• Tidak ada hasil yang ditemukan

The Prevalence and Prognosis of Resistant Hypertension in Patients with Heart Failure

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "The Prevalence and Prognosis of Resistant Hypertension in Patients with Heart Failure"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

The Prevalence and Prognosis of Resistant Hypertension in Patients with Heart

Failure

Pembimbing :

dr. Dasril Nizam, Sp. PD   Disusun oleh : Isnan Wahyudi – 1102009145

(2)

Judul asli :

The Prevalence and Prognosis of Resistant Hypertension in Patients with Heart Failure

 Pengarang :

Chun-Na Jin, Ming Liu, Jing-Ping Sun, Fang Fang, Yong-Na Wen, Cheuk-Man Yu, Alex Pui-Wai Lee

 Division of Cardiology, Li Ka Shing Institute of Health Sciences, Department of Medicine and Therapeutics, Prince of Wales Hospital, The Chinese University of Hong Kong, Hong Kong SAR, People’s Republic of China

(3)

Tanggal Penerbitan : 9 Desember 2014

 

Penerbit : PLOS One

Tersedia di : http://www.plosone.org/article/info

%3Adoi%2F10.1371%2Fjournal.pone.0114958

(4)

Abstrak

Latar belakang : hipertensi resisten

berhubungan dengan aspek klinis yang terjadi

pada pasien hipertensi. Namun, prognosis

yang signifikan terhadap hipertensi resisten

pada pasien dengan gagal jantung masih

menjadi sesuatu yang belum pasti.

(5)

Abstrak

Metode dan hasil : 1 tahun bertahan dari

penyakit gagal jantung dan rawat inap di

rumah sakit yang berulang, 1288 setuju untuk

di analisis untuk pendiagnosisan gagal jantung

terbaru atau eksaserbasi dari gagal jantung

tersebut. Hipertensi resisten di jelaskan

sebagai tekanan darah yang tidak terkontrol

(140/90 mmHg) walaupun pasien sudah diberi

obat antihipertensi yang terdiri dari 3 jenis obat

atau lebih (termasuk diuretik).

(6)

Abstrak

Dari semua pasien gagal jantung yang terdaftar, 176 (13,7%) memiliki hipertensi resisten. Tidak ada perbedaan pada semua penyebab kematian, kematian karena kardiovaskular, dan gagal jantung yang berhubungan dengan rawat inap berulang antara pasien dengan pasien hipertensi resisten atau tanpa hipertensi resisten. Diabetes dan serum sodium pada darah >139 mmol/L secara independen berhubungan dengan terjadinya hipertensi resisten.

(7)

Pasien dengan hipertensi resisten mempunyai tingkat kelangsungan hidup yang tinggi. Pada pasien dengan fraksi ejeksi yang berkurang, pasien gagal jantung dengan rawat inap

berulang secara signifikan lebih rendah pada

pasien dengan hipertensi resisten.

(8)

Kesimpulan : hipertensi resisten

tampaknya tidak terkait dengan hasil klinis yang

merugikan pada pasien dengan gagal jantung,

kenyataanya mungkin menjadi faktor protektif

untuk mengurangi gagal jantung yang terkait

dengan rawat inap berulang pada pasien

dengan fraksi ejeksi yang menurun.

(9)

Pengantar

Hipertensi merupakan masalah kesehatan

masyarakat yang utama dengan prevalensi global

mulai dari sekitar 20% sampai 40%. Hipertensi

resisten, yang didefinisikan oleh USA Joint National

Committee (JNC) -7 sebagai tidak tercapainya

tekanan darah yang dituju (<140 / 90 mmHg secara

keseluruhan dan <130 / 80 mmHg untuk pasien

dengan diabetes atau penyakit ginjal kronis)

meskipun sudah mengikuti dosis toleransi maksimal

tiga obat antihipertensi termasuk diuretik.

(10)

Pengantar

Hipertensi resisten dikaitkan dengan peningkatan risiko yang signifikan untuk terjadinya serangan jantung dibandingkan dengan hipertensi non-resisten dan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius. Ada tumpang tindih yang signifikan antara pasien dengan gagal jantung dan hipertensi. Dalam studi Enhanced Feedback for Effective Cardiac Treatment (EFFECT), di mana 69% pasien dengan fraksi ejeksi yang menurun (HFREF) dan 31% pasien dengan fraksi ejeksi yang dipertahankan(HFPEF), hampir 51%

dari pasien gagal jantung memiliki bukti hipertensi.

(11)

Pengantar

Pada penelitian Systolic Hypertension in Elderly

Program (SHEP) termasuk 4736 orang >60 tahun

dan menunjukkan bahwa mengurangi tekanan

darah dari 170/77 ke 143/78 mm Hg mengurangi

kejadian gagal jantung sebesar 48%. Hingga kini,

ada sedikit data mengenai prevalensi hipertensi

resisten pada pasien gagal jantung. Ketika gagal

jantung disertai hipertensi resisten, kombinasi

tersebut menyebabkan konsekuensi yang

merugikan.

(12)

Dengan demikian, penelitian ini terlebih dahulu

akan fokus pada menyelidiki prevalensi

hipertensi resisten dan tekanan darah terkontrol

optimal pada pasien gagal jantung, baik dengan

fraksi ejeksi yang menurun dan fraksi ejeksi

yang dipertahankan .

(13)

Metode Penelitian

1. Populasi

Pasien dihadirkan ke rumah sakit pendidikan

tersier dengan diagnosis baru sebagai gagal

jantung atau gagal jantung kronis dengan

eksaserbasi. Diagnosis gagal jantung didirikan

menurut kriteria klinis Framingham. Pasien yang

lebih muda dari 18 tahun atau menolak untuk

berpartisipasi dalam penelitian ini dikeluarkan

(14)

2. Dasar Penelitian

Karakteristik demografi dan data klinis, termasuk riwayat medis, obat-obatan, faktor risiko kardiovaskular, dan penyakit penyerta yang terkait, dikumpulkan dengan menggunakan formulir laporan kasus standar yang di isi pada setiap kunjungan studi. Pengumpulan data pelengkap termasuk elektrokardiografi, ekokardiografi, dan tes laboratorium selama tindakan lanjut. Resep yang keluar pada terapi utama kardiovaskular dicatat. Dasar tekanan darah diukur dalam posisi duduk setelah setidaknya 5 menit istirahat.

(15)

2. Dasar Penelitian

Tujuan pengobatan hipertensi adalah untuk

menjaga tekanan darah sistolik dan diastolik di

bawah 140 mmHg dan 90 mm Hg, masing-

masing. Obat antihipertensi dikelompokkan

berdasarkan golongan obat, termasuk diuretik,

angiotensin converting enzyme inhibitor (ACEI) /

angiotensin II reseptor blocker (ARB), calcium

channel blockers (CCBs), beta-blocker dan

antagonis reseptor aldosteron (Aras).

(16)

2. Dasar Penelitian

Pasien dengan EF <50% diklasifikasikan sebagai HFREF, dan orang-orang dengan fraksi ejeksi lebih besar dari atau sama dengan 50%

diklasifikasikan sebagai HFPEF.

(17)

3. Penetapan Hasil

Hasil utama dari penelitian ini adalah semua penyebab kematian dalam waktu 1 tahun follow-up. Hasil sekunder termasuk kematian akibat penyakit jantung dan gagal jantung terkait rawat inap berulang dalam waktu 1 tahun follow-up. Hasil dari penelitian berdasarkan laporan pada saat tindak lanjut dokter. Kematian yang disebabkan kardiovaskular termasuk stroke yang fatal, infark miokard fatal, kematian dikaitkan dengan gagal jantung kongestif, kematian jantung mendadak, emboli paru dan kematian akibat penyakit jantung lainnya.

(18)

4. Analisis statistic

Variabel yang didapatkan dinyatakan menggunakan Mean ±SD, data kategori disajikan sebagai angka mutlak dan persentase. Regresi logistik dilakukan untuk menyaring faktor pada awal yang terkait dengan hipertensi resisten.

Hazard ratio (HR) dan 95% Convidence Interval (CI)

dihitung. Kurva survival Kaplan-Meier dibangun

untuk menunjukkan 1-tahun kelangsungan hidup

pada pasien dengan atau tanpa hipertensi resisten.

(19)

Hasil

1. Karakteristik Awal Dan Tindak Lanjut Endpoint Dari Sampel

1.288 pasien dengan gagal jantung terdaftar dalam registri ini (Mei 2006-Desember 2010) telah didaftarkan untuk penilaian akhir. Di antara semua pasien termasuk, usia rata-rata adalah 75.2±11.9 tahun, berkisar 31-102 tahun; 713 (55,4%) pasien adalah perempuan; 519 (40,3%) adalah HFREF pasien; 381 (29,6%) pasien menerima lebih dari 3 obat antihipertensi;

679 (52,7%) pasien mencapai sasaran tekanan darah optimal;

total 176 (13,7%) pasien gagal jantung dengan hipertensi resisten.

(20)

Semua pasien di follow-up selama 1 tahun, 203 (15,8%) pasien meninggal dalam waktu 1 tahun follow-up, di antaranya 45,3% (92) pasien dengan kematian disebabkan kardiovaskular;

657 (51,0%) pasien memiliki setidaknya 1

episode gagal jantung yang berhubungan

dengan rawat inap berulang.

(21)

2. Karakteristik Diferensial Dan Prognosis

Kelompok Pasien Didefinisikan Oleh

Dengan Atau Tanpa Hipertensi Resisten

(22)

Tabel 1. Karakteristik awal untuk pasien gagal

jantung dengan atau tanpa hipertensi resisten

(23)
(24)
(25)

3. Karakteristik Diferensial dan Prognosis kelompok pasien didefinisikan oleh HFREF atau HFPEF

Pada pasien dengan HFREF, prevalensi hipertensi resisten secara signifikan lebih tinggi (15,2% vs 11,4%, P=0.049). Dalam 1 tahun follow-up, semua penyebab kematian adalah 19,7% pada pasien dengan HFREF, jauh lebih tinggi dibandingkan pasien dengan HFPEF (19,7 vs 13,1%, P=0.002);

gagal jantung terkait dengan rawat inap berulang juga lebih tinggi pada pasien dengan HFREF (57,6%

vs 46,6%; P<0,001).

(26)

Dalam kelompok HFREF, gagal jantung terkait rawat inap berulang secara signifikan lebih tinggi pada pasien tanpa hipertensi resisten dibandingkan dengan hipertensi resisten (59,1%

vs 45,8%; P=0.050), sementara perbedaan ini tidak ditemukan pada kelompok HFPEF (45,9%

vs 50,0%; P=0.415)

(27)

Tabel 2. 1 tahun perbandingan hasil bagi pasien

gagal jantung dengan atau tanpa hipertensi resisten.

(28)

Diskusi

1. Prevalensi hipertensi resisten pada pasien dengan gagal jantung

Persentase hipertensi resisten pada pasien gagal

jantung adalah 13,7%. Dibandingkan dengan

pasien dengan HFREF, prevalensi hipertensi

resisten secara signifikan lebih tinggi pada

pasien dengan HFPEF. Tingkat tekanan darah

optimal terkontrol hanya 52,7% di antara semua

pasien.

(29)

1. Prevalensi hipertensi resisten pada pasien dengan gagal jantung

Pasien dengan riwayat diabetes dan natrium

serum yang lebih tinggi (>139 mmol / L) lebih

mungkin untuk menderita hipertensi resisten,

yang telah didemonstrasikan dengan jelas

sebagai faktor risiko yang berkontribusi terhadap

hipertensi resisten dalam populasi pasien gagal

jantung.

(30)

2. Prognosis pasien gagal jantung dengan hipertensi resisten selama 1 tahun follow-up

Pada studi saat ini, pasien gagal jantung dengan

hipertensi resisten tidak menunjukkan perbedaan

hasil yang signifikan dibandingkan dengan mereka

yang tidak memiliki hipertensi resisten selama 1

tahun follow-up, menunjukkan bahwa hipertensi

resisten tampaknya tidak dikaitkan dengan

peningkatan mortalitas selama 1 tahun pada pasien

gagal jantung.

(31)

2. Prognosis pasien gagal jantung dengan hipertensi resisten selama 1 tahun follow- up

Pasien datang dengan sejarah panjang

hipertensi yang tidak terkontrol memiliki

prognosis yang kurang baik. Pada studi ini

menunjukkan status hipertensi resisten

tampaknya tidak berkaitan dengan peningkatan

mortalitas 1 tahun pada pasien gagal jantung

(32)

1 tahun perbandingan hasil analisis subkelompok berdasarkan fraksi ejeksi pada pasien dengan atau tanpa hipertensi resisten

(33)

3. Signifikasi Klinis

Penelitian saat ini telah menunjukkan 13,7% pasien gagal jantung disertai hipertensi resisten berhubungan dengan pengobatan. Dibandingkan dengan pasien gagal jantung tanpa hipertensi resisten, orang-orang dengan hipertensi resisten menerima pengobatan antihipertensi lebih agresif.

Hipertensi resisten memiliki mekanisme patofisiologis yang mirip dengan gagal jantung, seperti aktivasi berlebihan sistem renin-angiotensin-aldosteron dan sistem saraf simpatik. Hal itu diketahui bahwa pasien gagal jantung dengan fraksi ejeksi yang dipertahankan diuntungkan secara terbatas dari perawatan yang tersedia saat ini, seperti farmakoterapi dan terapi sinkronisasi-ulang jantung.

(34)

3. Signifikasi Klinis

Selama beberapa tahun terakhir, telah ada

minat besar di device-based therapies, yang

memodifikasi aktivitas saraf simpatik untuk

pengelolaan pasien dengan hipertensi resisten,

termasuk renal denervation therapy (RDT) dan

terapi aktivasi baroreseptor (BAT)

(35)

4. Batasan

Penelitian ini hanya menggunakan pengukuran tekanan darah office-based

Kurangnya informasi tentang dosis obat, karena dosis optimal merupakan bagian integral dari definisi hipertensi resisten. Walaupun dosis maksimal sudah digunakan, hasilnya tetap berbeda dari 1 orang ke yang lainnya.

Populasi penelitian ini diambil dari pusat tunggal, sehingga temuan kami mungkin tidak dapat digeneralisasi untuk sistem kesehatan lainnya.

Tidak adanya penyesuaian pada disfungsi diastole ringan ataupun berat, and left ventricular hypertrophy (LVH), yang telah dibuktikan sebagai prediktor independen hasil klinis yang dapat merugikan pada pasien dengan gagal jantung.

(36)

Kesimpulan

Hipertensi resisten merupakan temuan umum dan tampaknya tidak terkait dengan peningkatan mortalitas pada gagal jantung dan gagal jantung terkait dengan rawat inap berulang pada pasien gagal jantung.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan pengobatan yang tepat secara farmakologis, serta efektivitas beberapa terapi dari novel device-based therapies, seperti RDT dan BAT, untuk pasien gagal jantung dengan hipertensi resisten.

Referensi

Dokumen terkait

Cara lain yang dapat digunakan untuk meningkatkan peranan perpustakaan adalah dengan membangun serta mengembangkan konsep dan orientasi yang berbeda pada sistem atau

Di sisi lain, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai salah satu institusi pemerintah yang mengembangkan penelitian, juga berperan penting dalam menyumbangkan

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik penderita berdasarkan jumlah, kelompok usia yang terbanyak, perbandingan jenis kelamin, tipe, keluhan utama, gejala

When creating a database in SQL Server Management Studio using the Create New Database dialog, the General page automatically fills in the Database files with a single data file on

Enam pemimpin gereja dari enam gereja di Surabaya, diwawancarai dengan wawancara semi-terstruktur dan 268 remaja gereja mengisi kuesioner tentang SSA.. Hasil

Pada penulisan ilmiah ini penulis ingin membahas tentang informasi Pariwisata yang ada di Ibukota Jakarta yang dibuat dalam bentuk situs internet, didalamnya terdapat informasi

Empat potongan sinyal diambil sebagai sampel untuk masing-masing fonem vokal yaitu /u/ dan /a/ dan ditentukan komponan frekuensi dan rasio amplitudo yang

Informasi yang terdapat dalam media sosial sangat memengaruhi sikap tentang bentuk tubuh yang ideal, penampilan, sehingga mendorong remaja menguruskan badan salah satunya