8 BAB II
REALISASI PENYELESAIAN MASALAH 1.1 Tema dan Program
Untuk tujuan yang ingin dicapai, maka dalam kegiatan KKN UNUD XIII diusulkan program dengan tema “Mengembangkan Potensi Pertanian Desa Bangli Guna Mendukung Terciptanya Sentra Hortikultura Organik”.
Untuk mendukung tujuan ini akan diselenggarakan beberapa cara diantaranya adalah penyediaan prasarana fisik, penyuluhan, sosialisasi, pelatihan serta survey langsung ke masyarakat untuk melihat dan memberikan pengarahan langsung. Upaya-upaya tersebut tercermin dari jadwal program pelaksanaan.
1.2 Jadwal Pelaksanaan Program
Adapun kegiatan pelaksanaan realisasi program KKN-PPM Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan secara keseluruhan seperti pada tabel berikut :
No Waktu Kegiatan Nama Kegiatan
1. Sabtu, 23 Juli 2016 Survey lokasi untuk penyuluhan pemasaran produk pertanian, penyuluhan Trichoderma sp. dan pestisisda nabati, survey rumah yang akan dijadikan sebagai contoh pemanfaatan pekarangan dengan teknik vertical garden dan pembuatan mini green house yang terletak di Br.
Titigalar.
2. Minggu, 24 Juli 2016 Berkoordinasi pembuatan vertical garden, survey lokasi penyuluhan APD (Alat Pelindung Diri), Rapat dengan Bapak Runca selaku ketua Gapoktan dan Kak
9 Wedha selaku owner dari pupuk guano
untuk membahas kegiatan pembuatan demplot.
2. Senin, 25 Juli 2016 Pembuatan design vertical garden, pembersihan lahan untuk persiapan demplot, melakukan koordinasi ke kantor desa untuk membahas mengenai proker sosialisasi pemasaran dan berwirausaha di bidang pertanian.
3. Selasa, 26 Juli 2016 Melakukan koordinasi dengan kelompok tani dan dengan Bapak I Wayan Runca selaku ketua Gapoktan di Desa Bangli terkait dengan penyuluhan APD, pembersihan lahan untuk persiapan demplot, melakukan koordinasi dengan pihak kantor desa terkait pelaksanaan penyuluhan pemasaran.
4. Rabu, 27 Juli 2016 Pengurusan izin pembuatan vertical garden, pembuatan materi untuk APD.
5. Kamis, 28 Juli 2016 Pembelian dan mencari bambu untuk bahan pengerjaan vertical garden, pembersihan lahan untuk demplot, menghubungi dosen yang ditunjuk untuk sebagi pembicara pada kegiatan pemasaran, mengirim surat ke pihak kampus dan dosen.
10 6. Jumat, 29 Juli 2016 Pembuatan vertical garden model 1 dan
model tahap selanjutnya, koordinasi dengan ketua Gapoktan sehubungan dengan teknis acara, melakukan koordinasi ke kantor desa membahas mengenai web blog potensi wisata yang dimiliki.
7. Sabtu, 30 Juli 2016 Proses finishing vertical garden model 1 dan model 2, menyebar surat undangan untuk kegiatan APD, berkoordinasi dengan ketua kelompok tani di masing- masing banjar di Desa Bangli.
8. Minggu, 31 Juli 2016 Persiapan penyuluhan APD.
7. Senin, 1 Agustus 2016 Proses penanaman vertical garden, pelaksanaan penyuluhan APD, persiapan pelaksanaan sosialisasi pemasaran.
8. Selasa, 2 Agustus 2016 Pencampuran Trichoderma sp. dengan pupuk kompos, melakukan survey informasi di masing-masing banjar yang ada di Desa Bangli mengenai potensi wisata yng dimilki.
9. Rabu, 3 Agustus 2016
Pembuatan surat undangan dibantu oleh Sekretaris Desa Bangli, Pengiriman surat undangan untuk Ketua Poktan Se-Desa Bangli dan Konfirmasi dosen selaku pembicara untuk acara penyuluhan.
11 10. Kamis, 4 Agustus 2016
Koordinasi pembuatan mini green house, Pembuatan bedengan untuk demplot dan persiapan bambu untuk pagar kecil, Pengiriman surat undangan untuk POLMAS, PPL, dan Pendamping Desa , Pengaturan dan persiapan acara penyuluhan Trichoderma sp. dan pestisida nabati.
