• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS RANTAI PASOK PADA JASA PENGURUSAN TRANSPORTASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS RANTAI PASOK PADA JASA PENGURUSAN TRANSPORTASI"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS RANTAI PASOK PADA JASA PENGURUSAN

TRANSPORTASI

Anita

Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya No. 100, Depok 16424, Jawa Barat

[email protected] Abstrak

Pengembangan sistem transportasi yang efektif dna efisien dapat diterapkan dengan menggunakan konsep manajemen rantai pasok. Rantai pasok merupakan jaringan perusahaan-perusahaan yang secara Bersama-sama bekerja untuk menciptakan dan mengantarkan suatu produk ke tangan pemakai ahir (konsumen). Skema rantai pasok perusahaan jasa pengurusan transportasi memainkan peran penting dalam mengantarkan barang perusahaan manufaktur atau yang ber-output barang kepada konsumen akhirnya. Rantai pasok PT. X menggambarkan bagaimana jasa pengurusan transportasi (seluruh layanan) dilakukan perusahaan. Terdapat 3 konponen dan beberapa pihak didalam peta rantai pasok ini diantaranya adanya 3 pemasok utama (pelanggan Door to Door, pelanggan Port to Door dan pelanggan Door to Port) yang disebut upstream supply chain, kemudian ada proses pengelolaan barang dan keputusan perusahaan yang disebut sebagai internal supply chain management untuk memutuskan atau menentukan mitra yang akan membawa barang tersebut kepada alamat tujuan/pelanggan akhir yang disebut sebagai Downstream Supply Chain Segment.

Kata Kunci: Rantai pasok, Jasa dan Transportasi

Abstract

The development of an effective and efficient transportation system can be applied using the concept of supply chain management. The supply chain is a network of companies that work together to create and deliver a product into the hands of the end user (consumer). The supply chain scheme of transportation management service companies plays an important role in delivering goods for manufacturing companies or those with output goods to final consumers. Supply chain PT. X describes how transportation management services (all services) are carried out by the company. There are 3 components and several parties in this supply chain map including the 3 main suppliers (Door to Door customers, Port to Door customers and Door to Port customers) called the upstream supply chain, then there is the process of managing goods and company decisions which is referred to as internal. supply chain management to decide or determine the partner who will bring the goods to the destination address / final customer which is referred to as the Downstream Supply Chain Segment.

(2)

PENDAHULUAN

Kegiatan ekspor impor merupakan salah satu pendorong perekonomian suatu negara. Dapat dilihat pada gambar 1, nilai ekspor impor di Indonesia dapat dikatakan stabil dalam 5 tahun belakangan ini (Badan Pusat Statistik, 2016). Hal ini dikarenakan nilai ekspor impor tersebut tidak naik maupun turun secara signifikan. Disamping nilai ekspor impor yang stabil tersebut ternyata pesanan konsumen di perusahaan ekspor impor merangkak naik pada bulan-bulan tertentu seperti menjelang bulan-bulan puasa,

Gambar 1. Nilai ekspor impor tahun 2011 – 2015 di Indonesia (Saraswati, 2017)

Kegiatan ekspor impor tidak terlepas dari transportasi. Transportasi dapat dilakukan melalui darat laut dan udara. Salah satunya yang akan dibahas pada penelitian ini adalah transportai laut. Transportasi laut didefinisikan sebagai proses membawa dan menangani kargo-kargo yang melewati laut, transportasi laut menekankan pada fungsi individual. Setiap fungsi mencapai tujuan dan daya saingnya sendiri-sendiri. aktivitas yang dilakukan oleh transportasi laut yaitu melakukan kontrak, pengiriman, sea voyage, pemindahan kargo dan bongkar muat.

