• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Ikhtisar

Secara umum, perkembangan makroekonomi sampai dengan bulan Februari Secara umum, perkembangan makroekonomi sampai dengan bulan FebruariSecara umum, perkembangan makroekonomi sampai dengan bulan Februari Secara umum, perkembangan makroekonomi sampai dengan bulan FebruariSecara umum, perkembangan makroekonomi sampai dengan bulan Februari masih sesuai dengan proyeksi awal tahun.

masih sesuai dengan proyeksi awal tahun.masih sesuai dengan proyeksi awal tahun.

masih sesuai dengan proyeksi awal tahun.masih sesuai dengan proyeksi awal tahun. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan tumbuh sesuai dengan perkiraan awal yaitu sekitar 5%-6% (yoy). Optimisme tersebut semakin kuat seiring dengan semakin berimbangnya sumber pertumbuhan, khususnya peran investasi yang semakin meningkat. Secara sektoral, berbagai indikator sisi penawaran masih menunjukkan perkembangan yang postif seperti peningkatan impor bahan baku dan barang modal untuk kegiatan produksi serta dari sisi pembiayaan oleh perbankan melalui kredit modal kerja. Dari sisi perkembangan harga-harga, inflasi pada bulan Februari masih relatif terkendali. Sementara itu, nilai tukar rupiah juga bergerak relatif stabil dengan tingkat volatilitas yang rendah. Suku bunga instrumen moneter juga masih stabil dan berada level yang rendah sehingga hal ini masih mendorong suku bunga kredit untuk terus menurun dan mendukung upaya pemulihan sektor riil. Namun demikian, adanya tekanan kenaikan harga barang yang lebih tinggi dan memburuknya ekspektasi inflasi sebagai konsekuensi rencana kenaikan harga BBM perlu mendapat perhatian yang khusus. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, Bank Indonesia akan melanjutkan kebijakan moneter yang cenderung ketat (tight bias) untuk mengendalikan inflasi dengan tetap memberikan iklim yang kondusif bagi upaya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Perkembangan harga bulan Februari menunjukkan penurunan dibandingkan Perkembangan harga bulan Februari menunjukkan penurunan dibandingkanPerkembangan harga bulan Februari menunjukkan penurunan dibandingkan Perkembangan harga bulan Februari menunjukkan penurunan dibandingkanPerkembangan harga bulan Februari menunjukkan penurunan dibandingkan bulan Januari.

bulan Januari.bulan Januari.

bulan Januari.bulan Januari. Bulan Februari mencatat deflasi sebesar 0,17% (m-t-m) lebih rendah 1,60% daripada inflasi bulan Januari yang mencatat nilai 1,43% (m-t-m). Secara tahunan, perkembangan harga mencatat inflasi sebesar 7,15% (y-o-y) lebih rendah 0,17% dari periode sebelumnya yang mencatat 7,32% (y-o-y). Deflasi pada bulan Februari terjadi karena penurunan yang terjadi pada harga kelompok bahan makanan dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga. Selain itu, kelompok yang memberikan sumbangan deflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar negatif 0,40%.

Nilai tukar rupiah selama bulan Februari masih bergerak stabil. Nilai tukar rupiah selama bulan Februari masih bergerak stabil.Nilai tukar rupiah selama bulan Februari masih bergerak stabil.

Nilai tukar rupiah selama bulan Februari masih bergerak stabil.Nilai tukar rupiah selama bulan Februari masih bergerak stabil. Secara rata-rata, rupiah hanya melemah tipis 51 point pada bulan Februari menjadi Rp9252/USD demikian pula secara point-to-point rupiah relatif stabil pada Rp9258/USD dengan rata-rata volatilitas pergerakan rupiah yang rendah. Stabilnya rupiah dilatarbelakangi oleh relatif berimbangnya permintaan dan penawaran valas. Sementara itu, penguatan mata uang regional Asia terhadap dolar masih berlanjut dan mata uang kuat dunia (hard currency) cenderung melemah terhadap dollar dipicu oleh ekspektasi kenaikan fed fund rate.

Perkembangan makroekonomi masih sesuai dengan proyeksi awal tahun.

Perkembangan harga

mencatat deflasi.

(2)

Suku bunga instrumen moneter sampai bulan Februari masih belum banyak Suku bunga instrumen moneter sampai bulan Februari masih belum banyakSuku bunga instrumen moneter sampai bulan Februari masih belum banyak Suku bunga instrumen moneter sampai bulan Februari masih belum banyakSuku bunga instrumen moneter sampai bulan Februari masih belum banyak berubah.

berubah. berubah.

berubah. berubah. Suku bunga SBI 1 bulan berada pada posisi 7,43% demikian pula SBI 3 bulan berada pada posisi 7,29%. Selain itu, suku bunga FASBI belum berubah dari posisi 7,00% demikian pula suku bunga JIBOR 1 bulan masih tetap pada posisi 7,42%. Suku bunga simpanan (deposito 1 dan 3 bulan) sampai dengan bulan Januari 2005 juga belum banyak berubah dibandingkan bulan sebelumnya. Suku bunga deposito 1 bulan hanya meningkat sebesar 12 bps menjadi 6,43%, demikian pula suku bunga deposito 3 bulan meningkat 10 bps menjadi 6,71%. Suku bunga kredit modal kerja menurun menjadi 13,40%, suku bunga kredit investasi menurun menjadi 13,98%, demikian pula kredit konsumsi menurun menjadi 16,32%.

Posisi uang primer pada akhir bulan Februari menurun sebesar Rp3,71 triliun Posisi uang primer pada akhir bulan Februari menurun sebesar Rp3,71 triliunPosisi uang primer pada akhir bulan Februari menurun sebesar Rp3,71 triliun Posisi uang primer pada akhir bulan Februari menurun sebesar Rp3,71 triliunPosisi uang primer pada akhir bulan Februari menurun sebesar Rp3,71 triliun menjadi Rp180,03 triliun.

menjadi Rp180,03 triliun.menjadi Rp180,03 triliun.

menjadi Rp180,03 triliun.menjadi Rp180,03 triliun. Posisi sementara test date rata-rata uang primer bulan Februari dengan menggunakan GWM lama (5%) adalah sebesar Rp158,05 triliun (tumbuh 11,9%, y-o-y) dengan target indikatif sebesar Rp164,46 triliun sementara itu menggunakan GWM baru (8%), test date uang primer tercatat sebesar Rp177,05 triliun dengan target indikatif Rp184,20 triliun. Dilihat dari sisi komponennya, penurunan uang primer tersebut bersumber dari turunnya uang kartal yang beredar di masyarakat dan saldo giro positif bank di BI.

Posisi M2 pada akhir Januari mengalami penurunan sebesar Rp17,65 triliun Posisi M2 pada akhir Januari mengalami penurunan sebesar Rp17,65 triliunPosisi M2 pada akhir Januari mengalami penurunan sebesar Rp17,65 triliun Posisi M2 pada akhir Januari mengalami penurunan sebesar Rp17,65 triliunPosisi M2 pada akhir Januari mengalami penurunan sebesar Rp17,65 triliun pada bulan Desember menjadi Rp1015,87 triliun dan secara tahunan, M2 pada bulan Desember menjadi Rp1015,87 triliun dan secara tahunan, M2pada bulan Desember menjadi Rp1015,87 triliun dan secara tahunan, M2 pada bulan Desember menjadi Rp1015,87 triliun dan secara tahunan, M2pada bulan Desember menjadi Rp1015,87 triliun dan secara tahunan, M2 tumbuh sebesar 7,24%.

tumbuh sebesar 7,24%.tumbuh sebesar 7,24%.

tumbuh sebesar 7,24%.tumbuh sebesar 7,24%. Penurunan ini utamanya berasal dari turunnya M1 dan uang kartal masing-masing sebesar Rp5,64 triliun Rp12,01 triliun. Sementara itu, dari faktor-faktor yang mempengaruhinya, penurunan M2 tersebut utamanya disebabkan oleh pengharuh kontraksi tagihan bersih kepada pemerintah (Net Claims on Government/NCG), kontraksi tagihan perbankan pada sektor swasta (Claim on Business Sector/CBS) dan penurunan NFA. Penurunan CBS tersebut bersumber dari turunnya kredit yang utamanya bersumber dari turunnya kredit rupiah.

Kondisi perbankan sampai dengan awal tahun 2005 masih terus stabil dan Kondisi perbankan sampai dengan awal tahun 2005 masih terus stabil danKondisi perbankan sampai dengan awal tahun 2005 masih terus stabil dan Kondisi perbankan sampai dengan awal tahun 2005 masih terus stabil danKondisi perbankan sampai dengan awal tahun 2005 masih terus stabil dan pada beberapa indikator tetap menunjukkan perbaikan.

pada beberapa indikator tetap menunjukkan perbaikan.pada beberapa indikator tetap menunjukkan perbaikan.

pada beberapa indikator tetap menunjukkan perbaikan.pada beberapa indikator tetap menunjukkan perbaikan. Rasio permodalan (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan menunjukkan peningkatan seperti yang juga terlihat pada jumlah modal perbankan. Di sisi lain, kualitas kredit seperti yang tercermin dari Non Performing Loan (NPL) secara gross juga membaik. Namun demikian, jumlah kredit yang disalurkan menurun khususnya kredit modal kerja dan kredit investasi sementara kredit konsumsi masih meningkat. Indikator lainnya, Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Net Interest Margin (NIM) masih relatif stabil.

