Informasi Dokumen
- Penulis:
- Mario Maharddhika.S
- Pengajar:
- Ir. Totok Roesmanto,M.Eng
- Ir. Budi Sudarwanto,Msi
- Sekolah: Universitas Diponegoro
- Mata Pelajaran: Teknik Arsitektur
- Topik: Setting Group PKL Di Kawasan Terminal Blok M
- Tipe: Thesis
- Tahun: 2007
- Kota: Semarang
Ringkasan Dokumen
I. Pendahuluan
Bab ini memperkenalkan latar belakang penelitian yang berfokus pada fenomena Setting Group PKL di Kawasan Terminal Blok M, Jakarta Selatan. Penelitian ini dipicu oleh keberadaan PKL yang membentuk pola kelompok di kawasan tersebut, meskipun beberapa beroperasi secara legal dan lainnya ilegal. Latar belakang menjelaskan konteks sosial-ekonomi, khususnya dampak krisis moneter 1998 terhadap pertumbuhan PKL dan persaingan ruang di kawasan tersebut. Rumusan masalah mengidentifikasi pertanyaan utama penelitian: faktor-faktor yang mendukung terbentuknya Setting Group PKL. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor-faktor tersebut melalui metode grid kawasan. Manfaat penelitian ditekankan pada kontribusinya bagi pengelola kawasan Blok M dan Dinas Perhubungan Jakarta Selatan dalam mengelola dan mengatur pertumbuhan PKL.
1.1 Latar Belakang
Bagian ini menjelaskan konteks sosial ekonomi yang mendorong munculnya PKL di Kawasan Terminal Blok M pasca krisis moneter 1998. Persaingan ruang dan keterbatasan lahan menjadi faktor utama. Keberadaan PKL, baik yang legal maupun ilegal, membentuk pola kelompok yang unik dan menjadi fokus penelitian. Penjelasan tentang dualisme sektor formal-informal dan karakteristik PKL sebagai sektor informal juga dibahas. Penulisan menekankan pada bagaimana PKL memanfaatkan ruang publik yang terbatas dan strategi mereka untuk bertahan hidup dalam persaingan yang ketat. Ini memberikan konteks penting untuk memahami fenomena Setting Group PKL.
1.2 Rumusan Masalah
Bagian ini merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang ingin dijawab. Fokus utama adalah pada pemahaman faktor-faktor yang berkontribusi pada pembentukan kelompok PKL di Kawasan Terminal Blok M. Pertanyaan-pertanyaan ini didasarkan pada observasi awal tentang bagaimana kelompok-kelompok PKL terbentuk dan keberadaannya yang relatif tetap di lokasi tertentu. Ini secara langsung berhubungan dengan tujuan penelitian yang ingin diidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberadaan setting group tersebut. Penjelasan ini menunjukkan kejelasan arah penelitian dan membatasi lingkup kajian.
1.3 Tujuan Penelitian
Bagian ini secara eksplisit menyatakan tujuan penelitian, yaitu untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung terbentuknya Setting Group PKL di Kawasan Terminal Blok M. Metode grid kawasan akan digunakan untuk menguji faktor-faktor tersebut. Tujuan ini dirumuskan dengan jelas dan terukur, memungkinkan pengukuran keberhasilan penelitian berdasarkan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Ini menunjukkan arah penelitian yang spesifik dan terarah.
1.4 Manfaat Penelitian
Bagian ini menjelaskan manfaat praktis dari penelitian ini, khususnya bagi pengelola Kawasan Blok M dan Dinas Perhubungan Jakarta Selatan (DISHUB Jaksel). Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi berharga untuk mengelola dan mengendalikan pertumbuhan PKL di kawasan tersebut. Penegasan ini menunjukkan relevansi penelitian dengan permasalahan nyata di lapangan dan kontribusinya bagi pemangku kepentingan terkait. Ini juga menunjukkan nilai praktis dari penelitian ini di luar aspek akademisnya.
1.5 Metodologi Penelitian
Bagian ini menjelaskan pendekatan metodologis yang digunakan dalam penelitian, yaitu pendekatan rasionalistik kualitatif. Penelitian ini menggabungkan data primer (observasi, wawancara) dan data sekunder. Metode grid kawasan, pengambilan sampel, Place Center Mapping, dan Person Center Mapping dijelaskan sebagai alat untuk menganalisis data dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi Setting Group PKL. Penjelasan tentang metode ini memperkuat validitas dan reliabilitas penelitian dengan memberikan gambaran jelas tentang bagaimana data dikumpulkan dan dianalisis.
II. Kajian Teori
Bab ini mengkaji beberapa teori yang relevan dengan penelitian, termasuk teori Setting Group, Activity Support, aksesibilitas, ruang terbuka, kawasan komersial, dan sektor informal. Teori-teori ini memberikan kerangka teoritis untuk menganalisis fenomena Setting Group PKL. Penjelasan setiap teori dilengkapi dengan referensi dari berbagai sumber untuk mendukung argumentasi dan memberikan landasan ilmiah bagi penelitian. Penggunaan teori-teori ini sangat penting untuk memberi pemahaman yang lebih dalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan dan keberlangsungan Setting Group PKL.
2.1 Teori Tentang Setting Group
Subbab ini mendefinisikan konsep 'Setting Group' berdasarkan pandangan Purwanto (2005) dan Haryadi (1995). Ia menjelaskan bagaimana pengaturan spasial dan interaksi sosial membentuk kelompok-kelompok PKL. Konsep 'Setting' dikaitkan dengan cara atau sistem kegiatan yang menentukan wadah bagi aktivitas tersebut, sementara 'Group' dihubungkan dengan peletakan kegiatan yang berkumpul dalam suatu ruang tertentu. Subbab ini menunjukkan relevansi konsep Setting Group terhadap pembentukan kelompok PKL dan pentingnya analisis spasial dalam memahami fenomena ini. Penulisan yang lugas dan ringkas membuat pembaca mudah memahami konsep ini dalam konteks penelitian.
2.2 Teori Kegiatan Pendukung (Activity Support)
Subbab ini membahas teori Activity Support yang menjelaskan keterkaitan antara fasilitas ruang umum kota dengan kegiatan yang menunjang keberadaan ruang tersebut. Ia menjelaskan bagaimana fasilitas umum dapat mengintegrasikan dan menghubungkan berbagai kegiatan publik. Teori ini dikaitkan dengan keberadaan PKL dan fungsinya sebagai bagian dari aktivitas kota. Pentingnya Activity Support dalam mendukung kegiatan ekonomi informal seperti PKL dijelaskan, menekankan hubungan antara ruang fisik dan kegiatan sosial-ekonomi. Kutipan dari Amos Rapoport (1997) dan DJ. Wamsley (1988) memperkuat argumentasi teoritis.
2.3 Akses (Pencapaian)
Subbab ini membahas faktor aksesibilitas dalam konteks kegiatan PKL. Ia menjelaskan bagaimana waktu dan moda transportasi memengaruhi aktivitas dan pemilihan lokasi. Klasifikasi waktu menurut Claude Javeau dan moda transportasi menurut D. Paul Spraegen memberikan kerangka untuk menganalisis bagaimana aksesibilitas memengaruhi keberadaan dan keberhasilan PKL. Penjelasan ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan aspek aksesibilitas dalam memahami pola spasial kegiatan PKL dan pilihan lokasi yang strategis. Pembahasan tentang pencapaian yang baik antara bentuk dan konteksnya juga memberikan konteks tambahan.
2.4 Ruang Terbuka
Subbab ini membahas teori ruang terbuka dan kaitannya dengan aktivitas manusia, khususnya dalam konteks PKL. Ia membahas pentingnya lokasi ruang, aktivitas orang, dan minimnya vandalisme. Konsep privasi, kenyamanan, dan antropometri dijelaskan dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia di ruang publik. Tabel 2 yang menjelaskan kategori kebutuhan manusia, deskripsi, dan atribut lingkungan diasosiasikan dengan pemenuhan kebutuhan memberikan pemahaman tambahan tentang pentingnya aspek-aspek ini dalam konteks ruang terbuka dan aktivitas PKL. Teori ini memberi dasar analisis bagi keterkaitan antara ruang terbuka dan kegiatan PKL.
2.5 Kawasan Komersial
Subbab ini mendefinisikan kawasan komersial dan karakteristiknya, seperti pertokoan dan jalur pedestrian. Ia membahas fungsi ganda jalur pedestrian sebagai akses dan ruang promosi. Ia menjelaskan dampak positif dan negatif kegiatan komersial, termasuk potensi konflik antara sektor formal dan informal. Definisi komersial dari Kamus Besar Bahasa Indonesia juga disertakan. Pembahasan ini memperjelas konteks keberadaan PKL dalam ekosistem komersial yang lebih luas. Subbab ini menunjukkan bagaimana kegiatan PKL dapat dilihat sebagai bagian dari sistem ekonomi perkotaan yang lebih besar.
2.6 Sektor Informal
Subbab ini membahas karakteristik sektor informal dan kaitannya dengan PKL. Ia menjelaskan bagaimana PKL sebagai bagian dari sektor informal memiliki keterkaitan dengan sektor formal. Pendapat dari berbagai ahli seperti Astuti, Soetomo, dan Perera memberikan perspektif yang beragam tentang peran dan tantangan sektor informal dalam konteks perkotaan. Penjelasan ini memberikan landasan teoritis untuk memahami posisi PKL dalam konteks ekonomi dan tata ruang kota. Ia juga menjelaskan pentingnya analisis sektor informal dalam memahami fenomena Setting Group PKL.
III. Metodologi Penelitian
Bab ini menjelaskan secara rinci metodologi penelitian yang digunakan, termasuk pendekatan rasionalistik kualitatif, metode pengumpulan data, dan teknik analisis data. Pendekatan rasionalistik kualitatif dijelaskan, menekankan pada penggabungan data empiris dengan pemahaman intelektual. Penjelasan terperinci tentang metode grid kawasan, pengambilan sampel, Place Center Mapping dan Person Center Mapping diberikan. Penjelasan langkah-langkah penelitian, mulai dari tahap persiapan hingga analisis data, memberikan gambaran yang komprehensif tentang proses penelitian. Bab ini juga membahas pemilihan lokasi penelitian, penentuan sampel, dan alat-alat yang digunakan dalam penelitian.
3.1 Pendekatan Rasionalistik
Subbab ini menjelaskan pemilihan pendekatan rasionalistik kualitatif dalam penelitian. Ia menjelaskan bagaimana pendekatan ini menggabungkan data empiris dan pemahaman intelektual untuk memahami fenomena Setting Group PKL. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan analisis yang mendalam dan pemahaman yang komprehensif terhadap kompleksitas fenomena yang diteliti. Penjelasan ini memberikan dasar filosofis untuk metodologi penelitian yang digunakan. Pembahasan tentang pentingnya pemaknaan dan argumentasi logis juga disampaikan.
3.2 Pendekatan Kualitatif
Subbab ini menjelaskan lebih lanjut aspek kualitatif dari metodologi penelitian. Ia membahas proses pengumpulan data, analisis data, dan pembentukan teori grounded. Penjelasan tentang proses pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan pemetaan perilaku (behavior mapping) dijelaskan secara terperinci. Proses analisis data dengan menggunakan kategori dan analisis kesamaan isi juga dijelaskan. Pembahasan tentang grounded theory dan implikasinya bagi penelitian kualitatif juga diberikan.
3.3 Lokasi Penelitian
Subbab ini menjelaskan pemilihan lokasi penelitian di Kawasan Terminal Blok M, Jakarta Selatan. Alasan pemilihan lokasi dijelaskan, menekankan pada keunikan pola setting perdagangan dan tingginya aktivitas PKL di kawasan ini. Pemilihan lokasi didasarkan pada observasi awal tentang keberadaan dan karakteristik Setting Group PKL. Penjelasan ini memberikan justifikasi untuk pemilihan lokasi dan relevansi lokasi tersebut dengan pertanyaan penelitian.
3.4 Penentuan Sampel
Subbab ini menjelaskan metode penentuan sampel yang digunakan, yaitu metode grid kawasan dan purpose sampling. Ia menjelaskan bagaimana kawasan dibagi menjadi grid dan bagaimana sampel dipilih dari grid tersebut. Pemilihan dua grid (C dan E) sebagai sampel dijelaskan secara rinci. Penggunaan Place Center Mapping dan Person Center Mapping sebagai alat pengukuran intensitas kegiatan juga dijelaskan. Penjelasan ini menunjukkan bagaimana sampel dipilih secara sistematis dan representatif, sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasikan.
3.5 Bahan Penelitian
Subbab ini menjelaskan bahan atau materi penelitian yang meliputi Setting Group PKL di Kawasan Terminal Blok M, meliputi setting, kegiatan, sirkulasi, dan interaksi. Ia juga menjelaskan jenis data yang dikumpulkan, meliputi data kuantitatif dan kualitatif. Penjelasan ini memberikan gambaran yang jelas tentang jenis data yang dikumpulkan dan bagaimana data tersebut akan digunakan dalam analisis. Ia memberikan konteks tentang apa yang akan diteliti secara spesifik.
3.6 Langkah Penelitian
Subbab ini menjelaskan langkah-langkah penelitian secara rinci, mulai dari tahap persiapan hingga tahap analisis data dan penarikan kesimpulan. Ia menjelaskan tahapan observasi, pengumpulan data, wawancara, dan analisis data. Jadwal penelitian juga disertakan. Penjelasan ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang keseluruhan proses penelitian, menunjukkan bagaimana penelitian dilakukan secara sistematis dan terstruktur.
IV. Data Eksisting dan Analisis
Bab ini menyajikan data eksisting tentang Kawasan Terminal Blok M dan analisis data yang dikumpulkan. Data eksisting mencakup kondisi makro dan mikro kawasan, sejarah kehadiran PKL, dan perkembangannya. Analisis data meliputi analisis perkembangan Setting Group PKL, faktor-faktor yang memengaruhinya, dan hasil resume analisis. Data disajikan dalam bentuk teks, tabel, dan gambar untuk memperjelas informasi. Analisis didasarkan pada kerangka teoritis yang telah dikaji sebelumnya.
4.1 Data Eksisting
Subbab ini menyajikan data eksisting yang relevan dengan penelitian. Data ini mencakup kondisi makro dan mikro Kawasan Terminal Blok M, sejarah kehadiran PKL, dan perkembangannya dari tahun 1998 hingga 2006. Data disajikan dalam bentuk teks deskriptif, tabel, dan gambar untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang kondisi lapangan. Data ini berfungsi sebagai dasar untuk analisis selanjutnya. Penyajian data yang sistematis dan terstruktur mempermudah pembaca untuk memahami informasi yang disajikan.
4.2 Analisis
Subbab ini menyajikan analisis data yang telah dikumpulkan. Analisis difokuskan pada perkembangan Setting Group PKL, faktor-faktor yang memengaruhinya, dan interpretasi hasil analisis. Analisis ini didasarkan pada kerangka teoritis yang telah dikaji sebelumnya dan data eksisting yang telah disajikan. Hasil analisis disajikan dalam bentuk teks, tabel, dan gambar untuk memperjelas temuan penelitian. Analisis yang sistematis dan terstruktur akan memberikan pemahaman yang mendalam tentang fenomena Setting Group PKL.
V. Kesimpulan dan Saran
Bab ini menyimpulkan temuan penelitian dan memberikan saran berdasarkan hasil analisis. Kesimpulan merangkum faktor-faktor utama yang memengaruhi terbentuknya Setting Group PKL. Saran diberikan kepada pengelola kawasan Blok M dan DISHUB Jaksel terkait strategi pengelolaan PKL yang lebih efektif dan berkelanjutan. Kesimpulan dan saran ini didasarkan pada temuan penelitian dan implikasinya bagi pihak-pihak terkait. Bab ini menyoroti kontribusi penelitian bagi pengembangan kebijakan dan praktik pengelolaan PKL.