KEKERASAN GENDER DALAM TAFSIR KEAGAMAAN PERSPEKTIF ISLAM. Oleh: Dr. Marzuki, M.Ag.
Teks penuh
Dokumen terkait
Selain itu, hak-hak laki-laki dan perempuan yang dikonstruksikan di dalam Ilmu hukum Islam (fiqh) tidak hanya mengabaikan kondisi objektif dari syariat ( maqashid
Dari sekian ayat maupun hadis yang berbicara tentang perempuan, secara umum Islam tidak mengingkari persamaan antara laki-laki dan perempuan dalam hal memperoleh
Lebih parah lagi, karena perda-perda tersebut menyimpang dari esensi ajaran Islam yang menempatkan manusia, perempuan dan laki-laki sama nilainya sebagai makhluk
Dalam perspektif tafsir agama dibutuhkan interpretasi yang lebih egaliter dan elegan, yang menempatkan antara laki-laki dan perempuan dalam posisi yang sesungguhnya
Hadis- hadis yang ditampilkan juga hadis-hadis yang berisi kelebihan laki-laki atas perempuan dan kewajiban isteri (perempuan) untuk selalu taat kepada suaminya
Dalam kehidupan berumah tangga, Islam tidak melihat perempuan sebagai subordinasi dari laki-laki, apalagi hanya sebagai bagian dari kekayaan laki-laki, tetapi
(Pembelajaran inklusif gender pada prinsipnya adalah bagaimana menempatkan posisi antara perempuan dan laki-laki berdasarkan proporsi yang ada baik pada perempuan
“Reinterpretasi Ayat Gender Dalam Memahami Relasi Laki- Laki Dan Perempuan Sebuah Kajian Kontekstual dalam Penafsiran”, dalam Jurnal Musawa jurnal studi gender dan islam, Vol.. Tafsir