i
KATA PENGANTAR
Sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasonal, Kementerian/Lembaga berkewajiban untuk menyusun Rencana Strategis (Renstra) yang merupakan penjabaran visi dan misi Kementerian/Lembaga sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan nasional secara menyeluruh.
Penyusunan rencana strategis ini juga mengacu pada Peraturan Kepala Bappenas Nomor 5 Tahun 2014 tentag Pedoman Penyusunan dan Penelaahan Renstra Kementerian/KL 2015 – 2019 serta Rencana Strategis Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Renstra Balai Besar PPMB-TPH tahun 2015 – 2019 merupakan salah satu pedoman bagi seluruh pegawai dalam menyusun rencana, pelaksanaan sampai dengan evaluasi kegiatan sesuai tugas dan fungsi selama lima tahun kedepan.
Dengan tersusunnya rencana strategis ini, diharapkan dapat memberikan gambaran secara jelas dan rinci tentang rancangan kegiatan Balai Besar PPMB-TPH lima tahun kedepan sehingga rencana kegiatan akan mudah dipahami oleh semua pihak dan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Depok, Oktober 2014 Kepala Balai Besar PPMB-TPH
Ir. Tri Susetyo, MM
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR TABEL... ... iii
I. PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Kondisi Umum ... 5
1.3 Analisa Potensi dan Permasalahan ... 7
II. VISI, MISI, TUJUAN ORGANISASI ... 16
2.1 Organisasi ... 16
2.2 Visi ... 17
2.3 Misi ... 17
2.4 Tujuan ... 18
2.6 Sasaran Strategis ... 18
III. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI ... 19
3.1 Kebijakan ... 20
3.2 Strategi ... 20
3.3 Program/Kegiatan Prioritas ... 21
IV. TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN ... 29
4.1 Target Kinerja Kegiatan ... 29
4.2 Kerangka Pendanaan ... 32
iii
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Pengembangan teknik dan metode pengujian
mutu benih... 22
Tabel 2. Fasilitas sistem manajemen mutu laboratorium pengujian benih di Indonesia ... 22
Tabel 3. Penguatan kelembagaan ... 23
Tabel 4. Koleksi varietas /Isolat Patogen Tular Benih ... 24
Tabel 5. Publikasi pengembangan pengujian mutu benih ... 24
Tabel 6. Peningkatan sarana dan prasarana ... 25
Tabel 7. Pertemuan teknis dan informasi pengembangan Pengujian mutu benih ………. ... 25
Tabel 8. Rekruitmen pegawai ... 26
Tabel 9. Program pendidikan ... 26
Tabel 10. Pelatihan teknis dan sistem mutu ... 27
Tabel 11. Pelatihan administrasi ... 28
Tabel 12. Pelaksanaan uji profisiensi ... 28
Tabel 13. Target Kinerja Kegiatan Tahun 2015 - 2019 ... 29
1
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Pembangunan perbenihan nasional harus diarahkan untuk mewujudkan sistem dan usaha perbenihan/industri benih yang tangguh berbasis potensi nasional yang mampu menyediakan benih bermutu tinggi. Penggunaan benih bermutu dari varietas unggul difasilitasi melalui pembinaan produsen benih untuk dapat menghasilkan benih secara enam tepat yaitu: tepat waktu, tepat mutu, tepat varietas, tepat jumlah, tepat lokasi dan tepat harga.
Kebutuhan produk tanaman pangan semakin meningkat seiring laju pertumbuhan penduduk dan pola konsumsi masyarakat yang masih didominasi oleh beras, serta semakin berkembangnya industri olahan berbahan dasar pangan. Tantangan kedepan adalah bagaimana mewujudkan produksi tanaman pangan yang cukup dan berkelanjutan serta bagaimana menyediakan dan menyalurkan sarana produksi dan benih secara enam tepat kepada kelompok tani dan petani. Dalam rangka meningkatkan produksi tanaman pangan, salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan cara penggunaan benih varietas unggul bersertifikat. Tujuan dari sertifikasi benih adalah untuk menjamin kemurnian dan kebenaran varietas benih yang ditanam. Dalam proses sertifikasi tersebut, ditetapkan pula persyaratan standar minimal yang ditetapkan untuk menjamin mutu benih.
Salah satu strategi yang dilakukan dalam rangka penyediaan benih bermutu adalah dengan pemantapan dan pemberlakuan sistem mutu terhadap semua fungsi perbenihan.Untuk menunjang kegiatan tersebut, maka perlu didukung dengan standardisasi laboratorium pengujian mutu
2
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019benih dan standardisasi teknis mutu benih yang diakui baik nasional maupun internasional dan dapat diterapkan oleh seluruh institusi pengawasan mutu dan sertifikasi benih di Indonesia melalui 1). Penetapan dan pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) benih, baik sukarela maupun wajib, 2).Peningkatan pengetahuan, wawasan dan keterampilan petugas pengawas benih (termasuk analis benih) sehingga mempunyai kompetensi dan kemampuan teknis dalam pengawasan peredaran benih di pasar, 3). Peningkatan kompetensi laboratorium melalui akreditasi dari lembaga akreditasi sesuai ruang lingkupnya, 4). Peralatan laboratorium yang memadai, terawat dan terkalibrasi, dan 5). Kesepakatan tentang standar mutu benih yang berlaku antar negara.
Dari uraian diatas, maka diperlukan adanya institusi yang dapat menjadi rujukan bagi laboratorium pengujian benih di daerah yang fungsinya meliputi :
1.Memfasilitasi hal-hal yang terkait dengan aturan perbenihan internasional;
2.Fasilitasi Penerapan Sistem Mutu (SNI ISO/IEC 17025-2008) untuk laboratorium pengujian mutu benih baik pemerintah maupun swasta; 3.Pembinaan kompetensi (Kemampuan Profesional) laboratorium
pengujian mutu benih/Analis Benih/perdagangan benih internasional 4.Penyelesaian masalah perbedaan hasil uji laboratorium benih, baik
swasta maupun pemerintah (daerah).
1.1.1.Tujuan
Renstra Balai Besar PPMB-TPH disusun sebagai acuan bagi seluruh pegawai dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan periode tahun 2015 – 2019 secara menyeluruh, terintegrasi dan efisien di lingkungan
3
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019Balai Besar PPMB-TPH dalam mendukung program Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.
1.1.2.Tugas dan Fungsi
Balai Besar PPMB-TPH merupakan unit pelaksana teknis yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal tanaman Pangan. Balai Besar PPMB-TPH secara teknis dibina oleh Direktur Perbenihan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Direktur Perbenihan, Direktorat Jenderal Hortikultura.Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No: 78/Permentan/OT.140/ 11/2011, maka tugas dan fungsi Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura adalah sebagai berikut :
1. Tugas
Melaksanakan pengembangan serta pemberian bimbingan teknis pengujian mutu benih dan penerapan sistem manajemen mutu benih tanaman pangan dan hortikultura.
2. Fungsi
Sesuai tugasnya, Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura mempunyai fungsi:
a. penyusunan program dan evaluasi pengembangan pengujian mutu benih serta pemberian bimbingan teknis pengujian mutu benih dan penerapan sistem manajemen mutu benih tanaman pangan dan hortikultura;
b. pelaksanaan pengembangan teknik dan metode pengujian laboratorium, sertifikasi dan pengawasan peredaran benih tanaman pangan dan hortikultura;
4
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019c. pelaksanaan uji banding (uji profisiensi, unjuk kerja metode, uji arbitrase dan uji acuan) antar laboratorium pengujian benih tanaman pangan dan hortikultura;
d. pelaksanaan uji petik mutu benih tanaman pangan dan hortikultura yang beredar;
e.
pelaksanaan sertifikasi ISTA (International Seed TestingAssociation) untuk benih tanaman pangan dan hortikultura
f. pelaksanaansertifikasi sistem mutu dan pemberian hak penandaan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada pelaku usaha perbenihan tanaman pangan dan hortikultura;
g. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis pengujian mutu benih dan penerapan sistem manajemen mutu benih tanaman pangan dan hortikultura;
h. penyusunan informasi dan dokumentasi hasil pengembangan pengujian mutu benih serta pemberian bimbingan teknis pengujian mutu benih dan penerapan sistem manajemen mutu benih tanaman pangan dan hortikultura;
i. pengelolaanurusan tata usaha dan rumah tangga Balai Besar PPMB-TPH.
1.1.3.Ruang Lingkup
Renstra Balai Besar PPMB-TPH memuat dokumen perencanaan yang meliputi visi, misi, tujuan sasaran, kebijakan, strategi, program dan kegiatan yang akan dilaksanakan selama lima tahun kedepan (2015–2019). Renstra disusun berdasarkan analisis potensi, peluang, tantangan dan permasalahan termasuk isu strategis khususnya dalam pengembangan mutu benih. Renstra ini juga dilengkapi dengan lampiran tentang matriks
5
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019kinerja program dan kegiatan, matriks pendanaan untuk melaksanakan program dan kegiatan serta target yang akan dicapai terhadap indikator kegiatan utama.
1.2. Kondisi Umum
Laboratorium pengujian benih sebagai lembaga yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan sertifikat hasil uji semakin diperlukan. Standar mutu suatu produk benih merupakan penangkal terhadap keluar masuknya benih dari dan ke suatu negara secara bebas dan harus dicantumkan dalam kemasan benih sebagai informasi kualitas benih yang diperdagangkan.
Keberadaan laboratorium pengujian benih yang terstandardisasi mempunyai fungsi yang sangat menentukan dalam memberikan pelayanan uji laboratorium untuk menerbitkan sertifikat hasil uji yang diakui secara nasional maupun internasional. Keuntungan sertifikat hasil uji yang diterbitkan dari laboratorium terakreditasi adalah :
1. Memberikan jaminan mutu terhadap produk benih
2. Memberikan informasi yang tepat dan akurat tentang laboratorium
3. Meningkatkan daya saing pasar (benih) baik pasar nasional maupun
internasional
4. Mendorong agar masyarakat pengguna benih lebih rasional dalam
menggunakan benih yang bersertifikat
5. Sebagai penangkal masuknya benih dari luar negeri yang tidak berkualitas
Sertifikat hasil pengujian bisa dikatakan terjamin apabila data yang dihasilkan dapat memuaskan pelanggan dengan tetap mempertimbangkan aspek teknis, ketelitian dan keakuratan sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini berarti metode dan prosedur operasional laboratorium harus terpadu, mulai dari perencanaan, pengambilan contoh uji, penanganan pengujian hingga laporan
6
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019hasil uji sampai pada pelanggan. Oleh karena itu laboratorium harus selalu mengembangkan dan menerapkan pengendalian mutu dan jaminan mutu dengan menetapkan dan memelihara sistem manajemen mutu yang sesuai dengan jenis, ruang lingkup dan volume kegiatan yang dilaksanakan.
Di Indonesia untuk menjadi laboratorium pengujian benih yang terstandardisasi harus memenuhi persyaratan SNI ISO/IEC 17025:2008 dengan menggunakan metode uji berdasarkan ISTA Rules dan sebagai bukti kompetensi yaitu adanya pengakuan dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai laboratorium yang terakreditasi dengan mendapatkan sertifikat sesuai dengan ruang lingkup pengujian. Dalam sistem manajemen mutu, data hasil pengujian yang dapat dipercaya tergantung dari beberapa faktor seperti; kompetensi sumber daya manusia (SDM), akomodasi dan lingkungan laboratorium, metode pengujian, ketertelusuran pengukuran, penanganan barang yang diuji dan pengambilan contoh benih.
Untuk mewujudkanya, Balai Besar PPMB-TPH berupaya menjadi lembaga yang dapat dijadikan sebagai rujukan bagi laboratorium pengujian benih di daerah (khususnya BPSB-TPH).Dukungan sarana dan prasarana yang dimiliki Balai Besar PPMB-TPH adalah 8 (delapan) laboratorium pengujian benih dengan peralatan yang memadai dan SDM yang kompeten, yaitu laboratorium biologi, fisika, elektroforesis, cendawan, bakteri, virus, nematoda dan kultur jaringan.
Kompetensi laboratorium Balai Besar PPMB-TPH telah diakui baik secara nasional maupun internasional yaitu dengan telah diakreditasinya laboratorium oleh Komite Akreditasi Nasional (No. LP-162-IDN), dan
International Seed
Testing Association (No.IDML 001) dan laboratorium penyelenggara uji profisiesi
(LPUP) oleh Komite Akreditasi Nasional (No.UPP-001-IDN). Dengan status akreditasi tersebut, hasil-hasil pengujian benih yang dilakukan dapat7
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019dipertanggungjawabkan karena telah mengikuti standar pengujian baik nasional maupun internasional.
Disamping itu, Balai Besar PPMB-TPH dalam melaksanakan fungsinya telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang cukup memadai yaitu berupa gedung/bangunan, perlengkapan laboratorium dan perkantoran yang meliputi barang bergerak dan barang tidak bergerak. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Balai Besar PPMB-TPH didukung oleh SDMyang kompeten dengan berbagai kepangkatan dan tingkat pendidikan.
Sebagai persiapan pelaksanaan pembangunan jangka menengah khususnya pembangunan bidang pertanian dan dalam rangka mendukung program peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman pangan untuk mencapai swasembada dan swasembada berkelanjutan, maka perlu dibuat rencana pembangunan lima tahunan yang dituangkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Balai Besar PPMB-TPH 2015-2019. Renstra tersebut didasarkan pada prinsip bahwa pembangunan masa depan merupakan proses yang berkelanjutan, peningkatan, pendalaman, perluasan dan pembaharuan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi yang telah dilaksanakan pada periode sebelumnya.
1.3. Analisa Potensi dan Permasalahan 1.3.1. Kekuatan/Potensi
a. Kelembagaan.
Balai Besar PPMB-TPH memiliki struktur dan fungsi yang cukup memadai untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal, terlebih jika perangkat struktur organisasi, infrastruktur, SDM, Pelayanan Pengujian, Sistem mutu dan sistem informasi telah berfungsi sebagaimana mestinya.
8
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019b. Regulasi
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu benih Tanaman Pangan dan Hortikultura mengacu pada peraturan perundangan sebagai pedoman pelaksanaan antara lain :
1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman;
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;
5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah junto Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004;
7. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025; 8. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura; 9. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan;
10. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014;
9
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 201911. Peraturan Pemerintah Nomor : 44 tahun 1995, tentang Perbenihan Tanaman;
12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 102 tahun 2000 tentang Standarisasi Nasional;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan;
14. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah;
15. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan Mutu dan Gizi Pangan;
16. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah juncto Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006; 17. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan
Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;
18. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan;
19. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional;
20. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah;
21. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah;
10
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 201922. Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2010 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga Pemerintah (RKA-KL);
23. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN, sebagaimana telah diubah beberapa kali, junto Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
24. Keputusan Presiden RI Nomor : 19 Tahun 2011 tentang Penetapan Keanggotaan Indonesia pada
International Seed
Testing Association (Asosiasi Pengujian Benih Internasional);
25. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang RencanaPembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014; 26. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah dan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 jis Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012; 27. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah;
28. Keputusan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor KEP/135/M.PAN/9/2004 tentang Pedoman Umum Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
29. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 59/KMK.06/2005 tentang Sistem Akuntansi dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat; 30. Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 38 tahun 2007 tentang
11
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 201931. Peraturan Menteri Pertanian No 58/Permentan/0T.140/8/2007 tentang Pelaksaanaan Sistem Standardisasi Nasional dibidang Pertanian;
32. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 91/PMK.06/2007 tentang Bagan Akun Standar;
33. Peraturan Menteri Pertanian No.
78/Permentan/OT.140/11/2011 tentang Tata Kerja dan Organisasi Balai Besar PPMB-TPH;
34. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 249/PMK.02/2011 tentang Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Atas Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga; 35. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 25 Tahun 2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; 36. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72/PMK.02/2013 Tentang
Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2014;
37. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 141/PMK.02/2013 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 99/PMK.02/2013 Tentang Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2014;
38. Peraturan Menteri Pertanian No 02/Permentan/0T.140/8/2014 tentang Produksi, Sertifikasi dan Peredaran Benih Bina;
39. Peraturan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan da Penelaahan Rencana Strategis Kementerian/Lembaga 2015 - 2019;
12
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 201940. Keputusan Direktur Jenderal Hortikultura Nomor : 31.A/HK.050/6/2007 tentang Pedoman Sertifikasi Benih Hortikultura;
41. SNI ISO/IEC 17025:2008 Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Penguji dan Laboratorium Kalibrasi;
42.
International Seed Testing Association (ISTA) Rules.
1.3.2. Peluang
a. Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Kemampuan dan kompetensi Balai Besar PPMB-TPH masih dapat ditingkatkan melalui kegiatan-kegiatan pelatihan, magang, seminar, konferensi dan workshop (nasional dan internasional) yang relevan dengan tupoksi Balai Besar PPMB-TPH terutama dengan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengujian di laboratorium.
b. Kerjasama.
Untuk integritas dan eksistensinya, maka perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus senantiasa diikuti dengan cara menjalin kerjasama dengan lembaga atau instansi lain (nasional maupun internasional) yang diharapkan akan mempermudah dalam mencari solusi terhadap permasalahan yang ada dan diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi upaya mempertahankan predikat laboratorium yang diakui yang berstandar nasional maupun internasional.Sebagai UPT Balai Besar PPMB-TPH menjalin hubungan kerja dengan berbagai instansi terkait, perguruan tinggi dan stakeholder dengan tujuan kegiatan-kegiatan yang dilakukan baik aspek manajemen maupun teknis dapat memuaskan pelanggan.
13
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 20191.3.3. Tantangan
a. Meningkatnya usaha agribisnis dan perkembangan industri pertanian membutuhkan ketersediaan/suplai berbagai jenis benih bermutu.
b. Perlunya antisipasi dalam perdagangan bebas agar Indonesia tidak dijadikan tempat pemasaran segala produk benih yang tidak bermutu.
c. Berkembangnya ilmu dan teknologi yang semakin pesat, dapat mendorongdikembangkannyametoda pengujian yang efisien dan aplikatif sehingga dapat menjawab permasalahan yang dihadapi dalam pengujian di laboratorium.
d. Beragamnya wilayah di Indonesia dengan berbagai agro ekosistem/lingkungan pengendalian sehingga memerlukan teknologi penanganan benihspesifik lokasi pada masing-masing daerah.
1.3.4. Kelemahan/Masalah
a. Sumber daya manusia.
Keberhasilan pelaksanaan kegiatan sangat tergantung kepada perimbangan yang optimal antara jumlah tenaga dengan jenis dan volume pekerjaan diikuti dengan pola penempatan
petugas yang tepat serta sesuai dengan
kemampuan/kompetensinya.
b. Sarana dan Prasarana.
Kondisi sarana dan prasarana pada Balai Besar PPMB-TPH saat ini sudah cukup memadai, namun demikian masih perlu
14
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019penambahan/peremajaan peralatan pengujian sebagai pendukung dalam melaksanakan pengujian termasuk didalamnya pemeliharaan peralatan.
c. Anggaran/Dana.
Anggaran/dana untuk kegiatan pengembangan metode pengujian mutu benih perlu ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan dilapangan, terutama untuk mendukung kegiatan dari mulai perencanaan sampai dengan penyebarluasan informasi hasil pengembangan metode pengujian agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat/stake holder.
d. Regulasi dan Kebijakan
Pasar bebas berdampak cukup besar bagi semua sektor perdagangan, termasuk sektor pertanian.Penurunan dan penghapusan tarif secara signifikan yang dilakukan oleh pemerintah akan mengakibatkan semakin banyaknya produk impor masuk ke Indonesia.Kondisi inilah yang cukup mengkhawatirkan karena berpengaruh pada eksistensi produk lokal, peningkatan daya saing produk lokal sangat diperlukan menghadapi pasar bebas tahun 2015 mendatang.
Dalam menghadapi pasar bebas ini, institusi pemerintah sebagai regulator perlu bersiap diri dengan menyusun strategi danmembuat langkah-langkah inisiatif dan kreatif dengan meningkatkan daya saing domestik serta mengoptimalkan sumberdaya yang ada.Menyiapkan komoditi pertanian yang menjadi andalan dalam perdagangan regional dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
15
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019e. Koordinasi
Pelaksanaan tugas dan fungsi Balai Besar PPMB-TPH melibatkan berbagai instansi dan lembaga terkait, sehingga keberhasilannya sangat tergantung pada koordinasi dan peran aktif seluruh
stakeholder. Kenyataanya saat ini, koordinasi dan
komitmen baik dari unsur pemerintah, sector bisnis/swasta serta masyarakat agribisnis lainnya dalam mendukung pembangunan pertanian khususnya dalam menciptakan pengembangan mutu benih masih belum optimal.16
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019BAB II
VISI, MISI DAN TUJUAN ORGANISASI 2.1 ORGANISASI
Balai Besar PPMB-TPH merupakan Unit Pelaksana Teknis yang secara administrasi bertanggung jawab dan berada di bawah Diirektorat Jenderal Tanaman Pangan dan secara teknis dibina oleh Direktorat Perbenihan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Direktorat Perbenihan, Direktorat Jenderal Hortikultura.
Untuk menunjang tugas dan fungsinya, Balai BesarPPMB-TPH memiliki perangkat organisasi struktural dan fungsional. Perangkat struktural terdiri dari1 (satu) eselon II, yaitu Kepala Balai, dan 2 (dua) eselon III, yaitu Bagian Umum dan Bidang Informasi dan Jaringan Laboratorium.
1. Bagian Umum terdiri dari 3 (tiga) unit kerja eselon IV, yaitu Sub Bagian Program dan Evaluasi, Sub Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha, serta Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan;
2. Bidang Informasi dan Jaringan Laboratorium 2 (dua) unit kerja eselon IV yang meliputi, Seksi Informasi dan Dokumentasi, serta Seksi Jaringan Laboratorium.
Perangkat fungsional terdiri dari kelompok jabatan fungsional pengawas benih tanaman (PBT) yang dikoordinir oleh 1 (satu) koordinator fungsional yang membawahi 8penyelia laboratorium pengujian benih yaitu laboratorium biologi, fisika, elektroforesis, cendawan, bakteri, virus, nematoda dan kultur jaringan.
17
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019Struktur Organisasi Balai BesarPPMB-TPH
2.2. Visi
Terwujudnya lembaga pengembangan pengujian mutu benih bertaraf internasional untuk mendukung sistem perbenihan tanaman pangan dan hortikultura yang tangguh dan berdaya saing.
2.3. Misi
Untuk mencapai visi di atas, Balai Besar PPMB-TPH mengemban misi yang harus dilaksanakan yaitu :
1. Mengembangkan metode pengujian mutu benih yang valid dan aplikatif 2. Meningkatkan kompetensi kelembagaan Balai Besar PPMB-TPH
3. Mewujudkan standardisasi laboratorium penguji benih diseluruh Indonesia 4. Melaksanakan sertifikasi benih pada perdagangan internasional (orange dan
blue international certificate)
B BAAGGIIAANN U UMMUUMM SEKSI INFORMASI DAN DOKUMENTASI
K
KE
EP
PA
AL
LA
A
B
BA
AL
LA
AI
I
B
BE
ES
SA
AR
R
SUBBAG KEPEGAWAIAN DAN TATA USAHA SUBBAG KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG INFORMASIDAN JARINGAN LABORATORIUM SEKSI JARINGAN LABORATORIUM SUBBAG PROGRAM DAN EVALUASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL18
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 20195. Meningkatkan pelayanan dan informasi dalam pengembangan pengujian mutu benih
2.4.Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai mengembangkan metode pengujian mutu benih dan penerapan sistem mutu laboratorium pengujian benih untuk mendukung tersedianya benih tanaman pangan varietas unggul bersertifikat.
2.5. Sasaran Strategis
Sasaran yang ingin dicapai oleh Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura yaitu “mengembangkan metode pangujian dan penerapan sistem manajemen mutu laboratorium pengujian benih”.
Untuk mencapai sasaran tersebut, ditetapkan tiga kegiatan yang merupakan indikator kinerja utama Balai Besar PPMB-TPH adalah sebagai berikut:
1. Diperolehnya pengembangan metode/validasi/verifikasi yang aplikatif untuk
mengatasi permasalahan/kendala dalam pengujian mutu benih baik di laboratorium, sertifikasi dan pengawasan peredaran benih.
2. Penerapan sistem manajemen mutu melalui kegiatan fasilitasipenerapan
sistem manajemen mutu laboratoriumpengujian benih.
3. Pelaksanaan uji profisiensi atau uji banding yang bertujuan untuk menilai
unjuk kerja laboratorium pengujian benih. Balai Besar PPMB-TPH merupakan Laboratorium Penyelenggara Uji Profisiensi yang terakreditasi KAN (No. UPP-001-IDN) dengan ruang lngkup penujian benih tanaman pangan dan hortikultura.
19
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019BAB III
ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI
Kemauan petani untuk menggunakan benih bermutu sudah cukup tinggi, namun pelaksanaannya perlu disertai dengan kesadaran penggunaan benih varietas unggul yang bermutu tinggi dan benar. Benih tersebut harus asli yang mencerminkan karakteristik varietas yang mewakili sesuai deskripsi. Benih harus hidup; dapat tumbuh bila ditanam; tidak menyebarkan penyakit terbawa benih (sehat); bersih, terutama dari biji gulma sehingga tidak menjadi sumber investasi gulma.
Kondisi benih yang beredar di Indonesia sangat variatif tingkat mutunya, baik benih yang berasal dari produsen dalam negeri (lokal) maunpun luar negeri (impor). Adanya benih yang ditemukan sudah kedaluarsa atau mutunya sudah tidak sesuai standar akan mengakibatkan kerugian bagi petani. Oleh karena itu, perlu pengawasan dan pengendalian mutu produk, yaitu melalui penerapan standadisasi sistem manajemen mutu yang bertaraf nasional baik saat berproduksi (di tingkat lapang) maupun di tingkat laboratorium.
Dalam sistem sertifikasi benih, acuan yang dipakai adalah OECD
SCEME,
dan ISO 9000 series. Sedangkan kegiatan pengujian mutu benih di laboratorium berpedoman pada SNI ISO/IEC 17025 -2008 dan ISTArules serta acuan lain
yang relevan. ISTARules adalah acuan yang memuat pengambilan contoh dan
metode pengujian benih yang telah teruji validitasnya dan diterima secara internasional di dunia perdagangan benih, sehingga kegiatan sertifikasi benih yang didukung oleh pengujian mutu benih yang dilakaukan oleh Balai Besar PPMB-TPH merupakan salah satu cara pengendalian mutu.20
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 20193.1.Kebijakan
Dalam rangka meningkatkan pencapaian kinerja, berbagai penyempurnaan kebijakan program ditetapkan antara lain:
1. Melakukan pengembangan teknik dan metode pengujian laboratorium, sertifikasi dan pengawasan peredaran benih tanaman pangan dan hortikultura untuk melayani pengguna/stake holder;
2. Peningkatan dan perluasan jaringan kerjasama dengan lembaga benih/instansi dan stake holder dalam pengembangan mutu benih;
3. Peningkatan pelayanan jasa pengujian mutu benih;
4. Peningkatan pengendalian mutu benih yang beredar dipasaran melalui pemberian sertifikasi dan pengujian mutu benih;
5. Peningkatan kualitas hasil pengujian mutu benih melalui pelaksanaan uji profisiensi;
6. Peningkatan penerapan sistem manajemen mutu melalui pemberian bimbingan teknis pengujian mutu benih;
7. Peningkatan kompetensi sumberdaya manusia; 8. Peningkatan penyebarluasan informasi dan promosi.
3.2.Strategi
Kemauan petani untuk menggunakan benih bermutu sudah cukup tinggi, namun pelaksanaannya perlu disertai dengan kesadaran penggunaan benih varietas unggul bersertifikat. Benih tersebut harus asli yang mencerminkan karakteristik varietas yang mewakili sesuai deskripsi. Benih harus hidup; dapat tumbuh bila ditanam; tidak menyebarkan penyakit terbawa benih (sehat); bersih, terutama dari biji gulma sehingga tidak menjadi sumber investasi gulma.
21
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019Berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi, Balai Besar PPMB-TPH menetapkan strategi sebagai berikut:
1. Peningkatan pengkajian dan pelaksanaan terapan melalui pengembangan metode pengujian mutu benih.
2. Peningkatan bimbingan teknis dan penerapan sistem manajemen mutu laboratorium
3. Peningkatan kompetensi kelembagaan 4. Peningkatan kualitas dan kompetensi SDM
5. Peningkatan kualitas pengelolaan manajemen Balai
3.3. Program/Kegiatan Prioritas
Program Balai Besar PPMB-TPH adalah mendukung program Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Direktorat Jenderal Hortikultura, yaitu Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan. Sedangkan Program/Kegiatan Prioritas Balai Besar PPMB-TPHadalah Pengembangan Metode Pengujian Mutu Benih dan Penerapan Sistem Mutu Laboratorium Pengujian Benih. Kegiatan Prioritas tersebut kemudian dijabarkan menjadi kegiatan operasional/Sub-sub kegiatan.
Kegiatan operasional Balai Besar PPMB-TPH merupakan visualisasi kinerja dalam meningkatkan pelayanan teknis pengembangan pengujian mutu benih tanaman pangan dan hortikultura serta peningkatan pelayanan administrasi yang mendukung kegiatan teknis. Untuk mencapai tujuan dan sasaran pengembangan pengujian mutu benih tanaman pangan dan hortikultura perlu dilaksanakan melalui tiga Indikator Kinerja Utama (IKU) yang meliputi:
22
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 20191. Jumlah Metode Pengujian Mutu Benih Yang Dikembangkan dan di Validasi
Sebagai laboratorium penguji, Balai Besar PPMB-TPH melaksanakan kegiatan pengembangan metode dan validasi metode serta pelayanan pengujian untuk mendukung pengembangan mutu benih.
Tabel 1. Pengembangan teknik dan metode pengujian mutu benih No Kualifikasi Satuan Tahun Anggaran Jumlah 2015 2016 2017 2018 2019 1 Pengembangan metode dan validasi metode
metode 10 10 10 10 10 50 2 Pelayanan pengujian Sampel 1000 1000 1000 1000 1000 5000 3 Uji petik mutu benih
yang beredar
Sampel 90 100 100 100 100 490
2. Jumlah Laboratorium Yang Menerapkan Sistem Mutu
a. Fasilitasi Sistem Manajemen Mutu Laboratorium Penguji Benih di Indonesia
Dalam upaya menyamakan persepsi tentang pengujian dilaboratorium maka Balai Besar PPMB-TPH memfasilitasi penerapan sistem manajemen mutu laboratorium sesuai dengan SNI ISO/IEC 17025-2008 baik laboratorium pemerintah maupun swasta.
Tabel 2. Fasilitasi sistem manajemen mutu laboratorium penguji benih di Indonesia No Kualifikasi Satuan Tahun Anggaran Jumlah 2015 2016 2017 2018 2019 1 Penerapan sistem manajemen mutu laboratorium Lab. 8 8 8 8 8 40
23
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019b. Penguatan Kelembagaan
Untuk meningkatkan kinerja balai sesuai dengan tupoksi yang diberikan, maka diperlukan penguatan kelembagaan. Beberapa kegiatan yang menunjang hal tersebut, yaitu : Penguatan Laboratorium Penguji Benih, Laboratorium Penyelenggara Uji Profisiensi (LPUP) dan penguatan laboratorium melalui keanggotaan dalam organisasi internasional. Penguatan kelembagaan ini secara umum bertujuan untuk mengevaluasi dan
meningkatkan kompetensi laboratorium untuk mendapat
pengakuan/akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan
International Seed Testing Asociation (ISTA).
Tabel 3. Penguatan Kelembagaan
No Kualifikasi Satuan Tahun Anggaran Jumlah 2015 2016 2017 2018 2019 1
Re-akreditasi Laboratorium Peguji Benih
Sertifikat - - 1 - - 1
2 Re-akreditasi LPUP Sertifikat 1 - - - 1 2 3 Re-akreditasi ISTA Sertifikat - - 1 - - 1 4 Re-akreditasi
Pelayanan Publik Sertifikat - - 1 - - 1
c. Koleksi Varietas/Isolat Patogen Tular Benih
Sebagai usaha pelestarian tanaman pangan maupun hortikultura Balai Besar PPMB-TPH melaksanakan kegiatan koleksi varietas dan isolat patogen tular benih agar mampu telusur terhadap perkembangan perbenihan dimasa mendatang.
24
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019Tabel 4. Koleksi varietas/Isolat Patogen Tular Benih No Kualifikasi Satuan Tahun Anggaran Jumlah 2015 2016 2017 2018 2019
1 Koleksi Benih Kering Koleksi 45 45 45 45 45 225 2 Koleksi Benih
Tanaman Indikator
Koleksi 20 40 40 20 40 160 3 Koleksi Tabulampot Koleksi 20 - - 20 - 40 4 Koleksi Isolat Pathogen Tular
Benih
Koleksi 5 5 5 5 5 20
d. Penyusunan Buku Literatur/Referensidan Buletin
Dalam rangka penyebarluasan informasi hasil-hasil pengembangan mutu benih tanaman pangan dan hortikultura kepada masyarakat Balai Besar PPMB-TPH menerbitkan buku literatur dan buletin vigor sebagai salah satu bahan referensi pengujian di laboratorium.
Tabel 5. Publikasi pengembangan pengujian mutu benih No
Kualifikasi Satuan
Tahun Anggaran
Jumlah 2015 2016 2017 2018 2019
1 Penerbitan buletin Edisi 3 4 4 4 4 19 2 Penyusunan buku
literature/referensi Judul 1 2 2 2 2 9 e. Peningkatan Sarana dan Prasarana, Pertemuan Teknis dan Informasi
Pengembangan Mutu Benih
Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat baik dari aspek teknis maupun informasi tentang pengembangan mutu benih, Balai Besar PPMB-TPH melaksanakan kegiatan peningkatan sarana dan prasarana serta penyusunan bahan-bahan pertemuan teknis dan informasi untuk mendukung perkembangan perbenihan di Indonesia.
25
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019Tabel 6. Peningkatan sarana dan prasarana No Kualifikasi Satuan Tahun Anggaran Jumlah 2015 2016 2017 2018 2019 1 Gedung, jalan dan
jaringan Paket 1 - 1 - 1 3
2 Alat pengolah data Paket 1 1 - - 1 3 3 Alat laboratorium Paket 1 1 1 - 1 4 4 Kalibrasi/perawatan
peralatan Paket 1 1 1 1 1 5
5 Alat perkantoran Paket 1 - 1 - 1 3 6 Pemeliharaan
gedung dan halaman
Paket 1 1 1 1 1 5
Tabel 7. Pertemuan Teknis dan informasi pengembangan pengujian mutu benih No Kualifikasi Satuan Tahun Anggaran Jumlah 2015 2016 2017 2018 2019 1 Pertemuan teknis penerapan sistem manajemen mutu Kali 1 1 1 1 1 5 2 Pertemuan teknis uji profisiensi Kali 1 1 1 1 1 5
3 Pameran pertanian Kali 2 2 2 2 2 10 4 Database dan
website tahun 1 1 1 1 1 5
f. Meningkatnya Kualitas Sumberdaya Manusia.
Peningkatan kualitas SDM Balai Besar PPMB-TPH dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan dari tahun ke tahun sehingga, SDM yang dimiliki mampu menghadapi tantangan dalam pengembangan mutu benih dan pelayanan kepada masyarakat. Peningkatan SDM dilakukan melalui rekruitmen pegawai, pendidikan, pelatihan penjenjangan, pelatihan teknis, dan non teknis.
26
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 20191). Rekruitmen Pegawai
Pegawai Balai Besar PPMB-TPH saat ini berjumlah 56 orang, jika dibandingkan beban kerja serta jangkauan pelayanan, jumlah tersebut masih kurang dan perlu diadakan penambahan/rekruitmen pegawai. Rekruitmen didasarkan pada keahlian dan kompetensi sesuai dengan bidang pekerjaan yang dibutuhkan agar diperoleh hasil yang maksimal dalam pelaksanaan tugas dan fungsi balai.
Tabel 8.Rekruitmen pegawai No Kualifikasi Satuan Tahun Anggaran Jumlah 2015 2016 2017 2018 2019 1 Struktural Orang - 3 5 - 5 13 2 Fungsional/PBT Orang 3 - 3 - 5 11 2). Pendidikan
Tingkat pendidikan Pegawai Balai Besar PPMB-TPH saat ini masih terbatas, baik kuantitas maupun kualitasnya. Untuk mengantisipasi volume pekerjaan dan jangkuan pelayanan yang semakin meningkat, maka perlu diusulkan keikutsertaan dalam program pendidikan tingkat S2 dan S3.
Tabel 9. Program pendidikan No Kualifikasi Satuan Tahun Anggaran Jumlah 2015 2016 2017 2018 2019 1 Strata 2 (S2) Orang 2 2 - 1 2 7 2 Strata 3 (S3) Orang - - 1 - 1 2
27
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 20193). Pelatihan Teknis
Pelaksanakan tugasteknis balai sebagian besar dilaksanakan oleh fungsional Pengawas Benih Tanaman. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai tuntutan pekerjaan, perlu diadakan program pelatihan fungsional teknis dan pelatihan sistem manajemen mutu.
Tabel 10. Pelatihan Teknis dan Sistem Mutu No Kualifikasi Satuan Tahun Anggaran Jumlah 2015 2016 2017 2018 2019 1 Pelatihan kasehatan benih Orang 2 2 2 2 2 10
2 Magang Elektroforesis Orang 2 - 2 - 2 6 3 Pelatihan Peningkatan SDM (3M) Orang 40 40 40 40 40 200 4 Pelatihan analis laboratorium Orang 2 2 2 2 2 10 5 Magang petugas pengambil contoh benih Orang 2 2 2 2 2 10 6 Pemahaman SNI ISO/IEC 17025-2008 Orang 2 40 2 2 40 86
7 Pemahaman SNI ISO
9001:2008 Orang 2 40 2 40 2 86
8 Keterampilan Audit
SNI ISO 9001:2008 Orang - 2 - 2 - 4 9 Keterampilan Audit SNI ISO/IEC 17025:2008 Orang - - 2 - 2 4 4). Pelatihan Administrasi
Dalam rangka memperlancar pelayanan dan administrasi keuangan, kepegawaian, pelaporan dan kepustakaan perlu ditangani oleh petugas yang cakap dibidangnya. Pengetahuan dan keterampilan tersebut perlu diprogramkan secara berkesinambungan melalui pelatihan administrasi.
28
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019Tabel 11. Pelatihan Administrasi No Kualifikasi Satuan Tahun Anggaran Jumlah 2015 2016 2017 2018 2019 1 Bendaharawan Orang 1 1 - 1 - 3 2 Kepegawaian Orang 2 - 2 - 1 5 3 Perpustakaan Orang - 1 2 - 1 4 4 Arsiparis Orang 2 - 2 2 - 6 5 Pengadaan barang/jasa Orang 2 1 2 1 1 7
6 Perawatan alat/K3 Orang 2 - 2 1 1 6 3. Jumlah laboratorium peserta uji profisiensi
Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui mutu benih yang beredar baik benih lokal maupun impor.
Tabel 12. PelaksanaanUji Profisiensi No Kualifikasi Satuan Tahun Anggaran Jumlah 2015 2016 2017 2018 2019 1 Pelaksanaan uji profisiensi Lab. 35 32 32 32 32 163
29
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019BAB IV
TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN 4.1. Target Kinerja Kegiatan
Dalam melaksanakan tugas dan fungsi diperlukan sistem pengukuran keberhasilan apakah kegiatan yang dilaksanakan telah berjalan efektif dan efisien sesuai yang direncanakan. Keberhasilan dinilai dari capaian target kinerja terhadap indikator kinerja, dimana target kierja merupakan tingkat sasaran kinerja spesifik yang akan dicapai oleh Balai Besar PPMB-TPH pada periode waktu satu tahun.
Target kinerja disusun setelah ditetapkan indikator kinerja yang menggambarkan ukuran berdasarkan angka kuantitatif dan terukur sehingga dapat memberikan gambaran nyata tingkat keberhasilan dan kegagalan dari suatu kegiatan. Target kinerja Balai Besar PPMB-TPH digambarkan dalam rencana kegiatan tahunan tahun 2015 – 2019 sebagai berkut:
Tabel 13. Target Kinerja Kegiatan Tahun 2015 - 2019
PROGRAM/ PRIORITAS KEGIATAN
SASARAN INDIKATOR OUTPUT TARGET
2015 2016 2017 2018 2019
Pengembangan metode pengujian mutu benih dan penerapan sistem mutu laboratorium pengujian benih Mengembangkan metode pangujian dan penerapan sistem manajemen mutu laboratorium pengujian benih Rancangan Kerja Pengembangan Pengujian Mutu Benih TPH Tersusunnya POK, ROPAK, KAK dan JUKNIS Balai Besar (dokumen) Tersusunnya RKT
dan Renja-KL Balai Besar (dokumen) 4 2 4 2 4 2 4 2 4 2 Penyusunan Buku
Literatur/Pedoman Tersebarluasnya informasi dan publikasi pengembangan metode pengujian mutu benih (judul)
30
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019Pengembangan Metode dan Validasi Metode Diperolehnya metode yang aplikatif dalam pengujian di laboratorium dan informasi yang terkait dengan mutu benih (metode) 10 10 10 10 10
Palayanan Pengujian Terlaksananya pelayanan pengujian mutu benih di laboratorium
1000 1000 1000 1000 1000
Koleksi
Varietas/IPTB/DNA Tersedianya bahan acuan/pembanding bagi pengujian di laboratorium dan pelastarian plasma nutfah (koleksi) 90 90 90 90 90 Fasilitasi Penerapan
Sistem Mutu Terwujudnya standardisasi laboratorium penguji benih sesuai SNI ISO/IEC 17025-2008 (laboratorium) Terselenggaranya pertemuan teknis penerapan sistem manajemen mutu (peserta) 8 40 8 40 8 40 8 40 8 40 Standardisasi
Laboratorium Diakuinya kompetensi laboratorium penguji benih Balai Besar PPMB-TPH, LPUP oleh KAN dan ISTA serta pelayanan publik (sertifikat akreditasi)
3 3 3 3 3
Uji Petik Mutu Benih
yang Beredar Diperolehnya data mutu benih yang beredar sebagai bahan penyusunan
pengembangan metode (sampel)
31
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019Pelatihan Teknis,
Umum dan Magang Meningkatnya kompetensi personil di bidang pengujian mutu benih dan sistem mutu (peserta) Meningkatnya kompetensi SDM Pengawas Benih Tanaman (peserta) 52 40 128 40 54 40 90 40 92 40 Administrasi Pelaksanaan Kegiatan Terselenggaranya administrasi satuan kerja Balai Besar PPMB-TPH yang akuntabel (bulan)
12 12 12 12 12
Jurnal/Majalah Vigor Tersebarluasnya informasi
pengembangan mutu benih dan kegiatan Balai Besar (edisi)
3 4 4 4 4
Laporan Kegiatan Pengembangan Metode Pengujian Mutu Benih dan Penerapan Sistem Mutu Laboratorium Pengujian Benih Tersedianya informasi pengembangan mutu benih melalui database dan website (laporan) Terselenggaranya sosialisasi dan penyebarluasan informasi tentang pengembangan pengujian mutu benih (laporan) Tersedianya data evaluasi kinerja/kegiatan Balai Besar PPMB-TPH bulanan, simonev, LAKIP, tahunan dan SPI (laporan) Tersedianya data pengelolaan kepegawaian Balai Besar PPMB-TPH (laporan) Tersedianya data pengelolaan keuangan dan barang milik negara (laporan) 2 2 5 1 2 2 2 5 1 2 2 2 5 1 2 2 2 5 1 2 2 2 5 1 2
32
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019Pelaksanaan Uji
Profisiensi Diperolehnya data unjuk kerja/kinerja laboratorium penguji benih (laboratorium) Terselenggaranya
pertemuan teknis uji profisiensi (peserta) 35 40 32 40 32 40 32 40 32 40 Pelayanan
Perkantoran Meningkatnya kesejahteraan pegawai lingkup Balai Besar (pegawai)
74 74 74 74 74
Kalibrasi/perawatan
peralatan Tersedianya peralatan laboratorium yang baik (paket)
1 1 1 1 1
Perangkat Pengolah
Data Tersedianya alat pengolah data serta alat cetak (paket)
1 1 - - 1
Peralatan dan
Fasilitas Perkantoran Tersedianya alat perkantoran (paket) 1 - - 2 - Peralatan
laboratorium Tersedianya alat laboratorium (paket) 1 1 1 - 1 Gedung, jalan dan
jaringan Tersedianya gedung/bagunan, jalan dan jaringan (paket)
1 - 1 - 1
4.2. Kerangka Pendanaan
Perencanaan kebutuhan pendanaan merupakan detail penjabaran strategi pendanaan program dan kegiatan Balai Besar PPMB-TPH yang dibiayai dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Perencanaan kebutuhan pendanaan didasarkan pada data dasar (baseline) dan realisasi capaian kinerja tahun sebelumnya serta review kegiatan untuk mengetahui keberlanjutan program/kegiatan, disamping itu juga memperhatikan arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.
Kebutuhan pendanaan pada tahun 2015 menjadi dasar perhitungan prakiraan maju untuk menghitung alokasi anggaran pada tahun 2016, 2017, 2018 dan 2019. Penghitungan prakiraan maju jangka menengah dilakukan dengan menggunakan baseline terhadap struktur program, kegiatan, output dan komponen yang telah dinyatakan berlanjut yang penghitungannya meliputi
33
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019kegiatan operasional maupun non operasional. Perencanaan kebutuhan pendanaan Balai Besar PPMB-TPH tahun 2015 -2019 adalah sebagai berikut :
Tabel 14. Perencanaan Kebutuhan Pendanaan Tahun 2015 - 2019
(Rp. Milyar)
SASARAN INDIKATOR TARGET ALOKASI ANGGARAN BASELINE
KEGIATAN PRIORITAS JML 2015 2016 2017 2018 2019 2015 2016 2017 2018 2019 Mengembangkan metode pangujian dan penerapan sistem manajemen mutu laboratorium pengujian benih
1. Jumlah metode yang dikembangkan dan divalidasi (metode) 10 10 10 10 10 8,60 8,70 9,60 10,50 11,60 49,00 2. Jumlah laboratorium yang menerapkan sistem mutu (laboratorium) 8 8 8 8 8 3. Jumlah laboratorium peserta uji profisiensi (laboratorium)
34
Renstar Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2015 - 2019BAB V PENUTUP
Sebagai bagian dari perencanaan pembangunan tanaman pangan, Balai Besar PPMB-TPH telah menetapkan indikator kinerja tahun 2015 – 2019 yaitu: (1) Jumlah metode pengujian mutu benih yang dikembangkan dan divalidasi; (2) Jumlah laboratorium yang menerapkan sistem manajemen mutu; serta (3) Jumlah laboratorium peserta uji profisiensi. Selanjutnya target tersebut akan dijadikan pedoman dalam menetapkan sasaran balai yang disesuaikan dengan potensi sumber daya serta karakteristik permasalahan yang dihadapi.
Untuk mencapai target tersebut di atas tidaklah mudah, namun berdasarkan keragaan dan kinerja selama 2 (dua) tahun terakhir dan dengan kerja keras, kita optimis target tersebut dapat dicapai apabila para pemangku kepentingan dapat bekerja sama untuk mengatasi berbagai masalah dan kendala yang menjadi faktor penghambat serta memberikan motivasi dalam mencapai keberhasilan. Implementasinya adalah menetapkan kebijakan dan strategi yang tepat serta tetap berpedoman pada peraturan yang berlaku dan pedoman/standar yang berlaku baik secara nasional maupun internasional.
Laboratorium Balai Besar PPMB-TPH berperan besar dalam menyajikan hasil uji yang tepat, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan melalui pengembangan metode pengujian mutu benih dilaboratorium yang mutakhir dan aplikatif. Mengingat sistem manajemen mutu produk pertanian telah diterapkan di berbagai negara, maka Balai Besar PPMB-TPH akan berupaya maksimal untuk meningkatkan kinerja sehingga visi menjadi lembaga acuan yang terpercaya dan profesional dalam pengujian mutu benih tanaman pangan dan hortikultura dalam mendukung program peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman pangan untuk mencapai swasembada dan swasembada berkelanjutan dapat terwujud.