• Tidak ada hasil yang ditemukan

NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KITAB TANBIH AL MUTA’ALLIM (KARYA: K.H.AHMAD MAISUR SINDI AL-THURSIDI) - STAIN Kudus Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KITAB TANBIH AL MUTA’ALLIM (KARYA: K.H.AHMAD MAISUR SINDI AL-THURSIDI) - STAIN Kudus Repository"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

I. Biografi KH

Bagian ini memaparkan riwayat hidup KH. Ahmad Maisur Sindi Al-Thursidi, mulai dari kelahirannya di Purworejo hingga wafatnya di Kediri. Pendidikannya diuraikan secara detail, mulai dari pendidikan diniyah di bawah bimbingan ayahnya hingga pendidikan pesantren di berbagai tempat, termasuk Pondok Pesantren Tebu Ireng di bawah asuhan KH. Hasyim Asy'ari. Bagian ini juga menyoroti akhlak dan ibadah beliau, menekankan pada kesederhanaan, keikhlasan, dan komitmennya dalam menegakkan ajaran agama. Daftar guru-gurunya dan profil singkat anak-anaknya juga disertakan, memberikan gambaran tentang lingkungan pendidikan dan keluarga yang membentuk kepribadian beliau.

1.1 Riwayat Hidup KH. Ahmad Maisur Sindi Al-Thursidi

Sub-bagian ini menjabarkan secara kronologis kehidupan KH. Ahmad Maisur Sindi Al-Thursidi, dari kelahiran hingga wafatnya. Dikupas latar belakang keluarganya yang religius dan pengaruhnya terhadap pembentukan karakter beliau. Informasi penting seperti tempat dan tanggal lahir, serta tempat dan tanggal wafat disertakan. Pengaruh lingkungan keluarga yang religius dan ulama di sekitarnya dibahas sebagai faktor penting yang membentuk kepribadian dan komitmen keagamaannya.

1.2 Pendidikan KH. Ahmad Maisur Sindi Al-Thursidi

Sub-bagian ini merinci perjalanan pendidikan KH. Ahmad Maisur Sindi Al-Thursidi, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan pesantren. Nama-nama pesantren yang beliau masuki dan ilmu-ilmu yang dipelajarinya diuraikan. Perjalanan pendidikan ini menunjukan komitmen beliau dalam menuntut ilmu agama, serta menunjukkan beragam pengaruh intelektual yang membentuk pemikiran beliau. Ini memberikan konteks penting untuk memahami latar belakang intelektual penulis kitab Tanbih al-Muta’allim.

1.3 Akhlak dan Ibadah KH. Ahmad Maisur Sindi Al-Thursidi

Sub-bagian ini mengkaji aspek akhlak dan ibadah KH. Ahmad Maisur Sindi Al-Thursidi. Diuraikan contoh-contoh konkret yang menggambarkan akhlak mulia beliau, seperti kesederhanaan, keikhlasan, dan komitmennya dalam beribadah. Ini memberikan wawasan mengenai praktik keagamaan beliau dan bagaimana hal itu tercermin dalam karya tulisnya. Nilai-nilai seperti tawadhu’, wara’, dan ghirah Islamiyah dijelaskan sebagai bagian integral dari kepribadian beliau.

1.4 Guru-guru KH. Ahmad Maisur Sindi Al-Thursidi

Sub-bagian ini mencantumkan daftar guru-guru KH. Ahmad Maisur Sindi Al-Thursidi, menunjukkan jaringan keilmuan dan pengaruh para ulama yang berperan dalam membentuk pemikiran dan wawasan beliau. Ini memberikan gambaran tentang tradisi keilmuan pesantren dan bagaimana pengetahuan beliau diturunkan secara silsilah keilmuan. Ini penting untuk memahami konteks historis dan intelektual kitab Tanbih al-Muta’allim.

1.5 Anak-anak KH. Ahmad Maisur Sindi Al-Thursidi

Sub-bagian ini menyebutkan nama-nama anak KH. Ahmad Maisur Sindi Al-Thursidi dan sedikit informasi tentang mereka. Ini memberikan gambaran tentang kelanjutan tradisi keilmuan dan keagamaan dalam keluarganya. Informasi ini penting karena menunjukkan konteks sosial dan keluarga yang memengaruhi pemikiran dan karya beliau. Menunjukkan pewarisan nilai-nilai keagamaan dan keilmuan dalam konteks keluarga.

II. Deskripsi Kitab Tanbih al Muta’allim

Bagian ini mendeskripsikan kitab Tanbih al-Muta’allim karya KH. Ahmad Maisur Sindi Al-Thursidi. Diuraikan secara singkat isi dan tujuan penulisan kitab tersebut, yang menekankan pada pendidikan akhlak bagi para pelajar. Struktur kitab yang terdiri dari beberapa bab dijelaskan secara detail, termasuk isi ringkas dari setiap bab. Latar belakang penyusunan kitab juga dibahas, termasuk sumber inspirasi dan konteks historisnya. Termasuk perbandingan dengan kitab akhlak lainnya.

2.1 Deskripsi Singkat Kitab Tanbih al Muta’allim

Sub-bagian ini memberikan gambaran umum tentang kitab Tanbih al-Muta’allim, termasuk formatnya (syair dan syarah), jumlah halaman, dan penerbitnya. Penjelasan singkat tentang tema utama kitab dan target pembaca (peserta didik) diuraikan. Ini memberikan gambaran awal tentang isi dan struktur kitab serta pentingnya karya ini sebagai panduan etika bagi pelajar. Penjelasan ringkas tentang isi dan tujuan kitab yang menekankan pendidikan akhlak menjadi poin penting.

2.2 Latar Belakang Penyusunan Kitab Tanbih Al Muta’allim

Sub-bagian ini menguraikan latar belakang penyusunan kitab Tanbih al-Muta’allim. Disampaikan alasan penulisan kitab ini, yang didorong oleh keprihatinan penulis terhadap pentingnya akhlak dalam pendidikan. Pengaruh KH. Hasyim Asy'ari sebagai sumber inspirasi utama dijelaskan secara rinci. Penjelasan ini memberikan konteks historis dan intelektual bagi pemahaman nilai-nilai yang terkandung dalam kitab tersebut.

III. Nilai-nilai Pendidikan Akhlak Dalam Kitab Tanbih Al Muta’allim

Bagian ini menganalisis nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam kitab Tanbih al-Muta’allim. Analisis difokuskan pada tujuh bab dari sembilan bab yang ada, yang dinilai mengandung nilai-nilai pendidikan akhlak yang signifikan. Setiap bab diuraikan secara ringkas dengan kutipan syair dan penjelasannya. Analisis ini menunjukkan nilai-nilai akhlak yang holistik, mencakup aspek hubungan vertikal (habl min Allah) dan horizontal (habl min al-nas).

3.1 Akhlak Sebelum Hadir di Tempat Belajar

Sub-bagian ini menganalisis nilai-nilai akhlak yang diajarkan sebelum belajar, seperti menjaga kebersihan diri (bersuci, memakai parfum, bersiwak) dan mempersiapkan alat belajar. Ini menunjukkan pentingnya persiapan fisik dan mental sebelum proses belajar dimulai. Kutipan syair dan penjelasannya diberikan untuk mendukung analisis. Menekankan aspek kesiapan diri sebagai bagian dari etika belajar.

3.2 Akhlak di Tempat Belajar

Sub-bagian ini mengkaji nilai akhlak selama proses belajar, seperti ketenangan, berdoa sebelum dan sesudah belajar, memperhatikan penjelasan guru, dan bertanya jika ada yang belum dipahami. Ini menekankan pentingnya sikap hormat, kesungguhan, dan ketekunan selama proses belajar mengajar berlangsung. Kutipan syair dan penjelasannya diberikan untuk mendukung analisis.

3.3 Akhlak Setelah Selesai Belajar

Sub-bagian ini menjelaskan pentingnya muroja'ah atau mengulang pelajaran setelah selesai belajar sebagai bentuk kesungguhan dan komitmen dalam menuntut ilmu. Ini menunjukan pentingnya pengulangan dan internalisasi materi pelajaran untuk pemahaman yang lebih baik. Kutipan syair dan penjelasannya digunakan untuk mendukung analisis. Menekankan internalisasi ilmu sebagai bagian penting dari proses belajar.

3.4 Akhlak Terhadap Diri Sendiri

Sub-bagian ini membahas nilai-nilai akhlak yang berkaitan dengan diri sendiri, seperti berbudi pekerti luhur, memilih makanan dan minuman yang baik dan halal, mengurangi perkara mubah dan menjauhi perbuatan dosa. Ini menunjukkan pentingnya menjaga kesucian hati dan perilaku. Kutipan syair dan penjelasannya digunakan untuk mendukung analisis. Menekankan pentingnya perilaku yang baik dan menghindari perbuatan tercela.

3.5 Akhlak Terhadap Kedua Orang Tua

Sub-bagian ini menganalisis nilai-nilai akhlak terhadap orang tua, terutama berbakti (birrul walidain), meliputi menghormati, mentaati, dan mendoakan orang tua, bahkan setelah mereka wafat. Ini menekankan pentingnya menghargai jasa orang tua. Kutipan syair dan penjelasannya digunakan untuk mendukung analisis. Menekankan pentingnya menghormati dan berbakti kepada orang tua.

3.6 Akhlak Terhadap Guru

Sub-bagian ini membahas nilai akhlak terhadap guru, meliputi penghormatan, kepatuhan, dan meminta izin jika ada halangan. Ini menekankan pentingnya menghargai jasa guru dalam proses pendidikan. Kutipan syair dan penjelasannya digunakan untuk mendukung analisis. Menekankan pentingnya menghormati dan menghargai jasa guru.

3.7 Akhlak Terhadap Ilmu

Sub-bagian ini mengkaji nilai akhlak dalam menuntut ilmu, seperti bersungguh-sungguh, memurnikan niat, dan bermusyawarah dengan para ahli ilmu. Ini menunjukkan pentingnya komitmen, keikhlasan, dan kerja sama dalam proses belajar. Kutipan syair dan penjelasannya digunakan untuk mendukung analisis. Menekankan pentingnya komitmen, ketekunan, dan keikhlasan dalam menuntut ilmu.

IV. Analisis Nilai-nilai Pendidikan Akhlak dalam Kitab Tanbih al Muta’allim

Bagian ini memberikan analisis menyeluruh terhadap nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam kitab Tanbih al-Muta’allim. Nilai-nilai tersebut dikaji berdasarkan teori ruang lingkup pendidikan akhlak, meliputi akhlak terhadap Allah, akhlak terhadap diri sendiri, dan akhlak terhadap sesama manusia. Analisis ini menunjukkan bagaimana kitab ini memberikan panduan holistik tentang pendidikan akhlak yang relevan dengan konteks pendidikan modern.

4.1 Akhlak Terhadap Allah

Sub-bagian ini menganalisis nilai-nilai akhlak terhadap Allah yang terdapat dalam kitab, seperti mengawali belajar dengan berdoa (dzikrullah) dan menghindari perbuatan dosa. Ini menekankan pentingnya membangun hubungan vertikal yang kuat dengan Tuhan. Kutipan dari kitab dan referensi lain digunakan untuk mendukung analisis. Menunjukkan pentingnya hubungan spiritual sebagai dasar pendidikan akhlak.

4.2 Akhlak Terhadap Diri Sendiri

Sub-bagian ini mengkaji aspek akhlak terhadap diri sendiri, mencakup berbudi pekerti luhur dan memilih makanan yang halal dan baik (thoyyib). Ini menekankan pentingnya menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Kutipan dari kitab dan referensi lain digunakan untuk mendukung analisis. Menunjukkan pentingnya menjaga kesucian diri dan kesehatan jasmani dan rohani.

4.3 Akhlak Terhadap Sesama Manusia

Sub-bagian ini membahas nilai-nilai akhlak terhadap sesama manusia, meliputi akhlak terhadap orang tua (birrul walidain) dan akhlak terhadap guru. Ini menekankan pentingnya membangun hubungan sosial yang harmonis dan saling menghargai. Kutipan dari kitab dan referensi lain digunakan untuk mendukung analisis. Menunjukkan pentingnya membangun hubungan sosial yang baik.

4.4 Akhlak Terhadap Ilmu

Sub-bagian ini mengkaji nilai-nilai akhlak dalam menuntut ilmu, seperti bersungguh-sungguh dalam belajar, memurnikan niat, dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Ini menekankan pentingnya komitmen, keikhlasan, dan memanfaatkan waktu secara efektif dalam menuntut ilmu. Kutipan dari kitab dan referensi lain digunakan untuk mendukung analisis. Menunjukkan pentingnya komitmen, ketekunan, dan keikhlasan dalam menuntut ilmu.

Gambar

Tabel relevansi nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kitab Tanbih al

Referensi

Dokumen terkait

Temuan penelitian ini, menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan akhlak yang ada dalam kitab Risalatul Mu’awanah karya Al-Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad