• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kasus Soal Audit Keuangan Pemerintah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kasus Soal Audit Keuangan Pemerintah"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Kasus Soal Audit Keuangan Pemerintah Daftar Temuan Hasil Audit

No Temuan Usulan Koreksi

1 Kesalahan pencatatan Belanja Modal untuk biaya rehab bangunan kantor sebagai Belanja Pemeliharaan (Barang) sebesar Rp 75.000.000,00.

Belanja Modal 75.000.000

Belanja Barang 75.000.000 Gedung dan Bangunan 75.000.000 Diinvestasikan dalam 75.000.000 Aset Tetap

2 Kesalahan pencatatan Belanja Modal untuk biaya perencanaan dan

pengawasan pembangunan gedung kantor sebagai Belanja Jasa Lainnya (Barang) sebesar Rp 49.500.000,00.

Belanja Modal 49.500.000

Belanja Barang 49.500.000 Gedung dan Bangunan 49.500.000 Diinvestasikan dalam 49.500.000 Aset Tetap

3 Pencatatan penerimaan dan

pengeluaran persediaan tidak dilakukan secara tertib oleh pengurus barang.

Rekomendasi:

 Meningkatkan pengawasan atas pengelolaan persediaan.

 Menginstruksikan kepada pengurus barang agar cermat dalam melakukan penatausahaan persediaan.

4 Persediaan dicatat terlalu tinggi sebesar Rp 1.342.650,00 karena menggunakan harga standar. (asumsi semua persediaan diperoleh melalui pembelian)

Cadangan Persediaan 1.342.650

Persediaan 1.342.650

5 Persediaan yang telah usang dan tidak bisa digunakan senilai Rp 2.812.500,00 belum dihapuskan.

Cadangan Persediaan 2.812.500

Persediaan 2.812.500

6 Kesalahan pencantuman luas

bangunan atas Gedung A dan Gedung B, sehingga Gedung dan Bangunan dicatat terlalu tinggi senilai Rp 5.442.187.500,00.

Diinvestasikan dalam 5.442.187.500 Aset Tetap

Gedung dan Bangunan 5.442.187.500

7 Aset tetap berupa tanah dan gedung senilai Rp 525.000.000,00 yang disewakan kepada pihak ketiga belum direklasifikasi ke aset lainnya.

Aset Lainnya – Aset 525.000.000 Lain-lain

Diinvestasikan dalam 525.000.000 Aset Lainnya

Diinvestasikan dalam 525.000.000 Aset Tetap

Gedung dan Bangunan 525.000.000 8 Terdapat pemakaian tanah dan

bangunan senilai Rp 2.650.000.000,00 yang tidak didukung oleh Berita Acara Serah Terima dari Kemenhan ke Pemda.

9 Terdapat saldo piutang senilai Rp 27.500.000,00 yang umurnya lebih dari 1 tahun.

(2)

11 Aset tetap berupa Mesin Diesel senilai Rp 11.300.000,00, Kendaraan senilai Rp 45.000.000,00, dan Gudang senilai Rp 27.500.000,00 dalam kondisi rusak dan tidak dapat dimanfaatkan, belum disetujui usulan penghapusannya.

Aset Lainnya – Aset 83.800.000 Lain-lain

Diinvestasikan dalam 83.800.000 Aset Lainnya

Diinvestasikan dalam 83.800.000 Aset Tetap

Peralatan dan Mesin 56.300.000

Gedung dan Bangunan 27.500.000 12 Tuntutan Ganti Rugi (TGR) sebesar Rp

25.000.000,00 yang jatuh tempo tahun anggaran selanjutnya belum dicatat.

Bagian Lancar TGR 25.000.000

Cadangan Piutang 25.000.000 Diinvestasikan dalam 25.000.000

Aset Lainnya

(3)

Program Kerja Audit Temuan:

1. Kesalahan pencatatan Belanja Modal untuk biaya rehab bangunan kantor sebagai Belanja Pemeliharaan (Barang) sebesar Rp 75.000.000,00.

2. Kesalahan pencatatan Belanja Modal untuk biaya perencanaan dan pengawasan pembangunan gedung kantor sebagai Belanja Jasa Lainnya (Barang) sebesar Rp 49.500.000,00.

Bukti Langkah Kerja

Bukti Dokumen

 Laporan Keuangan (Neraca, LRA, CaLK)  SP2D-GU/LS

 Berita Acara Pembayaran, Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan, Berita Acara Serah Terima

Bukti Fisik

 Hasil Observasi atas Hasil Kegiatan Belanja

Bukti Keterangan meliputi keterangan dari:

 Pihak penerima pembayaran  Panitia pengadaan

 Vouching jenis belanja yang terdapat pada LRA, apakah telah sesuai dengan jenis belanja yang tercantum dalam SP2D-GU/LS.

 Tracing SP2D-GU/LS apakah aset yang terkait dengan belanja telah diposting secara benar dalam Neraca.

 Vouching apakah belanja yang terdapat pada LRA telah didukung oleh

BAPP/BAST.

 Observasi aset-aset yang dimiliki oleh Satker untuk mengetahui kondisi aset tersebut.

 Lakukan inspeksi untuk mengetahui apakah Aset Tetap yang tercantum dalam neraca maupun bukti-bukti lainnya benar-benar ada.

 Lakukan konfirmasi dengan pihak penerima pembayaran apakah telah dilakukan pembayaran atas belanja yang terjadi.

 Lakukan konfirmasi dengan panitia pengadaan apakah telah terjadi serah terima atas belanja yang terjadi.

Temuan:

3. Pencatatan penerimaan dan pengeluaran persediaan tidak dilakukan secara tertib oleh pengurus barang.

Bukti Langkah Kerja

Bukti Dokumen

 Laporan Keuangan (Neraca, CaLK)  SP2D-GU

 Kartu Persediaan

 Vouching nilai persediaan yang terdapat pada neraca, apakah terdapat SP2D-GU atas belanja untuk perolehan persediaan tersebut.

 Tracing SP2D-GU atas persediaan apakah telah diposting secara benar dalam Neraca.

(4)

Bukti Fisik

 Kartu Hasil Inventarisasi Fisik  Hasil Observasi Aset Tetap

Bukti Keterangan meliputi keterangan dari:

 Pihak penerima pembayaran  Petugas barang

Inventarisasi Fisik dengan Kartu Persediaan yang dibuat oleh Petugas Barang.

 Lakukan inventarisasi fisik atas persediaan.

 Lakukan inspeksi untuk mengetahui apakah persediaan yang tercantum dalam neraca dan SP2D-GU/bukti-bukti pengeluaran belanja persediaan lainnya benar-benar telah diterima barangnya.  Lakukan konfirmasi dengan pihak

penerima pembayaran apakah telah dilakukan pembayaran atas belanja yang terjadi.

 Lakukan konfirmasi dengan petugas penerima barang apakah telah terjadi serah terima atas belanja yang terjadi dan telah dicatat dalam kartu persediaan.  Lakukan konfirmasi dengan petugas

pengeluaran barang apakah barang yang dikeluarkan telah dicatat dalam kartu persediaan.

Temuan:

4. Persediaan dicatat terlalu tinggi sebesar Rp 1.342.650,00 karena menggunakan harga standar. (asumsi semua persediaan diperoleh melalui pembelian)

Bukti Langkah Kerja

Bukti Dokumen

 Laporan Keuangan (Neraca, CaLK)  SP2D-GU

 Kartu Persediaan

Bukti Fisik

 Kartu Hasil Inventarisasi Fisik  Hasil Observasi Aset Tetap

Bukti Keterangan meliputi keterangan dari:

 Vouching nilai persediaan yang terdapat pada neraca, apakah terdapat SP2D-GU atas belanja untuk perolehan persediaan tersebut.

 Tracing SP2D-GU atas persediaan apakah telah diposting secara benar dalam Neraca.

 Cek apakah nilai persediaan yang

tercantum telah sesuai dengan kebijakan akuntansi yang ditetapkan.

 Rekonsiliasi antara Kartu Hasil Inventarisasi Fisik dengan Kartu Persediaan yang dibuat oleh Petugas Barang.

 Lakukan inventarisasi fisik atas persediaan.

(5)

 Pihak penerima pembayaran

 Petugas barang  Lakukan konfirmasi dengan pihak penerima pembayaran apakah telah dilakukan pembayaran atas belanja yang terjadi.

 Lakukan konfirmasi dengan petugas penerima barang apakah telah terjadi serah terima atas belanja yang terjadi dan telah dicatat dalam kartu persediaan.  Lakukan konfirmasi dengan petugas

pengeluaran barang apakah barang yang dikeluarkan telah dicatat dalam kartu persediaan.

Temuan:

5. Persediaan yang telah usang dan tidak bisa digunakan senilai Rp 2.812.500,00 belum dihapuskan.

Bukti Langkah Kerja

Bukti Dokumen

 Laporan Keuangan (Neraca, CaLK)  SP2D-GU

 Kartu Persediaan

Bukti Fisik

 Kartu Hasil Inventarisasi Fisik  Hasil Observasi Persediaan

Bukti Keterangan meliputi keterangan dari:

 Pihak penerima pembayaran  Petugas barang

 Vouching nilai persediaan yang terdapat pada neraca, apakah terdapat SP2D-GU atas belanja untuk perolehan persediaan tersebut.

 Tracing SP2D-GU atas persediaan apakah telah diposting secara benar dalam Neraca.

 Rekonsiliasi antara Kartu Hasil Inventarisasi Fisik dengan Kartu Persediaan yang dibuat oleh Petugas Barang.

 Lakukan inventarisasi fisik atas persediaan.

 Lakukan inspeksi untuk mengetahui apakah persediaan yang tercantum dalam neraca dan SP2D-GU/bukti-bukti pengeluaran belanja persediaan lainnya benar-benar telah diterima barangnya.  Lakukan observasi atas persediaan untuk

mengetahui kondisi persediaan apakah masih digunakan atau tidak.

 Lakukan konfirmasi dengan pihak penerima pembayaran apakah telah dilakukan pembayaran atas belanja yang terjadi.

 Lakukan konfirmasi dengan petugas penerima barang apakah telah terjadi serah terima atas belanja yang terjadi dan telah dicatat dalam kartu persediaan.  Lakukan konfirmasi dengan petugas

(6)

dikeluarkan telah dicatat dalam kartu persediaan.

 Lakukan konfirmasi dengan petugas barang untuk mengetahui bagaimana kondisi persediaan.

Temuan:

6. Kesalahan pencantuman luas bangunan atas Gedung A dan Gedung B, sehingga Gedung dan Bangunan dicatat terlalu tinggi senilai Rp 5.442.187.500,00.

Bukti Langkah Kerja

Bukti Dokumen

 Laporan Keuangan (Neraca, CaLK)  SP2D-GU/LS

 Berita Acara Pembayaran, Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan, Berita Acara Serah Terima

 Sertifikat tanah dan/atau bangunan.

Bukti Fisik

 Hasil Observasi Aset Tetap

Bukti Keterangan meliputi keterangan dari:

 Pihak penerima pembayaran  Panitia pengadaan

 Vouching jenis belanja yang terdapat pada LRA, apakah telah sesuai dengan jenis belanja yang tercantum dalam SP2D-GU/LS.

 Tracing SP2D-GU/LS apakah aset yang terkait telah diposting secara benar dalam Neraca.

 Cek apakah Aset yang dimiliki telah didukung oleh bukti kepemilikan yang sah seperti Sertifikat tanah dan/atau bangunan, maupun BAST.

 Lakukan inspeksi untuk mengetahui apakah Aset Tetap yang tercantum dalam neraca maupun bukti-bukti lainnya benar-benar ada.

 Observasi aset-aset yang dimiliki oleh Satker untuk mengetahui kondisi aset tersebut.

 Lakukan konfirmasi dengan pihak penerima pembayaran apakah telah dilakukan pembayaran atas belanja yang terjadi.

 Lakukan konfirmasi dengan panitia pengadaan apakah telah terjadi serah terima atas belanja yang terjadi.

Temuan:

7. Aset tetap berupa tanah dan gedung senilai Rp 525.000.000,00 yang disewakan kepada pihak ketiga belum direklasifikasi ke aset lainnya.

Bukti Langkah Kerja

Bukti Dokumen

 Laporan Keuangan (Neraca, CaLK)  SP2D-GU/LS

 Berita Acara Pembayaran, Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan, Berita Acara Serah Terima

 Vouching jenis belanja yang terdapat pada LRA, apakah telah sesuai dengan jenis belanja yang tercantum dalam SP2D-GU/LS.

(7)

 Sertifikat tanah dan/atau bangunan.  SSB P atau bukti penerimaan pendapatan

sewa lainnya

Bukti Fisik

 Hasil Observasi Aset Tetap

Bukti Keterangan meliputi keterangan dari:

 Pihak penerima pembayaran  Panitia pengadaan

 Pihak penyewa

dalam Neraca.

 Cek apakah Aset yang dimiliki telah didukung oleh bukti kepemilikan yang sah seperti Sertifikat tanah dan/atau bangunan, maupun BAST.

 Cek apakah aset yang terdapat pada SSBP atau bukti penerimaan pendapatan sewa lainnya telah diklasifikasikan

dengan benar pada Neraca.

 Lakukan observasi untuk mengetahui apakah Aset Tetap tersebut benar-benar disewakan.

 Lakukan konfirmasi dengan pihak penerima pembayaran apakah telah dilakukan pembayaran atas belanja yang terjadi.

 Lakukan konfirmasi dengan panitia pengadaan apakah telah terjadi serah terima atas belanja yang terjadi.  Lakukan konfirmasi dengan pihak

penyewa apakah aset terkait benar-benar aset yang disewa.

Temuan:

8. Terdapat pemakaian tanah dan bangunan senilai Rp 2.650.000.000,00 yang tidak didukung oleh Berita Acara Serah Terima dari Kemenhan ke Pemda.

Bukti Langkah Kerja

Bukti Dokumen

 Laporan Keuangan (Neraca, CaLK)  SP2D-GU/LS

 Berita Acara Pembayaran, Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan, Berita Acara Serah Terima

 Sertifikat tanah dan/atau bangunan.

Bukti Fisik

 Hasil Observasi Aset Tetap

Bukti Keterangan meliputi keterangan dari:

 Pihak penerima pembayaran  Panitia pengadaan

 Vouching jenis belanja yang terdapat pada LRA, apakah telah sesuai dengan jenis belanja yang tercantum dalam SP2D-GU/LS.

 Tracing SP2D-GU/LS apakah aset yang terkait telah diposting secara benar dalam Neraca.

 Cek apakah Aset yang dimiliki telah didukung oleh bukti kepemilikan yang sah seperti Sertifikat tanah dan/atau bangunan, maupun BAST.

 Lakukan inspeksi untuk mengetahui apakah Aset Tetap yang tercantum dalam neraca maupun bukti-bukti lainnya benar-benar ada.

 Observasi aset-aset yang dimiliki oleh Satker untuk mengetahui kondisi aset tersebut.

(8)

dilakukan pembayaran atas belanja yang terjadi.

 Lakukan konfirmasi dengan panitia pengadaan apakah telah terjadi serah terima atas belanja yang terjadi.

Temuan:

9. Terdapat saldo piutang senilai Rp 27.500.000,00 yang umurnya lebih dari 1 tahun.

Bukti Langkah Kerja

Bukti Dokumen

 Laporan Keuangan (Neraca, CaLK)  Daftar Piutang

 SSBP atau surat tanda setoran lainnya

Bukti Keterangan meliputi keterangan dari:  Pihak yang berpiutang

 Periksa daftar piutang. Apakah pendapatan yang belum diterima berdasarkan SSBP atau surat tanda setoran lainnya tersebut telah

diklasifikasikan dengan benar sebagai Piutang PNBP dalam daftar piutang.  Lakukan konfirmasi dengan pihak yang

berpiutang untuk memastikan apakah pendapatan tersebut benar-benar belum disetorkan.

Temuan:

10. Aset tetap berupa kendaraan senilai Rp 250.000.000,00 tidak didukung oleh BAST secara formal antara Pemda dengan pemerintah pusat.

Bukti Langkah Kerja

Bukti Dokumen

 Laporan Keuangan (Neraca, CaLK)  SP2D-GU/LS

 Berita Acara Pembayaran, Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan, Berita Acara Serah Terima

 Sertifikat kepemilikan/BPKB.

Bukti Fisik

 Hasil Observasi Aset Tetap

Bukti Keterangan meliputi keterangan dari:

 Pihak penerima pembayaran  Panitia pengadaan

 Vouching jenis belanja yang terdapat pada LRA, apakah telah sesuai dengan jenis belanja yang tercantum dalam SP2D-GU/LS.

 Tracing SP2D-GU/LS apakah aset yang terkait telah diposting secara benar dalam Neraca.

 Cek apakah Aset yang dimiliki telah didukung oleh bukti kepemilikan yang sah seperti Sertifikat kepemilikian/BPKB, maupun BAST.

 Lakukan inspeksi untuk mengetahui apakah Aset Tetap yang tercantum dalam neraca maupun bukti-bukti lainnya benar-benar ada.

 Observasi aset-aset yang dimiliki oleh Satker untuk mengetahui kondisi aset tersebut.

(9)

dilakukan pembayaran atas belanja yang terjadi.

 Lakukan konfirmasi dengan panitia pengadaan apakah telah terjadi serah terima atas belanja yang terjadi.

Temuan:

11. Aset tetap berupa Mesin Diesel senilai Rp 11.300.000,00, Kendaraan senilai Rp 45.000.000,00, dan Gudang senilai Rp 27.500.000,00 dalam kondisi rusak dan tidak dapat dimanfaatkan, belum disetujui usulan penghapusannya.

Bukti Langkah Kerja

Bukti Dokumen

 Laporan Keuangan (Neraca, CaLK)  SP2D-GU/LS

 Berita Acara Pembayaran, Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan, Berita Acara Serah Terima

 Sertifikat tanah dan/atau bangunan.  Surat Permohonan Persetujuan

Penghapusan Aset Tetap

Bukti Fisik

 Hasil Observasi Aset Tetap

Bukti Keterangan meliputi keterangan dari:

 Pihak penerima pembayaran  Panitia pengadaan

 Petugas Pengelola Aset

 Vouching jenis belanja yang terdapat pada LRA, apakah telah sesuai dengan jenis belanja yang tercantum dalam SP2D-GU/LS.

 Tracing SP2D-GU/LS apakah aset yang terkait telah diposting secara benar dalam Neraca.

 Cek apakah Aset yang dimiliki telah didukung oleh bukti kepemilikan yang sah seperti Sertifikat tanah dan/atau bangunan, maupun BAST.

 Cek apakah terdapat SK Penghapusan yang terbit berdasarkan Surat

Permohonan Persetujuan Penghapusan Aset Tetap yang diajukan oleh Satker.

 Lakukan inspeksi untuk mengetahui apakah Aset Tetap yang tercantum dalam neraca maupun bukti-bukti lainnya benar-benar ada.

 Observasi aset-aset yang dimiliki oleh Satker untuk mengetahui kondisi aset tersebut.

 Lakukan konfirmasi dengan pihak penerima pembayaran apakah telah dilakukan pembayaran atas belanja yang terjadi.

 Lakukan konfirmasi dengan panitia pengadaan apakah telah terjadi serah terima atas belanja yang terjadi.  Lakukan wawancara dengan petugas

(10)

Temuan:

12. Tuntutan Ganti Rugi (TGR) sebesar Rp 25.000.000,00 yang jatuh tempo tahun anggaran selanjutnya belum dicatat.

Bukti Langkah Kerja

Bukti Dokumen

 Laporan Keuangan (Neraca, CaLK)  SKTJM dan/atau Surat Keputusan

Pembebanan dan/atau Surat Ketetapan dari Pengadilan

 SSBP atau surat tanda setoran lainnya

Bukti Keterangan meliputi keterangan dari:  Pihak yang berpiutang

 Vouching apakah TGR yang tercantum dalam Neraca telah didukung oleh SKTJM dan/atau Surat Keputusan Pembebanan dan/atau Surat Ketetapan dari Pengadilan.

 Periksa SKTJM dan/atau Surat

Keputusan Pembebanan dan/atau Surat Ketetapan dari Pengadilan untuk

mengetahui jumlah TGR yang akan jatuh tempo pada tahun anggaran berikutnya.  Lakukan konfirmasi dengan pihak yang

Referensi

Dokumen terkait