Ortopedagogik Anak Autis
Autistic
Spectrum Disorder
1. Istilah
2. Pengertian 3. Sejarah
4. Prevalensi 5. Penyebab
6. Gejala & Karakteristik 7. Tipe/Klasifikasi
8. Identifikasi & Asesmen 9. Diagnosis
OVERVIEW
ISTILAH
Istilah
• Autism Spectrum Disorder (ASD)
• Gangguan Spektrum Autis (GSA)
• Autism
• Autisme
• Autis
• Autistik
• Pervasive Developmental Disorder (PDD)
• Asperger syndrome (AS)
• Rett’s disorder
• Childhood Disintegrative disorder (CDD)
• PDD,NOS (pervasive developmental disorder, not otherwise specified)
• Istilah baku dlm DSM V (APA, 2013):
• Autism Spectrum Disorder
• Gangguan Spektum Autis
Istilah
• Dlm DSM V (APA, 2013): Autism Spectrum Disorder/Gangguan Spektrum Autis
• Setara dengan istilah Pervasive
Developmental Disorder (PDD) dalam DSM IV-TR (APA, 2000) atau sebelumnya
Istilah
• Pervasive Developmental Disorder (PDD) dalam DSM IV-TR (APA, 2000) dibagi menjadi:
• 1. Autistic disorder
• 2. Asperger syndrome
• 3. Rett syndrome
• 4. Childhood Disintegrative Disorder (CDD)
• 5. PDD, NOS (Pervasive
Developmental Disorder, Not Otherwise Specified)
Istilah
No Nama Nama Lain 1 Autistic Disorder (Autism) Childhood Autism,
Infantile autism,
Early infantile autism
2 Rett’s Disorder Rett’s Syndrome
3 Asperger’s Disorder Disintegrative psychosis Asperger’s syndrome, 4 Childhood Disinegrative
Disorder
Heller’s Syndrome,
5 Pervasive Developmental Disorder Not Otherwise Specified (PDD-NOS)
Autistic personality disorder Atypical PDD,
Atypical personality, Atypical autism
DEFINISI
• Autisme diambil dari kata Yunani “Authos”
yg berarti diri sendiri tertarik hanya pada dunianya sendiri
Definisi
Autisme
• Autism is a complex neurobiological
disorder of
development that lasts through a
person’s lifetime.
People with autism have problems with social interaction and communication.
(Garguillo, 2012)
Autisme
• adalah gangguan
perkembangan pervasif yg ditandai dg
kegagalan/ketidakmampuan utk berhub dg orang lain,
terbatasnya kemampuan
bahasa, perilaku motorik yg terganggu, gangguan
intelektual, dan tidak menyukai perubahan dlm lingkungan
(Nevid dkk., 2005)
Autisme
• adalah gangguan perkembangan yg
kompleks dan berat pd anak yg sudah tampak sebelum usia 3 thn dan membuat mereka tidak mampu berkomunikasi,
mengekspresikan perasaan
& keinginannya, shg perilaku dan hub dg orang lain mjd terganggu
(Leo Kanner dlm Handojo, 2003)
DSM-V
(Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder-fifth edition)
• American Psychiatric Association (APA) (2013) dalam DSM-V (Diagnostic and Statistical Manual of Mental
Disorder-fifth edition) menjelaskan bahwa Autism Spectrum Disorder (ASD) atau Gangguan Spektrum Autis (GSA)
adalah suatu gangguan perkembangan saraf
(neurodevelopmental disorder) yang ditandai dengan hambatan komunikasi sosial dan interaksi sosial pada berbagai situasi (termasuk hambatan dalam timbal balik sosial, perilaku komunikatif non-verbal yang digunakan untuk interaksi sosial, dan keterampilan dalam
mengembangkan, mempertahankan dan memahami hubungan) dan juga adanya pola perilaku, ketertarikan yang terbatas maupun aktivitas yang berulang.
