• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wrap Up Skenario 4 Hiv b4 Blok Mpt

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Wrap Up Skenario 4 Hiv b4 Blok Mpt"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

SKENARIO SKENARIO

MENCRET

MENCRET BERKEPABERKEPANJANGANNJANGAN

Seorang laki-laki berusia 25 tahun, datang ke dokter dengan keluhan diare yang hilang Seorang laki-laki berusia 25 tahun, datang ke dokter dengan keluhan diare yang hilang timbul sejak 3 bulan yang lalu, disertai sering demam, sariawan, tidak nafsu makan dan berat timbul sejak 3 bulan yang lalu, disertai sering demam, sariawan, tidak nafsu makan dan berat  badan menurun

 badan menurun sebanyak 1sebanyak 10kg dalam 0kg dalam waktu 3 waktu 3 bulan terakhir. Dari anamnesis bulan terakhir. Dari anamnesis didaatkan didaatkan asienasien adalah anggota komunitas ga

adalah anggota komunitas gay.y.

!ada emeriksaan fisik asien terlihat kaheksia, mukosa lidah

!ada emeriksaan fisik asien terlihat kaheksia, mukosa lidah kering dan terdaat ber"ak-kering dan terdaat ber"ak- ber"ak

 ber"ak utih. utih. !ada !ada emeriksaan emeriksaan laboratorium laboratorium darah darah rutin rutin didaatkan didaatkan #$D #$D 50mm%jam.50mm%jam. !emeriksaan feses terdaat sel ragi. !eda emeriksaan

!emeriksaan feses terdaat sel ragi. !eda emeriksaan screening screening antibodi &'( didaatkan hasilantibodi &'( didaatkan hasil )*+ kemudian dokter

)*+ kemudian dokter menganmenganjurkan emeriksjurkan emeriksaan aan konfirkonfirmasi &'( dan masi &'( dan hitunhitung g jumlajumlah h limflimfosit osit  D dan D/.

D dan D/. Dar

Dari i datdata a tertersebsebut ut doktdokter er menymenyimuimulkalkan n bahwbahwa a enenderderita ita ini ini menmengalgalami ami ganggangguanguan defisiensi imun akibat terinfeksi irus &'(. Dokter menganjurkan asien untuk datag ke dokter  defisiensi imun akibat terinfeksi irus &'(. Dokter menganjurkan asien untuk datag ke dokter  lain dengan alasan yang tidak jelas.

(2)

KATA – KATA SULIT KATA – KATA SULIT •

• aheksia aheksia  suatu  suatu kondisi yang kondisi yang menggambarkan kondisi menggambarkan kondisi rogresif rogresif erubahan bentuk erubahan bentuk tubuhtubuh dikarenakan sebab  sebab tertentu seerti kelainan metabolism, kanker dan dikarenakan sebab  sebab tertentu seerti kelainan metabolism, kanker dan  berbagai enyebab lainnya.

 berbagai enyebab lainnya. •

• #$D #$D   e"eatan e"eatan mengenda mengenda eritrosit eritrosit dari dari suatu suatu samel samel darah darah yang yang dieriksa dieriksa dalamdalam suatu alat tertentu yang dinyatakan dalam mm%jam.

suatu alat tertentu yang dinyatakan dalam mm%jam. •

• D D   #imfosit #imfosit Sel Sel --&eler &eler  •

(3)

PERTANYAAN 1. 4a yang menyebabkan enyakit &'( 

2. 4a faktor-faktor yang menyebabkan defisiensi imun  3. 6eraa nilai #$D ada orang normal 

. 7engaa ada feses asien terdaat sel ragi 

5. 6agaimana "ara enularan irus &'( dan beraa ersentase dominanya 

8. 4akah tindakan yang dilakukan dokter itu sudah benar  alau tidak, mengaa  9. 4a gejala enyakit &'( 

/. 6agaimana "ara men"egah &'( 

(4)

JAWABAN

1. ;ang menyebabkan enyakit &'( adalah irus.

2. 4kibat malnutrisi, kanker yang menyebar, engobatan dengan immunosuressan, infeksi irus &'(.

3. - <anita  0-20 mm%jam

- <anita = 50 tahun  0-30 mm%jam - !ria 0-15 mm%jam

- !ria = 50 tahun  0-20 mm%jam - 4nak - anak  0-10 mm%jam )>i"hba"h ? Dunning, 200:+

. arena adanya infeksi oortunistik, seharusnya sel ragi hanya sebagai flora normal saja di saluran en"ernaan.

5. - 7elalui 4S'  1, @ - 30 @ - &ubungan &omoseksual  92,: @

- !enggunaan Aarum suntik yang tidak steril. - ranfusi darah

8. idak, karena dokter seharusnya memberikan enjelasan ada asien kenaa dokter itu menganjurkan asien ke dokter lain.

9. Bejala &'( 4kut

- Cmum Demam, limfadenoati, sakit keala, enurunan berat badan, diare - eurologi 7eningitis, en"ehalitis

- Dermatologi Euam makuloaular, dan eritem, ul"erasi mukokutan /. - idak melakukan hubungan homoseksual

- &ubungan heteroseksual dengan menggunakan kondom - 7engunakan jarum suntik steril

:. entang dilarangnya suatu hal yang daat mendekati erFinaan.

(5)

!erilaku yang beresiko tinggi seerti bererilaku seks bebas dan atau seks yang tidak  sehat, enggunaan jarum suntik yang tidak steril, anak yang lahir dan bayi yang menyusui dari ibu yang terinfeksi &'(, dan orang yang bekerja di elayanan kesehatan serta ekerja laboratorium daat menyebabkan seseorang terinfeksi &'(. 'nfeksi &'( ditularkan melalui "airan tubuh seerti darah, "airan semen, "airan 4S' serta "airan agina yang ditandai dengan mun"ulnya gejala umum, neurologi, dermatologi yang dalam jangka waktu tertentu akan menjadi 4'DS.

(6)

SASARAN BELAJAR 

#G. 1 7emahami dan 7enjelaskan Defisiensi 'mun 1.1 77 Definisi Defisiensi 'mun

1.2 77 lasifikasi Defisiensi 'mun 1.3 77 $tiologi Defisiensi 'mun

#G. 2 7emahami dan 7enjelaskan &'(-4'DS 2.1 77 Definisi &'(-4'DS

2.2 77 $tiologi &'(-4'DS 2.3 77 $idemiologi &'(-4'DS 2. 77 !atofisiologi &'(-4'DS 2.5 77 7anifestasi inis &'(-4'DS 2.8 77 Diagnosis &'(-4'DS

2.9 77 atalaksana ? !en"egahan &'(-4'DS 2./ 77 !rognosis &'(-4'DS

#G. 3 7emahami dan 7enjelaskan Dilema $tik 

(7)

PEMBAHASAN 1. Memahami dan Mene!a"#an $e%i"ien"i Im&n

1.1 77 Definisi Defisiensi 'mun

'munodefisiensi terjadi jika sistem imun gagal bereson se"ara adekuat terhada infasi asing. !enyakit ini daat bersifat kongenital )terdaat sejak lahir+ atau didaat )non-herediter+ dan hanya menggangu imunitas yang dierantarai oleh antibody, imunitas yang dierantarai oleh sel atau keduanya.

1.2 77 lasifikasi Defisiensi 'mun

lasifikasi defisiensi imun dibagi dua, yaitu 1. $e%i"ien"i Im&n N'n(S)e"i%i# 

a. K'm)!emen

Daat berakibat meningkatnya insiden infeksi dan enyakit autoimun )S#$+, defisiensi ini se"ara genetik.

• ongenital

7enimbulkan infeksi berulang %enyakit komleks imun )S#$ dan glomerulonefritis+.

• >isiologik 

Ditemukan ada neonatus disebabkan kadar 3, 5, dan faktor 6 yang masih rendah.

• Didaat

Disebabkan oleh deresi sintesis )sirosis hati dan malnutrisi rotein%kalori+. *. In+e,%e,'n dan !i"'-im

• 'nterferon kongenital

7enimbulkan infeksi mononukleosis fatal • 'nterferon dan lisoFim didaat

!ada malnutrisi rotein%kalori . Se! NK  

• ongenital

!ada enderita osteoetrosis )defek osteoklas dan monosit+, kadar 'gB, 'g4, dan kekeraan autoantibodi meningkat.

• Didaat

4kibat imunosuresi atau radiasi. d. Si"+em %a/'"i+

7enyebabkan infeksi berulang, kerentanan terhada infeksi iogenik   berhubungan langsung dengan jumlah neutrofil yang menurun, resiko meningkat

aabila jumlah fagosit turun H 500%mm3. Defek ini juga mengenai sel !7.

• uantitatif 

erjadi neutroenia%granulositoenia yang disebabkan oleh menurunnya  roduksi atau meningkatnya destruksi. !enurunan roduksi diakibatkan  emberian deresan )kemoterai ada kanker, leukimia+ dan kondisi genetik 

)defek erkembangan sel hematoioetik+. !eningkatan destruksi meruakan fenomena autoimun akibat emberian obat tertentu )kuinidin, oksasilin+.

(8)

• ualitatif 

7engenai fungsi fagosit seerti kemotaksis, fagositosis, dan membunuh mikroba intrasel.

- hroni" Branulomatous Disease )infeksi rekuren mikroba gram  dan *+ - Defisiensi B8!D )menyebabkan anemia hemolitik+

- Defisiensi 7ieloeroksidase )menganggu kemamuan membunuh benda asing+

- hediak-&igashi Syndrome )abnormalitas lisosom sehingga tidak mamu meleas isinya, enderita meninggal ada usai anak+

- Aob Syndrome )ilek berulang, abses stahylo"o""us, eksim kronis, dan otitis media. adar 'g$ serum sangat tinggi dan ditemukan eosinofilia+. - #aFy #eu"o"yte Syndrome )meruakan kerentanan infeksi mikroba berat.

Aumlah neutrofil menurun, reson kemotaksis dan inflamasi terganggu+ - 4dhesi #eukosit )defek adhesi endotel, kemotaksis dan fagositsosis buruk,

efeks sitotoksik neutrofil, sel , sel  terganggu. Ditandai infeksi bakteri dan jamur rekuren dan gangguan enyembuhan luka+

0. $e%i"ien"i Im&n S)e"i%i#  a. K'n/en+ia!),ime,

Sangat jarang terjadi. • Sel 6

Defisiensi sel 6 ditandai dengan enyakit rekuren )bakteri+ 1 I-linked hyogamaglobulinemia

2 &iogamaglobulinemia sementara

3 ommon ariable hyogammaglobulinemia  Disgamaglobulinemia

• Sel 

Defisensi sel  ditandai dengan infeksi irus, jamur, dan rotoFoa yang rekuren

1. Sindrom DiBeorge )alasi timus kongenital+ 2. andidiasis mukokutan kronik 

• ombinasi sel  dan sel 6

1. Seere "ombined immunodefi"ien"y disease 2. Sindrom neFelof 

3. Sindrom wiskott-aldri"h . 4takia telangiektasi

5. Defisiensi adenosin deaminase *. 2i"i'!'/i# 

• ehamilan

Defisiensi imun seluler daat diteemukan ada kehamilan. &al ini karena  ningkatan aktiitas sel s atau efek suresif faktor humoral yang dibentuk 

trofoblast. <anita hamil memroduksi 'g yang meningkat atas engaruh estrogen

(9)

• Csia tahun ertama

Sistem imun ada anak usia satu tahun ertama samai usia 5 tahun masih  belum matang.

• Csia lanjut

Bolongan usia lanjut sering mendaat infeksi karena terjadi atrofi timus dengan fungsi yang menurun.

. $e%i"ien"i im&n dida)a+"e#&nde, • 7alnutrisi

• 'nfeksi

• Gbat, trauma, tindakan, kateterisasi, dan bedah

Gbat sitotoksik, gentamisin, amikain, tobramisin daat mengganggu kemotaksis neutrofil. loramfenikol, tetrasiklin daat menekan antibodi sedangkan rifamisin daat menekan baik imunitas humoral atauun selular. • !enyinaran

Dosis tinggi menekan seluruh jaringan limfoid, dosis rendah menekan aktiitas sel s se"ara selektif.

• !enyakit berat

!enyakit yang menyerang jaringan limfoid seerti &odgkin, mieloma multiel, leukemia dan limfosarkoma. Cremia daat menekan sistem imun dan menimbulkan defisiensi imun. Bagal ginjal dan diabetes menimbulkan defek fagosit sekunder yang mekanismenya belum jelas. 'munoglobulin juga daat menghilang melalui usus ada diare.

