• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah"

Copied!
112
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Indikator dalam mengukur kualitas output dari pendidikan tidak hanya dilihat dari tingginya nilai yang didapat peserta didik, namun ada hal lain yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah kualitas Alumni. Hal-hal yang dapat diukur menentukan kualitas alumni diantaranya yaitu pencapaian, kompetensi, persebaran problem yang dihadapi, respon pengguna, akselerasi karier, serta hal-hal lain yang meliputi baik keselarasan maupun ketidakselarasan antara kualitas alumni dengan kualitas yang diharapkan oleh perguruan tinggi. Sistem pendidikan yang baik memiliki alur sistem berbentuk putaran dimana tanggung jawab perguruan tinggi terhadap mahasiswa tidak berakhir pada saat kelulusan tetapi juga terkait keberlanjutan karier alumninya agar mereka lebih siap berkarya di tengah masyarakat.

Tracer study harus dilaksanakan dengan penuh komitmen dan kapabilitas oleh perguruan tinggi agar tracer study yang dijalankan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan tinggi baik bagi perguruan tinggi pelaksana maupun bagi pembangunan pendidikan tinggi nasional. Oleh karena itu pemahaman mengenai aspek manajemen dan riset dari tracer study merupakan faktor penentu keberhasilan pelaksanaan tracer study. (http://tracerstudy.dikti.go.id/)

Tracer study adalah studi mengenai lulusan lembaga penyelenggara pendidikan tinggi (Schomburg, 2003). Istilah lain yang juga sering digunakan adalah

“Graduate Surveys”, “Responden Researches”, dan “Follow-up Study”. Tracer study juga harus menyediakan informasi untuk kepentingan evaluasi hasil pendidikan tinggi dan selanjutnya dapat digunakan untuk penyempurnaan dan penjaminan kualitas lembaga pendidikan tinggi bersangkutan. Tracer study juga menyediakan informasi berharga mengenai hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja profesional,

(3)

2 menilai relevansi pendidikan tinggi, informasi bagi pemangku kepentingan (stakeholders), dan kelengkapan persyaratan bagi akreditasi pendidikan tinggi.

Manfaat tracer study tidaklah terbatas pada perguruan tinggi saja, tetapi lebih jauh lagi dapat memberikan informasi penting mengenai hubungan (link) antara dunia pendidikan tinggi dengan dunia kerja. Tracer study dapat menyajikan informasi mendalam dan rinci mengenai kecocokan/match kerja baik horisontal (antar berbagai bidang ilmu) maupun vertikal (antar berbagai level/strata pendidikan). Dengan demikian, tracer study dapat ikut membantu mengatasi permasalahan kesenjangan kesempatan kerja dan upaya perbaikannya. Bagi universitas, informasi mengenai kompetensi yang relevan bagi dunia kerja dapat membantu upaya perbaikan kurikulum dan sistem pembelajaran. Di sisi lain, dunia industri dan dunia kerja dapat melihat ke dalam instistusi pendidikan tinggi melalui tracer study, dan dengan demikian dapat menyiapkan diri dengan menyediakan pelatihan-pelatihan yang lebih relevan bagi sarjana pencari kerja baru.

Untuk itulah Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta setiap tahunnya melakukan Tracer Study dalam memenuhi tuntutan pasar khususnya tenaga kerja maupun untuk meningkatkan daya saing dalam perbaikan sistem pendidikan selama ini. Hal ini perlu disikapi dengan melakukan perubahan-perubahan baik dalam hal kecil maupun hal besar. Hal ini ditunjang dengan mewujudkan pendataan yang berkelanjutan, pemantauan dan evaluasi mutu lulusan demi mewujudkan lulusan Fakultas Ekonomi yang akuntabel.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut: “Bagaimana penilaian alumni FE UNJ mengenai penyelenggaraan program, relevansi antara kurikulum dengan kebutuhan di lapangan, mengenai mutu layanan program, waktu tunggu kerja dan penilaian stakeholders atas kinerja alumni?.

(4)

3 1.3 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:

1. Penyelenggaraan Program yang ada di Fakultas Ekonomi UNJ selama para alumni studi.

2. Relevansi antara kurikulum dengan kebutuhan di lapangan.

3. Mutu Layanan Program yang ada di Fakultas Ekonomi UNJ selama alumni studi.

4. Kepuasan stakeholders atas kinerja alumni.

5. Masa tunggu alumni sampai mendapatkan pekerjaan.

1.4 Manfaat

1. Bagi Program studi

Program Studi mengetahui jumlah alumni yang sudah bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan dan mengevaluasi relevansi kurikulum yang sudah ada untuk meningkatkan kualitas layanan Fakultas Ekonomi UNJ.

2. Bagi Mahasiswa/alumni

Mahasiswa memperoleh layanan informasi lowongan pekerjaan dan dapat memberikan masukan pada program studi mengenai kurikulum dan proses pendidikan pada Fakultas Ekonomi UNJ.

3. Bagi Stakeholders

Stakeholders dapat memberikan masukan pada program studi dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan mahasiswa sehingga lebih siap untuk memasuki dunia kerja dan kualitas pembelajaran pun semakin meningkat.

(5)

4 1.5 Kontribusi Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi:

1. Ilmu Pengetahuan, memperkaya pemahaman mengenai tracer study.

2. Lembaga, dalam hal ini adalah:

a. sebagai bahan masukan dalam rangka penyusunan kebijakan pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan dan kualitas pelayanan di FE UNJ.

b. sebagai upaya meningkatkan kesiapan lulusan dalam penyediaan tenaga kerja siap kerja, guna memenuhi permintaan pasar kerja sebagai tenaga kerja yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan didunia industri/user.

(6)

5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Profil Fakultas Ekonomi UNJ

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta mulai berdiri sejak tanggal 2 Mei 2005 dengan dikuatkan oleh SK Rektor UNJ Nomor: 297/SP/2005 sebagai tindak lanjut dari Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor:

1193/D/T/2005 Perihal Pembukaan Fakultas Ekonomi tertanggal 11 April 2005.

Peresmian FE UNJ dipimpin langsung oleh Rektor UNJ, Prof. Dr. Sutjipto pada hari Selasa (03 Mei 2005) lima tahun yang lalu dengan dihadiri sejumlah pejabat dan civitas akademika UNJ.

Dengan dibukanya FE UNJ maka kini UNJ telah memiliki tujuh fakultas, melengkapi fakultas yang telah ada yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Bahasa dan Seni, dan Fakultas Ilmu Keolahragaan.

Fakultas Ekonomi UNJ terdiri dari tiga jurusan, yaitu Jurusan Akuntansi, Jurusan Manajemen, Jurusan Ekonomi dan Administrasi. Selain ketiga jurusan tersebut fakultas ini juga membawahi lima Program Studi (Prodi) yang terdiri dari program sarjana (S1) dan program diploma tiga (D3). Program Strata-1, meliputi Program Studi Manajemen (S1), Program Studi Pendidikan Ekonomi dengan konsentrasi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Pendidikan Akuntansi, dan Pendidikan Ekonomi Koperasi, serta Program Studi Pendidikan Tata

(7)

6 Niaga.Sedangkan program D3 meliputi: D3 Akuntansi, D3 Pemasaran dan D3 Sekretari.

Fakultas Ekonomi mewajibkan seluruh mahasiswa mulai angkatan 2006/2007 memiliki skor TOEFL minimal 450 dan selanjutkan akan ditingkatkan pada masa mendatang. Fakultas Ekonomi telah menetapkan Program Studi Akuntansi S1 dan Program Studi Manajemen S1 membuka layanan kelas billingual. Untuk tahun 2013, di Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran S1, Program Studi Pendidikan Tata Niaga S1 dan P rogram Studi D3 Sekretari juga membuka layanan kelas bilingual. Selain Program S1 dan D3.

2.1.1 Visi dan Misi Fakultas Ekonomi a. Visi

Menjadi fakultas terbaik, penghasil SDM profesional, berdaya saing tinggi di bidang kependidikan dan non kependidikan yang memiliki wawasan global serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang ekonomi, administrasi, manajemen, dan akuntansi, dalam membangun masyarakat Indonesia yang maju, demokratis dan sejahtera berdasarkan Pancasila.

b. Misi

1. Melaksanakan sistem pembelajaran yang profesional dengan terus mengembangkan berbagai sumber daya pembelajaran dan relevansi muatan kurikulum dengan kebutuhan dunia bisnis yang diimbangi dengan akhlak mulia, wawasan wirausaha dan wawasan global.

(8)

7 2. Melaksanakan peningkatan mutu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang profesional dengan terus menerus mengembangkan sumber daya staf akademik, sarana prasarana dan pemantapan sistem kelembagaan.

3. Melaksanakan penelitian dan pengembangan dalam bidang pendidikan dan pengajaran serta dunia bisnis.

4. Menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah dan dunia bisnis dalam dan luar negeri sebagai mitra kerjasama dibidang pendidikan dan bisnis yang saling menguntungkan.

2.1.2 Tujuan Fakultas Ekonomi

1. Meningkatkan daya tampung dan peluang belajar ilmu ekonomi bagi generasi muda Indonesia.

2. Menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung penyiapan tenaga kerja yang kompeten.

3. Menghasilkan Sarjana Pendidikan, Sarjana Ekonomi dan Ahli Madya yang memiliki kemampuan akademik dan profesionalitas yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

(9)

8 2.2 Kurikulum

Kurikulum adalah seperangkat mata pelajaran yang diajarkan pada lembaga pendidikan atau seperangkat mata kuliah mengenai bidang keahlian khusus yang disajikan secara saling terkait satu sama lain (KBBI, 2002:617). Sampai saat ini belum ada kesatuan pendapat mengenai pengertian kurikulum. Pandangan lama menyatakan bahwa kurikulum merupakan seperangkat mata pelajaran dan materi pelajaran yang harus diajarkan oleh guru kepada peserta didik. (Moh. Ansyar dan Nurtain 1993). Sedangkan Oliver (dalam Brown dan Brown, 1985: 24) memberikan tiga macam definisi kurikulum yakni: (a) All the experiences a child as under the guidance of school, (b) all the courses or subject which the school offers, dan (c) the systematic arrangement of subject matter within a course offered by a school. Said Hamid Hasan (1988) melihat kurikulum ada empat sudut pandang, yakni kurikulum sebagai ide, rencana tertulis, kegiatan dan hasil belajar. Sementara Hilda Taba berpendapat bahwa rumusan kurikulum yang terlalu luas justru akan mengaburkan pengertian kurikulum sendiri. Secara singkat, Hilda Taba (dalam Nasution, 1993:10) merumuskan kurikulum sebagai “a plan for learning” yakni sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh siswa. Pengertian kurikulum dalam Undang- Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa kurikulum merupakan seperangkat dan pengaturan mengenai isi, tujuan dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

(10)

9 2.3 Pengertian Kompetensi

Menurut UU No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, Kompetensi kerja adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Berdasar pada arti estimologi kompetensi diartikan sebagai kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan atau melaksanakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja. Sehingga dapatlah dirumuskan bahwa kompetensi diartikan sebagai kemampuan seseorang yang dapat terobservasi mencakup atas pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas menyelesaikan sesuai dengan standar performa yang ditetapkan.

Model kompetensi didefinisikan sebagai suatu rangkaian kompetensi yang penting bagi kinerja yang superior dari sebuah pekerjaan atau sekelompok pekerjaan.

Model kompetensi ini memberikan sebuah peta yang membantu seseorang memahami cara terbaik mencapai keberhasilan dalam pekerjaan atau memahami cara mengatasi suatu situasi tertentu (LOMA,s Competency Dictionary, 1998).

Menurut Kamus Kompetensi LOMA (1998) aplikasi dari model kompetensi pada sistem Manajemen Sumber Daya Manusia muncul pada area-area berikut : 1. Staffing. Strategi-strategi rekrutmen dan tes-tes yang digunakan untuk seleksi

didasarkan atas kompetensi-kompetesi kritikal dari pekerjaan

(11)

10 2. Evaluasi Kinerja. Penilaian kinerja dari pekerja didasarkan atas kompetensi-

kompetensi yang dikaitkan dengan target –target yang penting dari organisasi 3. Pelatihan. Program-program pelatihan dirancang untuk menjembatani

kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki pekerja dan kompetensi yang diharapkan dimiliki pekerja

4. Pengembangan. Para pekerja pertama kali diukur untuk mengenali kesenjangan kompetensinya; kemudian mereka dibimbing untuk membuat rencana-rencana pengambangan untuk menutupi kesenjangan yang ada

5. Reward & Recognition. Para pekerja diberikan kompensasi untuk prestasi- prestasi dan tingkah laku-tingkah laku yang mencerminkan tingkat ketrampilan mereka pada kompetensi-kompetensi kunci.

Hal tersebut di atas sejalan dengan pendapat dari Michael Amstrong dalam Handbook of Human Resources Management Practice (2001) yang mengemukakan bahwa penerapan kompetensi dalam Manajemen SDM dilakukan dalam proses rekrutmen dan seleksi, assessment centres, manajemen kinerja, pengembangan SDM, dan manajemen imbal jasa.

Aplikasi dari model-model kompetensi di perusahaan dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan sistem Manajemen Sumber Daya Manusia yang ada di dalam perusahaan, seperti yang diungkapkan oleh Lucia dan Lepsinger (1999) berikut:

(12)

11 1. Seleksi

a. Memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai persyaratan- persayaratan jabatan

b. Meningkatkan kemungkinan untuk merekrut pekerja yang akan berhasil di dalam pekerjaannya.

c. Meminimalkan investasi (waktu dan uang) pada pekerja yang mungkin tidak memenuhi harapan perusahaan.

d. Memastikan proses wawancara yang lebih sistematis.

e. Membantu membedakan kompetensi-kompetensi yang dapat dilatihkan dan kompetensi-kompetensi yang sulit untuk dikembangkan.

2. Pelatihan dan Pengembangan

a. Memungkinkan pekerja untuk memusatkan perhatian pada ketrampilan, pengetahuan, dan karakteristik-karakteristik yang mempunyai dampak terbesar terhadap efektifitasnya

b. Memastikan bahwa kesempatan-kesempatan untuk melakukan pelatihan dan pengembangan berjalan selaras dengan sistem nilai dan strategi-strategi organisasi

c. Memaksimalkan efektifitas dari waktu dan dana yang digunakan untuk melakukan pelatihan dan pengembangan

d. Memberikan sebuah kerangka untuk melakukan proses bimbingan dan pemberian umpan balik yang berkelanjutan

(13)

12 3. Penilaian Kinerja

a. Memberikan pemahaman bersama tentang hal-hal yang akan dimonitor dan diukur

b. Memusatkan perhatian dan mendorong proses diskusi tentang penilaian kinerja

c. Memusatkan perhatian dalam mendapatkan informasi tentang tingkah laku pekerja dalam pekerjaan

4. Perencanaan Karir/suksesi

a. Menjelaskan tentang ketrampilan-ketrampilan, pengetahuan dan karakteristik-karakteristik yang diperlukan oleh suatu pekerjaan/peran b. Memberikan metode untuk mengukur kesiapan dari calon pemegang jabatan

atas peran yang akan dipegangnya

c. Memusatkan perhatian dari rencana pelatihan dan pengembangan pada kompetensi-kompetensi yang belum dimiliki oleh calon pemegang jabatan d. Memungkinkan organisasi untuk melakukan pembandingan (benchmark)

diantara sejumlah karyawan potensial yang prestasinya sangat baik.

2.4 Teori Pasar Tenaga Kerja

Solmon (1980) dalam Sinaga (2005) menjelaskan, bahwa pasar tenaga kerja adalah tempat aktivitas dari bertemunya pelaku-pelaku, pencari kerja dan pemberi lowongan kerja. Proses bertemunya pencari kerja dan pemberi lowongan kerja dapat

(14)

13 terjadi sebentar saja namun dapat pula memakan waktu yang lama, masalah yang dihadapi oleh kedua belah pihak di pasar yaitu: setiap perusahaan yang menawarkan lowongan kerja maka menginginkan kualitas serta keahlian pekerja berbeda-beda sehingga menyebabkan terjadinya perbedaan tingkat upah. Sedangkan pencari kerja memiliki keahlian juga berbeda-beda sehingga pekerja menginginkan tingkat upah yang juga berbeda-beda pula. Di mana letak masalah dari kedua belah pihak adalah keterbatasan informasi.

Proses interaksi keduanya membutuhkan waktu yang lama karena baik pencari kerja maupun kesempatan kerja tidak homogen dan informasi mengenai keduanya sangat terbatas. Pencari kerja ingin memperoleh pekerjaan dengan kondisi yang paling baik dan pengusaha ingin mencari pekerja yang paling cocok untuk mengisi lowongan.

Simanjuntak (1985) mengemukakan bahwa lamanya waktu yang diperlukan untuk proses pertemuan pencari kerja dan lowongan kerja disebabkan pencari kerja maupun pengusaha dihadapkan pada kenyatan bahwa: (1) pencari kerja mempunyai tingkat pendidikan, keterampilan, kemampuan, dan sikap pribadi yang berbeda.

Sedangkan setiap lowongan yang tersedia mempunyai sifat pekerjaan yang berlainan.

Oleh sebab itu untuk mengisi lowongan yang berlainan, pengusaha memerlukan pekerja dengan pendidikan, keterampilan, kemampuan, bahkan mungkin dengan sikap pribadi yang berbeda. Dengan demikian, tidak semua pelamar mampu dan dapat diterima untuk satu lowongan tertentu. (2) Setiap perusahaan atau unit usaha

(15)

14 menghadapi lingkungan yang berbeda : keluaran (output), masukan (input), manajemen, teknologi, lokasi, pasar, dan lain –lain, sehingga mempunyai kemampuan yang berbeda dalam memberikan tingkat upah, jaminan sosial dan lingkungan pekerjaan. Di lain pihak, pencari kerja mempunyai produktivitas yang berbeda dan harapan – harapan mengenai tingkat upah yang berlaku di suatu perusahaan dan lingkungan pekerjaan. Oleh sebab itu, tidak semua pencari kerja bersedia menerima pekerjaan dengan tingkat upah yang berlaku di suatu perusahaan.

Sebaliknya, tidak semua pengusaha mampu dan bersedia mempekerjakan seorang pelamar dengan tingkat upah dan harapan – harapan yang dikemukakan oleh pelamar tersebut. (3) Baik pengusaha maupun pencari kerja sama – sama mempunyai informasi yang terbatas mengenai hal – hal yang dalam butir (1) dan (2). Dari sekian banyak pelamar, pengusaha biasanya menggunakan waktu yang cukup lama melakukan seleksi guna mengetahui calon yang paling tepat untuk mengisi lowongan yang ada.

Di dalam pasar tenaga kerja terjadi proses penempatan atau hubungan kerja melalui penyediaan dan permintaan tenaga kerja. Proses ini lebih lanjut dijelaskan dalam teori permintaan dan penawaran tenaga kerja.

Permintaan dalam konteks ekonomi didefinisikan sebagai jumlah maksimum suatu barang atau jasa yang dikehendaki seorang pembeli untuk dibelinya pada setiap kemungkinan harga dalam jangka waktu tertentu (Sudarsono, 1990). Dalam hubungannya dengan tenaga kerja, permintaan tenaga kerja adalah hubungan

(16)

15 antara tingkat upah dan jumlah pekerja yang dikehendaki oleh pengusaha untuk dipekerjakan. Sehingga permintaan tenaga kerja dapat didefinisikan sebagai jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan seorang pengusaha pada setiap kemungkinan tingkat upah dalam jangka waktu tertentu

Permintaan terhadap tenaga kerja merupakan permintaan tak langsung.

Maksudnya, tenaga kerja dipekerjakan oleh perusahaan dengan tujuan untuk digunakan dalam menghasilkan barang–barang yang akan mereka jual (Sukirno, 2000). Dengan kata lain, pertambahan permintaan pengusaha terhadap tenaga kerja tergantung dari pertambahan permintaan masyarakat terhadap barang yang diproduksinya. Oleh karena itu permintaan akan tenaga kerja merupakan permintaan turunan.

Fungsi permintaan tenaga kerja biasanya didasarkan kepada teori neoklasik, dimana pada ekonomi pasar diasumsikan bahwa seorang pengusaha tidak dapat mempengaruhi harga (price taker). Dalam hal memaksimalkan laba, pengusaha hanya dapat mengatur berapa jumlah karyawan yang dapat dipekerjakan (Simanjuntak, 1985).

Penawaran tenaga kerja adalah jumlah tenaga kerja yang dapat disediakan oleh pemilik tenaga kerja pada setiap kemungkinan upah dalam jangka waktu tertentu. Dalam teori klasik sumberdaya manusia (pekerja) merupakan individu yang bebas mengarnbil keputusan untuk bekerja atau tidak.

Bahkan pekerja juga bebas untuk menetapkan jumlah jam kerja yang

(17)

16 diinginkannya. Teori ini didasarkan pada teori tentang konsumen, dimana setiap individu bertujuan untuk. Memaksimumkan kepuasan dengan kendala yang dihadapinya.

Menurut G.S Becker (1976), Kepuasan individu bisa diperoleh melalui konsumsi atau menikmati waktu luang (leisure). Sedang kendala yang dihadapi individu adalah tingkat pendapatan dan waktu. Bekerja sebagai kontrofersi dari leisure menimbulkan penderitaan, sehingga orang hanya mau melakukan kalau memperoleh kompensasi dalam bentuk pendapatan, sehingga solusi dari permasalahan individu ini adalah jumlah jam kerja yang ingin ditawarkan pada tingkat upah dan harga yang diinginkan.

(18)

17 BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Rancangan Penelitian

Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui kompetensi lulusan FE UNJ disemua jurusan yaitu jurusan Ekonomi dan Administrasi, jurusan Akuntansi dan Jurusan Manajemen dan Program Studi S2 Magister Manajemen berdasarkan profil mengenai waktu tunggu bekerja, kesesuaian bidang pekerjaan, posisi pekerjaan sekarang, gaji awal dan persepsi perusahaan tempat bekerja terhadap kemampuan alumni dan mengetahui layanan kemahasiswaan terhadap lulusan selama menjadi mahasiswa.

3.1.1Populasi dan sampel

Populasi penelitian ini adalah alumni Fakultas Ekonomi dari semua jurusan baik yang bekerja pada instansi pemerintah, swasta maupun wirausaha yang lulus dari periode 2018/2019 semester genap dan ganjil.

3.1.2Teknik Pengambilan Sampel

Sampel dalam penelitian ini adalah alumni semua jurusan di Fakultas Ekonomi, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling (non probability sampling). Alasan pemilihan teknik pengambilan sampel ini karena elemen populasi yang dijadikan sampel adalah yang paling mudah dan paling cepat ditemui. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kemungkinan database alumni yang belum diperbaharui (up date).

(19)

18 3.1.3 Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden melalui wawancara atau dengan menggunakan instrumen kuisioner. Selain data primer juga digunakan data sekunder yaitu data yang dikumpulkan oleh pihak lain (FE UNJ dan BAAK UNJ), yang dalam hal ini peneliti menggunakan data berupa database lulusan yang ada di Bagian Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas.

3.2 Teknik Pengumpulan Data

Data primer diperoleh dengan cara:

1. Wawancara atau interview

Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara langsung terhadap responden melalui telepon atau tatap muka langsung.

2. Surveyor

Salah satu ciri khas dalam pelaksanaan Tracer Study ini adalah adanya peranan Surveyor. Surveyor merupakan alumni di angkatan yang akan dijadikan target responden Tracer Study ini. Surveyor ini merupakan wakil dari masing-masing Prodi di FE UNJ pada setiap angkatan yang akan dijadikan responden pada tahun tersebut.

Umumnya, jumlah Surveyor ini adalah satu dari setiap Prodi di FE UNJ, terkecuali beberapa Prodi yang memiliki alumni angkatan lebih dari 100 orang, jumlah Surveyor bisa mencapai dua orang. Pemilihan Surveyor dilakukan atas rekomendasi

(20)

19 dari para Koordinator Program Studi dengan memperhatikan beberapa kriteria.

Surveyor merupakan orang yang dianggap memiliki komunikasi yang baik dengan teman-teman seangkatannya. Surveyor harus dipercaya oleh teman-teman seangkatannya. Surveyor harus mampu memberikan motivasi kepada teman-teman seangkatannya. Surveyor harus mudah dihubungi, baik oleh teman-teman seangkatannya ataupun Tim Tracer Study FE UNJ. Surveyor ini pun dianggap memiliki database lengkap mengenai teman-teman seangkatannya. Surveyor memiliki waktu luang yang cukup dalam membantu pelaksanaan Tracer Study FE UNJ. Surveyor mampu menjalin komunikasi yang baik dengan Tim Tracer Study FE UNJ. Tugas dan Tanggung Jawab Surveyor Memperbaiki dan melengkapi database angkatan (email dan no.HP) Membantu memberikan penjelasan Tracer Study kepada teman angkatan Mengajak dan mendorong teman seangkatan untuk mengisi kuesioner Berkoordinasi rutin dengan Tim Tracer Study FE UNJ. Tugas dan Tanggung Jawab Surveyor pada dasarnya memiliki peranan sebagai jembatan diantara Tim Tracer Study FE UNJ dengan alumni dari angkatan di masing-masing Prodi. Surveyor berperan dalam melengkapi kekurangan/memperbaharui database teman-teman seangkatannya. Surveyor selalu mengingatkan teman-teman seangkatannya untuk melakukan pengisian kuesioner. Surveyor juga dapat memberikan rekomendasi/masukkan/perbaikan terhadap teknis dan pelaksanaan Tracer Study FE UNJ.

(21)

20 3. Menggunakan instrumen kuisioner

Data primer diperoleh dengan memberikan kuisioner melalui e-mail, faksimili atau dengan pengisian langsung.

