PENGGUNAAN APLIKASI EXCEL DALAM PENGISIAN FORM PLANNED MAINTENANCE SYSTEM PADA KAPAL TUGBOAT DI PT ARPENI PRATAMA OCEAN LINE TBK

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

65

PENGGUNAAN APLIKASI EXCEL DALAM PENGISIAN FORM PLANNED

MAINTENANCE SYSTEM PADA KAPAL TUGBOAT DI

PT ARPENI PRATAMA OCEAN LINE TBK

Sri Dweni Astuti, Latifah Husna Apriliawati

Akademi Pelayaran Nasional Surakarta

ABSTRAK

Plan Maintenance System merupakan manajemen keselamatan yang digunakan pada mesin kapal tugboat dan harus di kirimkan oleh crew kapal. Permasalahan yang terjadi kurangnya koordinasi antara head officer dengan crew kapal, rumitnya pengisian form PMS, pengisian Form PMS tidak rutin. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui cara membuat form PMS (Plan Maintenance System) kapal tugboat 2). Untuk mengetahui penggunaan aplikasi Excel di perusahaan PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. 3) Untuk mengetahui pengisian form PMS (Plan Maintenance System) dan upaya yang dilakukan agar laporan rutin kapal tugboat bisa berjalan dengan baik.

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. Teknik Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan informan adalah Manager Brown Water, Karyawan Departemen Teknik dan Karyawan Departemen HSEQ. Data yang telah terkumpul selanjutnya direduksi, diperifikasi dan barulah disajikan.

Hasil penelitian: 1) Proses pembuatan form PMS (Plan Maintenance System) dengan aplikasi Excel dengan cara: menentukan data yang perlu di lakukan pemeliharaan, menentukan interval perawatan, memberikan pilihan jawaban dalam kolom jawaban, dan di sediakan kolom remaks, 2). Langkah langkah penggunaan aplikasi Excel pertama membuka dokumen Microsoft Excel, kemudian isi data yang di butuhkan di PMS (Plan Maintenance System), Blok atau tandai semua baris dan kolom yang terdapat data di dalamnya. Pasang automatic answer atau dengan menggunakan daftar pilihan untuk mengerjaan form PMS (plan Maintenance System), Kemudian berilah warna pada tabel Form PMS (Plan Maintenance System) yang sesuai agar menarik dan mudah untuk di lihat, 3) Upaya yang dilakukan agar laporan rutin PMS (Plan Maintenance System) kapal tugboat bisa berjalan dengan baik yaitu: (a). HO (Head Officer) mengadakan kordinasi agar dapat mengambil keputusan yang tepat dan benar, (b). Form dibuat sederhana sehingga crew kapal tidak kesulitan mengerjakanya.

PENDAHULUAN

Era perdagangan bebas saat ini berdampak pula pada dunia pelayaran persaingan antar perusahaan pelayaran baik lokal maupun internasional jelas tak terelakkan lagi. Tak dapat dipungkiri dalam persaingan tersebut pada akhirnya banyak ditemui adanya perusahaan pelayaran yang berkembang pesat dengan bertambahnya armada kapal baru mereka. Namun tidak sedikit yang kemudian mati dan menutup usahanya. Perusahaan pelayaran yang masih tetap eksis dan berkembang saat ini hampir dapat dipastikan telah memiliki semua persyaratan yang ditentukan otoritas pelayaran. Kegiatan pelayaran niaga merupakan operasi khusus dan kompleks diatur oleh aturan dan konvensi yang komprehensif oleh otoritas di tingkat nasional

maupun internasional. Walau demikian, peraturan aspek teknis pelayaran hanya dapat tercapai sebagian dari tujuan operasi kapal dengan aman dan bebas polusi.

Pentingnya Plan Maintenance System (PMS) ini adalah untuk mengetahui bagaimana keadaan mesin kapal tugboat sehingga apabila ada kerusakan bisa segera diketahui oleh semua pihak dan bisa di perbaiki sebelum kapal beroprasi sehingga ketika kapal melakukan sailing time bisa berjalan dengan lancar dan mengurangi resiko kecelakaan.

