1
Universitas Kristen Petra
1. PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang masalah
Dewasa ini, perkembangan teknologi berkembang dengan pesat.
Perkembangan teknologi ini membawa pengaruh ke beberapa hal yang lain.
Hal ini dapat dibuktikan dengan munculnya gadget yang semakin terjangkau oleh semua kalangan. Gadget menyebabkan pergaulan sosial tidak memiliki batas, tidak terkecuali dalam hal sosial media. Situs online yang beredar pun ikut memfasilitasi para penggunanya dengan memberikan fitur seperti foto dan video, seperti mms, yahoo messenger, MSN, facebook, youtube, myspace, instagram, whatsapp, flickr dan pinterest.
Selain itu, terdapat banyak kebutuhan akan dokumentasi. Hampir di segala bidang kehidupan mempunyai moment menarik yang dapat diabadikan.
Contoh beberapa bidang yang membutuhkan dokumentasi antara lain pendidikan, kedokteran, kegiatan militer, geologi, survey, arkeologi, meteorologi, antropologi dan perdagangan. Dokumentasi untuk beberapa bidang ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu fotografi dan videografi.
Dengan adanya beberapa alasan di atas, fotografi dan videografi menjadi hal yang diminati oleh masyarakat masa kini. Banyak yang menikmati, tentu banyak pula orang yang ingin memanfaatkan peluang dengan menjadi penyedia jasa. Peluang ini semakin besar dengan adanya kebutuhan Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Contoh dari kebutuhan itu adalah banyaknya kebutuhan fotografi dan videografi produk (banyak mall, online shop, distro dan lain sebagainya), kebutuhan dokumentasi kegiatan (pesta ulang tahun, pesta pernikahan, prewedding, acara tahunan sekolah ataupun perusahaan), kebutuhan akan pemetaan daerah (perumahan, mall) dan lain sebagainya.
Fotografi dapat dibedakan berdasarkan fungsi dan manfaatnya, yaitu fotografi amatir, fotografi profesional dan fotografi dalam bidang ilmiah.
Fotografi amatir menggunakan fotografi sebagai hobby dan seni. Fotografi profesional menggunakan fotografi sebagai salah satu mata pencaharian antara lain audio visual, periklanan, ilustrasi majalah, kalender grafis, foto model,
2
Universitas Kristen Petra
mode pakaian, poster, brosur, dan jurnalistik (pers). Fotografi dalam bidang ilmiah antara lain Photo micrography, Infrared photography, Ultraviolet photography, High Speed photography, Astronomical photography, Photoelastic photography, Photo Lay Out, Underwater photography, Medical photography, Document reproduction, Photo Topography, Radiography (dengan sinar X), Streoscopre (dengan sinar 3D), dan Aerial photography.
Video dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu video amatir dan video profesional. Video amatir adalah video yang diproduksi oleh kebanyakan orang rumahan yang berfungsi untuk mendokumentasikan acara keluarga.
Video amatir biasanya menggunakan handycam dengan format video 8, vhs-c dan mini DV. Video profesional di produksi oleh kalangan profesional seperti televisi dan production house. Kamera yang digunakan oleh kalangan profesional terdiri dari dua jenis yaitu camera studio (pedestal camera) dan camera portable(handheld).
Aerial Fotografi dan Videografi merupakan salah satu dari berbagai jenis Fotografi dan Videografi. Aerial Fotografi dan Videografi adalah pengambilan Foto dan Video dari posisi yang tinggi. Istilah ini biasanya diartikan pada Foto dan Video yang diambil oleh kamera yang tidak mendarat di tanah. Kamera dapat dipegang di tangan, dipasangkan pada alat, dan dipicu dari jarak jauh secara otomatis. Aerial Fotografi dan Videografi dapat menggunakan berbagai alat yaitu helicopters, fixed-wing aircraft, multirotor Unmanned Aircraft Systems, balon udara, roket, layang-layang, parasut dan tiang-tiang yang terpasang pada kendaraan. Aerial Fotografi dan Videografi memiliki beberapa fungsi yaitu cartography (peta topografi) perencanaan penggunaan tanah, arkeologi, produksi film, studi lingkungan, pengawasan, iklan komersial, dan proyek artistik. Dengan adanya Fotografi dan Videografi udara, segala kebutuhan menjadi lebih terjangkau.
