• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lampiran 1 : Buku Koding dan Panduan Koding. BUKU KODING DAN PADUAN KODING Penggambaran NTT dan Papua dalam Film-Film Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Lampiran 1 : Buku Koding dan Panduan Koding. BUKU KODING DAN PADUAN KODING Penggambaran NTT dan Papua dalam Film-Film Indonesia"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)

117

Lampiran 1 : Buku Koding dan Panduan Koding

BUKU KODING DAN PADUAN KODING

“Penggambaran NTT dan Papua dalam Film-Film Indonesia”

Penelitian ini menggunakan metode analisis isi untuk menjawab pertanyaan dari penelitian ini yaitu bagaimana penggambaran NTT dan Papua dalam film-film Indonesia. Indikator yang digunakan diambil dari indikator penggambaran Budaya dari penelitian sebelumnya. Setiap indikator yang dipakai sangat penting untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini. Oleh karena itu buku koding ini dibuat sebagai panduan bagi coder kedua dalam proses koding. Coder kedua harus menonton 6 film yang dipilih sebagai sampel penelitian dan selanjutnya mengisi lembar koding yang telah disediakan oleh peneliti. Coder harus menulis antara angka “1” dan “0” pada masing-masing kolom kategori. Angka “1” mewakili kehadiran dari indikator dari komponen media yang tersedia dalam media yang tersedia sedangkan angka “0” dipilih jika tidak adanya kehadiran dari indikator yang ada dalam media yang ditonton. Coder hanya perlu menulis angka “1” pada lembar coding, jika dalam satu film kategori muncul lebih dari sekali. Berikut adalah penjelesan dari masing-masing kategori yang dipakai dalam lembar coding:

1. Scene Level

a. Environmental Variable

Pollution (Polusi) - Pollution Place

“1” = Jika terdapat penggambaran dan pembahasan tentang jalan yang kotor, air yang tidak bersih, daerah yang kering, tempat yang sempit atau sesak, tempat yang kumuh, dan hal yang sejenisnya.

“0” = Jika tidak terdapat penggambaran dan pembahasan tentang jalan yang kotor, air yang tidak bersih, daerah yang kering, tempat yang sempit atau sesak, tempat yang kumuh, dan hal yang sejenisnya.

(2)

118 - Unpolluted Place

“1” = Jika terdapat penggambaran tempat atau daerah yang tidak tercemar seperti tentang jalan atau daerah yang bersih, air yang bersih, daerah yang tenang dan mewah atau hal serupanya.

“0” = Jika tidak terdapat penggambaran tempat atau daerah yang tidak tercemar seperti tentang jalan atau daerah yang bersih, air yang bersih, daerah yang tenang dan mewah atau hal serupanya.

Scene locales (Suasana Lokasi) - Lokasi Tradisional

“1” = Jika terdapat penggambaran dan diskusi tentang daerah pedesaan, sekolah yang kumuh, peternakan, pasar, dan tempat lain yang serupa serta lingkungan alam seperti hutan, pegunungan, sungai, laut, danau, lapangan hijau.

“0” = Jika tidak terdapat penggambaran dan diskusi tentang daerah pedesaan, sekolah yang kumuh, peternakan, pasar, dan tempat lain yang serupa serta lingkungan alam seperti hutan, pegunungan, sungai, laut, danau, lapangan hijau.

- Lokasi Moderen

“1” = Jika terdapat penggambaran daerah perkotaan, seperti kantor, sekolah yang mewah, rumah makan, rumah sakit, dan tempat lain yang serupa.

“0” = Jika tidak terdapat penggambaran dari daerah perkotaan, seperti kantor, sekolah yang mewah, rumah makan, rumah sakit, dan tempat lain yang serupa.

 Model Transportasi - Transportasi Umum

“1” = Jika terdapat penggambaran tentang penggunaan alat transportasi umum seperti gerobak hewan, bis, motor (Ojek), angkot, dan alat transportasi lain yang serupa.

(3)

119

“0” = Jika tidak terdapat penggambaran tentang penggunaan alat transportasi umum seperti gerobak hewan, bis, motor (Ojek), angkot, dan alat transportasi lain yang serupa.

- Transportasi Pribadi

“1” = Jika terdapat penggambaran tentang tranportasi pribadi seperti mobil atau kendaraan lainnya yang sejenis.

“0” = Jika tidak terdapat penggambaran tentang tranportasi pribadi seperti mobil atau kendaraan lainnya yang sejenis.

b. Socio-Cultural Variable

 Religion (Agama) - Agama Tradisional

“1” = Jika terdapat penggambaran dan diskusi tentang praktek keagamaan seperti sihir, ilmu gaib (santet) dan ibadah alam.

“0” = Jika tidak terdapat penggambaran dan diskusi tentang praktek keagamaan seperti sihir, ilmu gaib (santet) dan ibadah alam.

- Agama Moderen

“1” = Jika terdapat adegan yang menggambarkan dan mendiskusikan tentang aktivitas berdoa dan kepercayaan pada Tuhan.

“0” = Jika tidak terdapat adegan yang menggambarkan dan mendiskusikan tentang aktivitas berdoa dan kepercayaan pada Tuhan.

 Leisure Activites (Aktivitas Luang) - Aktivitas Tradisional

“1” = Jika terdapat penggambaran dan diskusi tentang permainan tradisional seperti bola sepak, layang-layang dan sekedar duduk berkumpul di warung tanpa disengaja sambil bercerita atau hal lain yang serupa.

“0” = Jika tidak terdapat penggambaran dan diskusi tentang permainan tradisional seperti bola sepak, layang-layang dan

(4)

120

sekedar duduk berkumpul di warung tanpa disengaja sambil bercerita atau hal lain yang serupa.

- Aktivitas Modern

“1” = Jika terdapat adegan yang menggambarkan aktivitas seperti clubbing, nongkrong di mall dan hal lain yang sejenis.

“0” = Jika tidak terdapat adegan yang menggambarkan aktivitas seperti clubbing, nongkrong di mall dan hal lain yang sejenis.

 Status of women and Children (Status wanita dan anak-anak) - Stereotypical indicator

“1” = Jika terdapat penggambaran dan diskusi tentang wanita yang bekerja sebagai ibu rumah tangga, perbudakan dan pengorbanan anak, pelecehan dan pemerkosaan.

“0” = Jika tidak terdapat penggambaran dan diskusi tentang wanita yang bekerja sebagai ibu rumah tangga, perbudakan dan pengorbanan anak, pelecehan dan pemerkosaan.

- Non-stereotypical indicator

“1” = Jika terdapat penggambaran dan diskusi tentang wanita yang bekerja di kantoran, guru, dan hal yang sejenis.

“0” = Jika tidak terdapat penggambaran dan diskusi wanita yang bekerja di kantoran, guru, dan hal yang sejenis.

2. Character Level

Character didefinisikan sebagai penggambaran orang pada bagian yang artistic, seperti drama atau novel. Pengertian lain dikategorisasi dalam film.

Level ini terdiri dari 5 element:

Role (peran)

- Indonesia Timur

“1” = Jika Peran dalam film lebih banyak dimainkan oleh orang Indonesia Timur seperti NTT dan Papua “0” = Jika Peran dalam film tidak diperankan oleh orang Indonesia Timur.

- Non Indonesia Timur

“1” = Jika Peran dalam film lebih banyak dimainkan oleh bukan orang Indonesia Timur.

(5)

121

“0” = Jika Peran dalam film tidak diperankan oleh orang yang bukan orang Indonesia Timur.

Gender - Pria

“1” = Jika lebih banyak karakter pria dalam film.

“0” = Jika tidak ada karakter pria dalam film.

- Wanita

“1” = Jika lebih banyak karakter wanita dalam film.

“0” = Jika tidak ada karakter wanita dalam film.

Occupation (pekerjaan)

- Pekerjaan yang tidak terlatih

“1” = Jika terdapat adegan yang menceritakan tentang pengangguran, imam, nelayan, tukang kayu dan atau pekerjaan lain yang sejenis.

“0” = Jika tidak terdapat adegan yang menceritakan tentang pengangguran, imam, nelayan, tukang kayu dan atau pekerjaan lain yang sejenis.

- Pekerjaan yang Terlatih

“1” = Jika terdapat adegan yang menceritakan tentang guru, manager, dokter, pelajar, artis dan polisi.

“0” = Jika tidak terdapat adegan yang menceritakan tentang guru, manager, dokter, pelajar, artis dan polisi.

 Class (Kelas Sosial)

Dalam ini idikator ini penulis membaginya kedalam dua kategori yaitu:

- Kaya

Karakter kaya digambarkan mereka yang berpakaian layak dan mewah serta tinggal rumah atau tempat-tempat yang serupa. Ini termaksud dalam non-stereotypical indicator.

- Miskin

(6)

122

Karakter miskin digambarkan mereka yang menggunakan pakaian yang lusuh dan tinggal di gubuk dan pondok-pondok atau tempat- tempat serupa. Ini termaksud dalam stereotypical indicator

 Place of Residence (tempat tinggal) - Daerah Pedesaan

Indikator ini dilihat dari tempat tinggal yang digambarkan dalam film didaerah pedesaan, tinggal di hutan, jalanan, atau tempat tinggal sementara (stereotypical indicator).

- Daerah Urban

Indikator ini dilihat dari penggambaran tempat tinggal di daerah urban seperti perkotaan dan rumah-rumah didaerah mewah (non- stereotypical).

 Language and Dialects (bahasa dan dialeg) - Bahasa Lokal

Dalam indikator ini bisa dilihat apakah karakter yang ada menggunakan bahasa dan dialeg Indonesia Timur (stereotypical indicator)

- Non Lokal

Karakter yang ada menggunakan bahasa dan dialeg lain seperti Inggris, china, dan lainnya (non-stereotypical indicator).

(7)

123 Lampiran 2: Coding Sheet

(8)

124

(9)

125

(10)

126

(11)

127

(12)

128

(13)

129

(14)

130

(15)

131

(16)

132

(17)

133

(18)

134

(19)

135

(20)

136

(21)

137

(22)

138

(23)

139

(24)

140

(25)

141

(26)

142

(27)

143

(28)

144

(29)

145

(30)

146

(31)

147

(32)

148

(33)

149

(34)

150

(35)

151

(36)

152

(37)

153

(38)

154

(39)

155

(40)

156

(41)

157

(42)

158

(43)

159

(44)

160

(45)

161

(46)

162

(47)

163

(48)

164

(49)

165

(50)

166

(51)

167

(52)

168

(53)

169

(54)

170

(55)

171

(56)

172

(57)

173

(58)

174

(59)

175

(60)

176

(61)

177

(62)

178

(63)

179

(64)

180

(65)

181

(66)

182

(67)

183

(68)

184

Referensi

Dokumen terkait