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka apat diidentifikasikan beberapa masalah sebagai berikut: 1). Kurangnya sosialisasi dari Head Officer kapal, 2). Belum berjalan secara rutin pelaksanaan atas perencanaan perawatan mesin

(2)

66 kapal tugboat yang terjadwal (preventive maintenance), 3). Rumitnya pengisian form PMS (Plan Maintenance Sytem) untuk kapal tugboat membuat crew kapal malas mengirim laporan PMS ke perusahaan sehingga di perlukan perubahan form PMS yang lebih sederhana menggunakan aplikasi Excel. sehingga dari identifikasi diatas maka dapat dirumuskan antara lain : 1) Bagaimana cara membuat form PMS (Plan Maintenance System) kapal tugboat 2). Bagaimana cara penggunaan aplikasi Excel di perusahaan PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. 3) bagaimana upaya yang dilakukan agar laporan rutin PMS (Plan Maintenance System) kapal tugboat bisa berjalan dengan baik.. Sedangkan Yujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui cara membuat form PMS (Plan Maintenance System) kapal tugboat 2). Untuk mengetahui penggunaan aplikasi Excel di perusahaan PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. 3) Untuk mengetahui upaya yang dilakukan agar laporan rutin PMS (Plan Maintenance System) kapal tugboat bisa berjalan dengan baik.

KAJIAN TEORI

Planned Maintenance merupakan kegiatan perawatan yang dilaksanakan berdasarkan perencanaan terlebih dahulu. Pemeliharaan perencanaan ini mengacu pada rangkaian proses produksi. Sedangkan Pemeliharaan adalah “All action take to retain material in servicable condition or to restore to serviceability, It include inspection testing, servicing classification as to serviceability, repair, rebuilding, and reclamation”. Keseluruhan aktivitas yang di lakukan terhadap alat (material) untuk menjaga atau mengembalikan kemampuan alat itu dalam memberikan pelayanan. kegiatan ini terdiri dari pemeriksaan, uji coba, servis, kondisi, penggantian, perbaikan, dan renovasi.(Sudjoko, 1999: 2). Dari uraian tersebut mengandung pengertian bahwa pemeliharaan adalah: “Proses kegiatan yang di lakukan secara berkesinambungan sesuai prosedur baku dan sesuai terhadap sesuatu alat (sarana dan prasarana) dalam rangka menjaga agar alat itu dalam keadaan siap pakai dan handal selama di operasikan”. Menurut (Supandi,1990: 99) istilah perawatan diartikan sebagai pekerjaan yang dilakukan untuk menjaga atau memperbaiki setiap fasilitas, sehingga mencapai standart yang dapat di terima. Dalam

hal ini penggabungan dari dua istilah “perawatan” dan “perbaikan” (“maintenance” dan “repair”) sering digunakan, karena sangat erat hubungannya, maksud dari penggabungan tersebut adalah: 1). Perawatan, sebagai aktifitas untuk mencegah kerusakan, 2). Perbaikan sebagai tindakan untuk memperbaiki kerusakan. Arti perbaikan di sini, reparasi (repair) dimaksudkan untuk semua bentuk aktifitas perawatan yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas.

Maintenance merupakan suatu fungsi dalam suatu industri manufaktur yang sama pentingnya dengan fungsi–fungsi lain seperti produksi. Hal ini karena apabila kita mempunyai mesin/peralatan, maka biasanya kita selalu berusaha untuk tetap dapat mempergunakan mesin/peralatan sehingga kegiatan produksi dapat berjalan lancar. Untuk dapat menggunakan terus mesin/peralatan agar kontinuitas produksi dapat terjamin, maka dibutuhkan kegiatan–kegiatan pemeliharaan yang meliputi: Kegiatan pengecekan, Meminyaki (lubrication), Perbaikan / reparasi

atas kerusakan yang ada,

Penyesuaian/penggantian sparepart atau komponen. (Stephen & Robbins, 2003: 3). Jadi dapat disimpulkan Planned Maintenance System adalah sistem perawatan kapal yang dilakukan secara terus menerus atau berkesinambungan terhadap peralatan dan perlengkapan agar kapal selalu dalam keadaan laik laut dan siap operasi. Perawatan kapal merupakan pekerjaan rutin yang dikerjakan pada saat kapal stand by ataupun sedang beroperasi. Fungsi perawatan kapal sendiri untuk menjaga performa kapal dan mencegah/ mengurangi kerusakan pada permesinan dan peralatan kapal.

Penerapan perawatan kapal dilakukan berdasarkan pengalaman para Captain dan Chief Engineer Kapal, bahkan ada yang melakukan perawatan kapal berdasarkan style perusahaan tertentu. Ini menyebabkan tidak ada standard dan pedoman dalam merawat kapal, apalagi crew kapal kerap di rolling perbulan, per enam bulan atau satu tahun sekali sesuai dengan kebijakan Perusahaan Pelayaran.

Microsoft Excel adalah sebuah program atau paket aplikasi yang digunakan untuk

memanipulasi lembar kerja

(worksheet0elektronis karena terdiri dari lajur kolom dan lajur baris. (Nana Suarna. 2008:11) Program Microsoft Excel memiliki banyak fitur

(3)

67 baru, sehingga perlu pemahaman yang jelas. Program Microsoft Excel memiliki banyak sekali persi, karena hampir setiap tahun mengalami perubahan. Microsoft Excel atau aplikasi Excel adalah sebuah program aplikasi spreadsheet populer yang banyak digunakan untuk membantu user dalam perhitungan, membuat laporan keuangan dan analisa, serta mempresentasikan data. (Dewi, 2010: 35). Dengan demikian aplikasi Excel ini sangat cocok untuk di gunakan sebagai aplikasi dalam pembuatan form PMS (Plan Maintenance System) agar mempermudah pengisian laporan dengan baik dan cepat. Selain itu Excel dilengkapi dengan kemampuan dan fitur yang tidak dimiliki oleh aplikasi yang lain. Sebagaimana telah di jelaskan bahwa Plan Maintenance Sytem sangat di pelukan agar kegiatan operasional perusahaan bisa berjalan dengan baik, akan tetapi form PMS tidak dapat di kerjakan dengan baik oleh crew kapal karena rumitnya pengisian form tersebut sehingga di perlukannnya aplikasi untuk memudahkan pengrisian form PMS yaitu aplikasi Excel. METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk Jl. Abdul Muis 50 Jakarta Pusat, Indonesia, Phone: (+62-254)571418, Fax : (+62-254) 571060. Teknik Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dengan narasumber: Manager Departemen Brown Water, Operator Tugboat, Crew kapal Tugboat. Observasi dalam penelitian ini untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penginderaan di mana peneliti terlibat dalam keseharian. Sedangkan yang terahir adalah dokumentasi untuk mendapatkan data kapal tugboat, laporan laporan Plan Maintenance System, data kecelakaan kapal tugboat, catatan harian crew kapal, arsip foto, hasil rapat, jurnal kegiatan dan sebagainya. Dari semua data yang terkumpul selanjutnya diadakan Tri Anggulasi Baru selanjutnya disajikan (Penyajian Data) HASIL PENELITIAN

1. Deskripsi hasil penelitian

PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk Jl. Abdul Muis 50 Jakarta Pusat, Indonesia, Phone: (+62-254)571418, Fax : (+62-254) 571060, adalah perusahaan yang bergerak

dibidang pelayaran. Visi adalah Menjadi pelopor trasportasi dan logistic terpadu serta mengembangkan manusia handal Indonesia untuk memenuhi kebutuhan anda. Sedangkan Misinysa Penyedia solusi transportasi dan logistic terpadu melalui keunggulan operasional yang kompetitif.

Pada tahun 1996 Arpeni secara bersamaan diagugerahi ISM Code dan Sertifikat ISO 9002 dari American Bureau Of Shipping (ABS). 2003 - sertifikat ISO 9002 dialihkan ke Sertifikat ISO 9001 oleh ABS. Sertifikat ISO 3001 2005, menerima penghargaan sebagai perusahaan pelayaran teladan 2005 di Indonesia, 2008 diberikan penghargaan sebagai perusahaan terbaik di infrastuktur , Utilitas dan transportasi sector oleh bisnis Indonesia award, 2008 Arpeni menerima penghargaan dari indonesia financial reporting sebagai perusahaan terbaik sector industry transportasi.

Kegiatan Usaha Perseroan Dalam mejalankan kegiatan usahanya, perseroan menyediakan jasa transportasi laut meliputi angkutan dry bulk dan angkutan cair, selain itu perseroan juga menyediakan jasa penyewaan kapal, jasa keagenan dan jasa pendukung lainnya. 1). Jasa Angkutan Curah Kering, 2). Jasa Angkutan Muatan Cair, 3).Jasa Penyewaan Kapal, 4). Jasa Keagenan dan Jasa Lainnya. Stuktur Organisasi terdiri dari President Director, Brown Water Head, FC Sales and Marketing

2. Temuan Hasil Penelitian

Cara membuat form PMS (Plan Maintenance System) kapal tugboat Pembuatan Form aplikasi PMS (Plan Maintenance System) aplikasi Excel yaitu dengan cara memasukan data data yang di perlukan dalam Form PMS ( Plan Maintenance System) seperti daftar mesin kapal tugboat (Main engine dan Auxiliary Engine) dan bagaimana interval perawatan mesin kapal kedalam aplikasi Excel, selain itu dalam form tersebut harus di jelaskan kapan waktu pengiriman laporan PMS (Plan Maintenance System) kepada Head Officer. Dalam pembuatan Form PMS (Plan Maintenance System) bisa juga dengan menentukan data data yang akan di isi oleh crew kapal sesuai interval masing masing mesin kapal. Form PMS (Plan Maintenance System) dibuat sesederhana mungkin seperti memasang automatis jawaban dan kolom

(4)

68 Remaks agar form PMS dapat di selesaikan dengan mudah dan jelas. Jadi pembuatan form PMS (Plan Maintenance System) harus diawali dengan memasukkan data data yang akan di tentukan jadwal pemeliharaannya oleh HO (Head Officer) kemudian membuat cara alternatif jawban dalam kolom jawaban dan juga membuat kolom Remaks untuk memberi informasi keadaan mesin kapal untuk mempermudah departemen departemen terkait dalam menerima laporan tersebut dan dapat melanjutkan tindakan dengan benar. Form PMS ini harus di beri keterangan kapan crew kapal harus mengirimkan form tersebut agar crew kapal bisa mengerjakan form tersebut sesuai dengan kebutuhan. Pembuatan form PMS (Plan Maintenance System) dengan aplikasi Excel yaitu dengan cara memasukkan kolom ke Aplikasi Excel terdiri dari data mesin, Main Engine dan Auxiliary Engine kemudian menentukan Interval perawatan mesin kapal kemudian mebuat kolom jawaban yang lebih sederhana dan juga memberi keterangan kapan laporan PMS itu di kirimkan ke HO (Head Officer) kemudian menambahkan kolom Remaks untuk mengisi keadaan kapal,

Penggunaan aplikasi Excel di perusahaan PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (1) Berikut form PMS (Plan Maintenance System) dengan aplikasi Excel :

Form PMS (Plan Maintenance System) pada Main Engine :

Tabel. Form PMS (Plan Maintenance System)

Berikut penjelasan masing–masing kolom: Number, Pada kolom namber terdapat informasi mengenai nomer urut dari pekerjaan pemeliharaan yang akan

dilakukan, Item, Pada kolom item terdapat informasi mengenai nama item atau komponen yang dilakukan pemeliharaan yang terjadwal pada form ini. Maintenance interval kolom Maintenance interval terdapat informasi tentang jangka waktu pemeliharaan item tersebut, Port Main Engine / STBD Main Engine, kolom ini dijelaskan mesin yang akan dilakukan pemeliharan. Main Engine adalah mesin induk yang terdiri dari Port Main engine (kiri) dan STBD Main engine (kanan), Remarks, kolom ini akan di isi bagaima kondisi kapal tugboat saat dilakukan pemeliharaan. (2) Form PMS (Plan Maintenance System) pada Auxiliary Engine Tabel Form PMS (Plan Maintenance

System)

Berikut penjelasan masing–masing kolom: /Number kolom ini terdapat informasi mengenai nomer urut dari pekerjaan pemeliharaan yang akan dilakukan, Item: kolom ini terdapat informasi mengenai nama item atau komponen yang dilakukan pemeliharaan yang terjadwal pada form ini, Maintenance Interval Pada kolom ini terdapat informasi tentang jangka waktu pemeliharaan item tersebut, Port Auxiliary Engine / STBD Auxiliary Engine, kolom ini di jelaskan mesin yang akan di lakukan pemeliharan. adalah mesin pembatu yang terdiri dari Port Auxiliary engine (kiri) dan Auxiliary Engine STBD Auxiliary engine (kanan), Remarks: kolom ini akan di isi bagaima kondisi kapal tugboat saat di lakukan pemeliharaan. (3) Form Daily PMS (Plan Maintenance System)

Tabel Form PMS ( Plan Maintenance System)

(5)

69 Berikut penjelasan masing masing kolom : Item: Pada kolom ini terdapat informasi mengenai nama item atau komponen yang dilakukan pemeliharaan yang terjadwal pada form ini, Maintenance Interval :Pada kolom ini terdapat informasi tentang jangka waktu pemeliharaan item tersebut, Remarks: Pada kolom ini akan di isi bagaima kondisi kapal tugboat saat di lakukan pemeliharaan.

Pengisian form Plan Maintenance System Secara rutin dan upaya yang dilakukan agar laporan rutin kapal tugboat bisa berjalan dengan baik Pengisian form PMS (Plan Maintenance System) merupakan kegiatan rutinitas yang dilakukan oleh crew kapal. Hal ini dapat dikatakn bahwa pengisian PMS (Plan Maintenance System) harus di lakukan secara rutin oleh semua kapal tugboat. Pengisian form agar berjalan dengan baik dan rutinitas maka form PMS tidak boleh rumit sehingga crew kapal tidak kesulitan dalam mengerjakaannya. Hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada Bapak. “SW” selaku karyawan di Departemen Teknik, mengatakan bahwa “Pengisian form PMS (Plan Maintenance System) agar berjalan dengan rutin yaitu form PMS tidak boleh rumit sehingga crew kapal tidak malas dalam mengerjakaannya dan juga adanya koordinasi dari deprtemen departemen yang bersangkutan dengan pihak kapal sehingga crew kapal bisa mengerjakan dengan benar dan bisa di tinjadak lanjuti oleh departemen terkait”. Upaya yang dilakukan agar laporan rutin kapal tugboat bisa berjalan dengan baik adalah: (1). koordinasi dari HO (Head Officer) agar dapat mengambil keputusan secara benar setelah mendapatkan laporan PMS (Plan Maintenace System) termasuk memberikan training kepada crew