Terdapat banyak brand daripada Aerial Fotografi dan Videografi, diantaranya adalah Jirolu Photography, Air Bali, SkyEyeBali, Aerial Photo Asia, Adjimedia Photography, Exo-Fly dan LuxViz. Dengan banyaknya brand lain dari Aerial Fotografi dan Videografi, maka diperlukan identitas unik supaya mendapat hati konsumen, memiliki citra tertentu dan dapat
3
Universitas Kristen Petra
mempertahankan diri dari persaingan. Brand yang kuat dapat menggunakan cara marketing mix yaitu product, price, place dan promotion. Product harus memiliki fitur yang tepat, misalnya harus terlihat baik dan bekerja dengan baik. Product meliputi logo, corporate color, dan informasi tentang promosi produk. Price (harga) adalah salah satu yang menghasilkan pendapatan dalam penjualan. Melakukan penelitian pendapat konsumen tentang harga itu penting karena menunjukkan apa nilai yang konsumen cari dan inginkan dengan membayar sejumlah uang. Kebijakan harga akan bervariasi sesuai waktu dan keadaan. Place (tempat) berkaitan dengan berbagai metode untuk mengangkut dan menyimpan barang serta membuat tempat tersebut nyaman bagi pelanggan. Promotion (promosi) adalah bisnis berkomunikasi dengan pelanggan. Di dalam promosi terdapat penyediaan informasi yang akan membantu konsumen dalam membuat keputusan untuk membeli sebuah produk atau layanan. Penting untuk mengetahui promosi yang telah dilakukan dan dampak yang telah terjadi dengan adanya promosi tersebut.
Aerial Indonesia adalah pengembangan sayap dari Bintang Pagi Production yang sebelumnya telah sukses dalam Wedding Photography dan Videography serta dalam bidang Corporate Videography. Lokasi berada di Wisma Permai Tengah IX JJ-30 Surabaya. Produk Aerial Indonesia akan di launching pada bulan Desember 2012. Soft Launching yang telah dilakukan adalah promosi via online baik melalui website, vimeo ataupun facebook.
Karakteristik daripada Aerial Indonesia adalah fotografi dan videografi udara yang berawal dari Sumber Daya Manusia dengan spesialisasi dalam Fotografi dan Videografi serta pilot yang berkompeten.
Aerial Indonesia belum memiliki logo karena merupakan pengembangan sayap baru dari Bintang Pagi Production. Meskipun merupakan “bagian” daripada Bintang Pagi Production, pemiliknya (Agus Samsuri) menginginkan logo baru dari Aerial Indonesia yang tetap harmonis dengan Bintang Pagi Production. Oleh karena itu, dibutuhkan corporate identity untuk membentuk citra tertentu dan menciptakan brand image.
Langkah awal dari pembentukan brand image ini adalah membentuk identitas yang dapat terlihat pada logo, kemasan dan merchandise. Langkah selanjutnya
4
Universitas Kristen Petra
adalah pengolahan identitas produk. Produk Aerial Indonesia bukanlah Aerial Fotografi dan Videografi yang biasa-biasa saja, melainkan Aerial Fotografi dan Videografi Profesional dengan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berkompeten dalam mengolah keindahan Indonesia. Sasaran klien dari Aerial Indonesia adalah perusahaan-perusahaan sebesar 90%, sisanya adalah Personal Client. Untuk Perusahaan, Aerial Indonesia memberikan pelayanan Land Developing, Real Estate Promotion, Pemetaan Wilayah, Property Assessment, Recreation Facilities, News dan Media, serta Creative Idea Project.
Perancangan ini belum dilakukan sebelumnya, mengingat Aerial Indonesia adalah perusahaan yang baru dan akan segera di launching pada Desember 2012. Perancangan yang menyerupai Perancangan Corporate Identity Pendukung Promosi PT. Aerial Indonesia Surabaya adalah Perancangan Media Komunikasi Visual untuk Reposisi Citra Studio Foto
“Click On” oleh Yudi Gunawan Purnomo (42498027). Click on dan Aerial Indonesia memiliki kesamaan bidang (Fotografi) dan persamaan latar belakang (Pengembangkan sayap untuk divisi yang baru). Perbedaan terdapat pada Obyek Perancangannya, yaitu Aerial Indonesia (Fotografi dan Videografi Aerial) dan Click On (Fotografi Produk).
1.2. Rumusan Masalah
- Bagaimana merancang identitas produk sehingga dikenal dengan citra tertentu dan tercipta brand image Aerial Indonesia - Surabaya?
- Bagaimana merancang corporate identity sebagai identitas produk yang menarik dan efektif serta mendukung promosi Aerial Indonesia.
1.3. Tujuan Perancangan
- Merancang identitas produk dan aplikasinya sehingga dikenal dengan citra tertentu dan tercipta brand image Aerial Indonesia-Surabaya.
