• Tidak ada hasil yang ditemukan

PUSAT INDUSTRI KREATIF DI KOTA SEMARANG Tema : “An Oasis for Creativity”

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PUSAT INDUSTRI KREATIF DI KOTA SEMARANG Tema : “An Oasis for Creativity”"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PROJEK AKHIR ARSITEKTUR

Periode LXXVI, Semester Gasal, Tahun 2019/2020

LANDASAN TEORI DAN PROGRAM

PUSAT INDUSTRI KREATIF DI

KOTA SEMARANG

Tema : “An Oasis for Creativity”

Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan

Memperoleh gelar Sarjana Arsitektur

Disusun oleh :

Bonita Oktaviana Puspa Arumdani

15.A1.0146

Dosen Pembimbing :

Prof. Dr.-Ing. Ir. LMF. Purwanto

NIDN. 0602066801

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR

FAKULTAS ARSITEKTUR DAN DESAIN

UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA

(2)
(3)
(4)

i

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama

: Bonita Oktaviana Puspa Arumdani

NIM

: 15.A1.0146

Program Studi

: Arsitektur

Fakultas

: Fakultas Arsitektur dan Desain

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa Projek Akhir Arsitektur tahap

Landasan Teori dan Program dengan judul :

Pusat Industri Kreatif di Kota

Semarang

dengan tema

“An Oasis for Creativity”

ini benar-benar merupakan

hasil karya saya sendiri, bebas dari peniruan terhadap karya orang lain. Kutipan

pendapat dan tulisan orang lain ditunjuk sesuai dengan tata cara penulisan karya

ilmiah yang berlaku.

Apabila dikemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan bahwa dalam Projek

Akhir Arsitektur tahap Landasan Teori dan Program ini terkandung ciri-ciri plagiat

dan bentuk peniruan lain yang dianggap melanggar peraturan, maka saya

bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.

Semarang, 11 September 2019

Penulis,

Bonita Oktaviana Puspa Arumdani

NIM. 15.A1.0146

(5)

ii

PRAKATA

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan

Karunia-Nya sehingga Landasan Teori dan Program ini dapat disusun dan

diselesaikan dengan baik untuk menyelesaikan Projek Akhir Arsitektur 76. Dalam

kesempatan ini, saya mengucapkan terimakasih kepada :

1. Prof. Dr. Ridwan Sanjaya, SE, S.Kom, MS.IEC, selaku Rektor Universitas

Katolik Soegijapranata Semarang;

2. Dr. Dra Tyas Susanti, MA, Ph.D, selaku Dekan Fakultas Arsitektur dan

Desain Universitas Katolik Soegijapranata;

3. Christian Moniaga, ST., M.Ars. selaku Kaprogdi Arsitektur Fakultas

Arsitektur dan Desain Universitas Katolik Soegijapranata;

4. MD Nestri Kiswati, ST. M.Sc, selaku dosen koordinator Projek Akhir

Arsitektur 76;

5. Prof. Dr.-Ing. Ir. LMF. Purwanto, selaku dosen pembimbing yang telah

mengarahkan, membimbing, dan memberi ilmu kepada dalam

menyelesaikan Landasan Teori dan Program ini;

6. Para penguji Landasan Teori dan Program yang telah memberikan

masukan dan saran yang berguna untuk menyempurnakan Landasan

Teori dan Program ini;

7. Seluruh dosen dan staff di Fakultas Arsitektur dan Desain Universitas

Katolik Soegijapranata;

8. Kedua orangtua saya, Drs. Timbul Sudarmanto dan Sri Endah Purwati,

S.Pd yang selalu memberikan kasih sayang dan selalu memberikan

dukungan dan doa selama ini;

9. Keluarga besarku yang tidak bisa kusebutkan satu-persatu, terimakasih

telah memberikan dukungan dan doa;

(6)

iii

10. Kakakku, Zafania Anggita Arumdani, SH yang selalu mendukung,

memberikan ide dan saran, menemani dan membantu dari awal survei

untuk penulisan Landasan Teori dan Program ini;

11. Teman-teman Arsitektur angkatan 2015 yang tidak dapat aku sebutkan

satu-persatu;

12. Teman-teman Projek Akhir Arsitektur Angkatan 76, terimakasih telah

membantu dan memberikan saran yang baik selama masa PAA 76 ini,

terutama teman-teman satu bimbingan yang membantu dan memberikan

masukan dan saran; dan

13. Teman-teman dekatku di masa kuliah, Brigitta, Ezer, Heavy, Janet, Nadine,

dan Vina. Terimakasih telah menjadi teman-teman yang asyik selama

kuliah

Saya menyadari dalam penyusunan Landasan Teori dan Program ini

masih belum sempurna, karena itu saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan

dalam penulisan. Akhir kata, saya mengucapkan terimakasih

Semarang, 11 September 2019

Penulis,

(7)

iv

DAFTAR ISI

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN ... i

PRAKATA ... ii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR GAMBAR ... vi

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR DIAGRAM ... viii

ABSTRAK ... ix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Pertanyaan Masalah Desain ... 3

1.3 Tujuan ... 4

1.4 Manfaat ... 4

1.5 Sistematika Pembahasan ... 5

BAB II GAMBARAN UMUM PROJEK ... 6

2.1 Gambaran Umum Fungsi Projek ... 6

2.1.1 Definisi Fungsi Bangunan ... 6

2.1.2 Karakteristik Fungsi Bangunan ... 13

2.1.3 Jenis Ruang... 14

2.1.4 Persyaratan Ruang ... 16

2.1.5 Sistem Bangunan ... 17

2.2 Gambaran Umum Tata Ruang Kota ... 18

2.2.1 Gambaran Umum Sistem Transportasi Kota ... 20

2.2.2 Karakteristik Iklim ... 20

2.2.3 Kondisi Kebencanaan ... 20

BAB III PEMROGRAMAN ARSITEKTUR DAN PERUMUSAN MASALAH ... 22

3.1 Analisis Fungsi Bangunan ... 22

3.1.1 Karakteristik dan Kapasitas Pengguna ... 22

3.1.2 Kegiatan yang Terjadi ... 26

3.1.3 Besaran Ruang Dalam dan Ruang Luar ... 42

3.1.4 Struktur Ruang ... 64

3.2 Analisis Tapak ... 69

3.2.1 Karakteristik Lansekap ... 70

3.2.2 Kondisi Tanah... 71

3.2.3 Kondisi Topografi ... 72

(8)

v

3.3 Analisa Lingkungan Buatan dan Alami ... 72

3.3.1 Analisa Bangunan Sekitar ... 72

3.3.2 Analisa Transportasi dan Utilitas Kota ... 74

3.3.3 Analisa Vegetasi ... 74

3.3.4 Analisa Klimatik ... 76

3.3.5 Analisa View ... 77

3.3.6 Analisa Kebisingan ... 78

3.4 Perumusan Masalah ... 79

BAB IV LANDASAN TEORI ... 82

4.1 Hubungan antara Elemen Estetika Dalam Seni dengan Karakteristik Penggiat Industri Kreatif ... 82

4.2 Teori Pop Culture ... 84

4.2.1 Pop Culture... 84

4.2.2 Pop Culture di Kota Semarang... 85

4.2.3 Pop Culture dalam Arsitektur ... 86

4.3 Mewujudkan “Sense of Place” dalam Bangunan ... 86

4.3.1 Sense of Place ... 86

4.3.2 Kenyamanan Fisik dan Psikis Pada Ruang Dalam ... 87

BAB V PENDEKATAN DAN LANDASAN PERANCANGAN ... 92

5.1 Pendekatan Perancangan ... 92

5.2 Landasan Perancangan Tata Ruang Tapak ... 94

5.3 Landasan Perancangan Tata Ruang Bangunan ... 96

5.4 Landasan Perancangan Bentuk Bangunan ... 97

5.5 Landasan Perancangan Wajah Bangunan ... 98

5.6 Landasan Perancangan Struktur Bangunan ... 100

5.6.1 Struktur Bawah (Sub Structure) ... 100

5.6.2 Struktur Atas (Super Structure) ... 100

5.7 Landasan Perancangan Konstruksi ... 101

5.8 Landasan Perancangan Sistem Bangunan ... 102

5.8.1 Konsep Teknologi Bangunan ... 102

5.8.2 Sistem Transportasi Bangunan ... 103

5.8.3 Sistem Pemadam Kebakaran ... 103

5.8.4 Sistem Utilitas Air Bersih ... 104

5.8.5 Sistem Jaringan Listrik ... 104

DAFTAR PUSTAKA ... 105 LAMPIRAN

(9)

vi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 The Second Home London ... 6

Gambar 2. 2 Interior The Second Home London ... 7

Gambar 2. 3 Jakarta Creative Hub... 8

Gambar 2. 4 Kegiatan di Jakarta Creative Hub ... 8

Gambar 2. 5 Kegiatan Subsektor Kriya ... 10

Gambar 2. 6 Kegiatan Subsektor Fesyen ... 11

Gambar 2. 7 Kegiatan Subsektor Desain Komunikasi Visual ... 11

Gambar 2. 8 Kegiatan Subsektor Film, Animasi, dan Video ... 12

Gambar 2. 9 Kegiatan Subsektor Seni Pertunjukan ... 12

Gambar 2. 10 Kegiatan Subsektor Musik ... 13

Gambar 2. 11 Peta Kota Semarang ... 18

Gambar 2. 12 Peta Kecamatan Semarang Barat ... 19

Gambar 2. 13 Peta Rawan Bencana Kota Semarang ... 21

Gambar 2. 14 Peta Rawan Bencana Kecamatan Semarang Barat ... 21

Gambar 3. 1 Peta Lokasi Tapak... 70

Gambar 3. 2 Peta Jenis Tanah Kota Semarang ... 71

Gambar 3. 3 Bangunan Sekitar Tapak ... 73

Gambar 3. 4 Vegetasi Sekitar Tapak ... 74

Gambar 3. 5 Vegetasi Depan Tapak ... 75

Gambar 3. 6 Vegetasi Samping Tapak ... 75

Gambar 3. 7 Vegetasi Belakang Tapak ... 76

Gambar 3. 8 View from Site ... 77

Gambar 3. 9 View to Site ... 77

Gambar 3. 10 Analisa Kebisingan Tapak ... 78

Gambar 5. 1 Tata Ruang pada Tapak ... 94

Gambar 5. 2 Softscape Pada Lansekap ... 95

Gambar 5. 3 Hardscape Pada Lansekap ... 96

Gambar 5. 4 Organisasi Ruang Terpusat ... 96

Gambar 5. 5 Zonasi pada Bangunan ... 97

Gambar 5. 6 Citra View Tapak ... 99

(10)

vii

DAFTAR TABEL

Tabel 2. 1 Jenis Ruang ... 14

Tabel 3. 1 Kapasitas Pengguna ... 25

Tabel 3. 2 Studi Aktivitas Penggiat Industri Kreatif ... 26

Tabel 3. 3 Studi Aktivitas Pengunjung ... 30

Tabel 3. 4 Studi Aktivitas Inkubator Bisnis ... 32

Tabel 3. 5 Studi Aktivitas Pengelola ... 32

Tabel 3. 6 Studi Aktivitas Front Office ... 34

Tabel 3. 7 Studi Aktivitas Divisi ... 34

Tabel 3. 8 Waktu Operasional ... 39

Tabel 3. 9 Persyaratan Ruang ... 39

Tabel 3. 10 Besaran Ruang Dalam ... 42

Tabel 3. 11 Besaran Ruang Luar ... 61

Tabel 3. 12 Pengelompokan Ruang ... 64

Tabel 3. 13 Zonasi Ruang ... 65

Tabel 3. 14 Analisa SWOT ... 79

Tabel 4. 1 Standar Zona Kenyamanan Termal ... 88

Tabel 4. 2 Standar Kenyamanan Kelembaban ... 89

(11)

viii

DAFTAR DIAGRAM

Diagram 3. 1 Hubungan Ruang Makro ... 66

Diagram 3. 2 Hubungan Area Produksi ... 67

Diagram 3. 3 Hubungan Area Pelatihan ... 67

Diagram 3. 4 Hubungan Area Pameran ... 68

Diagram 3. 5 Hubungan Area Pengelola ... 68

Diagram 4. 1 Pembentuk Sense of Place ... 87

(12)

ix

ABSTRAK

Industri kreatif atau ekonomi kreatif adalah sektor ekonomi yang memanfaatkan

kreativitas dan keterampilan dalam menciptakan lapangan kerja dan

kesejahteraan dengan cara menghasilkan daya kreasi dan inovasi. Faktor penting

untuk menunjang industri kreatif adalah nilai tambah yang dilihat dari adanya

peningkatan kualitas produk dari segi nilai dan ekonomi. Kemajuan perekonomian

dunia khususnya di bidang industri kreatif memberikan banyak peluang dan

potensi baru untuk berekspresi dalam menyalurkan karya kreativitasnya. Dewasa

ini, Indonesia mulai gencar untuk meningkatkan sektor ekonomi kreatif dengan

cara pembentukan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) untuk mengelola dan

mewadahi aktivitas penggiat di bidang industri kreatif. Fenomena inilah yang

memunculkan wadah kreatif berupa

Creative Hub

atau

Creative Center

di

kota-kota besar di Indonesia untuk menyalurkan karya para penggiat industri kreatif.

