iii
TIM PENYUSUN BUKU
Drs. Sunyoto, M.Si. 196511051991021001 (DPL)
1. Azrul Bahtiar Hermawan 5111417050 Teknik Sipil (Ketua)
2. Afanin Nikken Octaviani 1201417004 Pend Luar Sekolah (Anggota)
3. Ratna Anggita Hestiana 1401417139 PGSD (Anggota)
4. Wulan Rahman Dhani 1401417134 PGSD (Anggota)
5. Muhammad Maulana C A 1401417344 PGSD (Anggota)
6. Gema Gumika Damar S.D 2201417012 Pend Bahasa Inggris (Anggota)
iv
8. Wahyu Jalaluddin 4201417053 Pend Fisika (Anggota)
9. Nisa Huda Safira 4211416004 Fisika (Anggota)
10. Asa Latifah 4211417013 Fisika (Anggota)
11. Fadhillah Choirunnisa 4211417017 Fisika (Anggota)
12. Indra Hesty Nur Khotimah 5111417023 Teknik Sipil (Anggota)
v
HALAMAN PENGESAHAN BUKU
Judul : Pemberdayaan Masyarakat Melalui Optimalisasi Produksi Dan
Pemasaran Kue Untuk Meningkatkan Usaha Ekonomi Produktif Di Kelurahan Kemijen Semarang Timur.
Nama Mitra Program : Kelurahan Kemijen Kecamatan Semarang Timur
Ketua Tim Pengusul
a. Nama : Azrul Bahtiar Hermawan
b. NIM : 5111417050
c. Prodi / Fakultas : Teknik Sipil / Fakultas Teknik
vi
e. Nomor Telp : 089662472740
Jumlah Anggota Pengusul : 13 Orang Lokasi Kegiatan
a. Desa/Kelurahan : Kemijen
b. Kecamatan : Semarang Timur
c. Kota/Kabupaten : Kota Semarang
d. Jarak PT-Mitra : ±15 km
Waktu Pelaksanaan : Januari-Maret 2020
Total Biaya : Rp. 6.100.000,00
Semarang, 13 Maret 2020
vii
Drs. Sunyoto, M.Si. Azrul Bahtiar Hermawan
NIP 196511051991021001 NIM 5111417050
Mengetahui, Lurah Kemijen
Dwi Wiyana, S.Sos NIP 196405141985031013
viii
KATA PENGANTAR LURAH KEMIJEN
Assalamualaikum, wr. wb.
Salam Sejahtera Bagi Kita Semua
Puji Syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat dan karunia-Nya sehingga kita semua diberikan nikmat kesehatan sehingga dalam kesempatan yang baik ini kita dapat bertemu dengan keadaan sehat wal afiat. Selanjutnya, sholawat serta salam kita curahkan kepada junjungan nabi kita Nabi Muhammad SAW yang kita nanti- nantikan syafaat di hari akhir nanti.
Kami selaku Lurah Kemihen beserta Staff Kelurahan Kemijen sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya dalam penulisan buku ini karena dengan
ix adanya laporan KKN ini kita semua dapat mengetahui terlaksananya hasil program
kerja KKN yang ada di Kelurahan, sehingga generasi muda Kelurahan Kemijen semakin produktif untuk mengikuti perkembangan zaman saat ini, selalu berfikir kritis, kreatif dan inovatif yang sebagaimana kita harapkan untuk kemajuan Kelurahan Kemijen yang adil, makmur dan Sejahtera.
Untuk itu kami sampaikan terima kasih dan penghargaan yang se tinggi-tingginya kepada semua pihak Tim KKN Alternatif 1 tahun 2020 yang telah rela Bersama-sama berbagi waktu, tenanga dan fikiran sehingga penulisan laporan KKN ini daoat terselesaikan. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi kita semiua. Amin
x Mengerahui
Semarang 13 Maret 2020 Lurah Kemijen
xi
RINGKASAN
Inti dari lahirnya pendidikan adalah terciptanya manusia yang dapat membawa perubahan positif bagi sekitarnya. Oleh karenanya, Universitas Negeri Semarang sebagai lembaga pendidikan memiliki tanggungjawab untuk memastikan bahwa setiap mahasiswanya mampu berkontribusi dan berperan aktif dalam kemajuan bangsa, dan salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan adanya program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang merupakan cara efektif dalam penerapan ilmu-ilmu yang telah dipelajari oleh mahasiswa untuk diterapkan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Program-program KKN disusun berdasarkan kondisi lokasi sasaran KKN, menelisik masalah-masalah yang ada untuk kemudian ditemukan solusi bersama. Lokasi sasaran KKN
xii Alternatif Tahap I ini bertempat di Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang. Judul yang diusung untuk program ini adalah “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Optimalisasi Pembuatan Kue untuk Meningkatkan Usaha Ekonomi Produktif di Kelurahan Kemijen”. Kegiatan KKN ini berdasar pada 5 pilar yaitu pilar di bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang lingkungan, bidang sosial ekonomi, dan bidang religi.
Program unggulan dari tim KKN Alternatif Tahap I ini yaitu Pelatihan Pembuatan Kue Bolen dan Wingko Babat. Adapun beberapa program lainnya, seperti di bidang pendidikan berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan anak-anak Kelurahan Kemijen serta pengenalan kepada bahasa asing, seperti Bimbel Kakak-Adik dan Abang Ireng (Ayo Belajar Bahasa Inggris Bareng).
xiii Di bidang kesehatan memiliki beberapa program diantaranya Cekatan (Cek Kesehatan), SODARA (Sosialisasi Demam Berdarah), Penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) – Sex Education, Posyandu Balita dan Lansia, dan SENAT (Senam Sehat).
Untuk bidang lingkungan terdiri dari program GERMAS, G3CT (Gerakan Gosok Gigi dan Cuci Tangan), Pengolahan Bank Sampah, Tabulampot (Tanaman Buah dalam Pot), dan ECOBRICT.
Program-program di bidang ekonomi diantaranya ada pada program unggulan dan pemberian desain kemasan.
Dan terakhir, bidang religi diisi dengan program MARIMAS (Mari Mengaji Bersama), dan Nobar Kisah Nabi sebagai terobosan baru dalam pengajaran ilmu religi dan akidah kepada anak-anak.
xiv
DAFTAR ISI
TIM PENYUSUN BUKU... iii
HALAMAN PENGESAHAN BUKU ... v
KATA PENGANTAR LURAH KEMIJEN ... viii
RINGKASAN... xi
DAFTAR ISI ... xiv
BIDANG PENDIDIKAN ... 1
BIMBEL KAKAK-ADIK ... 1
(Program Bimbingan Belajar Bersama Kakak-Adik) ... 1
ABANG – IRENG ... 10
xv
BIDANG EKONOMI ... 16
Pelatihan Pembuatan Kue Pisang Bolen dan Wingko Babat ... 17
Program Pemberian Desain Kemasan ... 28
BIDANG KESEHATAN ... 36
SODARA (Sosialisasi Demam Berdarah)... 36
PHBS (Penyuluhan Hidup Bersih dan Sehat) ... 45
CEKATAN (Cek Kesehatan) ... 54
SENAT (Senam Sehat) ... 60
G3CT (Gerakan Gosok Gigi dan Cuci Tangan) (G3CT) ... 66
Posyandu Balita dan Lansia ... 77
BIDANG LINGKUNGAN & KONSERVASI... 83
Bank Sampah ... 83
xvi
ECOBRICT ... 101
GERMAS ... 109
(Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan) ... 109
PROGRAM RELIGI ... 114
MARIMAS ... 114
(Mari Kita Mengaji Bersama) ... 114
Nobar Kisah Nabi ... 122
1
BIDANG PENDIDIKAN
BIMBEL KAKAK-ADIK
2
Program “Bimbingan Belajar” Untuk Anak – Anak di Kelurahan Kemijen
BIMBEL (Bimbingan belajar) merupakan kegiatan pembelajaran tambahan yang diberikan untuk anak-anak SD dan SMP atau bisa disebut dengan les. Bimbel ini dilakukan untuk memberikan bantuan kepada peserta didik dalam upaya meningkatkan prestasi atau hasil belajar yang lebih optimal. Pembelajaran ini termasuk dalam pendidikan non formal yang dilakukan diluar jam sekolah yang digunakan sebagai media pembantu anak-anak dalam belajar ketika sedang tidak berada di lingkungan sekolah, membantu mereka untuk mempersiapkan materi pembelajaran selanjutnya, juga untuk memperjelas materi yang sebelumnya didapatkan di sekolah.
3 Bimbel yang di beri nama Kakak Adik ini bermaksud agar dalam pembelajara, adik-adik bisa lebih akrab dengan kakak-kakak pengajarnya begitupun sebaliknya. Pembelajaran dengan menggunakan metode sharing dan tanya jawab dengan membentuk kelompok-kelompok kecil sesuai dengan tingkat pendidikanya. Kakak pendamping belajarnya pun di sesuaikan dengan kemampuan serta jurusannya agar lebih mudah dalam proses pembelajaranya.