11. Jumat, 5 Agustus 2016
Pelaksanaan acara penyuluhan Trichoderma sp. dan pestisida nabati oleh Dr. G. N. Alit Susanta Wirya, SP., M.
Agr. dan Prof. Dr. Ir. I Made Sudana, M.S.
12 Sabtu, 6 Agustus 2016 Pembuatan design mini green house, Survei lokasi penyuluhan PHBS, Survey lokasi penyuluhan Narkoba dan HIV/AIDS.
13. Minggu, 7 Agustus 2016 Pengurusan izin pembuatan mini green house dan survey alat dan bahan pembuatan mini green house.
14. Senin, 8 Agustus 2016 Berkoordinasi dengan kepala desa dan kepala sekolah SDN 2 Bangli dan SDN 4 Bangli terkait penyuluhan PHBS, Berkoordinasi dengan kepala desa terkait penyuluhan Narkoba dan HIV/AIDS, Pembuatan bedengan.
12 15 Selasa, 9 Agustus 2016 Pembelian bahan dan material pembuatan
green house serta pengerjaan pemasangan tiang penyangga, Menyebar surat untuk penyuluhan PHBS di SDN 2 Bangli, Wawancara dengan narasumber terkait dengan objek wisata yang akan ditampilkan dalam web blog Potensi Wisata Desa Bangli.
16. Rabu, 10 Agustus 2016 Pengerjaan pemasangan tiang penyangga Mini green house pertama, Melakukan koordinasi dengan kepala sekolah SMPN 4 Baturiti terkait akan dilaksanakan penyuluhan Narkoba dan HIV/AIDS.
17. Kamis, 11 Agustus 2016 Pengerjaan pemasangan tiang penyangga Mini green house kedua, Persiapan peralatan penyuluhan PHBS SDN 2 Bangli dan SDN 4 Bangli, Persiapan keperluan penyuluhan Narkoba dan HIV/AIDS seperti poster.
18 Jumat, 12 Agustus 2016 Mencari bambu untuk bahan pembuatan mini green house, Penyuluhan PHBS di SDN 2 Bangli.
19. Sabtu, 13 Agustus 2016 Pengerjaan rangka mini green house dari pipa yang pertama.
20. Minggu, 14 Agustus Pengerjaan rangka mini green house dari
13
2016 pipa yang kedua.
21. Selasa, 16 Agustus 2016 Pembelian alat dan bahan mini green house, Pembuatan video untuk Tempat Wisata Religi Yeh Masem yang berlokasi di Banjar Gunung Kangin Desa Bangli.
22. Rabu, 17 Agustus 2016 Pembuatan materi penyuluhan Narkoba dan HIV/AIDS.
23. Kamis, 18 Agustus 2016 Pemasangan plastik UV pelindung mini green house pertama, Menyebar surat untuk penyuluhan PHBS SDN 4 Desa Bangli, Menyebar surat untuk penyuluhan Narkoba dan HIV/AIDS di SMPN 4 Baturiti, Pengambilan gambar untuk jalur tracking mulai dari Balai Subak Sandan dan finish di Villa Atas Awan yang berlokasi di Banjar Munduk Andong.
24. Jumat, 19 Agustus 2016 Penyuluhan PHBS di SDN 4 Desa Bangli, Persiapan penyuluhan Narkoba dan HIV/AIDS di SMPN 4 Baturiti, Penggemburan tanah, Koordinasi dengan Ketua Gapoktan mengenai pembuatan profil Pusat Pelatihan Pertanian Eka Karya.
25 Sabtu, 20 Agustus 2016 Pemasangan plastik UV pelindung mini green house kedua, Pelaksanaan peyuluhan Narkoba dan HIV/AIDS di
14 SMPN 4 Batuiriti, Pemasangan pagar
kecil disekeliling bedengan.
26 Minggu, 21 Agustus 2016
Pemasangan jaring pelindung mini green house pertama, Pencampuran pupuk dasar serta penambahan pupuk Trichoderma sp., pupuk guano, dan pupuk super organik Pengaturan jarak tanam.
27 Senin, 22 Agustus 2016
Pemasangan jaring pelindung mini green house kedua, Penanaman bibit dan penyiraman.
28 Selasa, 23 Agustus 2016
Pengerjaan finishing green house, Penyiraman tanaman, Proses kompilasi bahan – bahan dan hasil dari pembuatan gambar di Pancoran Yeh Masem dan jalur tracking.
