• Tidak ada hasil yang ditemukan

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

         

Hak cipta dan penggunaan kembali:

Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah,

memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bukan untuk

kepentingan komersial, selama anda mencantumkan nama

penulis dan melisensikan ciptaan turunan dengan syarat

yang serupa dengan ciptaan asli.

Copyright and reuse:

This license lets you remix, tweak, and build upon work

non-commercially, as long as you credit the origin creator

and license it on your new creations under the identical

terms.

(2)

BAB III

METODOLOGI

Kebun Raya Cibodas 3.1.

Kebun Raya Cibodas merupakan tempat pariwisata dan edukasi yang berdiri sejak tanggal 11 April 1852 oleh seorang kurator Kebun Raya Bogor, Johannes Ellias Teijsmann. Pada tahun 2003, Kebun Raya Cibodas berkembang menjadi bagian dari Kebun Raya Bogor dan sebagian besar pengelolaannya diberikan kepada LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Gambar 3.1. Gerbang Utama Kebun Raya Cibodas

(3)

Lokasi Kebun Raya Cibodas berada di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango pada ketinggian kurang lebih 1.300 – 1.425 meter di atas permukaan laut dengan temperatur rata-rata 20,06 o C, kelembaban 80,82 % dan rata-rata curah hujan 2.950 mm per tahun. Area ini mempunyai luas kurang lebih 85 hektar dengan koleksi tumbuhan mencapai 5.606 contoh tumbuhan. Panjang perjalanan yang harus ditempuh dari Jakarta hingga tiba ke Kebun Raya Cibodas kurang lebih sekitar 100 Km dengan menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi.

Kebun Raya Cibodas memiliki beberapa objek wisata yang terdapat di dalamnya seperti air terjun Ciismun, jalan air, rumah kaca, araucaria avenue, taman lumut, taman sakura, koleksi paku-pakuan, kolam besar, dan hutan alami wornojiwo. Terdapat juga fasilitas yang disediakan meliputi fasilitas outbound, pepeling (paket edukasi untuk pelajar atau mahasiswa), galeri penjualan tanaman hias, fasilitas berkuda, kantin, guesthouse yang dibagi menjadi 2 area yaitu, Sakura (5 kamar) dan Medinila (9 kamar). Fasilitas lain yang disediakan pihak Kebun Raya Cibodas adalah lokasi pemotretan prewedding dan shooting.

Untuk mengetahui kondisi Kebun Raya Cibodas, penulis telah melakukan observasi lapangan dengan mengamati kawasan dan kegiatan yang berlangsung di area tersebut pada tanggal 28 Febuari 2015, 3 April 2015, dan 11 April 2015. Hal pertama yang penulis amati adalah aksesbilitas menuju lokasi. Akses ke Kebun Raya Cibodas cukup mudah, dapat diakses dengan menggunakan mobil, motor bahkan transportasi umum. Mayoritas diantaranya memilih kendaraan pribadi saat berkunjung. Tarif tiket masuk Kebun Raya Cibodas relatif tergolong murah yaitu

(4)

sebesar Rp 9.500,00 per orang, kendaraan roda dua Rp 5.000,00 per motor, dan kendaraan roda empat Rp 16.000,00 per mobil, tarif ini disesuaikan dengan PP Nomor 106 tahun 2012 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Tidak ada batasan waktu berkunjung bagi para wisatawan, tetapi karena kawasan ini tidak memiliki penerangan khusus sehingga pengunjung hanya dapat beraktivitas dengan mengandalkan cahaya matahari.

Kebun Raya Cibodas menawarkan pemandangan alam khas dataran tinggi dengan berbagai objek wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan. Objek wisata yang paling diminati oleh para wisatawan adalah air terjun Ciismun. Perjalanan menuju air terjun Ciismun hanya dapat ditempuh dengan cara berjalan kaki karena jalan yang terjal dan berupa tangga-tangga. Dalam perjalanan ke objek wisata tersebut, wisatawan disuguhkan pemandangan dan keindahan alam sekitar yang tentu saja jarang ditemukan di perkotaan.