• ehilangan 'g%leukosit

Sindrom nefrotik enurunan 'gB dan 'g4, 'g7 norml. Diare )linfangiektasi intestinal, rotein losing enteroaty+ dan luka bakar akibat kehilangan rotein.

• Stres

• 4gammaglobulinmia dengan timoma

Dengan timoma disertai dengan menghilangnya sel 6 total dari sirkulasi. $osinoenia atau alasia sel darah merah juga daat menyertai.

• 4'DS ) Acquired 'mmunodefi"ien"y Syndrome+ 1.3 77 $tiologi Defisiensi 'mun

Se"ara umum, enyakit defisiensi imun daat dibagi menjadi kongenital )rimer+ dan didaat )sekunder+.

1. Defisiensi imun kongenital atau rimer 

Eelatif jarang, 7eruakan defek geneti" yang meningkatkan kerentanan terhada infeksi yang sering sudah bermanifestasi ada bayi dan anak, tetai kadang se"ara klinis  baru ditemukan usia lebih lanjut.

(10)

2. Defisiensi imun didaat atau sekunder 

Eelatie lebih sering terjadi karena disebabkan berbagai fa"tor sesudah lahir. imbul akibat

a. 7alnutrisi

 b. anker yang menyebar

". !engobatan dengan imunosuresan

d. 'nfeksi sel system imun yang amak jelas ada infeksi irus &'(, yang meruakan sebab 4'DS

e. Eadiasi

!enyakit difesiensi imun tersering mengenai limfosit, komlemen dan fagosit.

a. !enyakit imun daat ditimbulkan oleh karena tidak adanya fungsi sesifik defisiensi imun atau aktiitas yang berlebihan )hiersensitiitas+.

 b. Grgan yang sering terkena adalah sal.ernaasan yang diserang bakteri iogenik atau  jamur. 'g4 yang defisiensi daat mengakibatkan infeksi kronik salura ernaasan. ". 'nfeksi yang berulang atau infeksi yang tidak umum meruakan ertanda enting

adanya defisiensi imun.

0. Memahami dan Mene!a"#an HI3(AI$S 2.1 77 Definisi &'(-4'DS

&'( adalah termasuk retroirus dari family retroiridae dan genus lentiirus yang menginfeksi sistem imun terutama sel D sel  yang memiliki resetor dengan afinitas yang tinggi untuk &'(.

4'DS )a"Juired 'mmune defi"ien"y syndrome+ daat diartikan sebagai kumulan gejala atau enyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi. 2.2 77 $tiologi &'(%4'DS

&'( berada terutama dalam "airan tubuh manusia. airan yang berotensial mengandung &'( adalah darah, "airan semen, "airan agina dan 4S'. !enularan &'( daat terjadi melalui berbagai "ara, yaitu  kontak sesual, kontak dengan darah atau se"ret yang infeksius, ibu ke anak selama masa kehamilan, ersalinan dan emberian 4S'.

!enularan &'( bias dilihat se"ara horiFontal yaitu adalah melalui hubungan seksual )agina, anal, atau orogenital+, kontak kulit )dari jarum yang terkontaminasi+, atau ajanan selaut lendir dengan darah atau "airan tubuh yang terkontaminasi. Serta !enularan &'( se"ara erti"al, seerti dari ibu ke bayi daat terjadi translasenta di dalam rahim, saat ersalinan atau menyusui.

1. Seksual.

!enularan melalui hubungan heteroseksual adalah yang aling dominan dari semua "ara enularan. !enularan melalui hubungan seksual daat terjadi selama sesame laki-laki dengan eremuan atau laki-laki dengan laki-laki. Senggama berarti kontak seksual dengan enetrasi agina, anal, oral antara dua

(11)

indiidu. Eisiko tertinggi adalah enetrasi agina atau anal yang tak terlindungi dari indiidu yang terinfeksi &'(.

2. 7elalui transfusi darah atau roduk darah yang ter"emar &'(.

3. 7elalui jarum suntik atau alat kesehatan lain yang ditusukkan ke dalam tubuh yang terkontaminasi &'(, seerti jarum tato atau ada engguna narkotika suntik se"ara  bergantian.

. 7elalui silet atau isau, en"ukur jenggot se"ara bergantian hendaknya dihindarkan karena daat menyebarkan &'(.

5. !enularan dari ibu ke anak 

ebanyakan ineksi &'( ada anak didaat dari ibunya saat ia dikandung, dilahirkan,, dan sesudah lahir melalui asi

8. !enularan &'( melalui ekerjaan.

ontohnya ada ekerja kesehatan dan etugas laboratorium.

2.3 77 $idemiologi &'(%4'DS

!enularan &'(%4'DS terjadi akibat melalui "airan tubuh yang mengandung irus &'( yaitu melalui kelomok orang yang berisiko tinggi terhada &'(, misalnya hubungan seks baik homoseksual mauun heteroseksual, jarum suntik engguna narkotika, transfusi komonen darah dan dari ibu yang terinfeksi &'( ke bayinya yang dilahirkan. amun, infeksi &'( saat ini juga telah mengenai semua golongan masyarakat. Samai akhir maret 2005 ter"atat 89/: kasus &'(%4'DS yang dilaorkan. Deatemen esehatan E' ada tahun 2002 memerkirakan jumlah enduduk 'ndonesia yang terineksi &'( adalah antara :0.000-130.000. Surei dilakukan ada tahun 2000 menunjukkan angka infeksi &'( yang "uku tinggi dilingkungan !S di 7erauke yaitu 5-28,5@, 3,38@ di Aakarta Ctara dan 5,5@ di Aawa 6arat.

!ada tahun 2009, di seluruh dunia, sekitar 35 juta orang telah terinfeksi &'(, termasuk 2,5 juta diantaranya anak  anak. #ebih dari 25 juta orang telah meninggal karena 4'DS, dengan /0@ kematian terjadi di 4frika. Sekitar 2,5 juta orang di seluruh dunia tertular &'( ada tahun 2009. Di daerah 4frika dan 4sia dengan laju kejadian infeksi sebesar 0@ sebagian besar terjadi akibat enularan heteroseksual. erdaat lebih dari :00.000 orang yang telah didiagnosis dengan 4'DS ada anak kurang dari 13 tahun. !ada tahun 2008, sekitar 35.000 orang yang hidu dengan &'(%4'DS termasuk sekitar  8000 anak  anak yang mengalami infeksi erinatal. Dierkirakan terdaat 58.300 kasus &'( baru di 4merika Serikat ada tahun 2008.

