SIMBOL SIMBOL PADA PETA DAN CONTOH CONTOHNYA
Fungsi simbol pada peta adalah untuk mengganti atau mewakili objek yang digambarkan padapeta. Dalam penggambaran peta, penempatan simbol ini diusahakan benar lokasinya. Simbol peta yang baik adalah yang mudah dikenal dan mudah digambar.
Simbol peta adalah tanda atau gambar yang mewakili kenampakan yang ada permukaan bumi
yang terdapat pada peta kenampakannya. Dalam penggambarannya simbol ditempatkan sesuai pada lokasi kenampakan pada peta utama dan penjelasan/keterangannya ditempatkan pada legenda.
Simbol peta dapat diklasifikasikan menurut bentuk dan sifatnya. Simbol menurut bentuknya terdiri dari simbol: titik, garis dan luasan/area. Sendangkan menurut sifatnya, ada simbol kualitatif, dan ada yang kuantatif. Pemilihan bentuk dan sifat simbol yang dipilih tergantung pada jenis data yang akan digambarkan pada peta. Data statistik umumnya digambar dengan simbol kuantatif (seperti pada peta–peta statistik).
Bagaimana objek permukaan bumi digambarkan pada peta ?
Objek digambarkan dengan simbol tertentu.
Bentuk permukaan bumi digambarkan dengan proyeksi peta.
Detil informasi objek ditentukan oleh skala.
Jenis informasi digambarkan berdasarkan tema.
Dalam peta rupabumi, objek permukaan bumi dikelompokkan atas :
Detil 1 : Bangunan dan unsur buatan manusia.
Detil 2 : Infrastruktur transportasi atau perhubungan.
Detil 3 : Topografi dan relief.
Detil 4 : Batas administrasi baik alam maupun buatan.
Detil 5 : Vegetasi (Penggunaan Lahan).
Detil 6 : Hidrografi atau unsur perairan.
Detil 7 : Toponimi atau nama geografi.
▸ Baca selengkapnya: sub judul adalah dan contohnya
(2)Sederhana.
Mewakili obyek aslinya, jika memungkinkan dibuat mirip/sama dengan obyek aslinya tersebut. Berdasarkan kenampakan lingkungannya simbol dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut. 1. Simbol Budaya
Simbol budaya adalah simbol yang mewakili kenampakan budaya, misalnya jalan, rel, kota dan lain-lain.
2. Simbol Alam
Simbol alam adalah simbol yang mewakili kenampakan alam, misalnya sungai, gunung, danau dan lainnya.
1. Simbol Garis
Simbol garis digunakan untuk mewakili data geografis yang berhubungan dengan jarak, contoh : sungai, jalan, rel dan batas wilayah.
2. Simbol Titik
Simbol Titik digunakan untuk mewakili tempat, contoh : kota, gunung dan objek-onjek penting lainnya.
Simbol Area digunakan untuk mewakili suatu luasan tertentu, contoh : danau, rawa, gurun dan hutan.
Berdasarkan Wujudnya, simbol dibedakan menjadi 3 yaitu : 1. Simbol Piktorial
Simbol Piktorial adalah simbol yang berupa gambar yang mirip dengan yang sebenarnya. 2. Simbol Abstrak
Simbol Abstrak adalah simbol yang berupa gambar yang tidak mirip dengan yang sebenarnya. 3. Simbol Huruf / Angka
Simbol Huruf / Angka adalah simbol yang berupa huruf / angka.
Legenda adalah keterangan yang berupa simbol-simbol pada peta agar peta mudah dimengerti
oleh pembaca.
Mata angin
Mata angin merupakan panduan yang digunakan untuk menentukan arah. Umum digunakan
dalam navigasi, kompasdan peta. Berpandukan pada pusat mata angin, maka kita akan melihat 8 arah yaitu dengan urutan sebagai berikut (mengikuti arah jarum jam):
Timur laut (45°): Terletak di antara utara dan timur. Timur (90°)
Tenggara (135°): Terletak di antara timur dan selatan. Selatan (180°)
Barat daya (225°): Terletak di antara selatan dan barat. Barat (270°)
Barat laut (315°): Terletak di antara barat dan utara.
Utara, timur, selatan dan barat merupakan empat mata angin utama. Utara dan selatan menggambarkan kutub Bumi, manakala timur dan barat menentukan arah putaran Bumi.
Pengertian tentang Skala Peta
Skala peta tidak hanya menunjukkan perbandingan jarak di peta dengan jarak di lapangan (misalnya untuk mengukur jarak di lapangan atau menghitung luas suatu areal), tetapi juga menunjukkan ketelitian geometris dan detail dari unsur dan informasi yang disajikan. Semakin besar skala peta, maka semakin teliti dan semakin detail unsur dan informasi yang disajikan; demikian pula sebaliknya
Beberapa contoh mengenai perbedaan skala peta:
Pada peta berskala 1: 25.000, belokan dan lekukan dan lebar sungai, serta anak sungai sangat jelas tergambar. Tetapi, pada peta berskala 1:100.000, posisi belokan sungai tidak dapat disajikan secara teliti, lebar sungai tidak dapat digambarkan, serta sebagian anak sungai dihapus dari peta.
Areal yang berukuran 10 cm x 10 cm pada peta berskala 1:50.000, akan mempunyai ukuran 5 cm x 5 cm pada peta berskala 1: 100.000, atau 1/4 dari ukuran semula. Dengan ruang sekecil ini, tidak dimungkinkan untuk menyajikan unsur-unsur dan informasi secara detail dan teliti.
Dalam penetapan skala pada pembuatan peta (khususnya peta tematik), perlu diperhatikan tujuan/kegunaannya (peta untuk perencanaan umum akan berbeda skalanya dengan peta untuk kegiatan operasional dilapangan), serta informasi yang akan ditampilkan (apabila informasi tidak dapat disajikan secara detail, misalnya hanya dapat membedakan wilayah berhutan dan tidak berhutan, maka tidak diperlukan peta yang berskala besar). Tergantung kepada penggunaanya. Di bidang kehutanan khususnya,
Skala Sebutan Penggunaan
³ 1: 10.000 1: 25.000 – 1: 50.000 1: 100.000 1: 250.000 – 1: 500.000 Sangat besar Besar Sedang Kecil Peta kerja/lapangan Peta kerja /perencanaan lapangan
Perencanaan tingkat Kabupaten
Perencanaan tingkat Provinsi
Skala peta dapat digunakan sebagai pedoman penghitungan untuk menentukan jarak maupun luas wilayah.
A. Untuk Menghitung Jarak Suatu Tempat Contoh:
Jarak kota A dan B di peta = 5 cm,sedangskala peta 1 : 200.000. Berapakah jarak kota A sampai B?
Jawab: Jarak kota A sampai B = 5 X 200.000 = 1.000.000 cm = 10 km
B. Untuk Menghitung Luas Wilayah
Apabila bentuk wilayah yang akan diukur tidak beraturan, maka luas wilayah dapat diukur dengan beberapa cara:
1). Pembuatan kisi-kisi atau kotak
Rumusnya: Jumlah kotak x 1cm 2 x (skala)2
2). Pembuatan garis potong
Rumusnya: Jumlah kotak (p x L) x (skala)2
PENINGGALAN-PENINGGALAN SEJARAH YANG BERCORAK HINDU-BUDHA
Pada masa kerajaan Hindu-Budha di Nusantara, banyak meninggalkan sumber sejarah, baik berupa bangunan kuno (seni bangun), prasasti, hasil kesusastraan. Berikut beberapa peninggalan sejarah yang bercorak Hindu- Budha.
a. Seni bangun
Peninggalan-peninggalan sejarah ada beberapa jenisnya, seperti komplek percandian, pemandian, keraton, makam. Candi adalah peninggalan berupa komplek bangunan yang bersifat Hindu, sedangkan yang bersifat Budhis disebut Stupa, Stupika. Diantara candi-candi Hindu, di Jawa Tengah terdapat
Candi Prambanan.
Candi Prambanan merupakan peninggalan yang bersifat Hindu yang didirikan abad ke VIII M. Candi ini terletak di desa Prambanan Sleman, Jogjakarta. Candi ini adalah candi Hindu. Fungsinya adalah sebagai tempat pemujaan (kuil).
Candi ini terdiri dari Candi Siwa, Candi Brahma dan Candi Wisnu. Bangunan candi yang tertinggi adalah yang di tengah yang bersifat Siwa. Pada ruangan candi kita menemukan arca Durga Mahisasuramardini. Arca ini juga dikenal juga dengan nama Roro Jongrang. Pada dinding candi Prambanan terdapat relief yang menggambarkan cerita Ramayana.
Selain candi Prambanan di Jawa Tengah masih terdapat candi Hindu di Jawa Tengah seperti candi Gedong Sango, percandian Dieng, Ratu Baka, Candi Kalasan dan sebagainya. Di Jawa Timur terdapat candi Singasari, candi Kidal, Candi Panataran, dan kompleks percandian di Trowulan Mojokerto.
Disamping candi Hindu, juga terdapat banyak peninggalan yang bersifat Budhis. Pada masa kerajaan Sriwijaya ditemukan candi Muara takus di daerah Jambi. Di Jawa Tengah ada Stupa Borobudur, candi Mendut dan candi Pawon. Bangunanbangunan ini berfungsi sebagai tempat ibadah. Sampai sekarang peninggalan-peninggalan tersebut masih dipergunakan oleh umat Budha untuk pelaksanaan upacara memperingati hari Waisak.
Peninggalan-peninggalan sejarah ada beberapa jenisnya, seperti komplek percandian, pemandian, keraton, makam. Candi adalah peninggalan berupa komplek bangunan yang bersifat Hindu, sedangkan yang bersifat Budhis disebut Stupa, Stupika. Candi Prambanan merupakan peninggalan yang bersifat Hindu sedangkan Stupa Borobudur bersifat Budha. Kedua monumen tersebut terletak di Jawa Tengah.
b. Seni Rupa dan Seni Ukir
Pengaruh India membawa perkembangan dalam bidang seni rupa dan seni ukir atau pahat. Hal ini disebabkan adanya akulturasi. Misalnya relief yang dipahatkan pada dinding candi Borobudur yang merupakan relief tentang riwayat Sang Budha. Relief ini dikenal dengan Karma Wibangga yang dipahatkan dalam salah satu dinding Studa Borobudur.
c. Seni Sastra dan Aksara
Hasil sastra berbentuk prosa atau puisi : isinya antara lain tentang tutur (pitutur : kitab keagamaan), wiracarita (kepahlawanan), kitab Hukum (Undang-Undang). Wiracarita yang terkenal di Indonesia yaitu Kitab Ramayana dan Mahabarata. Timbul wiracarita gubahan pujangga Indonesia. Misalnya, Kitab Baratayuda yang digubah oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Perkembangan aksara, perkembangan huruf Pallawa dari India ke Indonesia, mengakibatkan berkembangnya karya-karya sastra. Misal, karya-karya sastra Jawa kuno. Huruf Nagari (dari India) disertai huruf Bali kuno (dari Indonesia).
d. Sistem Kemasyarakatan.
Sistem kasta merupakan penggolongan masyarakat berdasarkan tingkat atau derajad orang yang bersangkutan. Setiap orang sudah ditentukan kastanya. Sistem kasta ini muncul dalam masyarakat Indonesia setelah ada hubungan dengan India. Terdapat empat kasta yaitu kasta Brahmana, Ksatria, Weisya dan Sudra. Sistem kasta ini bukan asli Indonesia.
e. Filsafat dan Sistem Kepercayaan
Kepercayaan asli bangsa Indonesia adalah animisme dan dinamisme. percaya adanya kehidupan sesudah mati, yakni sebagai roh halus. Kehidupan roh halus memiliki kekuatan maka roh nenek moyang dipuja.
Masuknya pengaruh India tidak menyebabkan pemujaan terhadap roh nenek moyang hilang. Hal ini dapat dilihat pada fungsi candi. Fungsi candi di India sebagai tempat pemujaan. Di Indonesia, selain sebagai tempat pemujaan, candi juga berfungsi sebagai makam raja dan untuk menyimpan abu jenazah raja yang telah wafat.
Dapat terlihat adanya pripih tempat untuk menyimpan abu jenazah, dan diatasnya didirikan patung raja dalam bentuk mirip dewa. Hal tersebut merupakan perpaduan antara fungsi candi di India dengan pemujaan roh nenek moyang di Indonesia.
f. Sistem Pemerintahan
Pengaruh India di Indonesia dalam sistem pemerintahan, adalah adanya sistem pemerintahan secara sederhana. Setelah pengaruh India masuk, kedudukan pemimpin tersebut diubah menjadi raja serta wilayahnya disebut kerajaan. Rajanya dinobatkan dengan melalui upacara Abhiseka, biasanya namanya ditambah “warman”. Contoh: di Kerajaan Kutai, Taruma dan sebagainya. Bukti akulturasi di bidang pemerintahan, misalnya : raja harus berwibawa dan dipandang punya kesaktian (kekuatan gaib), seperti para Raja disembah menunjukkan adanya pemujaan Dewa Raja
Peninggalan Sejarah Bercorak Islam di Indonesia
Kebanyakan penduduk negara kita beragama Islam. Para ahli berpendapat bahwa agama Islam mulai masuk ke Indonesia pada abad ke-13 M. Agama dan kebudayaan Islam masuk Indonesia melalui para pedagang yang berasal dari Arab, Persia, dan Gujarat (India), dan Cina. Agama Islam berkembang dengan pesat di tanah air. Hal ini dapat dilihat dengan berdirinya kerajaan-kerajaan Islam dan peninggalan-peninggalan sejarah Islam di Indonesia. Agama dan kebudayaan Islam mewariskan banyak sekali peninggalan sejarah. Peninggalan-peninggalan sejarah bercorak Islam antara lain masjid, kaligrafi, karya sastra, dan tradisi keagamaan. Berikut ini akan dibahas satu per satu peninggalan sejarah Islam di Indonesia.
Masjid
Masjid merupakan seni arsitektur Islam yang paling menonjol. Masjid adalah tempat peribadatan umat Islam. Berbeda dengan masjid-masjid yang ada sekarang, atap masjid peninggalan sejarah biasanya beratap tumpang bersusun. Semakin ke atas atapnya makin kecil. Jumlah atap tumpang itu biasanya ganjil, yaitu tiga atau lima. Atap yang paling atas berbentuk limas. Di dalam masjid terdapat empat tiang utama yang menyangga atap tumpang.
Pada bagian barat masjid terdapat mihrab. Di sebelah kanan mihrab ada mimbar. Di halaman masjid biasanya terdapat menara. Keberadaan menara tidak hanya untuk menambah keindahan
bangunan masjid. Fungsi menara adalah sebagai tempat muazin mengumandangkan azan ketika tiba waktu salat. Sebelum azan dikumandangkan, dilakukan pemukulan tabuh atau beduk.
Contoh masjid peninggalan sejarah Islam adalah Masjid Agung Demak dan Masjid Kudus. Masjid Agung Demak dibangun atas perintah Wali Songo. Pembangunan masjid dipimpin langsung oleh Sunan Kalijaga. Masjid Demak tidak memiliki menara. Sementara masjid Kudus didirikan oleh Sunan Kudus.
Masjid Agung Demak. Pembangunan masjid dipimpin langsung oleh Sunan Kalijaga. Salah satu keunikan Masjid Agung Demak adalah salah satu tiangnya terbuat dari susunan tatal. Konon, tiang ini dibuat oleh Sunan Kalijaga. Tiang dari tatal ini kemudian diganti ketika Masjid Agung Demak dipugar pada tahun 1980. Potongan tiang tatal ini masih tersimpan di bangsal belakang masjid. Berikut ini daftar masjid-masjid peninggalan sejarah kerajaan Islam.
Masjid-masjid peninggalan sejarah kerajaan Islam di Indonesia
No. Nama Masjid Lokasi Penemuan Pembuatan Peninggalan
1 Masjid Agung Demak Demak, Jateng Abad 14 M K. Demak
2 Masjid Ternate Ternate, Ambon Abad 14 M K. Ternate
3 Masjid Sunan Ampel Surabaya, Jatim Abad 15 M –
4 Masjid Kudus Kudus, Jateng Abad 15 M –
5 Masjid Banten Banten Abad 15 M K. Banten
6 Masjid Cirebon Cirebon, Jabar Abad 15 M K. Cirebon
7 Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Abad 15 M K. Aceh
8 Masjid Katangga Katangga, Sulsel Abad 16 M K. Gowa
Kaligrafi
Kaligrafi adalah tulisan indah dalam huruf Arab. Tulisan tersebut biasanya diambil dari ayat-ayat suci Al Quran. Kaligrafi digunakan sebagai hiasan dinding masjid, batu nisan, gapura masjid dan gapura pemakaman. Batu nisan pertama yang ditemukan di Indonesia adalah batu nisan pada makam Fatimah binti Maimun di Leran, Surabaya. Sedangkan kaligrafi pada gapura terdapat di gapura makam Sunan Bonang di Tuban, gapura makam raja-raja Mataram, Demak, dan Gowa.
Tulisan-tulisan kaligrafi peninggalan sejarah Islam di Indonesia
No. Kaligrafi Lokasi Penemuan Pembuatan Peninggalan
1 Makam Fatima binti Maimun Gresik, Jatim Abad 13 M –
2 Makam Ratu Nahrasiyah Samudra Pasai Abad 14 M S. Pasai
3 Makam Maulana Malik Ibrahim Gresik, Jatim Abad 15 M –
5 Makam S. Gunung Jati Cirebon, Jabar Abad 15 M Cirebon 6 Makam S. Kudus dan S. Muria Kudus, Jateng Abad 15 M –
7 Makan Sunan Kalijaga Demak, Jateng Abad 15 M Demak
8 Makan raja-raja Banten Banten Abad 15 M Banten
9 Makam raja-raja Mataram Imogiri Abad 16 M Mataram
10 Makam raja-raja Mangkunegaran Astana Giri Abad 16 M Mataram
11 Makam raja-raja Gowa Katangga Abad 16 M Gowa
Istana
Istana adalah tempat tinggal raja atau sultan beserta keluarganya. Istana berfungsi sebagai pusat pemerintahan. Adanya istana sebenarnya karena pengaruh Hindu dan Buddha. Setelah Islam masuk, tradisi pembangunan istana masih berlangsung. Akibatnya, pada bangunan istana yang bercorak Islam, pengaruh Hindu dan Buddha masih tampak. Saat ini peninggalan Islam yang berupa Istana tinggal beberapa saja.
Istana-istana peninggalan sejarah kerajaan Islam di Indonesia
No. Nama Istana Lokasi Penemuan Pembuatan Peninggalan
1 Istana Kesultanan Ternate Ternate, Ambon Abad 14 M K. Ternate 2 Istana Kesultanan Tidore Tidore, Ambon Abad 14 M K. Tidore
3 Keraton Kasepuhan Cirebon, Jabar Abad 15 M K. Cirebon
4 Keraton Kanoman Cirebon, Jabar Abad 15 M K. Cirebon
5 Keraton Kesultanan Aceh NAD Abad 15 M K. Aceh
6 Istana Sorusuan Banten Abad 15 M K. Banten
7 Istana Raja Gowa Gowa, Sulsel Abad 16 M K. Gowa
8 Keraton Kasultanan Yogyakarta Abad 17 M K. Mataram
9 Keraton Pakualaman Yogyakarta Abad 17 M K. Matara
Kitab
Kesusastraan Islam berkembang di Jawa dan Sumatra. Peninggalan karya sastra yang bercorak Islam adalah suluk dan hikayat. Suluk dan hikayat ada yang ditulis dalam bahasa daerah ada juga
yang ditulis dalam bahasa Arab. Ada juga suluk yang diterjemahkan dalam bahasa Melayu. Suluk dan hikayat dibuat untuk mempermudah masyarakat Indonesia menangkap ajaran Islam. Beberapa suluk terkenal adalah syair Si Burung Pingai dan syair Perahu karya Hamzah Fansuri serta syair Abdul Muluk dan syair gurindam dua belas karya Ali Haji. Syair gurindam dua belas berisi nasihat kepada para pemimpin agar mereka memimpin dengan bijaksana. Ada juga nasihat untuk rakyat biasa agar mereka menjadi terhormat dan disegani oleh sesama manusia. Syair Abdul Muluk menceritakan Raja Abdul Muluk.
Hikayat adalah cerita atau dongeng yang isinya diambil dari kejadian sejarah. Di pulau Jawa, hikayat dikenal dengan nama babad. Babad tanah Jawa menceritakan kerajaan-kerajaan yang terdapat di Jawa. Cerita tersebut dimulai dari kerajaan Hindu-Buddha sampai kerajaan Islam. Di Aceh ada beberapa jilid Bustan Al-Salatin yang berisi riwayat nabi-nabi, riwayat sultansultan Aceh, dan penjelasan penciptaan langit dan bumi. Kitab ini ditulis oleh Nuruddi Ar-Raniri.
Pesantren
Sejak masuknya Islam ke Indonesia, pesantren merupakan lembaga yang mengajarkan Islam. Pesantren pertama kali didirikan di daerah Jawa dan Madura oleh para kiai. Pesantren pertama ini dibangun pada masa Sunan Ampel yaitu pada masa pemerintahan Prabu Kertawijaya dari Majapahit. Pesatren kemudian berkembang pesat dan melahirkan kelompok-kelompok terpelajar. Para santri belajar bahasa Arab, kitab Kuning, fiqih, pendalaman Al Quran, tahuhid, akhlak, dan tradisi tasawuf.
Beberapa pesantren besar yang ada di Indonesia antara lain Pesantren Tebuireng di Jombang, Pesantren Lasem di Rembang, Pesantren Lirboyo di Kediri, Pesantren Asembagus di Situbondo, Pesantren As-Shiddiqiyyah di Jakarta, Al-Kautsar Medan.
Tradisi
Beberapa tradisi Islam kita warisi sampai sekarang, antara lain ziarah ke makam, sedekah, sekaten.
1. Ziarah, yaitu kegiatan mengunjungi makam. Ziarah berkembang bersama dengan tradisi lain. Di Jawa, misalnya pengunjung di sebuah makam melaksankan ziarah dengan cara melakukan berbagai kegiatan. Kegiatan tersebut adalah membaca Al Quran atau kalimat syahadat, berdoa, begadang untuk semadi, atau tidur dengan harapan memperoleh firasat dalam mimpi.
2. Sedekah, acara keluarga dengan mengundang tetangga sekitar. Sedekah untuk peristiwa gembira disebut syukuran. Sedekah untuk peristiwa sedih atau meminta perlindungan, disebut selamatan. Sedekah meminta sesuatu disebut hajatan.
3. Sekaten, yaitu perayaan Maulid Nabi Muhammad dalam budaya Jawa. Perayaan Sekaten dikenal di Yogyakarta, Surakarta, Jawa Timur, dan Cirebon.
Tokoh-Tokoh Sejarah pada Masa Hindu, Buddha, dan Islam di Indonesia
IPS Semester 1
Sejarah perjalanan bangsa Indonesia sekarang ini tidak bisa dilepaskandari proses berdiri, berkembang, dan jatuhnya kerajaan-kerajaan yang pernah ada di bumi Nusantara. Seperti diketahui, perkembangan bangsa Indonesia banyak dipengaruhi oleh budaya bangsa lain. Hal ini karena letak wilayah Nusantara yang menjadi jalur lalu lintas perdagangan dunia. Kebudayaan yang masuk ke wilayah Nusantara, antara lain dipengaruhi oleh agama-agama besar di dunia, yaitu Hindu, Budha, dan Islam. Untuk itulah kerajaan-kerajaan yang ada di wilayah Nusantara tidak bisa lepas dari pengaruh agama tersebut di atas. Untuk lebih jelasnya, uraian di bawah ini akan membahas tentang tokoh-tokoh sejarah sesuai dengan masa kerajaan dan pengaruh agama yang memegang peranan penting.
Sejarah para tokoh itu terttulis dalam berbagai prasasti maupun karya sastra para pujangga kraton. mereka, para tokoh sejarah itu adalah para pelaku utama dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Siapa sajakah tokoh sejara bangsa Indonnesia pada masa kerajaan Hindu , Buddha, dan Islam? Mari kita pelajari bab ini.
A. Tokoh Sejarah pada Masa Hindu di Indonesia
Tokoh-tokoh pada masa Hindu di Indonesia diantaranya adalah:
1. Aswawarman
Aswawarman adalah raja Kutai kedua. Ia menggantikan Kudungga sebagai raja. Sebelum masa pemerintahan Aswawarman, Kutai menganut kepercayaan animisme (percaya roh halus). Ketika Aswawarman naik tahta, agama Hindu mulai masuk ke Kutai. Pengaruh agama Hindu tampak pada tatanan masyarakat, upacara keagamaan, dan pola pemerintahan Kerajaan Kuati.
2. Mulawarman
Mulawarman menggantikan Aswawarman sebagai raja Kutai. Mulawarman menganut agama Hindu. Kemungkinan besar pada masa pemerintahan Mulawarman telah ada orang Indonesia asli yang menjadi pendeta Hindu. Mulawarman memiliki hubungan baik denga para Brahmana. Hal ini dibuktikan dengan semua yupa dibuat oleh para pendeta Hindu.
3. Purnawarman
Purnawarman merupakan raja Kerajaan Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan tertua kedua di Indonesia setelah Kerajaan Kutai. Pernawarman memeluk agama Hindu yang menyembah Dewa Wisnu. Prasati-prasati kerajaan tarumanegara banyak menceritakan kebesaran Raja Purnawarman. Dalam Prasari Ciareuten terdapat jejak kaki Wisnu dan dinyatakan sebagai telapak kaki Raja Purnawarman. Bukti keberhasilan kepemimpinan Raja Purnawarman adalah tercermin dalam Prasati Tugu, yang menceritakan pembangunan saluran air utnuk pengairan dan pencegahan banjir.
4. Airlangga
Airlangga adalah Raja Kahuripan. Beliau memerintah pada tahun 1019-1949. Airlangga merupakan salah satu raja terbesar dalam sejarah di Indonesia. Dalam patung-patung lama beliau sering digambarkan sebagai penjelmaan Dewa Wisnu yang mengendarai garuda.
5. Jayabaya
Jayabaya adalah raja terbesar Kerajaan Kediri ( Kerajaan Panjalu). Beliau memerintah tahun 1135-1157. Raja Jayabaya terkena dengan ramalannya yang terkenal dengan anan Jangka Jayabaya. Keberhasilan Raja Jayabaya dapat dilihat dari hasil sastra pada masa pemerintahannya. Atas perintahnya, para pujanggga berhasil membuat kitab Bharatayuda yang ditulis oleh Empu Sedah dan diselesaikan oleh empu Panuluh. Kitab ini bermaksud mengabadikan kebesaran Raja Jayabaya.
6. Ken Arok
Ken Arok adalah pendiri Kerajaan singasari. Beliau juga cikal bakal raja-raja Majapahit.Ken Arok dinobatkan sebagai Raja Kediri pada tahun1222 dengan gelar Sri Ranggah Rajasa Amurwabumi. Nama Kerajaanya adalah Singasari. Ken Arok tdak lama memerintah Singasari. Pada tahun 12227 beliau dibunuh oleh suruhan Anuspati, anak tirinya.
7. Anusoati dan Panji Tohjaya
Anuspati bukan anak Ken Dedes dan Ken Arok, melainkan anak Ken Dedes dan Tunggul Ametung. Setelah dewasa, beliau mengetahui bahha ayah kanudngnya dibunuh oleh Ken Arok. Kemudian Ken Arok meninggal dan Anuspati menjadi raja. Ia memerintah selama 21 tahun (1227-1248). Kemudian ia dibunuh oleh Panji Tohjaya ( puta Ken Arok dengan Ken Umang).
8. Wisnuwardhana
Sepeninggal Tohjaya, pada tahun 1248 juga Ragga Wuni dinobatkan menjadi Raja Singasari dengan gelas Sri Jaya Wisnuwardhana. Ia didampingi oleh Mahisa Campala ( bergelar Narasimhamurti). Setelah Wisnuwardhana meninggal, ia digantikan oleh Kertanegara.
9. Raden Wijaya ( 1293-1309)
Ia masih keturunan Ken Arok hasil perkawinan dengan Ken Dedes. Ia merupakan raja pertama Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana.
10. Jayanegara ( 1309-1328)
Putra Raden Wijaya ini naik tahta dalam usia muda. Pada masa ini banyak terjadi pemberontakan, salah atunya oleh Namdi dan Kunti. Raja mengungsi ke Bedander dikawal oleh panglima pasukan yaiut Gajah Mada. Berkat kecerdikan Gajah Mada, pemberontak berhasil ditumpas. Pada tahun 1328 raja meninggal karena dibunuh oleh tabib insatan yang bernama Tanca
11. Tribuanatunggadewi (1328-1350)
Putri Raden Wijaya dari Gayatriyang bernama Tribuanatunggadewi dinobatkan sebagai raja. Pada masa ini juga banyak pemberontakan, namun bisa ditumpas oleh Gajah Mada. Akhirnya Gajah Mada diangkat menjadi patih.
12. Hayam Wuruk
Tahun 1350Tribuanatunggadewi mundur dan digantikan oleh putranya yang bernama Hayam Wuruk. Ia bergelar Sri Rajasanegara. Pada masa inilah Majapahit mencapai masa kejanyaanya. WIlayahnya meliputi negara Indonesia dan diperluas sampai negara tetangga di Asia Tenggara
13. Gajah Mada
Gajah Mada adalah patih mangku bumi ( maha patih) Kerajaan Majapahit. terkenal dengan Sumpah Palapa yang isisnya ingin mempersatukan Nusantara diawah kekuasaan Majapahit.
B. Tokoh-Tokoh Sejarah pada Masa Kejayaan Buddha di Indonesia 1. Ratu Sima
Ratu Sima adalah ratu di Kerajaan Holing atau Kerajaan Kalingga. Beliau memerintah dengan baik, keras tapi adil. Barang jatuh dijalan tidak ada yang berani menyentuhnya. Rakyat Kerajaan Kalingga hidup aman dan sejahtera.
Nama Syailendra berasal dari kata Syaila yang berarti gunung , indra berarti raja. Dimasa Raja Samaratungga, Dinasti SYailendra mencapai puncak kejayaan dalam agama, kebudayaan dan ekonomi. Terbukti dengan hasil peninggalan sejarah yang ada sampai sekarang seperti candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Plaosan, Candi Sewu.
3. Balaputradewa
Pada jaman pemerintahan Balaputradewa, Sriwijaya menjalin hubungan dagang dengan kerajaan di Jawa, Semenanjung Malaya dan Cina.
4. Sakyakirti
Sakyakirti adalah seorang mahaguru Buddha di Kerajaan Sriwijaya. Menurut kesaksian I-Tsing, Sriwijaya telah menjadi pusat agama Buddha.
5. Kertanegara
Kertanegara adalah raja terakir Kerajaan Singasari. Beliau adalah cicit Ken Arok. Kertanegara memerintah pada tahun 1268-1292. kertarajasa bergelar Sri Kertanegara Wikrama Dharmotungga.
TOKOH-TOKOH SEJARAH PADA MASA ISLAM
Agama Islam masuk ke wilayah Indonesia dibawa oleh para pedagang dari Arab dan Gujarat. Mula-mula Islam dikenal dan berkembang di daerah Sumatra Utara, tepatnya di Pasai dan Peurlak. Dari daerah tersebut, Agama Islam terus menyebar ke hampir seluruh wilayah Nusantara. Agama Islam dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat Indonesia waktu itu. Mengapa agama Islam dapat diterima dengan mudah? Sebab-sebabnya antara lain sebagai berikut.
Syarat-syarat untuk masuk Islam tidak sulit. Untuk masuk Islam seseorang cukup mengucapkan dua kalimat syahadat.
Peran ulama, kyai, dan para pendakwah giat melakukan siar agama. Banyak tokoh penyebar agama Islam menggunakan sarana budaya setempat. Misalnya, beberapa wali di Pulau Jawa menggunakan sarana wayang untuk sarana dakwah.
1. Tokoh-tokoh Sejarah Islam di Sumatera a. Sultan Malik Al-Saleh
Sultan Malik Al-Saleh adalah pendiridan raja pertama Kerajaan Samudera Pasai. Sebelum
menjadi rajabeliau bergelar Merah Sile atau MerahSelu. Beliau adalah putera Merah Gajah. Diceritakan Merah Selu mengembara dari satu tempat ke tempat lain. Akhirnya, beliau berhasil diangkatmenjadi raja di suatu daerah, yaituSamudra Pasai. Merah Selu masuk Islam berkat pertemuannyadengan Syekh Ismail, seorangSyarif Mekah. Setelah masuk Islam,Merah Selu diberi gelar Sultan Malik Al-Salehatau Sultan Malikus Saleh. Sultan Malik Al-Saleh wafat padatahun 1297 M.
b. Sultan Ahmad (1326-1348)
Sultan Ahmad adalah sultan Samudera Pasai yang ketiga. Beliau bergelar Sultan Malik Al-Tahir II. Pada masa pemerintahan beliau, Samudera Pasai dikunjungi oleh seorang ulama
Maroko, yaitu Ibnu Battutah. Ulama ini mendapat tugas dari Sultan Delhi, India untuk berkunjung ke Cina. Dalam perjalanan ke Cina Ibnu Battutah singgah di Samudera Pasai. Ibnu Battutah menceritakan bahwa Sultan Ahmad sangat memperhatikan perkembangan Islam. Sultan Ahmad selalu berusaha menyebarkan Islam ke wilayah-wilayah yang berdekatan dengan Samudera Pasai. Beliau juga memperhatikan kemajuan kerajaannya.
c. Sultan Alauddin Riyat Syah
Sultan Alauddin Riyat Syah adalah sultan Aceh ketiga. Beliau memerintah tahun 1538-1571. Sultan Alauddin Riyat Syah meletakan dasardasar kebesaran Kesultanan Aceh. Untuk menghadapi ancaman Portugis, beliau menjalin kerja sama dengan Kerajaan Turki Usmani dan kerajaankerajaan Islam lainnya. Dengan bantuan Kerajaan Turki Usmani, Aceh dapat membangun angkatan perang yang baik. Sultan Alauddin Riyat Syah mendatangkan ulama-ulama dari India dan Persia. Ulama-ulama-ulama tersebut mengajarkan agama Islam di Kesultanan Aceh. Selain itu, beliau juga mengirim pendakwah-pendakwah masuk ke pedalaman Sumatera, mendirikan pusat Islam di Ulakan, dan membawa ajaran Islam ke Minang Kabau dan Indrapura. Sultan Alauddin Riyat Syah wafat pada tanggal 28 September 1571.
d. Sultan Iskandar Muda 1606-1637)
Sultan Iskandar Muda adalah sultan Aceh yang ke-12. Beliau memerintah tahun 1606-1637.
Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, Aceh mengalami puncak kemakmuran dan kejayaan. Aceh memperluas wilayahnya ke selatan dan memperoleh kemajuan ekonomi melalui perdagangan di pesisir Sumatera Barat sampai Indrapura. Aceh meneruskan perlawanan terhadap Portugis dan Johor untuk merebut Selat Malaka. Sultan Iskandar Muda menaruh perhatian dalam bidang agama. Beliau mendirikan sebuah masjid yang megah, yaitu Masjid
Baiturrahman. Beliau juga mendirikan pusat pendidikan Islam atau dayah. Pada masa inilah, di
Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, disusun sistem perundang- undangan yang disebut Adat Mahkota Alam.Sultan Iskandar Muda juga menerapkan hukum Islam dengan tegas. Bahkan beliau menghukum rajam puteranya sendiri. Ketika dicegah melakukan hal tersebut, beliau mengatakan, “Mati anak ada makamnya, mati hukum ke mana lagi akan dicari keadilan.” Setelah beliau wafat, Aceh mengalami kemunduran
2. Tokoh-tokoh Sejarah Islam di Jawa
Di pulau Jawa terdapat sembilan ulama pelopor dan pejuang pengembangan Islam. Mereka adalah Sunan Gresik, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Gunung Jati. Mereka lebih populer dengan sebutan Wali Songo.
a. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)
Sunan Gresik juga dikenal dengan nama Maulana Malik Ibrahim, Maulana
Magribi atau Syekh Magribi, dan Jumadil Kubra. Tapi masyarakatumum di Jawa lebih
mengenalnya sebagai Sunan Gresik, karena beliaumenyiarkan agama Islam dan dimakamkan di Gresik.Sunan Gresik adalah pendiripondok pesantren pertama di Indonesia.
Beliau menyebarkan agama Islam dengan bijaksana. Waktu itu penduduk di sekitar Gresik belum beragama Islam. Penyebaran agama yang dilakukan Sunan Gresik dapat diterima dengan cepat. Beliau wafat pada tahun 1419 dan dimakamkan di Gresik.
b. Sunan Ampel (Raden Rahmat)
Nama asli Sunan Ampel adalah Raden Rahmat. Beliau adalah putra Maulana Malik Ibrahim. Beliau dilahirkan di Campa, Aceh sekitar tahun 1401. Ketika berumur 20 tahun, Sunan Ampel hijrah ke Pulau Jawa. Beliau meneruskan cita-cita dan perjuangan Maulana Malik Ibrahim. Sunan Ampel memulai kegiatan dakwahnya dengan mendirikan dan mengasuh pesantren di Ampel Denta, dekat Surabaya. Di pesantren inilah, Sunan Ampel mendidik para pemuda untuk menjadi dai-dai yang akan disebar ke seluruh Jawa. Murid- murid beliau yang terkenal adalah Raden Paku (Sunan Giri), Raden Fatah (raja/sultan pertama kerajaan Demak), Raden Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang), Syarifuddin (Sunan Drajat), dan Maulana Ishak.
Sunan Ampel merancang kerajaan Islam di Pulau Jawa, yaitu kerajaan Demak. Beliau yang mengangkat Raden Fatah sebagai sultan pertama Demak. Selain itu, beliau juga berperan besar dalam membangun Masjid Agung Demak. Sunan Ampel wafat pada tahun 1481. Jenazahnya dimakamkan di daerah Ampel.
c. Sunan Bonang (Maulana Makdum Ibrahim)
Sunan Bonang adalah penyebar Islam di pesisir utara Jawa Timur. Beliau adalah putra Sunan Ampel. Nama lain beliau adalahMaulana Makdum Ibrahim atau Raden Ibrahim. Ketika masih remaja, bersama dengan Raden Paku, Sunan Bonang dikirim oleh Sunan Ampel ke Pasai anakuntuk memperdalam ilmu agama. Sepulang dari sana, beliau mulai berdakwah dengan cara menjadi guru dan mubalig. Beliau juga mendirikan pesantren di daerah Tuban, Jawa Timur. Santri-santri yang menjadi muridnya berasal dari berbagai daerah di Nusantara
Dalam menyebarkan agama Islam, Sunan Bonang selalu menyesuaikan diri dengan corak kebudayaan masyarakat Jawa. Beliau dianggap sebagai pencipta gending (lagu) pertama dalam rangka siar agama Islam. Sunan Bonang dan wali-wali lainnya, menggunakan wayang dan musik gamelan sebagai sarana dakwah Islam. Sunan Bonang sendiri menciptakan lagu-lagu untuk kegiatan dakwah yang dikenal dengan nama Tembang Durma. Sunan Bonang wafat tahun 1525 dan dimakamkan di Tuban, Jawa Timur.
d. Sunan Giri (Raden Paku)
Sunan Giri adalah seorang ulama yang menyebarkan agama di daerah Blambangan. Beliau
adalah saudara Sunan Gunung Jati. Nama asli beliau adalah Raden Paku, dikenal juga dengan nama Prabu Satmata. Ketika remaja beliau belajaragama di Pondok Pesantren AmpelDenta yang dipimpin oleh SunanAmpel. Bersama Sunan Bonang,beliau memperdalam ilmu agama diPasai. Setelah kembali dari Pasai,Sunan Giri menyebarkan agama Islamlewat berbagai cara. Beliaumendirikan pesantren di daerah Giri.Sunan Giri mengirim juru dakwahterdidik ke berbagai daerah di luarPulau Jawa, antara lain Madura,Bawean, Kangean, Ternate, danTidore. Sunan Giri mendidik anakuntuk anak melalui berbagai permainan yang berjiwa agamis.
Selain aktif menyebarkan agama, beliau juga menjadi pemimpin masyarakat di daerah Giri. Daerah yang dipimpinnya kemudian berkembang menjadi kerajaan kecil yang bernama Kerajaan Giri. Sebagai raja Giri, beliau bergelar Sultan Abdul Faqih. Beliau juga sangat berpengaruh dalam pemerintahan Kesultanan Demak. Setiap ada masalah penting yang harus diputuskan, para wali yang lain selalu menanti keputusan dan pertimbangannya. Sunan Giri wafat pada tahun 1506. Beliau dimakamkan di Bukit Giri, Gresik.
e. Sunan Drajat (Syarifuddin)
Sunan Drajat adalah penyebar agama Islam di daerah Sedayu, Gresik, Jawa Timur. Beliau putra
Sunan Ampel dan adik Sunan Bonang. Nama asli beliau adalah Raden
Kosim atau Syarifuddin. Namun, kebanyakan masyarakat mengenalnya sebagai Sunan Sedayu.
Untuk melancarkan kegiatan dakwah, Sunan Drajat menciptakan satu jenis lagu yang disebut gending pangkur. Beliau menjadikan Sedayu
sebagai wilayah penyebaran dakwahnya. Murid-muridnya berasal dari berbagai wilayah Nusantara. Bahkan, ada yang berasal dari Ternate dan Hitu Ambon. Sunan Drajat sangat menekankan sifat sosial sebagai pengamalan agama Islam. Beliau memberi pertolongan kepada masyarakat umum dan menyantuni anak yatim serta fakir miskin.
f. Sunan Kalijaga (Raden Mas Syahid)
Nama asli Sunan Kalijaga adalah Raden Mas Syahid. Beliau juga mendapat julukan Syek
Malaya. Beliau adalah putra seorang bupati Tuban, yang bernama Raden Sahur Tumenggung
Wilatikta. Sunan Kalijaga dikenal sebagai wali berjiwa besar, berpikiran tajam, dan berpandangan jauh.
Beliau berdakwah sebagai mubalig dari satu daerah ke daerah lain. Karena dakwahnya yang intelek, beliau dapat diterima di kalangan para bangsawan, kaum cendikiawan, dan para penguasa. Beliau juga menjadi penasihat Kesultanan Demak. Sunan Kalijaga memiliki pengetahuan luas dalam bidang kesenian dan kebudayaan Jawa. Beliau menggunakan wayang dan gamelan sebagai sarana dakwah. Sunan Kalijaga mengarang cerita wayang yang bernafaskan Islam. Selain itu, beliau juga berjasa dalam mengembangkanseni ukir, seni busana, seni pahat, dan kesusastraan. Salah satu karya beliau yang terkenal adalah lagu Ilir-ilir. Lagu ini berisi ajakan untuk masuk Islam.
g. Sunan Kudus (Ja’far Sadiq)
Sunan Kudus adalah putera Raden Umar Haji, penyebar agama Islam di daerah Jipang
Panolan, Blora, Jawa Timur. Nama asli beliau adalah Ja’far Sadiq. Ketika kecil beliau biasa dipanggil Raden Undung. Sunan Kudus menyiarkan agama Islam di daerah Kudus dan sekitarnya. Selain menjadi pendakwah, Sunan Kudus juga menjadi Panglima Perang Kesultanan Demak. Beliau dipercaya untuk mengendalikan pemerintahan di daerah Kudus. Di wilayah tersebut, beliau menjadi pemimpin pemerintahan sekaligus pemimpin agama. Beliau dianggap sebagai pendiri Masjid Raya Kudus. Masjid Kudus memiliki menara yang indah. Oleh karena itu, masjid tersebut terkenal dengan nama Masjid Menara Kudus. Sunan Kudus wafat pada tahun 1550 dan dimakamkan di kota Kudus.
h. Sunan Muria (Raden Umar Said)
Sunan Muria adalah putra Sunan Kalijaga. Nama aslinya Raden Umar Said. Beliau menjadi wali yang banyak berjasa dalam menyiarkan agamaIslam di pedesaan pulau Jawa. Ciri khas Sunan Muria adalah menyiarkanagama Islam di desa-desa terpencil. Beliau lebih suka menyendiri dantinggal di desa serta bergaul dengan rakyat biasa. Beliau mendidik rakyatdi sekitar Gunung Muria. Cara beliau menyiarkan agama Islam adalahdengan mengadakan kursus bagi kaum pedagang, para nelayan, dan rakyatbiasa. Sebagai sarana dakwah beliau menciptakan Tembang Sinom dan Kinanti.
i. Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah)
Sunan Gunung Jati adalah wali yang banyak berjasa dalam menyebarkan agama Islam di
daerah Jawa Barat. Beliau masih keturunan raja Pajajaran, Prabu Siliwangi. Ibunya, Nyai Larang Santang, adalah putri Prabu Siliwangi. Sementara ayahnya, Maulana Sultan Mahmud (Syarif Abdullah),adalah seorang bangsawan Arab. Nama kecil beliau adalah Syarif
Hidayatullah. Ketika dewasa, Syarif Hidayatullah memilih berdakwah ke Jawa, daripada
menetap di tanah kelahirannya, Arab. Beliau menemui pamannya Raden Walangsungsang di Cirebon. Setelah pamannya wafat, beliau menggantikan kedudukannya. Syarif Hidayatullah berhasil meningkatkan Cirebon menjadi sebuah kesultanan.
Setelah Cirebon menjadi kerajaan Islam, Sunan Gunung Jati berusaha mempengaruhi Kerajaan Pajajaran yang belum menganut Islam. Dari Cirebon Sunan Gunung Jati mengembangkan Islam ke daerah-daerah lain seperti Majalengka, Kuningan, Kawali (Galuh), Sunda Kelapa, dan Banten. Beliau meletakkan dasar bagi pengembangan dan perdaganan Islam di Banten. Ketika beliau kembali ke Cirebon, Banten diserahkan kepada Putranya, Sultan Maulana
Hasanuddin yang kemudian menurunkan raja-raja Banten. Sunan Gunung Jati wafat pada tahun
1570. Beliau dimakamkan di Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat.
3. Tokoh-tokoh Sejarah Islam di Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku
Perkembangan Islam di wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku juga terjadi melalui jalur perdagangan. Perkembangan Islam di daerah ini semakin cepat karena peran putra-putra daerah ini menuntut ilmu agama Islam ke Jawa. Ketika pulang mereka menjadi ulama yang menyebarkan agama di daerahnya. Perkembangan Islam di wilayah ini ditandai dengan berdirinya kerajaan Islam seperti Kesultanan Kutai Kertanegara, Ternate, dan Kerajaan Gowa-Tallo. Beberapa tokoh dari sejarah perkembangan Islam di Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku antara lain sebagai berikut.
a. Dato ri Bandang dan kawan-kawan
Ada tiga mubalik asal Minangkabau yang merintis penyebaran Islam di Sulawesi Selatan. Mereka adalah Dato ri Bandang (Abdul Makmur Khatib Tunggal), Dato ri Patimang
(Sulaiman Khatib Sulung), dan Dato ri Tiro (Jawad Khatib Bungsu).Dato ri Bandang
bersama dengan Dato Suleman datang ke Kerajaan Gowa-Tallo untuk menyiarkan agama Islam. Mereka berdua dengan giat mengenalkan agama Islam dan seluk-beluknya kepada masyarakat setempat. Lambat laun, banyak masyarakat yang tertarik memeluk agama Islam. Setelah masuk Islam Sultan Gowa tersebut bergelar Sultan Alauddin.
Sultan Alauddin adalah raja Gowa ke-14. Beliau adalah raja Gowa pertama yang memeluk
agama Islam. Beliau masuk Islam bersamaan dengan raja Tallo. Raja Tallo tersebut sekaligus menjadi Mangkubumi Kerajaan Gowa. Setelah masuk Islam, raja Tallo itu dinamai Sultan
Abdullah Awwal al-Islam. SetelahSultan Alauddin dan Mangkubuminya Sultan Abdullah
Awwal al-Islam masuk Islam, berangsur-angsur rakyat Gowa-Tallo juga di-islamkan. Sultan Alauddin juga berusaha menyebarkan Islam ke kerajaan tetangganya. Kerajaan-kerajaan yang berhasil di-islam-kan antara lain Kerajaan Soppeng (1607), Wajo (1610), dan Bone (1611). Beliau masih melanjutkan penyebaran Islam ke Buton, Dompu (Sumbawa), dan Kengkelu (Tambora, Sumbawa).
c. Tuan Tunggang Parangan
Tuan Tunggang Parangan adalah ulama yang menyebarkan agama Islam di Kerajaan Kutai
Kertanegara di Kalimantan Timur. Awalnya di kerajaan ini ada dua ulama yang melakukan siar agama Islam yaitu Tuan Tunggang Parangan dan Dato ri Bandang. Namun setelah beberapa lama, Dato ri Bandang kembali ke Makasar (Kerajaan Gowa- Tallo) melanjutkan siar yang telah beliau rintis di sana. Tuan Tunggang Parangan tetap tinggal di Kutai. Berkat ajaran Tuan Tunggang Parangan, Raja Aji Mahkota memeluk Islam. Hal itu diikuti oleh putranya, Ai Di
Langgar, yang menggantikan kedudukannya. Keislaman Raja Mahkota diikuti juga oleh
pangeran, hulubalang, dan seluruh rakyat Kutai. Penduduk yang enggan masuk Islam semakin terdesak masuk ke pedalaman. Kerajaan Kutai Kertanegara berganti nama menjadi Kesultanan Kutai Kertanegara. Ajaran Islam berkembang pesat di kesultanan ini. Raja memberlakukan undang-undang kesultanan yang berpedoman pada ajaran Islam.
d. Sultan Zainal Abidin
Zainal Abidin adalah raja Kerajaan Ternate (1486-1500). Beliau pernah pergi ke Giri, untuk
belajar agama Islam. Ketika kembali dari Giri, beliau berusaha memasukkan ajaran Islam dalam pemerintahannya. Beliau juga berusaha memperluas pengajaran Islam untuk rakyat. Beliau mendirikan pesantren dan mendatangkan guru-guru (ulama) dari Jawa. Selain itu, Zainal Abidin juga berusaha menyebarkan Islam lewat ekspansi kekuasaannya.
1) Roda Bergigi : menggambarkan upaya keras yang ditempuh secara terus-menerus. Hanya orang yang bekerja keras yang bisa menjadi calon Anggota koperasi dengan memenuhi beberapa persyaratan-persyaratan koperasi.
2) Rantai (di sebelah kiri) : melambangkan ikatan persatuan yang kokoh. Bahwa Anggota Koperasi adalah Pemilik Koperasi tersebut
3) Kapas dan Padi (di sebelah kanan) : menggambarkan kemakmuran anggota koperasi secara khusus dan merakyat secara umum yang diusahakan oleh koperasi tersebut.
4) Timbangan : yaitu keadilan sosial sebagai salah satunya dasar dari koperasi. Biasanya akan menjadi simbol hukum
5) Bintang dalam perisai : Yang dimaksud merupakan landasan ideal dari koperasi tersendiri. Bahwa Anggota Koperasi yang baik adalah yang mempercantik nilai-nilai keyakinan dan kepercayaan, yang mendengarkan suara hatinya.
6) Pohon beringin : Timbangan dan Bintang dalam Perisai menjadi nilai hidup yang harus dijunjung tinggi.
7) Koperasi Indonesia : menandakan bahwa Koperasi yang dimaksudkan merupakan koperasi dari Rakyat Indonesia.
8) Warna merah dan putih : bacground menggambarkan sifat-sifat nasionalisme Negara Kerakyatan Republik Indonesia sendiri.
MANFAAT KOPERASI
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang maupun badan hukum dan berlandaskan pada asas kekeluargaan dan juga demokrasi di bidang ekonomi. Koperasi memiliki banyak manfaat untuk para anggotanya. Banyak jenis koperasi yang ada di Indonesia. Berdasarkan jenis usahanya koperasi dibagi menjadi koperasi produksi, koperasi konsumsi, koperasi simpan pinjam dan koperasi serba usaha.
Kategori Koperasi Berdasarkan Keanggotaannya
Sedangkan berdasarkan keanggotaannya koperasi dibagi menjadi :
koperasi pegawai negeri,
koperasi unit desa
koperasi sekolah.
Kategori Koperasi Berdasarkan Tingkatannya
Berdasarkan tingkatannya koperasi dibagi menjadi :
koperasi primer,
koperasi sekunder,
pusat koperasi,
gabungan koperasi dan induk koperasi.
Tentu setiap koperasi memiliki manfaat dan kegunaan masing-masing. Setiap koperasi akan menjalankan prinsipnya masing-masing. Banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui manfaat dari masing-masing koperasi, hal ini ditandai dengan sedikitnya masyarakat Indonesia yang tergabung dalam anggota koperasi. Padahal dengan bergabung menjadi anggota koperasi, akan memberikan manfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain. Ada sedikitnya 10 manfaat koperasi bagi anggota koperasi, baik itu dibidang ekonomi maupun di bidang sosial. Dengan adanya manfaat-manfaat dari koperasi, diharapkan tujuan koperasi untuk mensejahterakan anggotanya dapat terwujud.
Berikut ini ada 10 manfaat koperasi bagi anggotanya
1. Meningkatkan penghasilan anggota
Dengan mengikuti koperasi diharapkan koperasi bisa meningkatkan penghasilan anggotanya. Anggota bisa meningkatkan penghasilan melalui kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh koperasi.
Contohnya :
Misalnya saja koperasi produksi, di dalam koperasi tersebut akan diajarkan bagaimana caranya anggota bisa memiliki usaha, dapat memasok hasil produksi dari usahanya ke koperasi.
Hasil bisa berupa kerajinan, pakaian jadi dan juga berbagai produksi makanan seperti camilan, kue basah dan kue kering. Dengan melakukan usaha seperti itu setiap anggota bisa meningkatkan penghasilannya. Untuk sisa hasil usaha yang didapatkan oleh koperasi akan dikembalikan kepada anggotanya sesuai dengan jasa dan juga aktivitasnya di dalam koperasi.
Manfaat tersebut sangat dirasakan oleh anggota koperasi. Sebab anggota bisa membeli barang dan jasa lebih murah dibandingkan dengan barang dan jasa yang ditawarkan di toko-toko lain selain koperasi. Koperasi pun memiliki tujuan, barang dan jasa yang ditawarkannya bisa dibeli oleh anggota yang kurang mampu oleh sebab itu harga yang ditawarkan lebih murah dan terjangkau.
3. Menumbuhkan Motif Berusaha Yang Berperikemanusiaan
Kegiatan yang diadakan oleh koperasi bukan semata-mata usaha yang dijalankan untuk meraih keuntungan, selain mendidik dan menumbuhkan semangat berwirausaha di hati para anggotanya koperasi juga memiliki tujuan untuk melayani secara baik keperluan para anggotanya sehingga keperluan anggotanya dapat tercukupi.
4. Menumbuhkan Sikap Jujur Dan Terbuka
Koperasi mengajarkan kepada anggotanya untuk selalu bersikap jujur dalam melakukan usaha, tidak hanya itu koperasi juga mengedepankan sifat terbuka dalam pengelolaan koperasi. Setiap anggota memiliki kewajiban dalam mengelola koperasi dengan baik, saat mengelola anggota harus secara terbuka menyampaikan laporan terutama laporan keuangan ketika mengelola koperasi. Setiap anggota juga memiliki hak dalam mengurus koperasi dan juga berhak untuk mengetahui laporan keuangan di dalam koperasi.
5. Melatih Bersikap Mandiri
Dengan adanya koperasi akan membuat anggotanya lebih mandiri. Anggota bisa mencari uang sendiri dengan berusaha tanpa harus menggantungkan pendapatan dari orang lain.
6. Melatih Menggunakan Pendapatan Secara Efektif
Koperasi di bidang produksi akan melatih anggotanya untuk dapat menggunakan pendapatan yang dimilikinya untuk menggunakannya secara efektif. Anggota dituntut untuk bisa hidup hemat. Contohnya saja anggota yang memproduksi bahan makanan harus bisa menggunakan uang yang didapatnya secara efektif, dia harus tahu berapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk membeli bahan makanan atau modal usaha dan berapa banyak untuk dijadikan biaya hidup kemudian sisanya harus ditabung. Jika anggota bisa mengatur uang yang didapatkannya dengan baik, kehidupan anggota tersebut akan lebih baik sebab terhindar dari pemborosan.
7. Memperoleh Pinjaman Dengan Mudah
Bagi anggota yang memiliki kesulitan dalam hal keuangan, koperasi bisa menyediakan pinjaman modal dengan mudah tanpa disertai syarat yang berbelit-belit.
8.Menanamkan Disiplin Dan Tanggung Jawab
Dengan adanya kewajiban dan hak yang diberikan kepada masing-masing anggota, akan membuat setiap anggota berlaku disiplin dan tanggung jawab terhadap apa yang menjadi tugas dan kewajibannya.
9. Koperasi Mewujudkan Kehidupan Masyarakat Yang Damai Dan Tentram
Koperasi akan mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai dan jauh dari keributan hal ini dikarenakan asas koperasi itu sendiri yang berlandaskan kekeluargaan. Dengan bergabung di dalam koperasi, anggota akan merasakan kekeluargaan dengan anggota lainnya sehingga terhindar dari keributan.
10. Mendidik Anggota Untuk Memiliki Semangat Kerja Sama
Di dalam koperasi akan dibagi menjadi kelompok-kelompok. Misalnya saja kelompok A dengan anggota empat orang. Kelompok A bertugas dalam membuat makanan dengan jenis A. Dalam kelompok tersebut, kerjasama akan terjalin demi menciptakan makanan A yang lezat den menggugah selera.
PERAN TOKOH DALAM MEMPERSIAPKAN KEMERDEKAAN INDONESIA
Berikut ini tokoh yang berperan dalam mempersiapkan kemerdekaan dan dasar negara indonesia. Silahkan klik nama tokoh untuk mengetahui profil, biodata, sert biografi lengkapnya...
1. Ir. Soekarno, Dr.(HC) Ir. Soekarno1 (ER, EYD: Sukarno, nama lahir: Koesno Sosrodihardjo) adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945– 1966. Ia memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno adalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya. Sukarno lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun.
2. Moh.Hatta, Proklamator yang namanya selalu bersanding dengan Sukarno bernama Dr. (H.C) Drs. H. Mohammad Hatta (lahir dengan nama Muhammad Athar, populer sebagai Bung Hatta; lahir di Fort de Kock (sekarang Bukittinggi, Sumatera Barat), Hindia Belanda, 12 Agustus 1902 – meninggal di Jakarta, 14 Maret 1980 pada umur 77 tahun) adalah pejuang, negarawan, ekonom, dan juga Wakil Presiden Indonesia yang pertama. Ia bersama Soekarno memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda sekaligus memproklamirkannya pada 17 Agustus 1945. Ia juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri dalam Kabinet Hatta I, Hatta II, dan RIS. Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956, karena berselisih dengan Presiden Soekarno. Hatta juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
3. Soepomo , Prof. Mr. Dr Soepomo yang dalam Ejaan Soewandi ditulis: Supomo, lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, 22 Januari 1903 adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Soepomo dikenal sebagai arsitek Undang-undang Dasar 1945, bersama dengan Muhammad Yamin dan Sukarno.
4. Moh.yamin , Mr. Prof. Mohammad Yamin, S.H. adalah sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus, dan ahli hukum yang telah dihormati sebagai pahlawan nasional Indonesia yang lahir di Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat pada 24 Agustus 1903 dan meninggal di Jakarta pada 17 Oktober 1962 pada umur 59 tahun. Ia merupakan salah satu perintis puisi modern Indonesia dan pelopor Sumpah Pemuda sekaligus "pencipta imaji keindonesiaan" yang mempengaruhi sejarah persatuan Indonesia.
5. Sayuti Melik, Mohamad Ibnu Sayuti atau yang lebih dikenal sebagai Sayuti Melik (lahir di Sleman, Yogyakarta, 22 November 1908 – meninggal di Jakarta, 27 Februari 1989 pada umur 80 tahun), dicatat dalam sejarah Indonesia sebagai pengetik naskah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Dia adalah suami dari Soerastri Karma Trimurti, seorang wartawati dan aktivis perempuan di zaman pergerakan dan zaman setelah kemerdekaan.
6. Sukarni, Sukarni Kartodiwirjo atau dikenal dengan nama Sukarni adalah tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Ia dianugerahi gelar pahlawan nasional Indonesia oleh Presiden Joko Widodo pada 7 November 2014 bersama denganDjamin Ginting, Abdul Wahab Hasbullah, dan Mohammad Mangoendiprojo.
7. Dr. Radjiman Wedyodiningrat, Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat adalah seorang dokter yang juga merupakan salah satu tokoh pendiri Republik Indonesia. Beliau adalah satu-satunya orang yang terlibat secara akif dalam kancah perjuangan bangsa yang dimulai dari munculnya Boedi Utomo sampai pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKl). Dr Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Radjiman Wedyodiningrat, lahir di Yogyakarta pada 21 April 1879. Ia berasal dari keluarga rakyat biasa. Bapaknya, Sutodrono, hanya seorang penjaga sebuah toko kecil di Yogyakarta.
8. Laksamana Maeda, Laksamana Muda Maeda Tadashi (lahir di Kagoshima, Jepang, 3 Maret 1898 – meninggal 13 Desember 1977 pada umur 79 tahun) adalah seorang perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di Hindia Belanda pada masa Perang Pasifik. Selama pendudukan Indonesia di bawah Jepang, ia menjabat sebagai Kepala Penghubung Angkatan Laut dan Angkatan Darat Tentara Kekaisaran Jepang. Laksamana Muda Maeda memiliki peran yang cukup penting dalam kemerdekaan Indonesia dengah mempersilakan kediamannya yang berada di Jl. Imam Bonjol, No.1, Jakarta Pusat sebagai tempat penyusunan naskah proklamasi oleh Soekarno, Mohammad Hatta dan Achmad Soebardjo, ditambah sang juru ketik Sayuti Melik. Selain itu, dia juga bersedia menjamin keamanan bagi mereka. Kini, bekas kediamannya itu menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi.
9. Ahmad Soebarjo, Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo adalah tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat, dan seorang Pahlawan Nasional Indonesia, beliau juga merupakan Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama. Ia lahir di Karawang, Jawa Barat pada 23 Maret 1896 - meninggal 15 Desember 1978 pada umur 82 tahun. Achmad Soebardjo memiliki gelar Meester in de Rechten, yang diperoleh di Universitas Leiden Belanda pada tahun 1933. Konsep naskah proklamasi disusun oleh Bung Karno, Bung Hatta, dan Achmad Soebardjo di rumah Laksamana Muda Maeda. Setelah selesai dan beragumentasi dengan para pemuda, dinihari 17 Agustus 1945, Bung Karno pun segera memerintahkan Sayuti Melik untuk mengetik naskah proklamasi.
10. Fatmawati, Fatmawati yang bernama asli Fatimah adalah istri dari Presiden Indonesia pertama Soekarno. Ia lahir di Bengkulu, 5 Februari 1923 dan meninggal di Kuala Lumpur, Malaysia, 14 Mei 1980 pada umur 57 tahun. Fatmawati menjadi Ibu Negara Indonesia pertama dari tahun 1945 hingga tahun 1967 dan merupakan istri ke-3 dari Presiden Pertama Indonesia, Soekarno. Ia juga dikenal akan jasanya dalam menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang turut dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945.
11. Wahid Hasjim, Kiai Haji Abdul Wahid Hasjim (lahir di Jombang, Jawa Timur, 1 Juni 1914 – meninggal di Cimahi, Jawa Barat, 19 April 1953 pada umur 38 tahun) adalah pahlawan nasional Indonesia dan menteri negara dalam kabinet pertama Indonesia. Ia adalah ayah dari presiden keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid dan anak dari Hasyim Asy'arie, salah satu pahlawan nasional Indonesia. Wahid Hasjim dimakamkan di Tebuireng, Jombang. Karier politiknya terus menanjak dengan cepat. Ketua PBNU, anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), hingga Menteri Agama pada tiga kabinet (Hatta, Natsir, dan Sukiman). Banyak kontribusi penting yang diberikan Wahid bagi agama dan bangsa. Rumusan "Ketuhanan Yang Maha Esa" dalam Pancasila sebagai pengganti dari "Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluknya" tidak terlepas dari peran seorang Wahid Hasjim.
PERAN TOKOH DALAM MEMPROKLAMASIKAN KEMERDEKAAN INDONESIA
1. Ir. Soekarno. Membaca teks Proklamasi dan menandatangani teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
2. Drs. Mohammad Hatta. Mendampingi Ir. Soekarno pada waktu
pembacaan teks proklamasi dan ikut menandatangani teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia bersama Ir. Soekarno.
3. Ibu Fatmawati (Istri Ir. Soekarno). Menjahit Sang Saka Merah Putih. 4. Sukarni. Mengusulkan agar naskah proklamasi ditandatangani oleh
Soekarno-Hatta, atas nama Bangsa Indonesia dan menghadiri Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
5. Ahmad Soebarjo. Merumuskan teks proklamasi.
6. Chairul Saleh. Tidak menyetujui apabila anggota PPKI ikut menandatangani teks proklamasi.
7. Wikana. Mengusulkan agar Proklamasi diadakan di Jakarta.
8. Darwis. Menyampaikan hasil rapat para pemuda Indonesia di gedung Bakteriologi.
9. Latief Hendraningrat. Pengibar Sang Saka Merah Putih. 10. S. Suhud. Pengibar Sang Saka Merah Putih.
11. Suwirjo. Sebagai walikota Jakarta menyampaikan Pidato
Sambutan.
12. Ki Hajar Dewantara. Menghadiri Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia.
13. A.G. Pringgodigdo. Menghadiri Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia.
14. Mr. A.A. Maramis. Menghadiri Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia.
15. Dr. Muwardi. Menghadiri Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
16. Dr. Buntaran Martoatmodjo. Menghadiri Proklamasi
Kemerdekaan Indonesia.
17. Mr. Latuharhary. Menghadiri Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia.
18. Abikusno Tjokrosujoso. Menghadiri Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia.
19. Anwar Tjokroaminoto. Menghadiri Proklamasi Kemerdekaan
20. Otto Iskandardinata. Menghadiri Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia.
21. Pandu Kartawiguna. Menghadiri Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia.
Peranan Tokoh-Tokoh dalam Mempertahankan Kemerdekaaan
IPS Semester 2Perjuangan kemerdekaan bangsa telah berhasil kita lewati. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran serta para tokoh pejuang. Misalnya, Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Sultan Hamengkubuwono IX, dan Jenderal Soedirman. Telah banyak jasa dan pengorbanan yang telah mereka sumbangkan demi mempertahankan kemerdekaan bangsa. Sudah sepantasnya kita memberikan penghargaan sebesar-besarnya atas jerih payah mereka.
Mari kita bahas satu per satu.
1. Ir. Soekarno
Ir. Soekarno dikenal sebagai Bapak Proklamator. Beliau berjasa memperjuangkan kemerdekaan Indonesia lewat jalur perundingan. Banyak peristiwa penting yang melibatkan Soekarno, baik masa persiapan kemerdekaan sampai usaha mempertahankannya.
Jasa dan peranan beliau antara lain sebagai berikut.
1. Tanggal 9 Agustus 1945, Ir. Soekarno bersama Mohammad Hatta dan Rajiman Wedyodiningrat ke Dalat, Vietnam. Mereka bertemu Jenderal Terrauchi untuk membicarakan kemerdekaan Indonesia.
2. Tanggal 17 Agustus 1945, membacakan Proklamasi Kemerdekaaan RI dan bersama Mohammad Hatta menandatangani naskah proklamasi.
3. Tanggal 18 Agustus 1945 dilantik menjadi presiden RI.
4. Tanggal 23 Agustus 1945, membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR).
5. Tanggal 28 Oktober 1945, mengadakan perundingan dengan Inggris di Surabaya.
2. Drs. Mohammad Hatta
Peran Drs. Mohammad Hatta dalam usaha mempertahankan kemerdekaan antara lain sebagai berikut: Bersama Ir. Soekarno menandatangani naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
1. Menjadi pemimpin delegasi Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda tanggal 23 Agustus–2 November 1949.
2. Pada tanggal 27 Desember 1945, menandatangani naskah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia.
3. Drs. Mohammad Hatta dipercaya mendampingi Ir. Soekarno menjadi wakil presiden pertama Republik Indonesia.
3. Sultan Hamengkubuwono IX (HB IX)
Peranan HB IX dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia antara lain sebagai berikut:
1. Pada tanggal 5 September 1945, Sultan Hamengkubuwono IX menyatakan bahwa Kesultanan Jogjakarta adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Pada saat ibu kota RI di Jakarta diserang Belanda, HB IX mempersiapkan dan menyediakan Kota Jogjakarta sebagai pusat pemerintahan RI.
3. HB IX menjadi anggota delegasi Indonesia dalam Perundingan Roem–Royen.
4. Saat terjadi Serangan Umum 1 Maret 1949, HB IX membantu TNI menyediakan Keraton Jogjakarta sebagai tempat persembunyian para pejuang dan TNI.
5. Tanggal 13 Juli 1949, HB IX diangkat menjadi Menteri Koordinator Pertahanan Keamanan pada sidang pertama kabinet Indonesia.
6. Tanggal 27 Desember 1949, HB IX mewakili Indonesia dalam penandatanganan kedaulatan RI dan menerima penyerahan kedaulatan dari Belanda.
4. Jenderal Soedirman
Peranan Jenderal Soedirman dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia antara lain sebagai berikut.
1. Tanggal 12 Desember 1945, memimpin TKR di Ambarawa dalam menggempur dan mengusir Inggris. Saat itu beliau masih berpangkat kolonel.
2. Jenderal Soedirman memimpin pasukan TNI melakukan perang gerilya melawan Belanda dalam Agresi Militer Belanda II.
Satu hal yang perlu kamu ingat, Jenderal Soedirman tetap berjuang memimpin pasukan walaupun dalam keadaan sakit. Sebagai penghargaan atas jasa dan pengorbanannya, Jenderal Soedirman mendapat sebutan Bapak Tentara Nasional Indonesia.
Kenampakan Alam di Indonesia
Indonesia adalah negara yang besar, kenampakan alam di Indonesia sangat luar biasa, tak jarang para wisatawan mancanegara berdecak kagum atas kekayaan alam nusantara ini. Kenampakan alam terbagi menjadi dua, yaitu kenampakan alam didaratan dan kenampakan alam dilautan. Dan inilah kenampakan alam di Indonesia yang tersohor kepenjuru negeri :
1. Pulau
Indonesia tercatat sebagai negara kepulauan terbesar didunia, sampai saat ini Indonesia memiliki
17.504 pulau yang terbentang dari Sabang Sampai Merauke. Pulau-pulau di Indonesia terdiri dari pulau-pulau besar dan pulau-pulau kecil. Pulau-pulau besar di Indonesia antara lain Pulau Papua, Pulau Kalimantan, Pulau Sumatera, Pulau Sulawesi, Pulau Jawa, dan pulau-pulau besar lainnya. Sedangkan pulau-pulau kecil di Indonesai sangat banyak sekali dan jumlahnya belasan ribu pulau, pulau-pulau kecil umumnya menjadi gugusan kepulauan yang sangat indah, seperti Kepulauan Raja Ampat.
2. Pegunungan
Menurut letak geologisnya, Indonesia berada diantara dua sirkum pegunungan besar, yaitu sirkum pegunungan Mediterania dibagian barat dan sirkum pegunungan Pasifik dibagian Timur. Oleh karena itu, Indonesia menjadi salah satu negara yang rawan akan gempa, yaitu gempa tektonik (tumburak lempengan) dan gempa vulkanik (gunung berapi). Menurut data, Indonesia memiliki 121 gunung (baik yang masih aktif maupun tidak), dan sebagian besar gunung tersebut berada di pulau besar seperti Papua, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Jawa.
3. Hutan Hujan Tropis
Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwasannya Indonesia memiliki iklim tropis, oleh karena itu sebagian besar hutan di Indonesia adalah hutan hujan tropis. Hutan hujan tripis bisa kita jumpai disekitar wilayah khatulistiwa, seperti di Indonesia dan Brasil. Pada umumnya, hutan ini selalu basah karena curah hujan yang tinggi didaerah tropis. Hutan hujan tropis memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, 50% flora dan fauna didunia berasal dari kawasan ini. Hutan hujan tropis memiliki banyak manfaat seperti sebagai paru-paru dunia, mencegah bencana banjir, menjaga lingkungan sekitar dari bahaya kekeringan, dan masih banyak lagi.
4. Danau
Masih ingat dengan Danau Toba? Ya, danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia, letaknya di Sumatera Utara. Danau merupakan salah satu kenampakan alam di Indonesia. Indonesia tercatat memiliki ratusan danau yang tersebar diseluruh nusantara, baik itu danau
alami maupun danau buatan. Pada umumnya, danau-danau di Indonesia digunakan untuk kepentingan masyarakat seperti perikanan (tambak), irigasi, maupun daerah tujuan wisata. Tiga danau di Indonesia yang sangat populer sebagai daerah tujuan wisata adalah Danau Toba, Danau Singkarak, dan Danau Sentani.
5. Sungai
Sungai merupakan salah satu kenampakan alam Indonesia yang bisa kita liat, sungai ini berfungsi untuk mengalirkan air dari daratan ke lautan. Keberadaan sungai banyak sekali manfaatnya bagi masyarakat sekitar, warga memanfaatkannya sebagai daerah perikanan, saluran irigasi, jalur transportasi, dan juga sebagai pasar terapung seperti disungai Barito. Indonesia memiliki ratusan atau bahkan ribuan sungai, baik sungai kecil maupun sungai besar. Sungai-sungai terpanjang di Indonesia antara lain Sungai Kapuas, Sungai Barito, Sungai Membramo, Sungai Digul, dan Sungai Musi.
6. Pantai
Pantai adalah batas antara daratan dan lautan, sudah tak terhitung lagi berapa banyak jumlah pantai di Indonesia. Secara umum, pantai digunakan sebagai tempat wisata. Keindahan pantai Indonesia sudah tidak diragunakan lagi, jutaan wisatawan mancanegara datang ke Indonesia setiap tahunnya hanya untuk menikmati hal tersebut. Pantai-pantai sudah menggaung ke mancanegara sebagai tempat wisata di Indonesia antara lain Pantai Sanur, Pantai Kuta, dan Pantai Senggigi. Sebenarnya masih banyak pantai-pantai di Indonesia yang memiliki keindahan yang luas biasa seperti Pantai Wakatobi, Pantai Raja Ampat, Pantai Pink, dan pantai-pantai lainnya. Untuk itu diperlukan peran aktif semua pihak untuk mempromosikan keindahan alam pantai-pantai Indonesia ke mancanegara.
7. Laut
Dua pertiga luas Indonesia adalah lautan, tak heran jika Indonesia memiliki banyak sekali laut. Seharusnya laut ini bisa dijadikan alat untuk mensejahterakan bangsa Indonesia, karena lautan Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat luar biasa seperti minyak bumi, gas alam, ikan-ikan, mutiara, dan kekayaan alam lainnya. Lautan Indonesia membentang dari wilayah barat hingga wilayah timur seperti Laut Indonesia, Laut Jawa, Laut Flores, Laut Sulawesi, Laut Arafuru, dan lainnya.
Kenampakan Buatan di Indonesia
Kenampakan buatan biasanya sengaja dibuat oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Berikut beberapa contoh kenampakan buatan yang dapat ditemukan di Indonesia. a. Bendungan
dibuat oleh manusia untuk pembangkit listrik, mengaliri sawah, tempat rekreasi, persedian
tempat air bersih, dan budi daya ikan air tawar.
b. Kawasan Industri
adalah suatu kawasan yang terdapat banyak pabrik untuk memproduksi barang. Dengan adanya kawasan industri, banyak tenaga kerja yang terserap sehingga dapat mengurangi pengangguran dan pendapatan pun meningkat. Kawasan Industri juga dapat mendatangkan kerugian, misalnya terjadi polusi dan beralihnya fungsi lahan.
c. Pelabuhan dan Bandara
dengan adanya pelabuhan dan bandaram transportasi menjadi lancar, arus barang dan jasa juga menjadi lancar. Adapun kerugian adanya pelabuhan dan bandara, yaitu lingkungan sekitar menjadi bising dan kotor.
d. Perkebunan
dibangun untuk menanam berbagai jenis tanaman yang dapat memenuhi kebutuhan manusia. Contoh, perkebunan kelawa sawit, teh, kopi, karet, dan cokelat.
PEMBAGIAN WAKTU DI INDONESIA
1. Waktu Indonesia bagian Barat (WIB), meliputi Pulau Jawa, Pulau Sumatra, Pulau Madura, dan Wilayah Kalimantan Barat.
2. Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA), meliputi Pilau Bali, wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Pulau Sulawesi, wilayah Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
3. Waktu Indonesia bagian Timur (WIT), meliputi wilayah Maluku, dan Papua. Tiap daerah waktu yang satu dengan daerah waktu yang lain mempunyai selisih waktu satu jam. Misalnya, Jakarta (WIB) pukul 07.00 TIB maka di Makassar (WITA) pukul 08.00 WITA dan di Papua (WIT) pukul 09.00 WIT.
”Pembagian Waktu di Indonesia”
”Pembagian Waktu di Dunia” Selisih Perbedaan Waktu
Greenwich Mean Time (GMT 12.00 siang) dan kota-kota di Dunia.
Accra Noon Damascus 2.00 pm Ottawa 7.00 am
Adelaide 9.30 pm Darwin 9.30 pm Panama 5.00 am
Algiers 1.00 pm Delhi 5.30 pm Paris 1.00 pm
Amman 2.00 pm Dublin Noon Peking 8.00 pm
Amsterdam 1.00 pm Gibraltar 1.00 pm Perth 8.00 pm
Ankara 2.00 pm Helsinki 2.00 pm Prague 1.00 pm
Athens 2.00 pm Hobart 10.00 pm Quebec 5.00 am
Auckland Midnight Hongkong 8.00 pm Rangoon 6.30 pm
Baghdad 3.00 pm Istambul 2.00 pm Rawalpindi 5.00 pm
Bangkok 7.00 pm Jakarta 7.00 pm Reykjavik Noon
Beirut 2.00 pm Jerusalem 2.00 pm Rio de
Jeneiro
3.00 pm
Belgrade 1.00 pm Karachi 5.00 pm Rome 1.00 pm
Berlin 1.00 pm Kuala
Lumpur
7.30 pm San Fransisco 8.00 am
Bombay 5.30 pm Leningrad 3.00 pm Singapore 7.30 am
Bonn 1.00 pm Lima 7.00 pm Sofia 2.00 pm
Brisbane 10.00 pm Lisbon 1.00 pm Stockholm 1.00 pm
Brussels 1.00 pm Luxembourg 1.00 pm Sydney 10.00 pm
Bucharest 2.00 pm Madras 5.30 pm Teheran 4.00 pm
Budapest 11.00 pm Madrid 1.00 pm Tokyo 9.00 pm
Buenos Aires 3.00 am Melbourne 10.00 pm Toronto 5.00 am
Cairo 2.00 pm Mixico City 6.00 am Tunis 1.00 pm
Calcutta 5.30 pm Montevideio 3.00 am Vancouver 4.00 am
Canberra 10.00 pm Moscow 3.00 pm Vienna 11.00 pm
Cape Town 2.00 pm Nairobi 3.00 pm Warsawa 1.00 pm
Caracas 4.00 am New York 5.00 am Washingtone 7.00 am
Chicago 6.00 am Nicosia 2.00 pm Wellington Midhnight
Copenhagen 1.00 pm Oslo 1.00 pm Winnipeg 6.00 am
am = (ante meridiem) pagi hari (24.00 – 12.00) pm = (post meridiem) malam hari (12.00 – 24.00) noon = siang hari
midnight = tengah malam
PERKEMBANGAN SISTEM ADMINISTRASI WILAYAH INDONESIA
Perkembangan Wilayah Administrasi Indonesia