Melihat keindahan pemandangan yang ditawarkan oleh Kebun Raya Cibodas, tidak jarang area ini dijadikan sebagai salah satu pilihan bagi pasangan muda untuk melakukan pemotretan pre wedding. Biaya yang dikenakan untuk melakukan pemotretan pre wedding adalah Rp. 1.000.000,00 per hari. Berbeda dengan pemotretan komersial yang dikenakan biaya lebih mahal yaitu Rp. 2.000.0000,00 per hari. Banyaknya titik foto dengan keindahan alam yang beragam di setiap tempat membuat banyak fotografer berdatangan untuk sekedar

hunting foto. Kebun Raya Cibodas juga sering mengadakan acara khusus seperti

(5)

3.2. Data Wawancara

3.2.1. Wawancara dengan Perwakilan Pengelola

Gambar 3.2. Wawancara dengan Perwakilan Pengelola

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Penulis berkesempatan mewawancarai Pak Dian sebagai perwakilan dari pengelola Kebun Raya Cibodas. Wawancara di laksanakan pada tanggal 18 April 2015, pukul 14.30 WIB di kantor pengelola Kebun Raya Cibodas. Dengan melakukan wawancara dengan pihak pengelola, penulis dapat mengetahui media promosi seperti apa yang sudah ada, citra seperti apa yang ingin dibangun untuk memperkenalkan kepada masyarakat serta kelebihan Kebun Raya Cibodas dibandingkan dengan Kebun Raya lain. Dengan begitu, penulis dapat menarik kesimpulan dan menentukan media promosi yang tepat untuk memperkenalkan Kebun Raya Cibodas.

Dari wawancara penulis dengan Pak Dian, mayoritas pengunjung berasal dari kalangan remaja dan dewasa seperti mahasiswa, pegawai kantoran, dan anggota komunitas yang datang sebagian besar dari wilayah JABODETABEK.

(6)

Selain itu, Kebun Raya Cibodas juga dijadikan pilihan para keluarga untuk berkumpul dan menikmati keindahan alam.

Beliau menjelaskan bahwa jumlah pengunjung Kebun Raya Cibodas makin menurun dari tahun 2012 sampai 2014, sehingga pihak pengelola harus menurunkan target pengunjung tahunan mereka. Pada tahun 2012, pengunjung yang datang mencapai 600.000 orang sedangkan pada tahun 2014 pengunjung yang datang hanya sekitar 480.000 orang, sedangkan jumlah yang ditargetkan oleh pihak Kebun Raya Cibodas mencapai 700.000 orang per tahun.

Menurut beliau, turunnya jumlah pengunjung dari tahun ke tahun karena munculnya tempat wisata lain di Puncak yang mempromosikan diri dengan baik ke masyarakat sedangkan media promosi Kebun Raya Cibodas masih sangat minim. Media promosi yang sudah dikeluarkan Kebun Raya Cibodas adalah, brosur, fanpage facebook, dan website. Dalam masalah anggaran dalam pembuatan media promosi, Kebun Raya Cibodas bekerjasama dengan instansi pemerintah, sehingga kebanyakan dana yang dikeluarkan pemerintah adalah untuk membiayai pemeliharaan Kebun Raya Cibodas sendiri seperti pengairan, pemeliharaan tanaman, pekerja Kebun Raya, dsb. Untuk mengeluarkan dana untuk media promosi, pihak pengelola harus memberikan proposal yang nantinya akan diajukan ke pemerintah untuk meminta bantuan dana.

Dengan banyaknya fasilitas dan objek wisata yang ada di Kebun Raya Cibodas, tidak semua fasilitas diberikan media promosi secara khusus, contohnya adalah fasilitas lokasi pemotretan pre wedding. Hal itu menyebabkan banyak masyarakat bahkan pengunjung tidak mengetahui tentang hal tersebut. Pak Dian

(7)

menuturkan bahwa dalam satu tahun, fasilitas untuk melakukan pemotretan pre

wedding di Kebun Raya Cibodas pada tahun 2014 hanya 20 kali. Pengunjung

yang memilih untuk melakukan pemotretan untuk prewedding di Kebun Raya Cibodas kebanyakan yang sudah pernah berpariwisata di Kebun Raya Cibodas.

Berdasarkan wawancara tersebut, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa kurang dikenalnya Kebun Raya Cibodas di masyarakat karena beberapa faktor internal dan eksternal. Faktor internal dari Kebun Raya Cibodas adalah media promosi yang masih minim dan belum menyentuh masyarakat luas. Media promosi bertujuan untuk memperkenalkan suatu produk/jasa agar dilirik oleh target audiens, dengan begitu citra suatu perusahaan akan tersampaikan dengan sendirinya ke masyarakat. Saat ini, citra Kebun Raya Cibodas masih samar karena apa yang dilihat masyarakat ke Kebun Raya Cibodas dan hal yang diinginkan dari pihak Pengelola masih berbeda. Sedangkan dari faktor eksternal, munculnya kompetitor di daerah sekitar. Dengan munculnya kompetitor baru, kompetitor tersebut akan menarik sebagian besar pengunjung potensial Kebun Raya Cibodas, sehingga dapat terlihat bahwa dari taun ke taun pengunjung Kebun Raya Cibodas semakin berkurang. Oleh karena itu diperlukan media promosi yang tepat untuk menarik masyarakat ke Kebun Raya Cibodas dan memberikan informasi tentang fasilitas maupun objek-objek wisata yang ada di area tersebut.

(8)

3.2.2. Wawancara dengan Target Audience

Gambar 3.3. Wawancara dengan Pengunjung

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Setelah mendapat kesimpulan dari hasil wawancara dengan pengelola, penulis melakukan penelitian untuk mendapatkan pemahaman lebih lanjut mengenai pengunjung potensial Kebun Raya Cibodas dengan cara melakukan diskusi pada tanggal 3 April 2015 antara pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Diskusi dilakukan terhadap 5 kelompok wisatawan Kebun Raya Cibodas yang dipilih secara acak.

Dari hasil wawancara, penulis menyadari bahwa sebagian besar pengunjung yang datang berkisar di kategori umur 18 – 35 tahun dan mayoritas dari wilayah JABODETABEK. Para wisatawan mengatakan sudah 2 – 3 kali datang berkunjung ke Kebun Raya Cibodas, ada juga yang baru pertama kali berkunjung. Informasi yang mereka dapatkan mengenai Kebun Raya Cibodas kebanyakan hanya dari mulut ke mulut dan ulasan dari blog pribadi. Para pengunjung mengungkapkan bahwa tujuan mereka ke Kebun Raya Cibodas untuk

(9)

menenangkan pikiran dengan keindahan alam sekitar dan menjauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Dalam diskusi yang dilakukan, sebagian besar pengunjung mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui secara jelas fasilitas dan objek wisata apa saja yang ditawarkan, khususnya fasilitas pemotretan pre wedding. 7 kelompok wisatawan yang penulis ajak berdiskusi setuju bahwa diperlukannya media promosi khusus untuk fasilitas ini, dengan alasan bahwa area Kebun Raya Cibodas dapat dieksplorasi dengan bebas dan dapat memberikan keunikan tersendiri dalam konsep pre wedding, jarak yang relatif terjangkau dari wilayah JABODETABEK sehingga tidak perlu mengeluarkan tarif lebih untuk transportasi dan tarif penyewaan lokasi yang menurut mereka masih terjangkau dibandingkan dengan tempat wisata kebun raya lainnya.

3.2.3. Wawancara dengan fotografer

Setelah melakukan analisa dari hasil wawancara dengan pengelola dan pengunjung, penulis melakukan wawancara dengan 3 orang fotografer untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai fasilitas Pemotretan pre wedding di Kebun Raya Cibodas. Wawancara ini penulis lakukan pada tanggal 30 Mei 2015. 2 dari 3 orang fotografer yang berhasil penulis wawancarai, sudah pernah melakukan sesi foto pre wedding di Kebun Raya Cibodas.

