan dan

pergantian peradaban selalu ada darah muda yang mempeloporinya.

Bung Karno dalam pidatonya yang berapi-api dan semangat membara mengatakan,"Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia."

Soekarno Penyambung Lidah rakyat Indonesia Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia

Tidak bisa dielakkan bahwa masa depan bangsa dan negara

(31)

Home News

Liputan Khusus

Bela Negara di Era Facebook

By Taufiqurrohman

on 19 Okt 2015 at 22:09 WIB

2.6k

Shares

/

 Facebook

 Twitter

 Google+

 Email

(32)

Para pelajar ikut hadir dalam memperingati upacara Hari Bela Negara, Jakarta (19/12/2014). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Lontaran rencana program bela negara tak hanya menuai polemik pro-kontra kosong. Sejumlah pihak memberi catatan bagaimana program ini sebaiknya dijalankan. Dari berbagai keterangan, terangkum pemahaman bahwa bela negara bukan hanya soal angkat senjata.

Ketua Majelis Permusyawarakatan Rakyat Zulkifli Hasan mengaku menerima konsep tersebut, namun ia meminta teknis

pelaksanaannya disesuaikan dengan perkembangan zaman. Ia

(33)

"Bela negara itu penting sekali. Karena apa? Karena persaudaraan bangsa itu mulai jauh, saling sikut. Kadang kita seperti bermusuhan, saling mengkhianati. Roh persaudaraan mulai luntur, " jelas usai

menghadiri Milad ke-57 Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jumat (16/10/2018).

"Nanti teknisnya kita bicarakan. Harus menyesuaikan zaman

sekarang, bukan seperti yang dulu-dulu. Anak-anak sekarang kan sudah main Facebook, Twitter, beda dengan dulu," ujarnya.

Segendang sepenarian, Presiden Joko Widodo Kepala Negara mengatakan pendekatan pemahaman bela negara saat ini yaitu

bagaimana mengubah pola pikir dari semula berpandangan pesimistis menjadi optimistis.

Menteri Agraria: Warga Kalijodo

Berhak Atas Tanahnya

By Silvanus Alvin

on 19 Feb 2016 at 13:23 WIB

844

Shares

/

 Facebook

(34)

 Google+

 Email

 Copy Link

Sejumlah warga memasang spanduk berisi tuntutannya di Jalan Kepanduan II atau pintu masuk Kalijodo. (Liputan6.com/Putu Merta Putra Surya)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan mengatakan, tanah di kawasan Kalijodo,

Penjaringan, Jakarta Utara, merupakan milik negara. Namun di sisi lain, warga yang tinggal di sana memiliki hak atas tanahnya.

"Ini kan prosesnya ada pembiaran lama, jadi mereka sudah punya keberhakan, adat, sertifikat," kata Ferry di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (19/2/2016).

Oleh karena itu, Ferry meminta agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mempertimbangkan faktor keberhakan tanah warga Kalijodo.

"Kan proses pembiaran yang cukup lama ini yang harus kita

pertimbangkan menjadi faktor mereka punya keberhakan," ujar Ferry.

Warga Kalijodo menolak penertiban. Mereka berdalih tidak bisa direlokasi karena memiliki sertifikat rumah serta telah membayar Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB-P2).

(35)

Ahok: Tak Apa-apa Warga Kalijodo Demo, Terus Mau Ngapain?

Warga Kalijodo Geruduk Gedung DPRD DKI Jakarta

Krishna Murti: Kalijodo Itu Daerah Tak Beradab

Ratusan warga Kalijodo berunjuk rasa di depan gedung DPRD DKI Jakarta. Mereka meminta dewan berbicara kepada Ahok agar

menunda penertiban Kalijodo.

"Enggak apa-apa demo. Depan juga demo, semua demo. Terus mau ngapain? Kamu mau dialog 2 tahun, 20 tahun sama saja kok," kata Ahok di Balai Kota.

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengutarakan rencananya menertibkan berbagai kawasan secara besar-besaran. Terlebih, kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta terus menerus berkurang.

Selama ini, pencapaian tertinggi RTH di Jakarta hanya 10% dari

kewajiban 33%. Sekarang justru terus turun hingga di bawah 10%. Itu disebabkan karena satu ruang terbuka hijau bisa sudah dikuasai

warga ilegal yang terus beranak pinak hingga menutupi semua kawasan hijau.

(36)

Home News Peristiwa

HKTI Siap Fasilitasi Eks Gafatar

yang Ingin Terus Bertani

By Putu Merta Surya Putra

on 28 Jan 2016 at 14:27 WIB

17

Shares

/

 Facebook

 Twitter

 Google+

 Email

(37)

Mahyudin menegaskan, dengan keluarnya SK menkumham tak ada lagi HKTI versi munas lainnya.

Liputan6.com, Jakarta - Mantan anggota Gerakan Fajar

Nusantara (Gafatar) yang telah dipulangkan dari Kalimantan, masih ingin melakukan transmigrasi dan melakukan aktivitas bertani. Ini sesuai dengan program kerja mereka.

Terkait hal itu, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengaku akan memfasilitasi eks anggota Gafatar yang ingin bertani. Karena sebagai warga Indonesia, mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan warga lainnya.

"Harusnya diterima. Mereka warga negara Indonesia juga. Dan saya kira, kalau musim berganti, manusia juga berubah," ujar Ketum

(38)

BACA JUGA

Wakil Ketua MPR Mahyudin Terima SK HKTI dari MenkumhamPersatukan Keluarga Eks Gafatar Jadi Prioritas Mensos KhofifahPolisi Kaji Laporan Dugaan Penistaan Agama oleh Gafatar

Wakil Ketua MPR itu pun mengatakan, jangan ada yang

mendiskreditkan para eks Gafatar serta menjauhi mereka. Masyarakat juga diimbau agar memaafkan mereka.

"Saat tuhan maha pengampun, masa kita tidak bisa memaafkan orang saat kembali ke jalan yang benar," kata dia.

Politikus Golkar itupun juga meminta agar masyarakat tidak

memberikan stigma bahwa mereka sebagai orang sesat, terutama bagi yang ingin bertani kembali.

"Jangan lantas dicap mereka (eks Gafatar) sebagai orang sesat. Jangan begitu cara pikiran kita," ujar dia.

HKTI mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan Nasional periode 2015-2020. Ketua HKTI Mahyudin pun berjanji dan meminta para pengurus untuk memakmurkan petani dan pedesaan.

(39)

Pertanyakan Surat Tugas,

Pengendara Motor Ini Malah

Dilaporkan

By Sulung Lahitani Mardinata

on 02 Jan 2016 at 15:44 WIB

186

Shares

/

 Facebook

 Twitter

 Google+

 Email

(40)

Kamu Harus Tahu, Razia Polisi Baru Sah Kalau Memenuhi 5 Hal Ini | via: kaskus.co.id

Citizen6, Jakarta Aksi arogan polisi masih sering terjadi. Seorang pengendara motor bernama Joni Hermawan dilaporkan ke Sat

Reskrim Polres Tanah Datar karena mempertanyakan surat perintah tugas dalam sebuah razia di Batusangkar, Tanah Datar, Sumatera Barat. Joni dilaporkan oleh Kasat Lantas Polres Tanah Datar, Iptu Avani Erliansyah atas kasus dugaan melawan polisi.

BACA JUGA

Artis Berinisial VA Ditangkap Polisi di Malam Tahun Baru?

Ledakan Depan Rumah Ridwan Kamil, Polisi Akan Periksa CCTV

Joni yang tak terima dengan perlakuan tersebut, membeberkan fakta sebenarnya razia tersebut. Menurut Joni dalam kronologi yang ia tulis, awalnya pada 24 Desember 2015 ia dihentikan oleh salah seorang polwan yang sedang melakukan razia. Joni merasa kaget karena tidak melihat Plang Pemeriksaan yang seharusnya dipasang sebelum

lokasi razia. Ia pun mempertanyakan legalitas razia tersebut.

Belakangan, terjadi debat sengit antara Joni dengan Kasat Lantas Polres Tanah Datar. Baik Joni maupun pihak polisi sama-sama merekam peristiwa tersebut. Awalnya Joni memilih untuk berdamai dengan pihak kepolisian untuk tidak mengunggah video razia tersebut ke sosial media. Akan tetapi alangkah kagetnya Joni saat ia

(41)

Berikut kronologi selengkapnya sebagaimana yang ditulis Joni dalam akun Facebook miliknya.

'Cemen, seorang Kasat Lantas melaporkan saya ke Sat Reskrim':

Kepada seluruh nitizen mohon do'a dan dukungannya, serta mohon menilai kasus ini secara objektif. Terkait sikap kritis saya akhir-akhir ini terhadap Polantas, kali ini patut diduga ada upaya kriminalisasi terhadap saya.

Peristiwa terjadi Kamis 24 Desember 2015 Pukul 10:00 WIB. Saya yang saat itu melintas di Jl. Picuran 7 Batusangkar tiba-tiba di

hentikan oleh salah seorang petugas Polwan dari Sat Lantas Polres Tanah Datar yang katanya saat itu sedang melakukan razia

kendaraan. Saya yang tidak mengetahui saat itu sedang ada razia merasa kaget, pasalnya tidak ada tanda razia seperti Plang

Pemeriksaan yang seharusnya di pasang 100 M sebelum lokasi razia, sontak saya protes lalu mempertanyakan mengenai legalitas razia tsb kepada petugas yang menghentikan saya itu, petugas tersebut lalu memanggil komandannya yang belakangan di ketahui beliau

merupakan Kasat Lantas Polres Tanah Datar dengan nama IPTU Avani Erliansyah. Beliau lalu menanyakan apa dasar saya

(42)

pengendara untuk mengetahuinya, serta ngotot ingin menilang saya karena tidak mau menunjukan SIM dan STNK.

Sempat terjadi perdebatan sengit antara saya dengan beliau,

akhirnya beliau meminta salah seorang anggotanya untuk merekam saya, sayapun tidak tinggal diam lantas mengeluarkan gadget dari dalam tas dan juga ikut merekam aksi beliau. Beliau memerintahkan anggotanya untuk menerbitkan surat tilang dan hendak menyita kendaraan saya, namun saya menolak menerima dan

menandatangani surat tilang tsb, sampai akhirnya beliau tidak jadi menyita kendaraan saya.

Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi jika anggota yang melaksanakan tugas di lapangan bersikap arif dan menyadari akan hak dan

kewajiban masing-masing, mereka boleh menuntut haknya jika telah memenuhi kewajibannya yang merupakan hak bagi pengendara, salah sarunya yaitu menunjukan sprint.

Tadinya saya ingin memberikan reward dan apresiasi yang sebesar-besarnya pada IPTU Avani Erliansyah atas sikap persuasif beliau, bisa mengontrol emosi serta jauh dari sikap pongah dan arogan

dengan tidak akan mengunggah video ini ke socmed walaupun beliau telah mengkebiri hak saya dengan menolak menunjukan sprint,

bahkan salah seorang anggotanya telah membawakan sprints itu namun ketika anggota tsb hendak memperlihatkannya ke saya beliau malah melarangnya.

(43)

Reskrim Polres Tanah Datar atas tuduhan DUGAAN TINDAK PIDANA TIDAK MENURUTI PERINTAH PETUGAS KEPOLISIAN PADA SAAT MELAKSANAKAN DINAS KEPOLISIAN dan hari ini saya diminta hadir menghadap Kasat Reskrim. Walaupun kurang elegan seorang Kasat Lantas melaporkan masyarakat sipil seperti saya, namun saya tetap menghargai hak beliau untuk melaporkan saya. Tapi sebagai warga negara saya juga punya hak untuk

melaporkan beliau ke Div Propam terkait banyaknya ketentuan yang beliau langgar pada saat melakukan razia, mulai dari tidak adanya Plang Pemeriksaan (plang pemeriksaan tidak terpasang

sebagaimana mestinya), tidak mau menunjukan sprint yang merupakan hak pengendara, serta tindakan kesemena-menaan beliau terhadap saya dengan melaporkan saya.

Sekali lagi, sebenarnya saya tidak ingin mengunggah video ini ke socmed atas pertimbangan :

1. Demi menjaga marwah dan nama baik Tanah Datar (walaupun saya berdomisili di Bukittinggi namun saya adalah putra asli Tanah Datar)

2. Sikap IPTU Avani yang sangan kondusif dalam menghadapi saya 3. Saya sangat menghormati Kasi Propam Polres Tanah Datar karena saya mempunyai kedekatan emosional yang erat dengan beliau

(bahkan saya sudah anggap beliau seperti kakak saya sendiri).

(44)

Mohon dukungan moril pada netizen semua, untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.

Bela Negara = Wajib Militer?

By Putu Merta Surya Putra

on 19 Okt 2015 at 22:00 WIB

13.5k

Shares

/

 Facebook

 Twitter

 Google+

 Email

(45)

Bendera Merah Putih berukuran besar berkibar di Tugu Monas, Jakarta (19/12/2014). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah rapat tertutup digelar Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat bersama Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di gedung parlemen, Senin (19/10/2015). Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo beserta petinggi TNI lain juga turut hadir. Mereka membahas rencana program yang belakangan populer: bela negara.

Usai rapat Ryamizard tak memberikan penjelasan rinci. Dia hanya menegaskan bela negara merupakan hal yang penting untuk

diterapkan kepada rakyat Indonesia. "Yang penting kamu cinta nggak sama negara? Itu bela negara," kata Ryamizard.

Dia juga menegaskan tidak perlu undang-undang khusus untuk program tersebut. Menurut dia, payung hukum program bela negara adalah konstitusi. "Undang-undang ada UUD. Hak dan kewajiban membela negara," ujar dia.

Sebelumnya, Ryamizard melontarkan rencana akan meluncurkan program bela negara, di Istana Negara, Senin 12 Oktober lalu. Seturut program itu, Kementerian Pertahanan berencana merekrut 100 juta kader bela negara se-Indonesia.

(46)

Seperti dijelaskan melalui situs resmi Kementerian Pertahanan, Kemhan bersama beberapa kementerian / lembaga terkait juga sepakat membentuk kader-kader bela negara di kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Kader bela negara diharapkan mampu menjadi komponen daya tangkal bangsa dalam mendukung pertahanan negara.

Program ini disebut untuk mendukung program Revolusi Mental pemerintahan Kabinet Kerja. Kemhan melalui Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kemhan akan membentuk Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Bela Negara.

Nantinya, kesepakatan tersebut tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) tentang Pembentukan Kader Bela Negara di Kabupaten/Kota yang ditandatangani antara Kemhan bersama

Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pedayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Selain itu juga dengan Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Riset dan Teknologi dan

(47)

Atlet Binaraga Ade Rai didaulat menjadi pemimpin upacara Hari Bela Negara di Lapangan Silang Monas, Jakarta (19/12/2014).

(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Alhasil, rencana program bela negara pun menuai pro kontra.

Anggota Komisi I DPR Ahmad Muzani mengatakan pihaknya terkejut mendengar rencana tersebut.

(48)

Politisi Partai Gerindra itu menyarankan, di tengah situasi

pertumbuhan ekonomi yang sedang sulit, sebaiknya anggaran bela negara ini digunakan untuk memperkuat perekonomian.

"Bela negara dimaksudkan untuk memperkuat posisi rakyat yang secara ekonomi lemah. Kekuatan negara itu ada di rakyatnya, tapi ketika rakyat menganggur, makan kurang, daya beli rendah, maka negara itu akan lemah," ujarnya.

Mengenal Wajib Militer dari Berbagai

Negara

By Sulung Lahitani Mardinata

on 05 Nov 2015 at 09:41 WIB

13

Shares

/

 Facebook

 Twitter

 Google+

 Email

(49)

Kangin `Super Junior` dan personel BOYFRIEND telah menyiapkan diri lahir dan batin mengikuti wajib militer.

Citizen6, Jakarta Wajib militer atau seringkali disingkat sebagai wamil adalah kewajiban bagi seorang warga negara berusia muda, biasanya antara 18 - 27 tahun untuk menyandang senjata dan menjadi anggota tentara dan mengikuti pendidikan militer guna meningkatkan

ketangguhan dan kedisiplinan seorang itu sendiri. Wamil biasanya diadakan guna untuk meningkatkan kedisiplinan, ketangguhan,

kebranian dan kemandirian seorang itu dan biasanya diadakan wajib untuk pria lelaki. Yang harus wamil biasanya adalah warga pria.

Pada masa kini, wamil tergolong kontroversial, karena adanya

(50)

Orang-orang yang masuk wamil dapat menghindarinya, terkadang dengan meninggalkan negaranya.

Berikut ini daftar negara yang melaksanakan Wajib Militer:

1. Mesir

Dengan jangka waktu Wajib Militer selama 12 sampai 30 bulan. Wajib Militer di Mesir diwajibkan bagi warga negara yang berusia 18 sampai 30 tahun. Selain itu, untuk menghindari pelanggaran-pelanggaran yang ada. Pemerintah Mesir tidak mengizinkan Warga Negaranya yang berumur kurang dari 25 tahun berpergian ke luar negeri tanpa persetujuan Kementerian Ketahanan dan Keamanan.

2. Republik Cina (Taiwan)

Pada Republik Taiwan sudah ditetapkan sejak tahun 1949. Tetapi pada tahun 2007, masa Wajib Militer di Taiwan dipotong menjadi lebih pendek menjadi 14 bulan.

3. Korea Selatan

Berbeda dengan Wajib Militer pada umumnya, di Korea Selatan wajib militer diperbolehkan dengan jangkauan umur 18-35 tahun. Jangka waktu Wajib Militer pun lebih lama, yaitu 24 bulan.

4. Malaysia

(51)

Dengan jangka waktu pendek (3 bulan). Program ini dicanangkan pemerintah Malaysia sejak Desember 2003.

Selengkapnya, baca langsung di sini

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Alasan Yusril Jadi Kuasa Hukum

Dirut Pelindo II RJ Lino

By Luqman Rimadi

on 19 Des 2015 at 14:01 WIB

19

Shares

/

 Facebook

 Twitter

 Google+

 Email

(52)

Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra saat

menggelar konferensi pers di Kantor PBB, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2015). PBB memberikan tanggapan mengenai kinerja setahun pemerintahan Jokowi-JK. (Liputan6.com/Andrian M Tunay)

Liputan6.com, Jakarta - Yusril Ihza Mahendra menawarkan diri

sebagai kuasa hukum Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan

Korupsi (KPK). Alasannya, setiap warga negara memiliki hak untuk dibela.

(53)

Menurut dia, KPK yang mewakili negara berwewenang menyatakan seseorang sebagai tersangka pelaku tindak pidana. Jika cukup bukti, KPK juga berwewenang menuntutnya ke pengadilan.

"Dalam proses seperti itu kedudukan negara dan warganya seimbang. Ini adalah inti dari doktrin negara hukum. Aparatur negara wajib

menegakkan hukum dengan benar dan adil (due process of law) tidak boleh sembarangan apalagi sewenang-wenang," ujar dia.

BACA JUGA

Dirut Pelindo II RJ Lino Jadi Tersangka, Ini Komentar JK

Buwas Puas RJ Lino Jadi Tersangka Kasus Pelindo II

Buwas: Jika Saya Kabareskrim, Tak Butuh Lama Tersangkakan RJ Lino

Sementara sebagai advokat, kata Yusril, dirinya berkewajiban mengawal semua proses hukum itu. Agar hak-hak tersangka tetap terjamin dan kewenangan negara dijalankan oleh aparatnya secara adil dan proporsional.

Begitu juga, kata dia, dalam menggunakan landasan hukum dan

pengumpulan alat bukti, advokat akan bersikap kritis apakah landasan dan argumentasi hukum yang digunakan aparatnya tepat dan apakah alat bukti cukup dan relevan dengan perkara atau tidak.

(54)

Referensi

Dokumen terkait