• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA. Adolf, Huala Aspek Aspek Negara Dalam Hukum Internasional. Bandung: Keni Media.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA. Adolf, Huala Aspek Aspek Negara Dalam Hukum Internasional. Bandung: Keni Media."

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Adolf, Huala. 2011. “Aspek Aspek Negara Dalam Hukum Internasional.

Bandung: Keni Media.

Anggitta, Mutti. 2014. “Kesepakatan Batas Darat RI-Timor Leste: Sebuah Kajian Diplomasi perbatasan RI”. Jurnal Penelitian Politik LIPI, Volume 11 No.

1 Juni 2014 Hal 21–38.

Browline, I. 1998. “Principles of Public International Law, 5th edn. New York:

Oxford University Press.

Bruchell, Graham., Gardon, Collin., dan Miller, Peter. “Studies in Governmentality (with two luectures by and interview with Michel Foucault)”. Chicago: The University of Chicago Press.

Butcher, John G., dan Elseon, R.E. 2017. “Sovereignty and the Sea, how Indonesia Became an Archipelagic State”. Singapore: NUS Press.

Creswell, John W. 2015. Penelitian Kualitatif dan Desain Riset (terj. Ahmad Lintang Lazuardi). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dewi, Rosita. 2016. “Gaining Recognition Through Participatory Mapping? The Role of Adat Land in the implementation of the Merauke Integrated Food and Energy Estate in Papua, Indonesia”. Jurnal ASEAS -Austrian Journal of South East Asian Studies, 9(1), pp. 87-106.

Dhalman, Carl T. 2010. “Key Concepts in Political Gheography (Sovereignty)”.

London: Sage Publications Ltd.

Donnan, H. and Wilson, T., 1999. “Borders: Frontiers of Identity, Nation and State”. Oxford: Berg Publishers.

Gere, Nico. 2017. “Merawat Kedaulatan di Papua”. Jakarta: Antara Publishing.

(2)

Grynavisky, Eric. 2014. “Brokering cooperation: Intermediaries and US cooperation with non-state allies, 1776–1945”. European Journal of International Relations 1 –27, London: Sage Publications.

Hadiwijoyo, Suryo Sakti. 2011. “Perbatasan Negara dalam Dimensi Hukum Internasional”. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Houtum, Van Henk. 2005. “The Geopolitics of Borders and Boundaries”.

Francis: Taylor & Francis, Inc.

Kaiser, J. Robert. 2012. “Performativity and the Eventfulnessof Bordering Practices: A Companion to Border Studies”. West Sussex: Blackwell Publishing Ltd.

Kaylene A. Sampson & Colin G. Goodrich. 2009. “Making Place: Identity Construction and Community Formation through “sense of place” in Westland, New Zealand”. Society and Natural Resources, University of Melbourne.

Kemp, Adriana. 2004. “Dangerous Populations, State Territoriality and the Constitution of National Minorities”. Dalam Joel. S Migdal.

“Boundaries and Belonging”. New York: Cambridge University Press.

Korf, Benedik., dan Raeymaekers Timothy. 2013. “Violence on the Margins States, Conflict, and Border lands”. New York: Palgrave Macmillan.

May, R. J. 2004. “Mutual Respect, Friendship, and Cooperation? The Papua New Guinea – Indonesia Border and its Effect on Relations Between Papua New Guinea – Indonesia”. Canberra : ANU Press.

Nikiforova, Elena dan Kaiser, Robertand . 2006. “Borderland spaces of identifi cation and dis/ location: multiscalar narratives and enactments of Seto identity and place in the Estonian - Russian borderlands”. Environment and planning D: Society and Space 2008, volume 26.

(3)

Numbery, Freddy. 2014. “Quo Vadis Papua”. Jakarta: Buana Ilmu Populer.

Organisasi Perburuhan Internasional. 2010. “Hak Hak Masyarakat Adat yang Berlaku yang Berlaku; Pedoman untuk Konvensi ILO 169”. Jakarta:

Kantor Perburuhan Internasional.

Parker, G. 2004. “he sovereign city: the city state through history”. London:

Reaktion Books.

Pickering, Sharon., dan Weber, Leanne. 2006. “Borders, Mobility And Technologies Of Control”. Netherlands: Springer.

Pigey., dan Natalis, Decki. 2001. “Evolusi Nasionalisme dan Sejarah Konflik Politik di Papua”. Jakarta: Sinar Harapan.

Prihartono, T. Hari. 2006. “Mencari Format Komperhensif Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara”. Jakarta:Propartia Institut.

Rachmawati, Iva & Fauzan. “Problem Diplomasi Perbatasan dalam Tata Kelola Perbatasan Indonesia-Malaysia”Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Volume 16, Nomor 2, November 2012 (95-109).

Salindeho, John. 1994. “Tanah, Hak, dan Hukum”. Jakarta: Sinar Grafika.

Setiawan, Gerry. 2013. “Internasionalisasi Isu Papua”. Jakarta: Antara.

Sevastianov, Sergei., Laine, Jussi P., Kirrevanton A (Ed). 2015. “Introduction to Border Studies”. Vladivostok: Far Eastern Federal University.

Sletto, Bjorn. 2002. “Producing Space (S), Representing Landscapes: Maps and Resource Conflict in Trinidad”. Departement of City and Regional Planning: Cornell University.

Smith N. 1993. ``Homeless/global: scaling places'', in Mapping the Futures:

Local Cultures, Global Change”. Eds J Bird, B Curtis, T Putnam, G Robertson, L Tickner (Routledge, London).

(4)

Tuathail, Gearóid Ó., dan Dalby, Simon. 2002. “Rethinking Geopolitics”.

Francis: Taylor & Francis e-Library.

Vladimir A. Kolosov. 2015. “Theoretical approaches in the study of borders”.

Dalnauka Vladivostok: Far Eastern Federal University.

Widjojo, Murdian. S, dkk. 2008. “Road Map Papua: Model Jangka Panjang Penyelsaian Konflik Papua”. Jakarta: LIPI Press.

Yinn, Robert K. 2003. “Studi Kasus Desain dan Metode”. Jakarta: PT Grafindo Persada.

Dokumen:

Berita Acara Pelepasan Hak Atas Tanah Ulayat No. 1987/15-91/XXI/2017 oleh Kementerian Agraria dan Tata ruang.

Informasi Umum Tentang Pos Lintas Batas Negara (PLBN) oleh Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara, Badan Nasional Pengelola Perbatasan pada tahun 2018.

Laporan Penilaian Properti 120901/LP/KJPP-DHA-APT/2017 oleh Kementerian PUPR - SATKER.

Papua New Guinea National Court of Justice CR 1836 of 2005 The State -v- Bruno Tanfa Chilong.

Perjanjian Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia (Bertindak Atas Nama Sendiri dan Atas Nama Pemerintah Papua New Guinea) Tentang Pengaturan Pengaturan Administratif Mengenai Perbatasan Antara Indonesia dan Papua New Guinea.

Persetujuan Dasar antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Papua Nugini Tentang Pengaturan Perbatasan.

Peta Bidang Tanah PLBN Skow 2017 oleh BPN Provinsi Papua Bidang Infrastruktur dan Pertanahan.

(5)

Peta Wilayah Adat di Provinsi Papua 2017 oleh BRWA.

Record of Discussion the 34th Joint Border Committee Meeting Between the Independent State Papua New Guinea and Republic of Indonesia.

Rencana Induk Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2015 - 2019 oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan.

Surat Kepemilikan Tanah Adat Klan Chilong

Surat Keterangan Kepemilikan Tanah Adat No. 227/00/34

Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah oleh Stanis Tanfa Chilong Surat Pengakuan Adat (Tanah Hlhongching) dari Lembaga Musyawarah Adat Muara Tami.

List Pihak Pihak yang di Wawancarai

1. Stanis Tanfa Chilong (Ondoafi di Tanah Hlhongching) 2. Bruno Tanfa Chilong (Anggota Klan Chilong)

3. Ishak Tanfa Chilong (Anggota Klan Chilong) 4. Bobby Tanfa Chilong (Anggota Klan Chilong) 5. Bruno Chilong (Anggota Klan Chilong)

6. Bapak Thomas Umbu Pati (Kasubdit Otsus Papua Kementerian Dalam Negeri) 7. Bapak Andi (Direktur PT Cipta Karya Kementerian PUPR)

8. Bapak Nando (Petugas Imigrasi di Perbatasan Indonesia – Papua Nugini) 9. Bapak Arif Gunawan dan Bapak Ali Murtadho (Kementerian Luar Negeri) 10. Bapak Pantja (Kepala Bidang Perencanaan pada Asdep Lintas Batas Negara) 11. Tentara penjaga perbatasan Indonesia – Papua Nugini.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini menganalisis bentuk tahapan pelayanan, strategi serta fungsi dari setiap tahapan pelayanan anak pada Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) “Turikale”

Daerah Cimanggu sebagai salah satu wilayah yang merupakan bagian dari Bayah Dome secara geologi sangat dipengaruhi oleh keberadaan dan kehadiran pertemuan lempeng

られている限り、平和的生存権の「保護領域の縮小」はやむをえないとする。第 3 に、 「大統領の国軍統帥権」を規定する第 74 条

Sebagai contoh jika kita ingin mengukur rangkaian yang memiliki tegangan atau arus yang kecil dan kita menggunakan skala batas ukur yang besar maka kita akan

Informasi keuangan di atas dipersiapkan dan disajikan sesuai dengan Surat Edaran (SE) Bank Indonesia (BI) Noa. 3/30/DPNP tanggal 14 Desember 2001 sebagaimana telah diubah

akan berganti setelah beberapa ketukan. Jika sebuah sinyal lagu masukan mempunyai tempo 120 ketukan per menit dan ada bagian lagu yang chord-nya berganti setiap

Peubah yang diukur dalam penelitian ini adalah pertambahan bobot badan harian (g), konsumsi dan konversi wafer pakan untuk ternak domba ekor gemuk.Hasil penelitian menunjukkan

Namun kalau realitas seperti ini menjadi acuan kaum perempuan, nampaknya akan semakin tidak seimbang, karena pada diri kaum perempuan juga terdapat egoism yang