Melalui wawancara tersebut, penulis menemukan bahwa fasilitas pre wedding di Kebun Raya Cibodas ini mendapat feedback yang cukup baik dari para fotografer. Pemandangan di Kebun Raya yang masih asri, sejuk, dan terawat menjadi salah satu hal yang menguntungkan. Dengan pemandangan yang

(10)

mendukung, akan mendukung mood pasangan yang akan melakukan foto pre

wedding sehingga hasil foto menjadi lebih bagus. Selain dari faktor pemandangan,

hal lain yang menjadi kelebihan Kebun Raya Cibodas adalah lokasi yang mudah dijangkau. Dari segi harga, mereka setuju bahwa harga yang dibandrol Kebun Raya Cibodas termasuk murah dibandingkan dengan Kebun Raya lain, karena tiket masuk yang sudah termasuk dengan tarif penyewaan lokasi dan spot foto yang ditawarkan cukup beragam, bukan hanya 2 atau 3 spot saja.

3.3. Data Observasi

Penulis telah melakukan observasi lapangan dengan mengamati objek wisata dan kegiatan yang berlangsung di Kebun Raya Cibodas pada tanggal 28 Febuari 2015, 3 April 2015, dan 11 April 2015. Lahan rerumputan yang berbukit-bukit, pepohonan yang tinggi ramping dan latar pemandangan Gunung Gede menjadi daya tarik yang ingin penulis sajikan ke para pengunjung, khususnya masyarakat JABODETABEK.

Setelah beberapa kali berkunjung ke Kebun Raya Cibodas, penulis melihat bahwa sebagian besar pengunjung yang datang adalah masyarakat dari JABODETABEK dengan kisaran umur 18 - 35 tahun.

Cuaca yang sejuk dan pemandangan yang berbeda-beda pada tiap sudut, ditambah dengan berbagai macam objek wisata akan menarik perhatian bagi para fotografer dan pasangan muda untuk melakukan prewedding di Kebun Raya Cibodas.

Oleh karena itu, Penulis menyimpulkan bahwa Kebun Raya Cibodas mempunyai kesempatan yang besar untuk bersaing dan menjadi tempat wisata

(11)

dengan lokasi pemotretan pre wedding outdoor. Bukan hanya pemandangan yang ditawarkan tetapi juga dari segi tarif yang masih tergolong relatif murah.

3.4. Analisis Data

Berdasarkan pada seluruh proses penelitian dan pengumpulan data yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa target audiens yang tepat dalam perancangan media promosi Kebun Raya Cibodas ini dibagi menjadi target primer dan target sekunder, yaitu.

1. Target Primer

 Segmentasi Demografis

Pria dan Wanita dengan rentang usia 18 – 35 tahun, kalangan remaja dan dewasa yang sudah memiliki pendapatan dan mampu membuat keputusan sendiri, serta memiliki status ekonomi menengah.

 Segmentasi Geografis

Berlaku untuk seluruh Indonesia, tetapi difokuskan pada wilayah JABODETABEK

Segmentasi Psikografis

Memiliki hobi memotret, sudah dalam usia untuk menikah, dan menyukai kegiatan di luar ruangan.

2. Target Sekunder

 Segmentasi Demografis

Pria dan Wanita dengan rentang usia 18 – 55 tahun, kalangan remaja dan dewasa yang sudah memiliki pendapatan dan mampu membuat keputusan sendiri, serta memiliki status ekonomi menengah.

(12)

 Segmentasi Geografis

Berlaku untuk seluruh Indonesia

 Segmentasi Psikografis

Memiliki hobi memotret dan menyukai kegiatan di luar ruangan.

Sedangkan untuk jenis media yang dimanfaatkan dengan penggunaan internet yang aktif meliputi facebook fan page, twitter header dan iklan di website. Media lainnya yang juga dapat mendukung pengenalan dan penyampaian informasi seputar Kebun Raya Cibodas antara lain, brosur, flyer, billboard, iklan majalah, sticker mobil, dan banner. Billboard tidak hanya berfungsi sebagai media promosi tetapi dapat digunakan untuk membantu para wisatawan yang kesulitan mencari lokasi Kebun Raya Cibodas. Pada media brosur dan flyer di cantumkan berbagai informasi penting mengenai Kebun Raya Cibodas untuk dapat diedarkan dalam bentuk cetak maupun digital. Sedangkan stiker mobil menjadi pilihan media dikarenakan mayoritas dari para wisatawan yang berkunjung dari wilayah JABODETABEK mengendarai mobil pribadi. Stiker mobil dapat menjadi promosi berjalan yang membantu proses pengenalan keberadaan Kebun Raya Cibodas kepada masyarakat.

