• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN

MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.09/MEN/SJ/2010

TENTANG

PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR DAN SERVICE LEVEL

ARRANGEMENT UNTUK IMPOR KOMODITAS IKAN DALAM KERANGKA

INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW DI LINGKUNGAN

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa sebagai tindak lanjut Keputusan Menteri Kelautan

dan Perikanan Nomor KEP.76/MEN/2008 tentang Pelaksanaan Sistem Elektronik Dalam Kerangka

Indonesia National Single Window di Lingkungan

Departemen Kelautan dan Perikanan, dipandang perlu

menetapkan Prosedur Operasional Standar dan Service

Level Arrangement Untuk Impor Komoditas Ikan Dalam

Kerangka Indonesia National Single Window di

Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan;

b. bahwa untuk itu perlu ditetapkan dengan Keputusan

Menteri;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang

Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan;

2. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang

Perikanan, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009;

3. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2002 tentang

Karantina Ikan;

4. Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2002 tentang

Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Departemen Kelautan dan Perikanan, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2006;

5. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit

Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun 2008;

(2)

6. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2008 tentang Penggunaan Sistem Elektronik Dalam Kerangka

Indonesia National Single Window;

7. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang

Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara;

8. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009;

9. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor

PER.07/MEN/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kelautan dan Perikanan, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.04/MEN/2009;

10. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor

PER.21/MEN/2006 tentang Tindakan Karantina Ikan Dalam Hal Transit;

11. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor

PER.09/MEN/2007 tentang Ketentuan Pemasukan Media Pembawa Berupa Ikan Hidup Sebagai Barang Bawaan Ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia;

12. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor

PER.20/MEN/2007 tentang Tindakan Karantina Untuk Pemasukan Media Pembawa Hama dan Penyakit Ikan Karantina Dari Luar Negeri dan Dari Suatu Area Ke Area Lain Di Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia;

13. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor

PER.21/MEN/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Karantina Ikan;

14. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor

PER.28/MEN/2008 tentang Jenis, Tata Cara Penerbitan, dan Format Dokumen Tindakan Karantina Ikan;

15. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor

PER.29/MEN/2008 tentang Persyaratan Pemasukan Media Pembawa Berupa Ikan Hidup;

16. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor

KEP.24/MEN/2002 tentang Tata Cara dan Teknik Penyusunan Peraturan Perundang-undangan di Lingkungan Departemen Kelautan dan Perikanan;

17. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor

KEP.16/MEN/2006 tentang Penetapan Tempat-Tempat Pemasukan dan Pengeluaran Media Pembawa Hama dan Penyakit Ikan Karantina;

(3)

18. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.76/MEN/2008 tentang Pelaksanaan

Sistem Elektronik Dalam Kerangka Indonesia National

Single Window Di Lingkungan Departemen Kelautan dan

Perikanan;

19. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor

KEP.03/MEN/2010 tentang Penetapan Jenis-Jenis Hama dan Penyakit Ikan Karantina, Golongan, Media Pembawa dan Sebarannya;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN TENTANG PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR DAN

SERVICE LEVEL ARRANGEMENT UNTUK IMPOR KOMODITAS IKAN DALAM KERANGKA INDONESIA

NATIONAL SINGLE WINDOW DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN.

PERTAMA : Menetapkan prosedur operasional standar dan service level

arrangement untuk impor komoditas ikan dalam kerangka

Indonesia National Single Window di Lingkungan Kementerian

Kelautan dan Perikanan yang selanjutnya disebut POS dan SLA INSW KKP sebagaimana tersebut dalam Lampiran Keputusan Menteri ini.

KEDUA : POS dan SLA INSW KKP sebagaimana dimaksud diktum

PERTAMA merupakan sistem pelayanan terhadap:

a. impor komoditas ikan untuk jalur merah; dan

b. impor komoditas ikan untuk jalur hijau.

KETIGA : POS dan SLA INSW KKP sebagaimana dimaksud diktum

PERTAMA merupakan tindakan karantina ikan di kawasan

pabean dalam mendukung sistem Custom Clearance yang

berkaitan dengan impor ikan secara elektronik.

KEEMPAT : Dalam hal terjadi keadaan yang menyebabkan sistem

elektronik sebagaimana dimaksud diktum KETIGA menjadi tidak berfungsi, maka digunakan sistem manual.

KELIMA : Sistem pelayanan dalam kerangka INSW sebagaimana

dimaksud diktum KEDUA dilaksanakan oleh Pusat Karantina Ikan.

(4)

KEENAM : Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 02 Februari 2010

a.n. MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN R.I. SEKRETARIS JENDERAL,

ttd.

(5)

LAMPIRAN : Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan R.I,

Nomor KEP.09/MEN/SJ/2010

Tentang Prosedur Operasional Standar dan

Service Level Arrangement Untuk Impor

Komoditas Ikan Dalam Kerangka Indonesia

National Single Window di Lingkungan

Kementerian Kelautan dan Perikanan

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Komitmen Negara Republik Indonesia yang sangat tinggi dalam mendukung pelaksanaan perdagangan global di tingkat regional ASEAN ditunjukkan dengan penyusunan dan pemberlakuan sistem penanganan lalu lintas barang impor yang cepat, tepat, dan akurat. Dengan memberlakukan sistem tersebut diharapkan dapat mengatasi kondisi pelayanan yang ada saat ini yang masih banyak terjadi kekurangan seperti masalah waktu, birokrasi yang terlalu berbelit-belit, tingginya pembiayaan yang harus dikeluarkan dalam pengurusan surat, serta tidak akuratnya data yang diberikan oleh petugas.

Dengan adanya sistem penanganan lalu lintas barang impor yang cepat, tepat, dan akurat diharapkan masalah-masalah yang terkait dengan kepentingan nasional dapat terselesaikan, khususnya yang terkait dengan berbagai jenis kejahatan seperti kejahatan transnasional, penyelundupan

obat-obatan, illegal fishing, dan juga peredaran ikan secara melawan hukum.

Pembangunan sistem tersebut diselenggarakan dengan melaksanakan

prinsip-prinsip good governance melalui pembangunan otomasi sistem pelayanan yang

terintegrasi antarpemerintah dengan tujuan mampu meningkatkan efisiensi pelayanan keseluruhan proses ekspor-impor.

Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai instansi yang bertanggung jawab dalam bidang kelautan dan perikanan, dimana dalam pelaksanaan tugas sehari-hari juga berhubungan dengan kegiatan proses ekspor-impor ikan yang dalam hal ini pelaksanaan secara teknis sistem penanganan lalu lintas impor dilakukan oleh Pusat Karantina Ikan.

(6)

Sebagai tindak lanjut Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.76/MEN/2008 tentang Pelaksanaan Sistem Elektronik Dalam Kerangka

Indonesia National Single Window di Lingkungan Departemen Kelautan dan

Perikanan, maka diperlukan suatu Prosedur Operasional Standar (POS) dan

Service Level Arrangement (SLA). Penyusunan POS dan SLA diperuntukkan

bagi impor komoditas ikan dalam kerangka Indonesia National Single Window,

yang dalam implementasinya Kementerian Kelautan dan Perikanan membagi menjadi 2 (dua) jalur, yaitu Jalur Merah dan Jalur Hijau.

B. MAKSUD dan TUJUAN

Maksud disusunnya POS dan SLA sebagai acuan bagi petugas karantina ikan dalam memberikan pelayanan lalu lintas impor ikan. Sedangkan tujuan disusunnya POS dan SLA dalam rangka memberikan kepastian hukum bagi petugas karantina ikan dan kepastian usaha bagi pengguna jasa dan mendukung transparansi dan keterbukaan dalam sistem pelayanan publik khususnya pelayanan perizinan karantina ikan.

C. RUANG LINGKUP

Ruang lingkup Keputusan Menteri ini terdiri dari:

1. Impor Komoditas Ikan untuk Jalur Merah;

2. Impor Komoditas Ikan untuk Jalur Hijau.

D. PENGERTIAN

1. Karantina ikan adalah tindakan sebagai upaya pencegahan masuk dan

tersebarnya hama dan penyakit ikan karantina dari luar negeri dan dari suatu area ke area lain di dalam negeri, atau keluarnya dari dalam wilayah Negara Republik Indonesia.

2. Hama dan penyakit ikan karantina, yang selanjutnya disebut HPIK, adalah

semua hama dan penyakit ikan yang belum terdapat dan/atau telah terdapat hanya di area tertentu di wilayah Negara Republik Indonesia yang dalam waktu relatif cepat dapat mewabah dan merugikan sosio ekonomi atau yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

(7)

3. Media pembawa hama dan penyakit ikan karantina, yang selanjutnya disebut media pembawa, adalah ikan dan/atau benda lain yang dapat membawa HPIK.

4. Media pembawa beresiko tinggi adalah media pembawa dalam bentuk

hidup, dan/atau media pembawa yang berasal dari negara yang sedang terjangkit (wabah) HPIK dan/atau Media Pembawa dalam keadaan mati

yang berpotensi sebagai inang dan pembawa/carrier HPIK.

5. Ikan adalah segala jenis organisme yang seluruh atau sebagian dari siklus

hidupnya berada di dalam lingkungan perairan.

6. Pemasukan adalah memasukkan media pembawa dari luar negeri ke dalam

wilayah Negara Republik Indonesia atau dari suatu area ke area lain di dalam wilayah Negara Republik Indonesia.

7. Pemeriksaan dokumen adalah tindakan untuk mengetahui kelengkapan dan

keabsahan dokumen persyaratan dan persyaratan lainnya.

8. Pemeriksaan klinis adalah tindakan untuk mengetahui jenis, jumlah dan

status kesehatan media pembawa yang dilalulintaskan.

9. Penahanan adalah tindakan menahan media pembawa yang akan

dimasukkan ke dalam negeri atau suatu area di dalam wilayah Negara Republik Indonesia.

10. Penolakan adalah tindakan tidak diizinkannya media pembawa dimasukkan

atau dikeluarkan ke atau dari suatu area atau dalam wilayah Negara Republik Indonesia.

11. Surat penahanan sementara (KI-D4) adalah dokumen resmi yang

ditandatangani oleh petugas karantina ikan di tempat pemasukan/pengeluaran, yang menyatakan bahwa media pembawa yang tercantum di dalamnya dikenakan tindakan penahanan.

12. Surat penolakan (KI-D5) adalah dokumen resmi yang ditandatangani oleh

petugas karantina ikan di tempat pemasukan/pengeluaran, yang menyatakan bahwa media pembawa yang tercantum di dalamnya dikenakan tindakan penolakan.

13. Surat pemusnahan (KI-D7) adalah dokumen resmi yang ditandatangani

oleh petugas karantina ikan di tempat pemasukan/pengeluaran yang menyatakan tindakan pemusnahan terhadap media pembawa yang

(8)

dimasukkan atau akan dikeluarkan, baik karena tidak bebas atau tidak dapat dibebaskan dari HPIK, rusak, busuk, atau tidak memenuhi persyaratan karantina atau persyaratan lainnya.

14. Surat persetujuan pengeluaran media pembawa dari tempat pemasukan

(KI-D15) adalah dokumen resmi yang ditandatangani oleh petugas karantina ikan di tempat pemasukan atau kawasan pabean, yang menyatakan bahwa media pembawa yang tercantum di dalamnya disetujui dikeluarkan dari tempat pemasukan untuk pelaksanaan tindakan karantina ikan atau dilalulintasbebaskan.

15. Jalur merah adalah mekanisme pelayanan karantina ikan di bidang impor

terhadap suatu importasi yang dilakukan melalui penelitian dokumen dan pemeriksaan klinis media pembawa (jenis, jumlah dan status kesehatan) di kawasan pabean.

16. Jalur hijau adalah mekanisme pelayanan karantina ikan di bidang impor

terhadap suatu importasi yang dilakukan pemeriksaan dokumen di kawasan pabean.

17. Petugas karantina ikan adalah pegawai negeri tertentu yang diberi tugas

untuk melakukan tindakan karantina berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

18. Pemohon adalah importir baik perseorangan, kelompok, maupun badan

hukum yang melakukan kegiatan pemasukan media pembawa dari luar negeri ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia.

(9)

BAB II PELAKSANAAN

A. Waktu Pelayanan

Layanan sistem dan prosedur pemasukan (impor) terhadap komoditi wajib periksa karantina ikan dilaksanakan setiap hari selama 24 jam.

B. Petugas Karantina Ikan

UPT Karantina Ikan dalam pelaksanaan penanganan dokumen kepabeanan dan perizinan yang berkaitan dengan impor ikan dilaksanakan oleh:

1. Petugas Penerima Dokumen/Operator;

2. Petugas Verifikasi/Koordinator Analis;

3. Petugas Pemeriksa Dokumen;

4. Petugas Pemeriksa klinis;

5. Petugas Pengawas.

C. Persyaratan Pemasukan

Dalam memasukan ikan, importir harus mengajukan permohonan

pemeriksaan karantina dengan persyaratan:

1. Importir telah teregistrasi pada Pusat Karantina Ikan atau UPT Karantina

Ikan;

2. Importir telah memiliki izin dan/atau rekomendasi untuk importasi komoditi

perikanan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya;

3. Media pembawa dilengkapi dengan sertifikat kesehatan (Health Certificate)

dari negara asal kecuali untuk media pembawa yang tergolong benda lain;

4. Pemasukan media pembawa melalui tempat-tempat yang telah ditetapkan;

5. Media pembawa dilaporkan ke petugas karantina ikan dan dalam kondisi

(10)

D. Prosedur Operasional Standar (POS) dan Service Level Arrangement

(SLA)

1. Jalur Merah

Pelayanan sistem dan prosedur pemasukan (impor) terhadap komoditi wajib periksa karantina ikan untuk jalur merah dilakukan oleh UPT Karantina Ikan di tempat pemasukan terhadap komoditas yang merupakan media pembawa beresiko tinggi atau komoditi yang dilarang dan dibatasi berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku.

a. POS

Prosedur pelayanan pemasukan (impor) terhadap komoditi ikan pada jalur merah dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1) Pemohon yang teregistrasi mengajukan permohonan Pelaporan

Pemeriksaan Karantina (PPK) untuk komoditi yang akan diimpor (on

line atau manual) pada hari dan jam kerja dengan ketentuan:

a) Permohonan PPK sudah diajukan 1 (satu) hari sebelum

pemasukan media pembawa (dalam bentuk segar/beku/kering) atau 2 (dua) hari sebelum pemasukan media pembawa (dalam bentuk hidup);

b) Media pembawa dalam kondisi siap dilakukan pemeriksaan fisik

oleh petugas karantina ikan; dan

c) Jenis barang yang akan diperiksa tidak lebih dari 3 (tiga) macam

dan 3 (tiga) bentuk, dalam kemasan standar 20 (dua puluh) inci di dalam 1 (satu) peti kemas dengan jumlah peti kemas dalam 1 (satu) frekuensi/transaksi sebanyak-banyaknya 10 (sepuluh) peti kemas.

2) Permohonan PPK diterima oleh Petugas Penerima

Dokumen/Operator, dan diteruskan ke Petugas Verifikasi/Koordinator Analis.

3) Petugas Verifikasi/Koordinator Analis menerima dan mendisposisi

permohonan PPK, dan diteruskan ke Petugas Penerima Dokumen/Operator.

(11)

4) Petugas Penerima Dokumen/Operator berdasarkan disposisi menerbitkan Surat Perintah Pemeriksaan Dokumen dan diteruskan kepada Petugas Pemeriksa Dokumen bersama data PPK.

5) Petugas Pemeriksa Dokumen melaksanakan pemeriksaan dokumen

dan hasil pemeriksaan dituangkan dalam bentuk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dokumen.

6) a) Dalam hal dokumen dianggap lengkap dan sesuai, maka LHP

diteruskan ke Petugas Verifikasi/Koordinator Analis guna disampaikan kepada Petugas Penerima Dokumen/Operator untuk menerbitkan Surat Perintah Pemeriksaan Klinis.

b) Apabila dokumen dianggap tidak lengkap dan tidak sesuai, maka LHP diteruskan ke Petugas Verifikasi/Koordinator Analis guna disampaikan kepada Petugas Penerima Dokumen/Operator.

7) Petugas Penerima Dokumen/Operator menerbitkan Surat Penahanan

Sementara (KI-D4) sebagaimana tercantum dalam formulir 1 dan disampaikan ke pemohon. Pemohon diberi waktu 3 (tiga) hari untuk melengkapi dokumen.

a) Jika dalam jangka waktu 3 (tiga) hari, pemohon dapat

melengkapi dokumen permohonannya, maka LHP disampaikan Petugas Pemeriksa Dokumen kepada:

i) Petugas Verifikasi/Koordinator Analis untuk diteruskan kepada

Petugas Penerima Dokumen/Operator guna diterbitkan Surat Perintah Pemeriksaan Klinis;

ii) Petugas Penerima Dokumen/Operator menyampaikan Surat

Perintah Pemeriksaan Klinis kepada Petugas Pemeriksa Klinis;

iii) Petugas Pemeriksa Klinis melakukan pemeriksaan terhadap

jenis, jumlah dan status kesehatan dan hasilnya dituangkan dalam LHP klinis;

iv) Jika hasil pemeriksaan klinis tidak sesuai, maka LHP klinis

disampaikan kepada Petugas Verifikasi/Koordinator Analis untuk diteruskan kepada Petugas Penerima Dokumen/Operator guna dikeluarkan Surat Penolakan (KI-D5)

(12)

sebagaimana tercantum dalam formulir 2 dan disampaikan kepada Pemohon;

v) Jika hasil pemeriksaan klinis sesuai, LHP diteruskan kepada

Petugas Verifikasi/Kooridnator Analis untuk dilakukan verifikasi dan diterbitkan Surat Persetujuan Pengeluaran Media Pembawa dari Tempat Pemasukan (KI-D15) sebagaimana tercantum dalam formulir 3 dan disampaikan kepada pemohon.

b) Jika dalam jangka waktu 3 (tiga) hari, pemohon tidak dapat

melengkapi dokumennya, maka:

i) LHP Dokumen disampaikan oleh Petugas Pemeriksa Dokumen

kepada Petugas Verifikasi/Koordinator Analis untuk diteruskan kepada Petugas Penerima Dokumen/Operator guna dikeluarkan Surat Penolakan (KI-D5) dan disampaikan kepada pemohon.

ii) Apabila setelah 3 (tiga) hari pemohon tidak melakukan

Re-Ekspor, maka Petugas Penerima Dokumen/Operator menerbitkan Surat Pemusnahan (KI-D7) sebagaimana tercantum dalam formulir 4 dan disampaikan kepada pemohon.

(13)

Gambar 1. Alur Prosedur Operasional Standar Pemasukan (Impor) Media Pembawa Melalui Jalur Merah

PPK PETUGAS PENGAWAS PETUGAS PEMERIKSA KLINIS PETUGAS PEMERIKSA DOKUMEN PETUGAS VERIFIKASI/ KOORDINATOR ANALIS PETUGAS PENERIMA DOKUMEN / OPERATOR PEMOHON MULAI PPK PENGAJUAN DOKUMEN IMPOR PPK MENERIMA & MENDISPOSISI PPK DISPOSISI PEMERIKSAAN DOKUMEN Srt. PERINTAH PEMERIKSAAN DOKUMEN PROSES PENGAWASAN PENAHANAN MEDIA PEMBAWA KI-D4 SURAT PENAHANAN SEMENTARA MENERIMA, VERIFIKASI & MENDISPOSISI LHP DISPOSISI TIDAK YA KI-D4 A LHP DOKUMEN YA TIDAK DOKUMEN Lengkap dan Sah ? Srt. PERINTAH PENAHANAN PPK PPK Srt. PERINTAH PEMERIKSAAN DOKUMEN LHP DOKUMEN Dokumen PENGAJUAN KELENGKAPAN DOKUMEN

Dokumen MENERIMA &

MENDISPOSISI DISPOSISI PEMERIKSAAN DOKUMEN DOKUMEN Lengkap dan Sah? Dokumen

Dlm waktu 3 hari (maksimum) untuk melengkapi

(14)

PETUGAS PENGAWAS PETUGAS PEMERIKSA KLINIS PETUGAS PEMERIKSA DOKUMEN PETUGAS VERIFIKASI/ KOORDINATOR ANALIS PETUGAS PENERIMA DOKUMEN / OPERATOR PEMOHON Srt. PERINTAH PEMERIKSAAN KLINIS KI-D7: SURAT PEMUSNAHAN DISPOSISI KI-D5 SURAT PENOLAKAN DISPOSISI MENERIMA, VERIFIKASI & MENDISPOSISI SELESAI PROSES PENGAWASAN PEMUSNAHAN MEDIA PEMBAWA LHP DOKUMEN KI-D7: SURAT PEMUSNAHAN KI-D5 PROSES PENGAWASAN PENOLAKAN MEDIA PEMBAWA LHP DOKUMEN MENERIMA, DAN MENDISPOSISI A LHP Srt. PERINTAH PENOLAKAN Srt. PERINTAH PEMUSNAHAN B KI-D15 SELESAI KI-D15 PROSES PENGAWASAN PENGELUARAN MEDIA PEMBAWA LHP KLINIS SESUAI? LHP KLINIS TIDAK MENERIMA, VERIFIKASI & MENDISPOSISI YA PEMERIKSAAN KLINIS Srt. PERINTAH PEMERIKSAAN KLINIS DISPOSISI LHP KLINIS LHP DOKUMEN

(15)

b. SLA

Petugas karantina ikan dalam memberikan pelayanan pemasukan (impor) terhadap media pembawa pada jalur merah dengan menggunakan standar waktu sebagai berikut:

No Uraian Waktu

1. Penerimaan Dokumen PPK dan Registrasi (P1) 15 menit

2. Dokumen PPK diterima, diverifikasi, dan didisposisi (P2) 30 menit

3. Penerbitan Surat Perintah Pemeriksaan Dokumen (P3.a) dan penyampaian kepada Petugas Pemeriksa Dokumen (P3.b)

15 menit

4. Pelaksanaan Pemeriksaan Dokumen dan Penerbitan Lembar Hasil Pemeriksaan (LHP) Dokumen (P4)

50 menit

5. LHP Dokumen diterima, diverifikasi, dan disposisi (P5) 30 menit

6. Penerbitan Surat Perintah Pemeriksaan Klinis (P6.a) dan

penyampaian kepada Petugas Pemeriksa Klinis (P6.b)

15 menit

7. Pelaksanaan Pemeriksaan Klinis dan Penerbitan LHP

Klinis (P7)

240 menit

8. LHP Klinis diterima, diverifikasi, dan disposisi (P8) 15 menit

9. Penerbitan KI-D15 (Surat Persetujuan Pengeluaran Dari

Tempat Pemasukan) (P9)

40 menit

(16)

Gambar 2. Service Level Arrangement Pemasukan (Impor) Komoditi Perikanan Melalui Jalur Merah PEMOHON PETUGAS PENERIMA DOKUMEN/ OPERATOR PETUGAS VERIFIKASI/ KOORDINATOR ANALIS PETUGAS PEMERIKSA DOKUMEN PETUGAS PEMERIKSA KLINIS PETUGAS PENGAWAS MULAI MENGAJUKAN DOKUMEN PPK P1 = 15 MENIT MENERIMA, VERIFIKASI, DISPOSISI P2 = 30 MENIT DISPOSISI PPK PPK SURAT PERINTAH PEMERIKSAAN DOKUMEN P3.a = 10 MENIT SURAT PERINTAH PEMERIKSAAN DOKUMEN P3.b = 5 MENIT PEMERIKSAAN DOKUMEN P4 = 50 MENIT LHP DOKUMEN MENERIMA, VERIFIKASI, DISPOSISI P5 = 30 MENIT DISPOSISI LHP DOKUMEN SURAT PERINTAH PEMERIKSAAN KLINIS P6.a = 10 MENIT SURAT PERINTAH PEMERIKSAAN KLINIS PEMERIKSAAN KLINIS P6.b = 5 MENIT P7 = 240 MENIT LHP KLINIS MENERIMA, VERIFIKASI, DISPOSISI P8 = 15 MENIT DISPOSISI LHP KLINIS KI-D15 (SURAT PERSETUJUAN PENGELUARAN DARI TEMPAT PEMASUKAN) SELESAI P9 = 40 MENIT KI-D15 (SURAT PERSETUJUAN PENGELUARAN DARI

TEMPAT PEMASUKAN) PENGAWASAN PROSES

PENGELUARAN MEDIA PEMBAWA PENGA WALA N

(17)

2. Jalur Hijau

Pelayanan sistem dan prosedur pemasukan (impor) terhadap komoditi wajib periksa karantina ikan untuk jalur hijau dilakukan oleh UPT Karantina Ikan di tempat pemasukan yang memiliki kegiatan impor.

a. POS

Prosedur pelayanan sistem prosedur pemasukan (impor) terhadap

komoditi ikan pada jalur hijaudilakukan dengan cara sebagai berikut:

1) Pemohon yang teregistrasi mengajukan permohonan PPK untuk

komoditi yang akan diimpor (on line atau manual) pada hari dan jam

kerja dengan ketentuan:

a) Permohonan PPK sudah diajukan 1 (satu) hari sebelum

pemasukan media pembawa (dalam bentuk segar/beku/kering) atau 2 (dua) hari sebelum pemasukan media pembawa (dalam bentuk hidup);

b) Pada kondisi tertentu barang yang masuk dicurigai diduga

tertular HPIK, terjadi penurunan mutu, dan merupakan barang yang dilarang/dibatasi, maka prosedur pemasukan dilakukan melalui jalur merah.

2) Permohonan PPK diterima oleh Petugas Penerima

Dokumen/Operator, dan diteruskan ke Petugas Verifikasi/Koordinator Analis.

3) Petugas Verifikasi/Koordinator Analis menerima dan mendisposisi

permohonan PPK dan diteruskan kepada Petugas Penerima Dokumen/Operator.

4) Petugas Penerima Dokumen/Operator berdasarkan disposisi

menerbitkan Surat Perintah Pemeriksaan Dokumen dan meneruskan ke Petugas Pemeriksa Dokumen bersama data PPK.

5) Petugas Pemeriksa Dokumen melaksanakan pemeriksaan dokumen

(18)

6) a) Dalam hal dokumen dianggap lengkap dan sesuai, maka LHP diteruskan ke Petugas Verifikasi/Koordinator Analis guna disampaikan kepada Petugas Penerima Dokumen/Operator untuk menerbitkan Surat Persetujuan Pengeluaran Media Pembawa Dari Tempat Pemasukan (KI-D15).

b) Apabila dokumen dianggap tidak lengkap dan tidak sesuai, maka LHP diteruskan ke Petugas Verifikasi/Koordinator Analis guna disampaikan kepada Petugas Penerima Dokumen/Operator.

7) Petugas Penerima Dokumen/Operator menerbitkan Surat Penahanan

Sementara (KI-D4) dan disampaikan ke pemohon. Pemohon diberi waktu 3 (tiga) hari untuk melengkapi dokumen.

a) Jika dalam jangka waktu 3 (tiga) hari, pemohon dapat

melengkapi dokumen pemohonannya, maka LHP disampaikan oleh Petugas Verifikasi/Koordinator Analis kepada Petugas Pemeriksa Dokumen untuk diteruskan kepada Petugas Penerima Dokumen/Operator guna diterbitkan Surat Persetujuan Pengeluaran Media Pembawa Dari Tempat Pemasukan (KI-D15) dan disampaikan kepada pemohon.

b) Jika dalam jangka waktu 3 (tiga) hari, pemohon tidak dapat

melengkapi dokumennya, maka LHP disampaikan oleh Petugas Pemeriksa Dokumen kepada Petugas Verifikasi/Koordinator Analis untuk diterbitkan Surat Penolakan (KI-D5) oleh Petugas Penerima Dokumen/Operator. Petugas Penerima Dokumen/Operator membuatkan Surat Penolakan (KI-D5) dan disampaikan kepada pemohon.

c) Apabila setelah 3 (tiga) hari pemohon tidak melakukan

Re-Ekspor, maka Petugas Penerima Dokumen/Operator menerbitkan Surat Pemusnahan (KI-D7) dan disampaikan ke pemohon.

(19)

Gambar 3. Alur Prosedur Operasional Standar Pemasukan (Impor) Media Pembawa Melalui Jalur Hijau

PPK PETUGAS PENGAWAS PETUGAS PEMERIKSA KLINIS PETUGAS PEMERIKSA DOKUMEN PETUGAS VERIFIKASI/ KOORDINATOR ANALIS PETUGAS PENERIMA DOKUMEN / OPERATOR PEMOHON MULAI PPK PENGAJUAN DOKUMEN IMPOR PPK MENERIMA & MENDISPOSISI PPK DISPOSISI PEMERIKSAAN DOKUMEN Srt. PERINTAH PEMERIKSAAN DOKUMEN PROSES PENGAWASAN PENAHANAN MEDIA PEMBAWA KI-D4 SURAT PENAHANAN SEMENTARA MENERIMA, VERIFIKASI & MENDISPOSISI LHP DISPOSISI TIDAK YA KI-D4 A LHP DOKUMEN YA TIDAK DOKUMEN Lengkap dan Sah ? Srt. PERINTAH PENAHANAN PPK PPK Srt. PERINTAH PEMERIKSAAN DOKUMEN LHP DOKUMEN Dokumen PENGAJUAN KELENGKAPAN DOKUMEN

Dokumen MENERIMA &

MENDISPOSISI DISPOSISI PEMERIKSAAN DOKUMEN DOKUMEN Lengkap dan Sah? Dokumen

Dlm waktu 3 hari (maksimum) untuk melengkapi

(20)

b. SLA

Petugas karantina ikan dalam memberikan pelayanan pemasukan (impor) terhadap media pembawa pada jalur hijau dengan menggunakan standar waktu sebagai berikut:

No Uraian Waktu

1. Penerimaan Dokumen PPK dan Registrasi (P1) 15 menit

2. Dokumen PPK diterima, diverifikasi, dan didisposisi (P2) 30 menit

3. Penerbitan Surat Perintah Pemeriksaan Dokumen (P3.a) dan

disampaikan kepada Petugas Pemeriksa Dokumen (P3.b) 15 menit

4. Pelaksanaan Pemeriksaan Dokumen dan Penerbitan Lembar

Hasil Pemeriksaan (LHP) Dokumen (P4) 50 menit

5. LHP Dokumen diterima, diverifikasi, dan didisposisi (P5) 30 menit

6. Penerbitan KI-D15 (Surat Persetujuan Pengeluaran Dari

(21)

Gambar 4. Service Level Arrangement Pemasukan (Impor) Media Pembawa Melalui Jalur Hijau

PEMOHON PETUGAS PENERIMA DOKUMEN/ OPERATOR PETUGAS VERIFIKASI/ KOORDINATOR ANALIS PETUGAS PEMERIKSA DOKUMEN PETUGAS PEMERIKSA KLINIS PETUGAS PENGAWAS MULAI MENGAJUKAN DOKUMEN PPK P1 = 15 MENIT MENERIMA, VERIFIKASI, DISPOSISI P2 = 30 MENIT DISPOSISI PPK PPK SURAT PERINTA H PEMERIKSAA N DOKUMEN P3.a = 10 MENIT SURAT PERINTA H PEMERIKSAA N DOKUMEN P3.b = 5 MENIT PEMERIKSAAN DOKUMEN P4 = 50 MENIT LHP DOKUMEN MENERIMA, VERIFIKASI, DISPOSISI P5 = 30 MENIT DISPOSISI LHP DOKUMEN KI-D15 (SURAT PERSETUJUAN PENGELUARAN DARI TEMPAT PEMASUKAN) SELESAI P6 = 40 MENIT KI-D15 (SURAT PERSETUJUAN PENGELUARAN DARI TEMPAT PEMASUKAN) PROSES PENGAWASAN PENGELUARAN MEDIA PEMBAWA PENGA WALA N

(22)

E. Pembiayaan

Dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemeriksaan impor media pembawa baik untuk jalur merah maupun lajur hijau dikenakan biaya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(23)

BAB III PENUTUP

POS dan SLA diterbitkan sebagai acuan bagi petugas karantina ikan dan pengguna jasa (importir) dalam pelaksanaan kegiatan lalu lintas impor ikan serta memberikan jaminan kepastian hukum dan transparansi dalam sistem pelayanan publik.

a.n. MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN R.I. SEKRETARIS JENDERAL,

ttd.

(24)

DAFTAR FORMULIR

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR KEP.09/MEN/SJ/2010

TENTANG

PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR DAN SERVICE LEVEL

ARRANGEMENT UNTUK IMPOR KOMODITAS IKAN DALAM KERANGKA

INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW DI LINGKUNGAN

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

NOMOR

FORMULIR ISI FORMULIR

1 Surat Penahanan Sementara (KI-D4)

2 Surat Penolakan (KI-D5)

3 Surat Persetujuan Pengeluaran Media Pembawa dari Tempat

Pemasukan (KI-D15)

4 Surat Pemusnahan (KI-D7)

a.n. MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN R.I. SEKRETARIS JENDERAL,

ttd.

(25)

Formulir 1

……... ekor …… pce …... kgm …... grm …….. ltr ... mlt REPUBL IK INDONES IA

KEMENTERIA N KELAUTA N DA N PERIKA NA N PUSAT KARANTINA IKA N

SURAT P ENA HA NA N SEMENTA RA Nomor:………

Berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan serta Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2002 tentang Karantina Ikan, dari hasil pemeriksaan kelengkapan dan kebenaran isi dokumen terhadap media pembawa:

1. Jenis dan jumlah media pembawa*):

2. Tanggal kedatangan/keberangkatan**) : ... 3. Alat angkut : ... 4. Nama dan alamat pemilik/penerima : ... ... ... 5. Negara/area asal/tujuan**) : ... Ternyata media pembawa tersebut:

(Beri tanda cek ( ) pada pernyataan yang sesuai)

Tidak dilengkapi Sertifikat Kesehatan Ikan (Health Certificate)

Tidak dapat memenuhi kewajiban tambahan yang ditetapkan Dokumen yang menyertai telah habis masa berlakunya/tidak berlaku Isi kemasan tidak sesuai dengan yg tertulis dalam dokumen Tidak dilengkapi persyaratan lainnya yang telah ditetapkan

Tidak diurus atau tidak diketahui pemiliknya

Merupakan jenis yang dilarang/dilindungi/diatur/dibatasi pemasukannya/pengeluarannya**)

Maka terhadap media pembawa tersebut dikenakan tindakan penahanan di Instalasi Karantina Ikan milik ... alamat ...

………, ……… Kepala/Penanggung jawab/ Stempel, Pejabat Fungsional**)

_____________________ NIP. ………. Catatan:

*) Lampiran, apabila diperlukan. **) Coret yang tidak perlu.

No Nama Latin JENIS KOMODITI Nama Umum

Total :

JUMLAH (ekor/pce/kgm/grm/ltr/mlt)

(26)

Formulir 2

……... ekor …… pce …... kgm …... grm …….. ltr ... mlt REPUBL IK IND ONES IA

KEMENTERIA N KELAUTA N DA N PERIKA NA N PUSAT KARANTINA IKA N

SURAT P ENOLAKA N Nomor:………

Berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan serta Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2002 tentang Karantina Ikan, dari hasil pemeriksaan dan/atau tindakan karantina terhadap media pembawa:

1. Jenis dan jumlah media pembawa*):

2. Tanggal kedatangan/keberangkatan**) : ... 3. Alat angkut : ... 4. Nama dan alamat pemilik/penerima : ... ... ... 5. Negara/area asal/tujuan**) : ... Ternyata media pembawa tersebut:

(Beri tanda cek ( ) pada pernyataan yang sesuai)

Tidak dilengkapi dengan persyaratan lain yang telah ditetapkan

Merupakan jenis yang dilarang atau diatur/dibatasi pemasukan/pengeluarannya Tidak dapat memenuhi persyaratan negara tujuan

Tidak bebas dari Hama dan Penyakit Ikan Karantina golongan I/busuk/rusak **) Tidak dapat dibebaskan dari Hama dan Penyakit Ikan Karantina golongan II setelah diberi perlakuan

Tidak dapat memenuhi kewajiban tambahan yang ditetapkan Tidak diurus atau tidak diketahui pemiliknya

Tidak memenuhi persyaratan karantina

Maka terhadap media pembawa tersebut dilakukan penolakan

………, ………

Kepala/Penanggung jawab/ Stempel, Pejabat Fungsional**)

_____________________ NIP. ………. Catatan:

Apabila dalam waktu 3 (tiga) hari sejak diterbitkannya dokumen ini media pembawa tidak dikirim kembali, maka terhadap media pembawa tersebut dilakukan pemusnahan.

*) Lampiran, apabila diperlukan. **) Coret yang tidak perlu

No Nama Latin JENIS KOMODITI Nama Umum

Total :

JUMLAH (ekor/pce/kgm/grm/ltr/mlt)

(27)

Formulir 3

REPUBL IK INDONES IA

KEMENTERIA N KELAUTA N DA N PERIKA NA N PUSAT KARANTINA IKA N

SURAT P ERS ETUJUA N PENG ELUARA N MEDIA P EMBAWA DARI TEMPAT PEMASUKA N

Nomor:……… Kepada Yth.

……… ………

Berdasarkan Undang-undang No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Undang-undang No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dan Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2002 tentang Karantina Ikan serta menindaklanjuti Laporan Pemasukan/Transit*) media pembawa nomor : ………tanggal ………, bersama ini diberitahukan bahwa terhadap media pembawa tersebut dibawah ini:

1. Jenis dan jumlah media pembawa*):

Setuju untuk dikeluarkan dari tempat pemasukan, pelabuhan laut/udara ... dalam rangka pelaksanaan tindakan karantina di instalasi/tempat penimbunan sementara (TPS) karantina ikan. Nama Pemilik : ... Alamat Instalasi / TPS ... ...

atau dilalulintasbebaskan di area tujuan *).

Pengeluaran media pembawa tersebut diatas tetap memperhatikan dan mengikuti ketentuan kepabeanan yang berlaku. Demikian persetujuan ini disampaikan, untuk dapat dipergunakan seperlunya.

………, ……… Kepala/Penanggung jawab Wilker/ Stempel, Pejabat Fungsional**)

_____________________ NIP. ……….

Catatan :

*) Coret yang tidak perlu **) Lampiran, apabila diperlukan

No Nama Latin JENIS KOMODITI Nama Umum Total : JUMLAH (hds/pce/kgm/grm/ltr/mlt) - hds - pcs - kgm - grm - ltr - mlt 2. Nama/Alamat Pengirim : ... ... 3. Nama/Alamat Penerima : ... ...

4. Identitas Alat Angkut : ...

5. Tanggal Kedatangan / Pengiriman *) : ...

6. Negara / Area*) Asal : ...

7. Negara / Area*)Tujuan : ...

8. Bill of Lading/Airway Bill : ...

9. Jumlah Kemasan/kontainer *) : ...

10. Nomor Sertifikat Kesehatan Ikan / Surat

Keterangan Lalu Lintas Ikan / Produk Perikanan : ... 11. Dokumen Lain : ...

(28)

Formulir 4

……... ekor …… pce …... kgm …... grm …….. ltr ... mlt REPUBL IK INDONES IA

KEMENTERIA N KELAUTA N DA N PERIKA NA N PUSAT KARANTINA IKA N

SURAT P EMUS NA HA N Nomor:………

Berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan serta Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2002 tentang Karantina Ikan, dari hasil tindakan karantina terhadap media pembawa:

1. Jenis dan jumlah media pembawa*):

2. Tanggal kedatangan/keberangkatan**) : ... 3. Alat angkut : ... 4. Nama dan alamat pemilik/penerima : ... ... ... 5. Negara/area asal/tujuan**) : ... Ternyata media pembawa tersebut:

(Beri tanda cek ( ) pada pernyataan yang sesuai)

Tidak memenuhi persyaratan karantina ikan

Tidak dilengkapi dengan persyaratan lain yang telah ditetapkan

Tidak bebas dari Hama dan Penyakit Ikan Karantina golongan I/golongan II setelah diberi perlakuan**) Tidak diurus/busuk/rusak/tidak diketahui pemiliknya**)

Tidak dikirim kembali ke area/negara asal (Re-Ekspor) Tidak dapat memenuhi kewajiban tambahan yang ditetapkan

Merupakan jenis yang dilarang atau diatur/dibatasi pemasukan/pengeluarannya Maka terhadap media pembawa tersebut dilakukan tindakan pemusnahan.

………, ……… Kepala/Penanggung jawab/ Stempel, Pejabat Fungsional**)

_____________________ NIP. ………. Catatan:

*) Lampiran, apabila diperlukan. **) Coret yang tidak perlu.

No Nama Latin JENIS KOMODITI Nama Umum

Total :

JUMLAH (ekor/pce/kgm/grm/ltr/mlt)

Gambar

Gambar 1.  Alur Prosedur Operasional Standar Pemasukan (Impor) Media Pembawa  Melalui Jalur Merah
Gambar 2.  Service Level Arrangement  Pemasukan (Impor) Komoditi Perikanan Melalui  Jalur Merah  PEMOHON  PETUGAS  PENERIMA  DOKUMEN/ OPERATOR  PETUGAS  VERIFIKASI/ KOORDINATOR ANALIS  PETUGAS  PEMERIKSA DOKUMEN  PETUGAS  PEMERIKSA KLINIS  PETUGAS  PENGAWAS  MULAI  MENGAJUKAN  DOKUMEN  PPK  P1 = 15 MENIT  MENERIMA,  VERIFIKASI, DISPOSISI P2 = 30 MENIT  DISPOSISI PPK PPK SURAT PERINTAH PEMERIKSAAN  DOKUMEN  P3.a = 10 MENIT  SURAT PERINTAH  PEMERIKSAAN  DOKUMEN  P3.b = 5 MENIT  PEMERIKSAAN  DOKUMEN P4 = 50 MENIT  LHP  DOKUMENMENERIMA, VERIFIKASI,  DISPOSISI P5 = 30 MENIT DISPOSISI LHP  DOKUMENSURAT PERINTAH PEMERIKSAAN KLINIS P6.a = 10 MENIT SURAT PERINTAH  PEMERIKSAAN  KLINIS  PEMERIKSAAN  KLINIS P6.b = 5 MENIT  P7 = 240 MENIT  LHP   KLINIS MENERIMA, VERIFIKASI,  DISPOSISI P8 = 15 MENIT DISPOSISI LHP   KLINIS KI-D15  (SURAT PERSETUJUAN PENGELUARAN DARI TEMPAT PEMASUKAN)  SELESAI  P9 = 40 MENIT KI-D15  (SURAT PERSETUJUAN PENGELUARAN DARI
Gambar 3.  Alur Prosedur Operasional Standar Pemasukan (Impor) Media Pembawa  Melalui Jalur Hijau
Gambar 4.  Service Level Arrangement  Pemasukan (Impor) Media Pembawa  Melalui Jalur Hijau

Referensi

Dokumen terkait

Penanganan Hasil Perikanan harus memenuhi: 1. Produk segar yang masih menunggu untuk ditangani, dikemas dan dikirim, harus diberi es dan disimpan di ruang

Penyusutan arsip adalah kegiatan pengurangan jumlah arsip dengan cara pemindahan arsip inaktif dari unit pengolah ke unit kearsipan, pemusnahan arsip yang tidak

Tenaga Pendamping program-program pemberdayaan DKP sebelumnya yang berkinerja baik sesuai rekomendasi Dinas Kabupaten/Kota seperti Tenaga Pendamping Desa (TPD) Program

Kelompok jenis alat penangkapan ikan jaring angkat adalah kelompok alat penangkapan ikan terbuat dari bahan jaring berbentuk segi empat dilengkapi bingkai bambu atau bahan

Meliputi hal-hal yang berkenaan dengan masalah program kegiatan pembangunan sesuai dengan masalahnya seperti peningkatan produksi prasarana fisik untuk perikanan tangkap/budidaya,

baik sedangkan bagi para pengguna jasa pelayanan (pelanggan) untuk mengetahui atau memahami akan suatu prosedur pelayanan yang dilakukan oleh aparatur. Dengan demikian

Jabatan fungsional Penyuluh Perikanan terdiri atas Penyuluh Perikanan Tingkat Terampil dan Penyuluh Perikanan Tingkat Ahli dengan jenjang jabatan/pangkat Penyuluh Perikanan

Penanganan Hasil Perikanan harus memenuhi: 1. Produk segar yang masih menunggu untuk ditangani, dikemas dan dikirim, harus diberi es dan disimpan di ruang dingin. Penambahan es