• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Gotong Royong Membangun Masyarakat Indonesia Peta konsep

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "A. Gotong Royong Membangun Masyarakat Indonesia Peta konsep"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

KELOMPOK 2 PENULISAN BAHAN AJAR PKN Andika Hendi Erlangga (K6419008)

Anindya Novriza Pribadi (K6419011) Intan Kusumaningrum (K6419035) Mareta Melandhany (K6419041)

BAB III

Bhinneka Tunggal Ika

A. Gotong – Royong Membangun Masyarakat Indonesia

❖ Peta konsep

❖ Tujuan Pembelajaran

1. Peserta didik diharap mampu menjelaskan pengertian dan konsep gotong – royong setelah membaca materi pembelajaran.

2. Peserta didik diharap mampu menganalisis sistem gotong royong di Indonesia setelah melakukan telusur referensi.

3. Peserta didik diharapkan mampu menerapkan gotong royong sebagai wujud nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

❖ Kata Kunci Gotong-royong

Para peserta didik sekalian, pada bab 3 di kelas XI kita akan kembali belajar kembali mengenai gotong - royong. Apa yang kalian ketahui mengenai gotong-royong itu?

Mungkin kalian pernah mempelajari di bab-bab sebelumnya atau di kelas sebelumnya.

Pada bagian ini, akan kita pelajari bersama mengenai gotong royong yang membangun masyarakat Indonesia.

Gotong royong membangun masyarakat

Indonesia

Pengertian dan Konsep Gotong Royong

Sistem Gotong Royong di Indonesia

Gotong royong sebagai wujud nilai Pancasila

(2)

Tujuan pembelajaran yang diharapkan, adalah agar peserta didik mampu :

1. Menjelaskan pengertian dan konsep gotong – royong setelah membaca materi pembelajaran.

2. Menganalisis sistem gotong royong di Indonesia setelah melakukan telusur referensi.

3. Menerapkan gotong royong sebagai wujud nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

❖ Kecakapan Kewarganegaraan Aktivitas 1

Secara individu, kemukakan 5 pengertian gotong-royong menurut para ahli :

No Nama Pendapat

Aktivitas 2

Secara kelompok, carilah dan amatilah proyek gotong-royong disekitar lingkungan dan analisis nilai gotong-royong tersebut (minimal 3)

No Kegiatan dan Alamat Deskripsi Kegiatan dan Analisis Singkat Nilai

(3)

❖ Wawasan Kebangsaan

1. Pengertian dan Konsep Gotong Royong

Ada beberapa pengertian gotong – royong menurut para ahli :

a. Menurut Koentjaraningrat gotong-royong merupakan suatu sistem pengerahan tenaga kerja tambahan dari luar kalangan keluarga, untuk mengisi kekurangan tenaga kerja pada masa-masa sibuk dalam siklus pertanian padi di sawah.

b. Menurut Sajogyo dan Pudjiwati gotong royong adalah aktifitas bekerjasama antara sejumlah besar warga desa untuk menyelesaikan suatu proyek tertentu yang dianggap berguna bagi kepentingan umum.

c. Menurut Pasya gotong royong sebagai bentuk integrasi banyak dipengaruhi oleh rasa kebersamaan antarwarga komunitas yang dilakukan secara sukarela tanpa adanya jaminan berupa upah atau pembayaran dalam bentuk lainnya.

Konsep gotong-royong secara umum :

Pada pengertian yang sudah kita bahas di atas, setiap bangsa dalam sebuah negara pasti memiliki kebudayaan yang khas yang membedakan dari bangsa lainnya. Seperti bangsa Indonesia yang dikenal ramah dan menjunjung tinggi nilai luhur kebudayaan yang diwariskan oleh generasi terdahulu. Ada salah satu budaya yang masih dipegang oleh masyarakat Indonesia yaitu budaya gotong royong. Budaya ini mengedepankan kepentingan umum dibandingkan kepentingan pribadi. Dimana setiap orang bahu membahu membantu meringankan beban orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan.