Pada dasarnya dalam menerima permintaan pengiriman barang oleh pelanggan, setiap perusahaan jasa pengurusan transportasi (Freight Forwarder) bertanggung jawab atas semua kegiatan yang diperlukan untuk terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui transportasi laut, darat dan udara. Dalam prakteknya, perusahaan jasa pengurusan transportasi akan bekerjasama dengan perusahaan Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) untuk mengurus dokumen barang pelanggan via kapal laut melalui jalur laut atau Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) untuk memindahkan barang pelanggan via kapa udara melalui udara dan bekerjasama dengan perusahaan jasa pengangkutan barang (trucking) untuk melancarkan pemindahan barang pelanggan dijalur darat via truk agar barang sampai pada alamat tujuan. Hal tersebut dilakukan jika perusahaan tidak mampu untuk mengurus sendiri barang pelanggan.

Adinda Saraswati (2017), dalam penelitiannya yang bertujuan membangun supply chain resilience pada PT Bimasco. Penelitian ini mengadopsi pendekatan Quality Function Deployment (QFD) yaitu dengan menggunakan tiga House Of Quality (HOQ). HOQ 1 menilai

(3)

hubungan antara kebutuhan pelanggan dengan potensi risiko sehingga didapatkan prioritas risiko. Langkah selanjutnya yaitu membangun HOQ 2 yang menilai hubungan antara potensi risiko dengan penyebab risiko sehingga didapatkan prioritas penyebab risiko. Lalu langkah terakhir yaitu membangun HOQ 3 yang menilai hubungan antara penyebab risiko dengan resilience measures sehingga didapatkan prioritas resilience measures. Pada akhir penelitian ini diperoleh 3 besar prioritas risiko yaitu kerusakan alat komunikasi, kesalahan dalam pelayanan, dan kesalahan dalam penanganan dokumen. Untuk 3 besar resilience measures yang dapat digunakan untuk menyusun strategi mitigasi yang tepat untuk meningkatkan supply chain resilience di PT Bimasco yaitu memberikan pelatihan mengenai cara berkomunikasi yang baik, menggunakan sistem penilaian kinerja karyawan dengan KPI setiap bulan dan memberikan pelatihan mengenai ekspor dan impor kepada karyawan.

Penelitian Chintya Stefanny Anis dkk (2017) berfokus pada pengelolaan aliran material serta aliran informasi dari rantai pasok tepung kelapa pada PT. XYZ. Data yang digunakan dalam penelitan ini adalah data primer dan sekunder. Data primer didapat melalui pengamatan di lapangan serta wawancara secara langsung. Wawancara dilakukan dengan pihak perusahaan terkait logistik perusahaan untuk mengetahui gambaran rantai pasok serta pengelolaan rantai pasok yang dilakukan oleh perusahaan. Selain itu, peneliti juga melakukan wawancara dengan petani kelapa serta pengumpul untuk mengetahui kondisi harga kelapa terkini serta alur bahan baku kelapa dari petani ke supplier. Data sekunder diperoleh dari literatur yang relevan, serta dokumen dan laporan yang dimiliki oleh perusahaan dan instansi terkait. Hasil dari observasi dan wawancara dianalisis dengan metode analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Anggota rantai pasok tepung kelapa pada PT. XYZ, yaitu (a) supplier bahan baku kelapa yang tersebar di beberapa daerah, (b) PT. XYZ untuk bagian pembelian, penjualan, pengiriman dan produksi, (c) Jasa Ekspedisi untuk mengirim produk dari pelabuhan Bitung, selanjutnya ke pelabuhan Tanjung Priuk untuk diekspor ke Negara tujuan, (d) Pelanggan, dalam hal ini perusahaan makanan yang membutuhkan bahan baku tepung kelapa untuk diproduksi menjadi cokelat batang, kue, dessert dan lain sebagainya. (2) (a) Pemilihan supplier pada PT. XYZ sudah cukup baik, karena setiap supplier yang akan memasok bahan baku harus melalui tahap wawancara, membuat kesepakatan dengan pihak perusahaan dan menyetujui persyaratan yang diajukan oleh perusahaan. PT. XYZ juga menjaga relasi yang baik dengan para suppliernya dengan mengadakan kunjungan setiap tahunnya. (b) Aliran material dan aliran informasi yang dikelola oleh PT. XYZ cukup baik. Setiap informasi pembelian, penjualan, pengiriman dan keuangan berpusat di Kantor pusat PT.XYZ yang berada di Manado dan pabrik PT. XYZ mengelola informasi tentang kuantitas bahan baku yang tersedia di gudang serta kondisi umum pabrik.