kapal. (2). membuat form aplikasi Excel lebih sederhana. (3). Aplikasi Excel dibuat guna memudahkan crew kapal dalam pengiriman laporan PMS agar bisa berjalan secara rutin dan dapat ditindak lanjuti dengan baik sehingga kapal bisa melakukan perjalanan dalam keadaan laik laut.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan uraian dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab-bab sebelumnya mengenai penggunaan apikasi excel dalam pengisian Form Plan Maintenance System pada kapal tugboat di PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk, maka dapat diambil kesimpulan yaitu: (1) Cara membuat form PMS (Plan Maintenance System) kapal tugboat : Pembuatan Form aplikasi PMS ( Plan Maintenance System) aplikasi Excel yaitu dengan cara memasukan data yang di perlukan dalam Form PMS seperti daftar mesin kapal tugboat (Main engine dan Auxiliary Engine) dan bagaimana interval perawatan mesin kapal kedalam aplikasi Excel, selain itu dalam form tersebut harus di jelaskan kapan waktu pengiriman laporan PMS (Plan Maintenance System) kepada HO (Head Officer). Form PMS (Plan Maintenance System) dibuat sesederhana mungkin seperti memasang automatis jawaban dan kolom Remaks agar form PMS dapat di selesaikan dengan mudah dan jelas. (2) Penggunaan aplikasi Excel di perusahaan PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk: (a) Form PMS (Plan Maintenance System) pada Main Engine: dimulai dari /Number, Item, Maintenance, interval, Port Main Engine, Remarks. (b) Form PMS (Plan Maintenance System) pada Auxiliary Engine. Dimulai dari /Number, Item, maintenance, Port Auxiliary Engine/Auxiliary Engine, Remarks. (c). Form Daily PMS (Plan Maintenance System) Dimulai dari Item Maintenance Interval Remarks. (2) Pengisian form Plan Maintenance System Secara rutin dan upaya yang dilakukan agar laporan rutin kapal tugboat bisa berjalan dengan baik Pengisian form PMS (Plan Maintenance System) merupakan kegiatan rutinitas yang dilakukan oleh crew kapal. Pengisian form agar berjalan dengan baik dan rutinitas maka form PMS tidak boleh rumit sehingga crew kapal tidak kesulitan dalam mengerjakaannya. Upaya yang dilakukan agar laporan rutin kapal tugboat bisa berjalan dengan baik adalah: (1). koordinasi dari HO (Head Officer) agar dapat mengambil keputusan secara benar setelah

(6)

70 mendapatkan laporan PMS (Plan Maintenace System) termasuk memberikan training kepada crew kapal. (2). membuat form aplikasi Excel lebih sederhana. (3). Aplikasi Excel dibuat guna memudahkan crew kapal dalam pengiriman laporan PMS agar bisa berjalan secara rutin dan dapat ditindak lanjuti dengan baik sehingga kapal bisa melakukan perjalanan dalam keadaan laik laut.

Saran yang dapat kami lakukan adalah: 1). Penggunakan apikasi excel dalam pengisian Form Plan Maintenance System pada mesin kapal data dipertimbangkan, sehingga tidak hanya kapal tugboat saja akan tetapi di kapal tongkang dan floating creane juga perlu diterapkan laporan seperti ini. 2). Penggantian komponen kritis dilakukan sebelum interval yang ditentukan, dikarenakan dengan adanya penggantian komponen sebelum ada kerusakan akan mencegah terjadinya downtime, sehingga tidak mengganggu kegiatan operasional perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA

Ardhi K. 2016. Penentuan Jadwal Preventive Maintenance [skripsi]. Jakarta (ID): Universitas Trisakti.

Dewi. (2011). B Tip dan Trik Microsoft Excel 2010. Jakarta: Elex Media Komputindo. Dudi Misky. 2007. 9tips Menguasai Microsoft

Excel 2003. Restu Agung Jakarta Fauzi. A. 2008. Reporting Analysis and

dashboard with Microsoft Excel 2007, Media Komputindo Kelompok Gramedia, Jakarta 2008.

Govil,AK . 1983 . Reliability Engineering. New Delhi : Tata McGraw-Hill Publishing Companies Limited.

Miles, B Mathew dan Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif Buku Sumber Tentang Metode-metode Baru. Jakarta: Universitas Indonesia Press. Mu’arif H. 2015. Analisis Perencanaan

Penjadwalan Maintenance pada Mesin Nana Suarna, 2008. Pedoman Panduan

Pratikum Microsoft Office Excel 2007 CNC Line Exhaust Manifold [skripsi]. Jakarta

(ID): Universitas Darma Persada. Stephen P. Robbins, Mary Coulter.2003.

“Management”.7 th edition,Prentice Hall, New Jersey.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&B. Bandung: Aflabeta.

Suma’umur, 2001. keselamatan kerja dan pencegahan pencemaran, Jakarta : CV Haji Masagung.

Sumayyah. 2015. Perencanaan System

Perawatan Alat Angkat [skripsi]. Jakarta (ID): Akademi Maritim Pembangunan. Sudjoko, 1999. Total Produktif perawatan

kapal. Jakarta.

Supandi. 1990. Manajemen Perawatan Industri. Bandung.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :