SKENARIO SKENARIO
MENCRET
MENCRET BERKEPABERKEPANJANGANNJANGAN
Seorang laki-laki berusia 25 tahun, datang ke dokter dengan keluhan diare yang hilang Seorang laki-laki berusia 25 tahun, datang ke dokter dengan keluhan diare yang hilang timbul sejak 3 bulan yang lalu, disertai sering demam, sariawan, tidak nafsu makan dan berat timbul sejak 3 bulan yang lalu, disertai sering demam, sariawan, tidak nafsu makan dan berat badan menurun
badan menurun sebanyak 1sebanyak 10kg dalam 0kg dalam waktu 3 waktu 3 bulan terakhir. Dari anamnesis bulan terakhir. Dari anamnesis didaatkan didaatkan asienasien adalah anggota komunitas ga
adalah anggota komunitas gay.y.
!ada emeriksaan fisik asien terlihat kaheksia, mukosa lidah
!ada emeriksaan fisik asien terlihat kaheksia, mukosa lidah kering dan terdaat ber"ak-kering dan terdaat ber"ak- ber"ak
ber"ak utih. utih. !ada !ada emeriksaan emeriksaan laboratorium laboratorium darah darah rutin rutin didaatkan didaatkan #$D #$D 50mm%jam.50mm%jam. !emeriksaan feses terdaat sel ragi. !eda emeriksaan
!emeriksaan feses terdaat sel ragi. !eda emeriksaan screening screening antibodi &'( didaatkan hasilantibodi &'( didaatkan hasil )*+ kemudian dokter
)*+ kemudian dokter menganmenganjurkan emeriksjurkan emeriksaan aan konfirkonfirmasi &'( dan masi &'( dan hitunhitung g jumlajumlah h limflimfosit osit D dan D/.
D dan D/. Dar
Dari i datdata a tertersebsebut ut doktdokter er menymenyimuimulkalkan n bahwbahwa a enenderderita ita ini ini menmengalgalami ami ganggangguanguan defisiensi imun akibat terinfeksi irus &'(. Dokter menganjurkan asien untuk datag ke dokter defisiensi imun akibat terinfeksi irus &'(. Dokter menganjurkan asien untuk datag ke dokter lain dengan alasan yang tidak jelas.
KATA – KATA SULIT KATA – KATA SULIT •
• aheksia aheksia suatu suatu kondisi yang kondisi yang menggambarkan kondisi menggambarkan kondisi rogresif rogresif erubahan bentuk erubahan bentuk tubuhtubuh dikarenakan sebab sebab tertentu seerti kelainan metabolism, kanker dan dikarenakan sebab sebab tertentu seerti kelainan metabolism, kanker dan berbagai enyebab lainnya.
berbagai enyebab lainnya. •
• #$D #$D e"eatan e"eatan mengenda mengenda eritrosit eritrosit dari dari suatu suatu samel samel darah darah yang yang dieriksa dieriksa dalamdalam suatu alat tertentu yang dinyatakan dalam mm%jam.
suatu alat tertentu yang dinyatakan dalam mm%jam. •
• D D #imfosit #imfosit Sel Sel --&eler &eler •
PERTANYAAN 1. 4a yang menyebabkan enyakit &'(
2. 4a faktor-faktor yang menyebabkan defisiensi imun 3. 6eraa nilai #$D ada orang normal
. 7engaa ada feses asien terdaat sel ragi
5. 6agaimana "ara enularan irus &'( dan beraa ersentase dominanya
8. 4akah tindakan yang dilakukan dokter itu sudah benar alau tidak, mengaa 9. 4a gejala enyakit &'(
/. 6agaimana "ara men"egah &'(
JAWABAN
1. ;ang menyebabkan enyakit &'( adalah irus.
2. 4kibat malnutrisi, kanker yang menyebar, engobatan dengan immunosuressan, infeksi irus &'(.
3. - <anita 0-20 mm%jam
- <anita = 50 tahun 0-30 mm%jam - !ria 0-15 mm%jam
- !ria = 50 tahun 0-20 mm%jam - 4nak - anak 0-10 mm%jam )>i"hba"h ? Dunning, 200:+
. arena adanya infeksi oortunistik, seharusnya sel ragi hanya sebagai flora normal saja di saluran en"ernaan.
5. - 7elalui 4S' 1, @ - 30 @ - &ubungan &omoseksual 92,: @
- !enggunaan Aarum suntik yang tidak steril. - ranfusi darah
8. idak, karena dokter seharusnya memberikan enjelasan ada asien kenaa dokter itu menganjurkan asien ke dokter lain.
9. Bejala &'( 4kut
- Cmum Demam, limfadenoati, sakit keala, enurunan berat badan, diare - eurologi 7eningitis, en"ehalitis
- Dermatologi Euam makuloaular, dan eritem, ul"erasi mukokutan /. - idak melakukan hubungan homoseksual
- &ubungan heteroseksual dengan menggunakan kondom - 7engunakan jarum suntik steril
:. entang dilarangnya suatu hal yang daat mendekati erFinaan.
!erilaku yang beresiko tinggi seerti bererilaku seks bebas dan atau seks yang tidak sehat, enggunaan jarum suntik yang tidak steril, anak yang lahir dan bayi yang menyusui dari ibu yang terinfeksi &'(, dan orang yang bekerja di elayanan kesehatan serta ekerja laboratorium daat menyebabkan seseorang terinfeksi &'(. 'nfeksi &'( ditularkan melalui "airan tubuh seerti darah, "airan semen, "airan 4S' serta "airan agina yang ditandai dengan mun"ulnya gejala umum, neurologi, dermatologi yang dalam jangka waktu tertentu akan menjadi 4'DS.
SASARAN BELAJAR
#G. 1 7emahami dan 7enjelaskan Defisiensi 'mun 1.1 77 Definisi Defisiensi 'mun
1.2 77 lasifikasi Defisiensi 'mun 1.3 77 $tiologi Defisiensi 'mun
#G. 2 7emahami dan 7enjelaskan &'(-4'DS 2.1 77 Definisi &'(-4'DS
2.2 77 $tiologi &'(-4'DS 2.3 77 $idemiologi &'(-4'DS 2. 77 !atofisiologi &'(-4'DS 2.5 77 7anifestasi inis &'(-4'DS 2.8 77 Diagnosis &'(-4'DS
2.9 77 atalaksana ? !en"egahan &'(-4'DS 2./ 77 !rognosis &'(-4'DS
#G. 3 7emahami dan 7enjelaskan Dilema $tik
PEMBAHASAN 1. Memahami dan Mene!a"#an $e%i"ien"i Im&n
1.1 77 Definisi Defisiensi 'mun
'munodefisiensi terjadi jika sistem imun gagal bereson se"ara adekuat terhada infasi asing. !enyakit ini daat bersifat kongenital )terdaat sejak lahir+ atau didaat )non-herediter+ dan hanya menggangu imunitas yang dierantarai oleh antibody, imunitas yang dierantarai oleh sel atau keduanya.
1.2 77 lasifikasi Defisiensi 'mun
lasifikasi defisiensi imun dibagi dua, yaitu 1. $e%i"ien"i Im&n N'n(S)e"i%i#
a. K'm)!emen
Daat berakibat meningkatnya insiden infeksi dan enyakit autoimun )S#$+, defisiensi ini se"ara genetik.
• ongenital
7enimbulkan infeksi berulang %enyakit komleks imun )S#$ dan glomerulonefritis+.
• >isiologik
Ditemukan ada neonatus disebabkan kadar 3, 5, dan faktor 6 yang masih rendah.
• Didaat
Disebabkan oleh deresi sintesis )sirosis hati dan malnutrisi rotein%kalori+. *. In+e,%e,'n dan !i"'-im
• 'nterferon kongenital
7enimbulkan infeksi mononukleosis fatal • 'nterferon dan lisoFim didaat
!ada malnutrisi rotein%kalori . Se! NK
• ongenital
!ada enderita osteoetrosis )defek osteoklas dan monosit+, kadar 'gB, 'g4, dan kekeraan autoantibodi meningkat.
• Didaat
4kibat imunosuresi atau radiasi. d. Si"+em %a/'"i+
7enyebabkan infeksi berulang, kerentanan terhada infeksi iogenik berhubungan langsung dengan jumlah neutrofil yang menurun, resiko meningkat
aabila jumlah fagosit turun H 500%mm3. Defek ini juga mengenai sel !7.
• uantitatif
erjadi neutroenia%granulositoenia yang disebabkan oleh menurunnya roduksi atau meningkatnya destruksi. !enurunan roduksi diakibatkan emberian deresan )kemoterai ada kanker, leukimia+ dan kondisi genetik
)defek erkembangan sel hematoioetik+. !eningkatan destruksi meruakan fenomena autoimun akibat emberian obat tertentu )kuinidin, oksasilin+.
• ualitatif
7engenai fungsi fagosit seerti kemotaksis, fagositosis, dan membunuh mikroba intrasel.
- hroni" Branulomatous Disease )infeksi rekuren mikroba gram dan *+ - Defisiensi B8!D )menyebabkan anemia hemolitik+
- Defisiensi 7ieloeroksidase )menganggu kemamuan membunuh benda asing+
- hediak-&igashi Syndrome )abnormalitas lisosom sehingga tidak mamu meleas isinya, enderita meninggal ada usai anak+
- Aob Syndrome )ilek berulang, abses stahylo"o""us, eksim kronis, dan otitis media. adar 'g$ serum sangat tinggi dan ditemukan eosinofilia+. - #aFy #eu"o"yte Syndrome )meruakan kerentanan infeksi mikroba berat.
Aumlah neutrofil menurun, reson kemotaksis dan inflamasi terganggu+ - 4dhesi #eukosit )defek adhesi endotel, kemotaksis dan fagositsosis buruk,
efeks sitotoksik neutrofil, sel , sel terganggu. Ditandai infeksi bakteri dan jamur rekuren dan gangguan enyembuhan luka+
0. $e%i"ien"i Im&n S)e"i%i# a. K'n/en+ia!),ime,
Sangat jarang terjadi. • Sel 6
Defisiensi sel 6 ditandai dengan enyakit rekuren )bakteri+ 1 I-linked hyogamaglobulinemia
2 &iogamaglobulinemia sementara
3 ommon ariable hyogammaglobulinemia Disgamaglobulinemia
• Sel
Defisensi sel ditandai dengan infeksi irus, jamur, dan rotoFoa yang rekuren
1. Sindrom DiBeorge )alasi timus kongenital+ 2. andidiasis mukokutan kronik
• ombinasi sel dan sel 6
1. Seere "ombined immunodefi"ien"y disease 2. Sindrom neFelof
3. Sindrom wiskott-aldri"h . 4takia telangiektasi
5. Defisiensi adenosin deaminase *. 2i"i'!'/i#
• ehamilan
Defisiensi imun seluler daat diteemukan ada kehamilan. &al ini karena ningkatan aktiitas sel s atau efek suresif faktor humoral yang dibentuk
trofoblast. <anita hamil memroduksi 'g yang meningkat atas engaruh estrogen
• Csia tahun ertama
Sistem imun ada anak usia satu tahun ertama samai usia 5 tahun masih belum matang.
• Csia lanjut
Bolongan usia lanjut sering mendaat infeksi karena terjadi atrofi timus dengan fungsi yang menurun.
. $e%i"ien"i im&n dida)a+"e#&nde, • 7alnutrisi
• 'nfeksi
• Gbat, trauma, tindakan, kateterisasi, dan bedah
Gbat sitotoksik, gentamisin, amikain, tobramisin daat mengganggu kemotaksis neutrofil. loramfenikol, tetrasiklin daat menekan antibodi sedangkan rifamisin daat menekan baik imunitas humoral atauun selular. • !enyinaran
Dosis tinggi menekan seluruh jaringan limfoid, dosis rendah menekan aktiitas sel s se"ara selektif.
• !enyakit berat
!enyakit yang menyerang jaringan limfoid seerti &odgkin, mieloma multiel, leukemia dan limfosarkoma. Cremia daat menekan sistem imun dan menimbulkan defisiensi imun. Bagal ginjal dan diabetes menimbulkan defek fagosit sekunder yang mekanismenya belum jelas. 'munoglobulin juga daat menghilang melalui usus ada diare.
• ehilangan 'g%leukosit
Sindrom nefrotik enurunan 'gB dan 'g4, 'g7 norml. Diare )linfangiektasi intestinal, rotein losing enteroaty+ dan luka bakar akibat kehilangan rotein.
• Stres
• 4gammaglobulinmia dengan timoma
Dengan timoma disertai dengan menghilangnya sel 6 total dari sirkulasi. $osinoenia atau alasia sel darah merah juga daat menyertai.
• 4'DS ) Acquired 'mmunodefi"ien"y Syndrome+ 1.3 77 $tiologi Defisiensi 'mun
Se"ara umum, enyakit defisiensi imun daat dibagi menjadi kongenital )rimer+ dan didaat )sekunder+.
1. Defisiensi imun kongenital atau rimer
Eelatif jarang, 7eruakan defek geneti" yang meningkatkan kerentanan terhada infeksi yang sering sudah bermanifestasi ada bayi dan anak, tetai kadang se"ara klinis baru ditemukan usia lebih lanjut.
2. Defisiensi imun didaat atau sekunder
Eelatie lebih sering terjadi karena disebabkan berbagai fa"tor sesudah lahir. imbul akibat
a. 7alnutrisi
b. anker yang menyebar
". !engobatan dengan imunosuresan
d. 'nfeksi sel system imun yang amak jelas ada infeksi irus &'(, yang meruakan sebab 4'DS
e. Eadiasi
!enyakit difesiensi imun tersering mengenai limfosit, komlemen dan fagosit.
a. !enyakit imun daat ditimbulkan oleh karena tidak adanya fungsi sesifik defisiensi imun atau aktiitas yang berlebihan )hiersensitiitas+.
b. Grgan yang sering terkena adalah sal.ernaasan yang diserang bakteri iogenik atau jamur. 'g4 yang defisiensi daat mengakibatkan infeksi kronik salura ernaasan. ". 'nfeksi yang berulang atau infeksi yang tidak umum meruakan ertanda enting
adanya defisiensi imun.
0. Memahami dan Mene!a"#an HI3(AI$S 2.1 77 Definisi &'(-4'DS
&'( adalah termasuk retroirus dari family retroiridae dan genus lentiirus yang menginfeksi sistem imun terutama sel D sel yang memiliki resetor dengan afinitas yang tinggi untuk &'(.
4'DS )a"Juired 'mmune defi"ien"y syndrome+ daat diartikan sebagai kumulan gejala atau enyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi. 2.2 77 $tiologi &'(%4'DS
&'( berada terutama dalam "airan tubuh manusia. airan yang berotensial mengandung &'( adalah darah, "airan semen, "airan agina dan 4S'. !enularan &'( daat terjadi melalui berbagai "ara, yaitu kontak sesual, kontak dengan darah atau se"ret yang infeksius, ibu ke anak selama masa kehamilan, ersalinan dan emberian 4S'.
!enularan &'( bias dilihat se"ara horiFontal yaitu adalah melalui hubungan seksual )agina, anal, atau orogenital+, kontak kulit )dari jarum yang terkontaminasi+, atau ajanan selaut lendir dengan darah atau "airan tubuh yang terkontaminasi. Serta !enularan &'( se"ara erti"al, seerti dari ibu ke bayi daat terjadi translasenta di dalam rahim, saat ersalinan atau menyusui.
1. Seksual.
!enularan melalui hubungan heteroseksual adalah yang aling dominan dari semua "ara enularan. !enularan melalui hubungan seksual daat terjadi selama sesame laki-laki dengan eremuan atau laki-laki dengan laki-laki. Senggama berarti kontak seksual dengan enetrasi agina, anal, oral antara dua
indiidu. Eisiko tertinggi adalah enetrasi agina atau anal yang tak terlindungi dari indiidu yang terinfeksi &'(.
2. 7elalui transfusi darah atau roduk darah yang ter"emar &'(.
3. 7elalui jarum suntik atau alat kesehatan lain yang ditusukkan ke dalam tubuh yang terkontaminasi &'(, seerti jarum tato atau ada engguna narkotika suntik se"ara bergantian.
. 7elalui silet atau isau, en"ukur jenggot se"ara bergantian hendaknya dihindarkan karena daat menyebarkan &'(.
5. !enularan dari ibu ke anak
ebanyakan ineksi &'( ada anak didaat dari ibunya saat ia dikandung, dilahirkan,, dan sesudah lahir melalui asi
8. !enularan &'( melalui ekerjaan.
ontohnya ada ekerja kesehatan dan etugas laboratorium.
2.3 77 $idemiologi &'(%4'DS
!enularan &'(%4'DS terjadi akibat melalui "airan tubuh yang mengandung irus &'( yaitu melalui kelomok orang yang berisiko tinggi terhada &'(, misalnya hubungan seks baik homoseksual mauun heteroseksual, jarum suntik engguna narkotika, transfusi komonen darah dan dari ibu yang terinfeksi &'( ke bayinya yang dilahirkan. amun, infeksi &'( saat ini juga telah mengenai semua golongan masyarakat. Samai akhir maret 2005 ter"atat 89/: kasus &'(%4'DS yang dilaorkan. Deatemen esehatan E' ada tahun 2002 memerkirakan jumlah enduduk 'ndonesia yang terineksi &'( adalah antara :0.000-130.000. Surei dilakukan ada tahun 2000 menunjukkan angka infeksi &'( yang "uku tinggi dilingkungan !S di 7erauke yaitu 5-28,5@, 3,38@ di Aakarta Ctara dan 5,5@ di Aawa 6arat.
!ada tahun 2009, di seluruh dunia, sekitar 35 juta orang telah terinfeksi &'(, termasuk 2,5 juta diantaranya anak anak. #ebih dari 25 juta orang telah meninggal karena 4'DS, dengan /0@ kematian terjadi di 4frika. Sekitar 2,5 juta orang di seluruh dunia tertular &'( ada tahun 2009. Di daerah 4frika dan 4sia dengan laju kejadian infeksi sebesar 0@ sebagian besar terjadi akibat enularan heteroseksual. erdaat lebih dari :00.000 orang yang telah didiagnosis dengan 4'DS ada anak kurang dari 13 tahun. !ada tahun 2008, sekitar 35.000 orang yang hidu dengan &'(%4'DS termasuk sekitar 8000 anak anak yang mengalami infeksi erinatal. Dierkirakan terdaat 58.300 kasus &'( baru di 4merika Serikat ada tahun 2008.
!enularan erti"al menyumbang lebih dari :0@ dari semua kasus 4'DS ada anak anak di 4merika Serikat. Saat ini, dierkirakan terjadi sekitar 100 samai 200 bayi yang lahir dengan infeksi &'( setia tahun di 4merika Serikat. $fektias rofilaksis erinatal telah mengurangi jumlah kasus 4'DS anak baru se"ara dramatis di 4merika
Serikat dan negara egara maju. Sebagian besar kasus anak sekarang terjadi ada remaja yang terlibat dalam kegiatan seksual yang tidak aman.
7enurut <&G ada tahun 201 ini, seorang yang melakukan seks antara laki-laki dangan laki-laki akan daat terinfeksi irus &'( 13 kali lebih besar dari ada oulasi umumnya. 7enurt wilayahnya, erkiraan realensi terkena &'( karena berhubungan seks sesama laki-laki di daerah timur tengah sekitar 3,0@ dan di afrika Ctara sekitar 25,@. Sedangkan se"ara global, ada oulasi naraidana realensi terkena &'(, &eatitis 6 dan , infeksi menular seks, dan 6 dierkirakan 2 samai 10 kali liat lebih tinggi dari oulasi umum. !ada ekerja seks komersial se"ara global, realensi terkena &'( sebesar 12@ dan di 28 negara yang memunyai realensi terkena &'( tinggi ada oulasi umum, 30,9@ ekerja seks yang ositif &'(. !realensi &'( di 'ndonesia antara orang-orang yang menyuntikkan narkoba dierkirakan sekitar 38,@ )dibandingkan dengan 0,@ di usia oulasi umum 15-: tahun+.
2. 77 !atofifiologi &'(%4'DS
Setelah infeksi awal &'(, asien mungkin teta seronegatif samai beberaa bulan . amun, asien ini bersifat menular selama eriode ini dan daat memindahkan irus ke orang lain. >ase ini disebut4window period” )“masa jendela” +. 7anifestasi klinis ada orang terinfekdi daat timbul sedini 1 samai minggu setelah ajanan.
Infeksi akut terjadi ada taha serokonersi dari satus antibodii negatie menjadi ositif. Beajal mungkin berua malaise, diare, demam, limfadenoati, dan ruam
erifer. adar limfosit D*turun dan kemudian kembali ke kadar sedikit di bawah semula ada asien.
Dalam beberaa minggu setelah infeksi akut, asien masuk ke fase asimtomatik. !ada ini kadar D* umumnya sudah mendekati normal. amun, kadar limfosit D* menurun bertaha seiring berjalannya waktu. Selama fase ini baik irus mauun antibody irus daat ditemukan di dalam darah.
!ada fase simtomatik dari erjalanan enyakit, hitung sel D* asien umumnya sudah turun dibawah 300 sel%Kl dijumai gejala-gejala yang menunjukkan imunosuresi dan gejala ini berlanjut samai aasien memerlihatkan enyakit-enyakit terkaitAI$S
2.5 77 7anifestasi linis &'(%4'DS
7enurut !4 )2009+ gejala klinis terdiri dari 2 gejala yaitu gejala mayor )umum terjadi+ dan gejala minor )tidak umum terjadi+.
Bejala mayor
a. 6erat badan menurun lebih dari 10@ dalam 1 bulan b. Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
". Demam berkeanjangan lebih dari 1 bulan d. !enurunan kesadaran dan gangguan neurologis e. Demensia% &'( ensefaloati
Bejala minor
a. 6atuk meneta lebih dari 1 bulan b. Dermatitis generalisata
". 4danya heres Foster multisegmental dan heres Foster berulang d. andidias orofaringeal
e. &eres simleks kronis rogresif f. #imfadenoati generalisata
g. Eetinitis irus Sitomegalo
7enurut 4nthony )>au"i ? #ane, 200/+ gejala klnis daat dibagi menurut fasenya yaitu
1.+ >ase 4kut
50-90@ enderita mengalami sekitar 3-8 minggu seleas infeksi rimer. Bejala yang tibul yaitu demam, faringitis, limfadenoati, sakit keala, arthralgia, berat badan menurun, mual, muntah, diare, mu"o"utaneous ul"eration, eritema makuloaular rash.
2.+ >ase 4simtomatik
6erlaku sekitar 10 tahun bila tidak diobati, fase ini irus berelikasi aktif dan rogresif.
>ase akhir dari &'(, terjadi 10 tahun atau lebh setelah infeksi, gejala lebih berat mulai timbul dan infeksi tersebut akan berakhir dengan 4'DS.
K'm)!!i#a"i In%e#"i HI3
omlikasi-komlikasi umum ada asien &'(%4'DS akibat infeksi oortunistik T&*e,#&!'"i" 5TB6
Di negara-negara miskin, 6 meruakan infeksi oortunistik yang aling umum yang terkait dengan &'( dan menjadi enyebab utama kematian di antara orang yang hidu dengan 4'DS. Autaan orang saat ini terinfeksi &'( dan 6 dan banyak ahli mengangga bahwa ini meruakan wabah dua enyakit kembar.
Sa!m'ne!'"i"
ontak dengan infeksi bakteri ini terjadi dari makanan atau air yang telah terkontaminasi. Bejalanya termasuk diare berat, demam, menggigil, sakit erut dan, kadang-kadang, muntah. 7eskiun orang terkena bakteri salmonella daat menjadi sakit, salmonellosis jauh lebih umum ditemukan ada orang yang &'(-ositif.
C7+'me/a!'8i,&" 5CM36
(irus ini adalah irus heres yang umum ditularkan melalui "airan tubuh seerti air liur, darah, urine, semen, dan air susu ibu. Sistem kekebalan tubuh yang sehat daat menonaktifkan irus sehingga irus teta berada dalam fase dorman )tertidur+ di dalam tubuh. Aika sistem kekebalan tubuh melemah, irus menjadi aktif kembali dan daat menyebabkan kerusakan ada mata, saluran en"ernaan, aru-aru atau organ tubuh lainnya.
Kandidia"i"
andidiasis adalah infeksi umum yang terkait &'(. &al ini menyebabkan eradangan dan timbulnya laisan utih tebal ada selaut lendir, lidah, mulut, kerongkongan atau agina. 4nak-anak mungkin memiliki gejala arah terutama di mulut atau kerongkongan sehingga asien merasa sakit saat makan.
C,7)+''a! Menin/i+i"
7eningitis adalah eradangan ada selaut dan "airan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang )meninges+. ryto"o""al meningitis infeksi sistem saraf usat yang umum terkait dengan &'(. Disebabkan oleh jamur yang ada dalam tanah dan
mungkin berkaitan dengan kotoran burung atau kelelawar. T'9')!a"m'!i"i"
'nfeksi yang berotensi mematikan ini disebabkan oleh oLolasma gondii. !enularan arasit ini disebabkan terutama oleh ku"ing. !arasit berada dalam tinja ku"ing yang terinfeksi kemudian arasit daat menyebar ke hewan lain.
K,i)+'")',idi'"i"
'nfeksi ini disebabkan oleh arasit usus yang umum ditemukan ada hewan. !enularan kritosoridiosis terjadi ketika menelan makanan atau air yang terkontaminasi.
!arasit tumbuh dalam usus dan saluran emedu yang menyebabkan diare kronis ada orang dengan 4'DS.
anker yang biasa terjadi ada asien &'(%4'DS Sa,#'ma Ka)'"i
Sarkoma aosi adalah suatu tumor ada dinding embuluh darah. 7eskiun jarang terjadi ada orang yang tidak terinfeksi &'(, hal ini menjadi biasa ada orang dengan &'(-ositif. Sarkoma aosi biasanya mun"ul sebagai lesi merah muda, merah atau ungu ada kulit dan mulut. !ada orang dengan kulit lebih gela, lesi mungkin terlihat hitam atau "oklat gela. Sarkoma aosi juga daat memengaruhi organ-organ internal, termasuk saluran en"ernaan dan aru-aru.
Lim%'ma
anker jenis ini berasal dari sel-sel darah utih. #imfoma biasanya berasal dari kelenjar getah bening. anda awal yang aling umum adalah rasa sakit dan embengkakan kelenjar getah bening ketiak, leher atau selangkangan.
omlikasi lainnya Wa"+in/ S7nd,'me
!engobatan agresif telah mengurangi jumlah kasus wasting syndrome, namun masih teta memengaruhi banyak orang dengan 4'DS. &al ini didefinisikan sebagai enurunan aling sedikit 10 ersen dari berat badan dan sering disertai dengan diare,
kelemahan kronis dan demam. K'm!i#a"i Ne&,'!'/i"
<alauun 4'DS tidak mun"ul untuk menginfeksi sel-sel saraf, tetai 4'DS bisa menyebabkan gejala neurologis seerti kebingungan, lua, deresi, ke"emasan dan kesulitan berjalan. Salah satu komlikasi neurologis yang aling umum adalah demensia 4'DS yang komleks, yang menyebabkan erubahan erilaku dan fungsi mental berkurang.
• Sind,'m Im&n ,e#'n"+i+&"i Sind,'m Im&n P&!ih
!emberian obat 4E( akan menekan jumlah &'( dalam darah sehingga enghan"uran D daat dikurangi dan akibatnya D akan meningkat. !eningkatan
D bermanfaat untuk mengurangi infeksi ourtunistik.
amun demikian emulihan kekebalan tubuh juga daat menimbulkan sindrom imun rekonstitusi yaitu sindrom yang timbul akibat terjadinya roses radang setelah kekebalan tubuh ulih kembali. Sindrom ini daat berua demam, embengkakan kelenjar limfe, batuk serta erurukan foto toraks. Sindrom ini sering terjadi ada asien yang mengalami infeksi oortunisti" 6, namun bias juga timbul ada infeksi ortunistik lainnya.
Sindrom ini biasanya timbul 8-/ minggu enggunaan obat 4E(, gejala klinis lainnya seerti berat badan membaik, D meningkat namun gejala arena infeksi
ortunistik timbul kembali sebagai akibat gejala inflamasi. Sindrom ini juga bias bermanifestasi sebagai enyakit autoimun )luus, enyakit graes+, erburukan heatitis 6 atau yang sudah ada. erai obat 4E( erlu diteruskandan untuk menakan gejala radang diberikan obat kortikosteroid.
2.8 77 Diagnosis &'(%4'DS
Diagnosis &'( ditegakkan dengan kombinasi antara gejala klinis dengan emeriksaan laboratorium.
a+ !emeriksaam antigen !2
Ditemukan ada serum, iarma, "airan serebrosinal. adarnya meningkat saat awal dan beberaa saat sebelum enderita memasuki stadium 4'DS. Sensitiitasnya men"aai ::@ dan sesifitasnya lebih tinggi hingga ::,:@. !emeriksaan antigen 2 hanya dianjurkan sebagai emeriksaan tambahan ada enderita risiko tinggi tertular irus &'( dan tidak dianjurkan sebagai awal emeriksaan yang berdiri sendiri.
b+ ultur &'(
Daat dikultur dari "airan lasma, serum, eriheral blood mono"lear "ell, "airan serebrosinal, salia, semen, lendir seriks, serta asi. ultur &'( biasa tubuh dalam 21 hari.
"+ &'( E4
Sering disebut juga M(iral loadN adalah emeriksaan yang menggunakan teknologi !E untuk mengetahui jumlah &'( dalam darah. !emeriksaan yang enting untuk mengetahui dinamika &'( dalam tubuh. &'(-E4 daat ositif ada 11 hari setelah terinfeksi &'( sehingga menurunkan masa jendela ada skrining donor darah.
d+ !emeriksaan 4ntibodi
Diklasifikasikan sebagai emeriksaan enais )s"reening+ dann emeriksaan konfirmasi. Cntuk emeriksaan enaisan menggunakan metode enFim linked immunosorbent assay )$#'S4+ metode aling "o"ok digunakan untuk enaisan sesimmen dalam jumlah besar seerti ada donor darah. Cntuk emeriksaan konfirmasi yang aling sering digunakan adalah emeriksaan <etern 6lot )<6+.
• Strategi '
&anya dilakukan satu kali emeriksaan. 6ila hasil emeriksaan reaktif, maka diangga sebagai kasus terinfeksi &'( dan bila hasil emeriksaan nonreaktif diangga tidak terinfeksi &'(. Eeagensia yang diakai untuk emeriksaan ada strategi ini harus memiliki sensitiitas yang tinggi )=::@+.
• Strategi ''
7enggunakan dua kali emeriksaan jika serum ada emeriksaan ertama memberikan hasil reaktif. Aika ada emeriksaan ertama hasilnya nonreaktif, maka dilaorkan hasilnya negatif. !emeriksaan ertama menggunakan reagensia dengan sensitiitas tertinggi dan ada emeriksaan kedua diakai reagensia yang lebih sesifik serta berbeda jenis antigen atau tekniknya dari yang diakai ada emeriksaan ertama. 6ila hasil emeriksaan kedua juga reaktif, maka disimulkan sebagai terinfeksi &'(. amun jika hasil emeriksaan yang kedua adalah nonreaktif, maka emeriksaan harus diulang dengan kedua metode. 6ila hasil teta tidak sama, maka dilaorkan sebagai indeterminate.
• Strategi '''
7enggunakan tiga kali emeriksaan. 6ila hasil emeriksaan ertama, kedua, dan ketiga reaktif, maka daat disimulkan bahwa asien tersebut memang terinfeksi &'(. 6ila hasil emeriksaan tidak sama, misalnya hasil tes ertama reaktif, tes kedua reaktif, dan tes ketiga nonreaktif, atau tes ertama reaktif, sementara tes kedua dan ketiga nonreaktif, maka keadaan ini disebut sebagai eJuiokal atau indeterminate bila asien yang dieriksa memiliki riwayat emaaran terhada &'( atau berisiko tinggi tertular &'(. Sedangkan bila hasil seerti yang disebut sebelumnya terjadi ada orang tana riwayat emaaran terhada &'( atau tidak berisiko tertular &'(, maka hasil emeriksaan dilaorkan sebagai nonreaktif. !erlu dierhatikan juga bahwa ada emeriksaan ketiga diakai reagensia yang berbeda asal antigen atau tekniknya, serta memiliki sesifisitas yang lebih tinggi.
Aika emeriksaan enyaring menyatakan hasil yang reaktif, emeriksaan daat dilanjutkan dengan emeriksaan konfirmasi untuk memastikan adanya infeksi oleh &'(, yang aling sering diakai saat ini adalah teknik <estern 6lot )<6+.
2.9 77 atalaksana dan !en"egahan &'(%4'DS
• !engobatan suortif ;aitu engobatan untuk meningkatkan keadaan umum enderita. !engobatan ini terdiri dari emberian giFi yang baik, obat sintomatik, itamin dan dukungan sikososial agar enderita daat melakukan aktiitas seerti semula%seotimal mungkin.
• !engobatan infeksi oortunistik;aitu engobatan yang ditujukan untuk infeksi oortunistik dan dilakukan se"ara emiris.
• !engobatan untuk menekan relikasi irus &'( dengan obat antiretroira )4E(+ $E4!' 4'E$EG('E4#
!engobatan GD&4 dewasa dengan antiretroiral dibagi menjadi dua kelomok 1. Eegimen 4E( #ini !ertama
a. Bolongan u"leoside E' )E'+ • 4ba"air )46+ 00 mg sekali sehari
• Didanosine )ddl+ 250 mg sekali sehari )66H80 kg+ • #amiudine )3+ 300 mg sekali sehari
• Staudine )d+ 0 mg setia 12 jam
• Oidoudine )OD( atau 4O+ 300 mg setia 12 jam b. u"leotide E'
• enofoir )D>+ 300 mgsekali sehari )obat baru+ ". on-nu"leoside E' )E'+
• $fairenF )$>(+800 mg sekali sehari
d. !rotease 'nhibitor )!'+
• 'ndinair%ritronair )'D(%r+ /00 mg%100 mg setia 12 jam • #oinair%ritonair )#!(%r+ 00 mg%100 mg setia 12 jam • elfinair )>(+ 1250 mg setia 12 jam
• SeJuinair%r )SP(%r+ 1000 mg%100 mg setia 12 jam • Eitonair )E(, r+ 100 mg
!ilihan engobatan adalah kombinasi 2 E' * 1 E' 1. 4O * 3 * (!
2. 4O * 3 *$(! 3. d * 3 * (! . d *3 * $>( 2. Eegimen 4E( #ini edua
'ni meruakan alternatie engobatan aabila yang ertama gagal 1. 4O atau d diganti dengan D> atau 46
2. 3 diganti dengan ddl
3. (! atau $>( diganti dengan #!(%r atau SP(%r Gbat 4E( menjadi ilihan terai karena
• 4E( memerlambat rogresiitas enyakit dan daat memeranjang daya tahan tubuh
• Gbat ini aman, mudah, dan tidak mahal. 4ngka transmisi daat diturunkan samai mendekati nol melalui identifikasi dini ibu hamil dengan &'( ositif dan engelolaan klinis yang agresif
• 'munisasi belum memuaskan T&&an Te,a)i AR3
• 7enurunkan angka kematian dan angka erawatan di rumah sakit • 7enurunkan iral load
• 7eningkatkan D )emulihan resons imun+ • 7engurangi resiko enularan
• 7eningkatkan kualitas hidu
K,i+e,ia &n+&# mem*e,i#an +e,a)i an+i,e+,'8i,&" "e*a/ai *e,i#&+ :
• es &'( se"ara sukarela disertai konseling yang mudah dijangkau untuk mendiagnosis &'( se"ara dini.
• ersedia dana yang "uku untuk membiayai 4nti Eetroirus erai )4E+ selama sedikitnya 1 tahun
• onseling bagi asien dan endaming untuk memberikan engertian tentang 4E, entingnya keatuhan ada terai, efek saming yang mungkin terjadi, dll.
• onseling lanjutan untuk memberi dukungan sikososial dan mendorong keatuhan serta untuk menghadai masalah nutrisi yang daat timbul akibat 4E
• #aboratorium untuk memantau efek saming obat termasuk &b, tes fungsi hati, dll. • emamuan untuk mengenal dan menangani enyakit umum dan infeksi oortunistik
akibat &'(
• ersedianya obat yang bermutu dengan jumlah yang "uku, termasuk obat untuk infeksi oortunistik dan enyakit yang berhubungan dengan &'(.
• ersedianya tim kesehatan termasuk dokter, erawat, konselor, ekerja sosial, dukungan sebaya. im ini seharusnya membantu embentukan kelomok dukungan Grang Dengan &'(%4'DS )GD&4+ dan endaminya.
• 4danya elatihan, endidikan berkelanjutan, emantauan dan uman balik tentang enatalaksanaan enyakit &'( yang efektif termasuk sistem untuk menyebar luaskan
informasi dan edoman baru. !en"eghan 'nfeksi &'(
• Selalu menerakan kewasadaan mengenai seks aman )artinya hubungan seks yang tidak memungkinkan ter"amurnya "airan kelamin, karena hal ini memungkinkan enularan &'(+
• 6ila ibu hamil dalam keadaan &'( ositif sebaiknya diberitahu tentang semua resiko dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi ada dirinya sendiri dan bayinya, sehingga keutusan untuk menyusui bayi dengan 4S' sendiri bisa diertimbangkan. • 4bstinensi ) uasa, tidak melakukan hubungan seks+
• 7elakukan rinsi monogami yaitu tidak berganti-ganti asangan dan saling setia keada asangannya
• Cntuk yang melakukan hubungan seksual yang mengandung risiko, dianjurkan melakukan seks aman termasuk menggunakan kondom
o 4da dua hal yang erlu dierhatikan
• Semua alat yang menembus kulit dan darah )jarum suntik, jarum tato, atau isau "ukur+ harus disterilisasi dengan benar
• Aangan memakai jarum suntik atau alat yang menembus kulit bergantian dengan orang lain
2./ 77 !rognosis &'(%4'DS
ana engobatan, waktu hidu bersih rata-rata setelah terinfeksi &'( dierkirakan : samai 11 tahun, tergantung ada subtie &'(, di daerah-daerah dimana banyak tersedia, engembangan 4E( sebagai terai efektif untuk infeksi &'( dan 4'DS mengurangi kematian tingkat dari enyakit dengan /0@, dan meningkatkan haraan hidu untuk orang yang terinfeksi &'( baru didiagnosis sekitar 20 tahun.
ana terai antiretroiral, kematian biasanya terjadi dalam waktu satu tahun. #aju erkembangan enyakit klinis sangat berariasi antara indiidu dan telah terbukti diengaruhi oleh banyak faktor seerti kerentanan host dan fungsi kekebalan tubuh. ;. Memahami dan Mene!a"#an $i!ema E+i#
KEWAJIBAN $OKTER TERHA$AP PASIEN Pa"a! 10
Setia dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang asien, bahkan juga setelah asien itu meninggal dunia.
Pa"a! 1;
Setia dokter wajib melakukan ertolongan darurat sebagai suatu tugas erikemanusiaan, ke"uali bila ia yakin ada orang lain bersedia dan mamu
memberikannya. aidah Dasar 6ioetik
• Prinsip Autonomy, menghormati hak-hak pasien, hak otonomi pasien.
Melahirkan informed onsent
• Prinsip Benefcence, !indakan "nt"k ke#aikan pasien. Memilih le#ih
#an$ak manfaatn$a daripada #"r"kn$a.
• Prinsip Non-malefcence, Melarang tindakan $ang memper#"r"k kedaan
pasien. %rim"m non noere ata" a#o&e all do no harm.
Prinsip Justice, mementingkan fairness dan keadilan dalam #ersikap ma"p"n dalam mendistri#"sikan s"m#er da$a 'distri#"ti& ("stie)
Etika Dokter dalam Penanganan Kasus HIV
Stigma adalah stemel yang menimbulkan kesan jijik, kotor, antiati dan berbagai erasaan negatif lainnya. Stigma ada GD&4
• *ingk"ngan mas$arakat '71,4+),
• itempat pela$anan kesehatan '35,5+)
ilingk"ngan kel"arga '18,5+).
Di 'ndonesia kebijaksanaan ini daat terlihat dari strategi asional !enanggulangan &'(%4'DS sebagai berikut
• etiap orang #erhak "nt"k mendapatkan informasi $ang #ar" mengenai
/aids, #aik "ntk melind"ngi diri sendiri ma"p"n menegah pen"laran kepada orang lain
• !etap menghormati harkat dan marta#at para pasien /pasien aids dan
kel"argan$a
• Menegah perlak"an diskriminatif kepada pengidap /pasien / dan
kel"argan$a
• etiap "pa$a diarahkan "nt"k mempertahankan dan memperk"at
ketahanan kel"arga $ang men(adi salah sat" pilar dari kese(ahteraan kel"arga
alam (angka pan(ang mem#ent"k perilak" #ertangg"ng (aa# kh"s"sn$a dalam kesehatan reprod"ksi $ang mamp" menangkal pen$e#aran &ir"s /
<. Memahami dan Mene!a"#an Pandan/an I"!am Te,hada) HI3(AI$S
S'!&"i P,e8en+i%
ransmisi utama )media enularan yang utama+ enyakit &'(%4'DS adalah seks bebas. Gleh karena itu en"egahannya harus dengan menghilangkan raktik seks bebas tersebut. &al ini meliuti media-media yang merangsang )ornografi-ornoaksi+, temat-temat rostitusi, "lub-"lub malam, temat-temat maksiat dan elaku maksiat.
1. Islam tela mengaramkan laki-laki dan perempuan yang !ukanmurim !erkol"at #!erduaan$pacaran%& a#da as"l"llah a*aa $akhl"anna ro("l"n #i imroatin a inna tsalis"ha
s$aithanartin$a :angan sekali-kali seorang lelaki dengan peremp"an men$epi '#"kan m"hrim) karena ses"ngg"hn$a s$aithan ada se#agai pihak ketiga;. '. <aiha=$)
2. Islam mengaramkan per'inaan dan segala yang terkait dengannya& 4llah Swt berfirman
QAanganlah kalian mendekati Fina karena sesungguhnya Fina itu erbuatan yang keji dan seburuk-buruknya jalanR )PS al 'sraN19T32+
3. Islam mengaramkan perilaku seks menyimpang( antara lain omoseks #laki-laki dengan laki-laki% dan les!ian #perempuan dengan perempuan %& irman llah t dalam s"rat al raf a$at 80-81 an 'kami ("ga telah meng"t"s) *"th ' kepada ka"mn$a). '/ngatlah) tatkala dia #erkata kepada mereka Mengapa kam" menger(akan per#"atan kotor it", $ang #el"m pernah diker(akan oleh seorangp"n man"sia 'did"nia ini) se#el"mm"> es"ngghn$a kam" mendatangi lelaki "nt"k melepaskan nafs"m" ' kepada mereka ), #"kan kepada anita, <ahkan kam" ini adalah ka"m $ang melampa"i #atas.' !?. l raf 80-81)
4. Islam melarang pria-"anita melakukan per!uatan-per!uatan yang mem!aayakan aklak dan merusak masyarakat( termasuk pornograf dan pornoaksi. /slam melarang seorang pria dan anita melak"kan kegiatan dan peker(aan $ang menon(olkan sens"alitasn$a. a@ i#n" ifaa pernah #ert"t"r demikian Aahaana hallallaah" alaihi assaliman kas#iB ammato illa maa amilat #i$adaiha. Ca =aala aa kadDa #iasho#iihi nakhal kha#Di al ghaDli an na=s$i.artin$a Aa#i a telah melarang kami dari peker(aan
seorang pela$an anita ke"ali $ang diker(akan oleh ked"a tangann$a. <elia" #ersa#da eperti inilah (ari-(emarin$a $ang kasar se#agaimana haln$a t"kang roti, pemintal, ata" peng"kir.;
)& Islam mengaramkan kamr dan seluru !enda yang mema!ukkan serta
men/ha,am#an na,#'*a. Sabda Easulullah Saw Qullu muskirinharaamunR artinya QSetia yang menghilangkan akal itu adalah haram)&E. 6ukhori 7uslim+Q#aa dharaara wa la dhiraaraR artinya Ridak boleh menimakanbahaya ada diri sendiri dan keada orang lain.R )&E. 'bnu 7ajah+. arkoba termasuk sesuatu yang daat menghilangkan akal dan menjadi intu gerbang dari segala kemaksiatan termasuk seks bebas. Sementara seks bebas inilah media utama enyebab irus &'(%4'DS .
6. *ugas Negara mem!eri sangsi tegas !agi pelaku mendekati 'ina& %elak" Dina m"hshan 's"dah menikah) dira(am, sedangkan peDina ghoir" m"hshan diam#"k 100 kali. dap"n pelak" homoseks"al dih"k"m matiB dan pen$alahg"naan narko#a dih"k"m am#"k. %ara pegedar dan pa#rik narko#a di#eri sangsi tegas sampai dengan mati. em"a fasilitator seks #e#as $ait" pemilik media porno, pelak" porno, distri#"tor, pemilik tempat-tempat maksiat, germo, m"ikari, #aking #aik okn"m aparat ata" #"kan, sem"an$a di#eri sangsi $ang tegas dan di#"#arkan.
S'!&"i K&,a+i%
Grang yang terkena irus &'(%4'DS, maka tugas negara untuk melakukanbeberaa hal sebagai berikut
Grang yang terkena irus &'(%4'DS, maka tugas negara untuk melakukanbeberaa hal sebagai berikut
1. Grang yang tertular &'(%4'DS karena berFina maka jika dia sudahmenikah dihukumrajam. Sedangkan yang belum menikah di"ambuk100 kali dan selanjutnya dikarantina.
2. Grang yang tertular &'(%4'DS karena &omoseks maka dihukum mati.
3. Grang yang tertular &'(%4'DS karena memakai arkoba makadi"ambuk selanjutnya dikarantina.
. Grang yang tertular &'(%4'DS karena efek siral )tertular se"ara tidak langsung+ misalnya karena transfusi darah, tertular dari suaminya dan sebagainya, maka orang tersebut dikarantina.
!enderita &'(%4'DS yang tidak karena melakukan maksiat dengan sangsi hukuman mati, maka tugas negara adalah mengkarantina mereka. arantina dalam arti memastikan tidak terbuka eluang untuk terjadinya enularan harus dilakukan, terutama keada asien terinfeksi fase 4'DS. &al ini berdasarkan sabda Easulullah Saw yang artinya QSekali-kali janganlah orang yang berenyakit menularkan keada yang sehatR )&E 6ukhori +. Q4abila kamu mendengar ada wabah di suatu negeri, maka janganlah kamu memasukinya dan aabila wabah itu berjangkit sedangkan kamu berada dalam negeri itu , janganlah kamu keluar melarikan diriR )&E. 4hmad, 6ukhori, 7uslim dan asaNi dari 4bdurrahman bin M4uf+.
$A2TAR PUSTAKA
6aratawidjaja B, Eengganis '. )2010+. Imunologi Dasar . Aakarta 6alai !enerbit >C'. Dorland, <.4 ewman. )2010+. amus edokteran Dorland. $disi 31. Aakarta $B
Bunawan SB, Setiabudy E, afrialdi, $lysabeth. )2011+. Farmakologi dan Terapi. $disi (, Aakarta Deartemen >armakologi dan eraeutik >C'.
htt%%as.who.int%iris%bitstream%10885%12/0/%1%:9/:2150931Ueng.dfuaV1?uaV1 htt%%reository.usu.a".id%bitstream%123589/:%3189/%%hater@20''.df
htt%%www.nlm.nih.go%medlinelus%en"y%arti"le%0005:.htm htt%%www.nlm.nih.go%medlinelus%hiaidsmedi"ines.html
7.Ausuf, 4mri 4mir. )200/+. $'4 edokteran ? &ukum esehatan edisi . Aakarta !enerbit 6uku edokteran $B.
elson, 6ehrmen, liegman, dkk. )2000+. 'lmu esehatan 4nak elson edisi 15 ol 2. Aakarta $B.
!ri"e, Sylia 4. )2005+. !atofisiologi onse linis !roses-!roses !enyakit $disi 8. Aakarta !enerbit 6uku edokteran $B.
Eosyidah, >. )2011+. Kritik Islam Terhadap Strategi Penangulangan HIV-AIDS er!asis Paradigma Sekuler-"i!eral dan Solusi Islam dalam #enangani Kompleksitas Pro!lematika HIV-AIDS$
Sherwood #. )201+. >isiologi 7anusia Dari Sel ke Sistem edisi /. Aakarta $B.
Sudoyo aru. <. )201+. 6uku 4jar 'lmu !enyakit Dalam Ailid ' $disi ('. 'nterna !ublishing Aakarta.