3.5. Studi Existing

Setelah melalui proses pengumpulan landasan teori dan informasi terkait mengenai Kebun Raya Cibodas, penulis melakukan studi visual yang bertujuan untuk membantu perancangan media promosi Kebun Raya Cibodas. Proses studi visual yang dilakukan adalah dengan mengamati berbagai referensi iklan majalah yang berhubungan dengan tempat wisata alam. Studi visual ini didapatkan dengan

(13)

melakukan pencarian melalui internet. Berikut adalah beberapa iklan majalah yang di nilai penulis sesuai untuk dijadikan sebagai refrensi:

Gambar 3.4. Iklan Majalah Clyde Park

(Sumber:http://rwgstudio.com/wp-content/uploads/2014/05/clyde-park-advert-001.jpg)

Gambar 3.5. Iklan Majalah Chicago Botanic Garden

(14)

Gambar 3.6. Iklan Majalah Cameron Highland

(Sumber: http://mohdrazali.com/wp-content/uploads/2011/07/cameron-portrait.jpg)

Setelah melakukan pengamatan visual terhadap beberapa iklan majalah tersebut, penulis mulai melakukan analisa keseragaman yang terdapat dalam segi desain dan menarik kesimpulan. Hasil studi visual ini akan menjadi referensi yang menudukung perancangan iklan majalah Kebun Raya Cibodas. Adapun analisa tersebut adalah sebagai berikut:

1. Layout pada iklan majalah lebih banyak difokuskan kepada teknik fotografi dengan menampilkan suasana dan pemandangan alam yang terdapat di lokasi objek wisata. Penggunaan foto akan menjadi daya tarik yang berpotensi untuk mengundang calon pengunjung.

2. Pemilihan warna lebih banyak menggunakan warna hijau dan dibantu dengan warna dasar seperti putih dan hitam sebagai pelengkap.

(15)

3. Font yang digunakan adalah sans serif karena memiliki kesan sederhana, modern dan tingkat keterbacaannya tergolong mudah.

Gambar

Gambar 3.1. Gerbang Utama Kebun Raya Cibodas  (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Gambar 3.2. Wawancara dengan Perwakilan Pengelola  (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Gambar 3.3. Wawancara dengan Pengunjung  (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Gambar 3.4. Iklan Majalah Clyde Park
+2

Referensi

Dokumen terkait

Dari Gambar 1 tampak baik simulasi pada data suhu udara maupun data kecepatan angin memiliki rataan yang lebih mendekati data setelah menggunakan algoritma Filter

pengujian hipotesis daya tahan jantung paru (X 1 ) dan daya tahan otot tungkai (X 2 ) terhadap kemampuan tendangan sabit (Y) pada Atlet Putra Pencak Silat UKM Unsyiah

karakteristik manusia dan dalam bidang pendidikan merupakan hasil belajar. Kemampuan afektif merupakan bagian dari hasil belajar dan memiliki peran penting. Keberhasilan

Kertas ini mengkaji corak kemeruapan harga saham sektor ekonomi di Bursa Malaysia, di samping mengenal pasti sektor yang meruap secara berkelangsungan bagi tempoh masa sebelum,

Berdasarkan hasil pengamatan, diketahui bahwa spesies burung rangkong (Bucerotidae) yang terdapat di pegunungan Gugop Kemukiman Pulo Breuh Selatan Kecamatan Pulo Aceh

1) Dalam Pelaksanaannya Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau sudah menjalankan kewenangannya, sebagaimana kewenanganya yang diatur dalam pasal 8 Undang-Undang

Bu nedenle kredi aynı tarihte (14/12/2014) kapatıldığında ilgili ayda tahakkuk eden peşin komisyon tutarı olan 1.268,81 TL ve geri kalan sekiz aya ilişkin itfa edilmemiş

dengan menawarkan sejumlah kemudahan. Ditambah dengan pembeli digital Indonesia diperkirakan mencapai 31,6 juta pembeli pada tahun 2018, angka ini meningkat dari