Market Brief: Garment
ITPC Los Angeles
2013
Daftar Isi
Kata Pengantar ……….………...………... 5
Peta Amerika Serikat ………...………... 6
Bab I. Pendahuluan ……….………...………….……… 7
1.1. Pemilihan Negara ……….…..……….………. 7
1.2. Pemilihan Produk ………...……….. 8
1.3. Profil Amerika Serikat ………..……….. 9
Bab II. Potensi Pasar Amerika Serikat ……….………….………….…….. 12
2.1. Ekspor Impor Garment Amerika Serikat – Dunia ………... 13
2.2. Potensi Pasar Ekspor Garment di Amerika Serikat ………...……… 22
2.3. Kebijakan Impor Garment di Negara Amerika Serikat ………...…………... 24
2.4. Pemasaran Produksi ………...…………...………...………...….. 26
Bab III. Peluang dan Strategi ……… ... 29
3.1. Peluang ……….………. 29
3.2. Strategi ………... 32
Bab IV. Informasi Penting ……….... 35
4.1. Kedutaan Negara Amerika Serikat di Indonesia …..………...……... 35
4.2. Kamar Dagang Amerika Serikat .…………...………...………...…... 35
4.3. Daftar Pameran Garment di Amerika Serikat ……...………..………... 37
4.4. Perwakilan Indonesia di Amerika Serikat …...………...………... 38
4.5. Daftar Importir Garment di Amerika Serikat ... 40
Daftar Pustaka ...………...… 50
Daftar Tabel dan Gambar
Tabel 1.1. Data Industri Garment (Women’s and Children’s Apparel) AS
2004-2018 ... 8 Tabel 2.1. Perkembangan Impor Garment Amerika Serikat Berdasarkan HS 61
(Articles Of Apparel And Clothing Accessories, Knitted Or Crocheted) Periode: 2010 – 2012 ... 14 Tabel 2.2. Perkembangan Impor Garment Amerika Serikat Berdasarkan HS 62
(Articles Of Apparel And Clothing Accessories, Not Knitted Or Crocheted) Periode: 2010 – 2012 ... 15 Tabel 2.3. Perkembangan Impor Garment Amerika Serikat Berdasarkan HS 61
(Articles Of Apparel And Clothing Accessories, Knitted Or Crocheted) Periode: Januari-Juli 2013 ... 16 Tabel 2.4. Perkembangan Impor Garment Amerika Serikat Berdasarkan HS 62
(Articles Of Apparel And Clothing Accessories, Not Knitted Or Crocheted) Periode: Januari-Juli 2013 ... 17 Tabel 2.5. Perkembangan Ekspor Garment Amerika Serikat Berdasarkan HS 61
(Articles Of Apparel And Clothing Accessories, Knitted Or Crocheted) Periode: 2010 – 2012 ... 19 Tabel 2.6. Perkembangan Ekspor Garment Amerika Serikat Berdasarkan HS 61
(Articles Of Apparel And Clothing Accessories, Knitted Or Crocheted) Periode: Januari-Juli 2013 ... 20
Tabel 2.7. Perkembangan Ekspor Garment Amerika Serikat Berdasarkan HS 62 (Articles Of Apparel And Clothing Accessories, Not Knitted Or Crocheted) Periode: 2010 – 2012 ... 21 Tabel 2.8. Perkembangan Ekspor Garment Amerika Serikat Berdasarkan HS 62
(Articles Of Apparel And Clothing Accessories, Not Knitted Or Crocheted) Periode: Januari-Juli 2013 ... 21 Tabel 2.9. Tabel Kondisi dan Proyeksi Industri Garment Amerika Serikat
Periode: 2004 – 2018 ... 28 Tabel 3.1. Gambaran Pasar Garment AS ... 29 Gambar 2.1. Pangsa Pasar Negara Importer di AS untuk HS 61 (Articles Of Apparel
And Clothing Accessories, Knitted Or Crocheted) Tahun 2012 ... 18 Gambar 2.2. Pangsa Pasar Negara Importer di AS untuk HS 62 (Articles Of
Apparel And Clothing Accessories, Not Knitted Or Crocheted)
Tahun 2012 ... 18 Gambar 2.3. Segmentasi Pemasaran Produk Garment di AS Mei 2013 ... 28 Gambar 3.1. Grafik Pergerakan dan Perkiraan Disposable Income dan
Homeownership Amerika Serikat 2004-2018 ... 32 Gambar 3.2. Grafik Segmentasi Produk Garment Amerika Serikat 2013 ... 33
Kata Pengantar
Market Brief adalah salah satu bentuk komitmen kantor Indonesian Trade Promotion Center Los Angeles (ITPCLA) dalam memberikan gambaran singkat atas kondisi dan potensi pasar komoditi di Amerika Serikat (AS). Pada Market Brief bulan Agustus 2013 berjudul “Market Brief: Produk Garment Indonesia”. Adapun hasil kajian berikut dibuat berdasarkan berbagai data dari US Department of Commerce (DOC) AS, sekaligus berbagai institusi-institusi lainnya.
Dalam pembuatan Market Brief, ITPCLA menyajikan informasi terkini mengenai pasar suatu komoditi, peraturan impor di wilayah AS, potensi pasar, negara pesaing, strategi penetrasi pasar, dan informasi penting lainnya. Dengan demikian, Market Brief diharapkan dapat menjadi informasi pendukung yang efektif dalam meningkatkan keunggulan produk garment Indonesia untuk bersaing di pasar AS.
Akhir kata, ITPCLA berharap kiranya laporan dan informasi berikut dapat bermanfaat bagi pemerintah selaku pembuat kebijakan, berikut para pelaku usaha dalam menentukan strategi ekspor produk garment ke AS.
Los Angeles, 10 September 2013
Peta Amerika Serikat
Bab I. Pendahuluan
1.1. Pemilihan Negara
Sebagai mitra dagang strategis, Amerika Serikat (AS) menduduki peringkat ketiga setelah Cina dan Jepang dalam peringkat ekspor nonmigas Indonesia. Hal ini didukung oleh data US Department of Commerce (DOC) AS, dimana Indonesia menduduki urutan ke-34 sebagai negara terbesar tujuan ekspor AS, dengan jumlah nominal sebesar US$
8,01 milyar (2012), naik 8,10% (US$ 7,4 milyar) dari tahun 2011. Di samping itu, Indonesia menduduki urutan ke-27 sebagai negara terbesar pengekspor barang ke AS, dengan jumlah nominal sebesar US$ 26,01 milyar (2012), turun 1,94% (US$ 26,52 milyar) dari tahun 2011.
Berdasarkan data tersebut, Indonesia berhasil mensuplai berbagai komoditi utama, seperti tekstil, karet, mesin, dan sepatu. Dari sekian banyak komoditi Indonesia yang diekspor ke AS, 10 komoditi utama adalah (berdasarkan HS 2 digit): Knit Apparel (US$
2,8 milyar), Rubber (US$ 2,7 milyar), Woven Apparel (US$ 2,1 milyar), Electrical Machinery (US$ 1,6 milyar), Footwear (US$ 940 juta), Fish And Seafood (US$ 901,9 juta), Machinery (US$ 680,5 juta), Spices,Coffee And Tea (US$ 651,4 juta), Textile And Bedding (US$ 649,8 juta), dan Prepared Meat,Fish, (US$ 372,2 juta).
Sedangkan 10 komoditi utama AS yang dieskpor ke Indonesia adalah (berdasarkan HS 2 digit): Aircraft, Spacecraft (US$ 1,4 milyar), Misc Grain,Seed,Fruit (US$ 1,02 milyar), Machinery (US$ 1 milyar), Food Waste; Animal Feed (US$ 398,3 juta), Electrical Machinery (US$ 363,7 juta), Cereals (US$ 242,2 juta), Plastic (US$
230,2 juta), Iron And Steel (US$ 212,5 juta), Cotton and Yarn,Fabric (US$ 194,1 juta), Optic,Nt and Med Instrument (US$ 190,2 juta).
1.2. Pemilihan Produk
Latar belakang ITPC Los Angeles memilih produk garment dalam pembahasan Market Brief Edisi Agustus 2013 adalah ITPC Los Angeles bermaksud untuk memparkan potensi dari ekspor terbesar produk Indonesia ke AS selama beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data US Department of Commerce, negara AS memiliki potensi pasar domestic yang sangat untuk produk garment. Seperti pada tabel 1.1 dibawah ini, terlihat revenue terus mengalami peningkatan sejak 2009.
Tabel 1.1. Data Industri Garment (Women’s and Children’s Apparel) AS 2004-2018
1.3. Profil Amerika Serikat
1.3.a. Geografi
AS terletak di tengah-tengah benua Amerika Utara, dibatasi oleh Kanada di sebelah utara dan Meksiko di sebelah selatan. Negara AS terbentang dari Samudera Atlantik di pesisir timur hingga Samudera Pasifik di pesisir barat, termasuk kepulauan Hawaii di lautan Pasifik, negara bagian Alaska di ujung utara benua Amerika, dan beberapa teritori lainnya (Wikipedia).
1.3.b. Pemerintahan
AS terbentuk pada tahun 1787 dan terdiri dari 50 negara bagian. AS merupakan sebuah negara Republik Federal yang menganut sistem pemerintahan Presidensial dimana Presiden berperan sebagai badan eksekutif dan Kongres berperan sebagai badan legislatif. Sedangkan Majelis Tinggi ada di tangan Senate dan Majelis Rendah berada di tangan House of representative (Dewan Perwakilan Rakyat).
Di AS terdapat pemisahan kekuasaan yang tegas antara Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif. Pemisahaan ini terdiri dari pemisahan bagian pelaksana maupun fungsi serta kekuasaan dari badan-badan tersebut yang membatasai satu sama lain dengan menggunakan asas checks and balances yang berarti saling mengawasi untuk menjaga keseimbangan). Sedangkan keadilan ditegakkan melalui Badan Yudikatif atau Mahkamah Agung (Supreme Court) yang bebas dari pengaruh badan Legislatif dan
Eksekutif serta menjamin hak-hak kebebasan dan kemerdekaan individu serta menjamin tegaknya hukum (Carapedia).
1.3.c. Demografi
Jumlah penduduk di AS kini sebanyak lebih dari 308 juta jiwa setelah mengalami pertambahan hampir 10 persen sejak satu dekade lampau. Demikian hasil sensus yang diumumkan Biro Sensus AS, Selasa 21 Desember 2010, dan dikutip kantor berita Associated Press (AP). Menurut hasil sensus, jumlah populasi di AS per 1 April 2010 sebanyak 308.745.538 jiwa. Jumlah itu menandakan pertambahan penduduk sebanyak 9,7 persen dari data sepuluh tahun lalu, yaitu sebanyak 281,4 juta jiwa. Tingkat pertumbuhan penduduk tiap sepuluh tahun ini merupakan yang terendah sejak Era Depresi Besar di akhir dekade 1920-an. Jumlah penduduk AS dari 1990 hingga 2000 meningkat 13,2 persen (VIVAnews).
1.3.d. Ekonomi
AS menjalankan sistem ekonomi kapitalis. Pertumbuhan ekonomi negara ini kokoh di permukaannya, pengangguran dan inflasi rendah, dan defisit perdagangan yang rendah. Ekonomi AS ialah salah satu yang terpenting di dunia. Banyak negara telah menjadikan dollar AS sebagai tolok ukur mata uangnya. Bursa saham AS dipandang sebagai indikator ekonomi dunia.
Negara ini memiliki banyak sumber daya mineral, seperti emas, minyak, batu bara dan endapan uranium. Pertanian membuat negara ini berada di antara produsen utama, di antara lainnya, jagung, gandum, gula dan tembakau. AS memproduksi mobil, pesawat terbang dan benda elektronik (Wikipedia).
Bab II. Potensi Pasar Amerika Serikat
Industri garment diperkirakan akan terus meningkat pada 2013 setelah mengalami kemunduran selama lima tahun hingga 2013. Meningkatnya sentimen konsumen dan pertumbuhan pendapatan per kapita mendorong konsumen untuk kembali berbelanja tahun 2013 ini. Sebelum 2010, hampir seluruh penjualan toko busana dan retailer mengalami penurunan permintaan karena kondisi perekonomian, ini lebih didorong karena belanja konsumen berkurang. Seperti kebanyakan, retailer dan toko mengalami pertumbuhan permintaan sebelum tahun 2008, setelah itu permintaan menurun ketika resesi ekonomi dimulai.
Resesi memiliki efek buruk pada ekonomi AS, termasuk pada industri garment.
Dengan penurunan pengeluaran para konsumen di tahun 2008 dan 2009, retailer menawarkan diskon besar kepada konsumen untuk mempertahankan penjualan mereka.
Karena permintaan hilir melemah, sehingga memaksa pengusaha grosir untuk memangkas harga sendiri. Dalam upaya berkelanjutan mereka melalui memotong pengeluaran dan mempertahankan margin keuntungan, retailer besar mulai menetapkan harga rendah sehingga menyebabkan pihak grosir untuk bersaing satu sama lain.
Sementara pendapatan industri garment jatuh selama resesi, telah perlahan-lahan pulih sejak 2010. Terus meningkatnya permintaan hilir dari toko pakaian pria dan department store telah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri yang terbatas. Pendapatan per kapita pakai dan sentimen konsumen telah tumbuh sejak 2010.
Para analis mengharapkan pendapatan akan sedikit meningkat pada tingkat tahunan rata- rata 0,9 % selama lima tahun hingga 2013. Angka impor yang meningkat akibat
peningkatan permintaan domestik memberikan hambatan bagi pertumbuhan industri garment AS. Karena impor ini dibuat dengan tenaga dan biayanya yang lebih murah, sehingga retailer lebih memilih mereka. Karena pertumbuhan beberapa industri AS telah membaik, namun mereka masih menghadapi pasar domestik dengan para importir.
Jumlah perusahaan mengalami penurunan selama lima tahun terakhir, dengan rata-rata 1,4 % per tahun atau menjadi 8,656 perusahaan grosir di tahun 2013.
Sebagaian konsumen mulai meningkatkan daya beli, permintaan untuk produk garment, khususnya pakaian laki-laki dan anak laki-laki mengalami peningkatan.
