Pemilihan Peserta Olimpiade Bahasa Inggris Menggunakan Metode Hybrid ROC-EDAS (SMP Muhammadiyah 58)
Dewi Yulistiana
Fakultas Ilmu Komputer Dan Teknologi, Program Studi Teknik Informatika, Universitas Budi Darma, Medan, Indonesia Email: [email protected]
Abstrak-Olimpiade Bahasa Inggris merupakan salah satu ajang bergengsi dalam kalangan pendidikan dimana pemenang perlombaan merupakan orang-orang berbakat dan terpilih dengan memiliki kemampuan diatas rata-rata, pemenang perlombaan olimpiade bahasa ingris juga mempengaruhi nama baik dari instansi pendidikan tempat peserta lomba mendapatkan pendidikan. Hal tersebut membuat pentingnya dalam menyeleksi peserta yang akan dikirim untuk mengikuti perlombaan yang telah diadakan agar memperkecil kemungkinan hal-hal yang tidak di inginkan terjadi. Dilakukan pemilihan menggunakan bantuan sistem pendukung keputusan untuk membantu mempermudah memilih dan menyeleksi kandidat secara sujektif dan akurat, pada penelitian ini akan melihat kerja dari metode Hybrid ROC-EDAS dalam membantu pemilihan peserta olimpiade jauh lebih akurat lagi.
Kata Kunci: SPK; Olimpiade; Bahasa Inggris; ROC; EDAS
Abstract-The English Olympiad is one of the prestigious events in the field of education where the winners of the competition are talented and selected people with above average abilities, the winners of the English Olympiad competition also affect the good name of the educational institution where the contestants receive education . This makes it important to select participants who will be sent to take part in competitions that have been held so as to minimize the possibility of unwanted things happening. The election is carried out using the help of a decision support system to help make it easier to select and select candidates subjectively and accurately. This research will look at the work of the Hybrid ROC-EDAS method in helping the selection of Olympic participants more accurately.
Keywords: SPK; ROC; EDAS; English; Olympiad
1. PENDAHULUAN
Perkembangan tekologi komputer yang semakin hari semakin canggih dengan kemampuan kecerdasan manusia yang dapat diadaptasikan dengan mudah menggunakan penalaran metode dan logika yang diterapkan dalam sebuah terkologi komputer.
Saat ini teknologi komputer banyak digunakan dan diterapkan untuk membantu seseorang dalam menyelesaikan permasalahan, salah satu permasalahan yang biasa diterapkan adalah permasalahan dalam pegambilan keputusan karena dalam sebuah keputusan memiliki tugas dan tanggung jawab yang menentukan nasib dimasa yang akan datang terhadap keputusan yang diambil, besarnya pengaruh sebuah keputusan yang dapat mempengaruhi masa depan membuat pengambilan keputusan sangat dilakukan dengan teliti dan menerapkan pertimbangan dan perhitungan yang tepat dengan bantuan teknologi komputer.
Pengambilan keputusan dilakukan juga oleh SMP Muhammadiyah 58 dalam menentukan dan memilih siswa SMP Muhammadiyah 58 yang memiliki potensi dan keunggulan dalam suatu mata pembelajaran yang dapat digunkan untuk mengikuti ajang perlombaan olimpiade, khususnya olimpiade bahasa inggris, dimana bahasa inggris merupakan program ekstra kurikuler utama dalam mencerdaskan anak bangsa pada tingkatan sekolah menengah pertama. Perlu dilakukan penyeleksian dan pengambilan keputusan yang tepat terhadap siswa yang akan mengikuti perlombaan karena dianggap peserta akan membawa harus nama sekolah jika menghasilkan kandidat yang berkualitas tinggi.
Proses pemilihan pihak SMP Muhammadiyah 58 masih menggunakan cara manual dimana pemilihan dilakukan dengan menunjuk satu siswa yang dianggap mampu menjadi peserta olimpiade, hal tersebut dianggap tidak efektif dan dapat memberika peluang kegagalan dalam meraih kemenangan perlombaan menjadi lebih besar dikarenakan tidak dilakukan penyeleksian yang benar dan tepat. Proses pemilihan secara manual dengan cara menunjuk siswa yang dianggap mampu mengikuti kegiaran olimpiade juga dapat menyita banyak waktu dalam proses pemilihannya, sehingga perlu dilakukan penerapan sistem dalam pengambilan keputusan untuk dapat menanggulangi permasalahan yang terjadi.
Penerapan sistem pendukung keputusan digunakan logika sebuah metode untuk menjadi tahapan penyelesaian permasalahan secara sistematik, pada sebuah sistem pendukung keputusan digunakan beberapa metode yang tepat. Salah satu tahapan yang tepat adalah dilakukan kombinasi metode pengambilan keputusan dalam meningkatkan hasil penelitian jauh lebih baik. Hal tersebut dapat diketahui berdasarkan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya. Penggunaan metode yang digunakan yaitu metode ROC (Rank Order Centroid) dan metode EDAS (Distance from Average Solution).
Liza Handayani dkk, melakukan penelitian di tahun 2019 dengan judul “Pemilihan Kepling Teladan Menerapkan Metode Rank Order Centroid(ROC) dan Additive Ratio Assessment(ARAS) di Kecamatan Medan” Hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa penggunaan metode ROC dan ARAS dapat menentukan keputusan dalam Pemilihan Kepling Terbaik.
Berdasarkan hasil perancangan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka dalam penelitian ini dapat diambil kesimpulan Penerapan Metode ROC dan mampu memberikan rekomendasi kepada user berupa penilaian berdasarkan dari bobot kriteria penilaian yang telah ditentukan.dan Metode ROC (Rank Order Centroid) dan ARAS (Additive Ratio Assessment) dapat digunakan untuk memecahkan masalah dalam penilaian guru terbaik [1]. Dan penelitian yang lainnya dilakukan oleh Pristiwati
Fitriani dan Tomy Satria Alasi dan teman-teman lainnya pada tahun 2021 yang berjudul “Sistem Pendukung Keputusan dalam Menentukan Judul Skripsi Mahasiswa dengan Metode WASPAS, COPRAS dan EDAS” berdasarkan penerapan ketiga metode sebagai metode perbandingan untuk melihat kualitas dari seluruh penggunaan metode didapatkan hasil metode EDAS (Distance from Average Solution) sangat praktis dalam kondisi dengan atribut yang kontradiktif dan didapatkan nilai sebesar 0,866752 pada penggunaan metode EDAS.
2. METODOLOGI PENELITIAN
21. Sistem Pendukung Keputusan
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) memiliki tujuan memberikan prediksi, menyediakan informasi serta mengarahkan pengguna atau user informasi agar mampu melakukan aktivitas pengambilan keputusan dengan lebih efektif. Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menggunakan CBIS (Computer Based Information System) yang fleksibel, interaktif, dan dapat diadaptasi, yang dikembangkan untuk mendukung solusi atas masalah manajemen spesifik yang tidak terstruktur.Aplikasi DSS menggunakan data, memberikan antarmuka pengguna yang mudah dan dapat menggabungkan pemikiran pengambil keputusan [2]. Sistem pendukung keputusan adalah sistem interaktif yang mendukung pengambilan keputusan dalam proses keputusan melalui alternatif yang dihasilkan dari pengolahan, informasi, dan model hasil desain data. Pengertian sistem pendukung keputusan menurut para ahli adalah sebagai berikut:
a. Menurut Kusrini, sistem pendukung keputusan adalah sistem yang digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan tidak terstruktur dimana tidak ada yang tahu pasti bagaimana mengambil keputusan . Menurut Efan Turban, sistem pendukung keputusan tidak hanya menyediakan alat untuk mendukung dan mengeksekusi keputusan secara langsung, tetapi juga meningkatkan berbagai sistem pendukung keputusan berbasis computer.
b. Menurut Herbet A. Simon, sistem pendukung keputusan adalah kontinu, dengan keputusan terprogram di satu ujung dan keputusan tidak terprogram di ujung lain .
Dari pendapat ahli di atas, Sistem Pendukung Keputusan adalah sistem informasi yang membantu orang membuat keputusan berbasis komputer dan mendukung keputusan berbasis pengetahuan. Pendekatan pengambilan keputusan dan alternatif untuk menilai aktivitas sebagai data, dan pengambilan keputusan yang sesuai. Sistem pendukung keputusan juga bertujuan untuk mendukung analisis dan membuat keputusan yang tidak terstruktur dan tidak jelas. Ini tidak berarti mengotomatisasi pengambilan keputusan, ini hanya menyediakan aplikasi interaktif untuk menganalisis dan mengeksekusi keputusan yang lebih akurat dan akurat.
2.2 Olimpiade Bahasa Inggris
Olimpiade bahasa inggris merupakan olimpiade yang memperlombakan kempuan berbahasa inggris para pelajar disetiap sekolah, tujuan dari diadakan olimpiade ini tidak lain adalah memperkuat tali persaudaraan antar sekolah dan melatih serta membantu mengetahui kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan bahasa asing yaitu bahasa Inggris. Bahasa Inggris sendiri merupakan bahasa pengantar dalam dunia international dimana bahasa ini merupakan bahasa yang paling berpengaruh di seluruh penjuru dunia[9].
Pentingnya ikut dan berpartisipasi dalam ajang dunia olimpiade menjadi cikal bakaln dalam menempuh kehidupan yang lebih cerah dimasa yang akan datang, olimpiade digunakan untuk membantu meningkatkan eksistensi sekolah maupun perguruan tinggi jika memenangkan ajang tersebut dan kemenangan tersebut seagai bukti keberhasilan pihak sekolah dalam mengelola peserta didik mampu dalam menerpkan ilmu pembelajaran terkhusus dalam pembelajaran bahasa inggris [3], [10].
2.3 Metode Rank Order Centroid (ROC)
Konsep dasar dari metode Rank Order Centroid (ROC) adalah memberikan bobot berdasarkan tingkat kepentingan dari kriteria.
Biasanya dibentuk dengan pernyataan “Kriteria 1 lebih penting dari kriteria 2, yang lebih penting dari kriteria 3” dan seterusnya hingga kriteria ke n [4].
Jika : 𝐶1≥ 𝐶2 ≥ 𝐶3 ≥ 𝐶4…≥ 𝐶𝑚 (1)
Maka : 𝑊1≥ 𝑊2 ≥ 𝑊3 ≥ 𝑊4…≥ 𝑊𝑛 (2)
Pada umumnya,Pembobotan ROC dapat di rumuskan sebagai berikut : 𝑊𝑘= 1
𝑘∑ (1
𝑖
𝑘𝑖=1 ) (3)
Dimana :
Wk = Normalisasi rasio perkiraan skala bobot tujuan i = Total jumlah tujuan
k = Ranking dari i tujuan
C = Criteria
2.4 Metode Distance from Average Solution (EDAS)
EDAS pernah digunakan oleh Karabasevic, et all untuk pemilihan personil dalam industry IT. Hasil peneilitan adalah metode EDAS merupakan metode yang efektif, dapat disesuaikan dan mudah digunakan dalam pemilihan personil[12]. EDAS dapat membantu pengambil keputusan untuk memilih kandidat terbaik di antara yang lain[11]. Metode Distance from Average Solution (EDAS) digunakan untuk sistem pendukung keputusan. Tahapan metode yaitu[5]:
a. Hasil rata-rata alternative
AVj = (4)
b. Rata-Rata Jarak Positif dan Negatif
PDAij = (5)
NDAij = (6)
c. Penilaian Jarak Positif dan Negatif
SPi = (7)
SNi = (8)
SP dan SN adalah penilaian bobot atribut, dan digunakan untuk menentukan nilai PDA tertimbang dan NDA tertimbang dari masing-masing alternate.
d. Normalisasi Bobot Jarak positif dan negatif
NSPi = (9)
NSNi = (10)
NSP dan NSN adalah Mempertimbangkan bobot atribut dari PDA dan NDA.
e. Penetapan Skor
ASi = (11)
f. Penentuan Ranking
2.5 Kerangka Kerja Penelitian
Metodologi Penelitian atau biasa dikenal sebagai kerangka kerja dalam sebuah penelitian dibuat untuk mengetahui hal-hal yang dilakukan pada saat memulai penelitian hingga mendapatkan hasil penelitian sesuai dengan pengujian yang dilakukan, pada peneltian ini dilakukan beberapa tahapan dalam menentukan peserta olimpiade bahasa inggris menggunakan metode ROC dan metode EDAS atau biasa disebut dengan metode hybrid.
1. Tahapan Indentifikasi Masalah
Tahap ini adalah cara penulis untuk memperkirakan dan menjabarkan permasalahan yang terjadi dalam menentukan kompetensi calon peserta .
2. Mengumpulkan Data
Tahap ini adalah mengumpulkan data apa saja yang dibutuhkan dalam penelitian dan membangun sistem yaitu observasi dan wawancara. Mengumpulkan data ini berguna untuk mempermudah penulis dalam melakukan penelitian.
a. Observasi
Observasi yaitu pengamatan yang berlansung dilakukan ke lapangan atau lokasi penelitian.
b. Wawancara
Tidak hanya melakukan pengamatan, namun penulis juga melakukan wawancara kepada pihak yang bersangkutan.
3. Tahapan Studi Literatur
Pada tahapan ini, dilakukan pemahaman terhadap objek yang akan diteliti, dengan membaca berbagai sumber referensi seperti, buku-buku, jurnal maupun sumber bacaan lainnya.
4. Tahapan Analisa dan Penerapan Metode ROC dan EDAS
Tahapan Analisa digunakan untuk mengetahui apa yang menjadi sumber masalah dalam melakukan Penilaian tenaga kerja pada tempat lokasi penelitian. Sehingga penyelesaian yang dihasilkan diharapkan nantinya dapat mengatasi permasalahan yang ada. Setelah itu, penulis melakukan penerapan Kombinasi Rank Order Centroid (ROC) dan EDAS (Distance from Average Solution) Penerapan metode dilakukan untuk menghitung nilai-nilai dari setiap alternatif dan kriteria yang ada.
5. Tahapan Perancangan
Pada tahap ini, penulis memberikan gambaran mengenai penilaian terhadap calon peserta pemilihan. Tahapan perancangan sistem merupakan data yang telah dianalisis ke dalam bentuk yang mudah dan dimengerti oleh pemakai (User).
6. Tahap Implementasi
Merupakan tahap penerapan dari proses analisa, diamana data akan diproses kedalam perangkat lunak sistem (source code), tujuan untuk mengetahui apakah sistem dapat berjalan sesuai kebutuhan dan dapat berjalan dengan baik, atau diperlukannya perbaikan pada sistem tersebut. Untuk mengimplementasikan sistem yang akan dibuat, dibutuhkan perangkat pendukung, yaitu berupa perangkat lunak dan perangkat keras.
7. Dokumentasi
Tahap dokumentasi merupakan tahap akhir dari pelaksanaan penelitian yang dibuat dalam bentuk laporan. Dokumentasi ini dibuat untuk menjelaskan aplikasi agar memudahkan orang lain yang ingin mengembangkan aplikasi lebih lanjut.
Gambar 1. Tahapan Penelitian
3. ANALISA DAN HASIL
3.1 Analisa dan Penerapan Metode
Tahapa analisa dan penerapan metode menjelaskan tentang proses penyelesaian pengambilan keputusan berdasarkan nilai dari kombinasi metode pembobotan ROC (Rank Order Centroid) akan digunakan untuk mengetahui nilai dari bobot kriteria yang digunakan sebagai bahan pertimbangan dan nilai rangking yang digunakan
Analisa dan Penerapan Metode ROC dan ARAS Mulai
Studi Literatur
Dari beberapa sumber terkait dan berpengaruh Mengidentifikasi Masalah Mengumpulkan Data
Wawancara Observasi
Metode ROC
1. Pernyatan Kriteria ke-1 lebih baik dari kriteria ke-2, kriteria ke-2 lebih baik dari kriteria ke-3, kriteria ke-3 lebih baik dari kriteria ke-4, dan seterusnya.
2. Untuk memperoleh nilai bobot (W), maka digunakan persamaan ke 3.
3. Hasil dari total 𝑊𝑚 yaitu bernilai 1.
Metode EDAS
1. Menentukan nilai rata-rata alternative
2. Rata-Rata Jarak Positif dan Negatif 3. Penilaian Jarak Positif dan Negatif 4. Normalisasi Bobot Jarak positif dan
negatif
5. Penetapan Skor
Perancangan Implementasi
Selesai Dokumentasi Pengujian
n
adalah proses yang dihasilkan menggunakan metode EDAS (Distance from Average Solution), perolehan nilai tertinggi yang digunakan sebagai pemilihan siswa yang layak dijadikan peserta olimpiade Bahasa inggris.
3.1.1 Penerapan Metode ROC
Langkah yang harus dilakukan dalam menentukan prioritas kriteria sebagai berikut:
a. Membuat urutan kriteria yang paling berpengaruh
Pada tahap dilakukan penilaian perbandingan antara satu kriteria dengan kriteria lain dimana kriteria yang paling dibutuhkan merupakan kriteria pada urutan pertama. Adapun kriteria yang digunakan sebagai berikut ini:
Tabel 1. Kriteria peserta Olimpiade Bahasa Inggris
No
Kode ID
Keterangan
Kode Nilai Jenis 1 C1 Prestasi Akademik W4 Benefit 2 C2 Sertifikat TOEFL W1 Benefit
3 C3 Convercation W2 Benefit
4 C4 Kepercayaan Diri W3 Benefit
Menurut kepala sekolah SMP Muhammadiyah kriteria di atas merupakan urutan dengan tingkat kepentingan dalam pengambilan keputusan pemilihan peserta olimpiade Bahasa inggris.
𝑊𝑘 = (1
𝐾) ∑ (1 𝑖)
𝐾
𝑖=𝑘
Adapun hasil dari perhitungan menggunakan metode ROC terhadap keriteria ini:
𝑊Prestasi Akademik = (
1 1+12+13+14
4 ) =0.52 𝑊Sertifikat TOEFL = (0+
1 2+13+14
4 ) =0.27 𝑊𝐶𝑜𝑛𝑣𝑒𝑟𝑐𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 = (0+0+
1 3+14
4 ) =0.145 𝑊Kepercayaan Diri= (0+0+0+
1 4
4 ) =0.062
berikut ini merupakan nilai dari masing-masing keriteria dalam pemilihan peserta olimpiade Bahasa inggris dan nantinya akan diterapkan pada pengguaan metode EDAS dalam menemuka rangking nilai terbaik:
Tabel 2. Nilai Kriteria Dengan Metode ROC
No Kode ID
Keterangan Kode
Nilai Jenis Nilai 1 C1 Prestasi Akademik W4 Benefit 0,52 2 C2 Sertifikat TOEFL W1 Benefit 0,27 3 C3 Convercation W2 Benefit 0,145 4 C4 Kepercayaan Diri W3 Benefit 0,062
Setelah ditemukan nilai kepentingan bobot atau nilai bobot kriteria, selanjutnya dilakukan pencarian nilai rangking terhadap siswa kelas unggulan menggunakan metode EDAS.
3.1.2 Penerapan Metode EDAS
Untuk menentukan pemilihan siswa peserta olimpiade Bahasa Inggris menggunakan kombinasi metode EDAS yang layak ada beberapa tahap yang harus di terapkan dan menentukan beberapa nilai keterangan kriteria yang dijadikan acuan penilaian, data harus berupa angka sehingga parameter dilihat pada tabel 3 berikut ini:
Tabel 3. Keterangan Kriteria
Kode Kriteria Keterangan Bobot
C1 Prestasi Akademik Sangat Baik 5
Baik 4
Cukup Baik 3
Buruk 2
Sangat Buruk 1
C2 Sertifikat TOEFL Ada 5
Tidak 1
C3 Convercation Sangat Baik 5
Baik 4
Cukup Baik 3
Buruk 2
Sangat Buruk 1 C4 Kepercayaan Diri Sangat Baik 5
Baik 4
Cukup Baik 3
Buruk 2
Sangat Buruk 1 Adapun data siswa yang tersedia pada data sampel sebagai berikut ini :
Tabel 4. Data Siswa Seleksi
No Nama Pegawai/tenaga Kerja prestasi akademik Conversation Kepercayaan Diri Sertifikat TOEFL
1 Rismal Imam Baik Sangat Buruk Baik Ya
2 Risky saleh Baik Sangat Buruk Baik Tidak
3 Fatimah caniago Sangat Baik Sangat Baik Baik Ya
4 Muhammad Arjuna Buruk Buruk Sangat Baik Tidak
5 Joko Astriono Baik Baik Cukup Baik Tidak
6 Dandi risky Sangat Baik Sangat Baik Cukup Baik Ya
7 Ali Akbar Baik Baik Buruk Tidak
8 Sari Novianti Buruk Buruk Sangat Baik Ya
Selanjutnya data di atas dirubah menjadi nilai nominal angka agar mudah dilakukan proses perhitungan menggunakan metode EDAS, adapun nilai kriteria yang dimiliki oleh tiap-tiap alternatif sebagai berikut ini:
Tabel 5.Tabel Nilai Nominal Alternatif terhadap Kriteria
No Nama Pegawai/tenaga Kerja prestasi akademik Conversation Kepercayaan Diri Sertifikat TOEFL
1 Rismal Imam 4 1 4 5
2 Risky saleh 4 1 4 1
3 Fatimah caniago 5 5 4 5
4 Muhammad Arjuna 2 2 5 1
5 Joko Astriono 4 4 3 1
6 Dandi risky 5 5 3 5
7 Ali Akbar 4 4 2 1
8 Sari Novianti 2 2 5 5
Nilai Tertinggi / Max 5 5 5 5
Nilai Terendah / Min 2 1 1 1
Selanjutnya perhitungan menggunakan metode EDAS (Distance from Average Solution) dengan beberapa tahapan sederhana.
1. Nilai Rata-Rata 𝐴𝑉𝑗=∑𝑚𝑖=1𝑟𝑖𝑗
𝑚
Pencarian nilai rata-rata dilakukan dengan menjumlahkan nilai pada masing-masing kolom kriteria dan dibagi dengan jumlah calon peserta
𝐴𝑉1=4+4+5+2+4+5+4+2 8 = 3,75 𝐴𝑉2=1+1+5+2+4+5+4+2
8 = 3,00 𝐴𝑉3=4+4+4+5+3+3+2+5
8 = 3,75
𝐴𝑉4=4+4+4+5+3+3+2+2
10 = 3,00
2. Nilai Jarak Positif
Pada nilai ini jarak positif yaitu nilai maksimal dikurang dengan nilai masing-masing kriteria dan dibagi dengan nilai rata-rata.
Rumus:
PDAij = max(0,(𝐴𝑉𝐴𝑉 𝑖−𝑟𝑖𝑗)
𝑗
C1
𝑃𝐷𝐴11=(5−4)
3,75 = 0,26667 𝑃𝐷𝐴12=(5−4)
3,75 = 0,26667 𝑃𝐷𝐴13=(5−5)
3,75 = 0 𝑃𝐷𝐴14=(5−3)
3,75 = 0,8 𝑃𝐷𝐴15=(5−4)
3,75 = 0,26667 𝑃𝐷𝐴16=(5−5)
3,75 = 0 𝑃𝐷𝐴17=(5−4)
3,75 = 0,26667 𝑃𝐷𝐴18=(5−2)
3,75 = 0,8
Hasil perhitungan nilai jarak pisotif sampai kriteria ke 4 sebagai berikut ini:
Tabel 6. Data Nilai PDA 0,26667 1,33333 0,26667 0,33333 0,26667 1,33333 0,26667 0,33333 0 0 0,26667 0,33333
0,8 1 0 0
0,26667 0,33333 0,53333 0,66667 0 0 0,53333 0,66667 0,26667 0,33333 0,8 1
0,8 1 0 0
Nilai Jarak Negatif
Pada nilai ini jarak negative yaitu nilai kriteria dikurang dengan nilai maksimum dan dibagi dengan nilai rata-rata. Rumus:
NDAij = max(0,(AVAV i-rij)
j
C1
𝑃𝐷𝐴11=(4−5)
3,75 = -0,26666666 𝑃𝐷𝐴12=(4−5)
3,75 = -1,066666667 𝑃𝐷𝐴13=(5−5)
3,75 = 0 𝑃𝐷𝐴14=(2−5)
3,75 = -0,8 𝑃𝐷𝐴15=(4−5)
3,75 =-0,26666666 𝑃𝐷𝐴16=(5−5)
3,75 = 0 𝑃𝐷𝐴17=(4−5)
3,75 = -0,26666666 𝑃𝐷𝐴18=(2−5)
3,75 = -0,8
Perhitungan dilkaukan terhadap C2, C3 Dan C4 sehingga dihasilkan nilai sebagai berikut ini
Tabel 7. Data Nilai NDA
-0,266666667 -1,33333 -0,26667 0 -1,066666667 -1,33333 -0,26667 -1,33333
0 0 -0,26667 0
-0,8 -1 0 -1,33333
-0,266666667 -0,33333 -0,53333 -1,33333
0 0 -0,53333 0
-0,266666667 -0,33333 -0,8 -1,33333
-0,8 -1 0 0
3. Nilai SP dan SN SPi = ∑𝑛𝑗=1𝑃𝐷𝐴𝑗∗ 𝑤𝑗 SNi = ∑𝑛𝑗=1𝑁𝐷𝐴𝑗∗ 𝑤𝑗
Pada langkah ini nilai PDA dan NDA dikalikan dengan nilai bobot yang sebelumnya telah ditemukan dengan menggunakan metode ROC pada tabel 2 di atas dimana nilai bobot “C1= 0,520833”, “C2=0,270833”, “C3=0,145833 ”, “C4=0,0625”
sehingga nilai di dapat dengan rumus berikut ini:
a. Penilaian jarak nilai Positif (SP)
0,26667 × 0,520833 1,33333 ×0,270833 0,26667 × 0,145833 0,33333 × 0,0625 0,26667 × 0,520833 1,33333 ×0,270833 0,26667 × 0,145833 0,33333 × 0,0625 0 × 0,520833 0 ×0,270833 0,26667 × 0,145833 0,33333 × 0,0625 0,8 × 0,520833 1 ×0,270833 0 × 0,145833 0 × 0,0625 0,26667 × 0,520833 0,33333 ×0,270833 0,53333 × 0,145833 0,66667 × 0,0625 0 × 0,520833 0 ×0,270833 0,53333 × 0,145833 0,66667 × 0,0625 0,26667 × 0,520833 0,33333 ×0,270833 0,8 × 0,145833 1 × 0,0625 0,8 × 0,520833 1 ×0,270833 0 × 0,145833 0 × 0,0625 Mendapatkan hasil sebagai berikut dengan ketentuan nilai tertinggi diperoleh dari
masing-masing penjumlahan alternatif berikut ini:
Tabel 8. Data Nilai SP
0,138889 0,361111 0,038889 0,020833 0,559722 0,138889 0,361111 0,038889 0,020833 0,559722 0 0 0,038889 0,020833 0,059722
0,416666 0,270833 0 0 0,687499
0,138889 0,090278 0,077778 0,041667 0,348611 0 0 0,077778 0,041667 0,119444 0,138889 0,090278 0,116666 0,0625 0,408333
0,416666 0,270833 0 0 0,687499
b. Penilaian jarak nilai Negatif (SN)
Adapun jarak ini didapat dari nilai jarak negative fikali dengan nilai bobot
-0,26667 × 0,520833 -1,33333 ×0,270833 -0,26667 × 0,145833 -0,33333 × 0,0625 -0,26667 × 0,520833 -1,33333 ×0,270833 -0,26667 × 0,145833 -0,33333 × 0,0625 0 × 0,520833 0 ×0,270833 -0,26667 × 0,145833 -0,33333 × 0,0625 0,8 × 0,520833 -1 ×0,270833 0 × 0,145833 0 × 0,0625 -0,26667 × 0,520833 -0,33333 ×0,270833 -0,53333 × 0,145833 -0,66667 × 0,0625 0 × 0,520833 0 ×0,270833 -0,53333 × 0,145833 -0,66667 × 0,0625
0,26667 × 0,520833 -0,33333 ×0,270833 0,8 × 0,145833 -1 × 0,0625 0,8 × 0,520833 1 ×0,270833 0 × 0,145833 0 × 0,0625
Mendapatkan hasil sebagai berikut dengan ketentuan nilai tertinggi diperoleh dari masing-masing penjumlahan alternatif berikut ini:
Tabel 9. Data Nilai SN
-0,13889 -0,36111 -0,03889 0 -0,53889 -0,55556 -0,36111 -0,03889 -0,08333 -1,03889
0 0 -0,03889 0 -0,03889
-0,41667 -0,27083 0 -0,08333 -0,77083 -0,13889 -0,09028 -0,07778 -0,08333 -0,39028
0 0 -0,07778 0 -0,07778
-0,13889 -0,09028 -0,11667 -0,08333 -0,42917 -0,416666 -0,270833 0 0 -0,687499 4. Normalisasi bobot jarak positif dan negatif
Pada tahapan ini dilakukan penjumlahan nilai kriteria yang dimiliki oleh masing-masing alternatif dibagi dengan nilai maxsimal keseluruhan yang ada pada tahapan perkalian bobot, adapun rumus sebagai berikut ini:
𝑁𝑆𝑃𝑖= 𝑆𝑃𝑖 𝑀𝑎𝑥𝑖(𝑆𝑃𝑖)
Tabel 10. Nilai NSP
Hasil Penjumlahan 𝑵𝑺𝑷𝒊= 𝑆𝑃𝑖
𝑀𝑎𝑥𝑖(𝑆𝑃𝑖) Hasil 𝑵𝑺𝑷𝒊 0,559722 0,559722/ 0,687499 0,20202 0,559722 0,559722/ 0,687499 0,20202 0,059722 0,559722/ 0,687499 0 0,687499 0, 687499 / 0,687499 0,606061 0,348611 0,348611/ 0,687499 0,20202 0,119444 0,119444/ 0,687499 0 0,408333 0,408333/ 0,687499 0,20202 0,687499 0,687499/0,687499 0,606061
Adapun hasil dari pencarian nilai bobot negative dilakukan dengan cara total nilai alternatif negative dibagi dengan nilai tertinggi jarak negatif sebagai berikut ini:
𝑁𝑆𝑁𝑖 = 𝑆𝑁𝑖 𝑀𝑎𝑥𝑖(𝑆𝑁𝑖)
Tabel 11. Nilai NSN Hasil Penjumlahan 𝑵𝑺𝑵𝒊= 𝑺𝑵𝒊
𝑴𝒂𝒙𝒊(𝑺𝑵𝒊) Hasil 𝑵𝑺𝑵𝒊 -0,53889 -0,559722/ -0,03889 13,85673 -1,03889 -1,03889/-0,03889 26,7135 -0,03889 -0,03889/ -0,03889 0,999969 -0,77083 -0,77083/ -0,03889 19,82085 -0,39028 -0,39028/ -0,03889 10,03542 -0,07778 -0,07778/ -0,03889 1,999938 -0,42917 -0,42917/ -0,03889 11,03539 -0,687499 -0,687499/-0,03889 17,67804 5. Penetapan Nilai Akhir (Skor)
Tahapan ini merupaka tahapan akhir untuk melihat nilai yang menjadi peringkat tertinggi hingga terendah, adapun tahapannya sebagai berikut ini:
𝐴𝑆𝑖=1
2(𝑁𝑆𝑃𝑖+ 𝑁𝑆𝑁𝑖) 𝐴𝑆Rismal Imam= 1
2(0,20202 + 13,85673) = 7,029375 𝐴𝑆Risky Saleh = 1
2(0,20202 + 26,7135) = 13,45776 𝐴𝑆Fatimah caniago= 1
2(0,999969 + 0) = 0,499985 𝐴𝑆Muhammad Arjuna= 1
2(19,82085 + 0,606061) = 10,21346 𝐴𝑆Joko Astriono= 1
2(0,20202 + 10,03542)= 5,11872 𝐴𝑆Dandi Rizky= 1
2(0 + 1,999938) = 0,999969 𝐴𝑆Ali Akbar= 1
2(0,20202 + 11,03539) = 5,618705 𝐴𝑆Sari Novianti= 1
2(0,606061 + 17,67804) =9,142051
Tabel 12 Hasil Penilaian Rangking Alternatif Scor Rank Rismal Imam 7,029375 4 Risky saleh 13,45776 1 Fatimah caniago 0,499985 8 Muhammad Arjuna 10,21346 2 Joko Astriono 5,11872 6 Dandi risky 0,999969 7 Ali Akbar 5,618705 5 Sari Novianti 9,142051 3 3.2 Hasil Pengujian
Tampilan sistem merupakan output dari sistem pendukung keputusan pemilihan pemilihan peserta olimpiade Bahasa inggris dengan menerapkan metode ROC dan metode EDAS yang dirancang pada penelitian ini saat dioperasikan oleh user. Adapun tampilan sistem pendukung keputusan yang diancang pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Form Login
Form Login merupakan tampilan sistem yang menjadi tampilan awal sistem pendukung keputusan pemilihan peserta olimpiade Bahasa inggris pada SMP Muhammadiyah 58 yang dirancang pertama kali dioperasikan oleh user. Tampilan yang dirancang pada penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut ini :
Gambar 2. Form Login b. Form Menu Utama
Form menu utama merupakan tampilan sistem yang menjadi tampilan awal sistem pendukung keputusan pemilihan peserta olimpiade Bahasa inggris pada SMP Muhammadiyah 58 yang dirancang setelah user melakukan aktivitas login. Tampilan form menu utama dapat dilihat pada gambar berikut ini :
Gambar 3. Form Menu Utama c. Form Input Alternatif
Form alternatif merupakan form yang tampil setelah user memilih sub menu alternatif pada menu file. Tampilan form alternatif untuk sistem pendukung keputusan pemilihan peserta olimpiade Bahasa inggris pada SMP Muhammadiyah 58yang dirancang pada penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut ini :
Gambar 4. Form Input Alternatif d. Form Kriteria
Form kriteria merupakan form yang tampil setelah user memilih sub menu kriteria pada menu file yang tersedia pada sistem pendukung keputusan pemilihan peserta olimpiade Bahasa inggris pada SMP Muhammadiyah 58 yang dirancang pada penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut ini :
Gambar 5. Form Kriteria
e. Form Keputusan
Form rating kecocokan merupakan form yang tampil setelah user memilih submenu rating kecocokan pada pilihan yang ada di menu file. Tampilan form keputusan untuk sistem pendukung keputusan pemilihan peserta olimpiade Bahasa inggris pada SMP Muhammadiyah 58 yang dirancang pada penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut ini :
Gambar 6. Form Keputusan
4. KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang telah peneliti lakukan pada beberapa bab diatas, maka terdapat beberapa kesimpulan :
1. Proses pengambilan keputusan dalam pemilihan peserta olimpiade Bahasa Inggris menggunakan metode ROC dan metode EDAS merupakan metode yang sangat selektif dan akurat serta mudah dipahami .