Sebagian besar orang tua peserta didik kurang memperhatikan anak-anak dalam belajar, kurang pedulinya orang tua terhadap kegiatan pembelajaran tambahan anak di luar sekolah. Mereka menganggap bahwa sekolah formal sudah lebih dari cukup untuk membantu anak belajar. Padahal ada beberapa anak yang memiliki keterbatasan dan harus ditangai secara khusus dalam proses belajarnya. Program Bimbel Kakak-Adik ini diadakan sebagai solusi untuk
4 permasalahan yang mereka hadapi. Selanjutnya, program ini menjadi upaya untuk membantu memahami dan menyerap pelajaran yang dirasa sulit dipahami oleh anak serta untuk meningkatkan motivasi mereka dalam belajar di luar jam sekolah.Program ini dilaksanakan untuk :
1. Membantu anak-anak SD dan SMP Kelurahan Kemijen mengatasi masalah belajar anak yang sulit di pahami di sekolah.
2. Meningkatkan minat belajar pada anak-anak SD dan SMP, dengan adanya guru tambahan atau tentor dalam mempelajari materi lebih terarah.
3. Melatih anak menjadi lebih aktif dan mudah bersosialisasi, serta pembentukan karakter sejak dini.
5 Kegiatan BIMBEL KAKAK-ADIK ini diikuti oleh anak-anak Kelurahan Kemijen khususnya RW 03 setiap hari Senin dan Selasa pada pukul 18.30-20.30 WIB bertempat di Posyandu RW 03. Kegiatan bimingan belajar dimulai sejak minggu pertama KKN hingga satu minggu sebelum penarikan. Bimbel Kakak-Adik merupakan kegiatan yang dilakukan oleh tim KKN terhadap anak-anak usia PAUD,TK, SD hingga SMP di RW03 Kelurahan Kemijen yang memberikan pembelajaran tambahan diluar jam sekolah. Adapun tahap pelaksanaan program sebagai berikut: 1) Persiapan bahan ajar seperti materi dan kurikulum Mata Pelajaran untuk SD dan SMP. 2) Mempersiapkan Tentor yang sesuai dengan bidangnya agar mempermudah dalam
memberi materi pembelajaran pada anak-anak.
3) Menyiapkan beberapa permaianan untuk icebreaking agar anak tidak merasa bosan dan jenuh pada saat proses pembelajaran.
6 4) TIM KKN berkoordinasi dengan warga melalui ibu-ibu PKK dalam pelaksanaan
bimbingan belajar Kakak Adik.
5) Penentuan waktu dan tempat pelaksanaan program.
6) TIM KKN melaksanakan program bimbingan belajar dengan anak-anak. 7) Evaluasi program.
Tercapainya program KKN untuk membantu anak-anak menjadi pintar, rajin belajar, cenderung lebih aktif dan mudah bersosialisasi dengan teman nya. Bimbel Kakak Adik merupakan bimbingan belajar untuk anak-anak usia PAUD, TK, SD hingga SMP yang dilaksanakan oleh tim KKN Alternatif 1 Kelurahan Kemijen Universitas Negeri Semarang. Bertempat di Posyandu RW03 Kelurahan Kemijen, bimbingan belajar dilaksanakan secara rutin
7 setiap hari Senin dan Selasa pukul 18.30-20.30 WIB. Pecapaian yang terlihat sangat signifikan adalah banyak perubahan pada anak-anak RW03 Kelurahan Kemijen dari yang awalnya tidak suka belajar, kesulitan dalam mengerjakan PR dan cenderung pasif saat pembelajaran. Sekarang sudah terlihat perubahan dalam proses pembelajaran anak sudah semakin aktif bertanya jika mengalami kesulitan dalam mengerjakan PR. Kata beberapa orangtua sekarang anak selalu ingin belajar untuk mempersiapkan materi di sekolah serta mengulang kembali pelajaran yang guru berikan di sekolah. Sehingga prestasi anak meningkat. Meningkatnya semangat belajar pada anak-anak SD dan SMP, mampu membimbing anak-anak untuk memahami isi materi belajar dan meningkatkan kualiatas sumber daya manusia di Kelurahan Kemijen.
Kendala :
8 1. Ada beberapa anak yang sulit di kendalikan, yang membuat ruang kelas tidak kondusif. 2. Kurangnya tenaga pengajar dari mahasiswa KKN karena jumlah anak-anak yang
mengikuti Bimbel adanya peningkatan setiap harinya.
Solusi : adanya inovasi baru dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode-metode baru yang lebih asik dan aktif untuk meningkatkan semangat belajar dan meningkatkan kefokusan belajar pada anak.
Saran : Pelaksanaan program ini sebaiknya lebih banyak diselingi dengan game atau media pembelajaran lain yang berbeda-beda setiap pertemuannya karena apabila hanya berkutat pada materi akan sangat monoton dan membosankan.
9 Dokumentasi
10
Upaya Peningkatan Pendidikan dan Pengetahuan Bahasa Inggris Untuk Siswa
Jenjang Sekolah Dasar Kelurahan Kemijen
ABANG – IRENG
11 Bimbingan belajar bagi anak-anak SD dan SMP atau disebut dengan les merupakan pendidikan non formal yang dilakukan diluar jam sekolah yang digunakan sebagai media pembantu anak-anak dalam belajar ketika sedang tidak berada di lingkungan sekolah, membantu mereka untuk mempersiapkan materi pembelajaran selanjutnya, juga untuk memperjelas materi yang sebelumnya didapatkan di sekolah.
Sebagian besar anak-anak di RW03 Kelurahan Kemijen menganggap bahwa pelajaran Bahasa Inggris merupakan pelajaran yang sangat sulit, sehingga hal tersebut membuat mereka kurang termotivasi dan enggan mempelajarinya. Program Bimbel Abang Ireng ini diadakan sebagai solusi untuk permasalahan yang mereka hadapi. Selanjutnya, program ini menjadi upaya meningkatkan motivasi mereka dalam belajar Bahasa Inggris dan meyakinkan mereka bahwa
Latar Belakang
12 Bahasa Inggris itu tidak sulit dengan cara memudahkan mereka dalam mempelajarinya. Program ini dilaksanakan dengan tujuan :
4. Mengenalkan dan menambah wawasan dasar Bahasa Inggris untuk anak-anak di Kelurahan Kemijen;
5. Membantu anak-anak SD dan SMP Kelurahan Kemijen agar termotivasi untuk belajar Bahasa Inggris, mengingat Bahasa Inggris merupakan bahasa yang penting dan perlu untuk dipelajari.
Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak Kelurahan Kemijen khususnya RW 03 setiap hari Jumat pukul 18.30-20.30 WIB bertempat di Posyandu RW 03. Kegiatan bimingan belajar dimulai sejak minggu pertama KKN hingga satu minggu sebelum penarikan. Bimbel Abang Ireng merupakan kegiatan yang dilakukan oleh tim KKN terhadap anak-anak usia SD hingga SMP di RW03
13 Kelurahan Kemijen yang mengajarkan materi Bahasa Inggris. Adapun tahap pelaksanaan program sebagai berikut:
8) Persiapan bahan ajar seperti materi dan kurikulum Bahasa Inggris untuk SD dan SMP, dikarenakan mayoritas terdiri dari anak TK dan SD bahkan PAUD, maka mempersiapkan game dan media lain berbasis bahasa Inggris guna memudahkan siswa menyerap materi; 9) TIM KKN berkoordinasi dengan warga melalui ibu-ibu PKK dalam pelaksanaan
bimbingan belajar Abang Ireng untuk anak usia SD hingga SMP; 10) Penentuan waktu dan tempat pelaksanaan program;
14 Tercapainya anak-anak Kemijen yang sadar pentingnya mempelajari Bahasa Inggris untuk mempersiapkan diri untuk jenjang pendidikan selanjutnya dan berkompeten dalam berbahasa Inggris. Bimbel Abang Ireng merupakan bimbingan belajar untuk anak-anak usia SD hingga SMP yang dilaksanakan oleh tim KKN Alternatif 1 Kelurahan Kemijen Universitas Negeri Semarang. Bertempat di Posyandu RW03 Kelurahan Kemijen, bimbingan belajar dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat pukul 18.30-20.30 WIB. Pecapaian yang terlihat signifikan adalah banyak anak RW03 Kelurahan Kemijen dari yang awalnya tidak mampu mengucapkan words dalam bahasa Inggris menjadi bisa, mereka juga menjadi mampu untuk menyapa orang lain dengan beberapa kalimat greeting yang telah diajarkan. Mereka mampu menangkap materi-materi yang diberikan dengan baik dan mengalami kemajuan di setiap minggunya. Lebih lanjut, mereka sudah tidak malu-malu maupun takut salah untuk mengucapkan kata atau kalimat dalam bahasa Inggris.
15 Kendala : Beberapa siswa laki-laki kelas III dan IV sulit dikondisikan ketika sudah berkumpul dengan siswa laki-laki lainnya.
Solusi : Berusaha mengondisikan siswa agar tetap tenang dan tertib dengan jargon dan game.
Saran : Pelaksanaan program ini sebaiknya lebih banyak diselingi dengan game atau media pembelajaran lain yang berbeda-beda setiap pertemuannya karena apabila hanya berkutat pada materi akan sangat monoton dan membosankan, terlebih materi yang diberikan adalah Bahasa Inggris yang notabene mereka mengalami kesulitan dalam mempelajarinya.
16 Dokumentasi
17
BIDANG EKONOMI
Pelatihan Pembuatan Kue Pisang Bolen dan Wingko
Babat
18
Upaya Peningkatan Jiwa Kewirausahaan UMKM Bidang Makanan untuk Ibu-Ibu
Kelurahan Kemijen
Pelatihan kue disini melatih ibu-ibu di kelurahan kemijen khususnya ibu-ibu rw03 agar dapat mengembangkan dan memajukan umkm yang ada dikeluruhan kemijen khususnya. Pelatihan pembuatan kue yang dilakukan disini adalah pembuatan wingko babat dan pisang bolen, sebagaimana diketahui ibu-ibu di rw03 kelurahan kemijen belum mengetahui cara pembuatan wingko babat dan pisang bolen yang baik dan benar.
Pengembangan UMKM perlu dioptimalkan karna keberadaan UMKM memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan ekonomi, UMKM juga dapat mengurangi angka
19 pengangguran yang ada di Indonesia. Maka dari itu, pemerintah dalam upaya mengembangkan UMKM harus dijalankan dengan benar, agar tidak ada ketimpangan atau kerugian yang dialami oleh pihak tertentu, pemerintah juga harus mempertimbangkan petahanan bagi usaha kecil, mikro dan menengah.
Sebagian besar ibu-ibu di kelurahan kemijen khususnya di rw03 belum memahami cara pembuatan wingko babat dan pisang bolen yang baik dan benar. Membuat wingko babat dan pisang bolen membutuhkan ketelitian dan pengetahuan tentang kue yang benar agar hasil akhir yang diperoleh dapat maksimal dan layak untuk diperjual belikan. Melaksanakan pelatihan pembuatan wingko babat dan pisang bolen dengan mendatangkan tenaga ahli dibidangnya yang
20 sudah berpengalaman agar ibu-ibu di rw03 keluarahan kemijen dapat mengetahui cara pembuatan wingko babat dan pisang bolen yang baik dan benar.
Program pelatihan pembuatan kue ini memiliki tujuan bukan hanya membekali keterampilan ibu-ibu dalam membuat kue, namun pelatihan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta yang dilatih. Tim KKN unnes terdiri dari 13 mahasiswa gabungan dari beberapa fakultas yang terdapat di universitas negeri semarang.
Kedepannya kami berharap pelatihan pembuatan kue ini akan terus berlanjut walaupun program KKN dari kami sudah berakhir dan ibu-ibu di kelurahan kemijen khususnya rw03 lebih kreatif dan dapat mengembangkan berbagai jenis olahan baru tidak hanya pisang bolen dan wingko babat saja. Tujuan kegiatan pelatihan kue ini sebagai berikut ;
21 a. Memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu bagaimana cara membuat wingko babat
dan pisang bolen.
b. Melatih ibu-ibu cara pembuatan wingko babat dan pisang bolen.
c. Meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membuat wingko babat dan pisang bolen.
Pelatihan pembuatan kue merupakan salah satu program kerja unggulan dari tim kkn unnes guna meningkatkan produktivitas UMKM di kelurahan kemijen khususnya ibu-ibu di rw03. Berikut adalah tahap pelaksanaanya :
1) Persiapan pengambilan oven oleh mahasiswa kkn untuk diberikan ke rw 03. 2) Tim KKN berkoordinasi dengan ibu-ibu rw03 dan mahasiswa tata boga yang akan
22 3) Penentuan waktu dan tempat pelaksanaan.
4) Pelaksanaan kegiatan pada tanggal 22 Februari 2020
5) Waktu pelaksanaan pada pukul 09.00 sampai dengan 14.00. 6) Tempat pelaksaan di bank sampah rw03.
7) Evaluasi program.
Pelatihan pembuatan kue merupakan salah satu program unggulan dari tim kkn unnes yang pelaksanaannya diharapkan dapat meningkatkan produktifitas umkm di kelurahan kemijen. Pelaksanaan pelatihan pembuatan kue ini sendiri dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 22 februari 2020 bertempat di bank sampah rw03. Pesertanya sendiri terdiri dari ibu-ibu rw03 yang diwakilkan 2 orang pada setiap rt yang ada di rw03. Kegiatan yang dilakukan pada pelatihan pembuatan kue adalah melatih ibu-ibu agar dapat membuat kue wingko babat dan pisang bolen yang diharapkan kedepannya dapat berlanjut ke produksi dengan skala yang lebih besar dan
23 dapat dipasarkan ke masyarakat luas agar meningkat dan berkembangnya hasil dari pelatihan pembuatan kue ini.
Berikut merupakan alat dan bahan pembuatan pisang bolen Bahan yang digunakan :
: Bahan A : 200 g tepung terigu protein tinggi 75 g mentega 80 cc air 1 sdt garam 1 sdm gula pasir Bahan B : 100 g tepung terigu protein tinggi 75 g mentega
Alat yang digunakan : Oven Baskom Pisau Rolling Pin Baskom Talenan Mangkok Sendok Parutan keju Kuas Gelas ukur
24 Cara membuat pisang bolen :
1. Aduk seluruh bahan A hingga kalis. Diamkan selama 15 menit. 2. Aduk seluruh bahan B hingga tercampur rata.
3. Pipihkan adonan A. Lalu taruh adonan B di atasnya dan pipihkan melebar, lalu gulung, pipihkan lagi, gulung sekali lagi, lalu diamkan sekitar 5-10 menit.
4. Potong adonan menjadi 10 bagian.
5. Lalu setiap potongan dipipihkan dan digulung, ulangi sekali lagi dan istirahatkan. 6. Ambil satu bagian adonan dan pipihkan lalu bagi 2.
7. Diatas potongan adonan tersebut, letakkan isian (coklat dan pisang), kemudian bungkus berbentuk bulat atau kotak. Pipihkan sedikit dan beri cup kertas, lalu usun di atas loyang. 8. Panggang dalam oven hingga matang, angkat dan siap sajikan.
25 Ber
Bahan wingko babat :
150 g tepung ketan putih 300 g kelapa parut 1/8 sdt vanili 200 g gula pasir 150 g santan kental garam
Cara membuat wingko babat :
1. Campur tepung ketan putih, kelapa parut, gula pasir, santan kental, vanili bubuk, garam remas-remas sampai gula.
2. Aduk rata, tuangkan santan sedikit demi sedikit sambil diuleni rata. 3. Pipihkan adonan bentuk bulat.
4. Panaskan wajan datar, panggang wingko sampai matang. 5. Lalu sajikan pada piring saji.
Alat yang digunakan : Teflon Gelas ukur Piring Sendok Nampan Pisau Kompor
26 Masyarakat kelurahan kemijen khususnya di rw03 dapat membuat wingko babat dan pisang bolen.sehingga para ibu-ibu rw 03 kedepannya dapat berjualan wingko babat dan kue pisang bolen guna meningkatkan daya minat UMKM di keluraha kemijen.
Tempat pelatihan yang kurang luas sehingga ibu-ibu kurang nyaman dalam mengikuti pelatihan dikarenakan suhu ruangan yang terlalu panas. Sehingga kurang nyaman ketika dilaksanakanya pelatihan kue yang membutuhkan ketelatenan. Namun, Kita tetap melakukan pelatihan pembuatan kue ditempat tersebut dengan mengkondisikan ibu-ibu agar tetap kondusif dan acara berjalan lancer, dan sebaiknya Sebaiknya tempat yang digunakan lebih besar sehingga suhu ruangan tidak terlalu panas yang disebabkan oleh terlalu banyaknya peserta pelatihan kue yang tidak sebanding dengan luas ruangan.
Luaran
27
Dokumentasi (Proses Pembuatan Kue Bolen dan Wingko Babat) p
28
Pemberian Desain Kemasan Guna Membantu Meningkatkan Produktifitas
UMKM Makanan Di Kelurahan Kemijen
Program Pemberian Desain Kemasan
29 Kegiatan ini pada umumnya tertuju pada ibu-ibu rumah tangga di kelurahan kemijen yang ingin berpenghasilan namun kebingungan untuk mencari ide. Ketika dilakukan sebuah wawancara pada masyarakat terkait, ditemukanlah masalah ketika para ibu-ibu tersebut kebingungan untuk membuat sebuah barang menjadi menarik. Maka dari itu, kami memberikan pelatihan dan wawasan mengenai sebuah branding pada produk dan pemberian desain kemasan wingko babat, kue bolen pisang dari keberlanjutan program pelatihan pembuatan kue.
UMKM saat ini sedang mendominasi pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Tujuan dari pelatihan dan pemberian desain kemasan pada ibu-ibu di kelurahan kemijen ini guna menumbuhkan rasa berkewirausaha pada produk makanan supaya membantu meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat sekitar dengan memberdayakan ibu-ibu rumah tangga
Pelaksanaan Kegiatan Latar Belakang
30 di kelurahan kemijen. Kelurahan kemijen terletak di pdekat pelabuhan tanjung mas, memiliki kondisi geografis dekat rawa dan alhasil memiliki kondisi pemukiman yang padat penduduk , hampir tidak ada celah antar rumah satu dengan yang lain. Sehingga , ketika para warga ingin membuka usaha yang membutuhkan lahan cukup luas terlalu susah. Pada akhrinya, para ibu-ibu rumah tangga sepakat ingin memiliki usaha kecil yakni berjualan makanan / kue yang tahan lama untuk dijual atau di distribusikan. Para ibu-ibu mengeluh karena kurang paham bagaimana strategi pemasaran dengan membawa sebuah brand untuk menjual produk mereka di pasar. Sehingga terdapat beberapa masalah , yakni :
1. Bagaimana cara membuat produk mereka diminati konsumen dan laku di pasar
untuk sebuah produk makanan ?
31 Kami memberikan solusi , yakni dengan pengarahan bagaimana memanfaatkan dunia digital marketing, memahami arti sebuah branding pada produk. Dengan memberikan pelatihan pembuatan kue dengan memanfaat kan oven , yakni kue bolen pisang dan wingko babat, kami memberikan desain kemasan yang menarik konsumen dan murah. Desain kemasan yang kami sediakan sudah meliputi identas kelurahan kemijen , dan produk yang sesuai dengan pelatihan, kami menyediakan 2 macam desain kemasan yakni pada produk kue bolen dan wingko babat. Besar harapan kami , desain kemasan tersebut dapat di pakai ibu-ibu rumah tangga kelurahan kemijen untuk berjualan kue bolen pisang dan wingko babat dengan menggunakan desain kemasan pada produk yang telah kami persiapkan. Kami telah meninggalkan soft file desain yang telah dirancang.
Selain itu, kamu juga membuatkan desain resep kue bolen dan wingko utnuk perwakilan ibu-ibu yang mengikuti kegiatan pelatihan ( hardfile ), yang nantinya akan ilmu tersebut dapat
32 diajarkan dengan sesame ibu-ibu di RT masing-masing. Kami telah meninggalkan resep kue ini dalam bentuk soft file.
1. Luaran desain kemasan Wingko
babat
Berbentuk Packaging bag dengan ukuran Panjang 20 cm dan lebar 10 cm yang cukup untuk 10 wingko ababt. Desain ini dibuat secara menarik dan mennggugah selera makan konsumen.
33 2. Luaran Resep
Resep ini dibuat secara jelas, dengan keterangan bahan , alat dan petunjuk pembuatan kue. Selain itu, resep ini di desain supaya para pembaca bersemangat untuk mencoba resep ini.
34 Kendala : Masih adanya mind-set para ibu-ibu adanya desain kemasan memerlukan biaya yang sangat mahal dan kerumitan dalam pembuatannya.
Solusi : Memberikan arahan dan wawasan mengenai kemasan pada produk kemasan yang sedang berkembang dikota lain hingga memiliki daya saing yang tinggi untuk dijadikan oleh-oleh khas daerah masing-masing.
Saran : Pelaksanaan program ini alangkah lebih baiknya jika dilanjutkan oleh tim KKN Universitas Negeri Semarang yang lebih intens untuk mengarahkan para ibu-ibu untuk memberanikan diri menjual produknya menggunakan desain produk.
35 DOKUMENTASI
36
BIDANG KESEHATAN
37
Upaya Pengurangan Penyakit Demam Berdarah dengan Program Sosialisasi
( Demam Berdarah) di Kelurahan Kemijen
Demam berdarah Dengue merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue. Virus ini masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk biasanya berkembang biak pada tempat yang terdapat genangan air seperti ban mobil yang sudah tidak terpakai, tempurung kelapa, tempat sampah, bak mandi dll. Demam berdarah merupakan salah satu penyakit tropis yang banyak ditemukan di Indonesia. Menurut data yang dihimpun Kementerian Kesehatan Republik Indonesia demam berdarah menjadi salah satu masalah utama di Indonesia dengan penyebaran dan jumlah penderita yang cenderung meningkat setiap tahun.
38 Tercatat ada 110.921 kasus demam berdarah di Indonesia yang terhitung dari bulan Januari sampai Oktober 2019. Kasus tertinggi ditemukan di Provinsi Jawa Barat dengan total 19.240 kasus, Jawa Timur 16.699 kasus, Jawa Tengah 8.501 kasus, Jakarta 8.408 kasus, Sumatera Utara 5.721 kasus dan Lampung 5.369 kasus. Dari data tersebut di dapatkan bahwa penderita lebih di dominasi oleh anak berusia 5-14 tahun sebanyak 43,25 persen, usia 15-44 tahun sebanyak 36,46 persen, diatas 44 tahun 9,68 persen, usia 1-4 tahun 8,54 persen, dan terendah pada usia dibawah satu tahun yaitu 2,07 persen.
Dari hasil Pemantauan Jentik Rutin (PJR) di wilayah Kemijen sendiri masih banyak ditemukan jentik jentik yang bersarang di bak mandi atau tempat penampungan air, baik di dalam rumah atau diluar rumah. Faktor yang menyebabkan masih banyak ditemukan jentik nyamuk di rumah
39 yaitu kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin, seperti mengumpulkan dan membersihkan botol yang menjadi sarang nyamuk. Masih ada masyarakat dengan tingkat kesadaran kurang untuk berperilaku hidup bersih, dan kurangnya partisipasi dalam kegiatan pemantauan jentik nyamuk mandiri. Oleh karena itu sosialisasi ini diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang demam berdarah. Beberapa alasan mengapa tim KKN Alternatif Tahap 1 Kelurahan Kemijen Tahun 2020 memilih program SODARA sebagai program yang perlu dilaksanakan antara lain:
1. Banyak ditemukannya jentik nyamuk dan terdapat kasus demam berdarah di RW 3 Kelurahan Kemijen
2. Kurangnya wawasan serta kesadaran masyarakat dalam pemeriksaan jentik nyamuk mandiri
40 Program SODARA ini diharapkan mampu menambah pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang demam berdarah besertaa penanggulangannya. Kegiatan ini memiliki tujuan Menambah pengetahuan masyarakat tentang demam berdarah dan Menambah kesadaran masyarakat dalam melakukan kegiatan pemantauan jentik nyamuk mandiri Sosialisasi Demam Berdarah merupakan salah satu program kerja KKN Alternatif Tahap 1 Kelurahan Kemijen Tahun 2020 yang dimaksudkan agar masyarakat mendapatkan pengetahuan lebih tentang demam berdarah dan cara penanggulangannya. Adapun tahap pelaksanaan dari program ini antara lain :
1. Tim KKN berkoordinasi dengan Kelurahan Kemijen. 2. Menentukan waktu dan tempat pelaksanaan
3. Tim KKN berkoordinasi dengan Puskesmas Karangdoro 4. Mempersiapkan perlengkapan yang diperlukan
41 6. Evaluasi program kerja
Kegiatan ini dilakukan satu kali selama KKN yaitu pada : Hari, tanggal : Selasa, 18 Februari 2020,
pukul : 09.00-selesai
Tempat : Aula Kelurahan Kemijen
Peserta : Ibu-Ibu PKK kelurahan Kemijen
42 Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk membersihkan bak air dan dilaksanakannya PJR secara rutin setiap hari minggu. Pada saat pelaksanaan penyuluhan SODARA ada ibu kader PKK yang menyampaikan masih terdapatnya rumah warga yang selalu ada jentik nyamuk pada saat pemeriksaan PJR. Ada juga warga yang kurang senang dengan kedatangan tim PJR ke rumah. Dari keluhan tersebut bapak Charis Fauzi, SKM selaku pembicara dari puskesmas karangdoro menghimbau agar tetap melaksanakan PJR secara rutin dan meminta agar masyarakat rajin untuk menguras bak mandi. Tim PJR juga dapat meminta obat jentik nyamuk (ABATE) ke puskesmas karangdoro.
43 Kendala : perlengkapan konsumsi ada yang tertinggal jadi kurangnya persiapan acara secak awal. Solusi : perwakilan tim KKN mengambil perlengkapan yang tertinggal dan di persiapkan lebih matang lagi.
Saran : sebelum dimulai acara sebaiknya dicek terlebih dulu semua perlengkapannya
44 Dokumentasi
45
Upaya Peningkatan Kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Perihal Sex
Education untuk Remaja di Kelurahan Kemijen.
PHBS (Penyuluhan Hidup Bersih dan Sehat)
46 Penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) Kebersihan dan kesehatan merupakan aspek penting yang perlu kita perhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi tidak jarang banyak orang yang masih menyepelekannya padahal hidup bersih dan sehat sangat bermafaat bagi diri kita sendiri maupun orang lain.Penyuluhan PHBS adalah program sosialisasi tentang kebersihan dan kesehatan. Penyuluhan PHBS tentang “Sex education“ Kegiatan ini diperuntukan bagi pemuda pemudi Kelurahan Kemijen . Pada masa remaja terjadi perubahan dan pertumbuhan yang cepat. Pengaruh hormonal dapat menjadi penyebab ketidakstabilan emosi pada remaja. Tekanan dari teman sebaya menjadi lebih penting daru perhatian orang tua. Banyak orang tua dan remaja dapat melalui masa-masa sulit ini dengan cinta dan perhatian.
47 Setelah diteliti dalam beberapa minggu sebelum penerjunan KKN, ternyata remaja karangtaruna di Kelurahan Kemijen ini kurang mendaoatkan pengetahuan pendidikan tentang sex, dan angka kriminalitas pada daerah ini cukup tinggi. Pada remaja yang mengalami atau merasa kurangnya dukungan emosional akan menimbulkan masalah-masalah emosional yang temporer atau permanen. Untuk mengkompensasi mereka mungkin mencoba-coba atau penyalahgunaan berbagai zat yang dapat menimbulkan resiko. Disamping itu selama masa remaja terjadi perubahan komplek baik fisik, emosional, kognitif dan sosial. Cepatnya perkembangan menyebabkan berbagai stress yang menimbulkan masalah dan berdampak bagi kesehatan remaja.Seks mempunyai arti jenis kelamin sesuatu yang dapat dilihat dan ditunjuk. Jenis kelamin ini memberi kita pengertian tentang suatu sifat atau ciri yang membedakan laki-laki dan perempuan secara biologis. Sedangkan seksualitas menyangkut dimensi biologis, psikologis, sosial dan kultural.
48 Dilihat dari dimensi biologis seksualitas berkaitan dengan organ reproduksi termasuk bagaimana menjaga kesehatan organ reproduksi menggunakannya secara bertanggung jawab sebagai alat untuk memperbanyak keturunan dan dalam mengekspresikan dorongan seksual. Dari dimensi psikologis seksualitas berhubungan erat dengan identitas peran, perasaan seksualitas sendiri dan bagaimana menjalankan fungsi sebagai mahkluk seksual. Dimensi sosial berkaitan dengan bagaimana seksualitas muncul dalam relasi.
Kegiatan PHBS ini memiliki Tujuan : 1. Tujuan umum
Setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang seks education semua remaja peserta penyuluhan kelurahan Kemijen kecamatan Semarang Timur dapat memahami tentang masalah seks education pada remaja.
49 2. Tujuan khusus
Setelah selesai mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan di wilayah keluahan Kemijen kecamatan Semarang Timur diharapkan remaja mampu :
· Menjelaskan pengertian dan jenis seks education
· Mampu memahami pentingnya pengetahuan tentang seks education · Mampu menerapkan pengetahuan seks education dikehidupan
Kegiatan kali ini dilaksanakan pada hari Minggu, 16 Januari pukul 09.00-12.00 di Aula kelurahan Kemijen. Kegiatan ini menghadirkan pembicara ibu Dokter ratna , sekalu dokter umum di puskesmas Karangdoro daerah Kelurahan Kemijen. Penyuluhan PHBS tentang “Sex education“ merupakan salah satu program kerja dari tim KKN UNNES guna meningkatkan kesadaran remaja di kelurahan kemijen terhadap kesehatan seks . Berikut adalah tahap pelaksanaanya :
50 1) Tim KKN berkoordinasi dengan karangtaruna kelurahan kemijen dan pembicara
dari puskesmas Karangdoro.
2) Penentuan waktu dan tempat pelaksanaan.
3) Pembagian surat undangan ke setiap ketua Rw di seluruh kelurahan Kemijen. 4) Pelaksanaan kegiatan pada tanggal 16 Februari 2020
5) Tempat pelaksaan aula kantor kelurahan Kemijen. 6) Evaluasi program.
Penyuluhan PHBS tentang “Sex education“ merupakan salah satu program kerja dari tim KKN UNNES guna meningkatkan kesadaran remaja di kelurahan kemijen terhadap kesehatan seks. Pelaksanaan penyuluhan ini sendiri dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 16 februari 2020 bertempat di Aula kantor kelurahan Kemijen. Pesertanya sendiri terdiri dari remaja kelrahan kemijen yang diwakilkan 2 orang pada setiap RW yang ada di kelurahan kemijen.
51 Kegiatan yang dilakukan pada penyuluhan sex education adalah memberikan pengetahuan tentang sex education kepada para remaja agar mempersiapkan mereka dalam menghadapi kehidupan remaja.
Remaja kelurahan kemijen Timur dapat memahami tentang masalah seks education pada remaja, sehingga kegiatan ini memiliki dampak positif untuk remaja di kelurahan kemijen ini. Mitra :
1. Karang taruna yang berada dikelurahan kemijen ini memiliki nama karang taruna " Bangkit abadi " yang diketuai oleh Dwi andrianto
52 2. Puskesmas Karangdoro merupakan puskesmas yang beralamat Jalan Raden Patah 178, Rejomulyo, Semarang Timur, Rejomulyo, Semarang Tim., Kota Semarang, Jawa Tengah 50227
Kegiatan ini mengalami beberapa kendala ketika Karangtaruna dikelurahan kemijen yang kurang aktif dan minat terhadap kegiatan-kegatan penyuluhan. Alhasil kegiatan dengan agenda pukul 09.00 pagi agak sedikit terlambat . Saran kami untuk kegiatan para remaja lebih digiatkan lagi agar para remaja lebih aktif.
53 Dokumentasi
54
Cek Kesehatan Lansia Di Kelurahan Kemijen
CEKATAN (Cek Kesehatan)
55 Program ini ditujukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan. Tim KKN UNNES bekerjasa dengan pihak puskesmas, posyandu, dan kader-kader setempat dalam melaksanakan kegiatan ini. Sasaran program ini adalah para lansia maupun orang dewasa di RW 11.
Program ini dilaksanakan dengan tujuan :
1. Memberikan pelayanan cek kesehatan secara gratis bagi warga kemijen 2. Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnta kesehatan.
Latar Belakang
56 Kegiatan ini dilaksanakan karena, di kelurahan kemijen terdapat masalah dimana Terdapat alat tes yang error, Pengondisian yang cukup sulit karena tempat yang tidak luas,Sistem antre tidak berjalan baik. Dan Tidak tersedia tes kolesterol. Kegiatan ini dilaksanakan pada:
Waktu : 8 februari 2020 dan 9 februari 2020
Tempat : Posyandu RW 11 dan halaman RW 11.
Jam : 07.00 sampai selesai.
Adapun tahap pelaksanaan program sebagai berikut :
12) Melakukan koordinasi dengan posyandu RW 11 terkait tempat dan waktu pelaksaan. 13) Persiapan alat untuk tes gula darah dan asam urat.
57 15) Penataan lokasi cekatan.
16) Pelaksaan cekatan
Keberlanjutan Program
1. Tercapainya kegiatan cek kesehatan secara berkelanjutan. 2. Terlaksananya tes kolesterol pada cek kesehatan selanjutnya.
Kegiatan ini tentunya menjadi program kerja positif dan disambut baik oleh masyarakat setempat. Banyak pihak yang mendukung kegiatan ini sebagai upaya menjaga dan mewujudkan kesehatan warga setempat dan sebagai upaya mewujudkan gerakan masyarakat menuju
58 Indonesia sehat. Warga RW 11 kelurahan Kemijen sangat antusias untuk mengikuti cek kesehatan. Banyak lansia maupun orang dewasa yang hadir untuk cek tensi darah, tinggi badan dan berat badan, gula darah, sera asam urat. Ketika tes mereka kurang baik maka dari tim KKN UNNES memberikan saran untuk mengatasi hal itu seperti terkait pola makan dan rujukan ke fasilitas kesehatan.
Terdapat beberapa kendala saat pelaksanaan program, diantaranya alat tes yang error,pengondisian yang cukup sulit karena tempat yang tidak luas,sistem antre tidak berjalan baik. Supaya kegiatan ini akan lebih baik jika ditambah dengan cek kolesterol, dimana cek kolesterol banyak ditanyakan oleh warga.
59
60
Senam Sehat Jasmani Dan Rohani Pada Hari Minggu Di Kelurahan Kemijen
61 Kesehatan merupakan hal utama yang harus dijaga oleh tubuh. Pepatah mengatakan bahwa dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Program SENAT (Senam Sehat merupakan program yang menumbuhkan pola hidup sehat bagi masyarakat yang dilaksanakan setiap hari minggu . Selain untuk membudayakan hidup sehat, program SENAT (Senam Sehat) ini juga sebagai ajang silaturrahmi warga. Senam ini dilaksanakan 5 kali selama pelaksanaan KKN diantaranya senam umum, aerobic, anak anak dan la
Kurangnya kepedulian warga dalam menjaga kesehatan fisik warga kadang kurang
diperhatkan.Terlebih lagi dengan kesibukan yang dijalani warga baik orang dewasa maupun, anak, bahkan lansia yang menjadikan kurang sadarnya akan keseh atan fisik.
Latar Belakang
62 Melalui Senam Sehat (Senat) ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian kesehatan fisik serta mewujudkan budaya hidup sehat warga Kemijen baik dewasa, anak, dan lansia.
Kegiatan Senam Sehat (Senat) ini dilaksanakan selama 5 kali selama KKN, yaitu pada 26 Januari 2020 di lapangan depan posyandu bersama ibu ibu dengan senam aerobik, 2 Februari 2020 di lapangan depan Bank Sampah bersama warga RW 03 untuk senam secara umum, 9 Februari 2020 dan 23 Februari 2020 senam anak anak dan game seru yang bertempat di lapangan depan Posyandu bersama dengan anak anak. Pada tanggal 9 Februari 2020 juga dilaksanakan senam lansia bersamaan dengan cek kesehatan untuk lansia.
Pada pelaksanaan Senam Sehat (Senat) umum bersama dengan warga kemijen dibantu dengan karang taruna RW setempat sehingga antara mahasiswa KKN, Remaja Karang Taruna, sera warga dapat membaur dalam senam ini.
63 Terciptanya silaturrahmi antar warga Kelurahan Kemijen serta meningkatnya pola hidup sehat warga melalui senam. Dimana ditengah padatnya kegiatan sehari hari warga masih ada satu kegiatan yang dapat dijadikan sebagai interaksi sosial dan meningkatnya kesehatan fisik dari warga melalui senam.
Selain itu, dengan adanya senam untuk anak anak yang diselingi dengan game bersama menjadikan anak lebih have fun dalam pelaksanaan senamnya. Selain itu juga dengan adanya senam yang dilaksanakan pada hari Minggu ini menjadikan anak lebih rajin lagi dan peduli akan kesehatannya baik secara fisik melalui senam dan psikologisnya melalui game bersama mahasiswa KKN yang diikuti anak dengan antusias.
Luaran
64 Saran : Adanya instruktur senam yang menguasai senam sesuai usia jadi dalam menjalankan senam tidak terjadi kesalahan dan senam bisa sesuai kebutuhan usia.
Kendala : Tidak bisa di satukan antara senam anak-anak dan aerobik ibu-ibu, karena pada dasarnya gerakan yang dilakukan juga berbeda.
Solusi : Di bedakan waktunya antara senam anak-anak dan ibu-ibu, untuk mempermudah waktu pelaksanaan senam, sehinga jika ada instruktur tidak kebingungan dalam mencontohkan gerakan-gerakan senamnya.
65 Dokumentasi
66
G3CT (Gerakan Gosok Gigi dan Cuci Tangan)
67
Gerakan Gosok Gigi Dan Cuci Tangan Pada Anak PAUD
Sebagai Kebiasan Yang Baik
Program Gerakan Gosok Gigi dan Cuci Tangan merupakan salah satu program yang ditujukan untuk anak-anak kecil diwilayah Kelurahan Kemijen khususnya di RW 03. Program ini diadakan dengan maksud untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak dan orang tuanya mengenai manfaat gosok gigi dan cuci tangan, cara melakukan gosok gigi dan cuci tangan yang benar serta dampak jika tidak melakukan gosok gigi dan cuci tangan yang teratur. Program gosok gigi ini dilatarbelakangi oleh keadaan dimana banyak anak-anak yang keaadaan giginya kurang begitu baik, dimana anak-anak sedang dalam masa-masa suka mengonsumsi berbagai
68 makanan yang mungkin berdampak negatif bagi kesehatan gigi. Program cuci tangan dianggap penting untuk dilakukan karena dimasa ini anak-anak sedang dalam keadaan senang bermain-main sehingga menyebabkan tangannya sering kotor, jika tidak dilakukan cuci tangan yang benar dikhawatirkan dapat menimbulkan penyakit. Banyak penyakit yang ditimbulkan karena kurang baik dalam menggosok gigi, diantaranya yaitu bau mulut, gigi berlubang, sakit gusi, bahkan sampai sakit jantung dan infeksi paru-paru. Sedangkan cuci tangan yang benar dapat menghindarkan dari penyakit hepatitis, diare, impetigo, flu, penyakit kulit dan lain-lain. Lingkungan Kelurahan Kemijen masih terdapat tumpukan sampah diberbagai tempat, mulai dari lahan kosong sampai dengan tepian sungai dan selokan. Keadaan geografis Kelurahan Kemijen yang merupakan daerah pesisir dan banyak tambak menyebabkan masyarakat Kemijen rawan terjangkit beberapa penyakit sehingga perlu dicegah dengan kegiatan gosok gigi dan cuci tangan.
69 Upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit gigi dan mulut sudah tercantum dalam permenkes no.89 tahun 2015 tentang upaya kesehatan gigi dan mulut dan permenkes no.20 tahun 2016. Program kesehatan gigi dan mulut merupakan tanggung jawab bagi semua pihak, mulai dari pemerintah, berbagai instansi dan masyarakat pada umumnya. Keadaan di lapangan menunjukkan bahwa kesehatan gigi dan mulut masih kurang baik khususnya di kalangan anak-anak. Menurut Yayasan Unilever Indonesia tahun 2019, banyaknya anak yang mengalami sakit gigi sebesar 64%, dimana 41% dari mereka menyatakan bahwa intensitas rasa sakitnya mencapai tingkat sedang hingga berat. Akibat sakit gigi anak 37% anak harus absen dari sekolah dan 29% dari mereka mengalami gangguan tidur.
Program Gerakan Gosok Gigi dan Cuci Tangan ini dilakukan di PAUD RW 3 Kelurahan Kemijen bekerja sama dengan pendidik dan tenaga ajar disana. Kegiatan ini tidak hanya ditujukan kepada anak-anak, namun juga ditujukan kepada orang tuanya agar dapat mengetahui
70 cara menggosok gigi anaknya dengan benar.Kegiatan ini diawali dengan pemberian motivasi dan bermain bersama untuk menarik perhatian anak-anak kemudian dilanjutkan dengan pemberiana materi mengenai dampak positif dari gosok gigi dan cuci tangan serta bahaya jika tidak melakukannya dengan teratur. Kemudian dilanjutkan dengan mempraktekkan cara gosok gigi dan cuci tangan yang benar diikuti anak anak PAUD dan disaksikan orang tuanya. Setelah itu anak-anak mempraktekkannya sendiri dengan menggunakan pasta gigi dan air.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pihak PAUD dan orang tua, bahkan oleh pengurus RW. Kegiatan ini dianggap positif dan efektif untuk membantu menjaga kesehatan dan kebersihan hidup warga kemijen. Kelurahan Kemijen sendiri merupakan Kelurahan yang didorong oleh Pemerintah Kota Seamarang untuk menjadi Kelurahan yang bersih dan sehat, dengan beberapa kali diajukan mengikuti Lomba Bersih dan Sehat, setelah sebelumnya menjadi juara tingkat kota dalam lomba Proklim. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu
71 berkembangnya Kemijen dari wilayah yang terpinggirkan menjadi wilayah yang bersih dan sehat.
Beberapa alasan mengapa tim KKN alternatif Tahap 1 Kelurahan Kemijen Tahun 2020 memilih program Gerakan Gosok Gigi dan Cuci Tangan sebagai program yang perlu dilaksanakan antara lain:
1. Banyaknya masyarakat khususnya anak-anak yang kesehatan gigi dan mulutnya masih kurang
2. Kurangnya pengetahuan anak mengenai dampak negatif tidak mencuci dengan benar 3. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai cara gogok gigi dan cuci tangan yang baik
dan benar.
72 Gerakan Gosok Gigi dan Cuci Tangan dilakukan dengan harapan anak-anak dapat menjaga kesehatan gigi dan mulutnya serta menjaga kesehatan tubuhnya dengan cuci tangan. Serta orang tua dapat mengetahui cara menjaga anak-anaknya dari berbagai macam penyakit dengan pemberi materi dan praktek gosok gigi dan cuci tangan. Kegiatan ini dilakukan satu kali selama KKN yang dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2020 bertempat di PAUD RW 03.
Gerakan Gosok Gigi dan Cuci Tangan merupakan salah satu program kerja KKN alternatif Tahap 1 UNNES di Kelurahan Kemijen yang memberikan pengetahun kepada masyarakat khususnya RW 03 mengenai pentingnya gosok gigi dan cuci tangan,cara gogok gigi dan cuci tangan ang baik dan benar serta dampak negatif jika gosok gigi dan cuci tangan tidak dilakukan dengan baik dan benar. Adapun tahap pelaksanaan dari program ini antara lain :
73 1. Tim KKN berkoordinasi dengan salah satu perwakilan desa untuk mengadakan
Program Gosok Gigi dan Cuci Tangan
2. Berkoordinasi serta menginformasikan kepada pihak PAUD RW 03 untuk disosialisasikan mengenai pelaksaan program ini
3. Menentukan waktu dan tempat pelaksanaan
4. Mempersiapkan peralatan dan bahan untuk pemberian materi dan praktek kegiatan tersebut
5. Pelaksanaan program dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2020 6. Evaluasi program kerja
74 Tercapainya masyarakat yang memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan gigi dan mulut serta menjaga kesehatan tubuh dengan mampu menggosok gigi dan cuci tangan dengan baik dan benar. Serta masyarakat diharapkan bisa saling bertukar informasi mengenai pengetahuan yang telah didapat. Hasil yang dicapai dalam program Gerakan Gosok Gigi dan
Cuci Tangan adalah masyarakat mendapat pengetahuan mengenai manfaat menggosok gigi dan mencuci tangan yang selama ini mungkin dianggap sepele oleh sebagian besar masyarakat khususnya anak-anak. Dari program ini anak-anak dapat mempraktekkan cara gosok gigi dan cuci tangan dengan baik dan benar, dan orang tua mendapat pengetahuan untuk merawat kesehatan anak-anaknya.
Luaran
75 1. Kendala : susah untuk menenangkan suasana karena anak-anak yang terlalu banyak 2. Solusi : dibantu oleh banyak anggota tim KKN dan pengajar PAUD untuk
mengendalikan suasana agar kondusif
3. Saran : kegiatan dilakukan dengan cara-cara yang lebih kreatif untuk menarik perhatian anak
76 Dokumentasi
77
Pos Pelayanan Terpadu Untuk Lansia Dan Balita Di Kelurahan Kemijen
78 Posyandu adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh, dan untuk masyarakat dibantu oleh petugas kesehatan. Posyandu merupakan salah satu program tim KKN UNNES dalam bidang kesehatan yang berkerjasama dengan posyandu RW 4, 10, dan 11. Program ini diperuntukkan bagi balita maupun lansia setempat. Bagi balita, posyandu bertujuan untuk mengurangi angka kematian bayi. Sedangkan bagi lansia bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan dan pemeliharaan kesehatan. Selain pengecakan kesehatan secara rutin, peserta posyandu juga diberikan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
79 Program ini dilaksanakan dengan tujuan :
3. Membantu memberikan pelayanan kesehatan kepada balita. 4. Membantu memberikan pelayanan kesehatan kepada lansia.
Kegiatan ini dilaksanakan karena, di kelurahan kemijen terdapat masalah dimana Terdapat alat tes yang error, Tempat yang kurang luas.Kegiatan ini dilaksanakan pada:
Waktu : 1 februari, 9 februari, 19 Februari 2020
Tempat : Posyandu RW 04, posyandu RW 11 dan posyandu RW 10.
Adapun tahap pelaksanaan program sebagai berikut :
80 1. Melakukan koordinasi dengan posyandu setempat terkait tempat dan waktu
pelaksaan. 2. Persiapan alat.
3. Melakukan percobaan alat. 4. Penataan tempat.
5. Pelaksaan posyandu. 6. Evaluasi.
Keberlanjutan Program
1. Tercapainya kegiatan posyandu baik balita maupun lansia secara berkelanjutan.
81 2. Pemeriksaan kesehatan dibantu oleh pihak yang lebih ahli misalnya puskesmas.
Warga RW 4, 10, dan 11 kelurahan Kemijen sangat antusias untuk mengikuti posyandu.
Banyak balita, lansia maupun orang dewasa yang hadir untuk melakukan pengecekan kesehatan mereka. Kegiatan ini disambut dengan baik dan mendapat dukungan dari banyak pihak. Setelah program ini diharapkan posyandu dapat berjalan secara rutin untuk melayani masyarakat.
Terdapat beberapa kendala saat pelaksanaan program, diantaranya alat tes yang error, pengondisian yang cukup sulit karena tempat yang tidak luas, sistem antre tidak berjalan baik. Supaya kegiatan ini akan lebih baik jika kegiatan bekerja sama dengan bidan atau pihak puskesmas setempat.
82
83
BIDANG LINGKUNGAN & KONSERVASI
84
Progam Pelatihan Pengelolan Sampah An-Organik Di Bank Sampah Rw 03
Kelurahan Kemijen
Program Bank Sampah merupakan program yang dikembangkan di Desa Kemijen khususnya di RW 03 dan RW 11. Program ini bermaksud untuk melatih masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Hal ini dilatar belakangi oleh banyaknya sampah anorganik yang semakin menumpuk disekitar pemukiman warga. Sampah-sampah yang semakin menumpuk dan tidak terurus menyebabkan bau tidak sedap serta sebagai sarang penyakit seperti demam berdarah, malaria, penyakit kulit dan masih banyak lagi. Penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh sampah yang tidak terurus tersebut sudah menjadi kasus dominan di Kelurahan Kemijen.
85 Keadaan geografis Kelurahan Kemijen yaitu daerah tambak juga menjadi faktor kurangnya lahan pembuangan sampah dan sarang penyakit.
Upaya pemerintah dalam mengurangi sampah anorganik yaitu menanamkan program 3R (Reduse atau mengurangi, Reuse atau menggunakan kembali, Recycle atau daur ulang). Dalam program Bank Sampah yang merupakan program kerja KKN Alternatif Tahap 1 Kelurahan Kemijen Tahun 2020 ini bekerjasama dengan Bank Sampah RW 03 Kelurahan Kemijen untuk melaksanakan salah satu program Recycle atau mendaur ulang sampah anorganik yautu kain atau pakaian yang sudah tidak terpakai. Kegiatan ini diawali dengan koordinasi oleh tookoh masyarakat di RW 03 yaitu Ketua RW 03 Kelurahan Kemijen serta pengurus Bank Sampah RW 03 Kelurahan Kemijen. Selanjutnya prkatik pengolahan sampah pakaian atau kain perca di bantu
86 oleh perwakilan Kelompok PKK setiap RT di RW 03 Kelurahan Kemijen. Pengolaha berupa daur ulang dilakukan dengan cara mengolah sampah berupa pakaian atau kain perca yang tidak digunakan menjadi hiasan pakaian atau bros. Alasan memilih pembuatan bros karena banyak masyarakat yang ingin mengetahui bagaimana cara membuat bros dari kain perca serta bros merupakan hiasan yang sering digunakan. Peserta yang merupakan perwakilan kelompok PPK setiap RT di RW 03 dilatih untuk mengembangkan kreativitasnya dalam membuat beberapa jenis dan bentuk bros.
Beberapa alasan mengapa tim KKN Laternatif Tahap 1 Kelurahan Kemijen Tahun 2020 memilih program Bang Sampah sebagai program yang perlu dilaksanakan antara lain:
4. Banyaknya masyarakat yang membuang sampah dialiran sungai serta lahan tambak 5. Kurangnya lahan pembuangan sampah di Keluraha Kemijen khususnya RW 03
87 6. Kurangnya wawasan serta kesadaran dalam pengolahan sampah kain
Program Bank Sampah berupa pembuatan bros ini bermaksud untuk memberikan wawasan kepada perwakilan masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkunggan serta pengolahan sampah kain menjadi barang yang lebih bermanfaat. Harapannya peserta yang merupakan perwakilan kelompok PKK dapat mengajarkan ilmu yang telah didapat dalam program ini kepada masyarakat di lingkuangnnya.