The Individuals with Disabilities Education Act (IDEA) USA (dalam Hallahan & Kaufman, 2011)
• The Individuals with Disabilities Education Act (IDEA) USA (dalam Hallahan & Kaufman, 2011) menjelaskan autisme sebagai gangguan perkembangan yang mempengaruhi interaksi sosial dan komunikasi verbal dan nonverbal secara signifikan, biasanya muncul sebelum usia tiga tahun, yang mempunyai efek terhadap kemampuan pendidikan anak. Lebih lanjut disebutkan bahwa
karakteristik lain yang sering dikaitkan dengan anak autis adalah terpaku pada aktivitas yang berulang dan gerakan stereotip, resisten terhadap perubahan lingkungan atau perubahan rutinitas sehari-hari, dan memiliki respon yang tidak seperti anak lainnya terhadap pengalaman sensoris.
World Health Organization’s International Classification of Diseases (ICD-10)
• World Health Organization’s International Classification of Diseases (ICD-10) mendefinisikan autism (dalam hal ini khusus childhood autism) sebagai adanya keabnormalan dan atau gangguan perkembangan yang muncul sebelum usia tiga tahun dengan tipe karakteritik tidak normalnya pada tiga bidang yaitu interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku yang diulang-ulang (WHO, 1992: 253 dalam Mudjito, Praptono, & Jiehad, tanpa tahun: 25-26).
Autisme
• Gangguan perkembangan (pervasif)
• Gangguan neurobiologis
• Terjadi pd masa perkembangan
• Kompleks dan berat
• Masalah pd komunikasi sos &
interaksi sos
• Perilaku kaku, stereotipe, berulang
Gangguan Spektrum Autis
• Gangguan Spektrum Autis dapat diartikan sebagai
gangguan pada proses perkembangan (pervasive) yang kompleks muncul dalam bentuk spectrum yang gejalanya sudah muncul sebelum anak berusia 3 tahun yang
menyebabkan hambatan komunikasi dan interaksi sosial, serta memiliki minat terbatas dan perilaku berulang.
Hambatan tersebut bisa menyebabkan gangguan pada bidang komunikasi, bahasa, kognitif, sosial, dan fungsi adaptif, sehingga menyebabkan anak-anak tersebut seolah-olah berada dalam dunianya sendiri.
Gangguan Perkembangan Pervasif
• Gangguan perkembangan pervasive
• Gangguan yang menjalar atau menetap dalam
tahapan perkembangan dan kehidupan seseorang
Gambaran Spektrum
pada Gangguan Spektrum Autis
SEJARAH
• Leo Kanner (1943)
• Psikiater anak dari Universitas John Hopkins, AS
• 11 pasien anak dg gejala ‘aneh’ asyik dg dirinya sendiri
• Istilah autisme mulai diperkenalkan
• Auto = sendiri autism = hidup dlm dunianya sendiri
• Early infantile autism (autisme infantil) membedakan dg autisme pd org dewasa
Sejarah
• Karakteristik (Kanner, 1943):
1. Impairments in social interactions 2. Resistance to changes
3. Oversensitivity to some stimuli (sound)
• Penyebab (dugaan): gangguan
metabolisme sejak lahir (inborn error of metabolism)
• Blm dpt dibuktikan keterbatasan alat kedokteran yg ada
Sejarah
• Masa-masa sebelumnya keanehan perilaku autis dikatakan ‘tidak normal’ (tertukar dg anak peri)
• Sebelumnya, autism sering didiagnosis sbg schizophrenia (pd anak early childhood schizophrenia)
• Dugaan awal penyebab autis ibu yg ‘dingin’ (Teori
‘The Frigid Mother’)
• Bernard Rimland (1964) penyebab autisme adl kerusakan SSP (susunan syaraf pusat) mengubah pandangan ttg autisme
Sejarah
• Hans Asperger (1944)
• Dokter dari Austrian
• Mengidentifikasi anak2 dg
karakteristik yg sejenis dg pasien dari Leo Kanner, namun memiliki tingkatan yg lebih ringan
Sejarah
Tahun Tokoh Perkembangan DSM 1908-
1911
Eugene Bluer
- Schizophrenia
1943 Leo Kanner - Istilah autism
- Early infantile autism (autisme
infantil) membedakan dg orang dewasa
1944 Hans
Asperger
- Asperger syndrome - Bentuk yg lebih ringan 1944 Bruno
Bettleheim
- ‘Refrigerator mother’
- The Frigid Mother ‘cold &
unnurturing mothers’
1952 - Autisme sudah dikenal pd th 1943 namun belum dicantumkan sbg
kelainan tersendiri pd DSM I
- Schizophrenik reaction, childhood type
DSM I (1952)
Tahun Tokoh Perkembangan DSM 1964 Bernard
Rimland
- Kerusakan susunan syaraf pusat (SSP)
- Bukan hanya gangguan fungsional (salah pengasuhan, dll)
- Gangguan organik dlm perkembangan otak
1968 - Sama dg DSM I
- Schizophrenik reaction, childhood type
DSM II
1979 - Teori ‘The frigid mother; terbukti salah
1980 - Kelainan tersendiri: infantil autism DSM III (1980)
1987 - Autistic disorder DSM III-TR
(1987)
Tahun Tokoh Perkembangan DSM
1990 Margareth Bauman &
Eric
Courchesne
- Adanya kelainan neuroanatomi pd bbrp tempat di otak pd penyandang autis - Pengecilan otak kecil (cerebellum) - Kelainan struktur pd pusat emosi - Disertai gangguan biokimiawi otak - Pemakaian obat psikotropika
1994 - PDD
- Subtype: rett’s sindrome, asperger, CDD, autistic disorder, PDD-NOS
DSM IV
2000 - PDD
- Subtype:
1. Autistic disorder 2. Rett’s syndrome
3. Asperger’s disorder
4. Childhood Disintegrative Disorder (CDD) 5. PDD-NOS (Pervasive Developmental Disorder-Not Otherwise Specified
DSM IV-TR (2000)
2013 - Autistic Spectrum Disorder (ASD) DSM V
(2013)
PREVALENSI
3. Prevalensi
• Menurut DSM V, sekitar 1%
dari populasi (APA, 2013)
• 2-5 dari 10.000 populasi anak usia sekolah
• Jumlahnya terus meningkat dr waktu ke waktu
• Laki-laki : Perempuan =
(4-5) : (1)
• Data prevalensi berbeda-beda:
• Kriteria mengalami perubahan
• Jumlah sample berbeda
– Sampel kecil – prevalensi lbh tinggi
– Penelitian saat ini – prevalensi lbh tinggi
• Rancangan penelitian yg berbeda2
Prevalensi
Prevalensi
• Jumlahnya terus meningkat dr waktu ke waktu
• Apakah kasus ‘autisme’ benar- benar mengalami
peningkatan dari waktu ke waktu?
• Apakah bisa disebut sebagai wabah?
• Diskusikan!
Prevalensi
• Kriteria/definisi mengalami perubahan
• Diagnosis yg lbh baik/tajam
• Kesadaran (awareness) yg lebih baik ttg autisme
• Implikasi dr adanya
pelayanan & pendidikan
PENYEBAB
• Autism:
• No single cause; No single cure
Autism is likely the result of a variety of factors
• Penyebab utamanya belum diketahui scr pasti
Faktor Penyebab
Scr garis besar:
a. Faktor Genetik (keturunan) b. Faktor Pranatal & Perinatal c. Gangguan Biokimia otak d. Gangguan Neuro-anatomi e. Gangguan Metabolisme f. Faktor Pencetus lain
Faktor Penyebab
a. Faktor Genetik
• Pewarisan sifat kompleks
• Tidak mengikuti pola pewarisan yg dpt diprediksi
• Ada sekitar 15 gen yg berkaitan dg terjadinya autisme
penentuannya dg skrining genom dg peta kromosom
• Lbh fokus lg pd 5 kromosom: 2, 3, 7, 15, dan X
• Kromosom 2 keterlambatan bicara
• Kromosom 3 perilaku autis (berulang)
• Kromosom 7 k. Bicara & tata bahasa
• Kromosom 15 membawa pesan antar sel saraf
• Kromosom X interaksi sosial
b. Faktor Pranatal & Perinatal
• Gangguan pembentukan sel otak
• Gangguan oksigenasi
• Pendarahan
• Muntah hebat
• Keracunan/infeksi Toxoplasma Rubella Cytomegalovirus Herpes (TORCH) pertumbuhan sel otak mjd tidak sempurna
• Obat-obatan
• Komplikasi persalinan proses & waktu
• BBLR
• Penyakit awal kelahiran
c. Gangguan Biokimia Otak
• Hiperserotoninemia
– Serotonin adl neurotransmitter yg bertgjwb thd hub antara sel-sel otak
• Hiperdopaminergik – Masih meragukan
• Ketidakseimbangan serotonin & dopamin di otak kacaunya lalu lalang impuls saraf di otak
• Peningkatan peptide (bag dr protein) otak yg berlebihan shg tjd gangguan perilaku
• Peptide jml sedikit dibutuhkan, tapi jika berlebih mengganggu pengaturan saraf
d. Gangguan Neuro-Anatomi
• Kelainan anatomis otak pd bag:
1. Lobus parietalis
- lekukan otak yg lbh lebar
- jml sel otak di lobus parientalis berkurang
- akibatny: tidak peduli/perhatian thd lingkungan
d. Gangguan Neuro-Anatomi
2. Cerebelum (otak kecil) - lbh kecil dr anak normal
- bertgjwb thd proses sensoris, daya ingat, berpikir, belajar bahasa, atensi/perhatian
- akibatnya: kurang perhatian atau jika memiliki perhatian yg terpusat pd hal ttt maka sulit beralih
d. Gangguan Neuro-Anatomi
3. Sistem limbik
Berperan dlm reaksi emosi (pusat emosi) fungsi kontrol thd agresi & emosi terganggu krg mampu mengendalikan emosi (terlalu agresif/sangat pasif) Daerah sistem limbik mencakup:
a. Hippocampus fungsi belajar dan daya ingat
sulit menyimpan info baru
b. Amygdala fungsi agresi & emosi, rangsang
sensoris (penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa takut)
• Maldigestive
• Permeabilitas usus yg bertambah
• Meningkatkan peptide dr makanan
• Flora usus yg abnormal
• Logam berat (As, Cd, Sb, Hg, Pb)
racun otak yg kuat
• Kemamp detoksifikasi terganggu
• Alergi makanan
e. Gangguan Metabolisme
• Bbrp thn yg lalu kembali dunia autisme diguncang oleh
fenomena Parker Beck, ahli penyakit dalam yg menyatakan gejala autisme akan berkurang bahkan menghilang stlh
mendapat sekretin.
• Sekretin adalah hormone yang kerjanya merangsang pancreas untuk mengeluarkan enzyme peptidase sehingga pencernaan menjadi lebih baik.
• Ternyata setelah pencernaan diperbaiki, maka timbul perbaikan dari gejala autisme.
• Para orangtua berlomba utk mendapatkan hormone ini, namun ternyata tidak semua anak mendapatkan manfaat dari skretin, bahkan bbrp mendapatkan adanya efek samping negatif
• Namun demikian, penemuan adanya hubungan antara
gangguan pencernaan dengan gejala autisme merangsang
penelitian yang lebih mendalam ke arah gangguan metabolism (Nugraheni, 2008).
• Pencemaran logam berat udara,
makanan,minuman,obat-
obatan,kosmetik,suntikan/vak sinasi (mengandung
thimerasol)
– Hg = merkuri – Pb = timbal
• Polusi (udara, air, lingk)
f. Faktor Pencetus Lain
• Nugraheni, S.A. (2008). Sekilas tentang Belantara Autisme. Semarang:
Pustaka Zaman.
• Garguilo, Richard M. (2012). Special Education in Contemporary Society: An Introduction to Exceptionality. United States of America:
Sage Publication, Inc.
• APA. (2013). Diognostic and Statistical Manual of Mental Disorders. 5th edition (DSM-V). USA: American Psychiatric Publishing.
Referensi
• Cari tahu ttg:
1. Karakteristik Autis
2. Autism (Autistic Disorder)
3. Asperger’s Disorder (Asperger’s Syndrome)
4. Rett’s Disorder (Rett Syndrome) 5. Childhood Disintegrative Disorder 6. PDD,NOS (Pervasive Developmental
Disorder-Not Otherwise Specified)