2. Risky Saleh terpilih dengan nilai tertinggi sebesar 13.45776 ditetapkan sebagai siswa yang akan mengikuti perlombaan olimpiade bahasa Inggris dengan menggunakan metode ROC-EDAS.
3. Perancangan aplikasi pemilihan peserta olimpiade Bahasa Inggris dilakukan dengan menggunakan Microsoft Visual Studio 2008 dan Database MySQL.
REFERENCES
[1] L. Handayani, M. Syahrizal, and K. Tampubolon, “Pemilihan Kepling Teladan Menerapkan Metode Rank Order Centroid (Roc) Dan Metode Additive Ratio Assessment (Aras) Di Kecamatan Medan Area,” KOMIK (Konferensi Nas. Teknol. Inf. dan Komputer), vol. 3, no.
1, pp. 532–538, 2019, doi: 10.30865/komik.v3i1.1638.
[2] B. Erlangga and Y. A. Elisabet, “Sistem Pendukung Keputusan Menentukan Karaywan Terbaik di Wisat Talang Indah Dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW) (Studi Kasus : Kabupaten Pringsewu),” Konf. Mhs. Sist. Inf., vol. 5, no. 1, pp. 96–102, 2017.
[3] P. Matematika, U. Mulawarman, and O. Matematika, “Pemilihan Peserta Olimpiade Matematika Menggunakan Metode MOORA dan MOOSRA,” vol. 3, no. 4, pp. 489–494, 2022, doi: 10.47065/bits.v3i4.1238.
[4] A. Yunaldi, “Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Bantuan Siswa Miskin Menerapkan Kombinasi Metode SAW dan ROC,” J. Media Inform. Budidarma, vol. 3, no. 4, p. 376, 2019, doi: 10.30865/mib.v3i4.1511.
[5] R. Safitri and I. Firdaus, “SPK Rekomendasi Pekerjaan Dengan Metode EDAS ( Studi Kasus : Lembaga Kursus dan Pelatihan Komputer Widya Informatika Selat Panjang ),” J. Inf. Komput. Log., vol. 1, no. 4, 2020.
[6] R. Addenan and W. Susanti, “Penerapan Metode Rank Order Centroid dan Additive Ratio Assessment Pada Aplikasi Rekomendasi Supplier,” Edumatic J. Pendidik. Inform., vol. 5, no. 1, pp. 31–40, 2021, doi: 10.29408/edumatic.v5i1.3252.
[7] Nindian Puspa Dewi, Ubaidi, and Elsi Maharani, “Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Sales Terbaik Menggunakan Metode Rank Order Centroid (ROC) dan Additive Ratio Assessment (ARAS) Berbasis Web,” Digit. Zo. J. Teknol. Inf. dan Komun., vol. 12, no. 2, pp.
172–183, 2021, doi: 10.31849/digitalzone.v12i2.7721.
[8] P. Fitriani and T. S. Alasi, “Sistem Pendukung Keputusan dengan Metode WASPAS, COPRAS, dan EDAS : Menentukan Judul Skripsi,”
J. Media Inform. Budidarma, vol. 4, p. 56, 2020, doi: 10.30865/mib.v4i4.2431.
[9] P. Mandarani, H. L. Ramadhan, E. Yulianti, and A. Syahrani, “Sistem Pendukung Keputusan Penulis Terbaik Menggunakan Metode Rank Order Centroid ( ROC ) dan Evaluation based on Distance from Average Solution ( EDAS ),” vol. 3, no. 4, pp. 686–694, 2022, doi:
10.47065/josh.v3i4.1845.
[10] J. S. Komputer, J. D. Rajagukguk, B. Purba, P. T. Informatika, and B. Darma, “Penerapan Kombinasi Metode ROC Dan MAUT Dalam Penentuan Calon Penerima Bantuan UKT Pada Universitas Budi Darma,” vol. 6, no. September, pp. 1193–1206, 2022.
[11] N. Astiani, D. Andreswari, and Y. Setiawan, “Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Tanaman Obat Herbal Untuk Berbagai Penyakit Dengan Metode Roc (Rank Order Centroid) Dan Metode Oreste Berbasis Mobile Web,” J. Inform., vol. 12, no. 2, 2016, doi:
10.21460/inf.2016.122.486.
[12] L. P. Dewi, A. Setiawan, and C. S. Suryadi, “Sistem Pendukung Keputusan Pelatihan Karyawan Dengan Metode Piprecia-Edas,”
Semin. Nas. Ilmu Terap. V 2021, pp. 1–6, 2021.