Kota Semarang yang merupakan salah satu dari sepuluh kota/kabupaten kreatif di

Indonesia yang ditetapkan BEKRAF tahun 2019 mulai aktif menggerakkan sektor

ini

dengan strategi industri kreatif “

Pop Culture

”. Permasalahan yang dihadapi

adalah kurangnya sebuah wadah yang tepat untuk memfasilitasi kegiatan penggiat

industri kreatif khususnya di Kota Semarang. Permasalahan tersebut meliputi

kurangnya tempat dengan fasilitas lengkap yang menunjang industri kreatif,

kurangnya tempat untuk mendapatkan ide kreatif dan inovatif, dan kurangnya

promosi hasil produksi ekonomi kreatif. Untuk itulah, Pusat Industri Kreatif di Kota

Semarang ini akan mewujudkan kebutuhan penggiat industri kreatif. Pusat Industri

Kreatif ini akan memfasilitasi penggiat industri kreatif dari awal, proses inkubasi,

sampai akhir menghasilkan produk karya kreatif, memfasilitasi dengan pemberian

sarana dan prasarana yang menunjang proses kreatif, memberikan ruang yang

dapat memacu produktivitas dan berpikir kreatif, mempromosikan hasil karya

industri kreatif, serta membantu penggiat industri kreatif dalam menjalin interaksi

dengan penggiat industri kreatif lainnya dengan baik. Pusat Industri Kreatif ini juga

akan menerapkan strategi industri kreatif Kota Semarang dengan konsep

Pop

Culture

”. Pusat Industri Kreatif di Kota Semarang ini memiliki tujuan yaitu sebagai

sumber untuk penggunanya yang merupakan penggiat industri kreatif dapat

berekspresi dengan luas dan dapat menyalurkan serta mewujudkan ide kreatif

mereka menjadi sebuah peluang bisnis yang dapat memajukan perekonomian

negara. Dengan pendekatan “

An Oasis for Creativity”,

yang memiliki makna Pusat

Industri Kreatif ini akan seperti sebuah oasis dimana oasis adalah sumber

kehidupan di tengah gurun, maka sebuah oasis untuk berkreativitas adalah Pusat

Industri Kreatif di Kota Semarang ini yang akan menjadi tempat utama untuk

mencari ide kreatif, menyalurkan kreativitas serta mendapatkan pengalaman di

bidang industri/ekonomi kreatif.

Referensi

Dokumen terkait

pelaku Industri Kreatif Lokal di Malang yang tergabung dalam komunitas MCF mencakup bidang Industri digital, Industri Perfilman, industri Kerajinan, Distro dan Fesyen serta

Tidak terkecuali untuk industri kreatif griya karya tiara kusuma yang merupakan salah satu cabang industri kreatif kategori kerajinan dengan menghasilkan berbagai macam produk

Dengan konsep menyediakan fasilitas-fasilitas yang mampu mendukung dan mewadahi kegiatan industri kreatif secara terpusat, mengembangkan startup dan UMKM Kota Semarang,

Adapun pusat industri kreatif di Indonesia hanya terdapat di Bali yaitu Bali Creative Industry Center BCIC dan Bandung yaitu Bandung Creative Center BCC yang belum dapat secara maksimal

BAB VI ANALISIS KONSEP PERANCANGAN PUSAT PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF ……… 83.. ANALISIS

Desain ruang dalam pada perencanaan Pusat Pengembangan Industri Kreatif ini menggunakan konsep yang sesuai dengan kegiatan-kegiatan yang berlangsung pada ruangan

Pendekatan Aspek Arsitektural Tampilan bangunan pada Pusat Kreatif Millenial Semarang menggunakan konsep utama Arsitektur Kontemporer, yang merupakan perpaduan dari pasca modernisme

Volume I, Issue II [October, 2023] PP: 01 - 16 PUSAT INDUSTRI KREATIF YANG REKREATIF DI SRAGEN 1Fiki Ridho Hidayat, 2Ismadi*, 3Rully 1Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik,