• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODIFIKASI TEST BED SISTEM KOMPRESOR TORAK SATU TINGKAT ( MODIFICATION OF SINGLE STAGE RIECIPROCATING COMPRESSORE TEST BED ) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "MODIFIKASI TEST BED SISTEM KOMPRESOR TORAK SATU TINGKAT ( MODIFICATION OF SINGLE STAGE RIECIPROCATING COMPRESSORE TEST BED ) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

60

BAB V

PENUTUP

1.1.Kesimpulan

Dari penelitian yang dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Program

Studi Diploma III Teknik Mesin Universitas Diponegoro, maka kesimpulannya

adalah :

1. Instrumen pada temperatur discharge sudah bekerja lebih akurat, yang

awalnya pada temperatur discharge mempunyai tekanan 6 bar dengan

temperatur 56oC sekarang setelah di modifikasi temperatur menjadi 98 oC

pada tekanan 6,7 bar.

2. Tangki kompresor kapasitas 209,33 liter, mampu menampung udara pada

tekanan sampai 6,2 bar dari tekanan maksimal yang diizinkan 7 bar,

dengan putaran kompresor sebesar 703,5 rpm dan menggunakan motor

listrik dengan kapasitas motor ½ HP dengan waktu pengisian mencapai 45

menit.

3. Semakin besar tekanan discharge kompresor maka semakin kecil nilai dari

kapasitas isap kompresor dan kecepatan putar kompresor.

4. Semakin besar tekanan discharge kompresor maka semakin besar pula

nilai dari efisiensi energi yang didapat.

5. Dari hasil pengujian kinerja test bed sistem kompresor torak satu tingkat

(2)

61

5.2.Saran

1. Pada saat praktek, disarankan mahasiswa untuk tidak memaksakan kinerja test bed

melebihi tekanan maksimal yang diijinkan 7 bar, jika dipaksakan maka akan merusak

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan persamaan Q = V A, diketahui nilai kecepatan ( V ) berbanding lurus dengan nilai debit ( Q ), semakin besar kecepatan aliran dalam pipa maka nilai

P d yang lebih tinggi dari pada tekanan di dalam pipa (atau tangki tekan), sehingga.. katup keluar pada kepala silinder

Para Teknisi Program Studi Diploma III Teknik Mesin yang telah membantu dalam menyusun alat Tugas Akhir. Ayah, Ibu dan keluarga yang telah memberikan dukungan moril dan materiil

kerjasama tim yang tidak solid sehingga waktu pengerjaan modifikasi. menjadi lebih lama, terjadi kebocoran saat simulasi pengujian dan

Telah berhasil dipertahankan di hadapan Tim Penguji dan diterima sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Ahli Madya pada Program Studi Diploma III

Hasil yang diperoleh adalah semakin besar kecepatan yang diberikan, maka koefisien yang dihasilkan semakin kecil pada regime pelumasan boundary lubrication dan mixed lubrication.

Hal ini dikarenakan semakin meningkat Fuel consumption yang dibutuhkan pada setiap kecepatan putaran (rpm) maka akan semakin rendah nilai dari break specific Fuel

Hal ini dikarenakan semakin meningkat Fuel consumption yang dibutuhkan pada setiap kecepatan putaran (rpm) maka akan semakin rendah nilai dari break specific Fuel