Dalam pelaksanaannya, peserta diberi pengarahan terlebih dahulu mengenai cara pembuatan bros oleh salah satu orang yang sudah paham dan ahli dalam pengolahan kain perca menjadi bros. Harapannya peserta dapat mengembangkan ilmu yang didapat di rumah
masing-88 masing serta dapat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan Bank Sampah antara lain :
1. Menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap sampah
2. Sinergitas dengan program pemerintah dalam menanggulangi dan menurunkan kuantitas sampah kota yang masuk ke TPS-TPS di Kelurahan Kemijen
3. Mendidik masyarakat untuk lebih cerdas dalam berkreasi dan berinovasi dalam kreatifitas daur ulang sampah anorganik
Kegiatan ini dilakukan satu kali pada selama KKN yang dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2020 bertempat di Bank Sampah RW 03. Bank Sampah merupakan salah satu program kerja KKN Alternatif Tahap 1 Kelurahan Kemijen Tahun 2020 yang melatih masyarakat Kemijen khususnya RW 03 untuk memisahkan sampah organik dan anorganik serta mengajarkan
89 salah satu program pendaur ulangan sampah anorganik menjadi barang yang lebih bermanfaat. Adapun taha[ pelaksanaan dari program ini antara lain :
7. Tim KKN berkoordinasi dengan salah satu perwakilan desa untuk mengadakan pelatihan ecobrict.
8. Berkoordinasi serta menginformasikan kepada perwakilan kelompok PKK setiap RT di RW 03 Kelurahan Kemijen
9. Menentukan waktu dan tempat pelaksanaan
10. Memilah sampah dan mempersiapkan sampah anorganik yang akan digunakan dalam pembuatan bros. Alat dan bahan yang diperlukan antara lain : gunting, lem kain, kain perca, benang jahit, jarum jahit, dan peniti.
90 12. Evaluasi program kerja
Meningkatnya kesadaran dan kepedulian masyarakat kelurahan Kemijen untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi pencemaran dengan salah satu program 3R yaitu Recycle atau mendaur ulang khususnya sampah kain menjadi barang yang lebih bermanfaat seperti bros atau hiasan pakaian. Tercapainya masyarakat yang memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan pemanfaatan kain perca, serta peserta dapat mengajarkan ilmu yang didapat pada kelompok PKK masing-masing RT. Hasil yang ingin dicapai dalam program pembuatan sampah yang merupakan luaran dari program Bank Sampah adalah membantu mengurangi permaslahan lingkungan di Kelurahan Kemijen khususnya RT 03. Permasalahan sampah yang sudah sering terjadi di RW 03 menjadi latar belakang dilaksanakannya program
91 kerja Bank Sampah. Pelatihan bros dilaksanakan satu kali selama KKN yaitu pada tanggal 25 Januari 2020 di Bank Sampah RW 03 Kelurahan Kemijen. Pelatihan ini diawali dengan pengenalan serta cara membuat bros oleh salah satu tentor yang merupakan pengurus Bank Sampah RW 03, dilanjut dengan praktik membuat bros. Hasil bros yang telah dibuat oleh peserta dapat dibawa oleh masing masing peserta yang harapannya menjadi contoh yang dapat diajarkan untuk kelompok PKK masing-masing RT.
1. Kendala : waktu pelaksanaan yang terbatas, sehingga pembuatan bros kurang maksimal 2. Solusi : peserta dapat melanjutkan pembuatan bros dirumah masing-masing
3. Saran : kegiatan pembuatan bros dapat berlanjut dilain waktu sehingga hasil yang didapat dapat maksimal
92 Dokumentasi
93
Tabulampot (Tanaman Buah Dalam Pot) Guna Membantu Rw 03 Untuk
Mempersiapkan Lomba Proklim Tingkat Nasional
TABULAMPOT (Tanaman Buah Dalam Pot)
94 Tanaman buah dalam pot (Tabulampot) adalah metode budidaya tanaman buah-buahan dengan tempat tumbuhnya didalam pot. Sistem bercocok tanam dengan tabulampot umumnya dilakukan di daerah perkotaan. Sebab, mayoritas lahannya sempit, sehingga pembudidayaan tanaman melalui system hidroponik, pertanian vertical, dan seterusnya. Sementara tabulampot bias juga dijadikan system berkebun modern di perkotaan. Tabulampot tentu saja memiliki banyak keuntungan diantaranya mampu memberi nilai estetika, hemat lahan, dan lain sebagainya. Selain itu, lahan yang sempit juga bisa dioptimalkan lagi perannya.
Tanaman buah dalam pot (Tabulampot) adalah metode budidaya tanaman buah-buahan dengan tempat tumbuhnya didalam pot. Sistem bercocok tanam dengan tabulampot umumnya dilakukan di daerah perkotaan. Sebab, mayoritas lahannya sempit, sehingga pembudidayaan
Latar Belakang
95 tanaman melalui system hidroponik, pertanian vertical, dan seterusnya. Sementara tabulampot bias juga dijadikan system berkebun modern di perkotaan. Tabulampot tentu saja memiliki banyak keuntungan diantaranya mampu memberi nilai estetika, hemat lahan, dan lain sebagainya. Selain itu, lahan yang sempit juga bisa dioptimalkan lagi perannya. :
Merupakan kegiatan sebagai salah satu wujud konservasi UNNES dibidang lingkungan. Berikut adalah tahap pelaksanaanya :
8) Persiapan bibit pohon anggur dengan pembalian 20 buah bibit anggur, 10 buah bibit anggur hijau, 10 buah bibit anngur merah.
9) Tim KKN berkoordinasi dengan perangkat desa untuk melaksanakan penanaman bibit anggur.
10) Penentuan waktu dan tempat pelaksanaan.
96 12) Tempat pelaksaan di balai RT 2
13) Evaluasi program
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu, 15 februari 2020 pada warga RW 03 kelurahan kemijen kecamatan semarang timur.
Masyarakat lebih peka terhadap keseimbangan alam.dengan besar harapan : a. Keberlanjutan Program
Masyarakat lebih peka terhadap keseimbangan alam. b. Hasil yang Dicapai
97
Membuat masyarakat lebih mudah dalam merawat tanaman buah, sehingga tanaman buah kita bias lebih produktif dengan intensitas perawatan tanaman buah dalam pot yang dapat lebih maksimal.
Mempercantik halaman RT 2 dengan tanaman buah dalam pot.
Membuat tantangan baru, tanaman buah sangat identik dengan tanaman yang dapat membutuhkan lahan yang luas, akan tetapi kita mencoba dengan seluruh pengetahuan kita yang dimiliki mengenai tanam menanam buah untuk diterapkan pada media yang lebih sempit.
98 Alangkah lebih baik jika, warga kemijen lebih perduli terhadap tanaman buah, selain mempercantik lingkungan, tanaman buah dalam pot sangat bermanfat bagi masyarakat sekitar, karena dengan adanya tanaman buah dalam pot memiliki manfaat yang sangat besar. Kendala yang dialami yakni, kami tim KKN mengalami kendala problem intern kecamatan Semarang Timur yang tidak sesuai dengan rencana awal, pada akhirnya tim kami tidak mendapatkan tanaman buah yang dijanjikan sesuai diperjanjian awal, namun tim kami dapat menyelesaikan masalah tersebut dan melaksanakan program ini secara maksimal. Selain itu, tim kami sedikit kesulitan untuk mencari bibit buah yang cocok untuk daerah panas (kemijen), karena tidak semua buah dapat ditanam di daerah kemijen ini dengan menyesuaikan kondisi geografis nya .
99 Untuk itu kami memberikan solusi bahwa, Tim kkn UNNES memberi 20 pot bibit tanaman buah anggur kepada warga kemijen, tepatnya di rt 02, dimna tempat tersebut merupakan lahan yang lumayan cocok untuk dilakukan nya kegiatan tersebut.
100 Dokumentasi
101
Pelatihan Ecobric Di Bank Sampah Rw 3, 4 Dan 11 Kelurahan Kemijen
102 Sampah masih menjadi penyebab terbesar terjadinya permasalahan lingkungan, salah satu contoh permasalahan yang diakibatkan sampah adalah pencemaran air dan tanah yang, permasalahan ini terjadi karena sampah yang menumpuk dan tidak diolah dengan baik. Pencemaran yang terjadi dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti diantaranya diare dan demam berdarah. Sampah plastik menjadi faktor utama penyebab pencemaran terjadi, hal ini dikarenakan didalam sampah plastik terdapat zat-zat berbahaya yang dapat mencemari lingkungan dan tanah, samapah plastik juga memerlukan waktu yang lama untuk dapat terurai sedangkan masyarakat setiap hari menggunakannya untuk keperluan sehari-hari mereka. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menangani sampah plastik adalah dengan Ecobrict. Ecobrict merupakan salah satu cara untuk mengurangi limbah plastik dengan mengemas sampah plastik yang telah dibersihkan dan dikeringkan kemudian dipotong menjadi beberapa bagian kecil kedalam botol plastik dengan kerapatan yang ditentukan. Produk dari ecobrik bisa