Suku bunga instrumen moneter masih stabil.

Uang primer kembali menurun...

...demikian pula M2 dan M1.

(3)

Perkembangan Ekonomi, Moneter, dan Perbankan

Inflasi, Nilai Tukar, Suku Bunga, Pasar Uang dan Pasar Modal Inflasi, Nilai Tukar, Suku Bunga, Pasar Uang dan Pasar ModalInflasi, Nilai Tukar, Suku Bunga, Pasar Uang dan Pasar Modal Inflasi, Nilai Tukar, Suku Bunga, Pasar Uang dan Pasar ModalInflasi, Nilai Tukar, Suku Bunga, Pasar Uang dan Pasar Modal

Berbeda dengan bulan lalu, perkembangan harga bulan Februari menunjukkan penurunan dibandingkan bulan Januari. Bulan Februari mencatat deflasi sebesar 0,17% (m-t-m) lebih rendah 1,60% daripada inflasi bulan Januari yang mencatat nilai 1,43% (m-t-m). Secara tahunan, perkembangan harga mencatat inflasi sebesar 7,15% (y-o-y) lebih rendah 0,17% dari periode sebelumnya yang mencatat 7,32% (y-o-y).

Grafik 1. Tingkat Inflasi Grafik 2. Inflasi Berdasarkan Kelompok Barang

Apabila dilihat dari kelompok barang dan jasa, deflasi pada bulan Februari terjadi karena penurunan yang terjadi utamanya pada harga kelompok bahan makanan sebesar 1,46% (m-t-m) dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,02% (m-t-m). Sementara itu kelompok barang dan jasa lainnya mencatat kenaikan harga antara lain kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,54% (m-t-m) dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,38% (m-t-m). Selain itu, kelompok yang memberikan sumbangan deflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar negatif 0,40%.

Grafik 3. Inflasi Inti Tahunan Grafik 4. Rata-rata Nilai Tukar Rupiah

Bulan

Sumber : BPS

4,0

2002 2003 2004 2005

Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb

m-t-m y-o-y

% y-o-y % m-t-m

Sumber : BPS

-3,00 -2,00 -1,00 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00

Bahan Makanan Sandang Pendidikan, Rekreasi & Olahraga Mkn Jadi, Mnm, Rokok & Temb. Perumahan

Kesehatan Transportasi & Komunikasi

Sumbangan

Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb

2002 2003 2004 2005

Rp/USD

Sumber : Bloomberg diolah

Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb

2003

2002 2004 2005

(4)

Sejalan dengan penurunan pada inflasi IHK, inflasi inti bulan Februari juga mencatat perkembangan yang sama. Inflasi inti menurun sebesar 0,27% dari 7,15% (y-o-y) bulan Januari menjadi 6,88% (y-o-y). Ekspektasi inflasi masyarakat yang terus meningkat sejak pertengahan tahun lalu terkait dengan rencana kenaikan harga BBM terlihat mulai melambat dan ditengarai merupakan penyebab melambatnya inflasi inti, sementara determinan lainnya seperti kondisi eksternal dan output gap ditengarai stabil.

Nilai tukar rupiah selama bulan Februari masih bergerak stabil. Kestabilan tersebut tercermin dari nilai Rupiah yang tidak mengalami penurunan yang tipis serta rata-rata volatilas Rupiah yang masih rendah. Rupiah secara rata-rata hanya melemah tipis 51 point dari Rp9201/USD bulan Januari menjadi Rp9252/ USD dan secara point-to-point rupiah melemah tipis 91 point dari Rp9167/ USD pada bulan Januari menjadi Rp9258/USD. Sejalan dengan itu, rata-rata volatilitas pergerakan rupiah masih sangat rendah yaitu menurun 0,06% dari 0,15% pada bulan Januari menjadi 0,08% bulan Februari (Grafik 5).

Stabilnya rupiah dilatarbelakangi oleh relatif berimbangnya permintaan dan penawaran valas. Pembelian dolar dilakukan oleh korporasi untuk membiayai kebutuhan impor dan ekspektasi kenaikan BBM sedangkan di sisi lain pasokan valas berasal dari kelompok pelaku offshore non bank. Sementara itu, penguatan mata uang regional Asia terhadap dolar masih berlanjut dipengaruhi oleh relaksasi Yuan dan mata uang kuat dunia (hard currency) cenderung melemah terhadap Dollar dipicu oleh ekspektasi kenaikan Fed Fund rate dan pernyataan Greenspan bahwa pelemahan dolar bukan merupakan kebijakan untuk mengurangi defisit transaksi berjalan. Di akhir bulan, rupiah cenderung apresiasi seiring dengan isu pengalihan cadangan devisa Bank of Korea dari USD ke non USD yang mendorong pelemahan USD terhadap mata uang lain.

Grafik 5. Volatilitas Nilai Tukar Rupiah Grafik 6. Premi SWAP

Inflasi inti juga turun.

...dilatarbelakangi relatif stabilnya permintaan dan penawaran valas...

2003 Persen

2004

2002 2005

0,0 0,5 1,0 1,5 2,0 2,5 3,0 3,5 4,0 4,5 5,0

Volatilitas Kurs Rp Rata-rata Volatilitas

Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb 1,0

3,0 5,0 7,0 9,0 11,0

Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb

2003 2004 2005

Persen

1 Bulan 3 Bulan 6 Bulan 12 Bulan Nilai tukar rupiah

(5)

Stabilnya pergerakan nilai tukar rupiah dan turunnya harga domestik turut menjaga ekspektasi investor asing terhadap prospek perekonomian Indonesia. Indikator risiko jangka pendek maupun panjang (premi swap 1 s.d 12 bulan) pada bulan Februari relatif masih stabil sama seperti bulan Januari. Premi swap 1 dan 3 bulan masing-masing hanya meningkat sebesar 20 bps dan 13 bps menjadi 5,45% dan 5,88% demikian pula premi swap 12 bulan hanya meningkat 20 bps menjadi 6,85% sedangkan premi swap 6 bulan tidak berubah pada posisi 6,35%. Indikasi positif lainnya nampak dari angka premi risiko yaitu yield spread antara Indonesian Global Bond dengan US T-Notes1,

yang menurun dan pada Februari. Premi risiko tercatat menurun sebesar 32,7 point dari 222,8 bulan Januari menjadi 190,1 point (Grafik 6 dan 7).

Grafik 7. Premi Resiko dan Kurs Rupiah2 Grafik 8. Real Effective Exchange Rate

Berbeda dengan bulan sebelumnya, mata uang negara-negara partner dagang selama Februari cenderung menguat sedangkan nilai rupiah bergerak stabil. Selain itu, perkembangan harga-harga di negara-negara terebut juga mengalami penurunan seperti Indonesia. Kondisi tersebut menyebabkan indeks Real Effective Exchange Rate (REER) bulan Februari menurun dibandingkan bulan sebelumnya. REER menurun 1,02 poin dari 83,3 menjadi 82,28 (Grafik 8). Perkembangan yang sama nampak pula pada indeks Bilateral Real Exchange Rate-BRER yang juga menurun 0,83 poin dari 67,31 pada bulan Januari menjadi 66,48 (Grafik 9). Selain Indonesia, negara lain yang mengalami penurunan indeks adalah China, sedangkan negara-negara lainnya mengalami kenaikan indeks. Penurunan indeks tersebut menyebabkan tingkat competitiveness (daya saing) Indonesia secara riil di antara negara-negara partner dagang cukup kompetitif.

..., turut mendukung ekspektasi positif investor.

Indeks REER dan BRER menurun.

1 Sejak bulan Januari 2005 menggunakan selisih antara Global Bond Indonesia dengan US T Notes yang lebih mencerminkan yield spread.

2 Selisih antara Global Bond Indonesia dengan US treasury bills berjangka waktu 10 tahun

8400 8600 8800 9000 9200 9400 9600

150 200 250 300 350 400 450

Rp/USD

Yield Spread

Mar Apr Mei Mei Jun Ags Sep Okt Okt Des Des Jan Feb

Indeks

Sumber : CIEC dan blomber (diolah)

50 60 70 80 90 100

2002 2003

2001 2004 2005

(6)

Suku bunga instrumen moneter sampai bulan Februari masih belum banyak berubah dimana suku bunga SBI 1 bulan hanya meningkat 1 bps menjadi 7,43% dari 7,42% demikian pula SBI 3 bulan masih berada pada posisi 7,29%. Selain itu, suku bunga FASBI belum berubah dari posisi 7,00% demikian pula suku bunga JIBOR 1 bulan masih tetap pada posisi 7,42% (Grafik 10).

Grafik 9. Bilateral Real Exchange Rate Grafik 10. Suku Bunga Instrumen Moneter dan Pasar Uang

Grafik 11. Rata-rata Suku Bunga PUAB Pagi dan Sore

Grafik 12 Perkembangan Suku Bunga SBI, Deposito dan Penjaminan

Rata-rata suku bunga PUAB O/N pagi dan sore selama bulan Februari mengalami sedikit kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata suku bunga PUAB O/N pagi meningkat 120 bps dari 5,50% pada bulan Januari menjadi 6,70% demikian pula rata-rata suku bunga PUAB O/N sore meningkat 220 bps dari 4,48% bulan Januari menjadi 6,70% (Grafik 11). Peningkatan rata-rata suku bunga PUAB O/N pagi diikuti pula dengan naiknya rata-rata volume transaksi perdagangan yaitu sebesar Rp1,30 triliun sedangkan untuk PUAB O/N sore menunjukkan penurunan rata-rata volume transaksi perdagangan yaitu sebesar Rp0,37 triliun.

Suku bunga SBI dan FASBI relatif belum berubah...

..., sedangkan suku bunga PUAB O/N pagi dan sore meningkat...

Indeks

Sumber : CEIC dan Bloomber (diolah)

55 60 65 70 75 80 85 90 95 100

2002 2003 2004 2005

Mar Mei Jul Sep Nov Jan Mar Mei Jul Sep Nov Jan Mar Mei Jul Sep Nov Jan Feb

Korea Selatan

Thailand

Singapura

Malaysia

Indonesia

RRC

Persen

6 7 8 9 10 11 12 13 14

Jan Feb Mar Apr Jun Jul Ags Sep Okt Des Jan Feb Mar Mei Jun Jul Ags Sep Nop Des Jan Feb

2003 2004 2005

FASBI O/N SBI 1 Bulan

JIBOR 1 Bulan

Suku Bunga (%) Volume Pasar Uang (Miliar Rp)

0,0 500,0 1000,0 1500,0 2000,0 2500,0 3000,0 3500,0 4000,0

0,0 2,0 4,0 6,0 8,0 10,0 12,0 14,0

Volume PUAB Pagi Volume PUAB Sore Sk. Bunga PUAB Pagi Sk. Bunga PUAB Sore

Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb

2003 2004 2005

Persen

5 7 9 11 13 15 17 19

SBI 1 Bulan Jam Dep. 1

Dep 1 WA

Mar Jul Nop Mar Jul Nop Mar Jul Nop Mar Jul Nop

(7)

Sementara itu, tren suku bunga simpanan dan suku bunga kredit masih tidak berubah dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Trend suku bunga simpanan masih terus meningkat sedangkan suku bunga kredit terus menurun. Suku bunga deposito 1 bulan meningkat sebesar 12 bps dari 6,31% menjadi 6,43%, demikian pula suku bunga deposito 3 bulan meningkat 10 bps dari 6,61% menjadi 6,71% pada bulan Januari (Grafik 12). Sementara itu, suku bunga kredit modal kerja, investasi dan konsumsi masing-masing turun sebesar 1 bps, 7 bps dan 25 bps. Kredit modal kerja menurun dari 13,41% bulan Desember menjadi 13,40%, kredit investasi menurun dari 14,05% bulan Desember menjadi 13,98%, demikian pula kredit konsumsi menurun dari 16,57% bulan Desember menjadi 16,32% (Grafik 13). Perkembangan ini mendorong pertumbuhan sektor riil dan selain itu, spread antara suku bunga simpanan dan suku bunga kredit semakin kecil.

Grafik 13. Perkembangan Suku Bunga Kredit Grafik 14. Covered Interest Rate Parity

Pada bulan Februari, SIBOR mencatat kenaikan yang cukup tinggi yaitu 108 bps dari 1,63% bulan Januari menjadi 2,71% sedangkan di sisi lain suku bunga dalam negeri yang diwakili oleh JIBOR dan premi swap relatif tetap pada posisi masing-masing 17,45% dan 5,43%. Perkembangan ini menyebabkan covered interest parity (CIP) pada bulan Februari menurun dari posisi 0,54% menjadi negatif 0,69% (Grafik 14)3. Namun demikian,

membaiknya prospek perekonomian domestik di tengah komitmen yang kuat dari otoritas fiskal dan moneter dalam menjaga stabilitas makro serta didukung oleh terjaganya kondisi keamanan masih akan menjadi insentif penanaman di dalam negeri.

..., suku bunga deposito belum berubah dan tren penurunan suku bunga kredit masih berlanjut.

Covered interest rate parity menurun.

3 Covered interest rate parity = suku bunga dalam negeri (JIBOR 1 bulan) √ suku bunga luar negeri (SIBOR 1 bulan) √ premi swap (1 bulan).

Persen

13 14 15 16 17 18 19 20 21

2002 2003 2004 2005

Kredit Investasi Kredit Konsumsi Kredit Modal Kerja

Jan Apr Jul Okt Jan Apr Jul Okt Jan Apr Jul Okt Jan Apr Jul Okt Jan

2,19

0,510,73

-0,06 1,18

0,53

-0,21 1,39

-0,20 0,02 0,17

-0,27 0,26

-0,19 -0,47-0,02

0,26

-0,76-0,57 0,16

0,02 0,63

-0,32 -0,84

0,30 1,24

0,450,84 0,10

-0,33-0,23 4,44

1,63

-1,81-1,97 -1,42

0,54

-0,69 Persen

-3,0 -2,0 -1,0 0,0 1,0 2,0 3,0 4,0 5,0

2002 2003 2004 2005

Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Covered Interest Rate Parity

(8)

Secara umum, kondisi pasar saham masih bullish dengan tingkat price earning ratio bursa Indonesia yang masih cukup tinggi di kawasan ASEAN. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada bulan Februari secara point to point ditutup meningkat 36,89 point menjadi 1083,37 dari posisi sebelumnya 1046,48. Investor asing selama bulan Februari masih melakukan net beli sebesar Rp604,18 miliar dengan pembelian tertinggi terjadi pada pertengahan bulan yaitu sebesar Rp299,11 miliar. Kapitalisasi pasar juga menunjukkan peningkatan yaitu sebesar Rp26,78 triliun dari Rp711,07 triliun bulan Januari menjadi Rp737,86 triliun (Grafik 15).

Di sisi lain, rata-rata nilai perdagangan di pasar saham secara point to point selama bulan Februari relatif stabil pada posisi Rp1,50 triliun. Demikian pula rata-rata volume perdagangan relatif tidak banyak berubah dari 2,16 miliar lembar saham pada akhir bulan Januari menjadi 1,43 miliar saham. Secara sentimen, perkembangan positif di pasar saham tersebut didorong oleh berbagai faktor seperti membaiknya peringkat utang Indonesia serta beberapa perusahaan, ekspektasi perolehan laba tahun 2004, rencana pelepasan kepemilikan pemerintah atas saham perbankan, dan pengumuman membaiknya realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2004. Selain itu, faktor sentimen global dari kenaikan indeks di beberapa bursa dunia dan regional tampaknya ikut pula mendukung positifnya perkembangan IHSG.

Grafik 15. IHSG dan Kapitalisasi

IHSG stabil pada level yang tinggi...

...sedangkan rata-rata nilai perdagangan stabil.

IHSG Kapitalisasi (Rp miliar)

Sumber : BEJ

330 430 530 630 730 830 930 1030 1130 1230

200,000 300,000 400,000 500,000 600,000 700,000 800,000

Jul Sep Nop Jan Mar Mei Jul Okt Des Feb Mei

Mar

Kapitalisasi

IHSG

2004

(9)

Uang Primer Uang PrimerUang Primer Uang PrimerUang Primer

Posisi uang primer pada akhir bulan Februari menurun sebesar Rp3,71 triliun dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi Rp180,03 triliun. Berdasarkan pergerakan harian uang primer, posisi sementara test date rata-rata uang primer bulan Februari dengan menggunakan GWM lama (5%) adalah sebesar Rp158,05 triliun (tumbuh 11,9%, y-o-y), di bawah target indikatif yang ditetapkan sebesar Rp164,46 triliun. Sementara itu, bila menggunakan ketentuan GWM baru (8%), test date sementara uang primer tersebut adalah Rp177,05 triliun, di bawah target indikatif yang ditetapkan sebesar Rp184,20 triliun (Grafik 16). Dilihat dari sisi komponennya, penurunan uang primer tersebut bersumber dari turunnya uang kartal yang beradar di masyarakat sebesar Rp5,24 triliun demikian pula saldo giro positif bank di BI menurun sebesar Rp0,80 triliun.

Apabila dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhinya, penurunan uang primer tersebut utamanya bersumber dari kontraksi tagihan bersih kepada pemerintah (Net Claims on Government/NCG) sebesar Rp11,14 triliun sementara di sisi lain Operasi Pasar Terbuka (OPT) mengalami ekspansi sebesar Rp3,90 triliun yang utamanya bersumber dari ekspansi FASBI sebesar Rp3,71 triliun.

Grafik 16. Uang Primer Grafik 17. Pergerakan Musiman Uang Kartal

Uang primer

Target Indikatif Aktual Test Date

Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb

2002 2003 2004 2005

Miliar Rp

2002 2003 2004

estimasi (2) = estimasi (1) + error

Aktual

estimasi (1) = trend+seasonal

(10)

Jan

183,747 185,587185,587185,587185,587185,587 181,121181,121181,121181,121181,121 173,871173,871173,871173,871173,871 180,035180,035180,035180,035180,035 -3,712-3,712-3,712-3,712-3,712

119,956 122,251 116,536 110,853 117,033 -2,923

105,144 106,454 101,431 97,075 99,898 -5,246

14,812 15,797 15,105 13,778 17,135 2,323

63,061 62,627 63,824 62,263 62,260 -801

0 0 0 0 0 0

172,476 173,672173,672173,672173,672173,672 172,822172,822172,822172,822172,822 174,653174,653174,653174,653174,653 174,503174,503174,503174,503174,503 2,0272,0272,0272,0272,027

11,271 11,271 11,271 11,271

11,271 11,91511,91511,91511,91511,915 8,2998,2998,2998,2998,299 -782-782-782-782-782 5,5325,5325,5325,5325,532 -5,739-5,739-5,739-5,739-5,739

218,253 213,809 208,940 208,300 207,105 -11,148

16,034 16,025 16,026 16,026 16,018 -16

12,346 12,337 12,338 12,338 12,331 -15

0 0 0 0 0 0

3,688 3,688 3,688 3,688 3,687 -1

33,674 33,674 33,674 33,674 33,675 1

-153,785 -149,182 -147,730 -157,374 -149,876 3,909

-121,788 -124,555 -124,501 -122,083 -121,589 199

-31,997 -24,627 -23,229 -35,291 -28,287 3,710

-102,905 -102,411 -102,611 -101,408 -101,390 1,515

61,304 61,232 61,440 60,827 60,645 -659

1,757 1,395 2,384 1,436 1,615 -142

Tabel 1. Uang Primer dan Faktor yang Mempengaruhinya

(Miliar Rp)

Uang kertas dan logam yang diedarkan - di masyarakat

- di perbankan

Giro bank pada Bank Indonesia porsi BBO & Bank tanpa TPL* Giro sektor swasta

Cadangan Devisa Bersih (NIR) Cadangan Devisa Bersih (NIR) Cadangan Devisa Bersih (NIR) Cadangan Devisa Bersih (NIR) Cadangan Devisa Bersih (NIR)

Aktiva Domestik Bersih Aktiva Domestik Bersih Aktiva Domestik Bersih Aktiva Domestik Bersih Aktiva Domestik Bersih

1. Tagihan bersih kepada pemerintah 2. Tagihan pada bank komersial

a. Kredit likuiditas

b. Tagihan kepada BPPN dan bank non BPPN c. Utang lainnya

3. Tagihan lainnya 4. Operasi Pasar Terbuka

- SBI - FASBI

5. Lainnya Bersih (NOI) Memorandum item

*TPL = Third Party Liability

Grafik 18. Posisi NIR Grafik 19. Posisi NDA (Miliar USD)

Feb Apr Jun Ags Okt Des Mar Mei Jul Sep Nop Feb

2003 2004 2005

(Triliun Rp.)

Feb Apr Jun Ags Okt Des Mar Mei Jul Sep Nop Feb NDA

(aktual)

NDA (adjusted target)

Cadangan devisa bersih (NIR) pada bulan Februari relatif stabil pada posisi USD24,93 miliar (Grafik 18) sementara itu aktiva domestik bersih (NDA) di sisi lain menunjukkan menurun sebesar Rp5,74 triliun dari Rp11,27 triliun pada bulan Desember menjadi Rp5,53 triliun (Grafik 19).

(11)

Likuiditas domestik Likuiditas domestikLikuiditas domestik Likuiditas domestikLikuiditas domestik

Sesuai dengan pola musimannya, posisi M2 pada akhir Januari mengalami penurunan sebesar Rp17,65 triliun dari Rp1033,52 triliun pada bulan Desember menjadi Rp1015,87 triliun dan secara tahunan, M2 tumbuh sebesar 7,24%. Penurunan ini utamanya berasal dari turunnya M1 sebesar Rp5,64 triliun menjadi Rp248,17 triliun demikian pula uang kuasi menurun sebesar Rp12,01 triliun menjadi Rp767,70 triliun. Penurunan yang terjadi pada M1 terutama berasal dari turunnya uang kartal sebesar Rp7,47 triliun dari Rp109,26 triliun bulan Desember menjadi Rp101,79 triliun sedangkan uang giral mengalami kenaikan Rp1,83 triliun menjadi Rp146,38 triliun (Grafik 20).

Grafik 20. Pertumbuhan M1 & M2 Riil Grafik 21. Pertumbuhan Divisia dan M2

Dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhinya, penurunan M2 tersebut utamanya disebabkan oleh pengharuh kontraksi tagihan bersih kepada pemerintah (Net Claims on Government/NCG) sebesar Rp9,21 triliun menjadi Rp488,80 triliun, kontraksi tagihan perbankan pada sektor swasta (Claim on Business Sector/CBS) sebesar Rp2,95 triliun menjadi Rp612,85 triliun dan penurunan NFA sebesar Rp3,57 triliun menjadi Rp260,06 triliun. Penurunan CBS tersebut bersumber dari turunnya kredit sebesar Rp4,53 triliun yang utamanya bersumber dari turunnya kredit rupiah sebesar Rp3,36 triliun menjadi Rp435,51 triliun (Tabel 2).

Sesuai dengan pola

musimannya M2 dan M1

menurunº

...disebabkan oleh kontraksi NCG, CBS dan NFA

%, y-o-y

2002 2003 2004

(10) (5) 0 5 10 15 20

M1 Riil M2 Riil

Jan Mar Mei Jul Sep Nov Jan Mar Mei Jul Sep Nov Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Jan May Sep Jan May Sep Jan May Sep Jan May Sep Jan

Persen

-5,0 0,0 5,0 10,0 15,0 20,0 25,0

2001 2002 2003 2004

(12)

KOMPONEN - Uang Kartal - Uang Giral Uang Kuasi

- Uang Kuasi Rupiah = Deposito Rupiah = Tabungan Rupiah - Simpanan Valas (dalam miliar USD)

FAKTOR

Claims on Business Sector Kredit

- Kredit Rupiah - Kredit Valas Lainnya Nilai Tukar (posisi neraca)

Tabel 2. Perkembangan Uang Beredar Dalam Arti Luas

Des Des Des Des

Des DesDesDesDesDes JanJanJanJanJan MarMarMarMarMar JunJunJunJunJun SepSepSepSepSep DesDesDesDesDes JanJanJanJanJan %,y-o-y%,y-o-y%,y-o-y%,y-o-y%,y-o-y (dalam miliar Rp, posisi)

INDIKATOR INDIKATOR INDIKATOR INDIKATOR INDIKATOR BESARAN MONETER BESARAN MONETER BESARAN MONETER BESARAN MONETER BESARAN MONETER

883.908 883.908883.908 883.908

883.908 955.692955.692955.692955.692955.692 947.277947.277947.277947.277947.277 935.161935.161935.161935.161935.161 975.166975.166975.166975.166975.166 986.806986.806986.806986.806986.806 1.000.3381.000.3381.000.3381.000.3381.000.338 1.033.5281.033.5281.033.5281.033.5281.033.528 7.27.27.27.27.2 743.443 816.514 805.289 793.103 827.176 846.570 859.933 897.927 9.1 191.939 223.799 216.343 218.999 233.726 240.911 250.221 253.818 14.7 80.686 94.542 90.619 86.794 97.574 99.505 104.668 109.265 12.3 111.253 129.257 125.724 132.205 136.152 141.406 145.553 144.553 16.4 691.969 731.893 730.934 716.162 741.440 745.895 750.117 779.710 5.0 551.504 592.715 588.946 574.104 593.450 605.659 609.712 644.109 7.0 359.847 350.885 346.347 327.722 334.336 336.197 331.869 349.091 -0.1 191.657 241.830 242.599 246.382 259.114 269.462 277.843 295.018 17.2 140.465 139.178 141.988 142.058 147.990 140.236 140.405 135.601 -3.2

15.71 16.44 16.82 16.54 15.72 15 16 15 -10.9

250.696 271.820 269.714 287.824 280.070 258.684 260.328 263.647 -3.6 510.351 479.885 486.229 449.011 468.907 476.451 479.344 498.019 0.5 389.296 466.826 461.827 477.504 549.966 576.823 594.751 615.802 32.7 365.410 437.942 432.738 446.593 486.067 513.224 531.689 553.548 26.9 271.851 342.027 335.129 347.363 376.034 404.173 422.288 438.881 30.0 93.559 95.917 97.610 99.231 110.033 109.051 109.401 114.667 16.3 23.886 28.884 29.089 30.911 63.899 63.599 63.062 62.254 119.4 -266.434 -262.839 -270.493 -279.178 -323.777 -325.152 -334.085 -343.940 27.9

8.940 8.465 8.441 8.587 9.415 9.170 9.018 9.290

2004

2002 20052005200520052005

Persen APU1 (M1/M0) Skala Kanan C/DPK (%)

Mulai meningkatnya suku bunga deposito memberikan insentif penempatan dana di perbankan sehingga indeks money divisia bulan Januari menurun sebesar 1,37% menjadi 8,24% namun secara tren masih cenderung meningkat (Grafik 21). Sesuai dengan kecenderungan masyarakat untuk menempatkan dananya kembali ke sistem perbankan di awal tahun, jumlah uang primer mengalami penurunan yang lebih besar daripada penurunan pada M1 dan M2. Hal ini menyebabkan proses penciptaan uang mengalami peningkatan seperti yang nampak dari naiknya M1 (APU 1) dan M2 (APU 2) (Grafik 22).

(13)

Keterangan Keterangan Keterangan Keterangan

Keterangan Nilai CIF Jan 2005 ThdJan 2005 ThdJan 2005 ThdJan 2005 ThdJan 2005 Thd% Perubahan% Perubahan% Perubahan% Perubahan% Perubahan % Perubahan% Perubahan% Perubahan% Perubahan% PerubahanJanuari 2005Januari 2005Januari 2005Januari 2005Januari 2005 % Peran Thd% Peran Thd% Peran Thd% Peran Thd% Peran Thdtotaltotaltotaltotaltotal

Des 2004 Des 2004 Des 2004 Des 2004

Des 2004 thd Jan 2004thd Jan 2004thd Jan 2004thd Jan 2004thd Jan 2004 Januari 2004Januari 2004Januari 2004Januari 2004Januari 2004

3,341.4 3,341.4 3,341.4 3,341.4

3,341.4 4,809.24,809.24,809.24,809.24,809.2 4,007.34,007.34,007.34,007.34,007.3 46.179,746.179,746.179,746.179,746.179,7 -16,67-16,67-16,67-16,67-16,67 19,8719,8719,8719,8719,87 100.00100.00100.00100.00100.00

717.4 717.4 717.4 717.4

717.4 1,218.21,218.21,218.21,218.21,218.2 1,068.81,068.81,068.81,068.81,068.8 11.625,211.625,211.625,211.625,211.625,2 -12,26-12,26-12,26-12,26-12,26 48,6748,6748,6748,6748,67 26.6726.6726.6726.6726.67

382.3 521.8 524.1 5.831,4 0.44 37,09 13.08

335.1 694.8 544.6 5.785,7 -21,62 62,52 13.59

1.6 0.1 8,1 -93,75 -93,33 0.00

2,624.0 2,624.0 2,624.0 2,624.0

2,624.0 3,591.03,591.03,591.03,591.03,591.0 2,938.52,938.52,938.52,938.52,938.5 34.554,534.554,534.554,534.554,534.554,5 -18,17-18,17-18,17-18,17-18,17 11,9911,9911,9911,9911,99 73.3373.3373.3373.3373.33 Tabel 4. Impor Indonesia

(Juta USD)

Sumber : BPS

Total Impor Total Impor Total Impor Total Impor Total Impor

Migas

Januari DesemberDesemberDesemberDesemberDesember 2004

20042004

20042004 20042004200420042004

Januari

2004 20042004200420042004

Keterangan KeteranganKeterangan Keterangan

Keterangan Nilai FOB Jan 2005 Thd% Perubahan% Perubahan% PerubahanJan 2005 ThdJan 2005 ThdJan 2005 ThdJan 2005 Thd% Perubahan% Perubahan % Perubahan% Perubahan% Perubahan% Perubahan% PerubahanJanuari 2005Januari 2005Januari 2005Januari 2005Januari 2005 % Peran Thd% Peran Thd% Peran Thd% Peran Thd% Peran Thdtotaltotaltotaltotaltotal

Des 2004 Des 2004Des 2004 Des 2004

Des 2004 thd Jan 2004thd Jan 2004thd Jan 2004thd Jan 2004thd Jan 2004 Januari 2004Januari 2004Januari 2004Januari 2004Januari 2004

5,043.1 5,043.1 5,043.1 5,043.1

5,043.1 6,445.86,445.86,445.86,445.86,445.8 6,134.06,134.06,134.06,134.06,134.0 69.713,869.713,869.713,869.713,869.713,8 -4,84-4,84-4,84-4,84-4,84 21,6321,6321,6321,6321,63 100.00100.00100.00100.00100.00

1,200.5 1,200.5 1,200.5 1,200.5

1,200.5 1,323.71,323.71,323.71,323.71,323.7 1,223.61,223.61,223.61,223.61,223.6 15.587,515.587,515.587,515.587,515.587,5 -7,56-7,56-7,56-7,56-7,56 1,921,921,921,921,92 19.9519.9519.9519.9519.95

469.6 457.0 536.1 6.241,4 17,31 14,16 8.74

96.6 101.1 66.9 1.647,4 -33,83 -30,75 1.09

634.3 765.6 620.6 7.689,7 -18,94 -2,16 10.12

3,842.6 3,842.6 3,842.6 3,842.6

3,842.6 5,122.15,122.15,122.15,122.15,122.1 4,910.44,910.44,910.44,910.44,910.4 54.126,354.126,354.126,354.126,354.126,3 -4,13-4,13-4,13-4,13-4,13 27,7927,7927,7927,7927,79 80.0580.0580.0580.0580.05 Tabel 3. Impor Indonesia

(Juta USD)

Sumber : BPS

Total Ekspor Total EksporTotal Ekspor Total EksporTotal Ekspor

Migas Non MigasNon Migas Non MigasNon Migas

Januari Januari Januari Januari

Januari DesemberDesemberDesemberDesemberDesember 2004

2004 2004 2004

2004 20042004200420042004

Januari

2004 20042004200420042004 Sektor Eksternal

Sektor EksternalSektor Eksternal Sektor EksternalSektor Eksternal

Nilai ekspor Indonesia selama bulan Januari tercatat sebesar USD6,13 miliar atau menurun 4,83% dibandingkan USD6,44 miliar pada bulan sebelumnya (Tabel 3). Penurunan ekspor tersebut didorong oleh turunnya ekspor nonmigas sebesar 4,13%, yakni dari USD5,12 miliar pada bulan Desember menjadi USD4,91 miliar demikian pula ekspor migas menurun sebesar 7,56% dari USD1,32 miliar bulan Desember menjadi USD1,22 miliar. Penurunan yang terjadi pada ekspor migas utamanya berasal dari turunnya hasil minyak sebesar 33,82% menjadi USD0,06 miliar dan gas yang juga menurun sebesar 18,93% menjadi USD0,62 miliar. .

Sejalan dengan itu, nilai impor pada bulan Januari juga mengalami penurunan sebesar 16,67% dari USD4,80 miliar menjadi USD4,00 miliar. Penurunan impor tersebut terutama disebabkan oleh turunnya impor non migas sebesar 18,17% dari USD3,59 miliar bulan Desember menjadi USD2,93 miliar demikian pula impor migas menurun sebesar 12,26% dari USD1,21 miliar pada bulan Desember menjadi USD1,06 miliar. Komponen utama impor migas yang mengalami penurunan adalah impor hasil minyak yang menurun 21,61% dari USD0,69 miliar pada bulan Desember menjadi USD0,54 miliar.

Total ekspor menurun...

(14)

2 0 0 3 2 0 0 32 0 0 3 2 0 0 3 2 0 0 3

Pemerintah Pemerintah Pemerintah Pemerintah Pemerintah Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta

Lembaga Keuangan Lembaga Keuangan Lembaga Keuangan Lembaga Keuangan Lembaga Keuangan

Bank Non Bank

Bukan Lembaga Keuangan Bukan Lembaga Keuangan Bukan Lembaga Keuangan Bukan Lembaga Keuangan Bukan Lembaga Keuangan Surat-Surat Berharga Surat-Surat Berharga Surat-Surat Berharga Surat-Surat Berharga Surat-Surat Berharga

Total Total Total Total Total

Tabel 5. Posisi Pinjaman Luar Negeri

(Juta USD)

* Angka Sementara

Mar MarMar Mar

Mar JunJunJunJunJun SepSepSepSepSep DesDesDesDesDes JanJanJanJanJan MarMarMarMarMar JunJunJunJunJun Des*)Des*)Des*)Des*)Des*) Jan*)Jan*)Jan*)Jan*)Jan*)

74.513 74.513 74.513 74.513

74.513 76,00876,00876,00876,00876,008 77,70977,70977,70977,70977,709 81,66681,66681,66681,66681,666 81,48081,48081,48081,48081,480 81,21781,21781,21781,21781,217 78,59178,59178,59178,59178,591 80,27880,27880,27880,27880,278 79,31379,31379,31379,31379,313 53,750

53,750 53,750 53,750

53,750 53,28853,28853,28853,28853,288 52,99152,99152,99152,99152,991 51,94251,94251,94251,94251,942 52,83952,83952,83952,83952,839 52,83652,83652,83652,83652,836 52,08052,08052,08052,08052,080 52,50152,50152,50152,50152,501 52,42552,42552,42552,42552,425 7,806

7,806 7,806 7,806

7,806 7,0567,0567,0567,0567,056 7,5717,5717,5717,5717,571 7,5377,5377,5377,5377,537 7,7267,7267,7267,7267,726 7,9687,9687,9687,9687,968 7,5877,5877,5877,5877,587 8,1808,1808,1808,1808,180 8,0148,0148,0148,0148,014

4,850 4,059 4,414 4,316 4,385 4,479 3,766 3,872 3,725

2,956 2,997 3,157 3,221 3,341 3,489 3,821 4,308 4,289

45,944 45,944 45,944 45,944

45,944 46,23246,23246,23246,23246,232 45,42045,42045,42045,42045,420 44,40544,40544,40544,40544,405 45,11345,11345,11345,11345,113 44,86844,86844,86844,86844,868 44,49344,49344,49344,49344,493 44,32144,32144,32144,32144,321 44,41144,41144,41144,41144,411 1,203

1,203 1,203 1,203

1,203 1,2901,2901,2901,2901,290 1,2531,2531,2531,2531,253 1,7941,7941,7941,7941,794 1,7591,7591,7591,7591,759 2,6262,6262,6262,6262,626 2,4672,4672,4672,4672,467 3,3613,3613,3613,3613,361 4,3784,3784,3784,3784,378

129,466 129,466129,466

129,466129,466 130,586130,586130,586130,586130,586 131,953131,953131,953131,953131,953 135,402135,402135,402135,402135,402 136,078136,078136,078136,078136,078 136,679136,679136,679136,679136,679 133,138133,138133,138133,138133,138 136,140136,140136,140136,140136,140 136,116136,116136,116136,116136,116

2 0 0 4 2 0 0 4 2 0 0 4 2 0 0 4 2 0 0 4

Posisi pinjaman luar negeri Indonesia pada bulan Januari relatif stabil atau hanya menurun USD24 juta dari USD136,14 miliar bulan Desember menjadi USD136,11 miliar. Hal ini disebabkan karena berimbangnya penurunan posisi utang LN pemerintah dan swasta masing-masing sebesar USD0,96 miliar dan USD76 juta dengan kenaikan utang LN dari surat-surat berharga sebesar USD1,01 miliar (Tabel 5). Utang LN pemerintah mengalami penurunan dari USD80,27 miliar bulan Desember menjadi USD79,31 miliar demikian pula utang LN swasta menurun dari USD52,50 miliar bulan Desember menjadi USD52,42 miliar. Sementara disisi lain, utang LN dari surat-surat berharga mengalami kenaikan dari USD3,36 miliar menjadi USD4,37 miliar.

Sementara itu, pembayaran pinjaman luar negeri pada bulan Januari menurun USD1,54 miliar dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga menjadi USD1,20 miliar. Penurunan tersebut berasal dari turunnya pembayaran pokok pinjaman LN sebesar USD1,14 miliar menjadi USD1,00 miliar dan pembayaran bunga pinjaman LN yang juga menurun sebesar USD399 juta menjadi USD200 juta. Sedangkan berdasarkan pemiliknya, kenaikan ini disebabkan oleh turunnya pembayaran pinjaman LN pemerintah sebesar USD882 juta menjadi USD494 juta demikian pula pembayaran pinjaman LN swasta menurun sebesar USD664 juta menjadi USD711 juta (Tabel 6).

(15)

Tabel 6. Realisasi Pembayaran Pinjaman Luar Negeri Indonesia

Total Pembayaran Pinjaman Luar Negeri / Total Pembayaran Pinjaman Luar Negeri / Total Pembayaran Pinjaman Luar Negeri / Total Pembayaran Pinjaman Luar Negeri / Total Pembayaran Pinjaman Luar Negeri / Total External Debt Servicing Total External Debt Servicing Total External Debt Servicing Total External Debt Servicing Total External Debt Servicing - Pokok / Principal - Bunga / Interest

A. Pemerintah / Government A. Pemerintah / Government A. Pemerintah / Government A. Pemerintah / Government A. Pemerintah / Government

- Pokok / Principal - Bunga / Interest

B. Swasta / Private B. Swasta / Private B. Swasta / Private B. Swasta / Private B. Swasta / Private - Pokok / Principal - Bunga / Interest B.1. Lembaga Keuangan B.1. Lembaga Keuangan B.1. Lembaga Keuangan B.1. Lembaga Keuangan B.1. Lembaga Keuangan - Pokok / Principal - Bunga / Interest 1.

1. 1. 1. 1. BankBankBankBankBank

- Pokok / Principal - Bunga / Interest 2.

2. 2. 2.

2. Bukan Bank / Non Bank InstitutionsBukan Bank / Non Bank InstitutionsBukan Bank / Non Bank InstitutionsBukan Bank / Non Bank InstitutionsBukan Bank / Non Bank Institutions - Pokok / Principal

- Bunga / Interest B.2. Bukan Lembaga Keuangan B.2. Bukan Lembaga Keuangan B.2. Bukan Lembaga Keuangan B.2. Bukan Lembaga Keuangan B.2. Bukan Lembaga Keuangan

- Pokok / Principal - Bunga / Interest

(Juta USD)

* Angka Sementara

Mar Mar Mar Mar

Mar SepSepSepSepSep DesDesDesDesDes 2 0 0 3 2 0 0 3 2 0 0 3 2 0 0 3

2 0 0 3 TotalTotalTotalTotalTotal 2003

Jan MarMarMarMarMar JunJunJunJunJun Des*Des*Des*Des*Des* Jan*Jan*Jan*Jan*Jan*

20,983 20,983 20,983 20,983

20,983 1,2931,2931,2931,2931,293 1,7171,7171,7171,7171,717 1,9661,9661,9661,9661,966 18,90018,90018,90018,90018,900 1,4641,4641,4641,4641,464 1,9901,9901,9901,9901,990 2,6972,6972,6972,6972,697 2,7512,7512,7512,7512,751 1,2051,2051,2051,2051,205

16,950 1,135 1,524 1,471 15,669 1,216 1,788 2,123 2,152 1,005

4,033 158 193 496 3,231 248 203 574 599 200

7,374 7,3747,374

7,3747,374 358358358358358 498498498498498 781781781781781 6,4506,4506,4506,4506,450 680680680680680 697697697697697 1,1471,1471,1471,1471,147 1,3761,3761,3761,3761,376 494494494494494

5,009 248 355 398 4,000 456 539 682 874 331

13,609 935935935935935 1,2191,2191,2191,2191,219 1,1861,1861,1861,1861,186 12,44912,44912,44912,44912,449 784784784784784 1,2941,2941,2941,2941,294 1,5501,5501,5501,5501,550 1,3751,3751,3751,3751,375 711711711711711

11,941 886 1,170 1,073 11,669 760 1,249 1,441 1,278 674

1,668 48 50 113 780 24 45 109 97 37

5,808 5,8085,808

5,8085,808 398398398398398 440440440440440 423423423423423 5,6565,6565,6565,6565,656 382382382382382 772772772772772 791791791791791 580580580580580 400400400400400

5,323 391 435 395 5,521 379 768 780 564 395

485 7 4 28 136 3 5 11 16 5

4,825 4,8254,825

4,8254,825 308308308308308 381381381381381 372372372372372 5,0785,0785,0785,0785,078 351351351351351 701701701701701 756756756756756 465465465465465 352352352352352

4,372 307 379 345 4,965 349 699 746 451 349

7,8017,801 537537537537537 780780780780780 762762762762762 6,7936,7936,7936,7936,793 402402402402402 521521521521521 759759759759759 795795795795795 311311311311311

6,617 496 735 677 6,148 381 481 661 714 279 Sektor RiilSektor Riil Sektor RiilSektor Riil

Dari sisi permintaan, kontribusi pertumbuhan (share of growth) investasi sejak triwulan III-2004 telah melampaui konsumsi swasta dan peran investasi non bangunan sudah melebihi investasi bangunan. Secara sektoral, berbagai indikator sisi penawaran masih menunjukkan perkembangan yang postif seperti peningkatan impor bahan baku dan barang modal untuk kegiatan produksi serta dari sisi pembiayaan oleh perbankan melalui kredit modal kerja. Berbagai perkembangan di sisi penawaran tersebut mengindikasikan respon sisi penawaran cukup baik dalam memenuhi peningkatan permintaan.

(16)

Sejalan dengan itu, dari sisi penawaran, total indeks produksi bulan Januari menunjukkan penurunan indeks dari 124 bulan Desember menjadi 122,7. Industri yang menunjukkan penurunan indeks tertinggi utamanya adalah industri pengolahan yang menurun 11 point menjadi 96,6 dan industri makanan, minuman dan tembakau yang menurun 6,7 poin menjadi 88,1. Sementara itu, industri lainnya relatif stabil (Grafik 25). Sejalan dengan itu, indeks utilisasi kapasitas produksi selama bulan Januari secara total menunjukkan sedikit penurunan yaitu sebesar 1 poin dari 76,47 menjadi 75,47. Penggunaan kapasitas produksi di industri makanan menunjukkan penurunan indeks yang tertinggi yaitu sebesar 15,43 poin dari 77,17 bulan Desember menjadi 61,74 namun hal ini diimbangi dengan kenaikan indeks pada industri kimia sebesar 14,56 poin dari 67,02 bulan Desember menjadi 81,58 (Grafik 26).

Grafik 23. Survei Konsumen Grafik 24. Survei JETRO

Grafik 25. Indeks Produksi Grafik 26. Utilisasi Kapasitas Produksi

...demikian pula dari sisi

produsen.

Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Oct Dec Feb

Indeks

40,0 60,0 80,0 100,0 120,0

2002 2003 2004

optimis pesimis

Ekspektasi Konsumen Indeks Keyakinan Konsumen Kondisi Ekonomi Saat Ini

Jun Okt Feb Jun Okt Feb Jun Okt Feb Jun Okt Feb

Difussion

-50 -40 -30 -20 -10 0 10 20 30 40 50

Permintaan:ekspor Permintaan: domestik

Inventory Harga jual:domestik

2001 2002 2003 2004

Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan

2002 2003 2004

40 60 80 100 120 140 160 180 200

Indeks

Indeks Total Makanan, minuman & Tembakau Tekstil, pak. jadi & kulit Kimia, m. bumi, btbara, karet & plastik

Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan

0 20 40 60 80 100

Persen

2002 2003 2004

(17)

Keterangan KeteranganKeterangan Keterangan Keterangan

1.112,2 1.068,4 1.157,2 1.150,0 1185,7 1213,0 1272,0 1258,4

835,8 902,3 889,1 881,6 912,8 926,4 963,0 950,1

410,3 477,2 475,0 485,9 528,7 555,0 595,0 590,7

38,4 43,2 40,1 43,7 46,4 48,2 50,0 49,5

23,0 19,3 23,8 23,5 20,9 20,5 19,4 22,3

8,1 8,2 8,2 7,8 7,6 6,9 5,8 5,9

2,1 3,0 2,8 2,7 2,1 2,1 1,7 1,7

4,0 3,2 5,2 5,7 5,4 5,3 6,3 5,8

93,0 110,8 117,9 120,9 108,6 114,0 118,6 122,3

(Triliun Rp)

Total Asset DPK Kredit LDR (%) CAR (%) NPLs : - Gross (%) - Net (%) NIM (%) Modal

Des-02 Des-02Des-02 Des-02

Des-02 Des-03Des-03Des-03Des-03Des-03 Jan-04Jan-04Jan-04Jan-04Jan-04 Mar-04Mar-04Mar-04Mar-04Mar-04 Jun-04Jun-04Jun-04Jun-04Jun-04 Sept-04Sept-04Sept-04Sept-04Sept-04 Des-04Des-04Des-04Des-04Des-04 Jan-05Jan-05Jan-05Jan-05Jan-05 Tabel 7. Kondisi Umum Perbankan

B a n k B a n kB a n k B a n kB a n k

Kondisi Perbankan Kondisi PerbankanKondisi Perbankan Kondisi PerbankanKondisi Perbankan

Kondisi perbankan sampai dengan awal tahun 2005 masih terus stabil dan pada beberapa indikator tetap menunjukkan perbaikan. Rasio permodalan (CAR) perbankan menunjukkan peningkatan seperti yang dikonfirmasi pula oleh peningkatan jumlah modal perbankan. Selain itu, kualitas kredit seperti yang tercermin dari Non Performing Loan (NPL) secara gross juga membaik. Sementara itu, akumulasi pendapatan perbankan telah menunjukkan angka positif (laba) sejak Januari 2005, setelah mengalami rugi sejak tahun 1998.

CAR pada bulan Januari meningkat 2,9% dari 19,4% pada bulan Desember menjadi 22,3%. Hal ini dikarenakan adanya perubahan komposisi aktiva produktif kepada aktiva yang berisiko rendah dan akumulasi laba/rugi perbankan. Perkembangan yang sama terjadi pula pada modal perbankan yang selama bulan Januari meningkat Rp3,7 triliun dan berada pada posisi Rp122,30 triliun (Grafik 27). Sementara itu, NPL baik secara gross maupun net masih stabil dan berada pada posisi 5,90% (NPL gross) dan 1,70% (NPL net).

Grafik 27. Dana Pihak Ketiga Grafik 28. Persetujuan dan Realisasi Kredit Baru

... CAR dan modal membaik sedangkan NPL relatif stabil. Kinerja perbankan nasional masih menunjukkan perbaikan...

Triliun Rp

0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500

0 200 400 600 800 1000 1200

2004 2003

2002

Giro Tabungan Deposito Total

Total DPK (Triliun Rp)

Nop

Jan Mar Mei Jul Sep Jan Mar Mei Jul SepNopJan Mar Mei Jul SepNopJan 0

28.269 56.538

0,0 10,0 20,0 30,0 40,0 50,0 60,0 70,0

Miliar Rp Proporsi (%)

2003 2004

2002

Persetujuan Realisasi Proporsi

Nop

(18)

Menurunnya jumlah kredit yang disalurkan atas, utamanya berasal dari turunnya kredit modal kerja dan kredit investasi sementara kredit konsumsi masih meningkat. Kredit modal kerja menurun Rp6,91 triliun (2,42%) dibandingkan bulan Desember dari Rp285,74 triliun menjadi Rp278,82 triliun, kredit investasi menurun tipis sebesar Rp0,66 triliun (negatif 0,57%) dari Rp116,86 triliun menjadi Rp116,20 triliun. Sementara itu kredit konsumsi masih menunjukkan peningkatan sebesar Rp3,04 triliun (2,02%) dibandingkan bulan Desember yaitu dari Rp150,95 triliun menjadi Rp153,99 triliun (Grafik 29). Penurunan jumlah kredit tersebut disinyalir adalah akibat dari adanya pelunasan kredit dan hapus buku.

Grafik 29. Kredit Rupiah Perbankan

Indikator lainnya, Loan to Deposit Ratio (LDR) pada bulan Januari menurun tipis 0,5% dari 50% pada bulan Desember menjadi 49,5% demikian pula Net Interest Margin (NIM) menurun tipis dalam besaran yang sama dengan LDR yaitu dari 6,3% pada bulan Desember menjadi 5,8% (Grafik 31).

Grafik 30. Perkembangan NPL Grafik 31. Perkembangan Posisi NIM Perbankan

LDR dan NIM menurun tipis. Kredit modal kerja dan investasi

menurun namun kredit konsumsi masih

meningkat.

Kredit Total Kredit (Triliun Rp)

0,0

Channeling Total Kredit Total Adjst Investasi Konsumsi Modal Kerja

2002 2003 2004 2005

Mar Sep Jan Mar Sep Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan

Persen Triliun Rp

0,0

Jan Mar Mei Juli Sep Nov Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan

2002 2003 2004 2005

kredit (kanan) NPLs (%) (kiri) NPLs Net (%) (kiri)

Triliun Rp

Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan

2002 2003 2004 2005

2,0 4.124.394.48

(19)

Prospek

Perekonomian domestik triwulan I-2005 diperkirakan tumbuh sesuai perkiraan Perekonomian domestik triwulan I-2005 diperkirakan tumbuh sesuai perkiraanPerekonomian domestik triwulan I-2005 diperkirakan tumbuh sesuai perkiraan Perekonomian domestik triwulan I-2005 diperkirakan tumbuh sesuai perkiraanPerekonomian domestik triwulan I-2005 diperkirakan tumbuh sesuai perkiraan awal pada kisaran 5-6% (y-o-y)

awal pada kisaran 5-6% (y-o-y)awal pada kisaran 5-6% (y-o-y)

awal pada kisaran 5-6% (y-o-y)awal pada kisaran 5-6% (y-o-y)44444... Harapan atas pertumbuhan yang

berkelanjutan menjadi semakin kuat karena didukung oleh sumber pertumbuhan yang lebih berimbang, khususnya peran investasi yang semakin meningkat. Dari sisi eksternal, kinerja neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan I-2005 diperkirakan masih sesuai dengan perkiraan sebelumnya. Transaksi berjalan tercatat masih mengalami surplus, terutama karena adanaya penigkatan kinerja ekspor. Lalu lintas modal baik swasta dan pemerintah juga menunjukkan perkembangan yang cukup bai. Perkembangan tersebut akan menyebabkan cadangan devisa pada akhir triwulan I-2005 diperkirakan akan meningkat.

Perkembangan inflasi di bulan-bulan mendatang diperkirakan akan mendapat Perkembangan inflasi di bulan-bulan mendatang diperkirakan akan mendapatPerkembangan inflasi di bulan-bulan mendatang diperkirakan akan mendapat Perkembangan inflasi di bulan-bulan mendatang diperkirakan akan mendapatPerkembangan inflasi di bulan-bulan mendatang diperkirakan akan mendapat tekanan sebagai akibat kenaikan harga BBM yang dilakukan Pemerintah. tekanan sebagai akibat kenaikan harga BBM yang dilakukan Pemerintah.tekanan sebagai akibat kenaikan harga BBM yang dilakukan Pemerintah. tekanan sebagai akibat kenaikan harga BBM yang dilakukan Pemerintah.tekanan sebagai akibat kenaikan harga BBM yang dilakukan Pemerintah. Kenaikan tersebut diperkirakan akan meningkatkan ekspektasi inflasi dari masyarakat dan pada gilirannya mendorong kenaikan harga-harga komoditas. Bank Indonesia memperkirakan bahwa kenaikan harga BBM akan memberikan dampak langsung terhadap inflasi sebesar 0,65%, dan dampak tidak langsung sebesar 0,58%. Sehubungan dengan hal tersebut, Bank Indonesia akan memonitor secara seksama perkembangan inflasi di bulan-bulan mendatang. Selain itu, untuk mengurangi tekanan kenaikan harga barang yang lebih tinggi, dan memburuknya ekspektasi inflasi, Bank Indonesia akan meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah terutama dalam rangka untuk menjaga kecukupan pasokan dan distrubusi bahan pokok.

Pergerakan nilai tukar rupiah pada triwulan I-2005 diperkirakan masih stabil. Pergerakan nilai tukar rupiah pada triwulan I-2005 diperkirakan masih stabil.Pergerakan nilai tukar rupiah pada triwulan I-2005 diperkirakan masih stabil. Pergerakan nilai tukar rupiah pada triwulan I-2005 diperkirakan masih stabil.Pergerakan nilai tukar rupiah pada triwulan I-2005 diperkirakan masih stabil. Meskipun dibayangi oleh rencana kenaikan suku bunga Fed Fund rate dan masih tingginya harga minyak dunia, nilai tukar diperkirakan akan stabil pada triwulan I-2005 seiring beberapa faktor positif yang dapat menopang nilai rupiah seperti semakin membaiknya neraca pembayaran Indonesia serta meningkatnya arus modal yang masuk baik di sektor swasta dan Pemerintah. Lalulintas modal swasta menunjukkan perkembangan yang cukup baik tercermin dari realisasi arus modal portofolio. Sementara dari sisi pemerintah, terdapat potensi peningkatan arus modal masuk lebih lanjut √melalui moratorium 2005 dan penerbitan obligasi internasionalƒ sehingga dapat mengurangi tekanan beban pembayaran ULN pemerintah.

...nilai tukar rupiah relatif stabil.

PDB Tw I-2005 diproyeksikan akan mencapai 5-6%...

...inflasi diperkirakan akan mendapat tekanan...

(20)

* angka BPS berdasarkan tahun dasar 2000 r) revisi

1) minggu terakhir 2) rata2 tertimbang

3) penutupan pada akhir periode 4) closed file

Sumber : Bank Indonesia, kecuali data pasar modal (BAPEPAM), IHK, ekspor/impor dan PDB dari BPSw. I 2004*)w. I 2004*)w. I 2004*)w. I 2004*)w. I 2004*) Jan

JanJan Jan

Jan MarMarMarMarMar DesDesDesDesDes JanJanJanJanJan MarMarMarMarMar JunJunJunJunJun DesDesDesDesDes JanJanJanJanJan FebFebFebFebFeb SEKTOR KEUANGAN

SEKTOR KEUANGAN SEKTOR KEUANGAN SEKTOR KEUANGAN SEKTOR KEUANGAN

Indikator Terkini

12,69 11,4011,4011,4011,4011,40 8,318,318,318,318,31 7,867,867,867,867,86 7,427,427,427,427,42 7,347,347,347,347,34 7,437,437,437,437,43 7,427,427,427,427,42 7,437,437,437,437,43

12,94 11,97 8,34 8,15 7,33 7,25 7,29 7,29 7,29

12,64 11,90 6,62 6,27 5,86 6,23 6,43 6,43 na

13,49 12,90 7,14 6,68 6,11 6,31 6,71 6,71 na

12,71 11,72 8,35 7,99 7,38 7,15 7,14 7,13 7,13

425 398 692 753 736 730 1.004 1.046 1083.37

127.407 127.407 127.407 127.407

127.407 125.211125.211125.211125.211125.211 166.474166.474166.474166.474166.474 147.039147.039147.039147.039147.039 142.730142.730142.730142.730142.730 166.474166.474166.474166.474166.474 199.446199.446199.446199.446199.446 183.747183.747183.747183.747183.747 180.03180.03180.03180.03180.03 180.111

180.111 180.111 180.111

180.111 181.239181.239181.239181.239181.239 223.799223.799223.799223.799223.799 216.343216.343216.343216.343216.343 218.821218.821218.821218.821218.821 233.717233.717233.717233.717233.717 253.818253.818253.818253.818253.818 248.174248.174248.174248.174248.174 nanananana

75.908 72.323 94.542 90.619 86.616 97.565 109.265 101.789 na

104.203 108.916 129.257 125.724 132.205 136.152 144.553 146.385 na

873.683 873.683 873.683 873.683

873.683 877.776877.776877.776877.776877.776 955.692955.692955.692955.692955.692 947.277947.277947.277947.277947.277 934.983934.983934.983934.983934.983 975.157975.157975.157975.157975.157 1.033.5281.033.5281.033.5281.033.5281.033.528 1.015.8741.015.8741.015.8741.015.8741.015.874 nanananana

693.572 696.537 731.893 730.934 716.162 741.440 779.710 767.700 na

550.357 558.977 592.715 588.946 574.104 593.450 644.109 630.289 na

362.553 370.692 350.885 346.347 327.722 334.336 349.091 345.901 na

187.804 188.285 241.830 242.599 246.382 259.114 295.018 284.388 na

143.215 137.560 139.178 141.988 142.058 147.990 135.601 137.411 na

730.468 740.216 816.514 805.289 792.925 827.176 897.927 878.463 na

382.536 382.536 382.536 382.536

382.536 400.353400.353400.353400.353400.353 466.826466.826466.826466.826466.826 461.827461.827461.827461.827461.827 477.504477.504477.504477.504477.504 549.966549.966549.966549.966549.966 615.802615.802615.802615.802615.802 612.852612.852612.852612.852612.852 nanananana 358.084

358.084 358.084 358.084

358.084 376.141376.141376.141376.141376.141 437.942437.942437.942437.942437.942 432.738432.738432.738432.738432.738 446.593446.593446.593446.593446.593 486.067486.067486.067486.067486.067 553.548553.548553.548553.548553.548 549.017549.017549.017549.017549.017 nanananana

0,80 -0,23 0,94 0,57 0,36 0,48 1,04 1,43 -0,17

8,74 7,12 5,06 4,82 5,11 6,83 6,4 7,32 7,15

8.940 8.908 8.465 8.441 8.587 9.400 9.270 9.167 9258

3.936 4.008 3.717 3.837 3.871 4.340 5.122 4.910 na

2.322 2.267 2.335 2.049 2.183 2.721 3.591 2.938 na

21,81 22,68 24,20 24,00 25,70 23,70 24,40 24,63 24,93

4,35 4,46 5,13

5,01 6,43 6,89

0,68 4,24 15,71

6,48 0,85 8,47

1,78 6,54 24,95

2 0 0 3 SUKU BUNGA & SAHAM

SUKU BUNGA & SAHAM SUKU BUNGA & SAHAM SUKU BUNGA & SAHAM SUKU BUNGA & SAHAM Suku bunga SBI 1 bln 1)

BESARAN MONETER (miliar Rp) BESARAN MONETER (miliar Rp) BESARAN MONETER (miliar Rp) BESARAN MONETER (miliar Rp) BESARAN MONETER (miliar Rp) Base Money

Uang Kartal (C) Uang giral (D)

Broad Money (M2 = C+D+T) Broad Money (M2 = C+D+T) Broad Money (M2 = C+D+T) Broad Money (M2 = C+D+T) Broad Money (M2 = C+D+T)

Uang kuasi (T) Uang kuasi (Rupiah)

Deposito Tabungan Deposito (Valas) M2 - Rupiah

Tagihan pada Dunia Usaha Tagihan pada Dunia Usaha Tagihan pada Dunia Usaha Tagihan pada Dunia Usaha Tagihan pada Dunia Usaha Kredit-Bank Umum Kredit-Bank Umum Kredit-Bank Umum Kredit-Bank Umum Kredit-Bank Umum

Inflasi bulanan (%) y-y %

Rp/USD (akhir periode, nilai tengah) Barang Non migas (f.o.b, juta USD) 4)

Impor Barang Non migas (c & f, juta USD) 4)

Net International Reserve (juta USD)

Pertumbuhan PDB (% yoy) Pertumbuhan PDB (% yoy) Pertumbuhan PDB (% yoy) Pertumbuhan PDB (% yoy) Pertumbuhan PDB (% yoy)

Gambar

Grafik 1. Tingkat Inflasi
Grafik 5. Volatilitas Nilai Tukar Rupiah
Grafik 7. Premi Resiko dan Kurs Rupiah2
Grafik 9. Bilateral Real Exchange Rate
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil seleksi primer menunjukkan bahwa primer OPZ-12 menghasilkan pita yang paling sedikit yaitu 1 pita pada lokus 110 bp, sedangkan jenis primer yang menghasilkan

mampu membuat kebijakan atas hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan pendampingan hukum kepada individu dan/atau Lemsaneg dimana kebijakan tersebut dapat memberikan

Sudut pandang yang digunakan orang pertama pelaku sampingan dan amanat yang terdapat dalam novel Perempuan Di Titik Nol karya Nawal Elsaadawi adalah membentuk

Perlakuan dalam penelitian ini menggunakan variasi lama waktu paparan 10 detik, 20 detik, dan 30 detik, bertujuan ingin mengetahui perbedaan lama waktu paparan

Mengacu pada industri telekomunikasi di Indonesia saat ini yang terdapat multi operator, sehingga network sharing ini direkomendasikan kepada operator A dan B dengan estimasi

berdasarkan Surat Edaran PT Bank Rakyat Indonesia Nomor : S.12-DIR/ADK/5/2013 tentang restrukturisasi kredit dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/15/PBI/2012

Komposisi yang paling maximal subtitusi limbah marmer terhadap fly ash pada beton geopolimer ditinjau dari kuat tekan dan porositas nya adalah 10%, karena dari hasil

Penelitian ini dilakukan dalam sebuah reaktor tangki berpengaduk dengan proses batch menggunakan katalis basa NaOH dengan tujuan untuk mendapatkan konversi maksimal dan