Pendapatan untuk produk ini meningkatkan 5,6 % atau mencapai $ 43,5 milyar selama 2012. Tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata diperkirakan menjadi 2,2 % melalui lima tahun hingga 2018, atau $ 48,5 milyar. Namun, kompetisi domestik akan terus dan produk impor juga diproyeksikan meningkat.
2.1.Ekspor dan Impor Garment Amerika Serikat – Dunia
Pasar domestik garment AS memiliki daya tarik yang sangat kuat. Dari jumlah dan keragaman penduduk menjadi salah satu ketertarikan tersebut. Banyak pilihan dan juga keragaman produk garment yang hadir di pasar AS, memberikan gambaran akan menjanjikannya pasar produk garment AS untuk terus berkembang. Selain pola konsumsi, kondisi iklim 4 musim AS juga menjadi peluang tersendiri bagi potensi pengembangan produk garment di AS.
Impor
Nilai impor biasanya terdapat pada tingkat manufaktur, termasuk juga nilai ekspor. Meski demikian, banyak pedagang grosir yang adalah importir dan eksportir produk pakaian yang sudah jadi. Perdagangan pada tingkat manufaktur seringkali tinggi dikarenakan penghematan dari pembelian bahan pakaian dari negara dengan biaya tenaga kerja yang rendah. Oleh sebab itu, banyak perusahaan AS yang sudah bergeser dari manufaktur lokal kepada sumber pakaian dari pabrik-pabrik milik perusahaan di luar negeri atau offshoring atau outsourcing. Pemasok terbesar produk pakaian impor ke pasar AS berasal dari benua Asia dan Amerika Tengah. Lokasi-lokasi tersebut memiliki tingkat upah yang relatif rendah, biaya input yang murah, dan nilai tukar yang menguntungkan.
Tabel 2.1. Perkembangan Impor Garment Amerika Serikat Berdasarkan HS 61 (Articles Of Apparel And Clothing Accessories, Knitted Or Crocheted)
Periode: 2010 – 2012
Rank Partner Country
United States Dollars % Share %
Change
2010 2011 2012 2010 2011 2012 2012/2
011 World 38,316,334,691 41,840,248,596 41,134,116,646 100 100 100 - 1.69 1 China 14,041,943,787 15,092,857,088 14,984,966,081 36.65 36.07 36.43 - 0.71 2 Vietnam 3,359,435,332 3,782,102,380 4,151,182,749 8.77 9.04 10.09 9.76 3 Indonesia 2,507,338,197 2,847,205,770 2,831,183,159 6.54 6.80 6.88 - 0.56 4 Honduras 2,039,756,253 2,222,914,291 2,148,844,911 5.32 5.31 5.22 - 3.33 5 Cambodia 1,524,101,722 1,803,506,404 1,788,307,154 3.98 4.31 4.35 - 0.84 6 El Salvador 1,428,429,158 1,505,065,984 1,591,141,512 3.73 3.60 3.87 5.72 7 Mexico 1,343,816,568 1,421,682,068 1,316,179,768 3.51 3.40 3.20 - 7.42 8 India 1,417,260,120 1,465,342,318 1,254,769,382 3.70 3.50 3.05 - 14.37 9 Bangladesh 1,013,248,266 1,040,255,884 1,026,791,098 2.64 2.49 2.50 - 1.29 10 Pakistan 1,078,641,652 1,211,355,623 975,850,021 2.82 2.90 2.37 - 19.44 ASEAN
14 Thailand 838,509,214 765,530,142 696,049,506 2.19 1.83 1.69 - 9.08 16 Philippines 570,315,850 675,154,272 617,093,768 1.49 1.61 1.50 - 8.60
23 Malaysia 289,972,934 318,281,558 294,000,658 0.76 0.76 0.71 - 7.63 40 Singapore 45,353,195 28,689,405 23,323,936 0.12 0.07 0.06 - 18.70 47 Laos 30,689,324 31,093,187 10,086,279 0.08 0.07 0.02 - 67.56 66 B. Darussalam 4,413,284 3,461,871 3,767,957 0.01 0.01 0.01 8.84 Source of Data: U.S. Department of Commerce, Bureau of Census
Pada Tabel 2.1. diatas, terlihat bahwa pertumbuhan impor produk untuk HS 61 (Articles Of Apparel And Clothing Accessories, Knitted Or Crocheted), mengalami fluktuasi selama tahun 2010-2012. Di tahun 2011, pertumbuhan ekspor mengalami peningkatan yang signifikan, sedangkan ditahun 2012 mengalami penurunan sedikit. Dari kesepuluh negara importir diatas, hanya 2 negara yang mengalami pertumbuhan positif untuk tahun 2011-2012, yakni Vietnam (9,76%) dan El Savador (5,72%).
Tabel 2.2. Perkembangan Impor Garment Amerika Serikat Berdasarkan HS 62 (Articles Of Apparel And Clothing Accessories, Not Knitted Or Crocheted)
Periode: 2010 – 2012
Rank Partner Country
United States Dollars % Share %
Change
2010 2011 2012 2010 2011 2012 2012/
2011 World 34,207,011,914 36,935,074,925 36,785,872,788 100.00 100.00 100.00 - 0.40 1 China 14,733,570,596 15,001,258,284 14,711,248,863 43.07 40.62 39.99 - 1.93 2 Bangladesh 2,834,593,834 3,351,881,259 3,331,412,693 8.29 9.08 9.06 - 0.61 3 Vietnam 2,438,078,564 2,774,339,571 2,876,361,322 7.13 7.51 7.82 3.68 4 Mexico 2,326,102,954 2,541,690,816 2,528,227,284 6.80 6.88 6.87 - 0.53 5 Indonesia 1,928,605,455 2,218,593,781 2,128,019,460 5.64 6.01 5.78 - 4.08 6 India 1,741,365,941 1,905,359,997 1,834,259,577 5.09 5.16 4.99 - 3.73 7 Italy 746,203,186 898,787,305 922,358,835 2.18 2.43 2.51 2.62 8 Sri Lanka 686,796,497 732,645,305 757,071,119 2.01 1.98 2.06 3.33 9 Cambodia 692,348,825 782,557,806 741,397,846 2.02 2.12 2.02 - 5.26 10 Philippines 448,585,201 507,192,295 530,770,670 1.31 1.37 1.44 4.65 ASEAN
14 Thailand 495,021,818 452,668,148 411,865,670 1.45 1.23 1.12 - 9.01 22 Malaysia 177,566,469 202,333,562 192,209,802 0.52 0.55 0.52 - 5.00 68 Singapore 1,881,263 3,772,505 3,626,578 0.01 0.01 0.01 - 3.87
83 Laos 2,770,830 3,463,390 1,223,944 0.01 0.01 0.00 - 64.66
94 B.Darussalam 747,824 606,274 392,035 0.00 0.00 0.00 - 35.34 Source of Data: U.S. Department of Commerce, Bureau of Census
Sedangkan pada Tabel 2.2., untuk HS 62 (Articles Of Apparel And Clothing Accessories, Not Knitted Or Crocheted), juga mengalami fluktuasi yang hampir sama dengan HS 61. Yakni di tahun 2011 pertumbuhan ekspor mengalami peningkatan signifikan, sedangkan ditahun 2012 mengalami sedikit penurunan. Dari kesepuluh negara importir diatas, terdapat 4 negara yang mengalami pertumbuhan positif untuk tahun 2011-2012, yakni Vietnam (3,68%), Italy (2,62%), Srilanka (3,33%), dan Philippines (4,65%).
Tabel 2.3. Perkembangan Impor Garment Amerika Serikat Berdasarkan HS 61 (Articles Of Apparel And Clothing Accessories, Knitted Or Crocheted)
Periode: Januari-Juli 2013
Rank Partner Country January - July 2012
January - July 2013
% Change 2013/2012
World 22,294,730,738 23,017,703,281 3.24
1 China 7,277,302,278 7,444,073,673 2.29
2 Vietnam 2,344,066,685 2,597,602,231 10.82
3 Indonesia 1,671,863,345 1,660,980,383 - 0.65
4 Honduras 1,216,689,490 1,171,229,639 - 3.74
5 Cambodia 1,013,303,448 1,031,789,793 1.82
6 El Salvador 911,798,219 895,170,050 - 1.82
7 India 767,556,603 826,269,058 7.65
8 Mexico 803,650,166 791,857,503 - 1.47
9 Bangladesh 584,158,095 643,797,428 10.21
10 Nicaragua 537,318,156 578,804,700 7.72
ASEAN
14 Thailand 397,614,123 416,887,850 4.85
15 Philippines 374,136,210 372,762,149 - 0.37
21 Malaysia 160,329,571 191,167,714 19.23
38 Singapore 11,952,370 15,011,110 25.59
54 Laos 6,364,025 3,752,397 - 41.04
101 Myanmar - 155,355 0.00 Source of Data: U.S. Department of Commerce, Bureau of Census
Pada tabel 2.3. diatas, untuk periode Januari-Juli 2013, impor produk garment untuk HS 61 mengalami peningkatan dibandingkan data untuk periode Januari-juli 2012, yakni sebesar 3,24%. Dari 10 negara importir terbesar, terdapat 2 negara yang mengalami peningkatan presentase terbesar, yakni Vietnam (10,82%) dan Bangladesh (10,21%).
Sedangkan pada tabel 2.4. dibawah ini untuk HS 62, juga mengalami peningkatan yakni sebesar 3,82%. Dari 10 negara importer terbesar, 3 negara yang mengalami peningkatan adalah Vietnam (15,78%), Bangladesh (9,57%), dan Indonesia (9,29%).
Tabel 2.4. Perkembangan Impor Garment Amerika Serikat Berdasarkan HS 62 (Articles Of Apparel And Clothing Accessories, Not Knitted Or Crocheted)
Periode: Januari-Juli 2013
Rank Partner Country January - July 2012
January - July 2013
% Change 2013/2012
World 21,566,319,194 22,390,481,956 3.82
1 China 8,410,463,318 8,608,264,299 2.35
2 Bangladesh 2,089,298,784 2,289,287,106 9.57
3 Vietnam 1,650,660,344 1,911,210,075 15.78
4 Indonesia 1,321,227,738 1,443,979,081 9.29
5 Mexico 1,465,616,008 1,429,436,165 - 2.47
6 India 1,209,671,652 1,210,521,600 0.07
7 Italy 539,320,547 569,440,649 5.58
8 Sri Lanka 467,496,949 476,241,611 1.87
9 Cambodia 434,421,473 425,356,218 - 2.09
10 Philippines 311,713,773 316,111,687 1.41
ASEAN
14 Thailand 244,176,893 220,606,243 - 9.65
22 Malaysia 110,166,454 106,927,831 - 2.94
82 Singapore 2,696,421 427,029 - 84.16
86 Laos 981,804 342,564 - 65.11
91 Myanmar - 171,239 0.00
Source of Data: U.S. Department of Commerce, Bureau of Census
Gambar 2.1. Pangsa Pasar Negara Importer di AS untuk HS 61 (Articles Of Apparel And Clothing Accessories, Knitted Or Crocheted)
Tahun 2012
Gambar 2.2. Pangsa Pasar Negara Importer di AS untuk HS 62 (Articles Of Apparel And Clothing Accessories, Not Knitted Or Crocheted)
Tahun 2012
Ekspor
Dalam lima tahun terakhir hingga 2013, ekspor garment AS mengalami pertumbuhan pada tingkat tahunan rata-rata 5,28% (HS 61) menjadi US$ 2,4 milyar (2012). Hal ini terjadi karena didorong oleh dollar yang terus terdepresiasi. Kanada dan Meksiko, yang berbatasan dengan AS dan mendapat kondisi yang menguntungkan perdagangan dari perjanjian North American Free Trade Alliance, mencakup bagian terbesar dari ekspor industri, masing-masing sekitar pada 34% dan 22%. Namun meskipun Kanada dan Meksiko adalah negara tujuan ekspor yang paling umum, pertumbuhan ekspor juga telah didorong oleh Inggris, Australia dan Belanda, yang masing-masing mengalami peningkatan sekitar 39,83%, 22,67%, dan 22,93% di tahun 2013. Dengan nilai dollar AS yang terus terdeprisiasi, AS mengambil keuntungan dari impor yang dimana harga lebih murah namun berkualitas tinggi.
Tabel 2.5. Perkembangan Ekspor Garment Amerika Serikat Berdasarkan HS 61 (Articles Of Apparel And Clothing Accessories, Knitted Or Crocheted)
Periode: 2010 – 2012
Rank Partner Country
United States Dollars % Share % Change
2010 2011 2012 2010 2011 2012 2012/
2011 World 2,169,167,249 2,329,348,859 2,452,368,294 100.00 100.00 100.00 5.28 1 Canada 700,055,497 790,986,803 845,848,193 32.27 33.96 34.49 6.94 2 Mexico 478,575,882 513,972,704 524,969,345 22.06 22.07 21.41 2.14 3 Japan 140,652,710 138,086,695 164,114,261 6.48 5.93 6.69 18.85 4 UK 109,697,418 111,697,912 156,185,832 5.06 4.80 6.37 39.83 5 El Salvador 84,922,535 102,035,664 101,670,958 3.91 4.38 4.15 - 0.36 6 Korea South 43,812,103 55,396,141 53,814,556 2.02 2.38 2.19 - 2.86 7 Australia 32,721,868 42,716,555 52,401,793 1.51 1.83 2.14 22.67 8 Netherlands 25,890,363 40,067,465 49,254,731 1.19 1.72 2.01 22.93 9 Germany 37,999,362 45,808,783 43,249,508 1.75 1.97 1.76 - 5.59 10 UAE 32,597,044 32,745,972 36,536,249 1.50 1.41 1.49 11.57 ASEAN
23 Singapore 10,203,424 10,025,762 10,929,656 0.47 0.43 0.45 9.02
34 Indonesia 695,805 1,272,408 5,530,296 0.03 0.05 0.23 334.63 57 Thailand 1,698,000 1,787,983 1,844,824 0.08 0.08 0.08 3.18 64 Malaysia 1,226,191 1,871,810 1,721,759 0.06 0.08 0.07 - 8.02 69 Philippines 1,194,396 745,909 1,359,464 0.06 0.03 0.06 82.26
75 Vietnam 859,699 1,166,915 973,624 0.04 0.05 0.04 - 16.56
134 B.Darussalam 26,883 2,997 57,366 0.00 0.00 0.00 1814.11
163 Cambodia 11,478 422,944 11,240 0.00 0.02 0.00 - 97.34
Source of Data: U.S. Department of Commerce, Bureau of Census
Tabel 2.6. Perkembangan Ekspor Garment Amerika Serikat Berdasarkan HS 61 (Articles Of Apparel And Clothing Accessories, Knitted Or Crocheted)
Periode: Januari-Juli 2013
Rank Partner Country January - July 2012
January - July 2013
% Change 2013/2012
World 1,422,270,585 1,451,369,709 2.05
1 Canada 476,017,806 475,301,264 - 0.15
2 Mexico 326,458,231 321,536,053 - 1.51
3 U.Kingdom 82,720,636 110,069,423 33.06
4 Japan 93,989,761 102,090,538 8.62
5 El Salvador 66,082,075 56,057,784 - 15.17
6 Germany 24,228,119 31,210,784 28.82
7 Korea South 30,575,249 25,892,746 - 15.31
8 Netherlands 26,231,293 25,567,045 - 2.53
9 Australia 29,476,514 24,351,083 - 17.39
10 UAE 20,017,104 23,667,063 18.23
ASEAN
19 Singapore 5,838,281 7,974,939 36.60 49 Vietnam 422,992 1,370,873 224.09
54 Thailand 1,008,142 1,252,811 24.27
55 Indonesia 1,484,099 1,117,027 - 24.73 58 Malaysia 730,957 1,074,512 47.00 67 Philippines 710,581 838,507 18.00
68 Cambodia 3,422 776,944 ∞
122 B.Darussalam 6,461 62,176 862.33 Source of Data: U.S. Department of Commerce, Bureau of Census
Tabel 2.7. Perkembangan Ekspor Garment Amerika Serikat Berdasarkan HS 62 (Articles Of Apparel And Clothing Accessories, Not Knitted Or Crocheted)
Periode: 2010 – 2012
Rank Partner Country
United States Dollars % Share %
Change
2010 2011 2012 2010 2011 2012 2012/
2011 World 1,821,093,737 2,126,131,205 2,351,018,591 100.00 100.00 100.00 10.58 1 Canada 658,579,619 763,469,065 847,739,029 36.16 35.91 36.06 11.04 2 Mexico 251,781,424 306,118,546 309,849,209 13.83 14.40 13.18 1.22 3 Japan 89,164,385 111,526,409 126,397,323 4.90 5.25 5.38 13.33 4 U.Kingdom 89,609,512 102,270,963 123,658,849 4.92 4.81 5.26 20.91 5 Honduras 54,172,922 58,397,565 80,535,425 2.97 2.75 3.43 37.91 6 Dominican 103,971,767 74,094,142 64,130,646 5.71 3.48 2.73 - 13.45 7 UAE 34,188,371 47,281,961 50,280,898 1.88 2.22 2.14 6.34 8 Korea South 52,448,530 50,211,032 48,895,918 2.88 2.36 2.08 - 2.62 9 Hong Kong 29,828,425 34,625,104 47,531,187 1.64 1.63 2.02 37.27 10 Belgium 55,164,506 53,059,097 47,222,549 3.03 2.50 2.01 - 11.00 ASEAN
19 Singapore 17,910,045 22,529,094 21,201,502 0.98 1.06 0.90 - 5.89 32 Malaysia 5,048,984 9,111,100 9,269,868 0.28 0.43 0.39 1.74 41 Thailand 3,398,147 3,426,106 4,967,404 0.19 0.16 0.21 44.99 52 Vietnam 481,075 1,647,442 3,491,779 0.03 0.08 0.15 111.95 56 Indonesia 846,205 1,842,754 2,804,382 0.05 0.09 0.12 52.18 58 Philippines 1,495,260 2,251,740 2,615,688 0.08 0.11 0.11 16.16
114 Cambodia 116,468 194,444 270,009 0.01 0.01 0.01 38.86
115 B.Darussalam 17,166 58,952 261,421 0.00 0.00 0.01 343.45
201 Laos 6,000 3,500 - 0.00 0.00 0.00 - 100.00
Source of Data: U.S. Department of Commerce, Bureau of Census
Tabel 2.8. Perkembangan Ekspor Garment Amerika Serikat Berdasarkan HS 62 (Articles Of Apparel And Clothing Accessories, Not Knitted Or Crocheted)
Periode: Januari-Juli 2013
Rank Partner Country January - July 2012
January - July 2013
% Change 2013/2012
World 1,331,812,407 1,351,615,503 1.49
1 Canada 478,712,620 498,384,906 4.11
2 Mexico 183,412,509 168,553,886 - 8.10
3 U.Kingdom 71,370,096 64,509,512 - 9.61
4 Japan 73,011,001 61,102,183 - 16.31
5 Honduras 44,647,781 44,620,080 - 0.06
6 Dominican 35,660,823 37,256,484 4.47
7 UAE 26,523,040 30,821,472 16.21
8 Korea South 25,753,334 30,478,577 18.35 9 Hong Kong 25,803,067 30,397,919 17.81 10 Netherlands 23,800,825 30,092,904 26.44 ASEAN
21 Singapore 10,427,184 10,389,086 - 0.37 27 Malaysia 4,354,710 6,099,864 40.08 38 Thailand 2,057,910 3,166,771 53.88 54 Indonesia 1,361,515 1,861,845 36.75 56 Philippines 1,771,318 1,475,247 - 16.71 62 Vietnam 2,831,686 1,177,706 - 58.41 95 Myanmar - 302,865 0.00 141 B.Darussalam 226,938 46,512 - 79.50 185 Cambodia 220,789 - - 100.00 187 Laos - - 0.00 Source of Data: U.S. Department of Commerce, Bureau of Census
2.2 Potensi Pasar Ekspor Garment di Amerika Serikat
Selama lima tahun hingga 2013, industri garment AS telah terpukul dari berbagai sisi. Dampak dari berbagai faktor seperti rantai pasokan, impor murah, dan resesi ekonomi telah secara signifikan menghambat pendapatan industri AS. Akibatnya, para analis memperkirakan bahwa pendapatan telah sedikit meningkat pada tingkat tahunan rata-rata 0,9% selama lima tahun terakhir. Dengan terjadinya pemulihan permintaan di sektor hilir karena meningkatnya sentimen konsumen sejak 2010, dan ini telah membantu mengurangi penurunan pendapatan industri selama resesi. Dengan terus meningkatnya disposable income dan permintaan di sektor hilir selama tahun 2013, pendapatan diperkirakan meningkat 5,6% terhadap total US$ 43,5 milyar.
Anjlloknya keuntungan ke titik terendah hingga sebesar 2,8% dari pendapatan tahun 2008, dan kecenderungan umum dari konsolidasi atau merger antara pelaku industri garment adalah tanda-tanda penurunan industri. Namun, laba industri telah kembali pulih ke tingkat sebelum terjadinya resesi akibat meningkatnya efisiensi proses di tingkat grosir, menurunkan upah buruh, dan meningkatkan keuntungan. Namun masih ada banyak pelaku grosir yang masih belum mengubah strategi mereka sehingga mereka mengalami penurunan pendapatan sejalan dengan lingkungan ekonomi yang berubah.
