Petunjuk Teknis Peraturan Menteri Negara Agraria Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997
Teks penuh
Dokumen terkait
(2) Kepala Kantor Wilayah meneliti kelengkapan dan kebenaran data yuridis dan data fisik atas tanah yang dimohon beserta pendapat dan pertimbangan Kepala Kantor
(1) Setelah bidang-bidang tanah dalam suatu desa selesai diukur dan dipetakan pada peta dasar pendaftaran, maka kegiatan selanjutnya adalah pemberian nomor bidang
(2) Besarnya biaya pelaksanaan pengaturan penguasaan tanah secara swadaya tersebut pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan
yang bertuliskan: “ Tanah Dalam Proses Kegiatan Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ” , pada lokasi pendaftaran tanah sistematis lengkap, oleh.
(2) Untuk pengukuran bidang tanah secara sporadik pada daerah yang tidak tersedia peta dasar pendaftaran dan titik dasar teknik nasional, maka harus dibuat titik
DIREKTORAT PENGUKURAN DAN PEMETAAN BADAN PERTANAHAN NASIONAL.. SKETSA LOKASI TITIK DASAR TEKNIK ORDE :
Dalam praktek di lapangan, mengingat pengukuran titik dasar teknik orde 4 dan pengukuran situasi dilakukan secara bersama, maka untuk kepentingan
pendaftaran tanah selanjutnya selain pendaftaran tanah pertama kali untuk tanah yang belum terdaftar, penggantian sertipikat menjadi Sertipikat-el untuk tanah yang