29 Rabu, 24 Agustus 2016
Proses pengunggahan semua konten yang akan digunakan dalam web blog potensi wisata di Desa Bangli.
30 Minggu, 28 Agustus 2016
Kegiatan penutupan KKN PPM XIII Universitas Udayana di Desa Bangli.
1.2.1 Program Pokok
1. Pengadaan Mini Green House sebagai Penunjang Pertanian Organik.
Desa Bangli merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan pertaniannya terutama pertanian sayur. Kondisi daerahnya yang berada di daerah pegunungan dan juga tanahnya yang subur membuat tanaman sayur dapat berkembang dan tumbuh dengan baik di daerah ini. Oleh karena itu, sebagian besar masyarakat Desa Bangli berprofesi sebagai petani sayur. Walaupun demikian
15 potensi yang ada masih belum dikembangkan secara optimal, teknologi pertanian yang digunakan masih terkesan tradisional dan masih kurang dikembangkan. Desa Bangli sebagai desa yang dicanangkan sebagai desa organik memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai desa sentra pertanian organik. Oleh karena itu perlu dilakukan pengembangan dan pembelajaran bagi petani agar mampu meningkatkan kualitas pertaniannya dan beralih dari pertanian kimia yang sangat berbahaya menuju ke pertanian organik yang lebih aman dan juga ramah lingkungan sesuai dengan program yang telah dicanangkan oleh pemerintah demi terwujudnya Desa Bangli sebagai sentra pertanian organik.Walaupun petani mengetahui dampak negatif pertanian kimia, namun petani tetap melakukan cara bertani yang menggunakan zat kimia. Alasannya, selain hasil pertanian yang diperoleh lebih cepat tanaman juga lebih tahan terhadap penyakit. Namun petani tidak memikirkan dampak negatif yang ditimbulkan kedepannya dan hanya tergiur oleh keuntungan sesaat. Sebenarnya ada berbagai macam cara yang lebih baik dalam perawatan tanaman agar tahan terhadap cuaca dan penyakit. Salah satunya pertanian dengan menggunakan green house. Dengan metode pertanian green house ini tanaman dapat terlindung gangguan hama dan juga dari cuaca karena tertutup dan terselubungi oleh plastik.
2. Perencanaan dan Pengadaan Sample Vertical Garden Organik
Kondisi Desa Bangli yang sejuk karena berada di daerah pegunungan dan memiliki tanah yang subur sangat cocok untuk dijadikan kawasan pengembangan pertanian. Oleh karena itu, sebagian besar warga Desa Bangli bekerja sebagai petani terutama petani sayur. Kondisi tanahnya yang subur membuat tanaman sayur dapat dengan mudah tumbuh dan berkembang dengan baik disini. Oleh karena itu pertanian di daerah Desa Bangli ini harus dapat dikembangkan dan ditingkatkan agar dapat bermanfaat dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Walaupun keadaan kawasan yang sangat mendukung namun perkembangan pertanian di desa Bangli dirasa masih kurang. Pertanian di Desa Bangli masih menggunakan cara konvensional dan banyak menggunakan zat kimia yang membahayakan. Pada saat ini, perkembangan pertanian
16 organik dan juga ramah lingkungan sangat digiatkan keberadaannya. Hal ini juga berlaku di Desa Bangli. Desa Bangli dicanangkan sebagai salah satu desa dengan pertanian organik. Oleh karena itu, pertanian organik yang ramah lingkungan perlu digalakkan dan dikembangkan lagi. Pertanian organik perlu disosialisasikan ke seluruh warga desa agar warga desa bisa secara perlahan beralih dari pertanian dengan zat kimia yang berbahaya ke pertanian organik yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Hal ini bisa dimulai dari rumah dan skop yang lebih kecil. Salah satunya dengan pertanian organik dengan menggunakan metode vertical garden. Pertanian ini tidak memerlukan lahan yang luas karena ditanam secara vertikal. Masyarakat desa bisa mencoba bertanam dengan green house dan mencoba merasakan manfaatnya terlebih dahulu. Material yang digunakan bisa berupa material bekas yang ada di sekitar.
3. Pembuatan Demplot Aplikasi Trichoderma sp. untuk Tanaman Hortikultura Organik.
Teknologi merupakan salah satu penerapan dari ilmu pengetahuan. Pada umumnya teknologi baru diciptakan untuk mengganti teknologi lama yang selama ini digunakan oleh para petani. Dalam dunia pertanian sendiri, cukup banyak teknologi yang saat ini dapat diterapkan untuk mengatasi berbagai masalah dibidang pertanian.
Teknologi tersebut dihasilkan oleh berbagai lembaga penelitian, maupun teknologi turun temurun yang telah menjadi kearifan lokal. Namun jika dilihat di lapangan, pemanfaatan teknologi-teknologi tersebut masih tergolong minim. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya informasi mengenai teknologi tersebut belum sampai kepada para petani, atau petani masih meragukan akan manfaat dan tingkat keberhasilan dari penerapan teknologi tersebut.
Pemilihan metode penyuluhan di lapangan yang tepat dalam menyampaikan teknologi kepada petani sangat penting. Salah satunya metode demontrasi plot (demplot).
Demplot merupakan suatu metode penyuluhan di lapangan yang cukup tepat untuk memperlihatkan secara nyata tentang tata cara serta hasil dari adanya penerapan teknologi pertanian yang terbukti bermanfaat bagi para petani. Dalam penerapan
17 teknologi pertanian misalnya, petani akan merasa puas dan bangga jika tanamannya berhasil dipanen sesuai harapan.
Tanaman hortikultura termasuk komoditas multiguna, selain berfungsi sebagai sayuran dan buah, juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar dari produk olahan. Sayuran merupakan salah satu jenis tanaman pangan hortikultura bernilai ekonomis tinggi, untuk itu cara menanam yang baik perlu diperhatikan. Tata cara penanamannya perlu dilakukan secara sehat dan intensif agar produksi optimal serta lingkungan tetap terhindar dari pencemaran.
Dengan adanya penerapan teknologi demplot ini dan menerapkan pertanian secara organik dapat meningkatkan kesuburan dan kesehatan lahan. Selain itu, musuh alami hama dan penyakit tanaman dapat berkurang atau bisa ditangani dengan alami tanpa menggunakan pestisida kimia. Biaya produksi pun berkurang dengan pemanfaatan bahan baku lokal. Sehingga usaha bertani tidak hanya saat ini tapi akan berlanjut secara terus menerus hingga ke anak cucu mereka karena lahan yang diwariskan merupakan lahan yang subur dan produktif.
4. Penyuluhan Mengenai Penggunaan Trichoderma sp. dan Pestisida Nabati dalam Pertanian Sayuran Organik
Pertanian organik adalah sistem budidaya pertanian yang mengandalkan bahan- bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Kegiatan pertanian harus memperhatikan kelestarian dan peningkatan kesehatan tanah, tanaman, hewan, lingkungan, dan manusia sebagai satu kesatuan karena semua komponen tersebut saling berhubungan dan tidak terpisahkan. Pertanian organik harus didasarkan pada siklus dan sistemekologi kehidupan dan memperhatikan keadilan baik antar manusia maupun dengan makhluk hidup lain di lingkungan. Untuk mencapai pertanian organik yang baik perlu dilakukan pengelolaan yang berhati-hati dan bertanggungjawab melindungi kesehatan dan kesejahteraan manusia baik pada masa kini maupun pada masa yang akan mendatang.
18 Untuk mewujudkan keselarasan makhluk hidup dengan lingkungan dalam pertanian organik maka diperlukan penanganan pertanian yang baik seperti halnya penggunaan jamur Trichoderma sp. dan pestisida nabati. Dimana, jamur Trichoderma sp.
digunakan sebagai jamur atau cendawan antagonis yang mampu menghambat perkembangan patogen melalui proses mikroparasitisme, antibiosis, dan kompetisi.
Sedangkan, pestisida nabati merupakan pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan serta bahan organik lainya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama pada tanaman. Dengan dilakukannya hal tersebut diharapkan mampu menanggulangi OPT (Organisme Penganggangu Tanaman) tanpa merusak lingkungan dan akan berlanjut pada kelestarian alam serta kesehatan petani maupun konsumen pertanian organik nantinya.
5. Sosialisasi Tentang Pemasaran dan Wirahusaha dalam Bidang Pertanian.
Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Hal tersebut disebabkan karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, dimana secara langsung berhubungan dengan konsumen.
Sehubungan dengan potensi pertanian yang ada di Desa Bangli, konsep pemasaran merupakan faktor penting yang harus dipahami untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.
Tujuan utama konsep pemasaran adalah melayani konsumen dengan mendapatkan sejumlah laba, atau dapat diartikan sebagai perbandingan antara penghasilan dengan biaya yang layak. Ini berbeda dengan konsep penjualan yang menitikberatkan pada keinginan perusahaan. Pendekatan konsep pemasaran menghendaki agar manajemen menentukan keinginan konsumen terlebih dahulu, setelah itu baru melakukan bagaimana caranya memuaskan. Pada dasarnya pemasaran adalah strategi untuk meningkatkan nilai tambah untuk suatu produk. Dalam pemasaran produk harus diketahui keinginan konsumen sehingga kita dapat menghadirkan produk yang diinginkan konsumen. Untuk
19 itu, harus dilakukan evaluasi produk dengan melakukan inovasi untuk mendapatkan produk terbaik.
Wirausaha atau enterpreneur adalah orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan bisnis mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya serta mengambil tindakan yang tepat, guna memastikan kesuksesan. Wirausaha harus melaksanakan konsep pemasaran yang terdiri dari empat konsep yang berkembang yaitu konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, dan konsep sosial.
Oleh karena itu sosialisasi pemasaran dan kewirahusahaan yang telah dilaksanakan akan sangat membantu agar nantinya para petani di Desa Bangli dapat memasarkan produk pertanian mereka dengan baik sehingga keuntungan yang diperoleh lebih banyak dan di kenal oleh mayarakat luas. Sosialisasi pelatihan kewirahusaan ini juga sangat diperlukan oleh masyarakat yang ada di Desa Bangli agar mereka bisa menjadi wirausaha yang sukses dengan memanfaatkan dan mengembangkan hasil pertanian sendiri.
6. Sosialisasi Alat Pelindung Diri (APD) bagi Kaum Tani Desa Bangli.
Mata pencaharian penduduk desa Bangli yaitu mayoritas petani. Sebagian besar petani di Desa Bangli bertani memanfaatkan pestisida sebagai pembasmi hama tanpa mempertimbangkan efek jangka panjang untuk tubuh mereka, lingkungan maupun konsumen. Penggunaan pestisida yang berlebihan dan pemakaian yang berkepanjangan dapat menyebabkan keracunan bagi para petani yang dapat masuk melalui mulut, hidung (alat pernafasan), kulit dan mata.
Keracunan dari penggunaan pestisida dapat dikurangi salah satunya dengan menggunakan alat pelindung diri saat berhadapan dengan pestisida. Alat pelindung diri yang dapat digunakan antara lain masker dan sarung tangan. Berdasarkan pemaparan di atas maka penulis ingin mensosialisasikan pentingnya penggunaan alat pelindung diri saat penggunaan pestisida dalam bertani sekaligus memberikan alat pelindung diri tersebut kepada kelompok tani yang ada di Desa Bangli.
20 2.2.2 Program Pokok Non-Tema
1. Keluarga Dampingan
KKN PPM Universitas Udayana merupakan salah satu bentuk kegiatan yang wajib dilakukan oleh mahasiswa pada beberapa desa yang telah ditentukan. Dimana tujuan dari program ini secara khusus adalah untuk mensinergiskan pemberdayaan masyarakat dalam mengangkat potensi yang dimiliki oleh desa tersebut. Salah satu kegiatan KKN PPM ini adalah program pendampingan keluarga atau disebut dengan KK Dampingan. Kegiatan KK dampingan dilaksanakan pada beberapa keluarga yang terdapat di setiap banjar di Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
2.2.3 Program Pokok Bantu Tema
1. Pengadaan Tempat Sampah Di Lingkungan Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan
2. Pembuatan Web Blog sebagai Sarana Penyediaan Informasi Digital Mengenai Potensi Wisata Desa Bangli.
3. Pemberian Pendidikan Kesehatan Mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Siswa Sekolah Dasar.
4. Berbagi Informasi Mengenai Narkoba dan HIV/AIDS pada Siswa Sekolah Menengah Pertama.
2.2.4 Program Pokok Bantu Non-tema
1. Penyelenggaraan Kerja Bakti Bersama Warga di Beberapa Dusun.
2. Perayaan HUT Kemerdekaan Indonesia ke -71.
3. Ngayah di di Beberapa Pura yang Sedang Melaksanakan Piodalan.