Impor murah dari negara yang memiliki tenaga kerja murah seperti China dan Vietnam memainkan peran besar dalam tekanan harga kepada peserta industri. Sejumlah besar perusahaan terintegrasi atau merger secara vertikal dan bergeser dari manufaktur pakaian lokal ke outsourcing untuk menghemat biaya tenaga kerja. Murahnya produk impor menciptakan kompetisi bagi produk dalam negeri, menyebabkan grosir untuk memangkas harga mereka sendiri untuk mendapatkan penjualan.
Integrasi atau merger di sektor pasokan juga telah memberikan definisi baru bagi banyak kegiatan industri. Setiap pemain besar di industri memiliki rantai pasokan yang terintegrasi, terlibat dalam sektor manufaktur, pemasaran, sumber, distribusi dan kegiatan ritel. Bahkan industri besar seperti Ralph Lauren Corporation, dimana penghasilan sektor grosir mencapai sekitar 47,3 % dari total pendapatan, dan pemain besar lain mencatat proporsi yang sama. Demikian pula, pada sektor hilir semakin banyak industri membawa operasi produksi ke luar AS. Sehingga menjadi suatu kesatuan dimana industri selain melakukan produksi di luar AS, juga melakukan pemasaran di negara yang sama.
Seperti halnya dengan industri grosir besar, pengecer besar semakin melebarkan pembelian sehingga mampu menekan harga. Untuk grosir agar dapat mempertahankan
pasar, mereka harus menurunkan harga, yang mengarah ke persaingan yang ketat antara pelaku industri. Hal ini pada akhirnya memberikan dampak bagi pendapatan dan keuntungan industri AS.
Selain tekanan harga, faktor resesi ekonomi menambahkan tingkat kesulitan bagi grosir, khususnya selama tahun 2008 dan 2009. Tingkat pengangguran naik disebabkan sentimen konsumen yang rendah selama periode ini, dengan penurunan yang paling besar adalah dari 43,9% pada tahun 2008. Retailer mengambil strategi dengan memberikan diskon besar kepada konsumen agar bisa mempercepat perputaran produk mereka.
Tekanan harga yang berasal dari krisis ekonomi mendorong pendapatan turun 4,4% dan 10,5 % pada tahun 2008 dan 2009.
2.3. Kebijakan Impor Garment di Amerika Serikat
Peraturan-peraturan yang berhubungan dengan industri garment pada umumnya ditangani oleh masing-masing Negara bagian. Kongres dan masing-masing negara bagian memberlakukan regulasi perdagangan dengan tujuan untuk mengembangkan ekonomi yang bersifat bebas dan kompetitif.
Dunia usaha yang berkecimpung di sektor industri garment harus mematuhi US Patent and Trademark Law, yang berkaitan dengan perlindungan hak kekayaan intelektual. Penalti dikenakan pada pelanggaran hak paten, seperti paten untuk desain pakaian. Pada bulan September 2012, Kongres AS menyetujui the Initiative Design Protection Act (IDPA), yang memberikan perlindungan hak cipta terbatas pada desain
fashion asli. IDPA juga memberikan perlindungan terhadap tuntutan hukum yang tidak beralasan yang justru akan membebani banyak sektor industri.
The Multi-Fibre Arrangement (MFA) adalah perjanjian multilateral yang ditandatangani pada tahun 1974. MFA adalah serangkaian perjanjian bilateral antara importir negara maju, seperti AS dan eksportir negara berkembang, seperti Cina dan Bangladesh. Jumlah perjanjian pengendalian ekspor bilateral AS tumbuh dari kesepakatan tunggal dengan Jepang pada tahun 1962 menjadi dengan 30 negara pada 1972 dan meningkat menjadi 40 pada tahun 1994. Dengan membatasi impor, AS dan Uni Eropa dapat menaikkan harga pakaian untuk pasar domestik mereka. Namun, MFA berakhir pada tahun 2005, dengan diangkatnya semua kuota impor. Hal ini memungkinkan untuk lebih banyaknya pakaian yang di impor dari negara-negara yang memiliki biaya produksi yang rendah, dengan demikian menurunkan harga pakaian dan menurunkan pendapatan industri.
Pedagang yang mengimpor garment harus tunduk pada bea masuk dan pembatasan AS. Peraturan umum yang mempengaruhi ekonomi secara luas dan berlaku untuk industri ini diantara lain adalah: Sherman Antitrust Act (1890), the Wilson Act (1894), the Clayton Act (1914), the Robinson-Patman Act (1936) dan berbagai peraturan lainnya mencakup kompetisi yang tidak adil. Selain itu, banyak negara bagian yang telah memberlakukan undang-undang antitrust mereka sendiri untuk memastikan bahwa perusahaan memberikan kepada konsumennya harga terbaik, kualitas, dan persaingan sehat antara perusahaan.
Kongres AS telah mengeluarkan peraturan-peraturan seperti, Sherman Act, Wilson Act, Clayton Act dan Robinson-Patman Act untuk mencegah terjadinya persaingan tidak sehat. Bersama, peraturan-peraturan tersebut membentuk hukum antitrust pemerintahan federal AS. Sherman Act (1890) menentang terbentuknya monopoli yang dapat menghambat persaingan. Wilson Act (1895) melarang konspirasi- konspirasi yang membatasi perdagangan impor. Clayton Act (1914) melarang berbagai bentuk diskriminasi harga. Akhirnya, Robinson-Patman Act (1936) memberikan perlindungan kepada pedagang kecil dan pemasok mereka dari persaingan yang tidak sehat dari toko dan retailer yang terintegrasi secara vertikal. Masing-masing negara bagian telah memberlakukan peraturan antitrust mereka sendiri untuk memastikan bahwa masyarakat disediakan toko-toko yang memberikan harga dan kualitas terbaik, ditambah dengan persaingan antara perusahaan yang sehat.
2.4. Pemasaran Produksi
Harga adalah menjadi faktor utama dalam pemasaran dan peningkatan perminataan pada produk garment. Volume penjualan grosir naik ketika harga relatif turun dibandingkan dengan barang lain. Retailer mengalami peningkatan permintaan sehingga mempengaruhi meningkatnya pembelian mereka dari grosir. Peningkatan nilai dolar AS juga membuat pakaian yang relatif lebih murah bagi industri untuk mengimpor pakaian dari luar negeri. Penghematan biaya ini dapat berdampak ke pengecer hilir dan konsumen, yang dapat merangsang peningkatan permintaan. Namun, penurunan harga
pakaian dapat menyeret permintaan industri jika volume pakaian yang dijual tidak diimbangi dengan harga yang lebih rendah.
Kondisi perubahan dari disposable income dan sentimen permintaan industri mempengaruhi konsumen. Ketika tingkat disposable income meningkat, konsumen membeli pakaian lagi. Demikian pula, ketika konsumen merasa bahwa situasi keuangan mereka akan terus membaik, mereka akan membeli lebih banyak pakaian. Peningkatan permintaan hilir meningkatkan permintaan pengecer dari grosir pakaian. Demikian pula, pertumbuhan penduduk juga merupakan determinan. Sebagai penduduk tumbuh, pengecer meningkatkan permintaan mereka untuk pakaian dari grosir.
