SURAT KEPUTUSAN
KOMITE BERSAMA CADANGAN MINERAL INDONESIA NOMOR 01 TAHUN 2021
TENTANG PEMAKAIAN COMPETENT PERSON INDONESIA UNTUK KOMODITAS YANG MEMPUNYAI KEMIRIPAN DAN KESESUAIAN GENESA DAN METODE EKSTRAKSI
Menimbang: 1. Bahwa saat ini ada kebutuhan mendesak dunia industri pertambangan Indonesia akan orang yang berkompeten/Competent Person Indonesia (CPI) untuk komoditas-komoditas pertambangan yang belum tersedia CPI nya guna melakukan pelaporan hasil eksplorasi, estimasi sumber daya dan estimasi cadangan agar industri pertambangan bisa tetap berjalan
2. Bahwa saat ini jumlah CPI yang ada di IAGI dan PERHAPI masih sangat kurang, dibandingkan dengan jumlah IUP yang ada dan kebutuhan industri pertambangan akan tenaga CPI
3. Bahwa masih terbatasnya jumlah CPI sebagai konsultan yang independent
4. Bahwa ada komoditas-komoditas tambang mineral dan batubara yang terbentuk dengan kemiripan mekanisme pembentukan/proses, berasosiasi atau terbentuk bersamaan sebagai mineral assemblage atau secara kelompok secara alamiah melalui proses-proses geologi terkait
Mengingat : 1. Kode KCMI tahun 2017 telah diberlakukan secara wajib kepada seluruh CPI pada tanggal 1 November 2019
2. Peraturan Perundang-undangan dalam bentuk Kepmen Nomor : 1806 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Penyusunan, Evaluasi, Persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya, serta Laporan Pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara
3. Peraturan Pemerintah dalam bentuk Kepmen Nomor : 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan Yang Baik
4. Peraturan Pemerintah dalam bentuk Perdirjen, Nomor : 569.K/30/DJB/2015 tentang Penerapan Standard Nasional Indonesia dan Kode Komite Cadangan Mineral Indonesia dalam Pelaporan Hasil Kegiatan Eksplorasi, Estimasi Sumber Daya dan Estimasi Cadangan Mineral dan Batubara
Memperhatikan: 1. Notulen dan keputusan hasil rapat internal Komite Bersama KCMI IAGI-PERHAPI (Kombers KCMI) pada 19 Mei 2020 dan 4 Maret 2021, tentang komoditas-komoditas yang belum ada CPI nya.
2. Rapat Kombers KCMI dengan Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi, Badan Geologi tentang CPI dan standar untuk pelaporan hasil eksplorasi, estimasi sumber daya dan estimasi cadangan tanggal 1 Maret 2021
KOMITE CADANGAN MINERAL INDONESIA Komite Bersama IAGI-PERHAPI
Member of
Sekretariat Kombers KCMI:
Komplek Rukan Crown Palace Blok C. 28 Jl. Prof. Dr. Soepomo, SH No. 231 Tebet - Jakarta Selatan 12870 [email protected]
Memutuskan
PERTAMA: Kebutuhan mendesak CPI dalam pelaporan hasil eksplorasi, estimasi sumber daya dan estimasi cadangan untuk komoditas-komoditas tambang yang belum tersedia CPI nya, bisa dilakukan dengan pendekatan pelaporan oleh CPI komoditas lain yang telah ada, dengan mempertimbangkan :
1. Relevansi pengalaman baik relevansi tipe mineralisasi dan tipe deposit, seperti di dalam penjelasan Pasal 10 Kode KCMI 2017: seseorang tidak selalu memerlukan pengalaman lima tahun pada masing-masing tipe deposit agar bisa bertindak sebagai CPI jika orang itu memiliki pengalaman yang relevan pada tipe-tipe deposit lain.
2. Kesamaan dan/atau kemiripan lingkungan geologi dan genesa deposit komoditas terbentuk melalui proses-proses geologis baik proses primer, proses hypogene ataupun proses supergene; dan
3. Memiliki kesamaan dan/atau kemiripan metode penambangan dan proses pengolahan atau pemurnian
4. CPI yang dimaksud menyampaikan kepada komite implementasi Kode KCMI IAGI atau Komite Implementasi Kode KCMI PERHAPI bahwa yang bersangkutan sedang melakukan kegiatan pelaporan hasil eskplorasi, estimasi sumber daya atau estimasi Cadangan terhadap komoditi yang belum tersedia CPI nya dengan mengajukan nama CPI atau orang yang berkompeten yang akan menjadi peer review pekerjaan tersebut dan kesediaan menjadi peer reviewer-nya.
KEDUA: Pelaporan yang telah dibuat oleh CPI di atas, dilakukan peer review yang format reviewnya akan diatur di dalam dokumen/guidelines terpisah, oleh anggota senior CPI dan memenuhi kriteria pada point PERTAMA di atas serta telah berpengalaman lebih dari 10 tahun untuk memastikan hasil pelaporan benar dan akurat sesuai dengan kode KCMI.
KETIGA: Kombers KCMI mendorong Komite Implementasi CPI IAGI dan Komite Implementasi CPI PERHAPI untuk segera melakukan pendataan dan verikasi terhadap CPI yang telah melakukan pelaporan untuk komoditas-komoditas yang belum tersedia CPInya, dengan menganut prinsip Grand Father Clause (GFC) dan/atau mengacu pada syarat dan ketentuan di atas.
KEEMPAT: Keputusan Ketua Kombers KCMI berlaku sejak tanggal ditetapkannya Surat Keputusan ini.
KELIMA: Perubahan dan penyempurnaan Surat Keputusan ini akan dilakukan jika diperlukan.
Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 28 April 2021 Ketua Kombers KCMI
Adi Maryono
LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN
KOMITE BERSAMA CADANGAN MINERAL INDONESIA
NOMOR 01 TAHUN 2021 TENTANG PEMAKAIAN COMPETENT PERSON INDONESIA UNTUK KOMODITAS YANG MEMPUNYAI KEMIRIPAN DAN KESESUAIAN GENESA DAN METODE EKSTRAKSI
1. Pelaporan Hasil Eksplorasi (PHE) dan Estimasi Sumber Daya Mineral (ESM) 1) Relevansi pengalaman
Relevansi pengalaman disini mengacu kepada Pasal 10 Kode KCMI 2017. Dalam pengertian ini kata kunci “relevan” juga berarti bahwa seseorang tidak selalu memerlukan pengalaman lima tahun pada masing-masing tipe deposit agar bisa bertindak sebagai CPI jika orang itu memiliki pengalaman yang relevan pada tipe-tipe deposit lain. Sebagai contoh, seorang (misalnya) dengan pengalaman 20 tahun dalam estimasi sumber daya mineral untuk berbagai tipe deposit logam hard-rock mungkin tidak memerlukan pengalaman spesik (misalnya) pada deposit tembaga porri selama lima tahun agar orang tersebut dapat bertindak sebagai CPI.
Pengalaman yang relevan dalam tipe deposit lain bisa diperhitungkan sebagai pengalaman yang dipersyaratkan dalam kaitannya dengan deposit tembaga porpiri.
Tambahan pengalaman selain mengenai pemahaman konsep geologi dan deposisi tipe mineralisasi, seorang CPI yang bertanggung jawab atas penyusunan hasil eksplorasi atau estimasi sumber daya mineral juga harus memiliki cukup pengalaman dalam teknik-teknik pengambilan sampel dan analisis laboratorium beserta proses dan langkah-langkah penerapan QAQC-nya yang relevan dengan deposit yang sedang dikaji, sehingga diharapkan CPI menyadari persoalan-persoalan yang dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan dari data. Pemahaman tentang teknik-teknik penambangan dan pengolahan yang akan dipakai pada tipe deposit tersebut mungkin juga menjadi hal yang penting.
2) Kesamaan atau kemiripan kondisi lingkungan geologi dan genesa
Keberadaan mineral ataupun komoditas-komoditas tambang dapat dikaitkan dengan kondisi lingkungan geologinya dan genesa sehingga dalam penentuan keahlian akan lebih efektif apabila dikaitkan dengan lingkungan geologi dan proses-proses genesa pembentukan deposit terkait. Berdasarkan kondisi lingkungan geologi dan genesa tersebut maka mineral utama (co- product) dan mineral ikutannya (by-product) tidak memerlukan keahlian ataupun CPI yang berbeda.
Sebagai contoh, seorang CPI sumber daya emas dan tembaga porri, dapat melakukan estimasi sumber daya komoditas perak, molybdenum ataupun timah primer yang berasosiasi dengan intrusi batuan beku. Hal ini karena adanya relevansi pengalaman dan kemiripan serta keterkaitan kondisi lingkungan geologi dan genesa terbentuknya deposit-deposit tersebut, sebagai hasil mineralisasi larutan hidrotermal. Komoditas perak dan molybdenum dapat hadir/terbentuk sebagai ikutan (by-product) ataupun utama (co-product) deposit porri emas-tembaga ataupun sebaliknya. Demikian juga lingkungan geologi dan genesa deposit timah primer mempunyai kesamaan atau kemiripan dengan deposit porri emas dan tembaga, terkait dengan intrusi batuan beku dan hasil mineralisasi larutan hidrotermal sehingga CPI PHE dan/atau ESM porri emas-tembaga dapat melakukan pelaporan hasil eksplorasi dan/ataupun estimasi sumber daya timah primer. Deposit lain yang termasuk dalam kasus yang serupa adalah deposit biji besi (iron ore deposit) yang pembentukannya terkait dengan deposit skarn didalam/sekitar tubuh intrusi yang telah mengalami perubahan dari mineral magnetite (Fe O ) menjadi hematite 3 4
(Fe O ). 2 3
Contoh lain adalah deposit lateritik seperti nikel dan bauksit. Kedua deposit laterit ini dihasilkan oleh suatu proses yang sama, yaitu proses lateratisasi (lateratization) melalui proses supergene enrichment suatu proses pengkayaan yang terjadi pada suhu ruangan atau suhu permukaan yang didahului oleh pelapukan (weathering) baik disintegrasi (disintegration) maupun dekomposisi (decomposition), pelarutan (leaching) dan akumulasi (concentration) atas batuan asal (protolith) yang melibatkan air dan oksigen. Melaui proses-proses ini batuan protolit ultra mak (ultra mac rocks) seperti dunit dan peridotite akan membentuk deposit laterit nikel dan batuan beku/sedimen yang kaya feldspar (feldspar-rich igneous/sedimentary rocks) seperti granit dan diorite akan membentuk deposit laterite bauksit (terutama dalam bentuk gibbsite (Al(OH) ). 3
Pelaporan hasil eksplorasi, estimasi sumberdaya dan estimasi cadangan dapat dilakukan oleh CPI yang sama.
Contoh lain adalah deposit/endapan aspal (khususnya aspal Buton, di Sulawesi) dimana genesanya berkaitan dengan deposisi sedimen (source rock, reservoir dan cap rocks) dan pematangan hidrokarbon (cikal bakal aspal) memiliki kemiripan dengan genesa batubara.
Kemudian migrasi hidrokarbon (aspal) melalui porositas dan rekahan (fractures) batuan baik proses masuk ke dalam atau keluar dari batuan reservoar menuju posisi pengendapan saat ini proses/genesanya memiliki kesamaan atau kemiripan dengan proses deposisi larutan hidrotermal pada deposit epithermal. Oleh karenanya CPI Pelaporan hasil eksplorasi dan/atau estimasi sumber daya batubara dan emas epitermal dapat dipertimbangkan menangani deposit aspal.
2. Pelaporan Estimasi Cadangan Mineral (ECM)
1) Memiliki kesamaan dan/atau kemiripan metode penambangan dan metode pengolahan atau pemurnian
Relevansi pengalaman untuk estimasi cadangan terkait metode penambangan secara umum dapat dikategorikan menjadi dua yaitu (a) metode tambang terbuka dan (b) metode tambang bawah tanah. Dalam pengertian ini kata kunci “relevan” berarti seorang CPI yang hanya mempunyai pengalaman di metode tambang terbuka mungkin bukan pengalaman yang cukup relevan untuk melakukan estimasi cadangan dengan metode tambang bawah tanah. Terkait dengan metode penambangan, hal lain yang perlu diperhatikan adalah keserupaan karakteristik material batuan. Sebagai contoh karakteristik batuan pada tambang laterite cenderung lebih lemah dibandingkan karakteristik batuan pada tambang hardrock emas sehingga proses penambangan dan biaya pada kedua jenis tambang tersebut menjadi tidak sama.
Tambahan pertimbangan bagi seorang CPI yang bertanggung jawab atas pelaporan estimasi cadangan mineral adalah yang bersangkutan harus memahami bagaimana bijih hasil penambangan diproses dalam pengolahan sampai menjadi produk akhir yang dapat dipasarkan dan mempunyai pengalaman yang memadai dalam mengevaluasi keekonomisan dari produk hasil pengolahan tersebut. Terkait hal ini dapat dimungkinkan seorang CPI hanya memiliki pengetahuan pada produk mineral tertentu atau kelompok mineral tertentu. Sebagai contoh metode penambangan suatu mineral industri dapat serupa dengan metode penambangan mineral emas namun mempunyai proses pengolahan serta evaluasi keekonomian terhadap produk akhir yang berbeda.
3. Untuk CPI yang membutuhkan Konsultasi perihal jenis komoditas yang belum tersedia CPI nya, dalam contoh diatas dapat mengirimkan email ke [email protected]
KOMITE CADANGAN MINERAL INDONESIA Komite Bersama IAGI-PERHAPI
Member of
Sekretariat Kombers KCMI:
Komplek Rukan Crown Palace Blok C. 28 Jl. Prof. Dr. Soepomo, SH No. 231 Tebet - Jakarta Selatan 12870 [email protected]
Sekretariat Kombers KCMI:
Komplek Rukan Crown Palace Blok C. 28 Jl. Prof. Dr. Soepomo, SH No. 231 Tebet - Jakarta Selatan 12870 [email protected]
Perihal : Permohonan Peer Reviewer Lampiran :
1. CV CPI Pemohon
2. CV dan Surat Kesediaan dari Calon Peer Reviewer
3. *Surat tugas dari perusahaan tempat peer reviewer bekerja (optional) Kepada Yth.,
Ketua Komite Implementasi CPI PERHAPI/IAGI*
(dengan alamat)
Bersama ini saya Competent Person Indonesia (CPI) Pemohon :
Nama CPI :
Instansi :
Nomor CPI :
Komoditas :
Terdaftar di :
Memberitahukan bahwa Saya akan/sedang* melakukan Pelaporan Hasil Eksplorasi, Estimasi Sumber Daya, Estimasi Cadangan* untuk komoditas …. (diisi komoditasnya)* dari PT. ….. (Pemegang IUP)*. Berkaitan dengan komoditas yang belum tersedia CPI-nya* / komoditi yang memiliki kemiripan genesa* dengan komoditi keahlian saya sebagai CPI saat ini, dengan Peer Reviewer sebagai berikut :
Nama Peer Reviewer :
Instansi :
Nomor CPI :
Komoditas :
Terdaftar di :
dan, (hapus jika tidak diperlukan) Nama Peer Reviewer :
Perusahaan :
Nomor CPI :
Komoditas :
Terdaftar di :
Demikian permohonan dari Saya, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih
Hormat Kami, (Tandatangan) Nama dan Nomer CPI Tembusan kepada Yth.,
- Ketua Kombers KCMI
- Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara
Lampiran 5
Daftar tipe deposit dan komoditi yang memiliki kemiripan lingkungan geologi dan genesa deposisinya:
a. Hypogen/primer
Au+Ag (Bulky) Au+Ag (vein) Cu (Porph +
Skarn) Ni Al Mn Sn Fe (skarn) PbZn Aspal Batubara
Mineral industri (bulky)
Au+Ag (Bulky) 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1
Au+Ag (vein) 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1
Cu (Porph+Skarn) 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1
Ni 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1
Al 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1
Mn 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1
Sn 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1
Fe (skarn) 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1
Pb Zn 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1
Aspalt 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1
Batubara 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1
Mineral industri (bulky) x x x x x x x x x x 1
Tipe Deposit / Commodity CPI Eksplorasi/Sumber
Daya
Au, Cu placer dan/atau Supergene
Cu
(supergene) Ni (laterite) Al (laterite) Mn
(supergene) Sn (placer) Fe (laterite) PbZn
(supergene) industri (placer)
Batubara (primer)
Au, Cu Placer 1 1 1 0 1 1 1 0 1 x
Au+Ag regolith dan/atau
Supergene 0 1 0 0 1 0 0 1 1 x
Cu (supergene) 1 1 1 1 1 0 1 1 1 x
Ni (laterite) 1 1 1 0 1 0 1 0 1 x
Al (laterite) 0 0 0 0 0 0 1 0 1 x
Mn (supergene) 0 0 1 1 0 1 1 1 1 x
Sn (placer) 1 0 1 1 0 0 0 1 1 x
Fe (laterite) 1 0 1 1 0 1 0 1 1 x
PbZn (Supergene) 0 1 1 1 1 1 0 0 1 x
Mineral industri (placer) x x x x x x x x x x
Batubara (primer) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1
Catatan
1= memiliki kemiripan 0= tidak memiliki kemiripan
X= memiliki kemiripan tetapi tidak bolak-balik hubungannya.
CPI PHE dan sumber daya perlu mempertimbangkan pemahaman yang memadai tentang kemiripan genesa, kesesuaian pengalaman dan kompetensinya Daya
Au (Emas) dmp Cu (Tembaga) Ni (Nickel Laterite)
Al (Bauxite
Laterite) Mn (Mangan) Pb Zn (Galena) Sn (Timah primer)
Sn (Timah
sekunder) Fe (Bijih Besi) Aspal Batubara Mineral industri
Au (Emas) dmp 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 1
Cu (Tembaga) x 0 0 1 1 1 0 1 0 0 1
Ni (Nickel Laterite) 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1
Al (Bauxite Laterite) 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1
Mn (Mangan) x x 0 0 0 0 0 1 0 0 1
Pb Zn (Galena) x 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1
Sn (Timah primer) x 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1
Sn (Timah sekunder) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Fe (Iron Ore) x x 0 0 1 x 1 0 0 0 1
Aspal 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1
Batubara 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1
Mineral industri (bulky) x x x x x x x 0 x x x
Catatan
1= memiliki kemiripan 0= tidak memiliki kemiripan
X= memiliki kemiripan tetapi tidak bolak-balik hubungannya.
1. CPI cadangan perlu mempertimbangkan kesesuaian metode penambangan dengan pengalaman dan kompetensinya 2. CPI cadangan perlu memahami proses pengolahan bahan komoditas dan bentuk marketable produk
CPI Cadangan
Tipe Deposit / Commodity 1,2)