• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendahuluan. Metode Peramalan:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pendahuluan. Metode Peramalan:"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Metode Peramalan:

– Metode Perataan:

• Equally weighted observations

– Metode pemulusan eksponensial (exponential smoothing)

• Pembobotan yang tidak sama pada data historis, dimana bobot meluruh secara

eksponensial dari data terbaru hingga terlama. • Parameter yang digunakan memiliki nilai

antara 0 dengan 1. Parameter inilah yang menentukan bobot yang diaplikasikan pada data.

(3)

• Metode perataan

– Jika suatu data runtun waktu dibangkitkan dari suatu subyek proses konstan dengan adanya galat random, maka rata-rata merupakan statistik yang berguna sebagai peramalan di periode berikutnya.

– Metode perataan tepat digunakan untuk data

runtun waktu yang stasioner, dimana keseimbangan data berada disekitar nilai konstan, dengan variansi yang konstan.

(4)

• Rata-rata (simple average)

– Gunakan rata-rata dari semua data historis untuk melakukan peramalan

– Ketika terdapat data terbaru, maka peramalan pada t+2 adalah rata-rata seluruh data historis termasuk data terbaru tersebut.

– Metode ini tepat digunakan ketika tidak terdapat pola trend dan musiman

Metode Perataan

(Averaging Methods)

   t i i t y t F 1 1 1

    1 1 2 1 1 t i i t y t F

(5)

• Rata-rata bergerak (moving average) untuk t periode adalah rata-rata dari k data terbaru;

• Nilai konstan k ditentukan di awal ketika melakukan peramalan;

Semakin kecil nilai k, berarti semakin besar bobot yang diberikan pada data terbaru;

Semakin besar nilai k, berarti semakin kecil bobot yang diberikan pada data terbaru.

Metode Perataan

(6)

• Bagaimana menentukan k?

 Nilai k yang besar digunakan ketika terdapat fluktuasi yang lebar dan jarang dalam suatu data;

 Nilai k yang kecil digunakan ketikan terdapat pergerakan tiba-tiba pada suatu data. Dengan kata lain, data cukup berfluktuatif.

• Misalkan, pada data kuarter, maka moving average dengan k=4 atau ditulis MA(4), mengeliminasi atau merata-ratakan efek

musiman.

• Untuk data bulanan, maka MA(12) juga mengeliminasi atau merata-ratakan efek musiman.

(7)

• Bobot yang sama diberikan pada setiap data yang digunakan dalam perataan.

• Each new data point is included in the average as it becomes available, and the oldest data point is discarded.

(8)

• Suatu moving average dengan order k, MA(k), adalah nilai k data berurutan:

– k is the number of terms in the moving average.

• The moving average model does not handle trend or seasonality very well although it can do better than the total mean.

Single Moving Averages

t t 1 t 2 t k 1 t 1 t 1 t t 1 i i t k 1

(y

y

y

y

)

ˆ

F

y

k

1

F

y

k

         

 

(9)

Example 1: Weekly Department Store Sales

• The weekly sales figures (in millions of dollars) presented in the

following table are used by a major department store to determine the need for temporary sales personnel. 1 5.3 2 4.4 3 5.4 4 5.8 5 5.6 6 4.8 7 5.6 8 5.6 9 5.4 10 6.5 11 5.1 12 5.8 13 5 14 6.2 15 5.6 16 6.7 17 5.2 18 5.5 19 5.8 20 5.1 21 5.8 22 6.7 23 5.2 24 6 25 5.8

(10)

0 1 2 3 4 5 6 7 8 0 5 10 15 20 25 30 S a le s Weeks Weekly Sales

(11)

• Misalkan: gunakan moving average tiga-minggu (k=3) untuk meramalkan penjualan department store

minggu 24 dan 26.

• Nilai galat peramalan: 23 22 21 24

(y

y

y )

5.2 6.7 5.8

ˆy

5.9

3

3

24 24

ˆ

24

e

y

y

 

6 5.9 .1

(12)

• Nilai peramalan untuk minggu ke 26

25 24 23 26

y

y

y

5.8 6 5.2

ˆy

5.7

3

3

 

(13)

Example: Weekly Department Store Sales

Period (t) Sales (y) Peramalan e^2 PE

1 5.3 2 4.4 3 5.4 4 5.8 5.033333 0.587778 13.22% 5 5.6 5.2 0.16 7.14% 6 4.8 5.6 0.64 16.67% 7 5.6 5.4 0.04 3.57% 8 5.6 5.333333 0.071111 4.76% 9 5.4 5.333333 0.004444 1.23% 10 6.5 5.533333 0.934444 14.87% 11 5.1 5.833333 0.537778 14.38% 12 5.8 5.666667 0.017778 2.30% 13 5 5.8 0.64 16.00% 14 6.2 5.3 0.81 14.52% 15 5.6 5.666667 0.004444 1.19% 16 6.7 5.6 1.21 16.42% 17 5.2 6.166667 0.934444 18.59% 18 5.5 5.833333 0.111111 6.06% 19 5.8 5.8 0 0.00% 20 5.1 5.5 0.16 7.84% 21 5.8 5.466667 0.111111 5.75% 22 6.7 5.566667 1.284444 16.92% 23 5.2 5.866667 0.444444 12.82% 24 6 5.9 0.01 1.67% 25 5.8 5.966667 0.027778 2.87% 26 5.666667 MSE 0.397323 9.04% RMSE 0.630336 • Peramalan menggunakan MA(3) menghasilkan MSE = 0.397

(14)

Grafik Penjualan Department Store example 1

0 1 2 3 4 5 6 7 8 Data asli Peramalan

(15)

Double Moving Average

• Prosedur peramalan:

– Double moving average dapat dikatakan moving

average dari moving average;

– Gunakan single moving average orde t (S

t

’)

– Fitting: the difference between single moving

average and double moving average at time t (S

t

– S

t

’’)

– Fitting: trend from t period to t+1 period (or to

t+m period if we want to forecast m period)

(16)

Double Moving Average

• Secara umum, prosedur melakukan double moving average adalah sebagai berikut:

' t t 1 t 2 t k 1 t '' t t 1 t 2 t k 1 t ' ' '' ' '' t t t t t t ' '' t t t t m t t X X X ... X S k S S S ... S S k a S S S 2S S 2 b S S k 1 F a b m                             

(17)

Double moving average example 1

Period (t) Sales (y) S't=MA(3)S"t=MA(3x3) at bt F(t+1) e^2 PE

1 5.3 2 4.4 3 5.4 5.033333 4 5.8 5.2 5 5.6 5.6 5.277778 5.922222 0.322222 6 4.8 5.4 5.4 5.4 0 6.244444 2.08642 30.09% 7 5.6 5.333333 5.444444 5.222222 -0.11111 5.4 0.04 3.57% 8 5.6 5.333333 5.355556 5.311111 -0.02222 5.111111 0.239012 8.73% 9 5.4 5.533333 5.4 5.666667 0.133333 5.288889 0.012346 2.06% 10 6.5 5.833333 5.566667 6.1 0.266667 5.8 0.49 10.77% 11 5.1 5.666667 5.677778 5.655556 -0.01111 6.366667 1.604444 24.84% 12 5.8 5.8 5.766667 5.833333 0.033333 5.644444 0.024198 2.68% 13 5 5.3 5.588889 5.011111 -0.28889 5.866667 0.751111 17.33% 14 6.2 5.666667 5.588889 5.744444 0.077778 4.722222 2.183827 23.84% 15 5.6 5.6 5.522222 5.677778 0.077778 5.822222 0.049383 3.97% 16 6.7 6.166667 5.811111 6.522222 0.355556 5.755556 0.891975 14.10% 17 5.2 5.833333 5.866667 5.8 -0.03333 6.877778 2.814938 32.26% 18 5.5 5.8 5.933333 5.666667 -0.13333 5.766667 0.071111 4.85% 19 5.8 5.5 5.711111 5.288889 -0.21111 5.533333 0.071111 4.60% 20 5.1 5.466667 5.588889 5.344444 -0.12222 5.077778 0.000494 0.44% 21 5.8 5.566667 5.511111 5.622222 0.055556 5.222222 0.333827 9.96% 22 6.7 5.866667 5.633333 6.1 0.233333 5.677778 1.044938 15.26% 23 5.2 5.9 5.777778 6.022222 0.122222 6.333333 1.284444 21.79% 24 6 5.966667 5.911111 6.022222 0.055556 6.144444 0.020864 2.41% 25 5.8 5.666667 5.844444 5.488889 -0.17778 6.077778 0.07716 4.79% 26 5.311111 27 5.133333 MSE 0.70458 11.92%

(18)

Grafik Penjualan Department Store menggunakan MA (3x3) example 1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 Data asli Peramalan

(19)

Variasi dari Moving Average

• Single/simple moving average • Double moving average

• Triple moving average (TRIX)

• Exponential moving average (EMA) • Weighted moving average (WMA)

• Sinus weighted moving average (SWMA) • Spencer 15 point moving average (SpMA) • Dll

(20)

Weighted Moving Average (WMA)

• Pembobotan nilai pada WMA tergantung dari period

yang kita tentukan, semakin besar period maka

semakin pesar pembobotan nilai perhitungannya.

WMA bisa dihitung menggunakan rumus berikut

1 ( 1) t;n

1

...1

WMA

(

1) ... 1

t t t n

nX

n

X

X

n

n

  

   

(21)

Exponential Moving Average (EMA)

• Pemberian bobot pada EMA sama seperti juga pada WMA, melibatkan periode.

• Rumus EMA:

• Dengan nilai awal EMA diambil dari nilai MA sederhana.

t;n 1 1

2

EMA

EMA

EMA

1

X

t t t

n

 

(22)

TRIX

Triple exponential moving average (TRIX)

(23)

Sinus weighted moving average (SWMA)

• SWMA is a weighted average, based on motivation, that price (asset) fluctuates following some unknown wave. As model, Sine wave is used to adjust price weights.

(24)

Spencers 15 point moving average (SpMA)

• SpMA is another version of WMA used by actuaries.

• It is fixed 15 position mean with weights 3, -6, -5, 3, 21, 46, 67, 74, 67, 46, 21, 3, -5, -6, -3. The problem with this average is high lag.

(25)

Latihan

• Perhatikan data

ln

dari volume penumang

berikut:

Tahun Bulan Ln(volume) 2014 10 15.1 11 15.1 12 15.2 2015 1 15.0 2 14.8 3 14.9 4 15.0 5 15.1 6 15.0 7 15.1 8 15.1 9 14.9 10 15.0 11 15.0 12 15.2

Lakukan peramalan 2 (dua) periode ke depan menggunakan:

a. WMA (5) b. EMA (5) c. SWMA(5)

Gambar

Grafik Penjualan Department Store example 1 012345678 Data asli Peramalan
Grafik Penjualan Department Store menggunakan MA (3x3)  example 1 012345678 Data asli Peramalan

Referensi

Dokumen terkait

Namun dalam perkembangannya, Interbase yang komersial di-bundle oleh Borland menjadi Phoenix, sedangkan Firebird adalah interbase yang dikembangkan oleh komunitas Open

Bahaya yang tergolong berat ini didukung dengan kondisi fisik lahan penelitian yang memiliki lereng yang berbukit dan bergunung, curah hujan yang tergolong sangat

Cara pengumpulan data dilakukan dengan cara mendata semua ibu yang mempunyai balita kemudian melakukan informed consent kepada responden, setelah itu memberikan lembar

Dalam paper ini dikonstruksi piksel-piksel pada masing-masing pusat klaster arus listrik tak normal di dalam otak ketika terjadi serangan epilepsi yang direkam

Ezt követ ő en a vizsgált friss húsok felületén és a húskészítményekben el ő - forduló élelmiszer-eredet ű megbetegedést okozó baktériumok ( Salmonella sp. ,

Tujuan utama penelitian adalah menemukan karakteristik kemampuan ber pikir siswa dampak penerapan metode pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika. Untuk mencapai tujuan utama

Sistem ini berfungsi sebagai bahan evaluasi dalam menentukan kebijakan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah per kecamatan atau per kelurahan meliputi Informasi penyebaran

Meningkatnya kebutuhan hidup, peningkatanharga bahan bakar minyak, serta semakin berkurangnya sumber dayaalam yang tidak dapat diperbarui, menuntut untuk mencari