3.3 Analisis Data Tracer Study

Data yang telah diperoleh selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif yaitu dengan melihat distribusi frekuensi dan distribusi frekuensi relatif serta rata-rata jawaban responden mengenai kompetensi lulusan FE UNJ baik dari jurusan Ekonomi dan Administrasi jurusan Akuntansi maupun jurusan manjemen Laporan tracer study memantau dan mengidentifikasi beberapa hal sebagai berikut:

o Daya saing lulusan yang ditunjukkan melalui waktu tunggu mendapatkan pekerjaan pertama, keberhasilan lulusan berkompetisi dalam seleksi dan gaji yang diperoleh.

o Relevansi (kesesuaian) pendidikan lulusan ditunjukkan melalui profil pekerjaan (macam dan tempat pekerjaan), relevansi pekerjaan dengan background pendidikan, manfaat mata kuliah yang diprogram dalam pekerjaan, saran lulusan untuk perbaikan kompetensi lulusan.

o Korelasi antara kegiatan ekstrakurikuler lulusan selama studi dan daya saing lulusan.

o Kendala dan hambatan yang dihadapi solusi yang diusulkan proses tracer study dan saran perbaikan proses dapat menjadi pertimbangan tim berikutnya.

(22)

21 o Persepsi alumni tentang layanan kemahasiswaan selama menjadi mahasiswa (mulai dari kegiatan MPA, beasiswa, kegiatan organisasi kemahasiswaan, lomba yang diikuti dan lannnya).

o Relevansi kurikulum dengan apa yang dibutuhkan pada dunia kerja saat ini.

(23)

22 BAB IV ANALISA HASIL

Pada bab ini peneliti akan menjabarkan data-data jejak rekam yang berhasil dikumpulkan dari alumni selama 6 bulan, dari bulan Mei-Oktober 2019. Data yang disajikan berupa profil alumni Fakultas Ekonomi dari program studi S1 Manajemen, program studi D3 Manajemen, Program studi S1 Akuntansi, Program studi D3 Akuntansi, Program studi Pendidikan Ekonomi, Program studi Administrasi Perkantoran, dan D3 Administrasi Perkantoran, dengan periode kelulusan tahun akademik 5 tahun terakhir.

A. Karakteristik Data

Data yang masuk dan ikut berpartisipasi dari alumni Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta selama enam bulan penelitian tersaji dalam tabel 4.1.

Tabel 4.1 Rekapan Data Alumni Berdasarkan Program Studi

No Prodi Jumlah (Responden)

1 S1 Pendidikan Ekonomi 274

2 S1 Pendidikan Bisnis 83

3 S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran 30 4 D3 Administrasi Perkantoran 19

5 S1 Akuntansi 125

6 D3 Akuntansi 30

7 S1 Manajemen 97

8 D3 Manajemen 15

Total 673

Sumber : Data diolah

Dari tabel diketahui bahwa total alumni yang ikut berpartisipasi dalam program Tracer Study sebanyak 673 orang.

(24)

23 B. Analisa Hasil Setiap Prodi

B.1. Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi

Jumlah Mahasiswa yang mengikuti survey sebanyak 274 alumni. Berasal dari lulusan Tahun 2013 – 2018.

Grafik 2. Apakah lulusan berorganisasi ketika masih mahasiswa Sumber: Data diolah

Ada 65 persen alumni yang mengikuti organisasi selama masa kuliahnya dan 35 persennya tidak mengikuti organisasi karena beberapa alasan antara lain karena tidak berminat; tidak cocok dengan organisasi yang tersedia; tidak sempat karena ada kegiatan yang lain.

Grafik 3. Cara/prosedur (membuat CV dan tips Interview) melamar pekerjaan

(25)

24 Sumber: Data diolah

Ketika baru lulus, hampir 100 persen alumni mengetahui cara/prosedur (membuat CV dan tips Interview) untuk melamar pekerjaan. Hal tersebut dikarenakan CDC FE UNJ selalu memberikan pembekalan bagi calon Wisudawan FE UNJ.

Grafik 4. Setelah lulus, apakah lulusan langsung bekerja Sumber: Data diolah

Setelah lulus, sebanyak 65 persen dari para lulusan langsung mendapatkan pekerjaan sedangkan sisa nya belum bekerja. Belum kerja disini bukan berarti 35 persen belum mendapatkan pekerjaan setelah mencari lowongan tetapi sebagian dari mereka menunda dulu untuk bekerja dengan berbagai alasan. Adapun beberapa alasan para alumni tidak bekerja adalah sebagai berikut:

 Lanjut kuliah

 Mengikuti seleksi test CPNS

 Memulai usaha

 Masih mencari, dan menunggu panggilan interview dari perusahaan lain

 Ingin mengistirahatkan pikiran dan badan agar semangat ketika bekerja.

 Sempat magang selama 3 bulan dan mengikuti seleksi CPNS 2017

(26)

25

 Mencari pekerjaan baru

 Membantu orang tua membuat usaha

 Menikah

1. Riwayat Pekerjaan

Grafik 5. Masa Tunggu Lulusan Sumber: Data diolah

Berdasarkan grafik di atas, masa tunggu lulusan bervariasi. Masa tunggu paling cepat 0 selama 2 bulan dengan 67,32 persen lulusan Itu artinya sebanyak 67,32 persen alumni mendapatkan pekerjaan dalam kurun waktu dibawah 2 bulan.

Grafik 6. Proses mencari kerja Sumber: Data diolah

(27)

26 Banyak alumni yang aktif (mencari sendiri) dalam proses pencarian kerja.

Namun ada juga beberapa yang ditawari pekerjaan, diberikan rekomendasi, mendapat jarkoman dari mahasiswa perguruan tinggi lain, dan sebagainya.

Grafik 7. Kepuasan terhadap Pekerjaan Sumber: Data diolah

Sekitar 27 persen alumni menyatakan bahwa pada saat ini mereka tidak puas terhadap pekerjaan yang mereka dapat, hal ini bisa disebabkan tidak sesuainya gaji yang diharapkan, tidak nyamannya lingkungan kerja, tidak sesuainya tugas kerja dengan latarbelakang pendidikan serta banyak faktor lain yang menyebabkan seseorang merasa tidak puas dengan pekerjaan yang didapatnya. Namun 73 persen lainnya menyatakan bahwa mereka puas dengan pekerjaan saat ini.

2. Relevansi terhadap Pekerjaan

Grafik 8. Relevansi pekerjaan dengan pendidikan Sumber: Data diolah

(28)

27 Dalam kuesioner, 78 persen lulusan mengatakan “ya” terkait pertanyaan tentang relevansi pekerjaan dengan pendidikan. Ini memberikan gambaran bahwa para alumni mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki.

3. Pengalaman pembelajaran dan masukan bagi pendidikan di FE UNJ

Grafik 9. Pengalaman belajar di kelas Sumber: Data diolah

Grafik 10. Pengalaman belajar di laboratorium Sumber: Data diolah

(29)

28 Grafik 11. Pengalaman belajar di masyarakat

Sumber: Data diolah

Grafik 12. Pengalaman magang di perusahaan/sekolah Sumber: Data diolah

(30)

29 Grafik 12. Pengalaman belajar dalam organisasi kemahasiswaan

Sumber: Data diolah

Grafik 13. Pengalaman belajar dlm pergaulan kampus

Sumber: Data diolah

(31)

30 Grafik 14. Pengalaman belajar mandiri

4.

Indikator Kompetensi dan Daya Saing

Grafik 15. Saat baru lulus, sejauh mana Saudara merasa mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lain?

Sebagian besar alumni merasa mampu dalam bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lain.

Gambar 16. Kompetensi yang dibutuhkan pasar atau lapangan kerja

(32)

31 Gambar 17. Kemampuan bahasa inggris

Gambar 18. Kemampuan dalam menggunakan komputer

Gambar 19. Kemampuan dalam metodologi penelitian

(33)

32 Gambar 20. Kemampuan dalam kerjasama tim

Gambar 21. Kemampuan komunikasi lisan

Gambar 22. Keterampilan komunikasi tertulis

(34)

33 Gambar 23. Pengetahuan teoritis spesifik prodi

Gambar 24. Pengetahuan praktis spesifik prodi

Gambar 25. Kepemimpinan/ Leadership

(35)

34 5. Kepuasan Layanan Fakultas Ekonomi UNJ

Gambar 26. Layanan Akademik

Gambar 27. Layanan Kemahasiswaan

Gambar 28. Layanan Beasiswa

(36)

35 Gambar 29. Layanan organisasi mahasiswa (Ormawa)

B.2. Pendidikan bisnis

Grafik 1. Organisasi Mahasiswa

57 dari 82 alumni mengikuti organisasi selama masa kuliahnya, 2 diantaranya mengikuti UKM Basket, sementara 23 lainnya tidak mengikuti organisasi karena beberapa alasan antara lain karena tidak berminat, tidak cocok dengan organisasi yang tersedia, dan disibukkan dengan kegiatan yang lain.

(37)

36 Grafik 2. Prosedur Membuat CV

Ketika baru lulus, 5 dari 82 alumni tidak mengetahui cara/prosedur (membuat CV dan tips Interview) untuk melamar pekerjaan. 46 lainnya sudah mengetahui. Sementara 31 lainnya tidak menjawab

Grafik 3. Apakah Langsung Bekerja setelah lulus

Ketika baru lulus, 58 dari 82 alumni langsung bekerja karena sudah magang atau menjadi freelancer sejak sebelum lulus. Sementara 24 lainnya tidak langsung bekerja.

(38)

37 Grafik 4. Masa Tunggu

Dari data yang diolah terlihat bahwa masa tunggu dibawah 1,5 bulan sebanyak 70 persen. Hal tersebut memandakan bahwa setelah lulus 70 persen dari lulusan sudah mendapatkan pekerjaan dibawah 1,5 bulan.

Grafik 5. Proses mencari kerja

16 dari 82 mendapat pekerjaan secara pasif (ditawari pekerjaan), 1 alumni sudah menjadi freelance sejak sebelum lulus, 51 lainnya aktif mencari sendiri dari berbagai sumber, serta 2 alumni memberikan keterangan “lainnya”

(39)

38 Grafik 6. Sumber Informasi Pekerjaan

Jumlah terbanyak yaitu pencarian melalui koneksi (teman dan keluarga), yaitu sebanyak 28 dari 82 alumni. Dan terbanyak kedua setelah koneksi adalah mendapatkan informasi melalui internet, yaitu sebanyak 22 lulusan.

Grafik 7. Kepuasan dengan pekerjaan

(40)

39 24 dari 82 alumni menyatakan tidak puas, sementara 54 lainnya menyatakan puas dengan pekerjaan saat ini.

Grafik 8 hubungan pekerjaan dengan ilmu yang dipelajari

14 dari 28 menyatakan tidak berhubungan, tetapi 56 diantaranya menyatakan terdapat hubungan dengan ilmu yang dipelajari di fakultas

(41)

40 15 dri 82 menyatakan tidak relevan, tetapi 55 diantaranya menyatakan relevan antara pekerjaan dan pendidikan yang lulusan terima di FE UNJ. Sementara 12 lainnya tidak memberikan keterangan apapun

Grafik 9. Seberapa penting pengalaman pembelajaran berikut memberikan kontribusi dalam dunia kerja

1 dari 82 menyatakan kurang penting, 49 diantaranya menyatakan penting, dan 32 lainnya menyatakan sangat penting antara “pengalaman belajar di kelas” dan kontribusinya dalam dunia kerja

(42)

41 2 dari 82 menyatakan kurang penting, 34 menyatakan penting, dan 46 lainnya menyatakan sangat penting antara “pengalaman belajar di laboratorium” dan kontribusinya dalam dunia kerja

1 dari 82 menyatakan kurang penting, 12 menyatakan penting, dan 69 lainnya menyatakan sangat penting antara “pengalaman belajar di masyarakat” dan kontribusinya dalam dunia kerja

9 dari 82 alumni menyatakan penting, dan 73 lainnya menyatakan sangat penting antara “pengalaman magang di perusahaan/sekolah” dan kontribusinya dalam dunia kerja

(43)

42 5 dari 82 lulusan menyatakan kurang penting, 29 lainnya menyatakan penting, dan 48 lainnya menyatakan sangat penting antara “pengalaman belajar di kemahasiswaan”

dan kontribusinya dalam dunia kerja

1 dari 82 menyatakan kurang penting, 26 lainnya menyatakan penting, dan 55 lainnya menyatakan sangat penting antara “pengalaman belajar dalam pergaulan kampus” dan kontribusinya dalam dunia kerja

(44)

43 1 dari 82 menyatakan kurang penting, 26 lainnya menyatakan penting, dan 55 lainnya menyatakan sangat penting antara “pengalaman belajar mandiri” dan kontribusinya dalam dunia kerja

Grafik 10. Kemampuan lulusan dalam menghadapi persaingan di dunia kerja

10 dari 82 menyatakan kurang mampu, 44 menyatakan mampu, dan 28 lainnya menyatakan sangat mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lain dalam menghadapi persaingan di dunia kerja

(45)

44 52 ari 82 menyatakan kemampuan spesifik, dan 30 lainnya menyatakan kemampuan umum merupakan kriteria lulusan FE UNJ yang diperlukan oleh pasar/lapangan pekerjaan

Grafik 11. Sejauh mana, lulusan menguasai kompetensi berikut

5 dari 82 lulusan menyatakan kurang menguasai, 46 menyatakan menguasai, dan 31 lainnya menyatakan sangat menguasai kompetensi berupa pengetahuan umum

(46)

45 19 dari 82 lulusan menyatakan kurang menguasai, 29 menyatakan menguasai, 32 sangat menguasai, dan 2 alumni menyatakan tidak menguasai kompetensi berupa kemampuan Bahasa Inggris

1 dari 82 lulusan menyatakan kurang menguasai, 34 menyatakan menguasai, dan 47 lainnya menyatakan sangat menguasai kompetensi berupa penggunaan komputer

(47)

46 14 dari 82 lulusan menyatakan kurang menguasai, 50 menyatakan menguasai, dan 18 sangat menguasai kompetensi berupa metodologi penelitian

4 dari 82 lulusan menyatakan kurang menguasai, 20 lainnya menyatakan menguasai, dan 58 lainnya menyatakan sangat menguasai kompetensi berupa kerjasama tim

(48)

47 55 dari 82 lulusan menyatakan sangat menguasai, 24 menguasai, dan 3 lainnya kurang menguasai kompetensi berupa keterampilan berkomunikasi secara lisan

41 dari 82 lulusan menyatakan sangat menguasai, dan 41 lainnya manyatakan menguasai kompetensi berupa keterampilan berkomunikasi secara tulisan

(49)

48 47 dari 82 lulusan menyatakan menguasai, 21 sangat menguasai, dan 14 kurang menguasai kompetensi berupa pengetahuan teoritis spesifik prodi

4 dari 82 lulusan menyatakan kurang menguasai, 27 lainnya menyatakan menguasai, dan 13 sangat menguasai kompetensi berupa pengetahuan praktis spesifik prodi

(50)

49 30 dari 82 lulusan menyatakan menguasai, 46 sangat menguasai, dan 6 lainnya menyatakan kurang menguasai kompetensi berupa kepemimpinan/leadership

Grafik 12. Tingkat kepuasan lulusan, terhadap layanan di fe unj

4 dari 82 lulusan menyatakan kurang puas, 40 lainnya menyatakan puas, 37 menyatakan sangat puas, dan 1 menyatakan tidak puas terhadap layanan akademik di FE UNJ

(51)

50 7 dari 82 lulusan menyatakan kurang puas, 32 lainnya menyatakan puas, 40 menyatakan sangat puas, dan 3 menyatakan tidak puas terhadap layanan kemahasiswaan di FE UNJ

13 dari 82 lulusan menyatakan kurang puas, 27 lainnya puas, 36 sangat puas, dan 6 menyatakan tidak puas terhadap layanan beasiswa di FE UNJ

(52)

51 10 dari 82 lulusan menyatakan kurang puas, 37 lainnya menyatakan puas, 31 sangat puas, dan 4 menyatakan tidak puas dengan layanan organisasi mahasiswa di FE UNJ

B.3. S1 MANAJEMEN

Pada Alumni S1 Manajemen, koresponden yang mengisi kuesioner sebanyak 96 koresponden.

Grafik 1. Kegiatan berorganisasi

(53)

52 35 dari 96 alumni mengikuti organisasi selama masa kuliahnya dan 61 lainnya tidak mengikuti organisasi karena beberapa alasan antara lain karena tidak berminat, tidak cocok dengan organisasi yang tersedia, dan disibukkan dengan kegiatan yang lain.

Grafik 2. Prosedur membuat cv

Ketika baru lulus, 13 dari 96 alumni tidak mengetahui cara/prosedur (membuat CV dan tips Interview) untuk melamar pekerjaan. Sementara 83 lainnya sudah mengetahui

Grafik 3. Keputusan bekerja

(54)

53 Ketika baru lulus, 42 dari 96 alumni langsung bekerja karena sejak sebelum lulus sudah magang atau menjadi freelancer. Sementara 42 lainnya tidak langsung bekerja

Grafik 4. Masa tunggu

Setelah lulus, masa tunggu mendapatkan pekerjan setelah lulus terbanyak adalah selama 3 bulan, yaitu sebanyak 14 dari 96 alumni. Dan maksud dari 0 (nol) bulan adalah sudah mendapat pekerjaan sebelum lulus

Grafik 5. Proses mendapatkan pekerjaan

(55)

54 15 dari 96 mendapat pekerjaan secara pasif (ditawari pekerjaan), 1 alumni sudah menjadi freelance sejak sebelum lulus, 63 lainnya aktif mencari sendiri dari berbagai sumber, serta 3 alumni memberikan keterangan “lainnya”

Grafik 6. Informasi lowongan kerja

Jumlah terbanyak yaitu pencarian melalui Internet, yaitu sebanyak 31 dari 96 alumni. 29 lainnya mendapatkan informasi melalui koneksi (teman dan keluarga)

Grafik 7. Hubungan pekerjaan dengan ilmu yang dipelajari

13 dari 96 menyatakan tidak relevan, tetapi 38 diantaranya menyatakan terdapat hubungan dengan ilmu yang dipelajari di fakultas

(56)

55 11 dari 96 menyatakan tidak relevan, tetapi 40 diantaranya menyatakan relevan antara pekerjaan dan pendidikan yang lulusan terima di FE UNJ. Sementara 45 lainnya tidak memberikan keterangan apapun

Grafik 8. Seberapa penting pengalaman pembelajaran berikut memberikan kontribusi dalam dunia kerja

5 dari 96 menyatakan kurang penting, 57 diantaranya menyatakan penting, 33 lainnya menyatakan sangat penting, dan 1 menyatakan tidak penting antara “pengalaman belajar di kelas” dan kontribusinya dalam dunia kerja

(57)

56 16 dari 96 menyatakan kurang penting, 41 menyatakan penting, 36 lainnya menyatakan sangat penting, dan 1 menyatakan tidak penting antara “pengalaman belajar di laboratorium” dan kontribusinya dalam dunia kerja

1 dari 96 menyatakan kurang penting, 31 menyatakan penting, dan 15 lainnya menyatakan sangat penting antara “pengalaman belajar di masyarakat” dan kontribusinya dalam dunia kerja

(58)

57 2 dari 96 menyatakan kurang penting, 11 menyatakan penting, dan 83 lainnya menyatakan sangat penting antara “pengalaman magang di perusahaan/sekolah” dan kontribusinya dalam dunia kerja

8 dari 96 menyatakan kurang penting, 36 lainnya menyatakan penting, dan 52 lainnya menyatakan sangat penting antara “pengalaman belajar di kemahasiswaan” dan kontribusinya dalam dunia kerja

(59)

58 3 dari 96 menyatakan kurang penting, 38 lainnya menyatakan penting, dan 54 lainnya menyatakan sangat penting antara “pengalaman belajar dalam pergaulan kampus” dan kontribusinya dalam dunia kerja

4 dari 96 menyatakan kurang penting, 25 lainnya menyatakan penting, dan 67 lainnya menyatakan sangat penting antara “pengalaman belajar mandiri” dan kontribusinya dalam dunia kerja

(60)

59 Grafik 9. Kemampuan lulusan dalam menghadapi persaingan di dunia kerja

18 dari 96 menyatakan kurang mampu, 69 menyatakan mampu, dan 9 lainnya menyatakan sangat mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lain dalam menghadapi persaingan di dunia kerja

77 dari 96 menyatakan kemampuan spesifik, dan 19 lainnya menyatakan kemampuan umum merupakan kriteria lulusan FE UNJ yang diperlukan oleh pasar/lapangan pekerjaan

(61)

60 Grafik 10. Sejauh mana, lulusan menguasai kompetensi berikut

3 dari 96 lulusan menyatakan kurang menguasai, 59 menyatakan menguasai, dan 34 lainnya menyatakan sangat menguasai kompetensi berupa pengetahuan umum

7 dari 96 lulusan menyatakan kurang menguasai, 45 menyatakan menguasai. 43 sangat menguasai, dan 1 alumni menyatakan tidak menguasai kompetensi berupa kemampuan Bahasa Inggris

(62)

61 3 dari 96 lulusan menyatakan kurang menguasai, 45 menyatakan menguasai, dan 48 lainnya menyatakan sangat menguasai kompetensi berupa penggunaan komputer

27 dari 96 lulusan menyatakan kurang menguasai, 55 menyatakan menguasai, 10 sangat menguasai, dan 4 lainnya menyatakan tidak menguasai kompetensi berupa metodologi penelitian

(63)

62 2 dari 96 lulusan menyatakan kurang menguasai, 39 lainnya menyatakan menguasai, dan 55 lainnya menyatakan sangat menguasai kompetensi berupa kerjasama tim

58 dari 96 lulusan menyatakan sangat menguasai, 34 menguasai, dan 4 lainnya tidak menguasai kompetensi berupa keterampilan berkomunikasi secara lisan

(64)

63 40 dari 96 lulusan menyatakan sangat menguasai, 54 menguasai, dan 2 lainnya menyatakan kurang menguasai kompetensi berupa keterampilan berkomunikasi secara tulisan

62 dari 96 lulusan menyatakan menguasai, 15 sangat menguasai, 15 kurang menguasai, dan 4 lainnya menyatakan tidak menguasai kompetensi berupa pengetahuan teoritis spesifik prodi

(65)

64 1 dari 96 lulusan menyatakan tidak menguasai, 52 lainnya menyatakan menguasai, 28 sangat menguasai, dan 1 lainnya menyatakan tidak menguasai kompetensi berupa pengetahuan praktis spesifik prodi

47 dai 96 lulusan menyatakan menguasai, 39 sangat menguasai, dan 10 lainnya menyatakan kurang menguasai kompetensi berupa kepemimpinan/leadership

(66)

65 Grafik 11. Tingkat kepuasan lulusan, terehadap layanan di fe unj

13 dari 96 lulusan menyatakan kurang puas, 53 lainnya menyatakan puas, 24 menyatakan sangat puas, dan 6 menyatakan tidak puas terhadap layanan akademik di FE UNJ

18 dari 96 lulusan menyatakan kurang puas, 49 lainnya menyatakan puas, 23 menyatakan sangat puas, dan 5 menyatakan tidak puas terhadap layanan kemahasiswaan di FE UNJ

(67)

66 26 dari 96 lulusan menyatakan kurang puas, 37 lainnya menyatakan puas, 22 menyatakan sangat puas, dan 11 menyatakan tidak puas terhadap layanan beasiswa di FE UNJ

19 dari 96 lulusan menyatakan kurang puas, 48 lainnya menyatakan puas, 22 sangat puas, dan 7 menyatakan tidak puas dengan layanan organisasi mahasiswa di FE UNJ

(68)

67 B.4 S1 Akuntansi

Koresponden Alumni yang mengisi kuesioner pada Tracer study S1 Akuntansi sebanyak 126 Koresponden.

1. Riwayat Pendidikan

Grafik 3. Apakah lulusan berorganisasi ketika masih mahasiswa

Ada 61 persen alumni yang mengikuti organisasi selama masa kuliahnya dan 39 persennya tidak mengikuti organisasi karena beberapa alasan antara lain karena tidak berminat; tidak cocok dengan organisasi yang tersedia; tidak sempat karena ada kegiatan yang lain.

(69)

68 Grafik 4. Cara/prosedur (membuat CV dan tips Interview) melamar pekerjaan

Ketika baru lulus, 84 persen alumni mengetahui cara/prosedur (membuat CV dan tips Interview) untuk melamar pekerjaan.

Grafik 5. Setelah lulus, apakah lulusan langsung bekerja

Setelah lulus, sebanyak 79 persen dari para lulusan langsung mendapatkan pekerjaan sedangkan sisa nya belum bekerja. Belum kerja disini bukan berarti 21 persen belum mendapatkan pekerjaan setelah mencari lowongan tetapi sebagian dari mereka menunda dulu untuk bekerja dengan berbagai alasan. Adapun beberapa alasan para alumni tidak bekerja adalah sebagai berikut:

 Lanjut kuliah

 Mengikuti seleksi test CPNS

 Memulai usaha

 Masih mencari, dan menunggu panggilan interview dari perusahaan lain

 Ingin mengistirahatkan pikiran dan badan agar semangat ketika bekerja.

 Sempat magang selama 3 bulan dan mengikuti seleksi CPNS 2017

 Mencari pekerjaan baru

 Membantu orang tua membuat usaha

 Menikah

(70)

69 5. Riwayat Pekerjaan

Grafik 6. Masa Tunggu Lulusan

Berdasarkan grafik di atas, masa tunggu lulusan bervariasi. Masa tunggu paling cepat selama 1,5 bulan dengan 44 persen lulusan sedangkan masa tunggu paling lama selama 6 bulan dengan 1 persen. Itu artinya sebanyak 44 persen alumni mendapatkan pekerjaan dalam kurun waktu 1,5 bulan.

Grafik 7. Proses mencari kerja

(71)

70 Banyak alumni yang aktif (mencari sendiri) dalam proses pencarian kerja.

Namun ada juga beberapa yang ditawari pekerjaan, diberikan rekomendasi, mendapat jarkoman dari mahasiswa perguruan tinggi lain, dan sebagainya.

Grafik 8. Kepuasan terhadap Pekerjaan

Sekitar 21 persen alumni menyatakan bahwa pada saat ini mereka tidak puas terhadap pekerjaan yang mereka dapat, hal ini bisa disebabkan tidak sesuainya gaji yang diharapkan, tidak nyamannya lingkungan kerja, tidak sesuainya tugas kerja dengan latarbelakang pendidikan serta banyak faktor lain yang menyebabkan seseorang merasa tidak puas dengan pekerjaan yang didapatnya. Namun 79 persen lainnya menyatakan bahwa mereka puas dengan pekerjaan saat ini.

6. Relevansi terhadap Pekerjaan

Grafik 9. Relevansi pekerjaan dengan pendidika

(72)

71 Dalam kuesioner, 90 persen lulusan mengatakan “ya” terkait pertanyaan tentang relevansi pekerjaan dengan pendidikan.

7. Pengalaman pembelajaran dan masukan bagi pendidikan di FE UNJ

Grafik 10. Pengalaman belajar di kelas

Grafik 11. Pengalaman belajar di laboratorium

(73)

72 Grafik 12. Pengalaman belajar di masyarakat

Grafik 13. Pengalaman magang di perusahaan/sekolah

Grafik 14. Pengalaman belajar dalam organisasi kemahasiswaan

Grafik 15. Pengalaman belajar dlm pergaulan kampus

(74)

73 Grafik 16. Pengalaman belajar mandiri

8.

Indikator Kompetensi dan Daya Saing

Grafik 17. Saat baru lulus, sejauh mana Saudara merasa mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lain?

Sebagian besar alumni merasa mampu dalam bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lain.

(75)

74 Gambar 18. Kompetensi yang dibutuhkan pasar atau lapangan kerja

Gambar 19. Kemampuan bahasa inggris

Gambar 20. Kemampuan dalam menggunakan komputer

(76)

75 Gambar 21. Kemampuan dalam metodologi penelitian

Gambar 22. Kemampuan dalam kerjasama tim

Gambar 23. Kemampuan komunikasi lisan

(77)

76 Gambar 24. Keterampilan komunikasi tertulis

Gambar 25. Pengetahuan teoritis spesifik prodi

Gambar 26. Pengetahuan praktis spesifik prodi

(78)

77 Gambar 27. Kepemimpinan/ Leadership

Kepuasan Layanan Fakultas Ekonomi UNJ

Gambar 28. Layanan Akademik

Gambar 29. Layanan Kemahasiswaan

(79)

78 Gambar 30. Layanan Beasiswa

Gambar 31. Layanan organisasi mahasiswa (Ormawa)

(80)

79 B.5. D3 Administrasi Perkantoran

Pada Prodi D3 Administrasi Perkantoran, korespondensi yang mengisi hanya sebanyak 18 Alumni.

Grafik 1. Kegiatan organisasi

Ada (56%) 10 alumni yang mengikuti organisasi selama masa kuliahnya dan (44%) 8 lainnya tidak mengikuti organisasi karena beberapa alasan antara lain karena tidak berminat, tidak cocok dengan organisasi yang tersedia, dan disibukkan dengan kegiatan yang lain.

Grafik 2. Cara membuat cv

Ketika baru lulus, (94%) 17 alumni mengetahui cara/prosedur (membuat CV dan tips Interview) untuk melamar pekerjaan.

(81)

80 Grafik 3. Masa tunggu

Setelah lulus, sebanyak 5 mahasiswa (27%) mahasiswa prodi D3 Administrasi perkantoran masa tunggunya kurang dari 1 bulan (0 bulan). Alasannya karena sebelum mereka lulus, sudah sering mengikuti kegiatan magang atau bekerja sebagai freelancer. Sementara yang lainnya, memiliki masa tunggu 1 bulan hingga 5 bulan.

Grafik 4. Proses mendapatkan pekerjaan

(82)

81 Sebanyak 72% yaitu 13 mahasiswa aktif (mencari sendiri) dalam proses pencarian kerja. Namun ada juga beberapa yang ditawari pekerjaan

Grafik 5. Informasi pekerjaan

Koneksi dari teman maupun keluarga merupakan sumber informasi terbanyak, yaitu sebanyak 50%. Setelahnya, mahasiswa mendapat informasi dari Internet (33%) dan Jobfair (67%)

Grafik 6. Kepuasan dengan pekerjaan

(83)

82 5 alumni menyatakan bahwa pada saat ini mereka tidak puas terhadap pekerjaan yang mereka dapat, hal ini bisa disebabkan tidak sesuainya gaji yang diharapkan, tidak nyamannya lingkungan kerja, tidak sesuainya tugas kerja dengan latarbelakang pendidikan serta banyak faktor lain yang menyebabkan seseorang merasa tidak puas dengan pekerjaan yang didapatnya. Namun 13 lainnya menyatakan bahwa mereka puas dengan pekerjaan saat ini.

Grafik 7. Hubungan pekerjaan dengan ilmu yang dipelajari

3 dari 18 menyatakan tidak relevan, tetapi 15 diantaranya menyatakan terdapat hubungan dengan ilmu yang dipelajari di fakultas

(84)

83 3 dari 18 menyatakan tidak relevan, tetapi 15 diantaranya menyatakan relevan antara pekerjaan dan pendidikan yang lulusan terima di FE UNJ

Grafik 8. Seberapa penting pengalaman pembelajaran berikut memberikan kontribusi dalam dunia kerja

1 dari 18 menyatakan kurang penting, 8 diantaranya menyatakan penting, dan 9 lainnya menyatakan sangat penting antara “pengalaman belajar di kelas” dan kontribusinya dalam dunia kerja

(85)

84 6 dari 18 menyatakan penting, dan 12 lainnya menyatakan sangat penting antara

“pengalaman belajar di laboratorium” dan kontribusinya dalam dunia kerja

3 dari 18 menyatakan penting, dan 15 lainnya menyatakan sangat penting antara

“pengalaman belajar di masyarakat” dan kontribusinya dalam dunia kerja

2 dari 18 menyatakan penting, dan 16 lainnya menyatakan sangat penting antara

“pengalaman magang di perusahaan/sekolah” dan kontribusinya dalam dunia kerja

(86)

85 3 dari 18 menyatakan kurang penting, 10 lainnya menyatakan penting, 4 lainnya menyatakan sangat penting, dan 1 lainnya menyatakan tidak penting antara

“pengalaman belajar di kemahasiswaan” dan kontribusinya dalam dunia kerja

1 dari 18 menyatakan kurang penting, 7 lainnya menyatakan penting, dan 10 lainnya menyatakan sangat penting antara “pengalaman belajar dalam pergaulan kampus” dan kontribusinya dalam dunia kerja

(87)

86 1 dari 18 menyatakan kurang penting, 3 lainnya menyatakan penting, dan 14 lainnya menyatakan sangat penting antara “pengalaman belajar mandiri” dan kontribusinya dalam dunia kerja

Grafik 9. Kemampuan lulusan dalam menghadapi persaingan di dunia kerja

12 dari 18 menyatakan mampu, dan 6 lainnya bahkan menyatakan sangat mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lain dalam menghadapi persaingan di dunia kerja

(88)

87 8 dari 18 menyatakan kemampuan spesifik, dan 10 lainnya menyatakan kemampuan umum. Merupakan kriteria lulusan FE UNJ yang diperlukan oleh pasar/lapangan pekerjaan

Grafik 10. Sejauh mana, lulusan menguasai kompetensi berikut

10 dari 18 lulusan menyatakan menguasai, dan 8 lainnya menyatakan sangat menguasai kompetensi berupa pengetahuan umum

(89)

88 10 dari 18 lulusan menyatakan menguasai, dan 8 lainnya menyatakan sangat menguasai kompetensi berupa kemampuan Bahasa Inggris

2 dari 18 lulusan menyatakan kurang menguasai, 5 lainnya menyatakan menguasai, dan 11 lainnya menyatakan sangat menguasai kompetensi berupa penggunaan komputer

(90)

89 6 dari 18 lulusan menyatakan kurang menguasai, 10 lainnya menyatakan menguasai, dan 1 lainnya menyatakan sangat menguasai kompetensi berupa metodologi penelitian

1dari 18 lulusan menyatakan kurang menguasai, 9 lainnya menyatakan menguasai, dan 8 lainnya menyatakan sangat menguasai kompetensi berupa kerjasama tim

(91)

90 8 dari 18 lulusan menyatakan menguasai, dan 10 lainnya menyatakan sangat menguasai kompetensi berupa keterampilan berkomunikasi secara lisan

12 dari 18 lulusan menyatakan menguasai, dan 6 lainnya menyatakan sangat menguasai kompetensi berupa keterampilan berkomunikasi secara tulisan

(92)

91 13 dari 18 lulusan menyatakan menguasai, dan 5 lainnya menyatakan sangat menguasai kompetensi berupa pengetahuan teoritis spesifik prodi

1 dari 18 lulusan menyatakan tidak menguasai, 9 lainnya menyatakan menguasai, dan 8 lainnya menyatakan sangat menguasai kompetensi berupa pengetahuan praktis spesifik prodi

(93)

92 10 dari 18 lulusan menyatakan menguasai, dan 8 lainnya menyatakan sangat menguasai kompetensi berupa kepemimpinan/leadership

Grafik 11. Tingkat kepuasan lulusan, terehadap layanan di fe unj

4 dari 18 lulusan menyatakan kurang puas, 6 lainnya menyatakan puas, 7 menyatakan sangat puas, dan 1 menyatakan tidak puas terhadap layanan akademik di FE UNJ

(94)

93 3 dari 18 lulusan menyatakan kurang puas, 5 lainnya menyatakan puas, 8 menyatakan sangat puas, dan 2 menyatakan tidak puas terhadap layanan kemahasiswaan di FE UNJ

5 dari 18 lulusan menyatakan kurang puas, 6 lainnya menyatakan puas, 6 menyatakan sangat puas, dan 1 menyatakan tidak puas terhadap layanan beasiswa di FE UNJ

(95)

94 4 dari 18 lulusan menyatakan kurang puas, 8 lainnya menyatakan puas, dan 6 menyatakan sangat puas, layanan organisasi mahasiswa di FE UNJ

B.6. D3 Manajemen

Pada Program Studi D3 Manajemen, alumni yang berpartisipasi sejumlah 31 Alumni.

Riwayat Pendidikan

Grafik 3. Apakah lulusan berorganisasi ketika masih mahasiswa

Ada 50 persen alumni yang mengikuti organisasi selama masa kuliahnya dan 50 persennya tidak mengikuti organisasi karena beberapa alasan antara lain karena tidak berminat; tidak cocok dengan organisasi yang tersedia; tidak sempat karena ada kegiatan yang lain.

(96)

95 Grafik 4. Cara/prosedur (membuat CV dan tips Interview) melamar pekerjaan

Ketika baru lulus, 71 persen alumni mengetahui cara/prosedur (membuat CV dan tips Interview) untuk melamar pekerjaan

Grafik 5. Setelah lulus, apakah lulusan langsung bekerja

Setelah lulus, sebanyak 71 persen dari para lulusan langsung mendapatkan pekerjaan sedangkan sisa nya belum bekerja. Belum kerja disini bukan berarti 29 persen belum mendapatkan pekerjaan setelah mencari lowongan tetapi sebagian dari mereka menunda dulu untuk bekerja dengan berbagai alasan. Adapun beberapa alasan para alumni tidak bekerja adalah sebagai berikut:

 Lanjut kuliah

 Mengikuti seleksi test CPNS

(97)

96

 Memulai usaha

 Masih mencari, dan menunggu panggilan interview dari perusahaan lain

 Ingin mengistirahatkan pikiran dan badan agar semangat ketika bekerja.

 Sempat magang selama 3 bulan dan mengikuti seleksi CPNS 2017

 Mencari pekerjaan baru

 Membantu orang tua membuat usaha

 Menikah

Riwayat Pekerjaan

Grafik 6. Masa Tunggu Lulusan

Berdasarkan grafik di atas, masa tunggu lulusan bervariasi. Masa tunggu paling cepat selama 1,5 bulan dengan 50 persen lulusan sedangkan masa tunggu paling lama selama 7 bulan dengan 7 persen lulusan. Itu artinya sebanyak 50 persen alumni mendapatkan pekerjaan dalam kurun waktu 1,5 bulan.

(98)

97 Grafik 7. Proses mencari kerja

Banyak alumni yang aktif (mencari sendiri) dalam proses pencarian kerja.

Namun ada juga beberapa yang ditawari pekerjaan, diberikan rekomendasi, mendapat jarkoman dari mahasiswa perguruan tinggi lain, dan sebagainya.

Grafik 8. Kepuasan terhadap Pekerjaan

Sekitar 36 persen alumni menyatakan bahwa pada saat ini mereka tidak puas terhadap pekerjaan yang mereka dapat, hal ini bisa disebabkan tidak sesuainya gaji yang diharapkan, tidak nyamannya lingkungan kerja, tidak sesuainya tugas kerja dengan latarbelakang pendidikan serta banyak faktor lain yang menyebabkan seseorang merasa tidak puas dengan pekerjaan yang didapatnya. Namun 64 persen lainnya menyatakan bahwa mereka puas dengan pekerjaan saat ini.

Relevansi terhadap Pekerjaan

Grafik 9. Relevansi pekerjaan dengan pendidikan

(99)

98 Dalam kuesioner, 79 persen lulusan mengatakan “ya” terkait pertanyaan tentang relevansi pekerjaan dengan pendidikan.

Pengalaman pembelajaran dan masukan bagi pendidikan di FE UNJ

Grafik 10. Pengalaman belajar di kelas

Grafik 11. Pengalaman belajar di laboratorium

(100)

99 Grafik 12. Pengalaman belajar di masyarakat

Grafik 13. Pengalaman magang di perusahaan/sekolah

(101)

100 Grafik 14. Pengalaman belajar dalam organisasi kemahasiswaan

Grafik 15. Pengalaman belajar dlm pergaulan kampus

Grafik 16. Pengalaman belajar mandiri

(102)

101 Indikator Kompetensi dan Daya Saing

Grafik 17. Saat baru lulus, sejauh mana Saudara merasa mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lain?

Sebagian besar alumni merasa mampu dalam bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lain.

Gambar 18. Kompetensi yang dibutuhkan pasar atau lapangan kerja

(103)

102

Gambar19. Kemampuan bahasa inggris

Gambar 20. Kemampuan dalam menggunakan komputer

Gambar 21. Kemampuan dalam metodologi penelitian

(104)

103 Gambar 22. Kemampuan dalam kerjasama tim

Gambar 23. Kemampuan komunikasi lisan

Gambar 24. Keterampilan komunikasi tertulis

(105)

104 Gambar 25. Pengetahuan teoritis spesifik prodi

Gambar 26. Pengetahuan praktis spesifik prodi

(106)

105 Gambar 27. Kepemimpinan/ Leadership

Kepuasan Layanan Fakultas Ekonomi UNJ

Gambar 28. Layanan Akademik

Gambar 29. Layanan Kemahasiswaan

(107)

106 Gambar 30. Layanan Beasiswa

Gambar 31. Layanan organisasi mahasiswa (Ormawa)

C. Profil Persepsi Perusahaan Terhadap Kemampuan Alumni

Indikator terakhir adalah persepsi perusahaan terhadap kemampuan alumni, dari tabel I.1 dapat dilihat bahwa rata-rata kemampuan alumni Fakultas Ekonomi UNJ menurut penilaian perusahaan terhadap alumni adalah baik. Hal ini terlihat dari persentase pada tabel dibawah ini.

Tabel I.1. Persepsi Perusahaan Terhadap Kemampuan Alumni

No Pertanyaan

Sangat

Baik Baik Cukup

Kurang Baik 1 Bagaimanakah integritas (etika dan moral) Alumni

FE UNJ 17% 73% 15% -

2 Bagaimanakah keahlian Alumni? Apakah sesuai

dengan bidangnya? 24% 66% 10% -

3 Bagaimana keluasan wawasan alumni FE UNJ? 10% 73% 17% - 4 Bagaimana kepemimpinan alumni FE UNJ? 20% 69% 11% - 5 Apakah Alumni FE UNJ dapat bekerja dengan

Tim? 65% 25% 5% -

6 Bagaimana kemampuan Bahasa Inggris Alumni FE 27% 30% 43% -

Gambar

Grafik 2. Apakah lulusan berorganisasi ketika masih mahasiswa  Sumber: Data diolah
Grafik 4. Setelah lulus, apakah lulusan langsung bekerja  Sumber: Data diolah
Grafik  15.  Saat  baru  lulus,  sejauh  mana  Saudara  merasa  mampu  bersaing  dengan  lulusan perguruan tinggi lain?
Gambar 18. Kemampuan dalam menggunakan komputer
+7

Referensi

Dokumen terkait

Artwork yang digunakan dalam perancangan ini adalah permainan kartu kuartet untuk anak. Ide perancangan kartu kuartet untuk anak ini adalah sebagai media bermain sambil

Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesa nol (Ho) ditolak, yang berarti ada hubungan antara kehilangan hubungan dengan teman-teman atau keluarga dengan kualitas hidup

dan KUHP benar tertulis mengenai perkara pidana di indonesia namun tidak mengsampingkan hukum adat yang di berlakukan pada wilayah tertentu, Kebanyakan presepsi masyarakat luar

1) Manusia dapat mengembangkan pekerjaan sebagai sesuatu yang wajar, lumrah dan alamiah baik tempat bermain atau beristirahat, dalam artian berdiskusi atau sekedar teman bicara. 2)

• NFA memiliki kemampuan untuk berada pada beberapa state pada waktu yang sama.. • Transisi dari suatu state

Format XML memberikan kebebasan pada penggunanya untuk merancang sendiri tag-tag dan struktur dalam dokumen XML. Pada penelitian ini, format penulisan XML pada Undang-undang

Penulis menyusun Tesis ini dalam rangka memenuhi salah satu persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan di Program Studi Magister Biologi, Universitas Kristen

Input data, yaitu: data Sumber PLN, Trafo, Saluran, dan beban yang diperoleh dari sistem yang terkait dengan catu daya Kawasan GI PUSPIPTEK dalam hal ini menggunakan catu