• Tidak ada hasil yang ditemukan

Intam Ringkas Rev

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan " Intam Ringkas Rev"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS

OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI INFORMASI TAMBAHAN. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.

PT INDOSAT TBK. (“PERSEROAN”) DAN PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL, SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM INFORMASI TAMBAHAN.

PENAWARAN UMUM INI MERUPAKAN PENAWARAN UMUM BERSIFAT UTANG DAN SUKUK TAHAP KE-2 DARI PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN EFEK BERSIFAT UTANG DAN SUKUK II YANG TELAH MENJADI EFEKTIF.

PT INDOSAT Tbk. Kegiatan Usaha:

Penyelenggara Jaringan dan/atau Jasa Telekomunikasi serta informatika dan/atau jasa teknologi konvergensi Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia

Alamat Kantor Pusat:

Jl. Medan Merdeka Barat 21 Jakarta 10110, Indonesia Telepon: (021) 30442615; Faksimili: (021) 30003757

Website: www.indosatooredoo.com Email:[email protected]

Kantor-kantor Regional:

Regional Jabotabek,Regional Sumatera, Regional Jawa Barat & Jawa Tengah, Regional Jawa Timur dan Bali Nusra serta

Regional Kalimantan

PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI BERKELANJUTAN II INDOSAT DENGAN TARGET DANA YANG AKAN DIHIMPUN SEBESARRP9.000.000.000.000,- (SEMBILAN TRILIUN RUPIAH)

(”OBLIGASI BERKELANJUTAN II”)

DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM OBLIGASI BERKELANJUTAN II TERSEBUT, PERSEROAN TELAH MENERBITKAN OBLIGASI BERKELANJUTAN II INDOSAT TAHAP I TAHUN 2017

DENGAN POKOK OBLIGASI SEBESAR RP2.700.000.000.000,- (DUA TRILIUN TUJUH RATUS MILIAR RUPIAH)

DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN TERSEBUT, PERSEROAN AKAN MENERBITKAN DAN MENAWARKAN OBLIGASI BERKELANJUTAN II INDOSAT TAHAP II TAHUN 2017 DENGAN POKOK OBLIGASI SEBESAR RP2.720.000.000.000,-

(DUA TRILIUN TUJUH RATUS DUA PULUH MILIAR RUPIAH) (“OBLIGASI”) DAN

PENAWARAN UMUM BERKELANJUTANSUKUK IJARAH BERKELANJUTAN II INDOSAT DENGAN SISA IMBALAN IJARAH SEBESAR RP1.000.000.000.000,- (SATU TRILIUN RUPIAH)

(”SUKUK IJARAH BERKELANJUTAN II”)

DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM SUKUK IJARAH BERKELANJUTAN II TERSEBUT, PERSEROAN TELAH MENERBITKAN SUKUK IJARAH BERKELANJUTAN II INDOSAT TAHAP I TAHUN 2017

DENGANSISA IMBALAN IJARAH SEBESAR RP300.000.000.000,- (TIGA RATUS MILIAR RUPIAH)

DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN TERSEBUT, PERSEROAN AKAN MENERBITKAN DAN MENAWARKAN SUKUK IJARAH BERKELANJUTAN II INDOSAT TAHAP II TAHUN 2017 DENGAN SISA IMBALAN IJARAH SEBESAR RP700.000.000.000,-

(TUJUH RATUS MILIAR RUPIAH) (“SUKUK IJARAH”)

Obligasi terdiri dari 5 (lima) seri, yaitu Obligasi Seri A, Obligasi Seri B, Obligasi Seri C, Obligasi Seri D dan Obligasi Seri E yang masing-masing ditawarkan sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (”KSEI”), dengan jumlah penawaran sebesar Rp2.720.000.000.000,- (dua triliun tujuh ratus dua puluh miliar Rupiah), dengan syarat-syarat dan ketentuan Obligasi antara lain sebagai berikut:

Seri A : Sebesar Rp1.017.000.000.000,- (satu triliun tujuh belas miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,15% (enam koma satu lima persen) per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Emisi.

Seri B : Sebesar Rp673.000.000.000,- (enam ratus tujuh puluh tiga miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,45% (tujuh koma empat lima persen) per tahun, berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi. Seri C : Sebesar Rp498.000.000.000,- (empat ratus sembilan puluh delapan miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,65% (tujuh koma enam lima persen) per tahun, berjangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal

Emisi.

Seri D : Sebesar Rp21.000.000.000,- (dua puluh satu miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,95% (tujuh koma sembilan lima persen) per tahun, berjangka waktu 7 (tujuh) tahun sejak Tanggal Emisi. Seri E : Sebesar Rp511.000.000.000,- (lima ratus sebelas miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,65% (delapan koma enam lima persen) per tahun, berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak Tanggal Emisi.

Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) sejak Tanggal Emisi, dimana Bunga Obligasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 9 Februari 2018 sedangkan Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi akan dibayarkan pada tanggal 19 November 2018 untuk Obligasi Seri A, tanggal 9 November 2020 untuk Obligasi Seri B, tanggal 9 November 2022 untuk Obligasi Seri C, tanggal 9 November 2024 untuk Obligasi Seri D dan tanggal 9 November 2027 untuk Obligasi Seri E.

Sukuk Ijarah ditawarkan sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah Sisa Imbalan Ijarah. Sukuk Ijarah ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Sukuk Ijarah yang diterbitkan atas nama KSEI, dengan Sisa Imbalan Ijarah sebesar Rp700.000.000.000,- (tujuh ratus miliar Rupiah) dengan syarat-syarat dan ketentuan Sukuk Ijarah antara lain sebagai berikut:

Seri A : Sisa Imbalan Ijarah sebesar Rp220.000.000.000,- (dua ratus dua puluh miliar Rupiah) dengan Cicilan Imbalan Ijarah sebesar Rp13.530.000.000,- (tiga belas miliar lima ratus tiga puluh juta Rupiah) per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari sejak Tanggal Emisi.

Seri B : Sisa Imbalan Ijarah sebesar Rp260.000.000.000,- (dua ratus enam puluh miliar Rupiah) dengan Cicilan Imbalan Ijarah sebesar Rp19.370.000.000,- (sembilan belas miliar tiga ratus tujuh puluh juta Rupiah) per tahun, berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi.

Seri C : Sisa Imbalan Ijarah sebesar Rp14.000.000.000,- (empat belas miliar Rupiah) dengan Cicilan Imbalan Ijarah sebesar Rp1.071.000.000,- (satu miliar tujuh puluh satu juta Rupiah) per tahun, berjangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi.

Seri D : Sisa Imbalan Ijarah sebesar Rp13.000.000.000,- (tiga belas miliar Rupiah) dengan Cicilan Imbalan Ijarah sebesar Rp1.033.500.000,- (satu miliar tiga puluh tiga juta lima ratus ribu Rupiah) per tahun, berjangka waktu 7 (tujuh) tahun sejak Tanggal Emisi.

Seri E : Sisa Imbalan Ijarah sebesar Rp193.000.000.000,- (seratus sembilan puluh tiga miliar Rupiah) dengan Cicilan Imbalan Ijarah sebesar Rp16.694.500.000,- (enam belas miliar enam ratus sembilan puluh empat juta lima ratus ribu Rupiah) per tahun, berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak Tanggal Emisi.

Cicilan Imbalan Ijarah dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) sejak Tanggal Emisi, dimana Tanggal Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah pertama akan dibayarkan pada tanggal 9 Februari 2018 sedangkan Cicilan Imbalan Ijarah terakhir sekaligus Tanggal Pembayaran Kembali Sisa Sukuk Ijarah akan dibayarkan pada tanggal 19 November 2018 untuk Sukuk Ijarah seri A, tanggal 9 November 2020 untuk Sukuk Ijarah Seri B, tanggal 9 November 2022 untuk Sukuk Ijarah Seri C dan tanggal 9 November 2024 untuk Sukuk Ijarah Seri D dan tanggal 9 November 2027 untuk Sukuk Ijarah Seri E.

Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap selanjutnya (jika ada) akan ditentukan kemudian.

PENTING UNTUK DIPERHATIKAN

OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH INI TIDAK DIJAMIN DENGAN AGUNAN KHUSUS BERUPA BENDA ATAU PENDAPATAN ATAU AKTIVA LAIN MILIK PERSEROAN DALAM BENTUK APAPUN SERTA TIDAK DIJAMIN OLEH PIHAK LAIN MANAPUN. SELURUH KEKAYAAN PERSEROAN, BAIK BERUPA BARANG BERGERAK MAUPUN BARANG TIDAK BERGERAK, BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI, KECUALI AKTIVA PERSEROAN YANG DIJAMINKAN SECARA KHUSUS KEPADA PARA KREDITURNYA, MENJADI JAMINAN ATAS SEMUA UTANG PERSEROAN KEPADA SEMUA KREDITURNYA YANG TIDAK DIJAMIN SECARA KHUSUS ATAU TANPA HAK ISTIMEWA TERMASUK OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH INI SECARA PARI PASSU BERDASARKAN PERJANJIAN PERWALIAMANATAN, SESUAI DENGAN PASAL 1131 DAN 1132 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA.

SETELAH SATU TAHUN SEJAK TANGGAL PENJATAHAN, PERSEROAN DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) UNTUK SEBAGIAN ATAU SELURUH OBLIGASI DAN/ATAU SUKUK IJARAH YANG BELUM JATUH TEMPOSEBAGAI PELUNASAN ATAU SEBAGAI OBLIGASI DAN/ATAU SUKUK IJARAH YANG DIBELI KEMBALI UNTUK DISIMPAN DAN YANG DIKEMUDIAN HARI DAPAT DIJUAL KEMBALI.PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI DAN/ATAU SUKUK IJARAH BARU DAPAT DILAKUKAN SETELAH PENGUMUMAN RENCANA PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH. PENGUMUMAN TERSEBUT WAJIB DILAKUKAN PALING SEDIKIT MELALUI 1 (SATU) SURAT KABAR HARIAN BERBAHASA INDONESIA YANG BERPEREDARAN NASIONAL PALING LAMBAT 2 (DUA) HARI SEBELUM TANGGAL PENAWARAN UNTUK PEMBELIAN KEMBALI DIMULAI. RISIKO USAHA UTAMA YANG MUNGKIN DIHADAPI OLEH PERSEROAN ADALAH PERSEROAN MENJALANKAN USAHA DALAM KEADAAN DIMANA HUKUM DAN PERUNDANG-UNDANGAN TELAH MENGALAMI REFORMASI YANG SIGNIFIKAN. REFORMASI INI TELAH MENYEBABKAN SEMAKIN KETATNYA PERSAINGAN YANG DAPAT MENGAKIBATKAN, ANTARA LAIN, BERKURANGNYA MARJIN DAN PENDAPATAN USAHA, YANG SELURUHNYA INI DAPAT MEMBERIKAN DAMPAK MATERIAL YANG NEGATIF BAGI PERSEROAN.

RISIKO YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM INI YANG ANTARA LAIN DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG.

PERSEROAN HANYA MENERBITKAN SERTIFIKAT JUMBO OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH YANG DIDAFTARKAN ATAS NAMA PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (“KSEI”). OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH AKAN DIDISTRIBUSIKAN DALAM BENTUK ELEKTRONIK MELALUI KSEI DAN AKAN DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI KSEI.

Dalam rangka penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan atas efek utang jangka panjang (Obligasi dan Sukuk Ijarah) dari PT Fitch Ratings Indonesia (“Fitch”) danPT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”):

AAA(idn) idAAA

(Triple A) (Triple A)

AAA(idn) idAAAsy

(Triple A Syariah) (Triple A Syariah)

Obligasi dan Sukuk Ijarah ini Dicatatkan pada PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”)

Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah serta para Penjamin Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah yang namanya tercantum di bawah ini menjamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah Perseroan.

PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH

(2)

2 JADWAL

JADWAL

Tanggal Efektif : 23 Mei 2017

Masa Penawaran Umum : 3 – 6 November 2017

Tanggal Penjatahan : 7 November 2017

Tanggal Distribusi Obligasi dan Sukuk Ijarah secara Elektronik : 9 November 2017

Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 10 November 2017

PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN

A.

PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI

NAMA OBLIGASI

Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap II Tahun 2017.

JENIS OBLIGASI

Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama KSEI sebagai bukti utang untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasiini didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Rekening di KSEI yang selanjutnya untuk kepentingan Pemegang Obligasi dan didaftarkan pada tanggal diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi oleh Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasiadalah Konfirmasi Tertulis yang diterbitkan oleh KSEI, Perusahaan Efek atau Bank Kustodian.

JUMLAH POKOK, JANGKA WAKTU, JATUH TEMPO DAN BUNGA OBLIGASI

Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi, Obligasi ini terdiri dari:

Seri A : Sebesar Rp1.017.000.000.000,- (satu triliun tujuh belas miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,15% (enam koma satu lima persen) per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Emisi.

Seri B : Sebesar Rp673.000.000.000,- (enam ratus tujuh puluh tiga miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,45% (tujuh koma empat lima persen) per tahun, berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi.

Seri C : Sebesar Rp498.000.000.000,- (empat ratus sembilan puluh delapan miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,65% (tujuh koma enam lima persen) per tahun, berjangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi. Seri D : Sebesar Rp21.000.000.000,- (dua puluh satu miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,95% (tujuh koma

sembilan lima persen) per tahun, berjangka waktu 7 (tujuh) tahun sejak Tanggal Emisi.

Seri E : Sebesar Rp511.000.000.000,- (lima ratus sebelas miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,65% (delapan koma enam lima persen) per tahun, berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak Tanggal Emisi.

Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) sejak Tanggal Emisi, dimana Bunga Obligasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 9 Februari 2018, sedangkan Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi akan dibayarkan pada 19 November 2018 untuk Obligasi seri A, 9 November 2020 untuk Obligasi seri B, 9 November 2022 untuk Obligasi seri C, 9 November 2024 untuk Obligasi Seri D dan 9 November 2027 untuk Obligasi Seri E.

Bunga Obligasi ini dibayarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Agen Pembayaran pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi. Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) terhitung sejak Tanggal Emisi,. Tanggal-tanggal pembayaran Bunga Obligasi adalah sebagai berikut:

Bunga

Ke-Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi

Seri A Seri B Seri C Seri D Seri E

1 9 Februari 2018 9 Februari 2018 9 Februari 2018 9 Februari 2018 9 Februari 2018

2 9 Mei 2018 9 Mei 2018 9 Mei 2018 9 Mei 2018 9 Mei 2018

3 9 Agustus 2018 9 Agustus 2018 9 Agustus 2018 9 Agustus 2018 9 Agustus 2018

4 19 November 2018 9 November 2018 9 November 2018 9 November 2018 9 November 2018

5 9 Februari 2019 9 Februari 2019 9 Februari 2019 9 Februari 2019

6 9 Mei 2019 9 Mei 2019 9 Mei 2019 9 Mei 2019

7 9 Agustus 2019 9 Agustus 2019 9 Agustus 2019 9 Agustus 2019

8 9 November 2019 9 November 2019 9 November 2019 9 November 2019

(3)

Bunga

Ke-Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi

Seri A Seri B Seri C Seri D Seri E

10 9 Mei 2020 9 Mei 2020 9 Mei 2020 9 Mei 2020

11 9 Agustus 2020 9 Agustus 2020 9 Agustus 2020 9 Agustus 2020

12 9 November 2020 9 November 2020 9 November 2020 9 November 2020

13 9 Februari 2021 9 Februari 2021 9 Februari 2021

14 9 Mei 2021 9 Mei 2021 9 Mei 2021

15 9 Agustus 2021 9 Agustus 2021 9 Agustus 2021

16 9 November 2021 9 November 2021 9 November 2021

17 9 Februari 2022 9 Februari 2022 9 Februari 2022

18 9 Mei 2022 9 Mei 2022 9 Mei 2022

19 9 Agustus 2022 9 Agustus 2022 9 Agustus 2022

20 9 November 2022 9 November 2022 9 November 2022

21 9 Februari 2023 9 Februari 2023

22 9 Mei 2023 9 Mei 2023

23 9 Agustus 2023 9 Agustus 2023

24 9 November 2023 9 November 2023

25 9 Februari 2024 9 Februari 2024

26 9 Mei 2024 9 Mei 2024

27 9 Agustus 2024 9 Agustus 2024

28 9 November 2024 9 November 2024

29 9 Februari 2025

30 9 Mei 2025

31 9 Agustus 2025

32 9 November 2025

33 9 Februari 2026

34 9 Mei 2026

35 9 Agustus 2026

36 9 November 2026

37 9 Februari 2027

38 9 Mei 2027

39 9 Agustus 2027

40 9 November 2027

Bunga Obligasi dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat terhitung sejak Tanggal Emisi, dimana 1 (satu) bulan dihitung 30 (tiga puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) tahun dihitung 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender.

SATUAN PEMINDAHBUKUAN

a. Satuan Pemindahbukuan Obligasi adalah sebesar Rp1 (satu Rupiah) atau kelipatannya. b. Satu Satuan Pemindahbukuan mempunyai hak untuk mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO.

JUMLAH MINIMUM PEMESANAN

Pemesanan pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya sebesar Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) atau kelipatannya

JAMINAN

Obligasi ini tidak dijamin dengan suatu agunan khusus namun dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perseroan baik berupa barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada dikemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan Pasal 1132 Kitab Undang-undang Hukum Perdata Republik Indonesia. Hak Pemegang Obligasi adalah pari passu tanpa hak preferen dengan hak-hak kreditur Perseroan lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

PELUNASAN POKOK DAN PEMBAYARAN BUNGA OBLIGASI

(4)

4 maka pembayaran akan dilakukan pada Hari Bursa berikutnya.

WALI AMANAT

Sesuai dengan Perjanjian Perwaliamanatan, Perseroantelah menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. untuk bertindak selaku Wali Amanat dalam rangka Penawaran Umum Obligasi yang beralamat di Gedung BRI II, lantai 3, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 44-46, Jakarta 10210.

Keterangan lebih lanjut mengenai Wali Amanat akan dijelaskan pada Bab VIII Informasi Tambahan.

Pokok-pokok mengenai Perjanjian Perwaliamanatan dapat dilihat pada Bab I Informasi Tambahan.

PEMBATASAN-PEMBATASAN DAN KEWAJIBAN PERSEROAN

Pembatasan-pembatasan dan kewajiban Perseroan dapat dilihat pada Bab I Informasi Tambahan.

PROSEDUR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI

Prosedur pemesanan pembelian Obligasi dapat dilihat pada Bab IX Informasi Tambahan, mengenai Persyaratan Pemesanan Pembelian Obligasi dan Sukuk Ijarah.

PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK)

Setelah satu tahun sejak Tanggal Penjatahan, Perseroan dapat melakukan pembelian kembali (buy back) untuk sebagian atau seluruh Obligasi yang belum jatuh tempo sebagai pelunasan atau sebagai Obligasi yang dibeli kembali untuk disimpan dan yang dikemudian hari dapat dijual kembali. Pembelian kembali Obligasi baru dapat dilakukan setelah pengumuman rencana pembelian kembali Obligasi. Pengumuman tersebut wajib dilakukan paling sedikit melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa indonesia yang berperedaran nasional paling lambat 2 (dua) hari sebelum tanggal penawaran untuk pembelian kembali dimulai. Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian kembali dapat dilihat pada Bab I Informasi Tambahan.

DANA PELUNASAN OBLIGASI (SINKING FUND)

Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana pelunasan Obligasi ini dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan penggunaan dana hasil Emisi Obligasi sesuai dengan tujuan rencana penggunaan dana hasil Emisi Obligasi, sebagaimana diungkapkan pada Bab II Informasi Tambahan.

HASIL PEMERINGKATAN

Berdasarkan Peraturan OJK No.7/2017 tentang Dokumen Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang dan/atau Sukukdan Peraturan No.IX.C.11 tentang Pemeringkatan Efek Bersifat Utang Dan/Atau Sukuk, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. KEP-712/BL/2012 tanggal 26 Desember 2012 (“Peraturan No.

IX.C.11”), Perseroan telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh Pefindo dan Fitch.

Berdasarkan hasil pemeringkatan dari Pefindo atas Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap II Tahun 2017 sesuai dengan surat No.: RTG-069/PEF-DIR/X/2017 tanggal 20 Oktober 2017 tentang Surat Keterangan Peringkat atas Obligasi Berkelanjutan II Tahap II dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap II yang diterbitkan melalui rencana Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB), hasil pemeringkatan atas Obligasi Perseroan adalah:

Obligasi IdAAA (Triple A)

Hasil pemeringkatan Obligasi dan Sukuk Ijarah diatas berlaku untuk periode 15 Maret 2017 sampai dengan 1 Maret 2018.

Berdasarkan hasil pemeringkatan dari Fitch atas Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap II Tahun 2017 sesuai dengan surat No.: 225/DIR/RAT/IX/2017 tanggal 20 Oktober 2017 tentang Peringkat Awal (Initial Rating), hasil pemeringkatan ini tanpa adanya periode jatuh tempo akan tetapi akan dilakukan review peringkat dalam periode 1 (satu) tahun sekali, hasil Pemeringkatan Obligasi Perseroan adalah:

Obligasi AAA(idn) (Triple A)

(5)

HAK SENIORITAS ATAS UTANG

Obligasi ini tidak dijamin dengan agunan khusus berupa benda atau pendapatan atau aktiva lain milik Perseroan dalam bentuk apapun serta tidak dijamin oleh pihak lain manapun. Dengan demikian, Obligasi ini mempunyai kedudukan pari passu dengan kewajiban Perseroan lainnya yang tidak dijamin, baik yang telah ada maupun yang akan ada di masa datang.

TAMBAHAN UTANG YANG DAPAT DIBUAT PERSEROAN DI MASA AKAN DATANG

Sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi, sebelum dilunasinya semua Pokok Obligasi dan Bunga Obligasi, Perseroan tidak akan melakukan pengeluaran obligasi, atau instrumen utang lain yang memiliki kedudukan lebih tinggi, atau pembayarannya didahulukan dari Obligasi tanpa persetujuan tertulis dari Wali Amanat.

HAK-HAK PEMEGANG OBLIGASI

1. Menerima pelunasan Pokok Obligasi, pembayaran Bunga Obligasi dan hak-hak lain yang berhubungan dengan Obligasi dengan memperhatikan ketentuan Pasal 5 ayat 10 Perjanjian Perwaliamanatan.

2. Pemegang Obligasi yang berhak mendapatkan pembayaran Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening, pada 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, kecuali ditentukan lain oleh KSEI atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi Obligasi setelah tanggal penentuan pihak yang berhak memperoleh Bunga Obligasi tersebut maka pihak yang menerima pengalihan Obligasi tersebut tidak berhak atas Bunga Obligasi pada periode Bunga Obligasi yang bersangkutan.

3. Apabila Perseroan ternyata tidak menyediakan dana secukupnya untuk pembayaran Bunga Obligasi dan pelunasan Pokok Obligasi setelah lewat Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi atau Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi, maka Perseroan harus membayar denda atas kelalaian membayar jumlah Pokok Obligasi dan/atau Bunga Obligasi yang akan ditentukan kemudian dalam Addendum Perjanjian Perwaliamanatan. Denda tersebut dihitung harian (berdasarkan jumlah hari yang telah lewat), sampai dengan pelunasan atau pembayaran jumlah yang wajib dibayar Perseroan dilaksanakan. Untuk menghitung denda dilakukan perhitungan hari yang terlewat yaitu 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender. Denda yang dibayar oleh Perseroan yang merupakan hak Pemegang Obligasi, oleh Agen Pembayaran akan diberikan kepada Pemegang Obligasi secara proporsional berdasarkan besarnya Obligasi yang dimilikinya.

4. Seorang atau lebih Pemegang Obligasi yang mewakili sedikitnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah Pokok Obligasi yang masih terutang (di luar dari jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau PerusahaanTerafiliasi) mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat agar diselenggarakan RUPO dengan memuat acara yang diminta dengan melampirkan fotocopy KTUR dari KSEI yang diperoleh melalui Pemegang Rekening dan memperlihatkan asli KTUR kepada Wali Amanat, dengan ketentuan terhitung sejak diterbitkannya KTUR, Obligasi akan dibekukan oleh KSEI sejumlah Obligasi yang tercantum dalam KTUR.

Pencabutan pembekuan Obligasi oleh KSEI tersebut hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan secara tertulis dari Wali Amanat.

5. Melalui Keputusan RUPO, Pemegang Obligasi antara lain berhak melakukan tindakan sebagai berikut:

a. mengambil keputusan sehubungan dengan Pemegang Obligasi mengenai perubahan jangka waktu Obligasi, Pokok Obligasi, suku Bunga Obligasi, perubahan tata cara atau periode pembayaran Bunga Obligasi, dan ketentuan lain dalam Perjanjian Perwaliamanatan;

b. menyampaikan pemberitahuan kepada Wali Amanat, memberikan pengarahan kepada Wali Amanat, dan/atau menyetujui suatu kelonggaran waktu atas suatu kelalaian berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan serta akibat-akibatnya, atau untuk mengambil tindakan lain sehubungan dengan kelalaian;

c. memberhentikan Wali Amanat dan menunjuk pengganti Wali Amanat menurut ketentuan-ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan;

d. mengambil tindakan yang dikuasakan oleh atau atas nama Pemegang Obligasi termasuk dalam penentuan potensi kelalaian yang dapat menyebabkan terjadinya kelalaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 Perjanjian Perwaliamanatan dan Peraturan No.VI.C.4.

6. mengambil keputusan tentang terjadinya peristiwa force majeure dalam hal tidak tercapai kesepakatan antara Perseroan dan Wali Amanat.

7. mengambil tindakan lain yang diperlukan untuk kepentingan Pemegang Obligasi berdasarkan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(6)

6

RAPAT UMUM PEMEGANG OBLIGASI (RUPO)

Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dapat dilihat pada Bab I Informasi Tambahan.

B.

PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN SUKUK IJARAH

NAMA SUKUK IJARAH

Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Indosat Tahap II Tahun 2017.

JANGKA WAKTU, JATUH TEMPO DAN CICILAN IMBALAN IJARAH

Sukuk Ijarah ini terdiri dari:

Seri A : Sisa Imbalan Ijarah sebesar Rp220.000.000.000,- (dua ratus dua puluh miliar Rupiah) dengan Cicilan Imbalan Ijarah sebesar Rp13.530.000.000,- (tiga belas miliar lima ratus tiga puluh juta Rupiah) per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari sejak Tanggal Emisi.

Seri B : Sisa Imbalan Ijarah sebesar Rp260.000.000.000,- (dua ratus enam puluh miliar Rupiah) dengan Cicilan Imbalan Ijarah sebesar Rp19.370.000.000,- (sembilan belas miliar tiga ratus tujuh puluh juta Rupiah) per tahun, berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi.

Seri C : Sisa Imbalan Ijarah sebesar Rp14.000.000.000,- (empat belas miliar Rupiah) dengan Cicilan Imbalan Ijarah sebesar Rp1.071.000.000,- (satu miliar tujuh puluh satu juta Rupiah) per tahun, berjangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi.

Seri D : Sisa Imbalan Ijarah sebesar Rp13.000.000.000,- (tiga belar miliar Rupiah) dengan Cicilan Imbalan Ijarah sebesar Rp1.033.500.000,- (satu miliar tiga puluh tiga juta lima ratus ribu Rupiah) per tahun, berjangka waktu 7 (tujuh) tahun sejak Tanggal Emisi.

Seri E : Sisa Imbalan Ijarah sebesar Rp193.000.000.000,- (seratus sembilan puluh tiga miliar Rupiah) dengan Cicilan Imbalan Ijarah sebesar Rp16.694.500.000,- (enam belas miliar enam ratus sembilan puluh empat juta lima ratus ribu Rupiah) per tahun, berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak Tanggal Emisi.

Sukuk Ijarah ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Sisa Imbalan Ijarah. Cicilan Imbalan Ijarah dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) sejak Tanggal Emisi, dimana Tanggal Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah pertama akan dibayarkan pada tanggal 9 Februari 2018 sedangkan Cicilan Imbalan Ijarah terakhir sekaligus Tanggal Pembayaran Kembali Sisa Sukuk Ijarah akan dibayarkan pada tanggal 19 November 2018 untuk Sukuk seri A, 9 November 2020 untuk Sukuk Seri B, 9 November 2022 untuk Sukuk seri C, 9 November 2024 untuk Sukuk seri D dan 9 November 2027 untuk Sukuk seri E.

Cicilan Imbalan Ijarah ini dibayarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Sukuk Ijarah melalui Agen Pembayaran pada Tanggal Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah. Cicilan Imbalan Ijarah dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) terhitung sejak Tanggal Emisi.Tanggal-tanggal pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah adalah sebagai berikut:

Cicilan Imbalan

Ijarah

Ke-Tanggal Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah

Seri A Seri B Seri C Seri D Seri E

1 9 Februari 2018 9 Februari 2018 9 Februari 2018 9 Februari 2018 9 Februari 2018

2 9 Mei 2018 9 Mei 2018 9 Mei 2018 9 Mei 2018 9 Mei 2018

3 9 Agustus 2018 9 Agustus 2018 9 Agustus 2018 9 Agustus 2018 9 Agustus 2018

4 19 November 2018 9 November 2018 9 November 2018 9 November 2018 9 November 2018

5 9 Februari 2019 9 Februari 2019 9 Februari 2019 9 Februari 2019

6 9 Mei 2019 9 Mei 2019 9 Mei 2019 9 Mei 2019

7 9 Agustus 2019 9 Agustus 2019 9 Agustus 2019 9 Agustus 2019

8 9 November 2019 9 November 2019 9 November 2019 9 November 2019

9 9 Februari 2020 9 Februari 2020 9 Februari 2020 9 Februari 2020

10 9 Mei 2020 9 Mei 2020 9 Mei 2020 9 Mei 2020

11 9 Agustus 2020 9 Agustus 2020 9 Agustus 2020 9 Agustus 2020

12 9 November 2020 9 November 2020 9 November 2020 9 November 2020

13 9 Februari 2021 9 Februari 2021 9 Februari 2021

14 9 Mei 2021 9 Mei 2021 9 Mei 2021

15 9 Agustus 2021 9 Agustus 2021 9 Agustus 2021

16 9 November 2021 9 November 2021 9 November 2021

17 9 Februari 2022 9 Februari 2022 9 Februari 2022

(7)

Cicilan Imbalan

Ijarah

Ke-Tanggal Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah

Seri A Seri B Seri C Seri D Seri E

19 9 Agustus 2022 9 Agustus 2022 9 Agustus 2022

20 9 November 2022 9 November 2022 9 November 2022

21 9 Februari 2023 9 Februari 2023

22 9 Mei 2023 9 Mei 2023

23 9 Agustus 2023 9 Agustus 2023

24 9 November 2023 9 November 2023

25 9 Februari 2024 9 Februari 2024

26 9 Mei 2024 9 Mei 2024

27 9 Agustus 2024 9 Agustus 2024

28 9 November 2024 9 November 2024

29 9 Februari 2025

30 9 Mei 2025

31 9 Agustus 2025

32 9 November 2025

33 9 Februari 2026

34 9 Mei 2026

35 9 Agustus 2026

36 9 November 2026

37 9 Februari 2027

38 9 Mei 2027

39 9 Agustus 2027

40 9 November 2027

Cicilan Imbalan Ijarah dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat terhitung sejak Tanggal Emisi, dimana 1 (satu) bulan dihitung 30 (tiga puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) tahun dihitung 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender.

JENIS SUKUK IJARAH

Sukuk Ijarah ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Sukuk Ijarah yang diterbitkan atas nama KSEI sebagai bukti kewajiban pembayaran Imbalan Ijarah untuk kepentingan Pemegang Sukuk Ijarah. Sukuk Ijarah ini didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Rekening di KSEI yang selanjutnya untuk kepentingan Pemegang Sukuk Ijarah dan didaftarkan pada tanggal diserahkannya Sertifikat Jumbo Sukuk Ijarah oleh Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan Sukuk Ijarah bagi Pemegang Sukuk Ijarah adalah Konfirmasi Tertulis yang diterbitkan oleh KSEI, Perusahaan Efek atau BankKustodian.

JUMLAH SISA IMBALAN IJARAH

Jumlah Sisa Imbalan Ijarah adalah sebesarRp700.000.000.000 (tujuh ratus miliar Rupiah) yang merupakan 100% (seratus persen) dari Jumlah Sisa Imbalan Ijarah.

SATUAN PEMINDAHBUKUAN

a. Satuan Pemindahbukuan Sukuk Ijarah adalah sebesar Rp1 (satu Rupiah) atau kelipatannya. b. Satu Satuan Pemindahbukuan mempunyai hak untuk mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPSI.

JUMLAH MINIMUM PEMESANAN

Pemesanan pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya sebesar Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) atau kelipatannya

OBYEK IJARAH

(8)

8

SKEMA SUKUK IJARAH

i. Berdasarkan Akad Ijarah sehubungan dengan Penawaran Umum Sukuk Ijarah yang dilangsungkan antara Perseroan dan Wali Amanat Sukuk Ijarah, Perseroan telah mengalihkan hak atas sebagian manfaat kapasitas dari jaringan yang digunakan Perseroan untuk penyelenggaraan layanan MIDI untuk jangka waktu 1 (satu), 3 (tiga), 5 (lima) tahun, 7 (tujuh) tahun dan 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak tanggal diterbitkannya Sukuk Ijarah dengan pengalihan Obyek Ijarah sebesar Rp700,81 miliar atau sejumlah Sisa Imbalan Ijarah. Jenis jaringan yang digunakan Perseroan untuk penyelenggaraan layanan MIDI tersebut berupa jaringan Private Leased Circuit, Carrier Ethernet, IPVPN, IP Transit dan Dedicated Internet Access.

Selain mengatur mengenai pengalihan manfaat ijarah, Akad Ijarah juga mengatur bahwa Perseroan menjamin berfungsinya jaringan MIDI yang manfaatnya menjadi obyek ijarah dan kondisinya, menjamin atas risiko rusaknya/turunnya nilai pengalihan manfaat ijarah, dan menjamin tersedianya obyek ijarah pengganti dalam hal-hal tertentu.

ii. Selanjutnya, berdasarkan Akad Wakalah yang dilangsungkan antara Perseroan dan Pemegang Sukuk Ijarah, Pemegang Sukuk Ijarah selaku Muwakkil (penerima Obyek Ijarah), memberikan kuasa khusus kepada Perseroan sebagai Wakil untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

a. Membuat dan melangsungkan serta memperpanjang perjanjian/kontrak dengan pihak ketiga sebagai pengguna jaringan MIDI tersebut untuk kepentingan Pemegang Sukuk Ijarah sebagai penerima Obyek Ijarah berdasarkan Akad Ijarah dan Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah dan apabila diperlukan, membuat perubahan atas perjanjian/kontrak yang sudah ditandatangani oleh Wakil dan pihak ketiga tersebut sepanjang perubahan tersebut sesuai dengan praktek industri yang berlaku umum dan wajar;

b. Mewakili segala kepentingan Muwakkil dalam rangka pelaksanaan perjanjian dengan pihak ketiga sebagai pengguna jaringan MIDI, termasuk akan tetapi tidak terbatas untuk melakukan penagihan dan, tanpa mengesampingkan ketentuan di bawah ini, menerima seluruh hasil pemanfaatan jaringan MIDI dari pihak ketiga; dan

c. Mewakili kepentingan Muwakkil dalam mencari pengganti pihak ketiga untuk memanfaatkan jaringan MIDI.

Selain itu di dalam Akad Wakalah Perseroan sebagai Wakil berjanji untuk membayar Cicilan Imbalan Ijarah kepada Pemegang Sukuk Ijarah yang diterima dari pihak ketiga sesuai dengan nilai dan tata cara pembayaran yang diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah dengan sumber dana yang digunakan untuk melakukan pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah dan Sisa Imbalan Ijarah berasal dari sewa jaringan atas layanan MIDI yang diberikan Perseroan.

Kuasa-kuasa sebagaimana dalam Akad Wakalah merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Akad Wakalah, yang tanpa adanya kuasa-kuasa tersebut maka Akad Wakalah tidak akan dibuat. Kuasa-kuasa sebagaimana tercantum dalam Akad Wakalah tidak dapat dicabut dan tidak akan berakhir karena sebab-sebab yang mengakhiri pemberian kuasa sebagaimana tercantum dalam Pasal 1813, 1814 dan 1816 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata atau karena alasan apapun juga.

Atas perjanjian/kontrak yang sudah ditandatangani oleh Perseroan dan pihak ketiga sebagai pengguna Obyek Ijarah, disepakati untuk tidak perlu dilakukan penandatanganan ulang kontrak.

Berikut ini adalah diagram skema Sukuk Ijarah tersebut:

PerseroanPerseroa

6) Sisa imbalan ijarah (at maturity)

5) Cicilan imbalan ijarah (quarterly)

(9)

Aset yang menjadi dasar Sukuk Ijarah tidak bertentangan dengan Prinsip Syariah di Pasar Modal dan Perseroan menjamin selama periode Sukuk Ijarah, aset yang menjadi dasar Sukuk Ijarah tidak akan bertentangan dengan Prinsip Syariah di Pasar Modal.

PROSEDUR PENGGANTIAN ATAU PENAMBAHAN OBYEK IJARAH

Dalam hal terdapat rencana perubahan Obyek Ijarah karena alasan apapun, maka Perseroan wajib melaporkan kepada Wali Amanat dalam waktu 30 (tiga puluh) Hari Kerja sebelum mengajukan Obyek Ijarah pengganti dan meminta Wali Amanat untuk menyelenggarakan RUPSI sesuai dengan ketentuan Pasal 10 Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah.

Dalam hal terdapat penambahan Obyek Ijarah karena adanya penurunan nilai dari Obyek Ijarah, maka Perseroan wajib memberitahukan hal tersebut kepada Wali Amanat dalam waktu 30 (tiga puluh) Hari Kerja sebelum mengajukan Obyek Ijarah tambahan.

Nilai Obyek Ijarah pengganti yang ditetapkan harus sama dengan jumlah nilai Obyek Ijarah yang teiah diserahkan sebelumnya atau nilai Obyek Ijarah tambahan yang ditetapkan harus sama dengan nilai penurunan Obyek Ijarah, sehingga nilai Obyek Ijarah akan kembali sebagaimana dimaksud di atas.

Setelah RUPSI menyetujui penetapan Obyek Ijarah pengganti, dalam waktu 10 (sepuluh) Hari Kerja, Perseroan dan Wali Amanat wajib menandatangani revisi Lampiran I Akad Ijarah yang menjelaskan tentang spesifikasi Obyek Ijarah pengganti.

Paling lambat dalam jangka waktu 10 (sepuluh) Hari Kerja setelah diperolehnya persetujuan dari Wali Amanat, Perseroan dan Wali Amanat wajib menandatangani perubahan Akad Ijarah.

JAMINAN

Sukuk Ijarah ini tidak dijamin dengan suatu agunan khusus namun dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perseroan baik berupa barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada dikemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan Pasal 1132 Kitab Undang-undang Hukum Perdata Republik Indonesia. Hak Pemegang Sukuk Ijarah adalah pari passu tanpa hak preferen dengan hak-hak kreditur Perseroan lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

PEMBAYARAN KEMBALI SISA IMBALAN IJARAH DAN PEMBAYARAN CICILAN IMBALAN IJARAH

Pembayaran kembali Sisa Imbalan Ijarah dan Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah dapat dilihat pada Bab I Informasi Tambahan.

WALIAMANAT SUKUK IJARAH

Sesuai dengan Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah, Perseroan telah menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. untuk bertindak selaku Wali Amanat Sukuk Ijarah dalam rangka Penawaran Umum Sukuk Ijarah yang beralamat di Gedung BRI II, lantai 3, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 44-46, Jakarta 10210.

Keterangan lebih lanjut mengenai Wali Amanat Sukuk Ijarah akan dijelaskan pada Bab VIII Informasi Tambahan.

Pokok-pokok mengenai Perjanjian PerwaliamanatanSukuk Ijarah dapat dilihat pada Bab I Informasi Tambahan.

PEMBATASAN-PEMBATASAN PERSEROAN

Pembatasan-pembatasan Perseroan dapat dilihat pada Bab I Informasi Tambahan.

PROSEDUR PEMESANAN PEMBELIAN SUKUK IJARAH

Prosedur pemesanan pembelian Sukuk Ijarah dapat dilihat pada Bab IX Informasi Tambahan, mengenai Persyaratan Pemesanan Pembelian Obligasi dan Sukuk Ijarah.

PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK)

(10)

10

rencana pembelian kembali Sukuk Ijarah. Pengumuman tersebut wajib dilakukan paling sedikit melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa indonesia yang berperedaran nasional paling lambat 2 (dua) hari sebelum tanggal penawaran untuk pembelian kembali dimulai. Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian kembali dapat dilihat pada Bab I Informasi Tambahan.

DANA PELUNASAN SUKUK IJARAH (SINKING FUND)

Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana pelunasan Sukuk Ijarah ini dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan penggunaan dana hasil Emisi Sukuk Ijarah sesuai dengan tujuan rencana penggunaan dana hasil Emisi Sukuk Ijarah, sebagaimana diungkapkan pada Bab II Informasi Tambahan.

HASIL PEMERINGKATAN

Berdasarkan Peraturan OJK No.7/2017 tentang Dokumen Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk dan Peraturan No.IX.C.11 tentang Pemeringkatan Efek Bersifat Utang Dan/Atau Sukuk, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. KEP-712/BL/2012 tanggal 26 Desember 2012 (“Peraturan No.

IX.C.11”), Perseroan telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh Pefindo dan Fitch.

Berdasarkan hasil pemeringkatan dari Pefindo atas Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Indosat Tahap II Tahun 2017, sesuai dengan surat No.: RTG-069//PEF-DIR/X/2017 tanggal 20 Oktober 2017 tentang Surat Keterangan Peringkat atas Obligasi Berkelanjutan II Tahap II dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap II yang diterbitkan melalui rencana Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB), hasil pemeringkatan atas Sukuk Ijarah Perseroan adalah:

idAAA(sy) (Triple A Syariah)

Hasil pemeringkatan Sukuk Ijarah diatas berlaku untuk periode 15 Maret 2017 sampai dengan 1 Maret 2018.

Berdasarkan hasil pemeringkatan dari Fitch atas Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Indosat Tahap II tahun 2017, sesuai dengan surat 225/DIR/RAT/IX/2017 tanggal 20 Oktober 2017 tentang Peringkat Awal (Initial Rating), hasil pemeringkatan ini tanpa adanya periode jatuh tempo akan tetapi akan dilakukan review peringkat dalam periode 1 (satu) tahun sekali, hasil Pemeringkatan Sukuk Ijarah Perseroan adalah:

AAA(idn) (Triple A)

Lembaga Pemeringkat Efek dalam hal ini Pefindo dan Fitch tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan Perseroan, baik langsung maupun tidak langsung sebagaimana didefinisikan dalam ketentuan Pasal 1 angka I UUPM.

TAMBAHAN UTANG YANG DAPAT DIBUAT PERSEROAN DI MASA AKAN DATANG

Sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah, sebelum dilunasinya semua Sisa Imbalan Ijarah dan Cicilan Imbalan Ijarah, Perseroan tidak akan melakukan pengeluaran sukuk ijarah, atau instrumen utang lain yang memiliki kedudukan lebih tinggi, atau pembayarannya didahulukan dari Sukuk Ijarah tanpa persetujuan tertulisdari Wali Amanat.

HAK-HAK PEMEGANG SUKUK IJARAH

1. Menerima pembayaran kembali Sisa Imbalan Ijarah, pembayaran Cicilan Ijarah dan hak-hak lain yang berhubungan dengan Sukuk Ijarah dengan memperhatikan ketentuan Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah.

2. Pemegang Sukuk Ijarah yang berhak mendapatkan pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah adalah Pemegang Sukuk Ijarah yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening, pada 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah, kecuali ditentukan lain oleh KSEI atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi Sukuk Ijarah setelah tanggal penentuan pihak yang berhak memperoleh Cicilan Imbalan Ijarah tersebut maka pihak yang menerima pengalihan Sukuk Ijarah tersebut tidak berhak atas Cicilan Imbalan Ijarah pada periode pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah yang bersangkutan.

3. Apabila Perseroan ternyata tidak menyediakan dana secukupnya untuk pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah dan pembayaran kembali Sisa Imbalan Ijarah setelah lewat Tanggal Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah atau Tanggal Pembayaran Kembali Sisa Imbalan Ijarah, maka Perseroan harus membayar kompensasi kerugian akibat keterlambatan atas kelalaian membayar jumlah Sisa Imbalan Ijarah dan/atau Cicilan Imbalan Ijarah. Kompensasi kerugian akibat keterlambatan yang dibayar oleh Perseroan merupakan hak Pemegang Sukuk Ijarah yang akan dibayarkan oleh Agen Pembayaran kepada Pemegang Sukuk Ijarah secara proporsional berdasarkan besarnya Sukuk Ijarah yang dimilikinya.

4. Seorang atau lebih Pemegang Sukuk Ijarah yang mewakili sedikitnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah Sisa Imbalan Ijarah yang masih belum dibayar (di luar dari Sukuk Ijarah yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Perusahaan Terafiliasi) dapat mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat Sukuk Ijarah agar diselenggarakan RUPSI dengan memuat

acara yang diminta dengan melampirkan fotocopy Konfirmasi Tertulis Untuk Rapat Umum Pemegang Sukuk Ijarah (“KTUR”)

(11)

dengan ketentuan terhitung sejak diterbitkannya KTUR, Sukuk Ijarah akan dibekukan oleh KSEI sejumlah Sukuk Ijarah yang tercantum dalam KTUR.

5. Pencabutan pembekuan Sukuk Ijarah oleh KSEI tersebut hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan secara tertulis dari Wali Amanat Sukuk Ijarah.

6. Melalui keputusan RUPSI, Pemegang Sukuk Ijarah antara lain berhak melakukan tindakan sebagai berikut:

a. Menyampaikan pemberitahuan kepada Perseroan atau kepada Wali Amanat Sukuk Ijarah atau untuk memberikan pengarahan kepada Wali Amanat Sukuk Ijarah atau untuk mengambil tindakan lain.

b. Memberhentikan Wali Amanat Sukuk Ijarah dan menunjuk pengganti Wali Amanat Sukuk Ijarah menurut ketentuan-ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah.

c. Mengambil tindakan lain yang dikuasakan untuk diambil oleh atau atas nama Pemegang Sukuk Ijarah termasuk tetapi tidak terbatas pada mengubah Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

d. Mengambil keputusan sehubungan dengan perubahan jumlah Cicilan Imbalan Ijarah, perubahan tata cara pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah dan/atau Sisa Imbalan Ijarah termasuk perubahan Sukuk Ijarah menjadi ekuitas Perseroan, perubahan jangka waktu Sukuk Ijarah dan perubahan Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah dalam rangka perubahan tersebut di atas, yang mana ketentuan perubahan tersebut di atas hanya dapat diminta oleh Perseroan, jika Perseroan dalam keadaan lalai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah. e. Mengambil keputusan yang diperlukan sehubungan dengan maksud Perseroan atau Pemegang Sukuk Ijarah yang

mewakili sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah Sisa Imbalan Ijarah yang belum dibayar, untuk melakukan pembatalan pendaftaran Sukuk Ijarah di KSEI sesuai dengan ketentuan peraturan Pasar Modal dan KSEI. f. Mengambil keputusan tentang terjadinya peristiwa force majeure dalam hal tidak tercapai kesepakatan antara

Perseroan dan Wali Amanat Sukuk Ijarah.

g. Mengambil tindakan lain yang diperlukan untuk kepentingan Pemegang Sukuk Ijarah berdasarkan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.

h. Mengambil keputusan sehubungan dengan terjadinya Kejadian Kelalaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah.

Hak-hak Pemegang Sukuk Ijarah yang antara lain menerima pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah dan/atau pembayaran kembali Sisa Imbalan Ijarah pada Tanggal Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah dan/atau Tanggal Pembayaran Kembali Sisa Imbalan Ijarah, dapat dilihat pada Bab I mengenai Penawaran Umum Berkelanjutan.

RAPAT UMUM PEMEGANG SUKUK IJARAH (RUPSI)

Rapat Umum Pemegang Sukuk Ijarah (RUPSI) dapat dilihat pada Bab I Informasi Tambahan.

PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH

A. Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi setelah dikurangi dengan biaya Emisi akan dipergunakan oleh Perseroan untuk:

1. Sekitar 62,3% akan digunakan untuk pelunasan sebagian atau seluruhnya (refinancing) salah satu atau beberapa pinjaman rupiah yang dimiliki oleh Perseroan dengan rincian sebagai berikut:

a. Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap I Seri A Tahun 2014 sebesar Rp950.000.000.000,- b. Sukuk Ijarah Indosat Berkelanjutan I Tahap I Seri A Tahun 2014 sebesar Rp64.000.000.000,-

c. Pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk dengan nilai fasilitas pinjaman Rp1.000.000.000.000,- yang akan dilunasi sebanyak-banyaknya Rp150.000.000.000,-

d. Pinjaman dari Citibank N.A., Jakarta Indonesia dengan nilai fasilitas pinjaman Rp530.000.000.000,- yang akan dilunasi sebanyak-banyaknya Rp530.000.000.000,-

2 Sekitar 37,7% akan digunakan untuk Pembayaran Biaya Hak Penggunaan ("BHP") Spektrum Frekuensi Radio kepada Pemerintah. BHP Spektrum Frekuensi Radio dibayarkan di muka untuk masa Izin Stasiun Radio ("ISR") satu tahun. Adapun masa laku izin penggunaan frekuensi untuk pita frekuensi seluler 850 MHz, 900 Mhz, 1800 MHz dan 2100 MHz adalah 10 tahun dan dapat diperpanjang untuk 10 tahun berikutnya. Besaran pembayaran BHP Spektrum Frekuensi Radio setiap tahunnya ditentukan oleh Pemerintah berdasarkan formula yang ditetapkan dalam Keputusan Menkominfo terkait.

B. Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Sukuk Ijarah setelah dikurangi dengan biaya Emisi akan dipergunakan oleh Perseroan untuk:

(12)

12 formula yang ditetapkan dalam Keputusan Menkominfo terkait.

KETERANGAN TAMBAHAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK

A. RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN

Perubahan pada izin-izin yang wajib dipenuhi oleh Perseroan terkait dengan kegiatan usaha yang dilakukan adalah sebagai berikut:

NO. PERIZINAN NOMOR DAN TANGGAL KETERANGAN

1. Izin

Penyelengaraan Jaringan Bergerak Selular

Keputusan Menteri

Komunikasi dan Informatika No. 504/Kep/ M.Kominfo/ 08/2012 tanggal 31 Agustus 2012 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 643 tahun 2015 tanggal 30 Juni 2015 dan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 1729 tahun 2017 tanggal 28 Agustus 2017

Izin penyelenggaraan jaringan bergerak selular berlaku sampai jangka waktu yang tidak terbatas, sepanjang Perseroan memenuhi dan melaksanakan ketentuan dalam keputusan ini dan atau selama Perseroan masih menjalankan usahanya.

2. Izin

Penyelenggaran

Jasa Akses

Internet (Internet Service Provider)

Keputusan Menteri

Komunikasi dan Informatika No: 418 Tahun 2014 tanggal 7 April 2014 sebagaimana

telah diubah dengan

Keputusan Menteri

Komunikasi dan Informatika No: 1790 Tahun 2017 tanggal 18 September 2017

Izin penyelenggaraan jasa akses internet (internet service provider) berlaku sampai jangka waktu yang tidak terbatas, sepanjang Perseroan mengikuti ketentuan yang berlaku

B. STRUKTUR PERMODALAN DAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN

Susunan pemegang saham Perseroan sejak Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap I Tahun 2017 dan Penawaran Umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Indosat Tahap I Tahun 2017 sampai dengan Informasi Tambahan diterbitkan, tidak terdapat perubahan struktur dan persentase. sebagaimana tercantum dalam Daftar Pemegang Saham PT Indosat Tbk per tanggal 30 Juni 2017 yang disusun oleh PT EDI Indonesia, yaitu:

Keterangan Nilai Nominal Rp100 per Saham

Jumlah Saham Jumlah Nominal (Rp) Persentase (%)

Modal Dasar: 20.000.000.000 2.000.000.000.000 -

Saham Seri A 1 100 -

Saham Seri B 19.999.999.999 1.999.999.999.900 -

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:

Saham Seri A:

Negara Republik Indonesia 1 100 -

Saham Seri B:

1.Ooredoo Asia Pte Ltd 3.532.056.600 353.205.660.000 65,00

2.Negara Republik Indonesia 776.624.999 77.662.499.900 14,29

3.Masyarakat (kepemilikan di bawah 5%) 1.125.251.900 112.525.190.000 20,71

Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 5.433.933.500 543.393.350.000 100,00

(13)

C. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi pada saat Informasi Tambahan diterbitkan adalah berdasarkan Akta No. 85 tanggal 24 Mei 2017 dibuat di hadapan Aryanti Artisari, SH, Notaris di Jakarta yang telah diberitahukan kepada Menkumham dengan Nomor Penerimaan Pemberitahuan AHU-AH.01.03-0146281 tanggal 15 Juni 2017 sebagai berikut:

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama : Waleed Mohamed Ebrahim Alsayed

Komisaris : Ajay Bahri

Komisaris : Hans Anthony Kuropatwa

Komisaris : Heru Pambudi

Komisaris : Chris Kanter

Komisaris : Damian Philip Chappell

Komisaris : Edy Sudarmanto

Komisaris Independen : Syed Maqbul Quader

Komisaris Independen : Wijayanto Samirin

Komisaris Independen : Elisa Lumbantoruan

Direksi

Direktur Utama : Alexander Rusli*

Direktur Independen merangkap Direktur Utama Interim : Joy Wahjudi**

Direktur : Johnny Ingemar Svedberg

Direktur : Caba Pinter

Direktur : Herfini Haryono

*Alexander Rusli tidak melanjutkan posisinya sejak tanggal 22 September 2017 dan saat ini sedang diberhentikan sementara dari jabatannya sebagai Direktur Utama.

**Bapak Joy Wahjudi diangkat sebagai Direktur Utama Interim sejak tanggal 27 September 2017 berdasarkan Surat Penunjukan Dewan Komisaris tanggal 26 September 2017.

D. ENTITAS ANAK DAN PENYERTAAN PADA PERUSAHAAN LAINNYA YANG DIMILIKI LANGSUNG DAN TIDAK

LANGSUNG OLEH PERSEROAN

Pada saat Informasi Tambahan diterbitkan, Entitas Anak dan Perusahaan Asosiasi yang dimiliki Langsung oleh Perseroan adalah sebagai berikut:

Entitas Anak

Penyertaan Kegiatan Usaha Status

Operasional

Tahun

Pendirian Tahun Penyertaan

Kepemilikan Saat ini (%)

ISPL Telekomunikasi Aktif 2005 2005 100,00

IM2 Multimedia Aktif 1996 2001 99,85

SMT Telekomunikasi Aktif 2006 2006 99,94

Lintasarta Komunikasi Data Aktif 1988 1989 72,36

PBD Web Portal Aktif 2015 2015 62,00

Pernyertaan Perseroan Pada Perusahaan Lainnya

Penyertaan Kegiatan Usaha Status Operasional Tahun Penyertaan Kepemilikan

Saat ini (%)

ACPL* Perbaikan dan

Pemeliharaan Kabel Laut

Aktif 1986 16,67

ATH* Holding Company Aktif 1994 14,29

Acasia* Telekomunikasi Aktif 1995 12,80

FM* Televisi Kabel dan

Penyelenggara Layanan Jaringan Internet

(14)

14

Penyertaan Kegiatan Usaha Status Operasional Tahun Penyertaan Kepemilikan

Saat ini (%)

PGBS* Pembangunan, teknik,

jasa, perdagangan dan konsultan

Aktif 2003 6,42

*Kepemilikan saham tidak dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan.

Pada saat Informasi Tambahan diterbitkan, Entitas Anak dan Perusahaan Asosiasi yang tidak dimiliki langsung adalah sebagai berikut:

Penyertaan KegiatanUsaha Dimiliki

Melalui

Status Operasional

Tahun Penyertaan

Kepemilikan Saat ini (%)

IVM Televisi Berbayar IM2 Belum aktif 2010 99,98

LMD Layanan Informasi dan

Komunikasi

Lintasarta Aktif 2008 70,00

Artajasa Jasa dan perdagangan Lintasarta Aktif 2000 55,00

IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING

Tabel di bawah ini menyajikan ikhtisar data keuangan penting Perseroan yang bersumber dari laporan keuangan konsolidasian interim Perseroan dan Entitas Anaknya tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 (tidak diaudit) dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut serta tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut.

Laporan keuangan konsolidasian interim Grup pada tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut telah direviu oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (firma anggota PricewaterhouseCoopers), auditor independen, berdasarkan Standar Perikatan Reviu 2410 yang ditetapkan oleh IAPI. Laporan keuangan konsolidasian Grup pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, telah diaudit KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (firma anggota PricewaterhouseCoopers), auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini wajar tanpa pengecualian.

Laporan keuangan konsolidasian interim Grup pada tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut ditandatangani masing-masing oleh Jumadi, serta pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut ditandatangani masing-masing oleh Jumadi dan Eddy Rintis.

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 30 Juni

2017

31 Desember

2016 2015

ASET

ASET LANCAR

Kas dan setara kas 2.405.119 1.850.425 3.623.346

Kas yang dibatasi penggunaannya 110.836 108.593 77.574

Piutang usaha:

-Pihak berelasi 499.166 411.609 510.539

-Pihak ketiga 3.774.117 2.295.670 2.219.636

Piutang lain-lain 84.596 42.913 11.232

Persediaan 75.061 79.272 39.346

Aset derivative 33 15.437 1.030

Pajak dibayar di muka:

- Pajak penghasilan 36.446 - 69.411

- Pajak lain-lain 100.981 199.113 344.885

Bagian lancar dari beban dibayar di muka:

- Beban frekuensi dan lisensi dibayar dimuka 1.376.161 2.462.403 2.321.743

- Sewa dibayar di muka 441.719 420.013 428.355

- Beban dibayar di muka lainnya 204.824 137.043 221.687

Aset lancar lain - lain 35.310 50.990 49.893

(15)

Keterangan 30 Juni 2017

31 Desember

2016 2015

ASET TIDAK LANCAR

Kas yang dibatasi penggunaannya 11.174 5.092 49.427

Piutang pihak berelasi 2.593 3.991 2.758

Klaim restitusi pajak 495.633 422.885 538.049

Aset pajak tangguhan 307.723 215.971 114.226

Beban dibayar di muka jangka panjang:

- Beban frekuensi dan lisensi dibayar di muka 42.454 59.375 93.216

- Sewa dibayar di muka 1.120.839 1.044.179 1.011.455

- Beban dibayar di muka lainnya 47.083 86.594 175.460

Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama 163.846 153.413 78.521

Investasi jangka panjang 22.381 25.469 37.821

Aset tetap 36.190.407 39.078.409 41.821.703

Goodwill dan aset takberwujud lain 1.590.125 1.440.211 1.351.431

Aset keuangan tidak lancar lain - lain 81.595 68.342 54.881

Aset tidak lancar lain-lain 176.174 161.292 140.892

Jumlah Aset Tidak Lancar 40.252.027 42.765.223 45.469.840

Jumlah Aset 49.396.396 50.838.704 55.388.517

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK

Pinjaman jangka pendek - 399.390 1.449.022

Utang usaha:

- Pihak berelasi 430.882 225.478 123.652

- Pihak ketiga 693.704 619.585 640.490

Utang pengadaan 2.993.652 4.381.710 6.263.117

Utang pajak:

- Pajak penghasilan 244.037 339.797 24.538

- Pajak lain-lain 133.024 103.424 73.702

Akrual 1.750.973 1.533.412 1.730.483

Kewajiban imbalan kerja jangka pendek 277.560 388.165 335.620

Kewajiban imbalan kerja jangka

panjang - bagian jangka pendek 38.527 39.442 32.196

Pendapatan diterima di muka 1.183.685 1.005.403 1.117.253

Uang muka pelanggan 867.202 542.258 285.863

Liabilitas derivative 9.759 20.814 290.747

Bagian jangka pendek dari pinjaman jangka panjang:

- Pinjaman 1.088.672 3.795.600 4.240.746

- Utang obligasi 3.647.244 3.391.286 1.152.791

- Sukuk 319.535 225.804 226.810

- Kewajiban sewa pembiayaan 568.267 554.037 516.527

Provisi atas kasus hukum 1.358.643 1.358.643 1.358.643

Liabilitas jangka pendek lain-lain 263.527 162.344 190.400

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 15.868.893 19.086.592 20.052.600

LIABILITAS JANGKA PANJANG

Utang pihak berelasi 124.296 37.693 25.196

Liabilitas pajak tangguhan 10.551 11.551 12.572

Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian jangka pendek:

- Pinjaman 2.767.937 2.273.616 6.369.885

- Utang Obligasi 10.133.128 9.060.534 9.282.161

- Sukuk 1.221.724 1.014.985 954.586

- Kewajiban sewa pembiayaan 2.570.659 2.959.487 3.450.558

Kewajiban imbalan kerja jangka panjang -

setelah dikurangi bagian jangka pendek 1.398.390 1.245.845 908.838

Liabilitas jangka panjang lain-lain 823.230 971.282 1.068.280

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 19.049.915 17.574.993 22.072.076

(16)

16

Keterangan 30 Juni

2017

31 Desember

2016 2015

EKUITAS

Modal saham - nilai nominal Rp100

(dalam Rupiah penuh) per saham Seri A dan Seri B - Modal dasar – 1 saham Seri A dan

19.999.999.999 saham Seri B - Modal ditempatkan dan disetor penuh - 1 saham Seri A dan 5.433.933.499 saham Seri B

543.393 543.393 543.393

Tambahan modal disetor 1.546.587 1.546.587 1.546.587

Saldo Laba:

- Dicadangkan 134.446 134.446 134.446

- Belum dicadangkan 11.098.579 10.701.160 9.596.118

Komponen ekuitas lain-lain 404.104 404.104 404.104

Cadangan Lain-lain (68.279) 20.513 258.187

Pemilik Entitas Induk 13.658.830 13.350.203 12.482.835

Kepentingan nonpengendali 818.758 826.916 781.006

Jumlah Ekuitas 14.477.588 14.177.119 13.263.841

Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 49.396.396 50.838.704 55.388.517

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 30 Juni 31 Desember

2017 2016 2016 2015

PENDAPATAN

Selular 12.579.089 11.590.768 24.095.337 21.895.722

Multimedia, Komunikasi Data, Internet (“MIDI”) 2.057.925 1.897.189 4.130.461 3.753.485

Telekomunikasi Tetap 475.368 454.259 958.826 1.119.318

Jumlah Pendapatan 15.112.382 13.942.216 29.184.624 26.768.525

(BEBAN) PENGHASILAN

Beban penyelenggaraan jasa (6.202.853) (5.706.265) (11.918.821) (11.213.902)

Penyusutan dan amortisasi (4.432.509) (4.450.135) (8.972.570) (8.769.147)

Karyawan (1.162.371) (1.050.378) (2.114.754) (1.921.071)

Pemasaran (593.371) (664.201) (1.237.831) (1.236.679)

Umum dan administrasi (479.846) (481.105) (1.049.399) (923.567)

Amortisasi keuntungan tangguhan dari penjualan

dan penyewaan kembali menara 70.525 70.525 141.050 141.050

(Kerugian) keuntungan selisih kurs - bersih 634 27.092 (5.842) (306.648)

Lain-lain – bersih (60.821) 17.660 (85.904) (176.451)

Jumlah Beban (12.860.612) (12.236.807) (25.244.071) (24.406.415)

Keuntungan (kerugian) selisih kurs - bersih 42.585 349.523 273.805 (1.292.516)

Penghasilan bunga 31.212 55.484 111.474 218.555

Biaya keuangan (1.072.927) (1.139.325) (2.256.285) (2.829.464)

Kerugian perubahan nilai wajar derivatif - bersih (38.031) (250.651) (274.284) (244.520)

(1.037.161) (984.969) (2.145.290) (4.147.945)

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 1.214.609 720.440 1.795.263 (1.785.835)

(BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN (345.280) (219.275) (519.608) 622.357

LABA (RUGI) PERIODE/TAHUN BERJALAN 869.329 501.165 1.275.655 (1.163.478)

LABA (RUGI) PERIODE/TAHUN BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:

Pemilik entitas induk 784.207 428.071 1.105.042 (1.310.001)

Kepentingan nonpengendali 85.122 73.094 170.613 146.523

869.329 501.165 1.275.655 (1.163.478)

LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN

KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK (dalam

(17)

Rasio-Rasio Konsolidasian Penting

Keterangan 30 Juni 2017 Tanggal 31 Desember

2016 2015

Rasio Usaha

Laba usaha terhadap pendapatan usaha(1) 14,90% 13,50% 8,82%

Laba rugi periode/ tahun berjalan berjalan yang dapat diatribusikan

kepada Pemilik Entitas Induk terhadap pendapatan usaha(2) 5,19% 3,79% (4,89%)

Laba usaha terhadap ekuitas(3) 15,55% 27,80% 17,81%

Laba rugi periode/ tahun berjalanterhadap ekuitas(4) 6,00% 9,00% (8,77%)

Laba rugi periode/ tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada

Pemilik Entitas Induk terhadap ekuitas(5) 5,42% 7,79% (9,88%)

Laba usaha terhadap jumlah aset(6) 4,56% 7,75% 4,26%

Laba rugi periode/ tahun berjalan terhadap asset(7) 1,76% 2,51% (2,10%)

Laba rugi periode/ tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada

Pemilik Entitas Induk terhadap jumlah aset(8) 1,59% 2,17% (2,37%)

Rasio Keuangan

Aset lancar terhadap jumlah liabilitas jangka pendek(9) 57,62% 42,30% 49,46%

Liabilitas jangka panjang terhadap ekuitas(10) 139,47% 131,65% 176,82%

Jumlah liabilitas terhadap ekuitas(11) 255,65% 274,61% 337,46%

Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset(12) 70,69% 72,11% 76,05%

Rasio Pertumbuhan(13)

Pendapatan usaha 8,39% 9,03% 11,14%

Beban usaha 5,10% 3,43% 4,13%

Laba usaha 32,04% 66,82% 265,19%

Laba periode/ tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada

Pemilik Entitas Induk 83,20% 184,35% 34,77%

Jumlah asset (1,28%) (8,21%) 3,98%

Jumlah liabilitas (3,97%) (12,97%) 8,09%

Jumlah ekuitas 2,12% (6,89%) (7,24%)

Rasio yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman

EBITDA (dalam miliar Rupiah)(14) 6.673,94 12.863,82 11.473,31

Pinjaman Bersih(15) / Ekuitas (x) 1.38 1,54 1,82

Pinjaman Bersih (15) / EBITDA (x) 1.48 1,70 2,10

EBITDA / Beban Bunga(16) 794.38% 699,77% 520,60%

Keterangan:

1) Dihitung dengan membagi laba usaha dengan jumlah pendapatan usaha, masing-masing untuk periode/tahun terkait.

2) Dihitung dengan membagi laba rugi periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk dengan jumlah pendapatan usaha, masing-masing untuk periode/tahun terkait.

3) Dihitung dengan membagi laba usaha untuk periode/tahun terkait dengan jumlah ekuitas pada akhir periode/tahun terkait. 4) Dihitung dengan membagi laba rugi untuk periode/tahun berjalan terkait dengan jumlah ekuitas pada akhir periode/tahun terkait.

5) Dihitung dengan membagi laba periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk untuk periode/tahun terkait dengan jumlah ekuitas pada akhir periode/tahun terkait.

6) Dihitung dengan membagi laba usaha untuk periode/tahun terkait dengan jumlah aset pada akhir periode/tahun terkait. 7) Dihitung dengan membagi laba rugi untuk periode/tahun berjalan terkait dengan jumlah aset pada akhir periode/tahun terkait.

8) Dihitung dengan membagi laba rugi periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk untuk periode/tahun terkait dengan jumlah aset pada akhir periode/tahun terkait.

9) Dihitung dengan membagi jumlah aset lancar dengan jumlah liabilitas jangka pendek, masing-masing pada akhir periode/tahun terkait. 10) Dihitung dengan membagi jumlah liabilitas jangka panjang dengan jumlah ekuitas, masing-masing pada akhir periode/tahun terkait. 11) Dihitung dengan membagi jumlah liabilitas dengan jumlah ekuitas, masing-masing pada akhir periode/tahun terkait.

12) Dihitung dengan membagi jumlah liabilitas dengan jumlah aset, masing-masing pada akhir periode/tahun terkait.

13) Seluruh rasio pertumbuhan dihitung dengan membagi kenaikan (penurunan) saldo akun-akun terkait sebagai berikut: (i) untuk akun-akun

posisi keuangan, selisih saldo akun-akun terkait pada tanggal 31 Desember tahun yang bersangkutan dengan saldo akun-akun tersebut pada tanggal 31 Desember tahun sebelumnya, atau (ii) untuk akun-akun laba rugi, selisih saldo akun-akun terkait.

14) EBITDA dihitung sebagai laba yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk selama periode/tahun yang berakhir pada tanggal pelaporan ditambah beban lain-lain ditambah beban operasi lainnya dikurangi bagian atas laba neto entitas asosiasi dan ditambah penyusutan dan amortisasi.

15) Dihitung dengan jumlah Pinjaman jangka panjang dan Utang Obligasi, biaya transaksi yang tidak diamortisasi (Pinjaman jangka panjang, Utang Obligasi, dan guaranteed notes).

16) Dihitung dengan membagi EBITDA periode/tahun terkait dengan beban bunga periode/tahun terkait.

(18)

18

1. Total Pinjaman Bersih/Ekuitas tidak lebih dari 2,5: 1 (dua koma lima berbanding satu) sebagaimana ditunjukkan dalam setiap laporan keuangan konsolidasian 3 (tiga) bulanan;

2. EBITDA/pembayaran bunga Pinjaman tidak kurang dari 3 : 1 (tiga berbanding satu) sebagaimana tercantum dalam setiap laporan keuangan konsolidasian tahunan yang sudah diaudit;

3. Total Pinjaman Bersih/EBITDA tidak melebihi dari 4 : 1 (empat berbanding satu) sebagaimana tercantum dalam setiap laporan keuangan konsolidasian tahunan yang sudah diaudit;

4. Minimum Modal Konsolidasian yang Disesuaikan untuk setiap saat selama belum dilunasinya secara penuh Jumlah Terutang. tidak kurang dari Rp5.000.000.000.000 (lima triliun Rupiah).

PENJAMINAN EMISI OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH

Berdasarkan persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum di dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi, para Penjamin Emisi Obligasi yang namanya tercantum di bawah ini telah menyetujui untuk menawarkan kepada masyarakat secara kesanggupan penuh (full commitment) Obligasi dan masing-masing Penjamin Emisi Obligasi tersebut wajib membeli sendiri Obligasi yang tidak habis terjual kepada Masyarakat dan yang tidak dibeli/dibayar oleh Masyarakat, sesuai dengan Bagian Penjaminan masing-masing Penjamin Emisi Obligasi.

Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi menghapuskan perikatan sejenis baik tertulis maupun tidak tertulis yang telah ada sebelumnya dan yang akan ada di kemudian hari antara Perseroan dengan Penjamin Emisi Efek. Susunan dan jumlah porsi serta persentase dari Penjamin Emisi Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap II Tahun 2017 adalah sebagai berikut:

No Penjamin Emisi

Obligasi

Porsi Penjaminan (Rp miliar) Jumlah

Penjaminan

Berdasarkan persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum di dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Sukuk Ijarah, para Penjamin Emisi Sukuk Ijarah yang namanya tercantum di bawah ini telah menyetujui untuk menawarkan kepada masyarakat secara kesanggupan penuh (full commitment) Sukuk Ijarahdan masing-masing Penjamin Emisi Sukuk Ijarah tersebut wajib membeli sendiri Sukuk Ijarah yang tidak habis terjual kepada Masyarakat dan yang tidak dibeli/dibayar oleh Masyarakat, sesuai dengan Bagian Penjaminan masing-masing Penjamin Emisi Sukuk Ijarah.

Perjanjian Penjaminan Emisi Sukuk Ijarah menghapuskan perikatan sejenis baik tertulis maupun tidak tertulis yang telah ada sebelumnya dan yang akan ada di kemudian hari antara Perseroan dengan Penjamin Emisi Efek. Susunan dan jumlah porsi serta persentase dari Penjamin Emisi Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Indosat Tahap II Tahun 2017 adalah sebagai berikut:

No Penjamin Emisi

Sukuk Ijarah

Porsi Penjaminan (Rp miliar) Jumlah

Penjaminan

Gambar

Tabel di bawah ini menyajikan ikhtisar data keuangan penting Perseroan yang bersumber dari laporan keuangan konsolidasian interim Perseroan dan Entitas Anaknya tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 (tidak diaudit) dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada ta

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Apabila Perseroan tidak dapat atau terlambat menerbitkan Sertifikat Jumbo Obligasi dan/atau memberi instruksi kepada KSEI untuk mengkreditkan Obligasi pada

Dalam hal Perseroan terlambat menyerahkan Sertifikat Jumbo Obligasi dan memberi instruksi kepada KSEI untuk mengkreditkan Obligasi pada Rekening Efek, maka Perseroan wajib

Apabila Perseroan tidak dapat atau terlambat menerbitkan Sertifikat Jumbo Obligasi dan/atau memberi instruksi kepada KSEI untuk mengkreditkan Obligasi pada

Pada Tanggal Emisi, Perseroan wajib menerbitkan Sertifikat Jumbo Obligasi dan menyerahkannya kepada KSEI serta memberi instruksi kepada KSEI untuk mengkreditkan Obligasi pada

Dalam hal Perseroan terlambat menyerahkan Sertifikat Jumbo Obligasi dan memberi instruksi kepada KSEI untuk mengkreditkan Obligasi pada Rekening Efek, maka Perseroan

Perusahaan Terailiasi), serta hak-hak lainnya yang melekat pada Obligasi dan Sukuk Ijarah... e) Pembayaran Bunga Obligasi dan Cicilan Imbalan Ijarah serta pelunasan jumlah

Dalam hal Perseroan terlambat menyerahkan Sertifikat Jumbo Obligasi dan memberi instruksi kepada KSEI untuk mengkreditkan Obligasi pada Rekening Efek, maka Perseroan wajib

Dengan ini diberitahukan bahwa sesuai dengan Sertifikat Jumbo Sukuk dan Obligasi, maka: Jumlah Dana Sukuk yang diterbitkan pada tahap pertama adalah sebesar Rp1.000.000.000.000,-, yang