IDA SANGHYANG AJI SARASWATI
Dia yang mempelajari percakapan suci kami berdua[Bhagawadgita], oleh dialah Aku[Tuhan} dipuja dengan yajna pengetahuan, itulah
keyakinanKU
Orang yang mempunyai keyakinan dan tidak mencela [Bhagawadgita] ,orang seperti itu walaupun sekadar hanya mendengar ia juga terbebas
mencapai dunia kebahagiaan manusia yang berbuat kebajikan
PRAKATA
Om Swastyastu
Puji syukur penulis haturkan kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa, Tuhan Yang
Maha Esa, atas anugrahNya buku yang berjudul’ Biografi Singkat : Dra. Made Sulatri,
Apoteker Pertama di Bali, dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Buku ini hanya membahas sekilas sosok dan kiprah Dra Made Sulatri dalam merintis profesi apoteker, ahli farmasiatau ‘peracik obat’ di Bali . Beliau menjadi apoteker pertama di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah sejak tahun 1961 kemudian berperanserta mendirikan apotik swasta pertama di Bali yaitu Apotik Sari Usada di Klungkung pada tahun 1962 dan di Denpasar pada tahun 1963, dimana atas peran beliau ini, maka Forum Generasi Muda Puputan Badung(FGMPB) memberikan apresiasi tinggi kepada beliau dengan memberikan anugrah Bandhana Kartika Budaya Adikarya Tahun 2011.
DAFTAR ISI
PESAN VEDA 1
PRAKATA 2
DAFTAR ISI 3
BAB I PENDAHULUAN 4
BAB II APOTEKER PERTAMA RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH 6 BAB III APOTIK SWASTA PERTAMA DI BALI 8
BAB IV PENUTUP 10
DAFTAR PUSTAKA 11
BAB I
PENDAHULUAN
Dra Made Sulatri lahir di Tabanan, tanggal 16 Januari 1936, buah hati dari pasangan Wayan Sambad dan Ni Wayan Sulandri. Beliau merupakan putri kedua, putri yang pertama, meninggal ketika masih bayi. Kedua orang tua Dra Made Sulatri sesungguhnya berasal dari Desa Nongan, Rendang, Karangasem, sebuah desa yang berjarak 11 km dari Pura Besakih, pura terbesar di Pulau Dewata. Pekerjaan Wayan Sambad adalah guru Sekolah Rakyat, dimana domisili beliau berpindah-pindah sesuai penempatan tugas, pernah bertugas di Lombok, kemudian di Bali yaitu di Tabanan, Gianyar, dan Klungkung
Gambar 1. Keluarga Dra Made Sulatri : Wayan Sambad( Ayah,paling kanan), Dra Made Sulatri ketika kanak-kanak( dipangku), Kenyed (kedua dari kanan), Ni Wayan
Sulandri ( Ibu, ketiga dari kanan) dan Kariasti (paling kiri).
Dra Made Sulatri menempuh pendidikan tingkat dasar di Gianyar , tingkat menengah pertama di Klungkung dan tingkat menengah atas di Singaraja, Buleleng. Kemudian melanjutkan pendidikan sarjana di Universitas Gajah Mada,Yogyakarta mengambil jurusan Farmasi pada tahun 1954, dan beliau lulus pada tahun 1961.
yang baru lulus juga disumpah seperti dokter. Sumpah itu dimaksudkan agar seorang apoteker bersungguh-sungguh dalam mengaplikasikan ilmu kefarmasiannya demi kebaikan manusia.Pendidikan apoteker dimulai dari pendidikan sarjana (S-1), yang umumnya ditempuh selama empat tahun, ditambah satu tahun untuk pendidikan profesi apoteker.Secara umum, pekerjaan kefarmasian yang dilakukan oleh seorang apoteker adalah di bidang pengadaan, produksi, distribusi, dan pelayanan sediaan farmasi atau obat-obatan.
Beliau menikah dengan Prof Dr I Gusti Ngurah Bagus, guru besar Fakultas Sastra Universitas Udayana, yang juga Penglingsir Puri Peguyangan Pemecutan Badung, pada tanggal 23 November 1962, dan dikaruniai tiga anak, yaitu Dr.dr. I Gusti Agung Ayu Praharsini,Sp.KK, Ir. I Gusti Agung Ngurah Kerta Diksita, MMT, dan Dr. Ir. I Gusti Ngurah Nitya Santhiarsa, MT.
Selain sebagai apoteker, beliau juga pernah menjadi guru, yaitu guru di Sekolah Asisten Apoteker (SAA) Saraswati, Jl Kamboja, Denpasar, sekitar tahun 1973. SAA Saraswati didirikan pada tanggal 1 Februari 1969, yang sekarang bernama SMK Farmasi Saraswati.
BAB II
APOTEKER PERTAMA RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH
Dra Made Sulatri bertugas sebagai apoteker di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah pada bulan September 1961. Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah mulai dibangun pada tahun 1956 dan diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 30 Desember 1959. Dra Made Sulatri merupakan apoteker pertama di rumah sakit tersebut, sekaligus merupakan sarjana farmasi dan apoteker pertama di Bali, setelah beliau, datang sarjana farmasi/apoteker lainnya yaitu apoteker lulusan ITB Bandung ; Dra Ida Ayu Oka dan Dra Made Sukarwa.
Gambar 3 Dra Made Sulatri
Gambar 4 Ruangan Kerja Apoteker dan Apotik di RSUP Sanglah
BAB III
APOTIK SWASTA PERTAMA DI BALI
Dra Made Sulatri juga merintis pendirian apotik swasta pertama di Bali, yaitu Apotik Sari Usada di Klungkung pada tahun 1962 dan di Denpasar pada tahun 1963. Pada waktu itu hanya ada satu apotik milik pemerintah yaitu Apotik Kimia Farma di Denpasar. Pada awalnya ada sekitar 12 orang yang ikut sebagai pendiri dan pemilik Apotik Sari Usada, dalam perkembangannya kemudian ada yang keluar sehingga tinggal 7 orang , dan akhirnya tinggal 4 orang saja sebagai pemilik yaitu Dra Made Sulatri, Dra Ida Ayu Oka (dari Gria Bengkel, Denpasar), Anak Agung Ngurah Putra(dari Puri Kediri, Tabanan) dan Anak Agung Priadi(dari Puri Bongkasa, Badung). Apotik Sari Usada akhirnya bubar dan ditutup pada bulan Januari 2013, sesuai kesepakatan dari para pemilik.
Gambar 7 Lokasi Apotik Sari Usada terakhir, tetap di Jl Hasanudin namun di sebelah utara jalan, seberang lokasi lama.
BAB IV
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
Wawancara singkat dengan Dra Made Sulatri pada tanggal 12-13 Januari 2015