- Merancang corporate identity dan aplikasinya sebagai identitas produk yang menarik dan efektif serta mendukung promosi Aerial Indonesia.
5
Universitas Kristen Petra
1.4. Batasan Lingkup Perancangan
- Objek penelitian : produk Aerial Indonesia (Hasil Fotografi dan Videografi Aerial) beserta aspek pembentuk identitas dan promosi untuk kepentingan pembangun brand image.
- Lokasi penelitian : Surabaya - Jawa Timur.
- Waktu penelitian : Oktober 2012 – Juni 2013.
1.5. Manfaat perancangan
1.5.1. Manfaat perancangan bagi mahasiswa :
- Dapat memahami dan menerapkan dasar teori dalam mendesain dan menerapkan corporate identity yang baik.
- Dapat mengkomunikasikan ide dan gagasan kepada masyarakat melalui karya yang dihasilkan.
- Mengolah data yang diperoleh menjadi konsep dalam perancangan corporate identity perusahaan serta aplikasinya.
1.5.2. Manfaat perancangan bagi institusi :
- Perancangan komunikasi visual ini dapat menjadi referensi dan sumber penggalian ide bagi kegiatan perancangan yang lain.
- Komunikasi visual ini dapat menjadi contoh nyata yang efektif bagi perkembangan Desain Komunikasi Visual itu sendiri.
1.5.3. Manfaat perancangan bagi perusahaan :
- Membentuk brand image untuk perkembangan Aerial Indonesia.
- Dapat menunjang kegiatan perusahaan Aerial Indonesia, sehingga dapat lebih dikenal oleh para konsumen dan masyarakat luas serta mendukung promosi.
1.6. Definisi Operasional 1.6.1. Corporate Identity
Adalah warna, desain dan kata-kata yang perusahaan gunakan unuk berkomunikasi dan membuat pernyataan tentang dirinya sendiri serta produknya,
6
Universitas Kristen Petra
dalam hal ini kepada konsumen, pesaing, suplier, pemerintah dan masyarakat umum. Corporate image terbentuk dari kontak dengan perusahaan tersebut dan mengintepretasikan informasi mengenai perusahaan tersebut. Image dapat berubah secara konsisten. Dengan berkembangnya informasi, jaman, dan trend bisnis, informasi baru ditambahkan atau memodifikasi kesan yang telah ditampilkan. (Airey;2010:28)
1.6.2. Foto
Adalah gambar yang dihasilkan melalui tindakan cahaya. Kata fotografi berasal dari bahasa Greek yaitu phos (cahaya) dan graphis (lukisan) yang berarti lukisan cahaya. Penemuan kamera obsura oleh Alhazen tahun 965-1039 setelah masehi.
Memasuki abad ke 20, Penemuan di bidang kamera terus berlanjut dan teknik- teknik dalam fotografi pun berkembang dengan pesat. Tahun 1986, teknologi fotografi tanpa film berhasil ditemukan yaitu berupa sensor kamera. Tahun 1990, kodak memperkenalkan kamera digital pertama di dunia. (Anonim;2008:2)
1.6.3. Video
Merupakan teknologi yang berfungsi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak. Biasanya menggunakan film seluloid, sinyal elektronik atau media digital. Video juga merupakan bagian yang memancarkan gambar pada pesawat televisi dan merupakan rekaman gambar hidup atau program televisi untuk ditayangkan lewat pesawat televisi (Kamus Besar Bahasa Indonesia 1574). Tahun 1871, Richard Maddox menemukan gelatin, kamera sudah ada yang lebih handy dan digunakan dalam proses produksi massal film. Tahun 1979, kamera video yang diciptakan oleh Philips dan Sony berhasil merekam gambar dan suara. Mereka juga memperkenalkan kaset video sebagai media perekamnya. (Anonim;2008:5) 1.6.4. Aerial Indonesia
Bertempat di Wisma Permai Tengah IX JJ-30 Surabaya sebagai tempat pra dan pasca produksi Fotografi dan Videografi Aerial.
7
Universitas Kristen Petra
1.6.5. Perancangan corporate identity Aerial Indonesia
Merupakan perancangan mengenai identitas dalam usaha membentuk brand image.
1.7. Metode Perancangan 1.7.1. Data yang dibutuhkan : 1.7.1.1. Data primer
- Data yang diperoleh dari sumber asli atau pertama.
- Data berkisar tentang Aerial Indonesia, sejarah, promosi serta aktivitas yang telah dilakukan.
1.7.1.1. Data sekunder
- Data yang sudah tersedia sehingga dapat dicari dan dikumpulkan . - Studi literatur : buku dan catatan di Perpustakaan.
1.8. Metode Pengumpulan Data 1.8.1. Wawancara
Adalah percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi dimana sang pewawancara melontarkan pertanyaan. Sasaran wawancara adalah pemilik Aerial Indonesia yaitu bapak Agus Samsuri dan pemerhati Aerial Foto dan Video. Hal yang di tanyakan adalah Fotografi dan Videografi Aerial, Aerial Indonesia dan sejarah serta aktivitas yang sudah pernah dilakukan selama ini.
1.8.2. Observasi
Adalah Aktivitas yang dilakukan makhluk cerdas terhadap suatu proses atau objek. Observasi bertujuan untuk merasakan dan memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya. Sasaran Observasi adalah lokasi produksi Aerial Indonesia. Hal yang dibutuhkan dalam observasi adalah keadaan sebenarnya dari produk, proses pra- produksi, produksi dan pasca-produksi, identitas produk, promosi yang dilakukan, serta masalah dan potensi yang ada.
8
Universitas Kristen Petra
1.8.3. Studi literatur
Adalah Suatu studi pengenalan yang berhubungan dengan proyek yang direncanakan. Studi Literatur digunakan dalam proses menyusun laporan. Sumber studi literatur adalah Buku tentang aerial fotografi dan videografi, Buku tentang corporate identity yang baik, dan Buku tentang desain korporat yang cukup berhasil di bidang fotografi dan videografi.
1.8.4. Studi Banding
Adalah Studi Perbandingan dalam bidang Aerial Photography dan Videography.
Sasaran Studi Banding adalah Perusahaan Aerial Photography dan Videography di Surabaya dan Tempat pameran Aerial Photography dan Videography.
1.8.5. Dokumentasi
Adalah pengumpulan, pemilihan, pengolahan dan penyimpaan informasi seperti gambar, kutipan, guntingan koran dan bahan referensi lainnya. Sasaran Dokumentasi adalah Hasil Aerial Photography dan Videography yang telah diproduksi sejak Desember 2012.
1.9. Metode Analisis Data 1.9.1. SWOT
Di analisa secara deskriptif kualitatif agar Aerial Indonesia mengetahui dimana posisinya dalam dunia Fotografi dan Videografi Aerial.
1.9.1.1. Strength (kekuatan)
Kondisi terkuat yang terdapat dalam Aerial Indonesia. Kekuatan yang di analisis merupakan faktor yang terdapat di dalam tubuh Aerial Indonesia itu sendiri.
1.9.1.2. Weakness (kelemahan)
Kondisi lemah yang terdapat dalam Aerial Indonesia. Kelemahan yang di analisis merupakan faktor yang terdapat tubuh Aerial Indonesia itu sendiri.
1.9.1.3. Oportunity (peluang)
Kondisi peluang berkembang di masa yang aka datang. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari Aerial Indonesia, misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah atau kondisi lingkungan fotografi videografi di Surabaya
9
Universitas Kristen Petra
1.9.1.4. Thread (ancaman)
Kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
1.10. Konsep perancangan 1.10.1. Merancang identitas
Sebagai titik awal untuk mendesain corporate identity untuk Aerial Indonesia.
1.10.2. Konsep Desain
Metode Posisioning baru dengan desain yang mengacu pada Bintang Pagi Production. Dilakukan penambahan-penambahan desain yang diperlukan dalam rangka promosi reposisioning baru bernama Aerial Indonesia. Acuan Logo menggunakan huruf dinamis dan menggunakan pengembangkan visual pesawat multicopter sesuai keinginan sang pemilik Aerial Indonesia. Karakter desain akan bersifat elegan dan difokuskan untuk sasaran kelas menengah ke atas. Untuk mendukung kegiatan promosi diatas, maka akan digunakan event airshow dan ambience media sebagai salah satu pendukung corporate identity dari Aerial Indonesia.
10
Universitas Kristen Petra
1.11. Skematika Perancangan
LATAR BELAKANG MASALAH
RUMUSAN MASALAH
TUJUAN PERANCANGAN
MANFAAT PERANCANGAN
METODE PERANCANGAN
IDENTIFIKASI
KONSEP PERANCANGAN
Perencanaan Media Perencanaan Kreatif
Tujuan Media Tujuan Kreatif
PROGRAM PERANCANGAN
ALTERNATIF DESAIN
EVALUASI / SELEKSI
FINAL ARTWORK
Gambar 1.1. Skematika Perancangan