Berdasarkan penelitian Yolanda Saroinsong, dkk (2016) menunjukkan bahwa jalur transportasi telur ayam ras, baik dari desa Koka maupun desa Kamangta ke pasar Pinasungkulan Karombasan yang efektif adalah melalui Jl. Tololiu-Supit, namun jalur ini kurang efisien karena walaupun biaya bahan bakar melewati jalur ini lebih kecil tapi kondisi Jl. TololiuSupit yang

(4)

rusak mengakibatkan moda transportasi yang digunakan akan lebih cepat rusak maka biaya penyusutannya akan lebih besar. Untuk itu para informan baik peternak maupun pedagang diharapkan menggunakan moda transportasi mobil box karena penggunaan mobil box pada Jl.Tololiu-Supit dengan kondisi yang rusak menjadi pilihan terbaik dibandingkan moda transportasi lainnya karena kemungkinan telur ayam rusak atau pecah sangat kecil. Selain menggunakan mobil box, disarankan untuk pengepakan telur ayam diikat dengan rapat, dan sebelum memasukan telur ayam kedalam mobil box agar melapisi alas didalam mobil dengan koran untuk mengurangi gesekan.

Penelitian sebelumnya berfungsi untuk Analisa dan memperkaya pembahasan penelitian serta membedakannya dengan penelitian yang sedang dilakukan. Dalam penelitian ini disertakan tiga jurnal penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan konsep manajemen rantai pasok. Berdasarkan uraian diatas penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Rantai Pasok pada Jasa Pengurusan Transportasi”.

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. metode analisis kualitatif deskriptif. Pengambilan data dilakukan pada PT X yang berada didaerah Tanjung Priok Kota Jakarta Utara. Teknik pengumpulan data yang digunakan diantaranya adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan cara melakukan wawancara, observasi langsung dan dokumentasi. Objek dalam penelitian ini adalah proses bisnis jasa trucking (Port to Door) dan rantai pasok jasa pengurusan transportasi.

(5)

Gambar 2. Diagram alir metodologi penelitian (Olah data, 2021)

HASIL DAN PEMBAHASAN

PT. X merupakan perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi yang menawarkan jasa pengiriman maupun pengantaran barang melalui darat dan laut. Terdapat tiga layanan yang ditawarkan oleh perusahaan ini:

1. Integrated Logistic: merupakan sebuah konsep layanan Global Logistic yang memungkinkan penanganan sebuah produk mulai dari hulu hingga hilir atau yang disebut dengan Door to Door. Pelayanan ini mengurusi semua apa yang dibutuhkan dalam pengiriman barang pelanggan melalui darat dan laut untuk sampai ke alamat tujuan. Pelanggan tidak perlu repot untuk mengantarkan atau mengambil barang kirimannya ke perusahaan. Pengiriman dijemput langsung dari alamat pelanggan yang kemudian dikirim sampai ke alamat tujuan.

(6)

2. Forwarding: merupakan sebuah konsep pelayanan dimana perusahaan mengurusi dokumen hingga penanganan pengiriman barang pelanggan (shipper) melalui laut. Pelayanan ini mengurusi dokumen muatan ke perusahaan pelayaran yang kemudian akan diangkut melalui kapal laut dan diberikan kepada consignee (penerima barang) yang ditunjuk oleh shipper (pelanggan). Pelayanan ini juga dapat disebut Port to Port. 3. Transporting: merupakan suatu bentuk jasa trucking yang dibutuhkan pelanggan untuk

memindahkan kiriman dari satu tempat ke tempat yang diminta oleh pelanggan dengan kondisi:

• Port to Door, pelayanan dimana barang pelanggan diangkut dari pelabuhan bongkar kemudian dibawa ke alamat yang telah ditentukan oleh pelanggan.

• Door to Port, pelayanan dimana barang diangkut dari alamat yang telah ditentukan oleh pelanggan kemudian dibawa ke pelabuhan muat.

Untuk menunjang bisnis perusahaan, PT. Rizqy Cargo Abadi memiliki armada 7 Unit Truck Tronton, 6 Unit Truck Trailer, 1 Unit L Truck, 1 Unit Pick-up di kantor pusat dan 4 unit truck trailer di kantor cabang Jakarta. Berikut armada dan supir yang dimiliki PT. Rizqy Cargo Abadi cabang Jakarta.

Selain armada transportasi yang dimiliki, fasilitas penunjang PT Rizqy Cargo Abadi pusat dan cabang adalah dukungan dari Perusahaan Pelayaran Nasional yang siap sedia mengangkut dan mengantarkan barang-barang pesanan pelanggan sampai tujuan. Dari fasilitas penunjang yang dimiliki membuat PT Rizqy Cargo Abadi cabang Jakarta dapat menjalankan bisnis dan mampu melayani permintaan pengiriman barang pelanggan.

Proses Bisnis

Proses Bisnis PT. X cabang Jakarta memiliki pemetaan proses yang yang tidak sedikit karena terdapat tiga macam layanan pengantaran barang yaitu: Integrated Logistic, Forwarding, dan Transporting (Trucking). Semua pemetaan disetiap pelayanan ini sangat berguna untuk perusahaan dalam mengintegrasikan dan mengoptimalkan segala aktivitas internal perusahaan sehingga dapat memberikan layanan terbaik untuk pelanggan. Pemetaan proses bisnis PT. X digambarkan kedalam tingkatan level yang berbeda, diawali dari level 0 sampai dengan level detail proses lainnya sesuai dengan layanan yang diberikan.

Level 0 dalam proses bisnis PT. X cabang Jakarta ini merupakan gambaran proses bisnis secara umum perusahaan yang terdiri dari input, proses dan output. Berikut ini proses bisnis level 0 PT. X dalam gambar 3.

(7)

Pelanggan/ Customer

PT. RCA Cabang Jakarta

(Integrated Logistic/ Forwarding/ Transporting)

Penerima Barang

Gambar 3. Level 0 Proses Bisnis (PT X, 2020)

Pada gambar 3 menggambarkan input, proses, dan output dari proses bisnis level 0 dari PT. X cabang Jakarta. Entitas input dari proses bisnis ini adalah pelanggan atau customer, PT. X cabang Jakarta sebagai entitas proses dan tujuan/ penerima barang merupakan entitas dari output.

Level 1 dalam Proses Bisnis PT. X cabang Jakarta ini merupakan gambaran proses bisnis secara lebih lanjut dari proses bisnis level 0. Berikut ini proses bisnis level 1 PT. X dalam gambar 4.

Customer (Port to Door/ Door

to Port) Marketing & Administrasi Finance & Accounting Staff Pengurusan Dokumen Pelayaran Staff Operasional

Kendaraan Staff Payroll & Absensi

Kepala Cabang

IT

Supir Alamat

Tujuan

Gambar 4. Level 1 Proses Bisnis Trucking (PT X, 2020)

Dalam gambar 4 level 1 proses bisnis trucking dapat dijelaskan bahwa proses pertama adalah customer melakukan permintaan pengiriman jasa transporting/ trucking Port to Door atau jasa Door to Port kepada PT. X cabang Jakarta. PT. X cabang Jakarta memproses permintaan pengiriman barang tersebut didalam internal perusahaan sesuai layanan yang diminta pelanggan. Pemrosesan pelayanan di dalam internal perusahaan diawali dengan bagian marketing & administrasi menerima order dari pelanggan, dan mengatur kegiatan pengiriman (scheduling) barang pelanggan kemudian dilanjut dengan bagian finance & accounting membuat kalkulasi biaya penanganan container untuk pelabuhan kemudian membuat jurnal keuangan harian kantor cabang. Selanjutnya staff pengurusan dokumen pelayaran mengurus

(8)

semua dokumen utama dan pendukung yang diperlukan untuk bongkar muat barang pelanggan ke perusahaan pelayaran.

Rantai Pasok

Supply Chain merupakan jaringan perusahaan-perusahaan yang secara bersama-sama bekerja untuk menciptakan dan mengantarkan suatu produk ke tangan pemakai akhir (konsumen). Dalam hal ini PT. X cabang Jakarta menjadi pihak yang menangani dan dapat menentukan pihak-pihak apa saja yang mengantarkan produk atau barang customer (pemasok) kepada alamat tujuan (pemakai akhir). Pemetaan Rantai Pasok PT. X cabang Jakarta bertujuan untuk mengetahui skema-skema apa saja yang dapat dilakukan perusahaan ketika pemasok (customer) meminta barangnya dikirimkan kepada alamat tujuan. Pemetaan rantai pasok pada PT. X cabang Jakarta terdiri dari 3 komponen rantai pasok (Upstream Supply Chain, Internal Supply Chain Management, dan Downstream Supply Chain Segment) yang melibatkan beberapa pihak didalamnya. Untuk Upstream Supply Chain, terdapat 3 jenis customer yang diterima PT. X cabang Jakarta diantaranya Port to Door, Door to Door, Door to Port . Untuk komponen Internal Supply Chain Management merupakan proses pengelolaan barang sesuai layanan yang diminta customer serta keputusan PT. X Cabang Jakarta dalam menentukan armada internal atau mitra serta perusahaaan pelayaran yang akan membawa barang tersebut kepada alamat tujuan/ pelanggan akhir. Dan untuk komponen Downstream Supply Chain Segment merupakan armada internal atau mitra dan perusahaaan pelayaran yang membawa barang tersebut ke alamat tujuan.

Pemetaan rantai pasok PT. X cabang Jakarta dapat diketahui bagaimana skema-skema yang dilakukan perusahaan ketika customer meminta barangnya dikirimkan kepada alamat tujuan/ penerima barang. Untuk jenis pengirim barang Port to Door, terdapat aliran uang dan informasi yang menghubungkan customer dengan PT. X cabang Jakarta. Aliran informasi menjadi tanda bahwa customer telah berkomunikasi dengan PT. X cabang Jakarta mengenai pelabuhan mana barang yang harus diangkut PT X (pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, pelabuhan Dwikora Pontianak atau pelabuhan diluar Jawa & Kalimantan) dan harus dibawa kemana barang tersebut diangkut (Pulau Jawa, Kalimantan, atau non Pulau Jawa dan Kalimantan) serta memberikan dokumen-dokumen kepemilikan barang.

Untuk aliran uang, menandakan customer telah melakukan pembayaran uang muka. Selanjutnya PT. X cabang Jakarta menentukan armada trailer yang mengangkut barang di pelabuhan sesuai dengan informasi yang diterima. (menggunakan armada internal atau bermitra dengan PT. X pusat jika masih dalam jangkauan Pulau Jawa dan Kalimantan atau bermitra dengan perusahaan lain jika diluar Pulau Jawa dan Kalimantan). Dari penentuan armada yang dipilih, PT. X cabang Jakarta memberikan informasi dan uang. Disaat yang sama PT. X cabang Jakarta berhubungan dengan perusahaan pelayaran dengan 2 aliran yaitu aliran informasi dan uang. PT. X cabang Jakarta menginformasikan kepemilikan barang dengan menyertakan dokumen kepemilikan barang pelanggan lalu memberikan sejumlah uang untuk membayar

(9)

biaya pengurusan barang selama di pelabuhan yang selanjutnya aliran barang akan diserahkan oleh perusahaan pelayaran ketika kapal telah sandar di pelabuhan kepada armada yang dipilih PT. X cabang Jakarta (armada terpilih). Selanjutnya armada terpilih menginformasikan kepada PT. X cabang Jakarta bahwa barang sudah dimuat lalu dibawa kepada alamat tujuan/ penerima barang. Setelah barang sampai, armada terpilih menghubungi PT. X cabang Jakarta bahwa barang telah sampai tujuan kemudian internal perusahaan menghubungi pengirim barang untuk menagih pelunasan pembayaran (jika seluruh barang yang diminta telah sampai, jika belum proses pengiriman barang ke alamat tujuan berulang).

Untuk jenis pengirim barang Door to Port, terdapat aliran uang, barang dan informasi yang menghubungkan antara customer dengan PT. X cabang Jakarta. Aliran informasi penanda bahwa pelanggan telah berkomunikasi dengan PT. X cabang Jakarta mengenai dimana tempat atau gudang barang customer diangkut oleh PT. X cabang Jakarta dan pelabuhan mana barang tersebut harus dimuat (gudang daerah Pulau Jawa, Kalimantan atau diluar Jawa & Kalimantan) serta pelabuhan mana barang tersebut harus diterima penerima barang (pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, pelabuhan Dwikora Pontianak atau pelabuhan diluar Jawa & Kalimantan). Untuk aliran barang, customer menyerahkan dokumen kepemilikan barang kepada PT. X cabang Jakarta. Kemudian customer memberikan uang muka yang telah disepakati (aliran uang).

Selanjutnya, PT. X cabang Jakarta menentukan armada truk sesuai informasi dari customer (menggunakan armada internal atau bermitra dengan PT. X pusat jika masih dalam jangkauan Pulau Jawa dan Kalimantan atau bermitra dengan perusahaan lain jika diluar Pulau Jawa dan Kalimantan) kemudian memberikan uang kepada armada terpilih. Setelah itu, terjadi proses pengangkutan barang dari gudang tempat pengirim barang yang merupakan aliran barang antara pengirim barang dengan PT. X cabang Jakarta.

Di saat yang sama, terdapat 2 aliran diantara PT. X cabang Jakarta dengan perusahaan pelayaran yaitu aliran informasi dan uang. Untuk aliran informasi dan aliran uang, PT. X cabang Jakarta mengurus dokumen yang dibutuhkan untuk pengiriman barang ke pelabuhan yang dituju, meminjam container dan menyertakan nama penerima barang serta memberikan sejumlah uang untuk membayar biaya penanganan barang selama di pelabuhan (biaya sewa kapal dan container). Setelah terjadi koordinasi antara PT. X cabang Jakarta dengan perusahaan pelayaran, barang diangkut armada terpilih ke pelabuhan yang dituju (aliran barang) dan terjadi aliran informasi antara armada terpilih dengan perusahaan pelayaran di pelabuhan. Setelah sampai pelabuhan yang dituju, perusahaan pelayaran menginformasikan (aliran informasi) kepada penerima barang dan PT. X cabang Jakarta. Kemudian PT. X cabang Jakarta menagih pembayaran sisa pembayaran (aliran uang) kepada customer jika seluruh barang sudah terkirim dan customer juga membayarkan sejumlah uang untuk perusahaan untuk mengambil barang nya di pelabuhan. (aliran barang)

Untuk jenis pengirim barang Door to Door menggunakan skema gabungan dari proses Door to Port dan Port to Door. Hal ini dikarenakan jenis pengirim barang ini menginginkan

(10)

barang diantar dari gudang pengirim barang sampai ke lokasi tujuan sehingga skema yang dipakai adalah proses Door to Port dan Port to Door.

KESIMPULAN DAN SARAN

Dari hasil pembahasan yang telah dilakukan, Proses bisnis jasa Trucking (Port to Door) pada PT. X cabang Jakarta merupakan jasa yang sering diminta pelanggan dan dilakukan oleh perusahaan yang terdiri dari 33 proses dan terdapat 6 proses/ keputusan yang dapat menyebabkan transaksi antara customer dan PT. X cabang Jakarta batal. Terdapat 8 pihak dalam pelaksanaan proses bisnis ini diantaranya customer, marketing & administrasi, finance & accounting, staff pengurusan dokumen pelayaran, staff operasional kendaraan, supir, staff payroll & absensi dan kepala cabang.

Rantai pasok jasa pengurusan transportasi pada PT. X cabang Jakarta menggambarkan bagaimana seluruh layanan dilakukan perusahaan. Terdapat 3 komponen dan beberapa pihak dalam peta rantai pasok ini. Komponen pertama adalah 3 pemasok utama (pelanggan Door to Door, pelanggan Port to Door dan pelanggan Door to Port) yang disebut upstream supply chain, kemudian komponen proses pengelolaan barang dan keputusan dalam PT. Rizqy Cargo Abadi Cabang Jakarta yang disebut sebagai Internal supply chain management untuk memutuskan/ menentukan mitra yang akan membawa barang tersebut kepada alamat tujuan/ pelanggan akhir yang disebut sebagai Downstream Supply Chain Segment.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Aditya W. Utama. 2018. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penundaan Pengiriman Barang Melalui Jalur Laut. Jurnal Citra Widya Edukasi. Vol X No. 2. [2] Briliandika Christi Wanudjaya. 2017. Analisis Pengelolaan Operasional Perusahaan

Jasa Forwarder PT. Kharisma Jasa Gemilang. Jurnal Mahasiswa Manajemen Bisnis. 5(3): 1

[3] Saraswati Adinda. 2017. Membangun Supply Chain Resilience dengan Pendekatan Quality Function Deployment pada PT Bimasco Cargo System. Departemen Manajemen Bisnis Fakultas Bisnis dan Manajemen Teknologi Institut Sepuluh November Surabaya.

[4] Sasono, Herman Budi. 2013. Manajemen Ekspor dan Perdagangan Internasional. Yogyakarta: CV Andi Offset.

(11)

[5] Syahputri, Mita Yuanika Sahroni, Yusuf Amrozi. 2020. Perancangan Aplikasi Manajemen Rantai Pasok Pada Industri Rumah Tangga Puppy Putra Perdana. Jurnal Teknologi Informasi, Vol 6 no 1.

[6] Verti Tri Wahyuni. 2017. Kepemilikan Tunggal Badan Hukum Perseroan Terbatas (PT). Volume 8 No 2: 201-215.

[7] Zeithaml, V.A., M.J. Bitner, D.D. Gremler. 2013. Services Marketing: Integrating Customer Focus Across the Firm 6 thed. Mc.Graw-Hill. Boston.

Gambar

Gambar 1. Nilai ekspor impor tahun 2011 – 2015 di Indonesia  (Saraswati, 2017)
Gambar 2. Diagram alir metodologi penelitian  (Olah data, 2021)
Gambar 4. Level 1 Proses Bisnis Trucking (PT X, 2020)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pada hasil pengumpulan data yang telah dilakukan, hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: a) bentuk-bentuk aktivitas di dalam kegiatan independent

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Apakah ada pengaruh latihan skipping terhadap hasil shooting menggunakan punggung kaki pada siswa putra yang

Pada Gambar 4.7 Sistem Flow Pendaftaran Pegawai Baru dimulai dari pelamar memberikan data-data lamaran kepada bagian HRD.Bagian HRD akan menginputkan data pelamar

Pengujian pertama menggunakan korelasi berganda R square dengan menggunakan analisis regresi linier berganda yang dilakukan dalam pengujian F untuk mengetahui

Dari hasil observasi awal pada siswa kelas IV MI Al-Falah Ngoro Jombang sebelum mengadakan penelitian, peneliti berdiskusi dengan guru kelas menemukan masalah

Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelayakan multimedia interaktif berbasis blended learning yang dikembangkan pada materi larutan elektrolit dan non

Faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada pembelajaran matematika pada materi limit fungsi pada aspek faktor lingkungan sekolah meliputi:dalam proses pembelajaran guru

Berdasarkan aspek daya tahannya produk dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: Barang tidak tahan lama, adalah barang berwujud yang biasanya habis