Kualitas item pakaian memainkan peran dalam permintaan. Generasi tua, khususnya Baby Boomers (usia 45 sampai 60) dan Generasi X (usia 30 sampai 45 tahun), menempatkan nilai tinggi pada kualitas pakaian. Pedagang yang dapat mengintegrasikan produk-produk berkualitas tinggi cenderung untuk mengumpulkan permintaan hilir kuat dari konsumen. Penjualan pakaian akan bervariasi sesuai dengan kondisi musim dan cuaca, sebagai dingin yang luar biasa ringan akan menurunkan penjualan pakaian musim dingin yang berat. Syarat dan ketentuan dari perjanjian lisensi juga mempengaruhi permintaan.
Gambar 2.3. Segmentasi Pemasaran Produk Garment di AS Mei 2013
Tabel 2.9. Tabel Kondisi dan Proyeksi Industri Garment Amerika Serikat Periode: 2004 – 2018
Bab III. Peluang dan Strategi
3.1 Peluang
Tabel 3.1. Gambaran Pasar Garment AS
Sejumlah operator industri besar dalam beberapa tahun terakhir melakukan integrasi atau merger dalam bidang desain, manufaktur, distribusi, dan operasi retail. Hal ini memberikan dampak terpotongnya grosir independen. Desainer dan produsen lebih besar juga menjual produk mereka langsung kepada konsumen melalui toko retail milik perusahaan dan penjualan online, ini menjadi gambaran bagaiman terpotongnya sektor grosir. Kecenderungan ini telah muncul dalam upaya untuk mengurangi biaya dan meningkatkan margin keuntungan bagi industri besar.
Analis memperkirakan bahwa department store menguasai 35,0 % dari sektor industri pada tahun 2013. Pasar ini termasuk retailer seperti Macy, Bloomingdale. dan Kohl. Industri garment AS seperi Phillips dan Van Heusen, menyatakan bahwa Macy, JC Penney, dan Kohl telah menghasilkan sebagian besar dari pendapatan mereka lebih dari 30,0 %. Ralph Lauren menyatakan bahwa department store adalah pelanggan utama grosir dan perusahaan menerima 20% dari pendapatan dari retailer seperti Macy.
Toko retail diperkirakan memberikan andil dalam penjualan dari industri garment sekitar 30,0 % dari pendapatan industri pada tahun 2013. Segmen ini telah berkembang sebagai bagian dari pendapatan selama lima tahun terakhir sebelum 2013. Konsumen beralih ke toko diskon selama resesi sebagai usaha untuk menghemat pengeluaran mereka. Analis memperkirakan bahwa toko retail, seperti Walmart dan Target, telah tumbuh semakin kuat selama lima tahun terakhir. Mereka memperoleh pangsa pasar selama resesi dan bahkan memperluas dengan menambah lokasi baru. Meski mengalami penurunan penjualan pada tahun 2011 karena ekonomi perlahan pulih, toko retail tersebut telah tumbuh cepat untuk penjualan pakaian. Mereka menawarkan kepada konsumen produk baru dengan bermitra dengan desainer dan pemilik label untuk membuat koleksi
eksklusif. Seiring dengan tumbuhnya perusahaan-perusahaan garment, toko retailer secara alami berhasil menarik minat para pedagang sebagai mitra yang saling menguntungkan.
Toko pakaian khusus pria dan wanita, memiliki pangsa pasar penjualan sekitar 15,0 % dari pasar industri garment. Beberapa pengecer besar memilih untuk memproduksi produk mereka langsung dari luar negeri. Misalnya, toko pakaian pria Mens Warehouse menyatakan bahwa 31,0 % dari produknya diperoleh melalui sourcing dari Cina, Indonesia, India, Kanada, Meksiko dan Chile .
Segmen peluang pasar lainnya adalah penjualan melalui e-commerce dan grosir lainnya. Penjualan internet masih relatif rendah, namun menunjukan peningkatan karena belanja online menjadi lebih populer. Data dari US Census Bureau menunjukkan bahwa e-commerce mengalami pertumbuhan rata-rata 2,7% pertahun, peningkatan tersebut ternyata lebih besar dibandingkan toko pakaian khusus pria dan wanita. Semakin populernya belanja online dikarenakan kemudahan dalam melakukan transaksi dan ketersediaan produk yang lebih lengkap bila konsumen harus berkunjung ke lokasi toko retail atau grosir.
Gambar 3.1. Grafik Pergerakan dan Perkiraan Disposable Income dan Homeownership Amerika Serikat 2004-2018
3.2 Strategi
Terdapat peluang bagi pemain baru untuk memasuki pasar domestik AS. Seperti pada grafik dibawah ini terlihat bahwa porsi terbesar adalah pada produk baju dan kemeja dengan pangsa sekitar 34%, dilanjutkan dengan celana dan rok dengan 24%, jaket sekitar 11%, aksesoris 9,5%, pakaian dalam 7,7%, pakaian seragam 6,6%, dan lainnya 7,5%.
Gambar 3.2. Grafik Segmentasi Produk Garment Amerika Serikat 2013
Dari analisa pasar, terdapat beberapa kunci kesuksesan dari industri manufaktur garment di AS:
a. Jaminan pasokan untuk pemasukan kunci
Akses ke, atau kontrak dengan, produsen handal adalah sangat penting bagi pedagang grosir dalam industri ini untuk dapat mengembangkan pertumbuhan bisnis.
b. Kontrol pengaturan distribusi
Perjanjian lisensi yang eksklusif untuk beberapa merek tertentu memberikan keunggulan kompetitif bagi pedagang grosir.
c. Kemampuan untuk mengontrol stok di tangan
Kemampuan untuk mengontrol stok dengan baik adalah sangat penting untuk menepati janji-janji yang dibuat kepada klien dan untuk menjaga agar biaya tetap rendah.
d. Memiliki jaringan distribusi / koleksi yang luas
Peserta industri memerlukan gudang dan sistem distribusi yang efisien untuk dapat menjangkau berbagai klien.
e. Memiliki keahlian pemasaran
Pedagang dalam industri ini memerlukan kemampuan untuk secara efektif mempromosikan produk mereka dan sampai akhirnya memiliki tempat untuk penjualan ritel.
Bab IV. Informasi Penting
4.1. Kedutaan Negara Amerika Serikat di Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta Duta Besar : Scot Marciel
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 3 - 5 Jakarta 10110, Indonesia
Phone: (+62)(21) 3435-9000 Fax: (+62)(21) 386-2259
Website: http://jakarta.usembassy.gov/
4.2. Kamar Dagang Amerika Serikat
Kamar dagang AS bertujuan untuk membangun sebuah komunitas bagi pebisnis sehingga suara dan kebutuhan mereka dapat didengar oleh pemerintah pusat yang berada di Washington, D.C. Kamar dagang AS pada dasarnya dibagi ke dalam 3 kategori: kantor pusat (Washington, D.C.), kantor regional, dan kantor negara bagian serta lokal. Berikut merupakan kamar dagang AS berdasarkan kantor regional:
1. Great Lakes Region
Ben Taylor, Director
300 South Wacker Dr. STE 1600, Chicago, IL 60606
P: (312) 983-7113 F: (312) 386-7822
Illinois, Indiana, Kentucky, Michigan, Ohio, Pennsylvania 2. Northwest Region
Christopher Strow, Executive Director
3400 188th Street SW, Suite 403, Lynnwood, WA 98037
P: (425) 774-8094 F: (425) 778-8341
Alaska, Idaho, Montana, Oregon, Washington, Wyoming 3. Western Region
Dick Castner, Executive Director
21243 Ventura Blvd. Suite 135, Woodland Hills, CA 91364
P: (818) 884-0702 F: (818) 884-2511
Arizona, California, Hawaii, Nevada, Utah 4. Southwest & South Central
John Gonzales, Senior Manager
222 W Las Colinas Blvd, Suite 1560, Irving, TX 75039
P: (972) 387-1099 ex 4252 F: (972) 409-0453
Arkansas, Colorado, Kansas, Louisiana, Missouri, New Mexico, Oklahoma, Texas
5. Southeastern Region
Moore Hallmark, Executive Director
501 Village Trance, NE, Building 9A – STE 201, Marietta, GA 30067
P: (770) 951-8864 F: (770) 956-1216
Alabama, Florida, Georgia, N Carolina, S Carolina, Tennessee, Virginia, Mississippi
6. Eastern Region
Geoffrey O’Hara , Executive Director
One Davol Square, Suite 310, Providence, RI 02903
P: (401) 831-8885 F: (401) 831-1711
Connecticut, Delaware, Maine, Maryland, Massachusetts, New Hampshire, New Jersey, New York, Rhode Island, Vermont, West Virginia
7. Midwest Region
Doug Loon, Vice President
11010 Prairie Lakes Drive, Suite 125, Eden Prairie, MN 55344
Cell: (612) 840-6953
Iowa, Minnesota, Nebraska, North Dakota, South Dakota, Wisconsin
4.3. Daftar Pameran Garment di Amerika Serikat
Sourcing at MAGIC
Pameran Sourcing at MAGIC dilaksanakan di Las Vegas, negara bagian Nevada (NV), dua kali dalam setahun yakni 18-21 Februari 2013 dan 18-21 Agustus 2013. Pamerna Sourcing at MAGIC ini menampilkan berbagai macam produk garment dan perlengkapan. Pameran ini memfokuskan pada manufaktur dan suplai industri garment AS dan dunia. Pameran ini adalah one-stop fashion dari pakaian grosir, aksesoris, hingga sepatu. Pameran yang diselenggarakan oleh Advanstar ini bisa menghadirkan sekitar 1500 perusahaan dan sekitar 25.000 pengunjung setiap pelaksanaan pamerannya. Website pameran ini adalah www.magiconline.com.
New York Spinexpo
Pameran New York Spinexpo dilaksanakan di kota New York, Negara Bagian New York (NY). Pameran New York Spinexpo dilaksanakan pada tanggal 16-18 Juli 2013. Pameran ini adalah pameran produk benang dan produk pendukung industri garment ternama di dunia yang diikuti lebih dari 20 negara produsen garment dunia. Pengunjung setiap tahunnya bisa mencapai 15 ribu orang, dan merupakan pameran produk benang dan produk pendukung industri garment terbesar di AS. Pameran ini juga menyelenggarakan seminar dan kegiatan lainnya yang memberikan banyak manfaat bagi seluruh pelaku industri garment di AS dan di dunia. Website pameran ini adalah www.spinexpo.com.
Denver Apparel & Accessory Market
Pameran Denver Apparel & Accessory Market dilaksanakan di Denver, negar bagian Colorado (CO), pada tanggal 23-26 Agustus 2013. Pameran ini memamerkan berbagai hasil produk garment dari berbagai industri dan negara. Pameran ini lebih mengkhususkan kepada garment yang bercitarasa tinggi dan kontemporer. Pameran ini dihadiri sekitar seribu peserta yang menyajikan produk garment yang khusus produk high-end. Website pameran ini adalah www.denvermart.com.
Fashion Designers Expo
Pameran Fashion Designers Expo yang dilaksanakan pada tanggal 3-5 Oktober 2013ini dilaksanakan di Miami, negara bagian Florida (FL). Berbagai macam produk garment dipamerkan pada pameran ini. Para peserta pameran mencakup perusahaan dari AS dan juga dunia. Sekitar seribu peserta dari AS dan dunia hadir pada pameran Fashion Designers Expo ini. Pameran ini memang lebih memfokuskan pada produk fashion dari pelaku usaha perancang busana. Website pameran ini adalah www.fashiondesignersexpo.com.
4.4. Perwakilan Indonesia di Amerika Serikat Kedutaan / Konsulat di Amerika Serikat
Permanent Mission of the Republic of Indonesia to the United Nations Ambassador : H.E. Mr. Dr. Desra Percaya.
Address : 325 East 38th Street, New York, NY 10016, United States of America Phone : (1- 212) 972-8333
Fax : (1-212) 972-9780
Email : [email protected] Website : http://newyork-un.kemlu.go.id
Embassy of the Republic of Indonesia in Washington D.C.
Ambassador : H. E. Mr. Dr. Dino Patti Djalal, M.A.
Address : 2020 Massachusetts Avenue, N.W. Washington D.C. 20036, United States of America Phone : (1-202) 775-5200
Fax : (1-202) 775-5365
Email : [email protected]
Website : http://www.embassyofindonesia.org / washington.kemlu.go.id (new) Consulate General of the Republic of Indonesia in Houston
Consul General : H.E. Mr. Al Busyra Basnur
Address : 10900 Richmond Avenue, Houston, Texas 77042, United States of America Phone : (1-713) 785-1691
Fax : (1-713) 780-9644 Email : [email protected]
Website : http://houston.kemlu.go.id/ www.indonesiahouston.net.
Consulate General of the Republic of Indonesia in Los Angeles Consul General : H.E. Mr. Hadi Martono
Address : 3457 Wilshire Boulevard, Los Angeles, C.A. 90010, United States of America Phone : (1-213) 383-5126
Fax : (1-213) 487-3971 Email : [email protected]
Website : http://losangeles.kemlu.go.id (new)
Consulate General of the Republic of Indonesia in New York Consul General : H.E. Mr. Ghafur Akbar Darma Putra
Address : 5, East 68th Street, New York, NY 10065 USA, United States of America Phone : (1-212) 879-0600 to 15
Fax : (1-212) 570-6206
Email : [email protected] Website : http://newyork.kemlu.go.id
Consulate General of the Republic of Indonesia in San Fransisco Consul General : Mr. Asianto Sinambela, S.H., L.L.M
Address : 1111 Columbus Avenue, San Francisco, CA 94133-1707, United States of America Phone : (1-415) 474-9571
Fax : (1-415) 441-4320
Email : [email protected]
Website : www.indonesia-sanfrancisco.net / sanfrancisco.kemlu.go.id(new) Consulate General of the Republic of Indonesia in Chicago
Consul General : H.E. Mr. Andriana Supandy
Address : 211 West Wacker Drive, 8th Floor, Chicago, Illinois 60606, United States of America Phone : (1-312) 920-1880
Fax : (1-312) 920-1881
Email : [email protected]
Website : www.indonesiachicago.org / chicago.kemlu.go.id (new) Honorary Consulate of the Republic of Indonesia in Hawaii Honorary Consul : H.E. Mr. Patrick K. Sullivan
Address : 1001 Bishop Street, ASB Tower, Suite 2970, Honolulu, HI 96813, United States of America Phone : (1-808) 531-3017
Fax : (1-808) 531-3177 Email : ---
Website : ---
4.5. Daftar Importir Garment di Amerika Serikat.