• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBUBARAN PERUSAHAAN NEGARA "BUWANA KARYA"

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PEMBUBARAN PERUSAHAAN NEGARA "BUWANA KARYA""

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 52 TAHUN 1981

TENTANG

PEMBUBARAN PERUSAHAAN NEGARA "BUWANA KARYA"

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara mendalam,

perusahaan Negara "Buwana Karya" yang didirikan berdasarkan

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1967 (Lembaran Negara Tahun

1967 Nomor 13) ternyata tidak dapat dipertahankan kelangsungan

pengusahaannya berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi yang rasional,

sehingga dipandang perlu untuk membubarkan Perusahaan Negara

termaksud;

b. bahwa sehubungan dengan hal tersebut dalam huruf a, dipandang perlu

untuk mengeluarkan suatu Peraturan Pemerintah yang mengatur

pembubaran Perusahaan Negara "Buwana Karya";

Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945;

2. Undang-undang Nomor 19 Prp Tahun 1960 tentang Perusahaan Negara

(Lembaran Negara Tahun 1960 Nomor 59, Tambahan Lembaran

Negara Nomor 1989);

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PEMBUBARAN

PERUSAHAAN NEGARA "BUWANA KARYA".

(2)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

- 2 -

Pasal 1

Terhitung mulai tanggal berlakunya Peraturan Pemerintah ini,

membubarkan Perusahaan Negara "Buwana Karya" sebagaimana yang

telah didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1967

(Lembaran Negara Tahun 1967 Nomor 13).

Pasal 2

(1) Segala persoalan yang timbul dari dan yang berhubungan dengan

pelaksanaan pembubaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1

termasuk penunjukan likwidaturnya akan diatur lebih lanjut oleh

Menteri Pekerjaan Umum berdasarkan peraturan

perundang-undangan yang berlaku.

(2) Pengesahan atas pertanggungjawaban likwidatur sebagaimana

dimaksud dalam ayat (1) dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum

berdasarkan hasil pemeriksaan Departemen Keuangan dalam hal ini

Direktorat Akuntan Negara.

Pasal 3

Semua kekayaan Perusahaan Negara "Buwana Karya" setelah diadakan

likwidasi menjadi milik Negara.

Pasal 4

Kedudukan pegawai/karyawan dari Perusahaan Negara "Buwana Karya"

diatur sebagai berikut :

(3)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

- 3 -

a. Pegawai/karyawan yang berstatus Pegawai Negeri yang

diperbantukan pada perusahaan dimaksud dikembalikan ke

Departemen Pekerjaan Umum;

b. Pegawai/karyawan yang berstatus pegawai Perusahaan Negara akan

diatur lebih lanjut oleh Menteri Pekerjaan Umum berdasarkan

peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 5

Dengan berlakunya Peraturan Pemerintah ini, Peraturan Pemerintah Nomor

7 Tahun 1967 (Lembaran Negara Tahun 1967 Nomor 13) dan semua

peraturan pelaksanaannya dinyatakan tidak berlaku lagi.

Pasal 6

Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Peraturan Pemerintah ini akan

diatur tersendiri.

Pasal 7

Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

(4)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

- 4 -

Agar supaya setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan

Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara

Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 24 Desember 1981

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ttd

SOEHARTO

Diundangkan di Jakarta

pada tanggal 24 Desember 1981

MENTERI/SEKRETARIS NEGARA

REPUBLIK INDONESIA,

ttd

SUDHARMONO, SH.

Referensi

Dokumen terkait

(2) Hal-hal yang belum diatur dalam peraturan ini akan diatur lebih lanjut dengan

Rencana induk rancang bangun pembinaan guru yang telah melaksanakan uji kompetensi, dan hal-hal lain yang bersifat teknis yang belum diatur dalam pedoman ini, akan diatur

didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1965. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965

yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. Perusahaan Mekanisasi Pertanian Negara I yang didirikan.. berdasarkan Peraturan Pemerintah No.

(2) Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Peraturan Bupati ini, sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya diatur lebih lanjut oleh Kepala Dinas Kelautan,

Peraturan mengenai ketentuan pelaksanaan pembubaran Koperasi melalui Keputusan Pemerintah ternyata cukup banyak yang diatur dalam Perundang- Undangan dibandingkan

Hal-hal yang belum atau tidak cukup diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ditetapkan dalam peraturan tersendiri oleh Pengurus Nasional yang secara

Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan ditentukan dengan peraturan tersendiri yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Yayasan