KEPUTUSAN
MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.09/MEN/SJ/2010
TENTANG
PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR DAN SERVICE LEVEL
ARRANGEMENT UNTUK IMPOR KOMODITAS IKAN DALAM KERANGKA
INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW DI LINGKUNGAN
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa sebagai tindak lanjut Keputusan Menteri Kelautan
dan Perikanan Nomor KEP.76/MEN/2008 tentang Pelaksanaan Sistem Elektronik Dalam Kerangka
Indonesia National Single Window di Lingkungan
Departemen Kelautan dan Perikanan, dipandang perlu
menetapkan Prosedur Operasional Standar dan Service
Level Arrangement Untuk Impor Komoditas Ikan Dalam
Kerangka Indonesia National Single Window di
Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan;
b. bahwa untuk itu perlu ditetapkan dengan Keputusan
Menteri;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang
Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan;
2. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang
Perikanan, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2002 tentang
Karantina Ikan;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2002 tentang
Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Departemen Kelautan dan Perikanan, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2006;
5. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit
Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun 2008;
6. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2008 tentang Penggunaan Sistem Elektronik Dalam Kerangka
Indonesia National Single Window;
7. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang
Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara;
8. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009;
9. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
PER.07/MEN/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kelautan dan Perikanan, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.04/MEN/2009;
10. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
PER.21/MEN/2006 tentang Tindakan Karantina Ikan Dalam Hal Transit;
11. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
PER.09/MEN/2007 tentang Ketentuan Pemasukan Media Pembawa Berupa Ikan Hidup Sebagai Barang Bawaan Ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia;
12. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
PER.20/MEN/2007 tentang Tindakan Karantina Untuk Pemasukan Media Pembawa Hama dan Penyakit Ikan Karantina Dari Luar Negeri dan Dari Suatu Area Ke Area Lain Di Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia;
13. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
PER.21/MEN/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Karantina Ikan;
14. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
PER.28/MEN/2008 tentang Jenis, Tata Cara Penerbitan, dan Format Dokumen Tindakan Karantina Ikan;
15. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
PER.29/MEN/2008 tentang Persyaratan Pemasukan Media Pembawa Berupa Ikan Hidup;
16. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
KEP.24/MEN/2002 tentang Tata Cara dan Teknik Penyusunan Peraturan Perundang-undangan di Lingkungan Departemen Kelautan dan Perikanan;
17. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
KEP.16/MEN/2006 tentang Penetapan Tempat-Tempat Pemasukan dan Pengeluaran Media Pembawa Hama dan Penyakit Ikan Karantina;
18. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.76/MEN/2008 tentang Pelaksanaan
Sistem Elektronik Dalam Kerangka Indonesia National
Single Window Di Lingkungan Departemen Kelautan dan
Perikanan;
19. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
KEP.03/MEN/2010 tentang Penetapan Jenis-Jenis Hama dan Penyakit Ikan Karantina, Golongan, Media Pembawa dan Sebarannya;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN TENTANG PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR DAN
SERVICE LEVEL ARRANGEMENT UNTUK IMPOR KOMODITAS IKAN DALAM KERANGKA INDONESIA
NATIONAL SINGLE WINDOW DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN.
PERTAMA : Menetapkan prosedur operasional standar dan service level
arrangement untuk impor komoditas ikan dalam kerangka
Indonesia National Single Window di Lingkungan Kementerian
Kelautan dan Perikanan yang selanjutnya disebut POS dan SLA INSW KKP sebagaimana tersebut dalam Lampiran Keputusan Menteri ini.
KEDUA : POS dan SLA INSW KKP sebagaimana dimaksud diktum
PERTAMA merupakan sistem pelayanan terhadap:
a. impor komoditas ikan untuk jalur merah; dan
b. impor komoditas ikan untuk jalur hijau.
KETIGA : POS dan SLA INSW KKP sebagaimana dimaksud diktum
PERTAMA merupakan tindakan karantina ikan di kawasan
pabean dalam mendukung sistem Custom Clearance yang
berkaitan dengan impor ikan secara elektronik.
KEEMPAT : Dalam hal terjadi keadaan yang menyebabkan sistem
elektronik sebagaimana dimaksud diktum KETIGA menjadi tidak berfungsi, maka digunakan sistem manual.
KELIMA : Sistem pelayanan dalam kerangka INSW sebagaimana
dimaksud diktum KEDUA dilaksanakan oleh Pusat Karantina Ikan.
KEENAM : Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 02 Februari 2010
a.n. MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN R.I. SEKRETARIS JENDERAL,
ttd.
LAMPIRAN : Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan R.I,
Nomor KEP.09/MEN/SJ/2010
Tentang Prosedur Operasional Standar dan
Service Level Arrangement Untuk Impor
Komoditas Ikan Dalam Kerangka Indonesia
National Single Window di Lingkungan
Kementerian Kelautan dan Perikanan
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Komitmen Negara Republik Indonesia yang sangat tinggi dalam mendukung pelaksanaan perdagangan global di tingkat regional ASEAN ditunjukkan dengan penyusunan dan pemberlakuan sistem penanganan lalu lintas barang impor yang cepat, tepat, dan akurat. Dengan memberlakukan sistem tersebut diharapkan dapat mengatasi kondisi pelayanan yang ada saat ini yang masih banyak terjadi kekurangan seperti masalah waktu, birokrasi yang terlalu berbelit-belit, tingginya pembiayaan yang harus dikeluarkan dalam pengurusan surat, serta tidak akuratnya data yang diberikan oleh petugas.
Dengan adanya sistem penanganan lalu lintas barang impor yang cepat, tepat, dan akurat diharapkan masalah-masalah yang terkait dengan kepentingan nasional dapat terselesaikan, khususnya yang terkait dengan berbagai jenis kejahatan seperti kejahatan transnasional, penyelundupan
obat-obatan, illegal fishing, dan juga peredaran ikan secara melawan hukum.
Pembangunan sistem tersebut diselenggarakan dengan melaksanakan
prinsip-prinsip good governance melalui pembangunan otomasi sistem pelayanan yang
terintegrasi antarpemerintah dengan tujuan mampu meningkatkan efisiensi pelayanan keseluruhan proses ekspor-impor.
Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai instansi yang bertanggung jawab dalam bidang kelautan dan perikanan, dimana dalam pelaksanaan tugas sehari-hari juga berhubungan dengan kegiatan proses ekspor-impor ikan yang dalam hal ini pelaksanaan secara teknis sistem penanganan lalu lintas impor dilakukan oleh Pusat Karantina Ikan.
Sebagai tindak lanjut Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.76/MEN/2008 tentang Pelaksanaan Sistem Elektronik Dalam Kerangka
Indonesia National Single Window di Lingkungan Departemen Kelautan dan
Perikanan, maka diperlukan suatu Prosedur Operasional Standar (POS) dan
Service Level Arrangement (SLA). Penyusunan POS dan SLA diperuntukkan
bagi impor komoditas ikan dalam kerangka Indonesia National Single Window,
yang dalam implementasinya Kementerian Kelautan dan Perikanan membagi menjadi 2 (dua) jalur, yaitu Jalur Merah dan Jalur Hijau.
B. MAKSUD dan TUJUAN
Maksud disusunnya POS dan SLA sebagai acuan bagi petugas karantina ikan dalam memberikan pelayanan lalu lintas impor ikan. Sedangkan tujuan disusunnya POS dan SLA dalam rangka memberikan kepastian hukum bagi petugas karantina ikan dan kepastian usaha bagi pengguna jasa dan mendukung transparansi dan keterbukaan dalam sistem pelayanan publik khususnya pelayanan perizinan karantina ikan.
C. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup Keputusan Menteri ini terdiri dari:
1. Impor Komoditas Ikan untuk Jalur Merah;
2. Impor Komoditas Ikan untuk Jalur Hijau.
D. PENGERTIAN
1. Karantina ikan adalah tindakan sebagai upaya pencegahan masuk dan
tersebarnya hama dan penyakit ikan karantina dari luar negeri dan dari suatu area ke area lain di dalam negeri, atau keluarnya dari dalam wilayah Negara Republik Indonesia.
2. Hama dan penyakit ikan karantina, yang selanjutnya disebut HPIK, adalah
semua hama dan penyakit ikan yang belum terdapat dan/atau telah terdapat hanya di area tertentu di wilayah Negara Republik Indonesia yang dalam waktu relatif cepat dapat mewabah dan merugikan sosio ekonomi atau yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
3. Media pembawa hama dan penyakit ikan karantina, yang selanjutnya disebut media pembawa, adalah ikan dan/atau benda lain yang dapat membawa HPIK.
4. Media pembawa beresiko tinggi adalah media pembawa dalam bentuk
hidup, dan/atau media pembawa yang berasal dari negara yang sedang terjangkit (wabah) HPIK dan/atau Media Pembawa dalam keadaan mati
yang berpotensi sebagai inang dan pembawa/carrier HPIK.
5. Ikan adalah segala jenis organisme yang seluruh atau sebagian dari siklus
hidupnya berada di dalam lingkungan perairan.
6. Pemasukan adalah memasukkan media pembawa dari luar negeri ke dalam
wilayah Negara Republik Indonesia atau dari suatu area ke area lain di dalam wilayah Negara Republik Indonesia.
7. Pemeriksaan dokumen adalah tindakan untuk mengetahui kelengkapan dan
keabsahan dokumen persyaratan dan persyaratan lainnya.
8. Pemeriksaan klinis adalah tindakan untuk mengetahui jenis, jumlah dan
status kesehatan media pembawa yang dilalulintaskan.
9. Penahanan adalah tindakan menahan media pembawa yang akan
dimasukkan ke dalam negeri atau suatu area di dalam wilayah Negara Republik Indonesia.
10. Penolakan adalah tindakan tidak diizinkannya media pembawa dimasukkan
atau dikeluarkan ke atau dari suatu area atau dalam wilayah Negara Republik Indonesia.
11. Surat penahanan sementara (KI-D4) adalah dokumen resmi yang
ditandatangani oleh petugas karantina ikan di tempat pemasukan/pengeluaran, yang menyatakan bahwa media pembawa yang tercantum di dalamnya dikenakan tindakan penahanan.
12. Surat penolakan (KI-D5) adalah dokumen resmi yang ditandatangani oleh
petugas karantina ikan di tempat pemasukan/pengeluaran, yang menyatakan bahwa media pembawa yang tercantum di dalamnya dikenakan tindakan penolakan.
13. Surat pemusnahan (KI-D7) adalah dokumen resmi yang ditandatangani
oleh petugas karantina ikan di tempat pemasukan/pengeluaran yang menyatakan tindakan pemusnahan terhadap media pembawa yang
dimasukkan atau akan dikeluarkan, baik karena tidak bebas atau tidak dapat dibebaskan dari HPIK, rusak, busuk, atau tidak memenuhi persyaratan karantina atau persyaratan lainnya.
14. Surat persetujuan pengeluaran media pembawa dari tempat pemasukan
(KI-D15) adalah dokumen resmi yang ditandatangani oleh petugas karantina ikan di tempat pemasukan atau kawasan pabean, yang menyatakan bahwa media pembawa yang tercantum di dalamnya disetujui dikeluarkan dari tempat pemasukan untuk pelaksanaan tindakan karantina ikan atau dilalulintasbebaskan.
15. Jalur merah adalah mekanisme pelayanan karantina ikan di bidang impor
terhadap suatu importasi yang dilakukan melalui penelitian dokumen dan pemeriksaan klinis media pembawa (jenis, jumlah dan status kesehatan) di kawasan pabean.
16. Jalur hijau adalah mekanisme pelayanan karantina ikan di bidang impor
terhadap suatu importasi yang dilakukan pemeriksaan dokumen di kawasan pabean.
17. Petugas karantina ikan adalah pegawai negeri tertentu yang diberi tugas
untuk melakukan tindakan karantina berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
18. Pemohon adalah importir baik perseorangan, kelompok, maupun badan
hukum yang melakukan kegiatan pemasukan media pembawa dari luar negeri ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia.
BAB II PELAKSANAAN
A. Waktu Pelayanan
Layanan sistem dan prosedur pemasukan (impor) terhadap komoditi wajib periksa karantina ikan dilaksanakan setiap hari selama 24 jam.
B. Petugas Karantina Ikan
UPT Karantina Ikan dalam pelaksanaan penanganan dokumen kepabeanan dan perizinan yang berkaitan dengan impor ikan dilaksanakan oleh:
1. Petugas Penerima Dokumen/Operator;
2. Petugas Verifikasi/Koordinator Analis;
3. Petugas Pemeriksa Dokumen;
4. Petugas Pemeriksa klinis;
5. Petugas Pengawas.
C. Persyaratan Pemasukan
Dalam memasukan ikan, importir harus mengajukan permohonan
pemeriksaan karantina dengan persyaratan:
1. Importir telah teregistrasi pada Pusat Karantina Ikan atau UPT Karantina
Ikan;
2. Importir telah memiliki izin dan/atau rekomendasi untuk importasi komoditi
perikanan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya;
3. Media pembawa dilengkapi dengan sertifikat kesehatan (Health Certificate)
dari negara asal kecuali untuk media pembawa yang tergolong benda lain;
4. Pemasukan media pembawa melalui tempat-tempat yang telah ditetapkan;
5. Media pembawa dilaporkan ke petugas karantina ikan dan dalam kondisi
D. Prosedur Operasional Standar (POS) dan Service Level Arrangement
(SLA)
1. Jalur Merah
Pelayanan sistem dan prosedur pemasukan (impor) terhadap komoditi wajib periksa karantina ikan untuk jalur merah dilakukan oleh UPT Karantina Ikan di tempat pemasukan terhadap komoditas yang merupakan media pembawa beresiko tinggi atau komoditi yang dilarang dan dibatasi berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku.
a. POS
Prosedur pelayanan pemasukan (impor) terhadap komoditi ikan pada jalur merah dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1) Pemohon yang teregistrasi mengajukan permohonan Pelaporan
Pemeriksaan Karantina (PPK) untuk komoditi yang akan diimpor (on
line atau manual) pada hari dan jam kerja dengan ketentuan:
a) Permohonan PPK sudah diajukan 1 (satu) hari sebelum
pemasukan media pembawa (dalam bentuk segar/beku/kering) atau 2 (dua) hari sebelum pemasukan media pembawa (dalam bentuk hidup);
b) Media pembawa dalam kondisi siap dilakukan pemeriksaan fisik
oleh petugas karantina ikan; dan
c) Jenis barang yang akan diperiksa tidak lebih dari 3 (tiga) macam
dan 3 (tiga) bentuk, dalam kemasan standar 20 (dua puluh) inci di dalam 1 (satu) peti kemas dengan jumlah peti kemas dalam 1 (satu) frekuensi/transaksi sebanyak-banyaknya 10 (sepuluh) peti kemas.
2) Permohonan PPK diterima oleh Petugas Penerima
Dokumen/Operator, dan diteruskan ke Petugas Verifikasi/Koordinator Analis.
3) Petugas Verifikasi/Koordinator Analis menerima dan mendisposisi
permohonan PPK, dan diteruskan ke Petugas Penerima Dokumen/Operator.
4) Petugas Penerima Dokumen/Operator berdasarkan disposisi menerbitkan Surat Perintah Pemeriksaan Dokumen dan diteruskan kepada Petugas Pemeriksa Dokumen bersama data PPK.
5) Petugas Pemeriksa Dokumen melaksanakan pemeriksaan dokumen
dan hasil pemeriksaan dituangkan dalam bentuk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dokumen.
6) a) Dalam hal dokumen dianggap lengkap dan sesuai, maka LHP
diteruskan ke Petugas Verifikasi/Koordinator Analis guna disampaikan kepada Petugas Penerima Dokumen/Operator untuk menerbitkan Surat Perintah Pemeriksaan Klinis.
b) Apabila dokumen dianggap tidak lengkap dan tidak sesuai, maka LHP diteruskan ke Petugas Verifikasi/Koordinator Analis guna disampaikan kepada Petugas Penerima Dokumen/Operator.
7) Petugas Penerima Dokumen/Operator menerbitkan Surat Penahanan
Sementara (KI-D4) sebagaimana tercantum dalam formulir 1 dan disampaikan ke pemohon. Pemohon diberi waktu 3 (tiga) hari untuk melengkapi dokumen.
a) Jika dalam jangka waktu 3 (tiga) hari, pemohon dapat
melengkapi dokumen permohonannya, maka LHP disampaikan Petugas Pemeriksa Dokumen kepada:
i) Petugas Verifikasi/Koordinator Analis untuk diteruskan kepada
Petugas Penerima Dokumen/Operator guna diterbitkan Surat Perintah Pemeriksaan Klinis;
ii) Petugas Penerima Dokumen/Operator menyampaikan Surat
Perintah Pemeriksaan Klinis kepada Petugas Pemeriksa Klinis;
iii) Petugas Pemeriksa Klinis melakukan pemeriksaan terhadap
jenis, jumlah dan status kesehatan dan hasilnya dituangkan dalam LHP klinis;
iv) Jika hasil pemeriksaan klinis tidak sesuai, maka LHP klinis
disampaikan kepada Petugas Verifikasi/Koordinator Analis untuk diteruskan kepada Petugas Penerima Dokumen/Operator guna dikeluarkan Surat Penolakan (KI-D5)
sebagaimana tercantum dalam formulir 2 dan disampaikan kepada Pemohon;
v) Jika hasil pemeriksaan klinis sesuai, LHP diteruskan kepada
Petugas Verifikasi/Kooridnator Analis untuk dilakukan verifikasi dan diterbitkan Surat Persetujuan Pengeluaran Media Pembawa dari Tempat Pemasukan (KI-D15) sebagaimana tercantum dalam formulir 3 dan disampaikan kepada pemohon.
b) Jika dalam jangka waktu 3 (tiga) hari, pemohon tidak dapat
melengkapi dokumennya, maka:
i) LHP Dokumen disampaikan oleh Petugas Pemeriksa Dokumen
kepada Petugas Verifikasi/Koordinator Analis untuk diteruskan kepada Petugas Penerima Dokumen/Operator guna dikeluarkan Surat Penolakan (KI-D5) dan disampaikan kepada pemohon.
ii) Apabila setelah 3 (tiga) hari pemohon tidak melakukan
Re-Ekspor, maka Petugas Penerima Dokumen/Operator menerbitkan Surat Pemusnahan (KI-D7) sebagaimana tercantum dalam formulir 4 dan disampaikan kepada pemohon.
Gambar 1. Alur Prosedur Operasional Standar Pemasukan (Impor) Media Pembawa Melalui Jalur Merah
PPK PETUGAS PENGAWAS PETUGAS PEMERIKSA KLINIS PETUGAS PEMERIKSA DOKUMEN PETUGAS VERIFIKASI/ KOORDINATOR ANALIS PETUGAS PENERIMA DOKUMEN / OPERATOR PEMOHON MULAI PPK PENGAJUAN DOKUMEN IMPOR PPK MENERIMA & MENDISPOSISI PPK DISPOSISI PEMERIKSAAN DOKUMEN Srt. PERINTAH PEMERIKSAAN DOKUMEN PROSES PENGAWASAN PENAHANAN MEDIA PEMBAWA KI-D4 SURAT PENAHANAN SEMENTARA MENERIMA, VERIFIKASI & MENDISPOSISI LHP DISPOSISI TIDAK YA KI-D4 A LHP DOKUMEN YA TIDAK DOKUMEN Lengkap dan Sah ? Srt. PERINTAH PENAHANAN PPK PPK Srt. PERINTAH PEMERIKSAAN DOKUMEN LHP DOKUMEN Dokumen PENGAJUAN KELENGKAPAN DOKUMEN
Dokumen MENERIMA &
MENDISPOSISI DISPOSISI PEMERIKSAAN DOKUMEN DOKUMEN Lengkap dan Sah? Dokumen
Dlm waktu 3 hari (maksimum) untuk melengkapi
PETUGAS PENGAWAS PETUGAS PEMERIKSA KLINIS PETUGAS PEMERIKSA DOKUMEN PETUGAS VERIFIKASI/ KOORDINATOR ANALIS PETUGAS PENERIMA DOKUMEN / OPERATOR PEMOHON Srt. PERINTAH PEMERIKSAAN KLINIS KI-D7: SURAT PEMUSNAHAN DISPOSISI KI-D5 SURAT PENOLAKAN DISPOSISI MENERIMA, VERIFIKASI & MENDISPOSISI SELESAI PROSES PENGAWASAN PEMUSNAHAN MEDIA PEMBAWA LHP DOKUMEN KI-D7: SURAT PEMUSNAHAN KI-D5 PROSES PENGAWASAN PENOLAKAN MEDIA PEMBAWA LHP DOKUMEN MENERIMA, DAN MENDISPOSISI A LHP Srt. PERINTAH PENOLAKAN Srt. PERINTAH PEMUSNAHAN B KI-D15 SELESAI KI-D15 PROSES PENGAWASAN PENGELUARAN MEDIA PEMBAWA LHP KLINIS SESUAI? LHP KLINIS TIDAK MENERIMA, VERIFIKASI & MENDISPOSISI YA PEMERIKSAAN KLINIS Srt. PERINTAH PEMERIKSAAN KLINIS DISPOSISI LHP KLINIS LHP DOKUMEN
b. SLA
Petugas karantina ikan dalam memberikan pelayanan pemasukan (impor) terhadap media pembawa pada jalur merah dengan menggunakan standar waktu sebagai berikut:
No Uraian Waktu
1. Penerimaan Dokumen PPK dan Registrasi (P1) 15 menit
2. Dokumen PPK diterima, diverifikasi, dan didisposisi (P2) 30 menit
3. Penerbitan Surat Perintah Pemeriksaan Dokumen (P3.a) dan penyampaian kepada Petugas Pemeriksa Dokumen (P3.b)
15 menit
4. Pelaksanaan Pemeriksaan Dokumen dan Penerbitan Lembar Hasil Pemeriksaan (LHP) Dokumen (P4)
50 menit
5. LHP Dokumen diterima, diverifikasi, dan disposisi (P5) 30 menit
6. Penerbitan Surat Perintah Pemeriksaan Klinis (P6.a) dan
penyampaian kepada Petugas Pemeriksa Klinis (P6.b)
15 menit
7. Pelaksanaan Pemeriksaan Klinis dan Penerbitan LHP
Klinis (P7)
240 menit
8. LHP Klinis diterima, diverifikasi, dan disposisi (P8) 15 menit
9. Penerbitan KI-D15 (Surat Persetujuan Pengeluaran Dari
Tempat Pemasukan) (P9)
40 menit
Gambar 2. Service Level Arrangement Pemasukan (Impor) Komoditi Perikanan Melalui Jalur Merah PEMOHON PETUGAS PENERIMA DOKUMEN/ OPERATOR PETUGAS VERIFIKASI/ KOORDINATOR ANALIS PETUGAS PEMERIKSA DOKUMEN PETUGAS PEMERIKSA KLINIS PETUGAS PENGAWAS MULAI MENGAJUKAN DOKUMEN PPK P1 = 15 MENIT MENERIMA, VERIFIKASI, DISPOSISI P2 = 30 MENIT DISPOSISI PPK PPK SURAT PERINTAH PEMERIKSAAN DOKUMEN P3.a = 10 MENIT SURAT PERINTAH PEMERIKSAAN DOKUMEN P3.b = 5 MENIT PEMERIKSAAN DOKUMEN P4 = 50 MENIT LHP DOKUMEN MENERIMA, VERIFIKASI, DISPOSISI P5 = 30 MENIT DISPOSISI LHP DOKUMEN SURAT PERINTAH PEMERIKSAAN KLINIS P6.a = 10 MENIT SURAT PERINTAH PEMERIKSAAN KLINIS PEMERIKSAAN KLINIS P6.b = 5 MENIT P7 = 240 MENIT LHP KLINIS MENERIMA, VERIFIKASI, DISPOSISI P8 = 15 MENIT DISPOSISI LHP KLINIS KI-D15 (SURAT PERSETUJUAN PENGELUARAN DARI TEMPAT PEMASUKAN) SELESAI P9 = 40 MENIT KI-D15 (SURAT PERSETUJUAN PENGELUARAN DARI
TEMPAT PEMASUKAN) PENGAWASAN PROSES
PENGELUARAN MEDIA PEMBAWA PENGA WALA N
2. Jalur Hijau
Pelayanan sistem dan prosedur pemasukan (impor) terhadap komoditi wajib periksa karantina ikan untuk jalur hijau dilakukan oleh UPT Karantina Ikan di tempat pemasukan yang memiliki kegiatan impor.
a. POS
Prosedur pelayanan sistem prosedur pemasukan (impor) terhadap
komoditi ikan pada jalur hijaudilakukan dengan cara sebagai berikut:
1) Pemohon yang teregistrasi mengajukan permohonan PPK untuk
komoditi yang akan diimpor (on line atau manual) pada hari dan jam
kerja dengan ketentuan:
a) Permohonan PPK sudah diajukan 1 (satu) hari sebelum
pemasukan media pembawa (dalam bentuk segar/beku/kering) atau 2 (dua) hari sebelum pemasukan media pembawa (dalam bentuk hidup);
b) Pada kondisi tertentu barang yang masuk dicurigai diduga
tertular HPIK, terjadi penurunan mutu, dan merupakan barang yang dilarang/dibatasi, maka prosedur pemasukan dilakukan melalui jalur merah.
2) Permohonan PPK diterima oleh Petugas Penerima
Dokumen/Operator, dan diteruskan ke Petugas Verifikasi/Koordinator Analis.
3) Petugas Verifikasi/Koordinator Analis menerima dan mendisposisi
permohonan PPK dan diteruskan kepada Petugas Penerima Dokumen/Operator.
4) Petugas Penerima Dokumen/Operator berdasarkan disposisi
menerbitkan Surat Perintah Pemeriksaan Dokumen dan meneruskan ke Petugas Pemeriksa Dokumen bersama data PPK.
5) Petugas Pemeriksa Dokumen melaksanakan pemeriksaan dokumen
6) a) Dalam hal dokumen dianggap lengkap dan sesuai, maka LHP diteruskan ke Petugas Verifikasi/Koordinator Analis guna disampaikan kepada Petugas Penerima Dokumen/Operator untuk menerbitkan Surat Persetujuan Pengeluaran Media Pembawa Dari Tempat Pemasukan (KI-D15).
b) Apabila dokumen dianggap tidak lengkap dan tidak sesuai, maka LHP diteruskan ke Petugas Verifikasi/Koordinator Analis guna disampaikan kepada Petugas Penerima Dokumen/Operator.
7) Petugas Penerima Dokumen/Operator menerbitkan Surat Penahanan
Sementara (KI-D4) dan disampaikan ke pemohon. Pemohon diberi waktu 3 (tiga) hari untuk melengkapi dokumen.
a) Jika dalam jangka waktu 3 (tiga) hari, pemohon dapat
melengkapi dokumen pemohonannya, maka LHP disampaikan oleh Petugas Verifikasi/Koordinator Analis kepada Petugas Pemeriksa Dokumen untuk diteruskan kepada Petugas Penerima Dokumen/Operator guna diterbitkan Surat Persetujuan Pengeluaran Media Pembawa Dari Tempat Pemasukan (KI-D15) dan disampaikan kepada pemohon.
b) Jika dalam jangka waktu 3 (tiga) hari, pemohon tidak dapat
melengkapi dokumennya, maka LHP disampaikan oleh Petugas Pemeriksa Dokumen kepada Petugas Verifikasi/Koordinator Analis untuk diterbitkan Surat Penolakan (KI-D5) oleh Petugas Penerima Dokumen/Operator. Petugas Penerima Dokumen/Operator membuatkan Surat Penolakan (KI-D5) dan disampaikan kepada pemohon.
c) Apabila setelah 3 (tiga) hari pemohon tidak melakukan
Re-Ekspor, maka Petugas Penerima Dokumen/Operator menerbitkan Surat Pemusnahan (KI-D7) dan disampaikan ke pemohon.
Gambar 3. Alur Prosedur Operasional Standar Pemasukan (Impor) Media Pembawa Melalui Jalur Hijau
PPK PETUGAS PENGAWAS PETUGAS PEMERIKSA KLINIS PETUGAS PEMERIKSA DOKUMEN PETUGAS VERIFIKASI/ KOORDINATOR ANALIS PETUGAS PENERIMA DOKUMEN / OPERATOR PEMOHON MULAI PPK PENGAJUAN DOKUMEN IMPOR PPK MENERIMA & MENDISPOSISI PPK DISPOSISI PEMERIKSAAN DOKUMEN Srt. PERINTAH PEMERIKSAAN DOKUMEN PROSES PENGAWASAN PENAHANAN MEDIA PEMBAWA KI-D4 SURAT PENAHANAN SEMENTARA MENERIMA, VERIFIKASI & MENDISPOSISI LHP DISPOSISI TIDAK YA KI-D4 A LHP DOKUMEN YA TIDAK DOKUMEN Lengkap dan Sah ? Srt. PERINTAH PENAHANAN PPK PPK Srt. PERINTAH PEMERIKSAAN DOKUMEN LHP DOKUMEN Dokumen PENGAJUAN KELENGKAPAN DOKUMEN
Dokumen MENERIMA &
MENDISPOSISI DISPOSISI PEMERIKSAAN DOKUMEN DOKUMEN Lengkap dan Sah? Dokumen
Dlm waktu 3 hari (maksimum) untuk melengkapi
b. SLA
Petugas karantina ikan dalam memberikan pelayanan pemasukan (impor) terhadap media pembawa pada jalur hijau dengan menggunakan standar waktu sebagai berikut:
No Uraian Waktu
1. Penerimaan Dokumen PPK dan Registrasi (P1) 15 menit
2. Dokumen PPK diterima, diverifikasi, dan didisposisi (P2) 30 menit
3. Penerbitan Surat Perintah Pemeriksaan Dokumen (P3.a) dan
disampaikan kepada Petugas Pemeriksa Dokumen (P3.b) 15 menit
4. Pelaksanaan Pemeriksaan Dokumen dan Penerbitan Lembar
Hasil Pemeriksaan (LHP) Dokumen (P4) 50 menit
5. LHP Dokumen diterima, diverifikasi, dan didisposisi (P5) 30 menit
6. Penerbitan KI-D15 (Surat Persetujuan Pengeluaran Dari
Gambar 4. Service Level Arrangement Pemasukan (Impor) Media Pembawa Melalui Jalur Hijau
PEMOHON PETUGAS PENERIMA DOKUMEN/ OPERATOR PETUGAS VERIFIKASI/ KOORDINATOR ANALIS PETUGAS PEMERIKSA DOKUMEN PETUGAS PEMERIKSA KLINIS PETUGAS PENGAWAS MULAI MENGAJUKAN DOKUMEN PPK P1 = 15 MENIT MENERIMA, VERIFIKASI, DISPOSISI P2 = 30 MENIT DISPOSISI PPK PPK SURAT PERINTA H PEMERIKSAA N DOKUMEN P3.a = 10 MENIT SURAT PERINTA H PEMERIKSAA N DOKUMEN P3.b = 5 MENIT PEMERIKSAAN DOKUMEN P4 = 50 MENIT LHP DOKUMEN MENERIMA, VERIFIKASI, DISPOSISI P5 = 30 MENIT DISPOSISI LHP DOKUMEN KI-D15 (SURAT PERSETUJUAN PENGELUARAN DARI TEMPAT PEMASUKAN) SELESAI P6 = 40 MENIT KI-D15 (SURAT PERSETUJUAN PENGELUARAN DARI TEMPAT PEMASUKAN) PROSES PENGAWASAN PENGELUARAN MEDIA PEMBAWA PENGA WALA N
E. Pembiayaan
Dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemeriksaan impor media pembawa baik untuk jalur merah maupun lajur hijau dikenakan biaya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
BAB III PENUTUP
POS dan SLA diterbitkan sebagai acuan bagi petugas karantina ikan dan pengguna jasa (importir) dalam pelaksanaan kegiatan lalu lintas impor ikan serta memberikan jaminan kepastian hukum dan transparansi dalam sistem pelayanan publik.
a.n. MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN R.I. SEKRETARIS JENDERAL,
ttd.
DAFTAR FORMULIR
KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR KEP.09/MEN/SJ/2010
TENTANG
PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR DAN SERVICE LEVEL
ARRANGEMENT UNTUK IMPOR KOMODITAS IKAN DALAM KERANGKA
INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW DI LINGKUNGAN
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
NOMOR
FORMULIR ISI FORMULIR
1 Surat Penahanan Sementara (KI-D4)
2 Surat Penolakan (KI-D5)
3 Surat Persetujuan Pengeluaran Media Pembawa dari Tempat
Pemasukan (KI-D15)
4 Surat Pemusnahan (KI-D7)
a.n. MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN R.I. SEKRETARIS JENDERAL,
ttd.
Formulir 1
……... ekor …… pce …... kgm …... grm …….. ltr ... mlt REPUBL IK INDONES IA
KEMENTERIA N KELAUTA N DA N PERIKA NA N PUSAT KARANTINA IKA N
SURAT P ENA HA NA N SEMENTA RA Nomor:………
Berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan serta Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2002 tentang Karantina Ikan, dari hasil pemeriksaan kelengkapan dan kebenaran isi dokumen terhadap media pembawa:
1. Jenis dan jumlah media pembawa*):
2. Tanggal kedatangan/keberangkatan**) : ... 3. Alat angkut : ... 4. Nama dan alamat pemilik/penerima : ... ... ... 5. Negara/area asal/tujuan**) : ... Ternyata media pembawa tersebut:
(Beri tanda cek ( √ ) pada pernyataan yang sesuai)
Tidak dilengkapi Sertifikat Kesehatan Ikan (Health Certificate)
Tidak dapat memenuhi kewajiban tambahan yang ditetapkan Dokumen yang menyertai telah habis masa berlakunya/tidak berlaku Isi kemasan tidak sesuai dengan yg tertulis dalam dokumen Tidak dilengkapi persyaratan lainnya yang telah ditetapkan
Tidak diurus atau tidak diketahui pemiliknya
Merupakan jenis yang dilarang/dilindungi/diatur/dibatasi pemasukannya/pengeluarannya**)
Maka terhadap media pembawa tersebut dikenakan tindakan penahanan di Instalasi Karantina Ikan milik ... alamat ...
………, ……… Kepala/Penanggung jawab/ Stempel, Pejabat Fungsional**)
_____________________ NIP. ………. Catatan:
*) Lampiran, apabila diperlukan. **) Coret yang tidak perlu.
No Nama Latin JENIS KOMODITI Nama Umum
Total :
JUMLAH (ekor/pce/kgm/grm/ltr/mlt)
Formulir 2
……... ekor …… pce …... kgm …... grm …….. ltr ... mlt REPUBL IK IND ONES IA
KEMENTERIA N KELAUTA N DA N PERIKA NA N PUSAT KARANTINA IKA N
SURAT P ENOLAKA N Nomor:………
Berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan serta Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2002 tentang Karantina Ikan, dari hasil pemeriksaan dan/atau tindakan karantina terhadap media pembawa:
1. Jenis dan jumlah media pembawa*):
2. Tanggal kedatangan/keberangkatan**) : ... 3. Alat angkut : ... 4. Nama dan alamat pemilik/penerima : ... ... ... 5. Negara/area asal/tujuan**) : ... Ternyata media pembawa tersebut:
(Beri tanda cek ( √ ) pada pernyataan yang sesuai)
Tidak dilengkapi dengan persyaratan lain yang telah ditetapkan
Merupakan jenis yang dilarang atau diatur/dibatasi pemasukan/pengeluarannya Tidak dapat memenuhi persyaratan negara tujuan
Tidak bebas dari Hama dan Penyakit Ikan Karantina golongan I/busuk/rusak **) Tidak dapat dibebaskan dari Hama dan Penyakit Ikan Karantina golongan II setelah diberi perlakuan
Tidak dapat memenuhi kewajiban tambahan yang ditetapkan Tidak diurus atau tidak diketahui pemiliknya
Tidak memenuhi persyaratan karantina
Maka terhadap media pembawa tersebut dilakukan penolakan
………, ………
Kepala/Penanggung jawab/ Stempel, Pejabat Fungsional**)
_____________________ NIP. ………. Catatan:
Apabila dalam waktu 3 (tiga) hari sejak diterbitkannya dokumen ini media pembawa tidak dikirim kembali, maka terhadap media pembawa tersebut dilakukan pemusnahan.
*) Lampiran, apabila diperlukan. **) Coret yang tidak perlu
No Nama Latin JENIS KOMODITI Nama Umum
Total :
JUMLAH (ekor/pce/kgm/grm/ltr/mlt)
Formulir 3
REPUBL IK INDONES IA
KEMENTERIA N KELAUTA N DA N PERIKA NA N PUSAT KARANTINA IKA N
SURAT P ERS ETUJUA N PENG ELUARA N MEDIA P EMBAWA DARI TEMPAT PEMASUKA N
Nomor:……… Kepada Yth.
……… ………
Berdasarkan Undang-undang No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Undang-undang No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dan Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2002 tentang Karantina Ikan serta menindaklanjuti Laporan Pemasukan/Transit*) media pembawa nomor : ………tanggal ………, bersama ini diberitahukan bahwa terhadap media pembawa tersebut dibawah ini:
1. Jenis dan jumlah media pembawa*):
Setuju untuk dikeluarkan dari tempat pemasukan, pelabuhan laut/udara ... dalam rangka pelaksanaan tindakan karantina di instalasi/tempat penimbunan sementara (TPS) karantina ikan. Nama Pemilik : ... Alamat Instalasi / TPS ... ...
atau dilalulintasbebaskan di area tujuan *).
Pengeluaran media pembawa tersebut diatas tetap memperhatikan dan mengikuti ketentuan kepabeanan yang berlaku. Demikian persetujuan ini disampaikan, untuk dapat dipergunakan seperlunya.
………, ……… Kepala/Penanggung jawab Wilker/ Stempel, Pejabat Fungsional**)
_____________________ NIP. ……….
Catatan :
*) Coret yang tidak perlu **) Lampiran, apabila diperlukan
No Nama Latin JENIS KOMODITI Nama Umum Total : JUMLAH (hds/pce/kgm/grm/ltr/mlt) - hds - pcs - kgm - grm - ltr - mlt 2. Nama/Alamat Pengirim : ... ... 3. Nama/Alamat Penerima : ... ...
4. Identitas Alat Angkut : ...
5. Tanggal Kedatangan / Pengiriman *) : ...
6. Negara / Area*) Asal : ...
7. Negara / Area*)Tujuan : ...
8. Bill of Lading/Airway Bill : ...
9. Jumlah Kemasan/kontainer *) : ...
10. Nomor Sertifikat Kesehatan Ikan / Surat
Keterangan Lalu Lintas Ikan / Produk Perikanan : ... 11. Dokumen Lain : ...
Formulir 4
……... ekor …… pce …... kgm …... grm …….. ltr ... mlt REPUBL IK INDONES IA
KEMENTERIA N KELAUTA N DA N PERIKA NA N PUSAT KARANTINA IKA N
SURAT P EMUS NA HA N Nomor:………
Berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan serta Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2002 tentang Karantina Ikan, dari hasil tindakan karantina terhadap media pembawa:
1. Jenis dan jumlah media pembawa*):
2. Tanggal kedatangan/keberangkatan**) : ... 3. Alat angkut : ... 4. Nama dan alamat pemilik/penerima : ... ... ... 5. Negara/area asal/tujuan**) : ... Ternyata media pembawa tersebut:
(Beri tanda cek ( √ ) pada pernyataan yang sesuai)
Tidak memenuhi persyaratan karantina ikan
Tidak dilengkapi dengan persyaratan lain yang telah ditetapkan
Tidak bebas dari Hama dan Penyakit Ikan Karantina golongan I/golongan II setelah diberi perlakuan**) Tidak diurus/busuk/rusak/tidak diketahui pemiliknya**)
Tidak dikirim kembali ke area/negara asal (Re-Ekspor) Tidak dapat memenuhi kewajiban tambahan yang ditetapkan
Merupakan jenis yang dilarang atau diatur/dibatasi pemasukan/pengeluarannya Maka terhadap media pembawa tersebut dilakukan tindakan pemusnahan.
………, ……… Kepala/Penanggung jawab/ Stempel, Pejabat Fungsional**)
_____________________ NIP. ………. Catatan:
*) Lampiran, apabila diperlukan. **) Coret yang tidak perlu.
No Nama Latin JENIS KOMODITI Nama Umum
Total :
JUMLAH (ekor/pce/kgm/grm/ltr/mlt)