!enularan erti"al menyumbang lebih dari :0@ dari semua kasus 4'DS ada anak  anak di 4merika Serikat. Saat ini, dierkirakan terjadi sekitar 100 samai 200 bayi yang lahir dengan infeksi &'( setia tahun di 4merika Serikat. $fektias rofilaksis  erinatal telah mengurangi jumlah kasus 4'DS anak baru se"ara dramatis di 4merika

Serikat dan negara  egara maju. Sebagian besar kasus anak sekarang terjadi ada remaja yang terlibat dalam kegiatan seksual yang tidak aman.

(12)

7enurut <&G ada tahun 201 ini, seorang yang melakukan seks antara laki-laki dangan laki-laki akan daat terinfeksi irus &'( 13 kali lebih besar dari ada oulasi umumnya. 7enurt wilayahnya, erkiraan realensi terkena &'( karena berhubungan seks sesama laki-laki di daerah timur tengah sekitar 3,0@ dan di afrika Ctara sekitar  25,@. Sedangkan se"ara global, ada oulasi naraidana realensi terkena &'(, &eatitis 6 dan , infeksi menular seks, dan 6 dierkirakan 2 samai 10 kali liat lebih tinggi dari oulasi umum. !ada ekerja seks komersial se"ara global, realensi terkena &'( sebesar 12@ dan di 28 negara yang memunyai realensi terkena &'( tinggi ada  oulasi umum, 30,9@ ekerja seks yang ositif &'(. !realensi &'( di 'ndonesia antara orang-orang yang menyuntikkan narkoba dierkirakan sekitar 38,@ )dibandingkan dengan 0,@ di usia oulasi umum 15-: tahun+.

2. 77 !atofifiologi &'(%4'DS

Setelah infeksi awal &'(, asien mungkin teta seronegatif samai beberaa  bulan . amun, asien ini bersifat menular selama eriode ini dan daat memindahkan irus ke orang lain. >ase ini disebut4window period” )“masa jendela” +. 7anifestasi klinis ada orang terinfekdi daat timbul sedini 1 samai  minggu setelah ajanan.

 Infeksi akut terjadi ada taha serokonersi dari satus antibodii negatie menjadi  ositif. Beajal mungkin berua malaise, diare, demam, limfadenoati, dan ruam

(13)

 erifer. adar limfosit D*turun dan kemudian kembali ke kadar sedikit di bawah semula ada asien.

Dalam beberaa minggu setelah infeksi akut, asien masuk ke fase asimtomatik. !ada ini kadar D* umumnya sudah mendekati normal. amun, kadar limfosit D* menurun bertaha seiring berjalannya waktu. Selama fase ini baik irus mauun antibody irus daat ditemukan di dalam darah.

!ada  fase simtomatik  dari erjalanan enyakit, hitung sel D* asien umumnya sudah turun dibawah 300 sel%Kl dijumai gejala-gejala yang menunjukkan imunosuresi dan gejala ini berlanjut samai aasien memerlihatkan enyakit-enyakit terkaitAI$S

2.5 77 7anifestasi linis &'(%4'DS

7enurut !4 )2009+ gejala klinis terdiri dari 2 gejala yaitu gejala mayor )umum terjadi+ dan gejala minor )tidak umum terjadi+.

Bejala mayor

a. 6erat badan menurun lebih dari 10@ dalam 1 bulan  b. Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan

". Demam berkeanjangan lebih dari 1 bulan d. !enurunan kesadaran dan gangguan neurologis e. Demensia% &'( ensefaloati

Bejala minor

a. 6atuk meneta lebih dari 1 bulan  b. Dermatitis generalisata

". 4danya heres Foster multisegmental dan heres Foster berulang d. andidias orofaringeal

e. &eres simleks kronis rogresif  f. #imfadenoati generalisata

g. Eetinitis irus Sitomegalo

7enurut 4nthony )>au"i ? #ane, 200/+ gejala klnis daat dibagi menurut fasenya yaitu

1.+ >ase 4kut

50-90@ enderita mengalami sekitar 3-8 minggu seleas infeksi rimer. Bejala yang tibul yaitu demam, faringitis, limfadenoati, sakit keala, arthralgia, berat badan menurun, mual, muntah, diare, mu"o"utaneous ul"eration, eritema makuloaular  rash.

2.+ >ase 4simtomatik 

6erlaku sekitar 10 tahun bila tidak diobati, fase ini irus berelikasi aktif dan  rogresif.

(14)

>ase akhir dari &'(, terjadi 10 tahun atau lebh setelah infeksi, gejala lebih berat mulai timbul dan infeksi tersebut akan berakhir dengan 4'DS.

K'm)!!i#a"i In%e#"i HI3

omlikasi-komlikasi umum ada asien &'(%4'DS akibat infeksi oortunistik T&*e,#&!'"i" 5TB6

Di negara-negara miskin, 6 meruakan infeksi oortunistik yang aling umum yang terkait dengan &'( dan menjadi enyebab utama kematian di antara orang yang hidu dengan 4'DS. Autaan orang saat ini terinfeksi &'( dan 6 dan banyak ahli mengangga bahwa ini meruakan wabah dua enyakit kembar.

Sa!m'ne!'"i"

ontak dengan infeksi bakteri ini terjadi dari makanan atau air yang telah terkontaminasi. Bejalanya termasuk diare berat, demam, menggigil, sakit erut dan, kadang-kadang, muntah. 7eskiun orang terkena bakteri salmonella daat menjadi sakit, salmonellosis jauh lebih umum ditemukan ada orang yang &'(-ositif.

C7+'me/a!'8i,&" 5CM36

(irus ini adalah irus heres yang umum ditularkan melalui "airan tubuh seerti air liur, darah, urine, semen, dan air susu ibu. Sistem kekebalan tubuh yang sehat daat menonaktifkan irus sehingga irus teta berada dalam fase dorman )tertidur+ di dalam tubuh. Aika sistem kekebalan tubuh melemah, irus menjadi aktif kembali dan daat menyebabkan kerusakan ada mata, saluran en"ernaan, aru-aru atau organ tubuh lainnya.

Kandidia"i"

andidiasis adalah infeksi umum yang terkait &'(. &al ini menyebabkan  eradangan dan timbulnya laisan utih tebal ada selaut lendir, lidah, mulut, kerongkongan atau agina. 4nak-anak mungkin memiliki gejala arah terutama di mulut atau kerongkongan sehingga asien merasa sakit saat makan.

C,7)+''a! Menin/i+i"

7eningitis adalah eradangan ada selaut dan "airan yang mengelilingi otak  dan sumsum tulang belakang )meninges+. ryto"o""al meningitis infeksi sistem saraf   usat yang umum terkait dengan &'(. Disebabkan oleh jamur yang ada dalam tanah dan

mungkin berkaitan dengan kotoran burung atau kelelawar. T'9')!a"m'!i"i"

'nfeksi yang berotensi mematikan ini disebabkan oleh oLolasma gondii. !enularan arasit ini disebabkan terutama oleh ku"ing. !arasit berada dalam tinja ku"ing yang terinfeksi kemudian arasit daat menyebar ke hewan lain.

K,i)+'")',idi'"i"

'nfeksi ini disebabkan oleh arasit usus yang umum ditemukan ada hewan. !enularan kritosoridiosis terjadi ketika menelan makanan atau air yang terkontaminasi.

(15)

!arasit tumbuh dalam usus dan saluran emedu yang menyebabkan diare kronis ada orang dengan 4'DS.

anker yang biasa terjadi ada asien &'(%4'DS Sa,#'ma Ka)'"i

Sarkoma aosi adalah suatu tumor ada dinding embuluh darah. 7eskiun  jarang terjadi ada orang yang tidak terinfeksi &'(, hal ini menjadi biasa ada orang dengan &'(-ositif. Sarkoma aosi biasanya mun"ul sebagai lesi merah muda, merah atau ungu ada kulit dan mulut. !ada orang dengan kulit lebih gela, lesi mungkin terlihat hitam atau "oklat gela. Sarkoma aosi juga daat memengaruhi organ-organ internal, termasuk saluran en"ernaan dan aru-aru.

Lim%'ma

anker jenis ini berasal dari sel-sel darah utih. #imfoma biasanya berasal dari kelenjar getah bening. anda awal yang aling umum adalah rasa sakit dan  embengkakan kelenjar getah bening ketiak, leher atau selangkangan.

omlikasi lainnya Wa"+in/ S7nd,'me

!engobatan agresif telah mengurangi jumlah kasus wasting syndrome, namun masih teta memengaruhi banyak orang dengan 4'DS. &al ini didefinisikan sebagai  enurunan aling sedikit 10 ersen dari berat badan dan sering disertai dengan diare,

kelemahan kronis dan demam. K'm!i#a"i Ne&,'!'/i"

<alauun 4'DS tidak mun"ul untuk menginfeksi sel-sel saraf, tetai 4'DS bisa menyebabkan gejala neurologis seerti kebingungan, lua, deresi, ke"emasan dan kesulitan berjalan. Salah satu komlikasi neurologis yang aling umum adalah demensia 4'DS yang komleks, yang menyebabkan erubahan erilaku dan fungsi mental  berkurang.

• Sind,'m Im&n ,e#'n"+i+&"i  Sind,'m Im&n P&!ih

!emberian obat 4E( akan menekan jumlah &'( dalam darah sehingga  enghan"uran D daat dikurangi dan akibatnya D akan meningkat. !eningkatan

D bermanfaat untuk mengurangi infeksi ourtunistik.

 amun demikian emulihan kekebalan tubuh juga daat menimbulkan sindrom imun rekonstitusi yaitu sindrom yang timbul akibat terjadinya roses radang setelah kekebalan tubuh ulih kembali. Sindrom ini daat berua demam, embengkakan kelenjar limfe, batuk serta erurukan foto toraks. Sindrom ini sering terjadi ada asien yang mengalami infeksi oortunisti" 6, namun bias juga timbul ada infeksi ortunistik lainnya.

Sindrom ini biasanya timbul 8-/ minggu enggunaan obat 4E(, gejala klinis lainnya seerti berat badan membaik, D meningkat namun gejala arena infeksi

(16)

ortunistik timbul kembali sebagai akibat gejala inflamasi. Sindrom ini juga bias  bermanifestasi sebagai enyakit autoimun )luus, enyakit graes+, erburukan heatitis 6 atau  yang sudah ada. erai obat 4E( erlu diteruskandan untuk menakan gejala radang diberikan obat kortikosteroid.

2.8 77 Diagnosis &'(%4'DS

Diagnosis &'( ditegakkan dengan kombinasi antara gejala klinis dengan  emeriksaan laboratorium.

a+ !emeriksaam antigen !2

Ditemukan ada serum, iarma, "airan serebrosinal. adarnya meningkat saat awal dan beberaa saat sebelum enderita memasuki stadium 4'DS. Sensitiitasnya men"aai ::@ dan sesifitasnya lebih tinggi hingga ::,:@. !emeriksaan antigen 2 hanya dianjurkan sebagai emeriksaan tambahan ada enderita risiko tinggi tertular  irus &'( dan tidak dianjurkan sebagai awal emeriksaan yang berdiri sendiri.

 b+ ultur &'(

Daat dikultur dari "airan lasma, serum, eriheral blood mono"lear "ell, "airan serebrosinal, salia, semen, lendir seriks, serta asi. ultur &'( biasa tubuh dalam 21 hari.

"+ &'( E4

Sering disebut juga M(iral loadN adalah emeriksaan yang menggunakan teknologi !E untuk mengetahui jumlah &'( dalam darah. !emeriksaan yang enting untuk  mengetahui dinamika &'( dalam tubuh. &'(-E4 daat ositif ada 11 hari setelah terinfeksi &'( sehingga menurunkan masa jendela ada skrining donor darah.

d+ !emeriksaan 4ntibodi

Diklasifikasikan sebagai emeriksaan enais )s"reening+ dann emeriksaan konfirmasi. Cntuk emeriksaan enaisan menggunakan metode enFim linked immunosorbent assay )$#'S4+ metode aling "o"ok digunakan untuk enaisan sesimmen dalam jumlah besar seerti ada donor darah. Cntuk emeriksaan konfirmasi yang aling sering digunakan adalah emeriksaan <etern 6lot )<6+.

• Strategi '

&anya dilakukan satu kali emeriksaan. 6ila hasil emeriksaan reaktif, maka diangga sebagai kasus terinfeksi &'( dan bila hasil emeriksaan nonreaktif diangga tidak terinfeksi &'(. Eeagensia yang diakai untuk emeriksaan ada strategi ini harus memiliki sensitiitas yang tinggi )=::@+.

• Strategi ''

7enggunakan dua kali emeriksaan jika serum ada emeriksaan ertama memberikan hasil reaktif. Aika ada emeriksaan ertama hasilnya nonreaktif, maka dilaorkan hasilnya negatif. !emeriksaan ertama menggunakan reagensia dengan sensitiitas tertinggi dan ada emeriksaan kedua diakai reagensia yang lebih sesifik serta berbeda jenis antigen atau tekniknya dari yang diakai ada emeriksaan ertama. 6ila hasil emeriksaan kedua juga reaktif, maka disimulkan sebagai terinfeksi &'(. amun jika hasil emeriksaan yang kedua adalah nonreaktif, maka emeriksaan harus diulang dengan kedua metode. 6ila hasil teta tidak sama, maka dilaorkan sebagai indeterminate.

(17)

• Strategi '''

7enggunakan tiga kali emeriksaan. 6ila hasil emeriksaan ertama, kedua, dan ketiga reaktif, maka daat disimulkan bahwa asien tersebut memang terinfeksi &'(. 6ila hasil emeriksaan tidak sama, misalnya hasil tes ertama reaktif, tes kedua reaktif, dan tes ketiga nonreaktif, atau tes ertama reaktif, sementara tes kedua dan ketiga nonreaktif, maka keadaan ini disebut sebagai eJuiokal atau indeterminate bila asien yang dieriksa memiliki riwayat emaaran terhada &'( atau berisiko tinggi tertular &'(. Sedangkan bila hasil seerti yang disebut sebelumnya terjadi ada orang tana riwayat emaaran terhada &'( atau tidak berisiko tertular &'(, maka hasil emeriksaan dilaorkan sebagai nonreaktif. !erlu dierhatikan juga bahwa ada emeriksaan ketiga diakai reagensia yang berbeda asal antigen atau tekniknya, serta memiliki sesifisitas yang lebih tinggi.

Aika emeriksaan enyaring menyatakan hasil yang reaktif, emeriksaan daat dilanjutkan dengan emeriksaan konfirmasi untuk memastikan adanya infeksi oleh &'(, yang  aling sering diakai saat ini adalah teknik <estern 6lot )<6+.

2.9 77 atalaksana dan !en"egahan &'(%4'DS

• !engobatan suortif ;aitu engobatan untuk meningkatkan keadaan umum enderita. !engobatan ini terdiri dari emberian giFi yang baik, obat sintomatik, itamin dan dukungan sikososial agar enderita daat melakukan aktiitas seerti semula%seotimal mungkin.

• !engobatan infeksi oortunistik;aitu engobatan yang ditujukan untuk infeksi oortunistik dan dilakukan se"ara emiris.

• !engobatan untuk menekan relikasi irus &'( dengan obat antiretroira )4E(+ $E4!' 4'E$EG('E4#

!engobatan GD&4 dewasa dengan antiretroiral dibagi menjadi dua kelomok 1. Eegimen 4E( #ini !ertama

a. Bolongan u"leoside E' )E'+ • 4ba"air )46+ 00 mg sekali sehari

• Didanosine )ddl+ 250 mg sekali sehari )66H80 kg+ • #amiudine )3+ 300 mg sekali sehari

• Staudine )d+ 0 mg setia 12 jam

• Oidoudine )OD( atau 4O+ 300 mg setia 12 jam  b. u"leotide E'

• enofoir )D>+ 300 mgsekali sehari )obat baru+ ". on-nu"leoside E' )E'+

• $fairenF )$>(+800 mg sekali sehari

(18)

d. !rotease 'nhibitor )!'+

• 'ndinair%ritronair )'D(%r+ /00 mg%100 mg setia 12 jam • #oinair%ritonair )#!(%r+ 00 mg%100 mg setia 12 jam •  elfinair )>(+ 1250 mg setia 12 jam

• SeJuinair%r )SP(%r+ 1000 mg%100 mg setia 12 jam • Eitonair )E(, r+ 100 mg

!ilihan engobatan adalah kombinasi 2 E' * 1 E' 1. 4O * 3 * (!

2. 4O * 3 *$(! 3. d * 3 * (! . d *3 * $>( 2. Eegimen 4E( #ini edua

'ni meruakan alternatie engobatan aabila yang ertama gagal 1. 4O atau d diganti dengan D> atau 46

2. 3 diganti dengan ddl

3. (! atau $>( diganti dengan #!(%r atau SP(%r  Gbat 4E( menjadi ilihan terai karena

• 4E( memerlambat rogresiitas enyakit dan daat memeranjang daya tahan tubuh

• Gbat ini aman, mudah, dan tidak mahal. 4ngka transmisi daat diturunkan samai mendekati nol melalui identifikasi dini ibu hamil dengan &'( ositif dan engelolaan klinis yang agresif 

• 'munisasi belum memuaskan T&&an Te,a)i AR3

• 7enurunkan angka kematian dan angka erawatan di rumah sakit • 7enurunkan iral load

• 7eningkatkan D )emulihan resons imun+ • 7engurangi resiko enularan

• 7eningkatkan kualitas hidu

K,i+e,ia &n+&# mem*e,i#an +e,a)i an+i,e+,'8i,&" "e*a/ai *e,i#&+ :

• es &'( se"ara sukarela disertai konseling yang mudah dijangkau untuk mendiagnosis &'( se"ara dini.

• ersedia dana yang "uku untuk membiayai 4nti Eetroirus erai )4E+ selama sedikitnya 1 tahun

(19)

• onseling bagi asien dan endaming untuk memberikan engertian tentang 4E,  entingnya keatuhan ada terai, efek saming yang mungkin terjadi, dll.

• onseling lanjutan untuk memberi dukungan sikososial dan mendorong keatuhan serta untuk menghadai masalah nutrisi yang daat timbul akibat 4E

• #aboratorium untuk memantau efek saming obat termasuk &b, tes fungsi hati, dll. • emamuan untuk mengenal dan menangani enyakit umum dan infeksi oortunistik 

akibat &'(

• ersedianya obat yang bermutu dengan jumlah yang "uku, termasuk obat untuk infeksi oortunistik dan enyakit yang berhubungan dengan &'(.

• ersedianya tim kesehatan termasuk dokter, erawat, konselor, ekerja sosial, dukungan sebaya. im ini seharusnya membantu embentukan kelomok dukungan Grang Dengan &'(%4'DS )GD&4+ dan endaminya.

• 4danya elatihan, endidikan berkelanjutan, emantauan dan uman balik tentang  enatalaksanaan enyakit &'( yang efektif termasuk sistem untuk menyebar luaskan

informasi dan edoman baru. !en"eghan 'nfeksi &'(

• Selalu menerakan kewasadaan mengenai seks aman )artinya  hubungan seks yang tidak memungkinkan ter"amurnya "airan kelamin, karena hal ini memungkinkan  enularan &'(+

• 6ila ibu hamil dalam keadaan &'( ositif sebaiknya diberitahu tentang semua resiko dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi ada dirinya sendiri dan bayinya, sehingga keutusan untuk menyusui bayi dengan 4S' sendiri bisa diertimbangkan. • 4bstinensi ) uasa, tidak melakukan hubungan seks+

• 7elakukan rinsi monogami yaitu tidak berganti-ganti asangan dan saling setia keada asangannya

• Cntuk yang melakukan hubungan seksual yang mengandung risiko, dianjurkan melakukan seks aman termasuk menggunakan kondom

o 4da dua hal yang erlu dierhatikan

• Semua alat yang menembus kulit dan darah )jarum suntik, jarum tato, atau isau "ukur+ harus disterilisasi dengan benar

• Aangan memakai jarum suntik atau alat yang menembus kulit bergantian dengan orang lain

2./ 77 !rognosis &'(%4'DS

ana engobatan, waktu hidu bersih rata-rata setelah terinfeksi &'( dierkirakan : samai 11 tahun, tergantung ada subtie &'(, di daerah-daerah dimana banyak tersedia, engembangan 4E( sebagai terai efektif untuk infeksi &'( dan 4'DS mengurangi kematian tingkat dari enyakit dengan /0@, dan meningkatkan haraan hidu untuk orang yang terinfeksi &'( baru didiagnosis sekitar 20 tahun.

(20)

ana terai antiretroiral, kematian biasanya terjadi dalam waktu satu tahun. #aju erkembangan enyakit klinis sangat berariasi antara indiidu dan telah terbukti diengaruhi oleh banyak faktor seerti kerentanan host dan fungsi kekebalan tubuh. ;. Memahami dan Mene!a"#an $i!ema E+i#

KEWAJIBAN $OKTER TERHA$AP PASIEN Pa"a! 10

Setia dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang asien, bahkan juga setelah asien itu meninggal dunia.

Pa"a! 1;

Setia dokter wajib melakukan ertolongan darurat sebagai suatu tugas  erikemanusiaan, ke"uali bila ia yakin ada orang lain bersedia dan mamu

memberikannya. aidah Dasar 6ioetik 

• Prinsip Autonomy, menghormati hak-hak pasien, hak otonomi pasien.

Melahirkan informed onsent

• Prinsip Benefcence, !indakan "nt"k ke#aikan pasien. Memilih le#ih

#an$ak manfaatn$a daripada #"r"kn$a.

• Prinsip Non-malefcence, Melarang tindakan $ang memper#"r"k kedaan

pasien. %rim"m non noere ata" a#o&e all do no harm.

Prinsip Justice, mementingkan fairness dan keadilan dalam #ersikap ma"p"n dalam mendistri#"sikan s"m#er da$a 'distri#"ti& ("stie)

Etika Dokter dalam Penanganan Kasus HIV

Stigma adalah stemel yang menimbulkan kesan jijik, kotor, antiati dan berbagai erasaan negatif lainnya. Stigma ada GD&4 

• *ingk"ngan mas$arakat '71,4+),

• itempat pela$anan kesehatan '35,5+)

ilingk"ngan kel"arga '18,5+).

Di 'ndonesia kebijaksanaan ini daat terlihat dari strategi asional !enanggulangan &'(%4'DS sebagai berikut 

• etiap orang #erhak "nt"k mendapatkan informasi $ang #ar" mengenai

/aids, #aik "ntk melind"ngi diri sendiri ma"p"n menegah pen"laran kepada orang lain

•  !etap menghormati harkat dan marta#at para pasien /pasien aids dan

kel"argan$a

• Menegah perlak"an diskriminatif kepada pengidap /pasien / dan

kel"argan$a

• etiap "pa$a diarahkan "nt"k mempertahankan dan memperk"at

ketahanan kel"arga $ang men(adi salah sat" pilar dari kese(ahteraan kel"arga

(21)

alam (angka pan(ang mem#ent"k perilak" #ertangg"ng (aa# kh"s"sn$a dalam kesehatan reprod"ksi $ang mamp" menangkal pen$e#aran &ir"s /

<. Memahami dan Mene!a"#an Pandan/an I"!am Te,hada) HI3(AI$S

S'!&"i P,e8en+i% 

ransmisi utama )media enularan yang utama+ enyakit &'(%4'DS adalah seks  bebas. Gleh karena itu en"egahannya harus dengan menghilangkan raktik seks bebas tersebut. &al ini meliuti media-media yang merangsang )ornografi-ornoaksi+, temat-temat rostitusi, "lub-"lub malam, temat-temat maksiat dan elaku maksiat.

1. Islam tela mengaramkan laki-laki dan perempuan yang !ukanmurim !erkol"at #!erduaan$pacaran%& a#da as"l"llah a*aa $akhl"anna ro("l"n #i imroatin a inna tsalis"ha

s$aithanartin$a :angan sekali-kali seorang lelaki dengan peremp"an men$epi '#"kan m"hrim) karena ses"ngg"hn$a s$aithan ada se#agai pihak ketiga;. '. <aiha=$)

2. Islam mengaramkan per'inaan dan segala yang terkait dengannya& 4llah Swt berfirman

QAanganlah kalian mendekati Fina karena sesungguhnya Fina itu erbuatan yang keji dan seburuk-buruknya jalanR )PS al 'sraN19T32+

3. Islam mengaramkan perilaku seks menyimpang( antara lain omoseks #laki-laki dengan laki-laki% dan les!ian #perempuan dengan perempuan %& irman llah t dalam s"rat al raf a$at 80-81   an 'kami  ("ga telah meng"t"s) *"th ' kepada ka"mn$a). '/ngatlah) tatkala dia #erkata kepada mereka  Mengapa kam" menger(akan per#"atan kotor it", $ang #el"m pernah diker(akan oleh seorangp"n man"sia 'did"nia ini) se#el"mm"> es"ngghn$a kam" mendatangi lelaki "nt"k melepaskan nafs"m" ' kepada mereka ), #"kan kepada anita, <ahkan kam" ini adalah ka"m $ang melampa"i #atas.' !?. l raf  80-81)

4. Islam melarang pria-"anita melakukan per!uatan-per!uatan yang mem!aayakan aklak dan merusak masyarakat( termasuk pornograf dan pornoaksi. /slam melarang seorang pria dan anita melak"kan kegiatan dan peker(aan $ang menon(olkan sens"alitasn$a. a@ i#n" ifaa pernah #ert"t"r demikian  Aahaana hallallaah" alaihi assaliman kas#iB ammato illa maa amilat #i$adaiha. Ca =aala aa kadDa #iasho#iihi nakhal kha#Di al ghaDli an na=s$i.artin$a Aa#i a telah melarang kami dari peker(aan

(22)

seorang pela$an anita ke"ali $ang diker(akan oleh ked"a tangann$a. <elia" #ersa#da eperti inilah (ari-(emarin$a $ang kasar se#agaimana haln$a t"kang roti, pemintal, ata" peng"kir.;

)& Islam mengaramkan kamr dan seluru !enda yang mema!ukkan serta

men/ha,am#an na,#'*a. Sabda Easulullah Saw Qullu muskirinharaamunR artinya  QSetia yang menghilangkan akal itu adalah haram)&E. 6ukhori 7uslim+Q#aa dharaara wa la dhiraaraR artinya  Ridak boleh menimakanbahaya ada diri sendiri dan keada orang lain.R )&E. 'bnu 7ajah+. arkoba termasuk sesuatu yang daat menghilangkan akal dan menjadi intu gerbang dari segala kemaksiatan termasuk seks bebas. Sementara seks bebas inilah media utama enyebab irus &'(%4'DS .

6. *ugas Negara mem!eri sangsi tegas !agi pelaku mendekati 'ina& %elak" Dina m"hshan 's"dah menikah) dira(am, sedangkan peDina ghoir" m"hshan diam#"k 100 kali. dap"n pelak" homoseks"al dih"k"m matiB dan pen$alahg"naan narko#a dih"k"m am#"k. %ara pegedar dan pa#rik narko#a di#eri sangsi tegas sampai dengan mati. em"a fasilitator seks #e#as $ait" pemilik media porno, pelak" porno, distri#"tor, pemilik tempat-tempat maksiat, germo, m"ikari, #aking #aik okn"m aparat ata" #"kan, sem"an$a di#eri sangsi $ang tegas dan di#"#arkan.

S'!&"i K&,a+i% 

Grang yang terkena irus &'(%4'DS, maka tugas negara untuk melakukanbeberaa hal sebagai berikut

Grang yang terkena irus &'(%4'DS, maka tugas negara untuk  melakukanbeberaa hal sebagai berikut

1. Grang yang tertular &'(%4'DS karena berFina maka jika dia sudahmenikah dihukumrajam. Sedangkan yang belum menikah di"ambuk100 kali dan selanjutnya dikarantina.

2. Grang yang tertular &'(%4'DS karena &omoseks maka dihukum mati.

3. Grang yang tertular &'(%4'DS karena memakai arkoba makadi"ambuk selanjutnya dikarantina.

. Grang yang tertular &'(%4'DS karena efek siral )tertular se"ara tidak langsung+ misalnya karena transfusi darah, tertular dari suaminya dan sebagainya, maka orang tersebut dikarantina.

!enderita &'(%4'DS yang tidak karena melakukan maksiat dengan sangsi hukuman mati, maka tugas negara adalah mengkarantina mereka. arantina dalam arti memastikan tidak terbuka eluang untuk terjadinya enularan harus dilakukan, terutama keada asien terinfeksi fase 4'DS. &al ini berdasarkan sabda Easulullah Saw yang artinya QSekali-kali janganlah orang yang berenyakit menularkan keada yang sehatR )&E 6ukhori +. Q4abila kamu mendengar ada wabah di suatu negeri, maka janganlah kamu memasukinya dan aabila wabah itu berjangkit sedangkan kamu berada dalam negeri itu , janganlah kamu keluar melarikan diriR )&E. 4hmad, 6ukhori, 7uslim dan  asaNi dari 4bdurrahman bin M4uf+.

(23)
(24)

$A2TAR PUSTAKA

6aratawidjaja B, Eengganis '. )2010+. Imunologi Dasar . Aakarta  6alai !enerbit >C'. Dorland, <.4 ewman. )2010+. amus edokteran Dorland. $disi 31. Aakarta $B

Bunawan SB, Setiabudy E, afrialdi, $lysabeth. )2011+.  Farmakologi dan Terapi. $disi (, Aakarta Deartemen >armakologi dan eraeutik >C'.

htt%%as.who.int%iris%bitstream%10885%12/0/%1%:9/:2150931Ueng.dfuaV1?uaV1 htt%%reository.usu.a".id%bitstream%123589/:%3189/%%hater@20''.df 

htt%%www.nlm.nih.go%medlinelus%en"y%arti"le%0005:.htm htt%%www.nlm.nih.go%medlinelus%hiaidsmedi"ines.html

7.Ausuf, 4mri 4mir. )200/+. $'4 edokteran ? &ukum esehatan edisi . Aakarta !enerbit 6uku edokteran $B.

 elson, 6ehrmen, liegman, dkk. )2000+. 'lmu esehatan 4nak elson edisi 15 ol 2. Aakarta  $B.

!ri"e, Sylia 4. )2005+. !atofisiologi onse linis !roses-!roses !enyakit $disi 8. Aakarta !enerbit 6uku edokteran $B.

Eosyidah, >. )2011+.  Kritik Islam Terhadap Strategi Penangulangan HIV-AIDS er!asis  Paradigma Sekuler-"i!eral dan Solusi Islam dalam #enangani Kompleksitas Pro!lematika  HIV-AIDS$

Sherwood #. )201+. >isiologi 7anusia Dari Sel ke Sistem edisi /. Aakarta $B.

Sudoyo aru. <. )201+. 6uku 4jar 'lmu !enyakit Dalam Ailid ' $disi ('. 'nterna !ublishing  Aakarta.

Referensi

Dokumen terkait