• Tidak ada hasil yang ditemukan

Re-Branding Cemilan Pedas Mommy.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Re-Branding Cemilan Pedas Mommy."

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAKSI

RE-BRANDING CEMILAN PEDAS MOMMY

Oleh : Cyndie Glennisa

NRP 1164025

Mommy adalah brand perusahaan industri rumah tangga yang berdiri sejak Desember 2012. Mommy adalah pelopor inovasi cemilan pedas tradisional yang dikemas dalam packaging siap saji, yaitu seblak basah instant. Produknya kemudian dikembangkan dengan jenis produk basreng basah instant, dan macaroni basah instant dalam packaging yang compact, higienis, dan praktis.

Namun menurut hasil survey dan analisa penulis, Penjualan Mommy sebagai produk inovator cemilan pedas tradisional belum mencapai hasil yang diharapkan. Hal ini dikarenakan konsep brand secara visual masih belum maksimal, pangsa pasar masih belum jelas, dan persepsi visual yang ambigu.

Melalui bidang ilmu DKV, re-branding adalah salah satu pemecahan masalah untuk mengubah konsep brand dan visual yang dibutuhkan produk Mommy. Tujuannya, agar produknya memiliki identitas yang jelas sebagai produk cemilan pedas inovasi pertama dalam kemasan instant dengan gaya fun dan modern. Aktivasi brand dilakukan dengan perancangan media packaging, media stand dan display, media website dan sosial media, dilengkapi dengan beberapa media promosi seperti brosur, flyer dan merchandise.

(2)

ABSTRACT

REBRANDING OF

”MOMMY”,

A SPICY SNACK

Cyndie Glennisa/1164025

“Mommy” is a home industry brand which was established in December 2012. “Mommy” is the pioneer of traditional spicy snacks packaged in a ready to serve pack namely instant seblak basah. The products then be developed into instant seblak basah and instant macaroni basah in a compact, hygienic and practical packaging.

However, based on the result of the survey and the writer’s analysis, the sales of “Mommy” as a pioneer in the spicy traditional snacks has not been successful. This is because the visual brand concept is not maximal, the market has not got a clear picture about the products and the visual perceptions are ambiguous.

Through DKV science, re-branding is one of the solutions to change the visual and branding concept needed by “Mommy” products. The goal is to give a clear identity as the first innovation spicy snack in instant packing product with fun and modern style. Brand activation is done by designing the packaging medium, stand media and display, website and social media, complemented by some promotional media such as brochures, flyers, and merchandise.

(3)

DAFTAR ISI

COVER DALAM ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA dan LAPORAN ... iii

PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN ... iv

KATA PENGANTAR ... v

ABSTRAKSI BAHASA INDONESIA ... vii

ABSTRAKSI BAHASA INGGRIS ... viii

DAFTAR ISI ... ix

1.2 Permasalahan dan Ruang Lingkup ... 2

1.3 Tujuan Perancangan ... 3

1.4 Sumber dan Teknik Penulisan Data ... 3

1.5 Skema Perancangan ... 4

BAB II : LANDASAN TEORI 2.1 Branding …... 6

BAB III : DATA DAN ANALISIS MASALAH 3.1 Data dan Fakta ... 13

(4)

3.1.2 Produk Cemilan Pedas ... 16

3.1.3 Data Hasil Observasi ... 20

3.1.4 Data Hasil Wawancara dan Kuesioner ... 21

3.1.5 Tinjauan terhadap Proyek Sejenis ... 27

3.2 Analisis Berdasakan Data dan Fakta ... 31

3.3 Analisis Berdasakan Teori ... 33

3.4 Analisis Terhadap Permasalahan Berdasarkan SWOT Cemilan Pedas Mommyindo ... 33

3.5 Analisis Terhadap Permasalahan Berdasarkan SWOT Product dan Packaging Mommyindo ... 35

3.6 Analisis Terhadap Permasalahan Berdasarkan STP ... 36

(5)
(6)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Diagram Pembagian berdasarkan Jenis Kelamin ... 23 Tabel 3.2 Diagram Pembagian berdasarkan Umur ... 23 Tabel 3.3 Diagram responden yang menyukai cemilan (kiri)

Responden yang menyukai pedas (kanan) ………... 23 Tabel 3.4 Diagram pembagian berdasarkan rasa yang diminati

responden ... 24 Tabel 3.5 Diagram cemilan pedas yang diminati responden ... 24 Tabel 3.6 Diagram responden yang menyukai seblak basah, basreng dan

macaraoni (kiri) Responden yang setuju jika cemilan pedas djadikan produk instant (kanan) ... 25 Tabel 3.7 Diagram Respondem yang mengetahui produk Mommy ... 25 Tabel 3.8 Diagram Harga yang Responden Setujui (kiri) Pendapat

Responden pada Produk (kanan) ... 26 Tabel 3.9 Diagram Pendapat Responden Pada Produk jika Dijadikan

sebagai Buah Tangan ... 26 Tabel 3.10 Diagram Pendapat Responden terhadap Sebuah Produk Baru

(7)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.9 Foto Produk Seblak Basah Instant Mommy ... 21

Gambar 3.10 Logo Maicih (kiri) Layout Packaging Maicih (kanan) ... 29

Gambar 3.11 Packaging Molen Durian Primarasa …... 30

Gambar 3.12 Packaging Mie Instant ... 30

Gambar 4.1 Logo Mommy Lama …... 41

Gambar 4.8 Packaging Cup Seblak Basah Mommy ... 46

Gambar 4.9 Packaging Cup Basreng Basah Mommy …... 47

Gambar 4.10 Packaging Cup Macaroni Basah Mommy ... 47

Gambar 4.11 Packaging Special Edition Mommy ... 48

(8)
(9)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A Proses Visual karya Tugas Akhir ... 61

Lampiran B Wawancara dengan Bapak Lofty…... 74

Lampiran C Tabel Kuisioner ... 75

(10)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebagai kota yang dikenal dengan wisata kuliner, Bandung memiliki keanekaragaman jenis makanan yang menarik untuk dicoba, tentunya dengan rasa yang sangat bervariasi. Varian rasa tersebut terbagi menjadi rasa pedas, asin, manis, asam, dan kombinasi 2 rasa diantaranya. Makanan dengan rasa pedas memiliki kecenderungan lebih diminati.

Berdasarkan hasil survei awal pada 15 orang, Cemilan tradisional pedas yang terkenal dan membawa ciri khas cemilan kota Bandung adalah seblak, basreng, macaroni. Seblak adalah kerupuk yang dimasak dengan air dan dibumbui bumbu yang berbau khas bumbu tradisional. Basreng adalah baso digoreng, namun dapat pula direbus, lalu dibumbui. Sedangkan macaroni sendiri adalah sejenis spagheti dengan bentuk kecil dan berongga direbus lalu dibumbui juga. Jenis cemilan – cemilan ini adalah cemilan tradisional khas Bandung yang ingin diangkat sebagai produk yang dikenal lebih luas pada konsumen, terutama wisatawan yang ingin membawa buah tangan dari kota Bandung.

Sejalannya dengan perkembangan dan ide kreatif, Mommy sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang makanan, meluncurkan adanya produk – produk tersebut secara instant, higienis dan dapat dibawa serta dinikmati kapanpun dan dimanapun. Mommy

adalah perusahaan pelopor pertama yang berdiri sejak Desember tahun 2012, yang membuat cemilan pedas tradisional khas Bandung secara instant. Cemilan pedas dibungkus dengan packaging yang praktis dan mudah dibawa.

(11)

arah target market masih belum jelas dan harga jual produk pun tidak sesuai target market, yaitu remaja sampai dewasa awal.

Melalui bidang ilmu DKV, masalah ini dapat dipecahkan dengan re-branding, dengan packaging yang menarik, simple, mudah dan praktis. Tujuan dari re-branding sendiri

adalah agar produk memiliki brand yang mudah diingat dibenak konsumen, sehingga cemilan tradisional ini dapat bersaing dengan cemilan lainnya untuk dilirik konsumen. Bahkan dengan brand baru, tidak menutup kemungkinan untuk mengekspor produk ini, dengan kata lain, promosi dapat meningkatkan angka penjualan dan profit. Hal inipun dapat membuat wisatawan lebih tertarik akan uniknya wisata kuliner Bandung, sehingga dapat meningkatkan angka daya tarik turis lokal maupun interlokal terhadap pariwisata. Selain itu, re-branding yang dilakukan akan mengubah nilai visual lama, lebih menyesuaikan pada target market yang dituju.

1.2 Permasalahan dan ruang lingkup

Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan dalam latar belakang masalah, penulis mengidentifikasi batasan masalah agar lebih mempermudah dan lebih terarah. Adapun permasalahan sebagai berikut :

1. Bagaimana menciptakan identitas yang tepat secara visual dan mampu bersaing sebagai produk inovasi kemasan instant.

2. Bagaimana menngenalkan brand cemilan ini sebagai cemilan yang dapat dibeli sebagai buah tangan, ataupun untuk konsumsi langsung.

(12)

1.3 Tujuan Perancangan

Untuk menjawab permasalahan dan ruang lingkup yang penulis rumuskan, maka adapun tujuannya sebagai berikut :

1. Re-branding brand Mommy menjadi brand dengan visual yang berbeda dan unik sehingga cemilan inovasi ini menjadi cemilan yang semakin dikenal.

2. Membuat desain packaging yang unik dan menarik sehingga dapat dibeli sebagai buah tangan, ataupun untuk konsumsi langsung.

1.4 Sumber dan Teknik Pengumpulan Data

Dalam proses pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara, kuesioner dan studi pustaka.

a. Observasi

Penulis melakukan observasi hasil produk yang telah ada. Dalam tahap ini, penulis melakukan pengambilan beberapa gambar produk yang ada sebagai dokumentasi hasil produk yang sudah masuk pasar, serta observasi jenis makanan yang direncanakan untuk membantu penulis melengkapi data merancang strategi branding cemilan pedas ini.

b. Wawancara

Dalam wawancara ini dengan Bpk. Lofty Rainidi Kusnadi, penulis menggunakan daftar pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya.

c. Kuesioner

Kuesioner disebarkan kepada beberapa kategori, karena target produk mengacu agar dapat diterima pada kalangan menengah atas, sebab dengan target

(13)

SMA, mahasiswa, orang yang bekerja, serta turis yang dijumpai di daerah wisata dengan kisaran usia 15 – 35 tahun.

d. Studi Pustaka

(14)

1.5 Skema Perancangan

Berikut ini bagan / skema / alur proses perancangan hasil karya secara kronologis, sistematis dan terurut.

(15)

BAB V

PENUTUP

5.1Kesimpulan

Kesimpulan yang dari penulisan ini, Bandung sebagai kota wisata kuliner yang memiliki keanekaragaman jenis makanan yang menarik, tentunya dengan rasa yang juga sangat bervariasi. Berdasarkan hasil survey, cemilan tradisional yang berciri khas Bandung yang lebih diminati orang, adalah seblak basah, basreng, dan macaroni. Jenis makanan ini ditemukan di pinggir jalan sebagai makanan yang dinilai kurang higienis dan tidak praktis, harus disantap langsung.

Mommy sebagai salah satu pelopor pertama perusahaan yang bergerak dibidang kulinerisasi makanan, menciptakan produk inovasi, yaitu membuat ketiga cemilan di atas menjadi instant, dalam packaging yang compact, sehingga nilai cemilan tradisional ini menjadi lebih praktis, higienis karena dapat disantap kapanpun dan dimanapun. Namun, karena produk ini adalah produk pertama, produk masih memiliki kekurangan baik secara visual maupun packaging, karena visual masih belum tepat arah target dan packaging lemah dibeberapa bagian.

(16)

5.2Saran

(17)

DAFTAR PUSTAKA

Amin, Shehzad. 2011. Brand Activation Model. Islamabad : Macro Management System

Angipora S.E., Marius. 1999. Dasar – Dasar Pemasaran. Jakarta : PT. Rajagrafindo

Darmaprawira WA, Sulasmi. 2002. Warna : Teori dan Kreatifitas penggunaannya edisi ke – 2. Bandung : ITB

Dewi, Kurnia. 2011. Strategi Brand Activation dan Membangun Brand Awareness. Yogyakarta : Universitas Pembangunan Nasional

Dowling, Graham. 2001. Creating Corporate Reputations : Identity, Image, and Performance. New York : Oxford University Press, Inc.

Kalimera. 2008. Short ‘N’ Strong. Modena : Red Publishing

Kartono, Dra. Kartini. 1984. Psikologi Umum. Bandung : Percetakan Offset Alumni

Klimchuck, Marianne Rosner & Krasovec, Sandra. 2012. Packaging Design. Canada : John Wiley & Sons, Inc, Hoboken, New Jersey

Landa, Robin. 2001. Graphic Design Solutions. Boston : Planer Friendly Publishing

Noyelles, Gregoire. 2009. Bold Design. Singapore : Page One Publishing Pte Ltd

Roojen, Van Pepin. 2010. Advance Packaging. Amsterdam : The Pepin Press BV

Shimp, T.A. 2003. Periklanan Promosi : Aspek Tambahan Komunikasi

(18)

Wallace, Steve. 2012. Brand Activation : Bringing Brands to Life, (Online), (http://www.brandactivation.ca/brand-activationtrade.html, Diakses pada 1 Maret 2013)

Gambar

Tabel 3.1 Diagram Pembagian berdasarkan Jenis Kelamin ................ 23
Gambar 1.1 Skema Perancangan        (Sumber : Dokumentasi)

Referensi

Dokumen terkait