2. Sistem Gotong Royong di Indonesia

Yang kedua ada sistem tolong-menolong. Sistem tolong menolong ini dalam kehidupan masyarakat desa yang di dalam bahasa Indonesia disebut sistem gotong royong, menunjukkan perbedaan - perbedaan mengenai sifat lebih atau kurang rela dalam hubungan dengan beberapa macam lapangan aktivitas lapangan sosial.

Berhubungan dengan hal tersebut dapat dibedakan menjadi 4 macam tolong-menolong yaitu:

a. Tolong-menolong dalam aktivitas pertanian.

b. Tolong-menolong dalam aktivitas-aktivitas sekitar rumah tangga.

c. Tolong-menolong dalam aktivitas persiapan pesta dan upacara dan

(4)

d. Tolong-menolong dalam peristiwa kecelakaan, bencana dan kematian.

Menurut Koentjaraningrat mengemukakan bahwa aktivitas tolong menolong juga tampak dalam aktivitas kehidupan masyarakat lain, yaitu:

a. Aktivitas tolong menolong antar tetangga yang tinggal berdekatan, untuk pekerjaan-pekerjaan kecil sekitar rumah dan pekarangan, misalnya: menggali sumur, mengganti dinding bambu dari rumah, membersihkan rumah dan atap rumah dari hama tikus dan sebagainya. Adat untuk meminta bantuan tetangga guna pekerjaan-pekerjaan serupa itu di daerah Karanganyar-Kebumen dikonsepsikan sebagai suatu hal yang berbeda dengan sambatan, dan disebut dengan istilah lain, yaitu guyuban.

b. Aktivitas tolong menolong antara kaum kerabat (dan kadang-kadang beberapa tetangga yang paling dekat) untuk menyelenggarakan pesta sunat, perkawinan atau upacara-upacara adat lain sekitar titik-titik perlaihan pada lingkaran hidup individu (hamil tujuh bulan, kelahiran, melepaskan tali pusat, kontak pertama dari bayi dengan tanah, pemberian nama, pemotongan rambut untuk pertama kali, pengasahan gigi dan sebagainya). Adat tolong menolong antara kaum kerabat seperti itu di daerah Karanganyar-Kebumen disebut Njurung.

c. Aktivitas spontan tanpa permintaan dan tanpa pamrih untuk membantu secara spontan pada waktu seorang penduduk desa mengalamni kematian atau bencana.

Adat untuk membantu secara spontan seperti itu, di daerah Karanganyar-Kebumen disbeut tetulung layat.

Bentuk kedua yaitu gotong royong kerja bakti. Koentjaraningrat mengemukakan definisi gotong royong (kerja bakti) yaitu: Kerjabakti adalah satu aktivitas pengarahan tenaga tanpa bayaran untuk suatu proyek yang bermanfaat untuk umum atau yang berguna untuk pemerintah. Kerjabakti ini berasal dari zaman kerajaan-kerajaan kuno, dimana rakyat di desa dapat dikerahkan untuk bekerja tanpa bayaran dalam proyek- proyek pembangunan bagi raja, bagi agama atau bagi kerajaan. Dalam penjajahan sistem kerja bakti itu dipergunakan untuk mengerahkan tenaga bagi proyek-proyek pemerintah kolonial.

(5)

Namun dalam kerja bakti ini harus bisa membedakan antara kerjabakti yang bersifat sukarela dan kerja bakti yang bersifat perintah. Menurut Koentjaraningrat mengemukakan bahwa ‘gotong royong kerja bakti kita juga harus membedakan antara:

a. Kerjasama untuk proyek-proyek yang timbul dari inisiatif atau swadaya warga desa sendiri,

b. Kerjasama untuk proyek-proyek yang dipaksakan dari atas (pemerintah).

Contoh nyata dari kerja bakti ini bis akita rasakan dan kita lihat sendiri ketika hari libur. Biasanya warga berbondong – bondong bekerja sama membersihkan desa, membangun gapura, mersihkan selokan, dll.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas mengenai bentuk budaya gotong royong dapat dibedakan bahwa gotong royong tolong menolong masih bersifat asli karena belum ada campur tangan pihak penguasa untuk memerintah. Masyarakat masih secara inisiatif melakukannya atas dasar kekeluargaan sesama warga. Namun dalam gotong royong tolong cakupannya masih sempit karena sebatas berada disekitar lingkungan keluarga dan kerabat. Berbeda dengan gotong royong kerja bakti yang sudah melibatkan banyak lapisan masyarakat dan telah ada unsur pemerintah di dalamnya.

3. Gotong Royong sebagai wujud nilai Pancasila.

Pengertian nilai menurut para ahli :

a. Menurut Setiadi dan Kolip nilai merupkan kumpulan sikap perasaan ataupun anggapan terhadap sesuatu hal yang tentang baik buruk, benar salah, patut tidak patut, hina mulia, maupun penting tidak penting.

b. Menurut Kluckhon nilai merupakan sebuah konsepsi, eksplisit atau implisit, yang khas milik seseorang individu atau suatu kelompok, tentang yang seharusnya diiginkan yang mempengaruhi pilihan yang tersedia dari bentuk-bentuk, cara-cara, dan tujuantujuan tindakan.

c. Mifflen mengatakan nilai adalah suatu kepercayaan yang stabil sebagai akibat dari suatu penilaian bahwa suatu obyek yang diingini secara sosial dan perorangan sebagai suatu tindakan yang baik, atau suatu gaya tindakan yang memerlukan kedua-dua gaya gerak itu ke arah obyek dan kehendakkehendak yang selaras dengan kepercayaan.

Pengertian nilai secara umum :

(6)

Jadi dapat disimpulkan, bahwa nilai merupkan sebuah patokan atau tolak ukur bagi seseorang guna mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, pantas dan tidak pantas dalam menjalani kehidupan sehari-hari pada masyarakat. Selain sebagai sebuah benteng nilai juga bisa berperan sebagai alat pemersatu antara satu individu dengan individu lainnya.

Gotong sebagai wujud nilai Pancasila :

Menurut Muhadjir, secara inklusif nilai-nilai Pancasila memiliki makna gotong- royong :

a. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, gotong-royong dapat diartikan bernilai ibadah.

b. Sila kedua yakni gotong-royong pasti didasari atas azas kemanusiaan.

c. Sila ketiga tidak ada gotong-rotong tanpa persatuan.

d. Sila keempat bahwa di dalam gotong-royong pasti terdapat musyawarah.

e. Sila kelima mencerminkan tujuan akhir gotong-royong adalah untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

❖ Sikap Kewarganegaraan

Berilah tanda centang (V) pada pernyataan yang sesuai dengan sikap Anda!

No Pernyataan SS S TS STS

1 Yakin dengan keberadaan Tuhan Yang Maha Esa dengan mengimani.

2 Senantiasa bersyukur atas anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa

3 Saling membantu terhadap sesama apabila ada yang terkena malapetaka

4 Berbagi kepada sesame apabila ada yang kesusahan Keterangan:

SS = Sangat Setuju S = Setuju

(7)

TS = Tidak Setuju

STS = Sangat Tidak Setuju

❖ Uji Pencapaian Pembelajaran Soal Uraian

1. Jelaskan pengertian gotong – royong 2. Jelaskan manfaat melakukan gotong-royong 3. Jelaskan sistem gotong – royong di Indonesia 4. Sebutkan nilai pancasila dalam bergotong royong

5. Mengapa harus menanamkan sikap gotong – royong dalam kehidupan

❖ Refleksi diri

Pertanyaan Refleksi Jawab

Apa sajakah proses belajar yang saya dapat pada pertemuan hari ini?

Apakah saya sudah memahami penjelasan guru terkait materi hari ini?

Apakah penjelasan guru sudah jelas dan mudah dipahami?

Materi apakah yang diajarkan guru pada hari ini?

Apakah saya dapat menjawab semua soal dengan benar?

Apakah peserta didik mengalami kesulitan saat mendengarkan penjelasan guru?

Apa saja manfaat dari materi yang dipelajari oleh peserta didik?

Bagaimana peserta didik dapat menyimpulkan materi pada hari ini?

(8)

Apakah peserta didik dapat menjawab semua pertanyaan guru dengan tepat?

Apa makna pembelajaran yang dapat kita ambil hari ini?

(9)

BAB IV

NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA A. Hak dan Kewajiban Warga

❖ Peta Konsep

❖ Tujuan Pembelajaran

1. Peserta didik diharapkan mampu mengidentifikasi konsep dari warga negara Indonesia melalui buku paket

2. Peserta didik mampu menguraikan karakteristik warga negara dari materi yang diberikan

3. Peserta didik mampu mengetahui hak dan kewajiban warga negara melalui video materi yang diberikan

4. Peserta didik mampu mengetahui hak dan kewajiban warga negara melalui video materi yang diberikan

5. Peserta didik mampu memberikan contoh hak dan kewajiban di sekolah dan dimasyarakat setelah diberi pemaparan materi

6. Peserta didik diharapkan mampu menerapkan hak dan kewajiban sebagai warga negara di sekolah dengan guru dan teman

❖ Kata Kunci

Hak dan Kewajiban

Menurut KBBI, hak adalah tentang sesuatu hal yang benar, milik, kepunyaan, kewenangan, kekuasaan, untuk berbuat sesuatu (karena telah ditentukan oleh undang- undang dan aturan). Sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan dan

Pengertian Warga Negara Indonesia

Karakteristik Warga Negara

Hak dan Kewajiban Warga Hak dan Kewajiban Sebagai Warga Negara

Hak dan Kewajiban Negara Terhadap Warga Negara

Contoh Hak dan Kewajiban di Sekolah dan di Masyarakat

(10)

keharusan (sesuatu hak yang harus dilaksanakan). Kedudukan hak dan kewajiban merupakan landasan utama yang dimiliki oleh setiap warga negara. Keduanya punya peranan penting meski bertolak belakang, namun perbedaan hak dan kewajiban melahirkan keseimbangan yang tidak dapat dipisahkan. Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk mendapatkan penghidupan yang layak.

❖ Kecakapan Kewarganegaraan Aktivitas 1

Secara individu siswa diharapkan mampu menyebutkan hak-hak warga negara yang ada dalam undang-undang NRI minimal 5 hak sesuai pasal yang dicantumkan.

No Pasal Contoh Hak

Aktivitas 2

Secara berkelompok siswa diminta untuk membuat 5 kelompok dalam setiap kelas setiap kelas diharapkan untuk mencari kasus pelanggaran hak dan mampu memaparkan indetifikasi hukum dan solusi. Setelah itu dipersentasikan di kelas pada pertemuan selanjutnya.

❖ Wawasan Kebangsaan

a. Pengertian Warga Negara Indonesia

Mari kita simak, ada beberapa pengertian WNI menurut UU No 12 Tahun 2006, pasal 4 :

a. Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundangundangan dan/atau berdasarkan perjanjian Pemerintah Republik Indonesia dengan negara lain sebelum UndangUndang ini berlaku sudah menjadi Warga Negara Indonesia;

(11)

b. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Indonesia;

c. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah Warga Negara Indonesia dan ibu warga negara asing;

d. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara asing dan ibu Warga Negara Indonesia;

e. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu Warga Negara Indonesia, tetapi ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum negara asal ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut;

f. anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 (tiga ratus) hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya Warga Negara Indonesia;

g. anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu Warga Negara Indonesia;

h. anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara asing yang diakui oleh seorang ayah Warga Negara Indonesia sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin;

i. anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya;

j. anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui;

k. anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya;

l. anak yang dilahirkan di luar wilayah negara Republik Indonesia dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Indonesia yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan;

m. anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.

Pengertian WNI secara umum

(12)

Pengertian WNI secara umum adalah warga negara merupakan seseorang atau individu yang tinggal dan menjadi bagian dari suatu masyarakat di wilayah tertentu. Sebagai salah satu unsur dari terbentuknya suatu negara yaitu warganya, warga negara secara sederhana dapat diartikan sebagai semua orang yang tinggal serta bertumbuh di negara tersebut. Secara etimologis, kata warga negara berasal dari bangsa Romawi yang pada saat itu menggunakan bahasa Latin. Kata warga negara berasal dari kata “civis” atau

“civitas” yang memiliki arti anggota warga yang berasal dari city-state. Selain itu, kata civitas dalam bahasa Perancis dapat diistilahkan sebagai “citoyen” yang memiliki makna warga dalam “cite” yang memiliki makna kota yang memiliki hak terbatas.

Istilah warga negara sendiri merupakan hasil terjemahan dari kata bahasa Inggris yaitu citizen yang memiliki makna yaitu warga negara atau juga dapat diartikan sebagai sesama penduduk serta individu setanah air.

b. Karakteristik Warga Negara

Menurut Cogan, karakteristik yang harus di miliki oleh warga negara yaitu :

a. Kemampuan untuk melihat dan mendekati masalah sebagai anggota masyarakat global;

b. Kemampuan bekerja dengan orang lain dengan cara kooperatif dan bertanggung jawab terhadap peran dan kewajiban dalam masyarakat;

c. Kemampuan untuk berpikir secara sistematis dan kritis;

d. Keinginan menyelesaikan konflik secara damai.

Karakteristik tersebut sangat perlu dimiliki oleh setiap warga negara, karena dengan memiliki karakteristik-karakteristik yang disebutkan di atas, bisa membuat warga negara siap menghadapi zaman yang semakin berkembang walaupun dengan segala perbedaan agam,ras dan budaya. Dengan keragaman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, termasuk keragaman budaya,ras dan agama merupakan hal wajar dan bahkan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang harus disyukuri.

c. Hak Dan Kewajiban Sebagai Warga Negara

Yang ketiga ada hak dan kewajiban sebagai warga negara. Hak secara umum adalah sesuatu yang sepatutnya diterima seseorang setelah ia memenuhi kewajiban.

Sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang seharusnya dan wajib dilakukan seseorang

(13)

dengan legitimasi yang berlaku dalam masyarakat ataupun dalam hukum. Hak dan kewajiban warga negara terhadap negara diatur dalam UUD 1945 dan aturan hukum lainnya yang merupakan tindak lanjut dari UUD 1945. Hak warga negara adalah sesuatu yang dapat dimiliki oleh warga negara dari negaranya, seperti hak untuk hidup secara layak dan aman, pelayana dan hak lain yang diatur dalam UU. Kewajiban warga negara terhadap negaranya adalah kewajiban untuk membela negara dan mentaati UU.

Prinsip utama dalam penentuan hak dan kewajiban warga negara adalah terlibatnya warga negara, baik secara langsung maupun tidak langsung, melalui perwakilan dalam setiap perumusan hak dan kewajiban tersebut, sehingga warga negara sadar dan memperlakukan hak dan kewajiban sebagai bagian dari kehidupannya.

d. Hak Dan Kewajiban Negara Terhadap Warga Negara

Hak-hak negara antara lain adalah ditaati hukum dan pemerintahnya; dibela; pajak;

dan menguasai bumi, air, dan kekayaan untuk kepentingan rakyat. Pemerintah wajib dan bertanggung jawab menghormati,melindungi, menegakkan, dan memajukan hak asasi manusia yang diatur dalam undang-undang ini, peraturan perundang-undangan lain dan hukum internasional tentang hak asasi manusia yang diterima oleh negara Republik Indonesia. Selain itu negara juga wajib menjamin seluruh hak-hak warga negara sebagaimana yang tertuang dalam UUD NRI 1945.

e. Contoh Hak Dan Kewajiban Di Sekolah Dan Di Masyarakat

Adapun contoh hak dan kewajiban siswa atau pelajar di lingkungan sekolah seperti berikut ini ;

a) Hak Siswa di Sekolah :

● Berhak untuk mendapatkan pembelajaran dari guru sekolah

● Berhak untuk memakai semua fasilitas yang ada di lingkungan sekolah

● Berhak untuk mendapatkan bantuan beasiswa bagi siswa berprestasi / kurang mampu

● Berhak untuk mengikuti berbagai organisasi di sekolah

● Berhak untuk mengikuti perlombaan yang di adakan sekolah

● Berhak untuk tidak masuk apabila ada kepentingan mendesak

● Berhak mendapatkan perlakuan yang adil di sekolah

● Berhak mendapatkan toleransi dalam berbagai aspek

(14)

● Berhak untuk memberikan saran yang sifatnya membangun

● Berhak untuk izin pulang/istirahat di UKS apabila sakit di sekolah

● Berhak memiliki banyak teman di sekolah b) Kewajiban Siswa di Sekolah

● Siswa wajib mentaati semua peraturan di sekolah

● Siswa wajib menjaga nama baik sekolah

● Siswa ikut bertanggung jawab untuk memelihara fasilitas sekolah

● Siswa wajib menghormati dan mematuhi guru dan kepala sekolah

● Siswa wajib memberikan keterangan yang jelas saat berhalangan hadir

● Siswa wajib berpenampilan rapid an sopan

● Siswa wajib mengikuti upacara bendera setiap hari senin

● Siswa wajib mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah

● Siswa wajib menjaga tingkah laku saat di sekolah

● Siswa wajib mengerjakan tugas (PR) yang diberikan guru

● Siswa wajib ikut bertanggung jawab terhadap keamanan, kebersihan dan ketertiban sekolah

Adapun contoh hak dan kewajiban warga negara di lingkungan masyarakat, antara lain :

a) Hak Warga di Lingkungan Masyarakat

● Berhak untuk mendapatkan pengakuan di masyarakat

● Berhak untuk dihormati dan dihargai

● Berhak untuk mendapatkan penghidupan yang layak

● Berhak untuk mendapatkan perlindungan hukum

● Berhak untuk ikut serta dalam pemilihan umum (pemilu)

● Berhak mengutarakan pendapat

● Berhak untuk mengikuti kegiatan di lingkungan masyarakat

● Berhak untuk tidak dibeda-bedakan (ras, agama dan budaya)

● Berhak untuk menggunakan fasilitas yang ada b) Kewajiban Warga di Lingkungan Masyarakat

● Wajib menghargai sesama warga masyarakat

● Wajib menghargai pendapat orang lain

(15)

● Wajib mentaati peraturan yang ada di masyarakat

● Wajib membayar pajak yang diberlakukan

● Wajib menghormati dan menghargai orang lain di lingkungan masyarakat

● Wajib ikut menjaga kebersihan, keamanan dan kesejahteraan bersama

❖ Sikap Kewarganegaraan

Berilah tanda centang (V) pada pernyataan yang sesuai dengan sikap Anda!

No Pernyataan SS S TS STS

1 Yakin dengan keberadaan Tuhan Yang Maha Esa dengan mengimani.

2 Senantiasa bersyukur atas anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa

3 Saling membantu terhadap sesama apabila ada yang terkena malapetaka

4 Berbagi kepada sesame apabila ada yang kesusahan Keterangan:

SS = Sangat Setuju S = Setuju

TS = Tidak Setuju

STS = Sangat Tidak Setuju

❖ Uji Pencapaian Pembelajaran Soal Uraian

1. Jelaskan pengertian warga negara Indonesia 2. Sebutkan karakteristik warga negara

3. Sebutkan hak dan kewajiban warga negara menurut undang-undang 4. Jelaskan hak dan kewajiban negara terhadap negara

5. Sebutkan contoh hak dan kewajiban di sekolah dan di masyarakat

❖ Refleksi Diri

(16)

Pertanyaan Refleksi Jawab Apa sajakah proses belajar yang saya dapat pada pertemuan

hari ini?

Apakah saya sudah memahami penjelasan guru terkait materi hari ini?

Apakah penjelasan guru sudah jelas dan mudah dipahami?

Materi apakah yang diajarkan guru pada hari ini?

Apakah saya dapat menjawab semua soal dengan benar?

Apakah peserta didik mengalami kesulitan saat mendengarkan penjelasan guru?

Apa saja manfaat dari materi yang dipelajari oleh peserta didik?

Bagaimana peserta didik dapat menyimpulkan materi pada hari ini?

Apakah peserta didik dapat menjawab semua pertanyaan guru dengan tepat?

Apa makna pembelajaran yang dapat kita ambil hari ini?

Referensi

Dokumen terkait